Agama dan Kekerasan: Model-Model Penjelasan Analisis atas Kekerasan Bermotif dan Berjustifikasi Religius Dalam Perspektif Hubungan Internasional
Downloads
Agama dan kekerasan merupakan fenomena kompleks yang sering dikaitkan dalam berbagai konflik global, terutama ketika simbol, nilai, dan narasi keagamaan digunakan untuk memberikan legitimasi terhadap tindakan kekerasan. Namun, kekerasan bermotif religius tidak dapat dipahami hanya sebagai akibat dari ajaran agama, karena terdapat faktor politik, psikologis, dan sosial yang turut membentuk fenomena tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model-model penjelasan mengenai kekerasan bermotif dan berjustifikasi religius melalui perspektif Hubungan Internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi literatur (library research) melalui analisis konseptual terhadap sumber utama dan literatur pendukung terkait agama, kekerasan, serta politik internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga model utama dalam memahami kekerasan religius, yaitu model politis, psikopatologis, dan religio-kultural. Model politis menekankan aspek kekuasaan, konflik, dan ketidakadilan struktural; model psikopatologis menjelaskan peran krisis identitas, keterasingan, dan dinamika kelompok; sedangkan model religio-kultural menjelaskan bagaimana simbol dan sistem makna keagamaan dapat memberikan legitimasi terhadap kekerasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kekerasan berbasis agama merupakan fenomena multidimensional yang terbentuk melalui interaksi antara faktor politik, psikologis, dan budaya, sehingga membutuhkan pendekatan analisis yang integratif dalam kajian Hubungan Internasional.
Alghanami, B. H. (2026). Psychological Pathways to Extremism: Radical Beliefs and the Rise of Violence in the Muslim World—A Case Study of Religious Alienation. Politics and Religion Journal, 20(1), 125–149.
Bolton, D. (2024). Security, society, and the perennial struggles over the sacred: Revising the wars of religion in international relations theory. International Organization, 78(2). https://doi.org/10.1017/S0020818324000109
Byrnes, T. A. (2017). Sovereignty, supranationalism, and soft power: The Holy See in international relations. The Review of Faith & International Affairs, 15(4), 6–20. https://doi.org/10.1080/15570274.2017.1392140
Deitch, M. (2022). Is religion a barrier to peace? Religious influence on violent intrastate conflict termination. Terrorism and Political Violence, 34(7), 1454–1470. https://doi.org/10.1080/09546553.2020.1792446
Hardiman, F. B. (2019). Demokrasi dan Sentimentalitas. Kanisius. Bab 9, “Kekerasan sebagai Ibadah”, hlm. 121–145.
Haynes, J. (2021). Religion and international relations: What do we know and how do we know it? Religions, 12(5), Article 328. https://doi.org/10.3390/rel12050328
Kinnvall, C., & Mitzen, J. (2020). Anxiety, fear, and ontological security in world politics: Thinking with and beyond Giddens. International Theory, 12(2), 240–256. https://doi.org/10.1017/S175297192000010X
Krickel-Choi, N. C. (2022). The concept of anxiety in ontological security studies. International Studies Review, 24(3), Article viac013. https://doi.org/10.1093/isr/viac013
Kunst, J. R., & Obaidi, M. (2020). Understanding violent extremism in the 21st century: The (re)emerging role of relative deprivation. Current Opinion in Psychology, 35, 55–59. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2020.03.010
Obaidi, M., Bergh, R., Akrami, N., & Anjum, G. (2019). Group-based relative deprivation explains endorsement of extremism among Western-born Muslims. Psychological Science, 30(4), 596–605. https://doi.org/10.1177/0956797619834879
Obaidi, M., & Kunst, J. R. (2025). The role of relative deprivation in the process of radicalization into violent extremism. In M. Obaidi & J. R. Kunst (Eds.), The Cambridge handbook of the psychology of violent extremism. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781009407892
Pavlovi?, T., & ?orkalo Biruški, D. (2022). Egoistic and fraternalistic relative deprivation in the prediction of support for political violence and violent intentions. Journal for Deradicalization, (31), 1–34.
Somoano, I. B. (2025). Rethinking religion and radicalization: Terrorism and violence twenty years after 9/11 [Review of the book]. International Affairs, 101(5), 1929–1931. https://doi.org/10.1093/ia/iiaf155
Vasiliev, A. M., & Zherlitsyna, N. A. (2022). The evolution of Al-Qaeda: Between regional conflicts and a globalist perspective. Herald of the Russian Academy of Sciences, 92(Suppl. 13), S1240–S1246. https://doi.org/10.1134/S1019331622190091
Webber, D., & Kruglanski, A. W. (2018). The social psychological makings of a terrorist. Current Opinion in Psychology, 19, 131–134. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2017.03.024
Yang, Z., & Li, L. (2021). Positioning religion in international relations: The performative, discursive, and relational dimension of religious soft power. Religions, 12(11), Article 940. https://doi.org/10.3390/rel12110940
Copyright (c) 2026 Arsita Berliana Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




