Keterlibatan Media Sosial dan Kesepian: Peran Mediasi Kebutuhan Validasi Sosial pada Emerging Adults Indonesia

social media engagement social validation loneliness emerging adults Generation Z

Authors

October 8, 2026

Downloads

Penelitian ini menguji hubungan keterlibatan media sosial dengan kesepian dan peran mediasi kebutuhan validasi sosial pada emerging adults Indonesia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional korelasional. Sebanyak 52 pengguna aktif media sosial berusia 17-20 tahun direkrut melalui purposive sampling. Seluruh instrumen memiliki konsistensi internal yang baik hingga sangat baik (Cronbach's alpha = 0,815-0,902). Karena skor keterlibatan media sosial tidak berdistribusi normal (W = 0,945; p = 0,018), korelasi diuji menggunakan Spearman's rho. Keterlibatan media sosial berkorelasi positif dengan kebutuhan validasi sosial (? = 0,634; p < 0,001) dan kesepian (? = 0,325; p = 0,019), sedangkan kebutuhan validasi sosial tidak berkorelasi signifikan dengan kesepian (rho = 0,233; p = 0,096). Efek total keterlibatan media sosial terhadap kesepian signifikan (? = 0,258; p = 0,004), tetapi efek tidak langsung melalui kebutuhan validasi sosial tidak signifikan (? = 0,128; p = 0,214; 95% CI [-0,086, 0,315]). Dengan demikian, kebutuhan validasi sosial belum terbukti memediasi hubungan tersebut. Pola dan kualitas penggunaan media sosial kemungkinan lebih relevan daripada kebutuhan validasi semata. Temuan perlu ditafsirkan secara hati-hati karena ukuran sampel kecil dan desain cross-sectional.