https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/issue/feed Jurnal Multidisiplin Indonesia 2026-09-18T06:52:57+00:00 Suport Jurnal [email protected] Open Journal Systems <center> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; color: #4b566b; font-family: Montserrat, sans-serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial;"> <p align="justify"><strong>Jurnal Multidisiplin Indonesia </strong>is a double blind peer-reviewed academic journal and open access to multidiciplinary fields. The journal is published Monthly by Riviera Publishing.</p> <p><strong>Jurnal Multidisiplin Indonesia</strong> publishes research articles in multidisciplinary sciences, which includes: Humanities and Social Sciences, Contemporary Political Science, Educational Sciences, Religious Sciences and Philosophy, Economics, Management, Engineering sciences, Health sciences, Medical Sciences, Design Arts Sciences, and Media. Published articles are from critical and comprehensive research, studies, or scientific studies on important and current issues or reviews of scientific books.</p> <p><span class="typography_f0ad1e sans_f0ad1e"><strong>Name</strong>: <strong>Jurnal Multidisiplin Indonesia</strong><br /><strong>E-ISSN </strong>: <strong><a class="font-weight-bold" href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220913331403215">2964-9048</a></strong><br /><strong>P-ISSN </strong>: <strong><a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220913061558615" target="_blank" rel="noopener">2963-2900</a></strong><br /><strong>DOI : <a href="https://search.crossref.org/?q=2810-062X&amp;from_ui=yes">https://doi.org/10.58344</a></strong><br /><strong>Period </strong>: <strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">12 issue per year (monthly)</strong><br /><strong>Indexing and Abstracting </strong>: <strong><a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&amp;and_facet_source_title=jour.1451045">Dimension</a></strong>, <strong><a href="https://scholar.google.com/citations?user=VbSzPTcAAAAJ&amp;hl=id&amp;authuser=2">Google Scholar</a></strong> , <strong><a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/34919">Garuda</a></strong> , <strong><a href="https://journals.indexcopernicus.com/search/details?id=125219&amp;lang=en">Copernicus Hijau</a>,</strong> <strong><a href="https://drive.google.com/file/d/100aG1SATDS9Smop_omQQE7xZH8cXYmp5/view">Sinta 4</a></strong><strong><br /></strong><strong>Publication Guidelines : </strong> <a href="https://publicationethics.org/guidance/Guidelines" target="_blank" rel="noopener">COPE Guidelines</a><strong><br /></strong></span><span class="typography_f0ad1e sans_f0ad1e"><strong>Publisher </strong>: Riviera Publishing<br /><strong>Society/ Institution:</strong> </span><strong><img src="https://jmi.rivierapublishing.id/public/site/images/admin/citescore-jmi-2.png" alt="" width="1265" height="306" /></strong></p> </div> </center> <p> </p> https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2942 A Model of Work Engagement as a Mediator in Nurse Performance at a Class B Private Hospital in Jakarta 2026-08-27T06:38:07+00:00 Debby Seresthia Silaban [email protected] M. Reza Hilmy [email protected] Johanes Johanes [email protected] <p>Nurses’ performance is essential for service quality and patient safety; however, inconsistent rewards, delayed corrective actions, limited professional development, and varying levels of engagement may constrain performance in private hospitals. This study examined the effects of transactional leadership and continuance organizational commitment on nurses’ performance, with work engagement as a mediating variable, at a Class B private hospital in Jakarta. A quantitative cross-sectional study was conducted from March to July 2026 among 119 nurses selected through purposive sampling from a population of 170 nurses. Data were collected using a four-point Likert-scale questionnaire and analyzed using descriptive statistics, confirmatory factor analysis, structural equation modeling (SEM) with AMOS, and Sobel tests. Transactional leadership, continuance organizational commitment, and work engagement collectively explained 67.7% of the variance in nurses’ performance. Transactional leadership positively affected work engagement (? = 0.434; p &lt; 0.001) and nurses’ performance (? = 0.219; p = 0.004). Continuance organizational commitment demonstrated the strongest effects on work engagement (? = 0.642; p &lt; 0.001) and nurses’ performance (? = 0.472; p &lt; 0.001), while work engagement positively affected nurses’ performance (? = 0.353; p &lt; 0.001). Work engagement partially mediated the relationships between transactional leadership and performance, as well as between continuance organizational commitment and performance. The findings demonstrate that integrated leadership practices, organizational commitment, and employee engagement strategies are essential for improving nurses’ performance.</p> 2026-09-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Debby Seresthia Silaban, M. Reza Hilmy , Johanes Johanes https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2945 Sistem Monitoring Kualitas Air PT. Centralpertiwi Bahari Menggunakan Metode Prototype Berbasis Web 2026-09-04T02:41:14+00:00 Mokhamad Mukti Maulana [email protected] Renita Selviana [email protected] Alimin Alimin [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem monitoring kualitas air berbasis web pada PT Centralpertiwi Bahari Situbondo untuk memperbaiki proses pencatatan, penyimpanan, penelusuran, dan penyajian data kualitas air. Nilai penelitian terletak pada penerapan metode Prototype yang melibatkan pengguna dalam evaluasi dan penyempurnaan sistem secara iteratif, dengan cakupan parameter pH, salinitas, suhu, amonia (NH?), dan oksigen terlarut (DO). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Pengembangan dilakukan melalui komunikasi kebutuhan, perencanaan cepat, perancangan cepat, pembangunan prototype, evaluasi dan umpan balik, penyempurnaan prototype, pengembangan sistem final, dan pengujian fungsional. Sistem masih memiliki keterbatasan berupa penyimpanan lokal, belum adanya notifikasi otomatis, belum terintegrasi sensor IoT secara langsung, dan belum menerapkan manajemen multi-pengguna secara penuh. Prototype dievaluasi oleh dua petugas monitoring dan satu supervisor. Masukan utama berupa penambahan filter parameter grafik dan penyempurnaan penamaan file ekspor telah diimplementasikan. Pengujian Black Box mencakup 15 skenario dan seluruh skenario menghasilkan keluaran sesuai harapan sehingga tingkat keberhasilan mencapai 100%. Sistem membantu membuat pencatatan dan pengelolaan data lebih terstruktur, mempermudah pemantauan kondisi air, serta meningkatkan efisiensi penyampaian informasi antara petugas lapangan dan pihak terkait.</p> 2026-09-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Mokhamad Mukti Maulana, Renita Selviana, Alimin Alimin https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2951 Memahami Pelayanan Kristen Melalui Integrasi Kepribadian, Motivasi, dan Konsep Hati dalam Alkitab 2026-09-15T07:54:54+00:00 Agustina Natalis [email protected] Arianto Tarmansjah [email protected] I Gde Iwan A [email protected] Robin Rumapea [email protected] Sri Ita Ningsih [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan memahami pelayanan Kristen melalui integrasi antara kepribadian, motivasi, dan konsep hati dalam Alkitab. Kajian psikologi modern, khususnya <em>Big Five Personality Traits</em> dan <em>Self-Determination Theory</em>, digunakan untuk menjelaskan struktur karakter serta dorongan motivasional yang memengaruhi perilaku individu dalam organisasi pelayanan. Namun, kedua pendekatan tersebut belum sepenuhnya menjelaskan orientasi batin terdalam manusia. Tradisi Alkitab menempatkan hati sebagai pusat kehidupan batin yang mengintegrasikan pikiran, kehendak, dan motivasi, sebagaimana ditegaskan dalam Amsal 4:23, Lukas 6:45, dan Yeremia 17:9. Penelitian ini menggunakan metode <em>narrative literature review</em> untuk mensintesis literatur psikologi dan teologi, serta menafsirkan konsep hati sebagai pusat integrasi kepribadian dan motivasi dalam pelayanan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan gereja tidak hanya bergantung pada faktor psikologis, tetapi juga pada orientasi spiritual yang membentuk karakter dan motivasi pelayan. Dengan demikian, integrasi psikologi modern dan antropologi Alkitab memberikan kerangka konseptual yang lebih komprehensif untuk memahami perilaku pelayanan Kristen sebagai tindakan profesional sekaligus panggilan spiritual.</p> 2026-09-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Agustina Natalis, Arianto Tarmansjah, I Gde Iwan A, Robin Rumapea, Sri Ita Ningsih https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2886 Efektivitas Hatha Yoga terhadap Penurunan Nyeri pada Pasien Osteoarthritis Lutut: Sebuah Tinjauan Literatur 2026-09-18T06:28:44+00:00 Nyoman Gede Trisna Anandita [email protected] I Putu Adiartha Griadhi [email protected] Nila Wahyuni [email protected] <p>Osteoarthritis lutut (OA lutut) merupakan penyakit degeneratif sendi yang sering menyebabkan nyeri, keterbatasan fungsi, serta penurunan kualitas hidup. Hatha yoga merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang mengombinasikan latihan postur (asana), teknik pernapasan (pranayama), dan meditasi yang berpotensi mengurangi nyeri pada pasien OA lutut. Namun, bukti ilmiah mengenai efektivitas hatha yoga pada kondisi ini masih terbatas. Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis efektivitas hatha yoga terhadap penurunan nyeri pada pasien osteoarthritis lutut. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Penelusuran literatur dilakukan pada bulan Mei–Juni 2026 melalui basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci "hatha yoga" AND "knee osteoarthritis". Artikel yang diinklusikan merupakan penelitian asli berbahasa Inggris yang dipublikasikan pada tahun 2016–2026, tersedia dalam bentuk full text, melibatkan pasien osteoarthritis lutut, menggunakan intervensi hatha yoga, serta melaporkan luaran berupa nyeri dan/atau fungsi fisik. Setelah proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh tiga artikel yang memenuhi syarat. Tinjauan ini mencakup 319 pasien dari tiga penelitian dengan desain randomized controlled trial dan studi komparatif. Seluruh studi menunjukkan bahwa hatha yoga secara signifikan menurunkan nyeri pada pasien osteoarthritis lutut dibandingkan terapi konvensional. Seluruh penelitian menunjukkan bahwa hatha yoga efektif dalam menurunkan nyeri pada pasien osteoarthritis lutut dan memberikan perbaikan fungsi fisik yang lebih baik dibandingkan terapi konvensional. Hatha yoga berpotensi menjadi intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam menurunkan nyeri pada pasien osteoarthritis lutut. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih kuat dan ukuran sampel yang lebih besar masih diperlukan untuk memperkuat bukti yang tersedia.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Nyoman Gede Trisna Anandita, I Putu Adiartha Griadhi, Nila Wahyuni https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2955 Strategi Pengembangan Atraksi Wisata Air Berbasis Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Wisata Mandiri Berkelanjutan: Studi Kasus Umbul Dewa Bromo 2026-09-10T06:41:32+00:00 Wantono Wantono [email protected] Kiki Rizki Makiya [email protected] <p>Desa Wisata Dewa Bromo di Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, memiliki potensi sumber daya air berupa Sungai Kuning dan mata air tanah jernih yang mengalir sepanjang tahun. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dikembangkan sebagai atraksi wisata utama sehingga kunjungan masih bergantung pada kegiatan kelompok seperti outbound dan camping. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi Umbul Dewa Bromo sebagai atraksi wisata air, mengidentifikasi keterlibatan stakeholder, serta merumuskan strategi pengembangan untuk mendukung transformasi menuju desa wisata mandiri berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan pengelola desa wisata, pemerintah kalurahan, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Pokdarwis, dan tokoh masyarakat, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mata air tanah merupakan potensi utama yang paling sesuai dikembangkan sebagai primary attraction melalui Umbul Dewa Bromo. Pengembangan kawasan telah menerapkan prinsip Community-Based Tourism melalui keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan, serta menunjukkan pola co-management antara masyarakat, pemerintah, dan stakeholder lain. Meski demikian, pengembangan masih menghadapi enam persoalan strategis: kualitas atraksi dan fasilitas, profesionalisasi SDM, legalitas pemanfaatan Tanah Kas Desa, keterbatasan pemasaran digital, keselamatan wisata air, dan keberlanjutan lingkungan. Strategi pengembangan yang dirumuskan meliputi penguatan primary attraction, peningkatan fasilitas, profesionalisasi kelembagaan dan SDM, percepatan legalitas, penguatan keselamatan, serta pemasaran digital berbasis storytelling dan electronic word of mouth. Strategi ini membentuk model pengembangan terintegrasi yang menempatkan Umbul Dewa Bromo sebagai penggerak kemandirian ekonomi, sosial, kelembagaan, dan lingkungan desa wisata.</p> 2026-09-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Wantono Wantono, Kiki Rizki Makiya https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2898 Stres Kerja sebagai Mediator Pengaruh Kelelahan Kerja dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Tenaga Ppa Lainnya di RSUD Soe TTS 2026-09-05T07:02:53+00:00 Gundrad Amisai Taneo [email protected] Ida Aryani [email protected] Agus Joko Purwanto [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran stres kerja sebagai variabel mediasi dalam pengaruh kelelahan kerja dan beban kerja terhadap kinerja Tenaga Profesional Pemberi Asuhan (PPA) Lainnya di RSUD SoE Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM), menggunakan sampel sebanyak 80 responden yang terdiri dari berbagai profesi PPA lainnya. Instrumen penelitian memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, yang ditunjukkan oleh nilai outer loading ? 0,70, Average Variance Extracted (AVE) ? 0,50, serta nilai Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability di atas 0,70. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelelahan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja (koefisien 0,593; T-statistik 5,700; p-value 0,000). Beban kerja juga berpengaruh signifikan terhadap stres kerja. Namun, kelelahan kerja tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja (koefisien –0,093; T-statistik 0,691; p-value 0,489). Sebaliknya, beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja (koefisien –0,324; T-statistik 3,197; p-value 0,001). Stres kerja terbukti memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja (koefisien –0,461; T-statistik 3,910; p-value 0,000). Uji mediasi menunjukkan bahwa kelelahan kerja memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap kinerja melalui stres kerja, dengan koefisien –0,273; T-statistik 3,297; p-value 0,001. Temuan ini menegaskan bahwa stres kerja berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara kelelahan kerja dan beban kerja terhadap kinerja Tenaga Profesional Pemberi Asuhan (PPA) Lainnya di RSUD SoE.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Gundrad Amisai Taneo, Ida Aryani , Agus Joko Purwanto https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2959 Analisis Pengaruh Parameter Operasi terhadap Partial Discharge pada Generator Sinkron PT PLN MCTN Menggunakan Metode Regresi Struktural Berbasis SmartPLS 2026-09-05T07:05:23+00:00 Hendrik Tanjung [email protected] Dhany Harmeidy Barus [email protected] <p>nan kualitas isolasi pada generator sinkron dapat diindikasikan oleh munculnya <em>partial discharge</em> (PD), yang berpotensi berkembang menjadi kegagalan isolasi serius jika tidak terdeteksi sejak dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Parameter Operasi terhadap PD pada generator sinkron PT PLN MCTN serta mengevaluasi hubungan struktural antarvariabel menggunakan <em>Partial Least Squares Structural Equation Modeling</em> (PLS-SEM) berbasis SmartPLS. Sebagai pembanding, digunakan regresi linier berganda dengan SPSS untuk menguji konsistensi temuan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data historis operasi generator dan data pemantauan <em>online</em> PD dari sistem IRIS Power. Analisis mencakup evaluasi model pengukuran (<em>outer model</em>) dan model struktural (<em>inner model</em>). Hasil menunjukkan bahwa model pengukuran memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Parameter Operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap PD dengan koefisien jalur 0,345, t-statistik 2,472, dan p-value 0,013. Nilai R² sebesar 0,119 menunjukkan bahwa Parameter Operasi menjelaskan 11,9% variasi PD. Sebaliknya, regresi linier berganda menunjukkan hubungan positif namun tidak signifikan secara statistik. Perbedaan ini disebabkan oleh karakteristik metode, di mana PLS-SEM menganalisis hubungan antar konstruk laten, sedangkan regresi linier berganda menganalisis hubungan langsung antarvariabel observasi. Dengan demikian, PLS-SEM lebih sesuai untuk memodelkan hubungan Parameter Operasi terhadap PD, terutama pada sampel terbatas, sedangkan regresi linier berganda berfungsi sebagai analisis pembanding yang memperkuat temuan penelitian.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Hendrik Tanjung, Dhany Harmeidy Barus https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2904 Optimasi Produktivitas Karyawan Bagian Packing Biskuit Melalui Penerapan Disiplin Kerja Berdasarkan Analisis Metode Work Sampling dan Time Study di PT Mayora Indah TBK 2026-09-18T06:32:21+00:00 Muhammad Padhli Sabani [email protected] Abimanyu Abimanyu [email protected] Sita Kurniati Ratoko [email protected] <p>Produktivitas karyawan merupakan faktor penting dalam mendukung pencapaian target produksi pada industri makanan dan minuman. Pada bagian packing biskuit PT Mayora Indah Tbk. masih ditemukan aktivitas yang tidak produktif, seperti menunggu material, mengobrol, dan aktivitas lain yang tidak memberikan nilai tambah sehingga memengaruhi efektivitas penggunaan waktu kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan produktivitas karyawan bagian packing biskuit melalui penerapan disiplin kerja menggunakan metode Work Sampling dan Time Study. Metode Work Sampling digunakan untuk mengidentifikasi proporsi aktivitas produktif, aktivitas pendukung, dan aktivitas tidak produktif, sedangkan Time Study digunakan untuk menentukan waktu siklus, waktu normal, dan waktu standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penerapan disiplin kerja, proporsi aktivitas produktif meningkat dari 85,00% menjadi 91,66%, sedangkan aktivitas tidak produktif menurun dari 9,17% menjadi 4,17%. Perbaikan tersebut berdampak pada penurunan rata-rata waktu siklus dari 70,57 detik menjadi 58,0 detik atau sebesar 17,81%, serta penurunan rata-rata waktu standar dari 74,72 detik menjadi 68,26 detik atau sebesar 8,64%. Dengan demikian, penerapan disiplin kerja yang didukung metode Work Sampling dan Time Study terbukti mampu meningkatkan efektivitas penggunaan waktu kerja, mengurangi aktivitas yang tidak bernilai tambah, dan mengoptimalkan produktivitas karyawan bagian packing biskuit.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Muhammad Padhli Sabani, Abimanyu Abimanyu, Sita Kurniati Ratoko https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2962 Optimalisasi Sikap Ihsan dalam Mewujudkan Rumah Tangga Harmonis pada Jama’ah Masjid Abdillah Rabbani Residence 2026-09-04T08:22:58+00:00 Saffanah Salsabila Ginting [email protected] <p>Fenomena disharmoni rumah tangga di Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, dengan angka perceraian nasional yang terus meningkat setiap tahun, sebagian besar disebabkan oleh krisis emosional dan spiritual, bukan semata tekanan ekonomi. Kajian terdahulu mengenai keharmonisan rumah tangga cenderung berfokus pada aspek hukum dan sosial, namun belum banyak menyentuh dimensi spiritualitas dan kesadaran batiniah, khususnya penerapan sikap ihsan dalam relasi suami istri. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran, bentuk implementasi, dan dampak penerapan sikap ihsan dalam mewujudkan rumah tangga harmonis pada jama'ah Masjid Abdillah Rabbani Residence. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif interpretatif. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap informan yang dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu jama'ah masjid yang telah berkeluarga, serta didukung oleh data dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap ihsan berperan penting dalam membangun dan mempertahankan keharmonisan rumah tangga, bukan hanya sebagai pemenuhan hak dan kewajiban suami istri, tetapi sebagai bentuk kebaikan yang dilandasi keimanan dan kesadaran akan pengawasan Allah Ta'ala. Implementasinya terwujud dalam tiga bentuk utama: ihsan dalam komunikasi, ihsan dalam pelaksanaan peran dan tanggung jawab, serta ihsan dalam penyelesaian konflik. Penerapan sikap ihsan terbukti berdampak positif, yaitu menurunkan intensitas konflik, meningkatkan kualitas komunikasi, mempererat hubungan antaranggota keluarga, serta memperkuat kedekatan spiritual pasangan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan hukum keluarga Islam dan kontribusi praktis bagi penguatan spiritualitas rumah tangga muslim di era kontemporer.</p> 2026-09-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Saffanah Salsabila Ginting https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2913 Analisis Isi Komunikasi Nonverbal pada Film Mission: Impossible – Dead Reckoning Part One 2026-09-15T07:34:24+00:00 Zikri Maulana [email protected] <p>Film sebagai media audiovisual menyampaikan makna melalui dialog sekaligus perilaku tubuh, ekspresi wajah, tatapan, dan gerak yang menyertai interaksi antartokoh. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk serta menafsirkan makna komunikasi nonverbal dalam film Mission: Impossible Dead Reckoning Part One dengan menggunakan kategori kinesik Paul Ekman dan Wallace V. Friesen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis isi komunikasi nonverbal. Data primer berasal dari film berdurasi 2 jam 46 menit, data sekunder diperoleh melalui buku, jurnal, dan sumber tertulis yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan berulang terhadap film, studi literatur, dan dokumentasi berupa tangkapan layar adegan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 adegan yang terdokumentasi dan dapat diklasifikasikan ke dalam lima kategori komunikasi nonverbal, yaitu emblem, illustrator, penampilan afeksi, regulator, dan adaptor. Emblem digunakan sebagai pengganti pesan verbal, illustrator berfungsi memperkuat pesan yang disampaikan, penampilan afeksi menggambarkan kondisi emosional tokoh, regulator membantu mengatur jalannya interaksi, sedangkan adaptor menunjukkan respons tubuh terhadap tekanan atau ketegangan. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi nonverbal memiliki peran penting dalam memperjelas pesan, membangun emosi, dan memperkuat makna adegan dalam film Mission: Impossible Dead Reckoning Part One. Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa analisis kinesik dapat digunakan untuk memahami cara bahasa tubuh dan ekspresi tokoh mendukung penyampaian pesan dalam narasi film aksi.</p> 2026-09-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Zikri Maulana https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2968 Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Nusa Dua Beach Hotel & SPA-Handwritten Collection 2026-09-05T06:57:52+00:00 Ni Made Savani Putri [email protected] Irene Hanna H. Sihombing [email protected] Ida Ayu Kalpikawati [email protected] <p>Kinerja karyawan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan di industri perhotelan. Di Nusa Dua Beach Hotel &amp; Spa-Handwritten Collection, kinerja karyawan belum optimal, terlihat dari hasil performance appraisal kategori poor, fluktuasi absensi, serta keluhan tamu yang menambah beban kerja. Lingkungan kerja diduga menjadi salah satu faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan di hotel tersebut, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 200 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, heteroskedastisitas, linearitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dibuktikan dengan nilai t hitung 14,373 &gt; t tabel 1,653 dan signifikansi p &lt; 0,001. Lingkungan kerja menjelaskan 51,1% variasi kinerja karyawan, sedangkan 48,9% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, semakin baik lingkungan kerja yang dirasakan karyawan, semakin tinggi pula kinerjanya. Manajemen hotel disarankan terus meningkatkan kualitas lingkungan kerja, baik fisik maupun nonfisik, guna mendukung kinerja karyawan dan kualitas pelayanan.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ni Made Savani Putri, Irene Hanna H. Sihombing, Ida Ayu Kalpikawati https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2918 The Effect of the Frequency of Artificial Intelligence (AI) Use on the Critical Thinking Ability of Junior and Senior High School Students in Medan City 2026-09-15T07:48:33+00:00 Nadilla Fatimah Nasution [email protected] Berlin Sibarani [email protected] <p>The development of generative artificial intelligence has transformed the way learners interact with information in educational contexts; however, its impact on critical thinking skills remains debated. This study aimed to analyze the effect of artificial intelligence (AI) use frequency on the critical thinking abilities of junior and senior high school students in Medan City. This study employed a quantitative approach with a correlation-regression survey design. The sample consisted of 50 students from 16 schools in Medan City who were selected using purposive sampling, comprising 25 junior high school students and 25 senior high school students with a balanced gender composition. The frequency of AI use was measured using the Technology Acceptance Model (TAM) framework developed by Davis (1989), consisting of six statements, while critical thinking ability was measured using Facione’s (1990) six dimensions through 18 statements on a 5-point Likert scale. Data analysis was conducted using the Shapiro–Wilk normality test, linearity test, Pearson correlation test, and simple linear regression analysis. The results showed a positive and significant effect of AI use frequency on students’ critical thinking abilities (r = 0.888, p &lt; .001, R² = 0.789), indicating that AI use frequency explained 78.9% of the variance in students’ critical thinking abilities. Among the six dimensions of critical thinking, the explanation dimension recorded the lowest mean score (3.07), indicating that students still experienced difficulties in reinterpreting information generated by AI using their own words. This study concluded that active and reflective AI use has the potential to support the development of critical thinking abilities among students at the secondary education level.</p> 2026-09-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Nadilla Fatimah Nasution, Berlin Sibarani https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2975 Strategi Public Relations Bidhumas Polda Metro Jaya dalam Pemulihan Citra Institusi: Studi Kasus Penjual Es Gabus Suderajat 2026-09-18T06:48:57+00:00 Rihhadatul ' Aisy [email protected] Muh. Ruslan Ramli [email protected] <p>Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi public relations yang dilakukan oleh Bidhumas Polda Metro Jaya dalam upaya pemulihan citra institusi dan mengetahui hambatan yang dihadapi oleh Bidhumas Polda Metro Jaya dalam melaksanakan strategi public relations &amp; image repair untuk memulihkan citra institusi pada kasus polemik penjual es gabus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma post-positivisme serta menggunakan metode studi kasus. Data yang didapatkan dari penelitian ini berdasarkan dengan adanya kesalahpahaman untuk mendapatkan informasi yang diterima oleh oknum polisi dalam menjalankan tugasnya sebagai aparat negara. Oleh sebab itu, maka Bidhumas Polda Metro Jaya melakukan mencari tahu mengenai informasi di media sosial, mengevaluasi, serta mengkoreksi kembali terkait kesalahan-kesalahan teknis dalam menjalankan tugasnya sebagai aparat negara. Di sisi lain, terdapat beberapa peran penting yang harus dijalankan oleh Bidhumas Polda Metro Jaya di antaraya melakukan pemantauan terhadap perkembangan opini publik dalam setiap harinya. Kemudian, melakukan konferensi pers, siaran pers melalui media sosial maupun media massa resmi milik Polda Metro Jaya untuk memaparkan kasus-kasus kriminalitas yang sedang beredar dan menjadi sebuah pusat perhatian di lingkungan masyarakat. Selain itu, Bidhumas Polda Metro Jaya juga menjadikan saran ataupun kritikan dari masyarakat luas sebagai bahan evaluasi agar ke depannya dapat memberikan pelayanan dan komunikasi yang baik. Peran-peran yang dijalankan oleh Bidhumas Polda Metro Jaya memiliki tujuan untuk memulihkan citra nya di pandangan masyarakat, setelah adanya kasus-kasus kriminalitas yang telah dilakukan oleh oknum polisi.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Rihhadatul ' Aisy, Muh. Ruslan Ramli https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2927 Evaluasi Kinerja Tenaga Pemeriksa Jembatan Kereta Api Lintas Purwakarta – Padalarang Tahun 2025 2026-09-18T06:40:34+00:00 Agus Erianto [email protected] Endang Widjajanti [email protected] <p>liharaan jembatan kereta api sangat bergantung pada kecukupan dan kinerja tenaga pemeriksa di lapangan, sementara kajian yang secara kuantitatif mengevaluasi hubungan antara jumlah tenaga dan beban kerja pemeriksaan jembatan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja tenaga pemeriksa jembatan kereta api di lintas Purwakarta–Padalarang, Daerah Operasi 2 Bandung, pada tahun 2025, ditinjau dari efektivitas, produktivitas, dan efisiensi, serta membandingkan kebutuhan tenaga aktual dengan standar dalam SOP Pemeriksaan Jembatan DJKA 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari dokumen resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi PT KAI Persero serta lembar kerja dan foto dokumentasi pemeriksaan periode Januari–Desember 2025, yang dianalisis menggunakan workload analysis dan pivot table. Objek penelitian mencakup 268 unit jembatan (45 jembatan baja, 11 jembatan beton, dan 212 jembatan kecil) yang ditangani oleh 7 tenaga pemeriksa. Hasil penelitian menunjukkan tingkat cakupan pemeriksaan sebesar 91,10% untuk jembatan baja, 86,36% untuk jembatan beton, dan 93,40% untuk jembatan kecil, dengan efisiensi kerja tim mencapai 187,43% terhadap standar OrangHari (OH) dalam SOP, mengindikasikan bahwa koefisien waktu standar pemeriksaan (7, 3, 3 OH) terlalu longgar dibandingkan kondisi aktual (1,96 OH/unit). Ditemukan pula kesenjangan kualifikasi, yaitu tidak adanya tenaga dengan sertifikasi Pemeriksa Prasarana Tingkat Pelaksana Lanjutan dalam tim. Penelitian ini merekomendasikan revisi koefisien standar waktu pemeriksaan, peningkatan kompetensi tenaga pemeriksa, dan penguatan prioritas pemeriksaan pada jembatan beton serta jembatan kecil yang belum mencapai target optimal.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Agus Erianto, Endang Widjajanti https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2932 Evaluasi Kinerja Mesin Diesel 2200cc Berbahan Bakar Solar B30 dengan Penambahan Minyak Sereh 2026-08-26T02:22:52+00:00 Mujahidin Mujahidin [email protected] Komarudin Komarudin [email protected] <p>Peningkatan penggunaan biodiesel B30 sebagai bahan bakar alternatif pada mesin diesel memerlukan upaya untuk meningkatkan kualitas pembakaran agar performa mesin tetap optimal dan emisi gas buang dapat ditekan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan bioaditif berupa minyak sereh yang mengandung senyawa oksigenat sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi proses pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan minyak sereh pada bahan bakar Solar B30 terhadap performa mesin diesel berkapasitas 2200cc yang meliputi torsi, daya, dan emisi gas buang, serta menentukan komposisi campuran yang memberikan performa terbaik. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan variasi campuran minyak sereh sebesar 2%, 4%, 6%, dan 8% pada bahan bakar Solar B30. Pengujian performa mesin dilakukan menggunakan dynotest, sedangkan pengujian emisi dilakukan menggunakan alat uji emisi gas buang. Data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif melalui perbandingan nilai torsi, daya, dan emisi pada setiap variasi campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak sereh memberikan pengaruh terhadap performa mesin diesel. Campuran minyak sereh sebesar 2% menghasilkan performa terbaik dengan torsi maksimum sebesar 333,1Nm pada putaran 2500rpm dan daya maksimum sekitar 151BHP pada putaran 3500rpm. Campuran 4% juga menunjukkan peningkatan performa, sedangkan campuran 6% dan 8% mengalami penurunan akibat proses pembakaran yang kurang optimal karena konsentrasi aditif yang terlalu tinggi. Selain meningkatkan performa mesin, penambahan minyak sereh juga memengaruhi karakteristik emisi gas buang sehingga berpotensi menghasilkan pembakaran yang lebih bersih dibandingkan penggunaan Solar B30 tanpa aditif. Oleh karena itu, komposisi 2% direkomendasikan sebagai campuran optimum untuk meningkatkan performa mesin diesel dan mendukung bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.</p> 2026-09-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Mujahidin Mujahidin, Komarudin Komarudin https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2940 Analysis of the Implementation of Reporting Critical Laboratory Results and Its Impact on Quality Improvement and Service Benefits in the Inpatient Unit at Amanda Hospital in North Cikarang (A Case Study) 2026-08-27T06:37:42+00:00 Adnan Firdaus [email protected] Andry Andry [email protected] Mohamad Reza Hilmy [email protected] <p>Timely reporting of critical laboratory values is essential for patient safety, service quality, and clinical decision-making. However, Amanda Hospital in North Cikarang recorded 684 critical laboratory results in 2024, of which 79 were reported beyond the established 30-minute standard. This study aimed to evaluate the reporting of critical laboratory values, examine its implications for service quality, identify process waste, and develop an improved reporting model. A qualitative phenomenological design was employed. Data were collected through interviews with five informants, direct observation, and reviews of standard operating procedures, medical records, patient progress notes, and quality reports. Three experts participated in validating the proposed model. Data were analyzed thematically using NVivo 12 Plus, while lean management principles and the DMAIC framework were applied to evaluate process efficiency. The findings revealed inconsistent compliance resulting from reporting delays, incomplete documentation, difficulties in contacting attending physicians, high service workloads, and nonstandardized communication practices. Lean analysis streamlined the laboratory examination process from 12 to 9 stages, reduced the critical-value reporting process from 5 to 4 stages, and shortened the mean examination time from 21.2 to 17.35 minutes. The proposed model incorporated automated notifications, structured documentation, clearly defined responsibilities, and systematic evaluation. In conclusion, integrated communication systems and lean process redesign can improve reporting timeliness, service quality, operational efficiency, and patient safety.</p> 2026-09-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Adnan Firdaus, Andry Andry , Mohamad Reza Hilmy https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2943 Pengelolaan Sampah Plastik Menjadi Ecobrick Upaya Mengurangi Limbah Plastik pada Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteran Keluarga RT 07 RW III Kelurahan Kalisegoro Kota Semarang 2026-08-29T06:17:42+00:00 Rudi Salam [email protected] Agustinus Sugeng [email protected] Heru Kusmaryono [email protected] Nining Wahyuningsih [email protected] Surya Khairiandra [email protected] <p>Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT 07 RW III Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, telah memiliki program pemilahan sampah plastik untuk botol minum yang dikumpulkan dan dijual. Namun, sampah plastik lainnya yang tidak dapat dijual belum mendapatkan penanganan khusus, padahal plastik memerlukan waktu sangat lama untuk terurai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan ecobrick sebagai solusi pengelolaan sampah plastik yang tidak dapat dijual, sehingga dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dirancang melalui empat tahapan, yaitu studi pendahuluan untuk mengidentifikasi kebutuhan, pelatihan pembuatan ecobrick, pendampingan, dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan partisipasi aktif dari anggota Kelompok PKK RT 07 RW III Kelurahan Kalisegoro. Pengetahuan mengenai pengelolaan sampah plastik meningkat, demikian pula tingkat kepedulian terhadap lingkungan. Kesadaran memilah sampah plastik kini berlanjut; setiap ada kegiatan, sampah plastik langsung dipilah dengan menyediakan tempat sampah terpisah. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa tumbuhnya kesadaran menjaga lingkungan, berkurangnya volume sampah plastik melalui pemadatan menjadi ecobrick, serta terciptanya produk bernilai seni berupa rangkaian ecobrick berbentuk cinta yang dimanfaatkan sebagai spot foto. Dengan demikian, program pelatihan ecobrick terbukti efektif dalam mengurangi limbah plastik sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan dan memberdayakan masyarakat.</p> 2026-09-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Rudi Salam, Agustinus Sugeng, Heru Kusmaryono, Nining Wahyuningsih, Surya Khairiandra https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2948 Evaluasi Tingkat Implementasi Green Tourism Berbasis Green Destinations Standard pada Desa Wisata Pesisir di Kota Batam 2026-09-10T06:41:09+00:00 Randa Surya Dinata [email protected] Jussac Maulana Masjhoer [email protected] <p>Pengembangan desa wisata pesisir di Kota Batam menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas pariwisata dan kelestarian ekosistem pesisir, khususnya mangrove. Green Tourism menjadi pendekatan pengelolaan destinasi yang menekankan praktik ramah lingkungan, efisiensi sumber daya, konservasi, dan tata kelola lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat implementasi Green Tourism pada desa wisata pesisir di Kota Batam berdasarkan Green Destinations Standard. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Objek penelitian terdiri atas tiga desa wisata pesisir, yaitu Kampung Tua Bakau Serip, Kampung Terih, dan Mangrove Presiden. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan instrumen Green Tourism Assessment yang terdiri atas 20 indikator dalam empat dimensi: Environmental Management, Green Operational Practice, Low-Carbon Strategy, dan Environmental Governance. Setiap indikator dinilai menggunakan skala 0–4. Validitas isi instrumen diuji menggunakan Aiken's V dan seluruh indikator memperoleh nilai 0,92–1,00 sehingga dinyatakan valid. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung skor rata-rata setiap indikator, dimensi, dan keseluruhan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan Kampung Tua Bakau Serip memperoleh skor rata-rata 3,05 (kategori tinggi), Kampung Terih 2,15 (kategori sedang), dan Mangrove Presiden 1,60 (kategori rendah). Berdasarkan dimensi, Kampung Tua Bakau Serip memiliki capaian tertinggi pada Environmental Governance (3,50), sedangkan capaian terendah terdapat pada Low-Carbon Strategy di Mangrove Presiden (1,40). Dengan demikian, tingkat implementasi Green Tourism pada ketiga desa wisata pesisir di Kota Batam berbeda dan belum merata, sehingga penguatan aspek operasional hijau, strategi rendah karbon, dan tata kelola lingkungan masih diperlukan.</p> 2026-09-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Randa Surya Dinata, Jussac Maulana Masjhoer https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2952 Analisis Perbandingan Preferensi Penumpang Antara Moda Bus Damri Kelas Eksekutif dan Bus Damri Kelas Royal Menggunakan Metode IPA (Importance Performance Analysis) (Studi Kasus: Pontianak (Indonesia) -Kuching (Malaysia)) 2026-09-05T06:17:11+00:00 Gregorius Mike Hard [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penumpang, faktor yang memengaruhi preferensi, serta membandingkan kualitas pelayanan kedua kelas berdasarkan persepsi penumpang. Metode yang digunakan adalah IPA (<em>Importance Performance Analysis</em>), untuk mengukur kesesuaian antara tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan terhadap atribut layanan. Data diperoleh dari 108 responden pengguna bus DAMRI kelas Eksekutif dan Royal. Variabel yang dianalisis meliputi aspek keselamatan, kenyamanan, biaya, waktu tempuh, frekuensi dan fleksibilitas, aksesibilitas, fasilitas tambahan, keamanan, dan keandalan. Data diolah menggunakan perangkat lunak IBM SPSS 27 dengan uji validitas dan reliabilitas. Kedua layanan sudah memenuhi harapan penumpang, namun masih terdapat kesenjangan pada beberapa atribut seperti frekuensi dan fleksibilitas, fasilitas tambahan, keamanan, dan keandalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua layanan secara umum telah memenuhi harapan penumpang, namun masih ditemukan kesenjangan pada sejumlah atribut, terutama frekuensi dan fleksibilitas, fasilitas tambahan, keamanan, serta keandalan. Berdasarkan pemetaan IPA, fasilitas tambahan dan keamanan teridentifikasi sebagai prioritas utama untuk perbaikan. Atribut layanan kemudian dikelompokkan ke dalam empat kuadran IPA, yaitu prioritas utama, pertahankan kinerja, prioritas rendah, dan efisiensi sumber daya. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan IPA dapat digunakan sebagai alat evaluasi yang sistematis untuk mengidentifikasi prioritas perbaikan layanan transportasi publik pada rute lintas negara. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh dan peningkatan pengalaman penumpang. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi manajemen DAMRI dan pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan berbasis data guna memenuhi kebutuhan pengguna jasa transportasi darat antarnegara.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Gregorius Mike Hard https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2890 Solution Focused Brief Therapy (SFBT) untuk Menurunkan Agresivitas Individu Remaja: Case Study 2026-09-01T09:40:09+00:00 Sherly [email protected] Agustina [email protected] <p>Agresivitas pada remaja dapat menghambat perkembangan psikososial dan memperburuk hubungan interpersonal, terutama dalam lingkungan pembinaan yang penuh tekanan. Intervensi yang berfokus pada solusi diperlukan untuk membantu remaja mengembangkan respons yang lebih adaptif terhadap konflik. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan Solution-Focused Brief Therapy (SFBT) dalam menurunkan agresivitas pada seorang remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Penelitian menggunakan desain studi kasus individual dengan melibatkan seorang partisipan laki-laki berusia 16 tahun 6 bulan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, serta pengukuran sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Buss–Perry Aggression Questionnaire (BP-AQ). Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dengan melibatkan individu terdekat partisipan. Intervensi dilaksanakan dalam lima sesi, meliputi pembukaan, exception questions, miracle questions, reframing dan flagging the minefield, serta evaluasi dan terminasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui integrasi temuan kualitatif dan perbandingan skor agresivitas. Hasil menunjukkan penurunan skor BP-AQ dari 100 menjadi 89, disertai peningkatan kemampuan menahan respons agresif, mengelola emosi, membangun hubungan sosial, dan merumuskan tujuan hidup. Perubahan tersebut menunjukkan potensi pendekatan berorientasi solusi dalam mendukung perilaku adaptif partisipan. Disimpulkan bahwa SFBT berpotensi membantu menurunkan agresivitas pada kasus ini, tetapi hubungan kausal dan keberlanjutan perubahan belum dapat dipastikan karena keterbatasan partisipan, tidak adanya kelompok pembanding, pengaruh lingkungan, serta ketiadaan pengukuran tindak lanjut.</p> 2026-09-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Sherly, Agustina https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2957 Penguatan Kapasitas Tim Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru melalui Pelatihan Skrining Kesehatan Mental dan Wawancara Berbasis Perilaku di STIKes “X” 2026-09-03T16:21:11+00:00 Heliany Kiswantomo [email protected] Kristin Rahmani [email protected] Trisa Genia [email protected] Indah Puspitasari [email protected] Tessalonika Sembiring [email protected] <p>Kelancaran studi mahasiswa di suatu Perguruan Tinggi tidak telepas dari proses seleksinya. Khusus untuk calon mahasiswa dari institusi Kesehatan, tentunya ada persyaratan yang tidak sekedar mencakup kapasitas intelektual, namun juga dari kesiapan dari sisi mental. Oleh sebab itu sangat dibutuhkan perangkat asesmen yang memadai sebagai salah satu pertimbangan dalam mengambil keputusan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan Kerjasama antara Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha dan STIKes “X” yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat seleksi calon mahasiswa melalui tiga materi, yaitu Tes Skrining Kesehatan Mental, metode Behavioral Event Interview (BEI), dan kerangka Situation–Task–Action–Result (STAR). Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop tiga sesi. Evaluasi pembelajaran menggunakan desain one-group pretest-posttest pada 26 peserta, sedangkan evaluasi reaksi diikuti 24 peserta. Hasil menunjukkan bahwa perbedaan pemahaman secara keseluruhan sesi tidak signifikan. Sementara hasil pengolahan data tiap sesi juga tidak menunjukkan adanya perubahan signifikan. Akan tetapi, hasil evaluasi reaksi menunjukkan bahwa Sebagian besar peserta menilai sangat baik pada seluruh aspek yang dievaluasi. Masukan peserta menunjukkan bahwa workshop ini dihayati relevan dan bermanfaat, tetapi peserta memberi masukan adanya waktu yang lebih lama untuk simulasi, praktik wawancara, dan mendiskusikan kasus. Simpulan dari kegiatan ini adalah peserta telah menilai pelatihan cukup baik, namun masih dibutuhkan tahap lanjutan dalam bentuk penerapan yang lebih banyakd. Pelatihan berikutnya disarankan dapat menggunakan metode yang lebih aplikatif.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Heliany Kiswantomo, Kristin Rahmani , Trisa Genia , Indah Puspitasari , Tessalonika Sembiring https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2902 Direct Impact of Awareness and Management Commitment on Patient Safety Culture in Hospitals 2026-08-24T07:19:40+00:00 Cicilia Nike Kristianingrum [email protected] Mohamad Reza Hilmy [email protected] Intan Silviana Mustikawati [email protected] <p>Patient safety culture remains insufficient in many hospitals despite the existence of formal policies, as incident prevention depends on staff awareness, organizational commitment, and professional competence. This study examined the direct effects of awareness and management commitment on patient safety culture and assessed nurse competence as an intervening variable at Citra Harapan Hospital, Bekasi City. A quantitative cross-sectional survey was conducted from January to April 2026 involving 115 nurses selected through saturated sampling. Data were collected using Likert-scale questionnaires and analyzed using partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) with SmartPLS, including model-fit, direct-effect, and specific indirect-effect tests. The model demonstrated strong explanatory power for patient safety culture (R² = 0.898) and acceptable model fit (SRMR = 0.064). Awareness and management commitment positively affected nurse competence (? = 0.438 and ? = 0.481, respectively; p &lt; 0.001). Both variables also had significant direct effects on patient safety culture (? = 0.471 and ? = 0.538, respectively; p &lt; 0.001), with management commitment demonstrating the strongest influence. However, nurse competence did not directly affect patient safety culture (? = 0.015; p = 0.771) and did not mediate the effects of awareness and management commitment. Therefore, strengthening patient safety culture requires sustained staff awareness and managerial support, while competency development alone is insufficient to transform organizational safety norms.</p> 2026-09-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Cicilia Nike Kristianingrum, Mohamad Reza Hilmy , Intan Silviana Mustikawati https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2960 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi di Klinik Ikhlas Medika Serang, Banten 2026-09-10T06:41:45+00:00 Muhamad Rifqi [email protected] Erlina Wijayanti [email protected] Afrizal TW [email protected] <p>Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi antihipertensi jangka panjang untuk mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi. Kepatuhan minum obat merupakan faktor penting dalam keberhasilan terapi, tetapi tingkat kepatuhan pasien hipertensi masih relatif rendah. Beberapa faktor, seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, durasi hipertensi, jumlah obat antihipertensi, polifarmasi, dan pengetahuan tentang hipertensi, diduga berhubungan dengan kepatuhan pengobatan. Tujuan penelitian untuk Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Klinik Ikhlas Medika 2 Serang, Banten. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional melibatkan 203 pasien hipertensi peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) yang dipilih menggunakan consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner MMAS-8, HK-LS, dan rekam medis, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Sebanyak 112 subjek (55,18%) memiliki kepatuhan rendah, 70 (34,48%) kepatuhan sedang, dan 21 (10,34%) kepatuhan tinggi. Analisis multivariat menunjukkan bahwa durasi hipertensi &gt;5 tahun (adjusted OR 3,10; IK95% 1,57–6,11; p=0,001), penggunaan &gt;1 jenis obat antihipertensi (adjusted OR 3,12; IK95% 1,14–8,57; p=0,027), polifarmasi (adjusted OR 5,08; IK95% 1,33–19,73; p=0,019), dan pengetahuan hipertensi tinggi (adjusted OR 5,15; IK95% 1,75–15,13; p=0,003) berhubungan signifikan dengan kepatuhan. Usia, jenis kelamin, dan pendidikan tidak berhubungan signifikan. Model memiliki goodness-of-fit yang baik (Hosmer–Lemeshow p=0,242). Durasi hipertensi, jumlah obat antihipertensi, polifarmasi, dan tingkat pengetahuan merupakan faktor independen yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi.</p> 2026-09-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Muhamad Rifqi, Erlina Wijayanti, Afrizal TW https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2907 Analisis Tekno Ekonomi Pemasangan Variable Speed Drive pada Motor Turbine Cooling Air di PLTGU Muara Karang 2026-09-18T06:35:47+00:00 Muhamad Rafif Herdafa [email protected] Agus Indarto [email protected] <p>PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Muara Karang merupakan pembangkit strategis yang memasok kebutuhan listrik vital di DKI Jakarta. Pada unit PLTGU, sistem Turbine Cooling Air (TCA) berperan menjaga temperatur udara pendingin blade turbin gas M701F. Gangguan berupa putus atau lepasnya fan belt motor TCA dapat menyebabkan fan tidak berputar meskipun motor tetap beroperasi, sehingga pendinginan blade menjadi tidak optimal dan berpotensi memicu runback pada unit. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan teknis dan ekonomi pemasangan Variable Speed Drive (VSD) pada motor TCA sebagai upaya mengurangi gangguan fan belt dan dampak kehilangan produksi. Metode penelitian meliputi analisis data operasi dan pemeliharaan selama sepuluh tahun, simulasi dinamik dilakukan dengan membandingkan pengasutan Direct on Line (DOL) dan VSD, serta analisis ekonomi menggunakan Net Present Value, Internal Rate of Return, dan Payback Period. Hasil simulasi menunjukkan bahwa VSD menurunkan arus maksimum dari 101,08 A menjadi 22,72 A atau sebesar 77,53%, serta menurunkan torsi maksimum dari 218,73 Nm menjadi 79,51 Nm atau sebesar 63,65%. VSD juga menghasilkan akselerasi yang lebih lembut dan menurunkan energi selama proses starting sebesar 80,29%. Secara ekonomi, investasi menghasilkan NPV sebesar Rp130.476.717,68, IRR sebesar 23%, dan Payback Period selama 2,53 tahun. Dengan demikian, pemasangan VSD dinilai layak secara teknis dan ekonomi untuk meningkatkan keandalan motor TCA serta mengurangi potensi kehilangan produksi.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Muhamad Rafif Herdafa, Agus Indarto https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2963 Strategi Komunikasi Kang Nong Kota Tangerang dalam Melestarikan Tari Nandak Kang Nong Melalui Lomba Tari Nandak Kota Tangerang (Studi Kasus pada Lomba Tari Nandak Kang Nong Kota Tangerang) 2026-09-18T06:52:57+00:00 M Bakastihaga Pramadhan [email protected] Erna Febriani [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi Kang Nong Kota Tangerang dalam melestarikan Tari Nandak Kang Nong melalui Lomba Tari Nandak Kang Nong Kota Tangerang. Tari Nandak Kang Nong merupakan salah satu kesenian yang memiliki keterkaitan dengan Kang Nong dan menjadi bagian dari identitas budaya Kota Tangerang. Di tengah perubahan minat masyarakat dan perkembangan media digital, pelestarian tari tradisional memerlukan strategi komunikasi yang tidak hanya mempertahankan keberadaan tarian, tetapi juga memperluas pengenalan dan keterlibatan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari pihak yang terlibat dalam promosi pariwisata, Kang Nong, serta masyarakat. Excellence Theory ditempatkan sebagai grand theory untuk melihat fungsi komunikasi dalam membangun hubungan antara organisasi/program dengan publik. Model PENCILS digunakan sebagai middle-range theory untuk menganalisis aktivitas komunikasi melalui Publications, Events, News, Community Involvement, Identity Media, Lobbying and Negotiation, serta Social Responsibility. Konsep pelestarian budaya digunakan sebagai applied theory/konsep pendukung untuk melihat penerapan strategi komunikasi dalam menjaga keberlanjutan Tari Nandak Kang Nong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lomba Tari Nandak Kang Nong menjadi ruang komunikasi budaya yang mempertemukan Kang Nong, Tari Nandak Kang Nong, dan masyarakat secara langsung, kemudian diperkuat melalui publikasi digital dan keterlibatan berbagai pihak. Faktor pendukung meliputi keterkaitan historis Tari Nandak Kang Nong dengan Kang Nong, dukungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, keberadaan lomba sebagai ruang interaksi publik, antusiasme masyarakat, serta pemanfaatan media digital dan influencer. Faktor penghambat meliputi perubahan pola konsumsi informasi, persaingan dengan budaya populer, keterbatasan jangkauan kegiatan tatap muka, dan luasnya sasaran komunikasi.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 M Bakastihaga Pramadhan, Erna Febriani https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2914 Analisis Statistik dan Strategi Mitigasi Gangguan Transmisi Akibat Sambaran Petir Berbasis Data Historis UPT Bandung Tahun 2021–2025 2026-09-15T07:39:19+00:00 Ega Satriyo Utomo [email protected] Widya Nita Suliyanti [email protected] <p>Sambaran petir merupakan salah satu penyebab gangguan pada saluran transmisi yang memengaruhi keandalan sistem tenaga listrik. Penelitian ini menganalisis hubungan sambaran petir dan gangguan transmisi 150 kV PT PLN (Persero) UPT Bandung periode 2021–2025 serta mengevaluasi pengaruh karakteristik menara menggunakan <em>Electro-Geometric Model</em> (EGM). Analisis dilakukan berdasarkan data historis dan simulasi pada tiga tower representatif, yaitu T-047, T-032, dan T-018, dengan parameter <em>Back Flashover Rate</em> (BFR), <em>Back Flashover Outage Rate</em> (BFOR), <em>Shielding Failure Rate</em> (SFR), dan <em>Shielding Failure Flashover Outage Rate</em> (SFFOR). Hasil analisis menunjukkan rata-rata sambaran petir sebesar 158.942,8 kejadian/tahun dan gangguan sebesar 19,2 kejadian/tahun, dengan hubungan keduanya berada pada kategori sedang. Hasil simulasi menunjukkan BFR berturut-turut sebesar 141,4; 163,3; dan 121,6 gangguan/100 km/tahun untuk T-047, T-032, dan T-018, sedangkan BFOR masing-masing sebesar 74,90; 17,16; dan 4,64 gangguan/100 km/tahun. Nilai SFR sebesar 0,331; 0,942; dan 0,393, sedangkan SFFOR sebesar 0,324; 0,933; dan 0,387 gangguan/100 km/tahun. Total gangguan tertinggi terdapat pada T-047 sebesar 75,22 gangguan/100 km/tahun, sehingga menjadi prioritas mitigasi. Strategi yang direkomendasikan meliputi perbaikan sistem pentanahan dengan target tahanan &lt;5 ?, evaluasi konfigurasi shield wire pada T-032, optimalisasi lightning arrester, serta inspeksi dan pemeliharaan berbasis kondisi, dengan prioritas inspeksi sebelum periode musim hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pentanahan menjadi prioritas utama karena nilai BFOR secara konsisten lebih tinggi dibandingkan SFFOR.</p> 2026-09-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ega Satriyo Utomo, Widya Nita Suliyanti https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2969 In Vitro Growth-Inhibitory Activity of Non Antibiotic Agents Toward Methicillin-Resistant S. Aureus and Esbl-Producing Escherichia Coli 2026-09-18T06:20:22+00:00 Nurul Widyawati [email protected] Ida Rizqa Nuraini [email protected] Ronald Aprianto Parubak [email protected] Indra Fauzi Sabban [email protected] Siska Kusuma Wardani [email protected] <p>Antibiotic resistance has become a major global health concern, particularly due to the increasing prevalence of methicillin-resistant <em>Staphylococcus aureus</em> (MRSA) and extended-spectrum beta-lactamase (ESBL)-producing <em>Escherichia coli</em>. The exploration of non-antibiotic agents with antibacterial properties offers a potential alternative approach for addressing resistant bacterial infections. This study aimed to evaluate the antibacterial activity of <em>N</em>-acetylcysteine (NAC), ascorbic acid (vitamin C), and diclofenac against MRSA and ESBL-producing <em>E. coli</em>. This experimental laboratory study employed a randomized post-test-only control group design. Clinical isolates of MRSA and ESBL-producing <em>E. coli</em> were evaluated. The bacterial strains were treated with various concentrations (100%, 50%, 25%, 12.5%, and 6.25%) of NAC (initial concentration: 200 mg/mL), vitamin C (initial concentration: 200 mg/mL), and sodium diclofenac (initial concentration: 25 mg/mL). Antibacterial activity was assessed using the microdilution method to determine the minimum inhibitory concentration (MIC) and minimum bactericidal concentration (MBC).Diclofenac demonstrated the strongest antibacterial activity, with MIC and MBC values of 3.125 mg/dL against MRSA and 6.25 mg/dL against ESBL-producing <em>E. coli</em>. NAC showed moderate antibacterial activity, exhibiting bactericidal effects against <em>E. coli</em> (MIC/MBC: 100 mg/dL) but limited activity against MRSA (MIC: 200 mg/dL; MBC: &gt;200 mg/dL). Vitamin C demonstrated the weakest antibacterial activity, showing bactericidal effects only against <em>E. coli</em> at 200 mg/dL and no bactericidal effect against MRSA. NAC, vitamin C, and sodium diclofenac demonstrated antibacterial activity against MRSA and ESBL-producing <em>E. coli</em>. Among the three tested agents, sodium diclofenac exhibited the strongest antibacterial activity, suggesting its potential role as an adjunctive agent in future investigations of strategies for managing resistant bacterial infections.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Nurul Widyawati, Ida Rizqa Nuraini, Ronald Aprianto Parubak, Indra Fauzi Sabban, Siska Kusuma Wardani https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2922 Penentuan Prioritas Pengembangan Koridor Jalan Perkotaan di Kota Depok Berbasis Livable Street Menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) 2026-09-15T07:51:49+00:00 Teguh Iswahyudi [email protected] Endang Widjajanti [email protected] <p>Perkembangan wilayah metropolitan telah mengubah fungsi jalan perkotaan dari prasarana lalu lintas menjadi ruang kota yang memengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini menentukan prioritas pengembangan enam koridor jalan perkotaan di Kota Depok berdasarkan konsep Livable Street. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-evaluatif dengan dukungan observasi dan studi dokumen. Validasi isi oleh 15 ahli menghasilkan Aiken's V agregat 0,858 dan seluruh 30 elemen memenuhi V &gt; 0,80. AHP digunakan untuk membobotkan enam kriteria dan 24 subkriteria, sedangkan koridor diperingkat melalui expert rating berbobot AHP. Keamanan dan keselamatan memperoleh bobot tertinggi 0,3570. Margonda Raya menempati prioritas pertama dengan skor 0,1960, diikuti Sawangan-Dewi Sartika 0,1722 dan Ir. H. Juanda 0,1618. Hasil penelitian mendukung penyusunan program keselamatan, konektivitas pedestrian, aksesibilitas, DED, koordinasi utilitas, dan tahapan pembangunan indikatif. Hasil pemeringkatan dapat menjadi dasar awal pengembangan infrastruktur jalan dalam perspektif Manajemen Konstruksi, dengan Margonda Raya diarahkan sebagai prioritas jangka pendek, sedangkan koridor lainnya dilaksanakan secara bertahap sesuai tingkat prioritas.</p> 2026-09-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Teguh Iswahyudi, Endang Widjajanti https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2979 Pengaruh Kepuasan Internship Terhadap Career Intention Mahasiswa Jurusan Hospitaliti Politeknik Pariwisata Bali di Industri Perhotelan 2026-09-16T06:48:12+00:00 Ni Luh Putu Tian Artika Sari [email protected] Irene Hanna H. Sihombing [email protected] Ni Wayan Chintia Pinaria [email protected] <p>Industri perhotelan memerlukan pasokan tenaga kerja kompeten yang memiliki niat kuat untuk menekuni karier jangka panjang. Kepuasan terhadap internship dapat membentuk persepsi dan keputusan karier mahasiswa setelah mengalami kondisi kerja yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kepuasan internship terhadap career intention mahasiswa Jurusan Hospitaliti Politeknik Pariwisata Bali. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Populasi penelitian berjumlah 514 mahasiswa yang telah menyelesaikan internship di industri perhotelan, sedangkan 225 responden dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling secara proporsional pada setiap program studi. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima tingkat yang mengukur 23 butir kepuasan internship dan empat butir career intention yang diadaptasi dari Dahanayake et al. (2019). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, pengujian instrumen, uji asumsi klasik, regresi linear sederhana, uji t satu arah, dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa kepuasan internship berada pada kategori baik dengan rata-rata 3,72, sedangkan career intention juga berkategori baik dengan rata-rata 3,66. Kepuasan internship berpengaruh positif dan signifikan terhadap career intention (B = 0,138; t = 20,814; p &lt; 0,001). Model menjelaskan 66,0% variasi career intention. Dengan demikian, peningkatan kualitas pelatihan, supervisi, penugasan, fasilitas, dan dukungan rekan kerja selama internship dapat memperkuat niat mahasiswa untuk berkarier di industri perhotelan.</p> 2026-09-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ni Luh Putu Tian Artika Sari, Irene Hanna H. Sihombing, Ni Wayan Chintia Pinaria https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2928 The Reversibility of Global South Politics in the Contestation of World Order: A Postcolonial Critique of Eurocentrism and the Captive Mind 2026-09-18T06:43:30+00:00 Adrianus Lengu Wene [email protected] <p>This article offers a critical reflection on the subordination of the Global South within a global world order constructed upon Eurocentric foundations. Employing a postcolonial approach and historiographical method, this study examines how Eurocentrism—as a representation of Global North power—operates through political, intellectual, cultural, and moral dimensions to sustain forms of hegemony over the Global South. This dynamic is manifested in the economic sphere (through institutions such as the IMF, World Bank, WTO, and trade standardization mechanisms), the security sphere (through alliance frameworks such as AUKUS), and the socio-cultural sphere (through processes of globalization and Westernization). This condition contributes to what Syed Hussein Alatas termed the "captive mind," referring to an uncritical and imitative mode of thinking that may constrain the Global South by reinforcing the perception that emulating Western models represents the primary pathway toward civilizational advancement.Building on these observations, this article proposes the concept of the reversibility of Global South politics as an effort to redirect dominant patterns of thought through five key strategies: exploring the intellectual contributions of local Global South thinkers, formulating values grounded in local cultural contexts, disseminating alternative discourses through institutionalized platforms, addressing entrenched forms of feudalism that inhibit critical thought, and internationalizing locally developed concepts. By utilizing potential resources such as cultural diversity, the emergence of China as a non-Eurocentric global actor, and structural interdependencies between the Global South and the Global North, this reversibility seeks to strengthen the intellectual autonomy of Global South perspectives and contribute to the development of a more equitable, peaceful, and pluralistic world order based on diverse worldviews.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Adrianus Lengu Wene https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2938 The Relationship Between Body Mass Index (BMI) and the Risk of Patellofemoral Pain Syndrome in Young Adult Women 2026-08-28T06:35:43+00:00 Fitalia Ingriani Lesnussa [email protected] Mohamad Reza Hilmy [email protected] Nuraini Diah Noviati [email protected] Fera Gusmi Nurba [email protected] <p>Patellofemoral Pain Syndrome (PFPS) is one of the most common musculoskeletal disorders affecting young adult women and is characterized by pain in the anterior region of the knee. This condition can interfere with functional activities such as walking, ascending and descending stairs, squatting, and running. One of the factors presumed to be associated with an increased risk of PFPS is Body Mass Index (BMI). An elevated BMI may increase the mechanical load on the patellofemoral joint, resulting in greater stress on the patellar cartilage and potentially leading to anterior knee pain. This study aims to determine the relationship between Body Mass Index (BMI) and the risk of Patellofemoral Pain Syndrome (PFPS) among young adult women. This study employed a quantitative research design with a cross-sectional approach. A total of 80 young adult women were selected using a purposive sampling technique. BMI was assessed by measuring body weight and height, while knee function was evaluated using the Anterior Knee Pain Scale (AKPS), and PFPS risk factors were assessed using the PFPS Risk Questionnaire. Data were analyzed using univariate analysis and bivariate analysis with the Pearson Correlation test and Chi-Square test at a significance level of ? = 0.05. The results showed that the mean age of the respondents was 20.55 ± 1.81 years, the mean BMI was 23.11 ± 4.90 kg/m², and the mean AKPS score was 71.21 ± 12.54. Pearson Correlation analysis revealed a significant relationship between BMI and AKPS score (r = -0.408; p &lt; 0.001), indicating that a higher BMI was associated with lower knee function. Furthermore, the Chi-Square test demonstrated a significant association between BMI categories and PFPS risk categories, as well as between BMI categories and AKPS-based knee function categories (p &lt; 0.05). Conclusion here was a significant relationship between Body Mass Index and the risk of Patellofemoral Pain Syndrome as well as knee function in young adult women. An increased BMI was associated with decreased knee function and a higher risk of developing PFPS. These findings are expected to provide a basis for promotive and preventive strategies aimed at reducing the risk of Patellofemoral Pain Syndrome through maintaining an optimal Body Mass Index, thereby supporting better musculoskeletal health, particularly knee joint function, in young adult women.</p> 2026-09-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Fitalia Ingriani Lesnussa, Mohamad Reza Hilmy , Nuraini Diah Noviati , Fera Gusmi Nurba https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2941 Competence Alone Does Not Guarantee Effectiveness: Mediating the Gap Between Technical Skills and Damage Reporting System Success 2026-08-27T06:37:53+00:00 Juliana Sihombing [email protected] Mohamad Reza Hilmy [email protected] Ratna Indrawati [email protected] <p>Reliable utility maintenance supports hospital safety and continuity of services; however, damage reporting systems may remain ineffective when reported problems are not translated into timely corrective actions across hospital units. This study examined the effects of the damage reporting system and IPSRS technician competence on reporting system effectiveness, with technician response as a mediating variable, at Pasar Minggu Regional General Hospital. A mixed-methods design combined a survey of 210 employees selected through purposive sampling with interviews involving 10 informants. Quantitative data were analyzed using covariance-based structural equation modeling (CB-SEM) with IBM SPSS Amos, while qualitative findings were used to strengthen the interpretation of the quantitative results. The damage reporting system significantly improved reporting system effectiveness (? = 0.436; p &lt; 0.001) and technician response (? = 0.157; p = 0.002). Technician competence did not have a significant direct effect on reporting system effectiveness (? = 0.144; p = 0.058), but it had a strong positive effect on technician response (? = 0.709; p &lt; 0.001). Technician response significantly improved reporting system effectiveness (? = 0.380; p &lt; 0.001) and mediated the effects of both the damage reporting system and technician competence on reporting system effectiveness. Interview findings confirmed that complete reporting information, diagnostic competence, and prompt corrective action were essential, while limited competence in managing condensation problems in central air-conditioning systems hindered repair effectiveness. Therefore, effective damage reporting requires integrated improvements in reporting quality, technician competence, and the speed and accuracy of technician responses.</p> 2026-09-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Juliana Sihombing, Mohamad Reza Hilmy , Ratna Indrawati https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2944 The Potential Role of Purple Butterfly Pea (Clitoria Ternatea L.) in Modulating Visceral Fat, IL-1?-Mediated Inflammation, and Foam Cell Formation: Implications for Atherosclerosis 2026-09-14T09:11:41+00:00 I Putu Adi Palguna [email protected] I Nyoman Gede Wardana [email protected] Ni Made Linawati [email protected] I Gusti Ayu Widianti [email protected] I Wayan Sugiritama [email protected] <p>Atherosclerosis develops through interconnected disturbances in lipid metabolism, vascular inflammation, and immune responses, with visceral adipose tissue dysfunction, interleukin-1 beta (IL-1B)-mediated inflammation, and macrophage-derived foam cell formation playing important roles. This review aimed to evaluate the potential role of purple butterfly pea (Clitoria ternatea L.) in modulating visceral adiposity, IL-1B-mediated inflammation, and foam cell formation associated with atherosclerosis. A literature review was conducted using PubMed/MEDLINE, Scopus, and Google Scholar, supplemented by manual reference screening. Studies addressing Clitoria ternatea, visceral fat or obesity, IL-1B or NLRP3 signaling, and foam cells or atherosclerosis were narratively synthesized.The evidence indicates that visceral adipose tissue dysfunction can promote oxidative stress and inflammation, even without substantial increases in fat mass. NLRP3-driven IL-1B production may suppress the GPR109a–ABCA1 pathway, impair macrophage cholesterol efflux, and enhance foam cell formation. Clitoria ternatea, which is rich in anthocyanins, flavonoids, and phenolic compounds, has demonstrated antioxidant, anti-inflammatory, lipid-lowering, and metabolic effects in animal and human studies. However, its effects on IL-1B regulation remain context-dependent, and direct inhibition of foam cell formation has not yet been confirmed. Therefore, Clitoria ternatea may function as a multi-target modulator of atherogenic pathways; however, integrated experimental studies examining inflammasome signaling, cholesterol transport, histopathological changes, and dose-response relationships are required to rigorously establish its antiatherosclerotic efficacy in future research.</p> 2026-09-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 I Putu Adi Palguna, I Nyoman Gede Wardana, Ni Made Linawati, I Gusti Ayu Widianti, I Wayan Sugiritama https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2949 Karakteristik Perbuatan Melawan Hukum pada Pengadaan Penyedia Jasa Konstruksi Berbasis Elektronik 2026-09-10T06:41:20+00:00 Enday Dasuki [email protected] <p>Modernisasi pengadaan barang dan jasa publik melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) di Indonesia ditujukan untuk menegakkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan persaingan usaha yang sehat. Namun, digitalisasi tersebut memicu paradoks teknologi hukum (<em>legal-technology paradox</em>), di mana modus Perbuatan Melawan Hukum (PMH) bertransformasi ke ranah siber melalui manipulasi kode pemrograman, intervensi hak akses administrator (<em>super-user bypass</em>), kolusi alamat IP (<em>IP clustering</em>), serta pengunggahan dokumen kualifikasi fiktif. Pada sektor jasa konstruksi, manipulasi administratif pra-kontrak berkorelasi linear terhadap risiko kegagalan bangunan pada fase fisik di hilir. Artikel ini bertujuan menganalisis secara komprehensif: (1) rekonstruksi doktrinal unsur PMH pra-kontrak dalam SPSE berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata dan doktrin <em>culpa in contrahendo</em>; (2) tipologi karakteristik perbuatan beserta batas demarkasi pertanggungjawaban hukum para pihak (perdata, administrasi, dan pidana); serta (3) parameter hukum pembuktian data elektronik melalui penerapan doktrin <em>Res Ipsa Loquitur</em> dan pergeseran beban pembuktian (<em>shifting the burden of proof</em>) di peradilan perdata. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan komparatif (GeBIZ Singapura dan KONEPS Korea Selatan), kajian ini membuktikan bahwa penyimpangan pengadaan digital memenuhi kualifikasi delik perdata pra-kontrak mandiri, terikat dalam doktrin kausalitas terbalik terhadap kegagalan bangunan (Pasal 65 UU No. 2/2017), serta memerlukan pelembagaan Dewan Sengketa Pra-Kontrak dan integrasi basis data <em>host-to-host</em> berbasis kecerdasan buatan untuk menjamin keadilan berkontrak dan perlindungan keselamatan publik.</p> 2026-09-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Enday Dasuki https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2954 Relasi Gaya Hidup Slow Living dengan Pengalaman Slow Tourism di Desa Wisata Sidorejo 2026-09-10T07:13:54+00:00 Isna Dian Krisnandi [email protected] Primantoro Nur Vitrianto [email protected] <p>Perkembangan pariwisata modern yang berorientasi pada kecepatan dan efisiensi mendorong munculnya slow tourism sebagai pendekatan yang mengutamakan kualitas, kedalaman, dan kebermaknaan pengalaman perjalanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi pemaknaan gaya hidup slow living melalui pengalaman slow tourism di Desa Wisata Sidorejo, Kabupaten Kulon Progo, berdasarkan perspektif pengelola dan wisatawan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naturalistik. Informan terdiri atas pengelola desa wisata dan wisatawan yang dipilih melalui teknik snowball sampling hingga mencapai kejenuhan data. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi slow living dan slow tourism tercermin dalam perjalanan tanpa ketergesa-gesaan, penggunaan waktu secara berkualitas, kedalaman pengalaman, keterlibatan dengan budaya dan kehidupan masyarakat lokal, kedekatan dengan alam, pencarian ketenangan, serta proses refleksi dan pembelajaran. Hubungan tersebut bersifat timbal balik: nilai slow living memengaruhi cara wisatawan memilih dan menjalani perjalanan, sedangkan pengalaman slow tourism memperkuat pemahaman dan penerapan nilai slow living. Penelitian menyimpulkan bahwa slow tourism tidak sekadar berkaitan dengan durasi atau tempo perjalanan, tetapi merupakan pengalaman bermakna yang dibangun melalui keterlibatan, pembelajaran, refleksi, dan hubungan autentik dengan karakter lokal destinasi serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal yang berpusat pada kesejahteraan pengunjung dan masyarakat setempat.</p> 2026-09-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Isna Dian Krisnandi, Primantoro Nur Vitrianto https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2891 Optimasi Penempatan Capacitor Bank untuk Menaikkan Profil Tegangan dan Meminimalkan Susut pada Sistem 20 Kv Bangka 2026-09-04T02:34:43+00:00 Romi Hidayat [email protected] Agus Indarto [email protected] Ova Kurniawan [email protected] <p>Sistem distribusi tenaga listrik memegang peranan penting dalam menyediakan pasokan listrik yang andal dan berkualitas bagi konsumen. Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada jaringan distribusi tegangan menengah adalah penurunan tegangan (drop tegangan) serta susut daya, khususnya pada penyulang dengan jaringan yang panjang. Kondisi ini terjadi pada Penyulang Pelangas di sistem 20 kV PLN UP3 Bangka, yang memiliki panjang jaringan sekitar 113,15 km sehingga menyebabkan sejumlah bus mengalami tegangan di bawah batas minimum standar SPLN. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penempatan capacitor bank guna meningkatkan profil tegangan dan meminimalkan susut daya pada sistem tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan jenis penelitian terapan dan desain evaluatif berbasis pemodelan simulasi menggunakan perangkat lunak PSS SINCAL dengan metode Newton Raphson. Data yang digunakan meliputi data beban penyulang, jenis dan panjang penghantar, data trafo, serta single line diagram sistem kelistrikan. Simulasi dilakukan dengan membandingkan kondisi sistem sebelum dan sesudah pemasangan capacitor bank pada beberapa kandidat lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan capacitor bank pada bus N1693 merupakan lokasi paling optimal, yang mampu meningkatkan tegangan minimum dari ±82,3% menjadi ±90,0%, menurunkan rugi-rugi daya aktif dari 0,622 MW menjadi 0,474 MW atau sebesar 23,79%, serta menurunkan voltage drop maksimum dari ±17,7% menjadi ±10,0%. Karakteristik beban dan konfigurasi jaringan terbukti memengaruhi penentuan lokasi optimal pemasangan capacitor bank. Dengan demikian, optimasi penempatan capacitor bank terbukti efektif dalam memperbaiki profil tegangan, menurunkan susut daya, dan meningkatkan efisiensi sistem distribusi pada Penyulang Pelangas.</p> 2026-09-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Romi Hidayat, Agus Indarto, Ova Kurniawan https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2958 Kapan Ampunan dan Pertolongan Allah itu datang? 2026-09-03T16:20:51+00:00 Hisyam Nasir Balfas [email protected] <p>Krisis eksistensial masyarakat modern memunculkan kesalahpahaman terhadap konsep maghfirah (ampunan) dan pertolongan Allah, tercermin dari ketidakseimbangan sikap khawf (takut) dan raja' (harap) di kalangan umat Islam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi konsep ampunan dan pertolongan Allah menurut mufasir klasik-kontemporer, mengelaborasi dimensi temporal-filosofisnya, serta merumuskan konstruksi integratif relasi khawf-raja'. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis library research dengan teknik tafsir maudhu'i dan content analysis terhadap sumber primer (ayat Al-Qur'an, kitab tafsir) dan sekunder (karya filsafat Islam, jurnal ilmiah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa datangnya maghfirah dan nashrullah merupakan interaksi empat elemen: kesungguhan tawbah, kesabaran menghadapi ibtila', pemahaman relasional waktu Ilahi (dahr) yang melampaui logika linear, serta keseimbangan khawf-raja' sebagai fondasi psiko-spiritual. Penelitian menyimpulkan bahwa pertanyaan "kapan" lebih tepat dipahami sebagai persoalan kesiapan batin, bukan kepastian waktu, sehingga penantian merupakan ruang pematangan spiritual. Penelitian lanjutan disarankan mengeksplorasi penerapan model ini dalam konseling spiritual serta memperkuat verifikasi melalui pendekatan mixed method.</p> 2026-09-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Hisyam Nasir Balfas https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2903 Analisa Kelayakan Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Pada Gardu Induk Binjai 2026-09-07T07:43:35+00:00 Gamaliel Pangeran Valentino Pardede [email protected] Syamsir Abduh [email protected] <p>Pemanfaatan energi surya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap menjadi salah satu upaya untuk mendukung transisi energi sekaligus mengurangi konsumsi listrik dari jaringan PLN. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan teknis dan ekonomi pemasangan PLTS atap pada Gardu Induk Binjai dengan membandingkan penggunaan modul fotovoltaik monokristalin dan polikristalin pada sistem tanpa baterai maupun dengan baterai. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak PVsyst berdasarkan data radiasi matahari, luas atap, dan profil beban pemakaian sendiri gardu induk. Evaluasi teknis meliputi produksi energi, Performance Ratio (PR), Solar Fraction, dan rugi-rugi sistem, sedangkan analisis ekonomi menggunakan parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Return on Investment (ROI), dan Payback Period (PBP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul monokristalin menghasilkan produksi energi dan nilai PR yang lebih tinggi dibandingkan modul polikristalin. Dari aspek ekonomi, sistem tanpa baterai memberikan investasi awal yang lebih rendah serta waktu pengembalian modal yang lebih cepat, sedangkan penambahan baterai meningkatkan pemanfaatan energi surya dan kontinuitas suplai listrik, tetapi membutuhkan investasi yang lebih besar. Secara keseluruhan, pemasangan PLTS atap pada Gardu Induk Binjai dinilai layak diterapkan sebagai alternatif penyediaan energi yang lebih efisien dan mendukung peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan pada infrastruktur ketenagalistrikan.</p> 2026-09-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Gamaliel Pangeran Valentino Pardede, Syamsir Abduh https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2961 Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Hipertensi di Jl. M. Sohor, Desa Sebatuan, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat 2026-09-04T08:18:58+00:00 Anggreini Ilmafi Zain [email protected] Aulia Rahmawati [email protected] Halimawati Halimawati [email protected] Bachrul Alam [email protected] <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang membutuhkan pengobatan secara berkelanjutan untuk mengendalikan tekanan darah dan mencegah terjadinya komplikasi. Keberhasilan terapi hipertensi tidak hanya dipengaruhi oleh pemberian obat, tetapi juga oleh kepatuhan penderita dalam mengonsumsi obat secara teratur. Tingkat pengetahuan mengenai hipertensi dan pengobatannya diduga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Jl. M. Sohor, Desa Sebatuan, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi yang berada di wilayah Jl. M. Sohor, Desa Sebatuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan masing-masing variabel penelitian, serta analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat. Hasil penelitian akan menunjukkan gambaran tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat serta hubungan antara kedua variabel berdasarkan hasil analisis statistik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pentingnya pengetahuan penderita hipertensi dalam mendukung kepatuhan terhadap pengobatan serta menjadi bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan pengendalian hipertensi di masyarakat.</p> 2026-09-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Anggreini Ilmafi Zain, Aulia Rahmawati, Halimawati Halimawati, Bachrul Alam https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2912 Penerapan Value Engineering Menuju Standar American Association of Zoo and Aquarium Veterinarians pada Rumah Sakit Satwa Taman Safari Bogor 2026-09-15T07:30:23+00:00 Rega Hangasta Gienputra [email protected] Suryawan Murtiadi [email protected] Fitri Suryani [email protected] <p>Pembangunan Rumah Sakit Satwa Taman Safari Bogor memerlukan standar teknis yang mampu menjamin keselamatan satwa dan efisiensi operasional. Diperlukan evaluasi terhadap kesesuaian desain bangunan dengan standar American Association of Zoo Veterinarians (AAZV) melalui pendekatan Value Engineering (VE). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komponen pekerjaan yang berpotensi dilakukan Rekayasa Nilai, menganalisis alasan penggunaan standar AAZV dibandingkan SNI 9184:2023. VE digunakan untuk menghitung efisiensi biaya yang diperoleh tanpa mengurangi fungsi dan mutu bangunan. Melalui tahapan Value Engineering yang meliputi informasi, analisis fungsi, kreativitas, evaluasi, pengembangan, dan presentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AAZV dipilih sebagai acuan utama karena memberikan pedoman teknis yang lebih rinci terkait material, sanitasi, dan desain fasilitas veteriner. SNI 9184:2023 lebih berfokus pada aspek pelayanan dan operasional. Berdasarkan analisis Pareto, komponen yang menjadi fokus VE adalah pekerjaan dinding, keramik, kusen pintu dan jendela. Hasil analisis Life Cycle Cost menunjukkan alternatif terbaik berupa penggunaan dinding bata ringan, pelapis lantai epoxy, kusen pintu dan jendela UPVC. Implementasi alternatif tersebut menghasilkan penghematan biaya kumulatif sebesar Rp1.052.830.882 atau 12,3% dari nilai Rencana Anggaran Biaya (RAB) awal sebesar Rp8.562.045.632. Dengan tetap mempertahankan fungsi primer, mutu, dan kesesuaian terhadap standar AAZV, sehingga mampu meningkatkan nilai proyek secara teknis dan ekonomis.</p> 2026-09-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Rega Hangasta Gienputra, Suryawan Murtiadi , Fitri Suryani https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2966 Kontribusi Jenis-Jenis Pendapatan Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cirebon 2026-09-18T06:24:15+00:00 Suryani Suryani [email protected] <p>Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kemandirian fiskal melalui optimasi Pendapatan Asli Regional (PAD). Salah satu indikator utama kemandirian regional tercermin dalam kemampuan wilayah dalam mengelola sumber pendapatan, terutama melalui pajak daerah dan pungutan regional. Studi ini bertujuan menganalisis kontribusi dan tingkat efektivitas pajak daerah dan pungutan regional sebagai sumber Pendapatan Asli Regional di Kabupaten Cirebon pada periode 2023–2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis kontribusi dan teknik analisis efektivitas berdasarkan data pendapatan pajak regional, pungutan regional, dan PAD Kabupaten Cirebon. Hasil studi menunjukkan bahwa pajak daerah menyumbang rata-rata 47,73% terhadap PAD per tahun, sementara pungutan regional menyumbang rata-rata 31,87% per tahun. Kedua sumber pendapatan ini merupakan komponen utama dalam mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Pengeluaran Regional (APBD). Mengoptimalkan pendapatan pajak regional, terutama melalui Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), serta meningkatkan penerapan sistem e-retribution di sektor pungutan pasar merupakan strategi penting dalam meningkatkan kapasitas fiskal regional. Selain itu, pengelolaan kekayaan regional yang terpisah dan optimalisasi sumber PAD lainnya juga diperlukan untuk memperkuat independensi keuangan Kabupaten Cirebon. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan inovasi pengumpulan, mendigitalkan layanan, dan mengawasi potensi aktivitas ekonomi guna meningkatkan kontribusi PAD secara berkelanjutan.</p> 2026-09-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Suryani Suryani https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2915 Karakteristik dan Potensi Terapi Regeneratif Sel Punca pada Penyakit Paru 2026-09-15T07:43:29+00:00 Yogi Himawan [email protected] Fenty Anggrainy [email protected] Sabrina Ermayanti [email protected] <p>Penyakit paru seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), idiopathic pulmonary fibrosis (IPF), cystic fibrosis (CF), COVID-19, dan acute respiratory distress syndrome (ARDS) masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas secara global. Sel punca memiliki kemampuan memperbarui diri (self-renewal) dan berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel, sehingga berpotensi dimanfaatkan dalam terapi regeneratif paru. Tinjauan pustaka naratif ini bertujuan merangkum klasifikasi sel punca paru serta potensi dan tantangan aplikasi klinisnya pada penyakit paru. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci terkait sel punca paru dan penyakit paru yang relevan. Berdasarkan asalnya, sel punca terdiri atas sel punca embrionik, dewasa, dan perinatal. Pada paru, populasi utama yang berperan dalam regenerasi jaringan meliputi basal stem cells (BSC), mesenchymal stem cells (MSC), dan induced pluripotent stem cells (iPSC). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa terapi sel punca, terutama MSC, dapat mengurangi inflamasi, memperbaiki kerusakan jaringan, dan mendukung pemulihan fungsi paru pada PPOK, CF, IPF, COVID-19, serta ARDS, meskipun mayoritas bukti masih berasal dari uji klinis fase I/II berskala kecil. Penerapan klinisnya masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya efisiensi engraftment, heterogenitas donor, serta keterbatasan bukti uji klinis fase lanjut. Diperlukan penelitian dan uji klinis berskala besar lebih lanjut sebelum terapi sel punca dapat diterapkan secara luas dalam tata laksana penyakit paru.</p> 2026-09-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Yogi Himawan, Fenty Anggrainy , Sabrina Ermayanti https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2970 Ikhtiar, Tawakal, Takdir Telaah Teologi Islam Atas Fenomena Haji Furoda diIndonesia Dalam Dekontruksi Ja?ques Derrida 2026-09-10T04:43:41+00:00 Muhammad Aufa Almas Muhasibi [email protected] Roymond Wijaya Permana [email protected]?.id <p>Fenomena gagalnya keberangkatan jamaah haji furoda di Indonesia menunjukkan perkembangan cara masyarakat memaknai ibadah dalam konteks sosial religius kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep ikhtiar, tawakal, dan takdir melalui perspektif Teologi Islam dengan pendekatan dekonstruksi Jacques Derrida. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan, dengan data yang bersumber dari buku, jurnal, artikel ilmiah, serta dokumen relevan terkait penyelenggaraan ibadah haji dan fenomena haji furoda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dekonstruksi membuka ruang pembacaan ulang terhadap relasi ikhtiar, tawakal, dan takdir sebagai sesuatu yang tidak final, melainkan dinamis dan terus berkembang mengikuti zaman dalam konteks sosial religius masyarakat. Dekonstruksi juga membongkar oposisi biner antara "berhasil berangkat" yang dianggap sebagai keberhasilan spiritual dan "gagal berangkat" yang dipersepsikan sebagai kegagalan religius, sehingga makna keberhasilan ibadah tidak lagi bersifat tunggal dan absolut. Kajian ini menunjukkan adanya rekonstruksi pemahaman hubungan manusia dengan Tuhan dalam praktik keberagamaan kontemporer, di mana nilai ibadah juga terletak pada proses ikhtiar dan tawakal, bukan semata pada hasil akhir keberangkatan. Dengan demikian, fenomena haji furoda tidak hanya merupakan persoalan administratif, tetapi juga ruang refleksi teologis yang memperlihatkan relasi dinamis antara usaha manusia, ketentuan Ilahi, dan struktur sosial yang melingkupinya.</p> 2026-09-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Muhammad Aufa Almas Muhasibi, Roymond Wijaya Permana https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2923 Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Miniatur Tempat Pemungutan Suara untuk Meningkatkan Kesadaran Demokrasi Siswa (Studi Quasi Eksperimen Pada Siswa SMK Negeri 1 Kaligondang) 2026-09-07T06:50:51+00:00 Ari Budi Prihandoko [email protected] Elly Hasan Sadeli [email protected] <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran demokrasi siswa yang tercermin dari pemahaman, sikap, dan perilaku demokratis yang terbatas akibat pembelajaran yang masih berorientasi pada teori. Penggunaan media pembelajaran Miniatur Tempat Pemungutan Suara (TPS) dipilih sebagai inovasi pembelajaran berbasis pengalaman untuk memberikan simulasi proses demokrasi secara nyata kepada siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran Miniatur TPS terhadap peningkatan kesadaran demokrasi siswa yang meliputi aspek pengetahuan, pemahaman, sikap, dan perilaku demokrasi. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen (quasi experimental) dengan desain pretest-posttest control group design. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Kaligondang yang terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes, angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji normalitas, uji paired sample t-test, serta independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran Miniatur TPS memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan kesadaran demokrasi siswa pada seluruh aspek yang diteliti. Dibandingkan kelas kontrol, kelas eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan setelah memperoleh pembelajaran menggunakan media Miniatur TPS. Media ini terbukti mampu memberikan pengalaman belajar yang konkret, meningkatkan keterlibatan aktif siswa, menghubungkan konsep demokrasi dengan praktik pemilu, serta menumbuhkan sikap tanggung jawab, kerja sama, kejujuran, dan partisipasi demokratis. Disimpulkan bahwa media pembelajaran Miniatur Tempat Pemungutan Suara (TPS) efektif dalam meningkatkan kesadaran demokrasi siswa dan layak dijadikan alternatif media pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, khususnya pada materi demokrasi dan pemilu, untuk mempersiapkan siswa sebagai pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.</p> 2026-09-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ari Budi Prihandoko, Elly Hasan Sadeli https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2929 Port Planning in the Archipelagic State of Indonesia: An Analysis Using the VOSviewer Application to Determine a Bibliometric Map 2026-09-04T02:38:52+00:00 Sri Rahardjo [email protected] Leksmono Putranto [email protected] Russ Bona Frazila [email protected] <p>It is generally recognized that transportation plays a vital role in supporting a nation’s economy because an increasingly integrated and efficient transportation system can enhance interactions among economic actors. Maritime transportation is an essential component of the transportation system, particularly for inter-island connectivity. Various efforts have continued to be implemented to promote infrastructure development, especially port development within the maritime transportation sector, which has received significant attention. Therefore, port construction in Indonesia has continued to be developed to support passenger transportation, container handling, general cargo services, pioneer shipping, local shipping, and community-based maritime transportation, either through the construction of new facilities or the improvement of existing infrastructure. Port development requires substantial investment; therefore, careful calculation and strategic planning are necessary to determine appropriate port development priorities. This study aimed to examine research trends in port planning by analyzing scholarly publications in leading economics and finance journals. The analysis was based on 200 indexed research articles processed using VOSviewer software to generate a bibliometric map illustrating the evolution and key themes in port planning research.</p> 2026-09-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Sri Rahardjo, Leksmono Putranto , Russ Bona Frazila https://jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/2939 Konsep Dispositional Control sebagai Model Penyelesaian Sengketa Embrio Beku Pasca-Perceraian: Rekonstruksi Hukum Reproduksi Berbantu di Indonesia 2026-09-10T06:40:56+00:00 Gede Widi Mariada [email protected] <p>Perkembangan teknologi reproduksi berbantu melalui fertilisasi in vitro dengan kriopreservasi embrio menimbulkan persoalan hukum yang belum terjawab dalam sistem hukum Indonesia, yaitu apakah embrio beku merupakan subjek hukum yang menyandang hak hidup ataukah objek hukum yang dapat menjadi pokok sengketa penentuan nasib dan hak waris. Persoalan ini memuncak ketika pasangan yang menyimpan embrio bercerai, sehingga timbul benturan antara hak berprokreasi salah satu pihak dengan hak untuk tidak berprokreasi pihak lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis status hukum embrio beku secara komparatif dalam tradisi civil law, common law, dan praktik internasional, serta merumuskan konsep dispositional control sebagai model penyelesaian sengketa yang sesuai bagi Indonesia. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, perbandingan hukum, dan historis, yang diperkuat dengan telaah sistematis atas literatur biomedis dan hukum kesehatan pada jurnal internasional bereputasi. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya konsensus universal mengenai status embrio. Yurisdiksi common law memperlakukannya sebagai entitas sui generis dengan penyelesaian berbasis kontrak, persetujuan bersama, dan penyeimbangan kepentingan, sedangkan yurisdiksi civil law menekankan perlindungan berbasis martabat manusia melalui pembatasan di hulu. Penelitian juga menemukan bahwa istilah dispositional control telah lebih dahulu hidup dalam pedoman etik profesi kedokteran reproduksi, namun belum pernah dikonstruksikan sebagai kategori yuridis yang berdiri sendiri. Indonesia memerlukan kerangka hukum khusus yang menyeimbangkan perlindungan potensi kehidupan, otonomi reproduksi, dan kepastian hukum pasca-perceraian. Penelitian merekomendasikan rekonstruksi hukum reproduksi berbantu melalui pengaturan persetujuan tertulis yang dapat dicabut, mekanisme penyelesaian sengketa berbasis dispositional control, serta penegasan kedudukan embrio dan anak yang lahir secara posthumous dalam hukum waris.</p> 2026-09-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Gede Widi Mariada