Kebenaran Tidak Dapat Ditutupi Sebagaimana Rona Merah Matahari Menyala Dari Ufuk Timur dan Barat
Downloads
Kebenaran merupakan konsep fundamental dalam filsafat dan psikologi yang tidak hanya berkaitan dengan kesesuaian antara pernyataan dan realitas, tetapi juga dengan proses manusia dalam memahami, menyembunyikan, dan mengungkap realitas tersebut. Di era post-truth, kebenaran menghadapi berbagai tantangan berupa disinformasi, manipulasi wacana, serta resistensi psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena kebenaran yang tidak dapat ditutupi melalui integrasi perspektif fenomenologi Martin Heidegger tentang aletheia, teori relasi kuasa-pengetahuan Michel Foucault, dan teori disonansi kognitif Leon Festinger. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data diperoleh melalui kajian literatur terhadap artikel ilmiah yang relevan mengenai kebenaran, post-truth, relasi kuasa-pengetahuan, dan mekanisme psikologis manusia, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi secara deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebenaran merupakan proses penyingkapan yang berlangsung secara dinamis. Perspektif Heidegger menjelaskan bahwa kebenaran memiliki kecenderungan ontologis untuk tersingkap, sementara Foucault menunjukkan bahwa proses tersebut dipengaruhi oleh relasi kuasa dan produksi pengetahuan. Dari sisi psikologis, disonansi kognitif menjelaskan bahwa upaya mempertahankan penyangkalan terhadap kebenaran tidak dapat berlangsung secara permanen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebenaran dapat mengalami penutupan sementara melalui faktor struktural maupun personal, tetapi pada akhirnya memiliki kecenderungan untuk terungkap melalui dinamika sosial, filosofis, dan psikologis.
Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode penelitian kualitatif studi pustaka. Jurnal Edumaspul, 6(1), 974–980.
Amaly, N., & Armiah, A. (2021). Peran Kompetensi Literasi Digital Terhadap Konten Hoaks dalam Media Sosial. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 20(2), 43. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v20i2.6019
Aminudin, A. (2022). Menghadapi disinformasi konten berita digital di era post truth. Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi, 6(2), 283–292. https://doi.org/10.51544/jlmk.v6i2.3137
Anam, R. khairul. (2022). Pemikiran Eksistensialisme Martin Heidegger Dan Relevansinya Dengan Keberdaan Manusia Di Dunia Teknologi. Paradigma Jurnal Filsafat Sains Teknologi Dan Sosial Budaya, 28(4), 42–52. https://doi.org/10.33503/paradigma.v28i4.2565
Arifin, N. F., & Fuad, A. J. (2020). Dampak post-truth di media sosial. Intelektual: Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman, 10(3), 376–378. https://doi.org/10.33367/ji.v10i3.1430
Aswar, A., Mutiullah, M., Fahrozi, A., Sari, D. R., Ismail, Z., & Anggraini, F. (2026). Survey as an instrument of power: a discourse analysis of knowledge production by survey institutions in Indonesia from the perspective of Michel Foucault. Frontiers in Political Science, 7(January), 1–10. https://doi.org/10.3389/fpos.2025.1715985
Ayu, A. S., Haryono, N., Arzil, A. P. A., & Hastjarjo, S. (2022). Post-Truth and Hoaxes: Instagram’s Fact Checking of Content on Vaccines in Indonesia. KnE Social Sciences, 7(5), 610–622. https://doi.org/10.18502/kss.v7i5.10582
Barasa, M., & Riyanto, F. X. A. (2023). Analisis teori kekuasaan Michel Foucault atas propaganda media dalam membangun diskursus politik. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 6(1), 188–195. https://doi.org/10.34007/jehss.v6i1.1785
Bili?li, Y., Çakmak, F., Zetter, S. A., & Ünal, M. I. (2024). Navigating truth and disinformation: A comparative analysis of generational responses to the 6 February 2023 earthquake in digital media in Türkiye. Heliyon, 10(19). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e38667
Codoban, A., & Cordo?, A. (2021). Knowledge, Public Communication and “Post-Truth”: What is Left of Truth in a Time of Pandemic? Postmodern Openings, 12(1Sup1), 164–181.
Dewanti, I. N., & Irwansyah, I. (2021). Disonansi Kognitif Dalam Perilaku Konsumen Masyarakat Indonesia Terhadap Pembelian Produk Tanpa Logo Halal. Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi, 5(1), 99–109. https://doi.org/10.51544/jlmk.v5i1.1657
Hidayah, N., Nuro, P., Safia, A., Syahira, N., & Irza, H. (2023). Filsafat Ilmu: Epistemologi Post-strukturalisme Dalam Menjelajahi Kekuasaan, Pengetahuan Dan Kebenaran. Jurnal Multidisiplin West Science, 02(06), 422–432.
Iman, G. (2022). Pemikiran Martin Heidegger Tentang Eksistensialis Medan Pengejawantahan Metodologinya Dalam Pendidikan Islam. Jurnal Teknologi Pendidikan, 11(2), 1–9.
Jaya, G. P., Warsah, I., & Istan, M. (2023). Kiat Penelitian Dengan Model Pendekatan Telaah Kepustakaan. Tik Ilmeu?: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 7(1), 117. https://doi.org/10.29240/tik.v7i1.6494
Julita, I., Netrawati, & Yeni Karneli. (2025). Pengaruh Konseling Psikoanalisis Klasik Terhadap Perilaku Rasionalisasi Konseli. Observasi?: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi, 3(3), 259–267. https://doi.org/10.61132/observasi.v3i3.1390
Kaunang, R. R. (2024). Menemukan Makna Komunikasi di Era Teknologi: Perspektif Teori Heidegger, Logos, dan Kebenaran. Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS), 4(2), 411–416.
Kurnia, A. D., Yudha Aryanti, N., & Gustina Zainal, A. (2024). Disonansi Kognitif Pada Ibu Tunggal. Communications, 6(1), 1–18. https://doi.org/10.21009/communications.6.1.1
Kyngäs, H. (2019). Inductive content analysis. In The application of content analysis in nursing science research (pp. 13–21). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-030-30199-6
Marchelia, K. (2025). Epistemologi Ilmu Dalam Perspektif Filsafat Kontemporer: Sebuah Tinjauan Sistematis. Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 5(3), 1035–1049. https://doi.org/10.52690/jitim.v5i3.1050
Mulyani, M., Suwar, A., & Athal, T. (2024). Challenges and strategies for maintaining Self-Authenticity in the digital age:: A philosophical and social analysis. Jurnal Ilmiah Teunuleh: International Journal of Social Sciences, 5(3), 111–126.
Nascimento, I. K. Do. (2025). The psychological cycle of misinformation: an integrative model of legitimation perception in social networks. Frontiers in Social Psychology, 3(August). https://doi.org/10.3389/frsps.2025.1621794
Pangesti, I., Setiawan, N. A. S., & Wahyuni, C. (2023). Pengaruh Disonansi Kognitif Terhadap Perilaku Plagiarisme Pada Mahasiswa. Jurnal Consulenza?: Jurnal Bimbingan Konseling Dan Psikologi, 6(1), 141–151. https://doi.org/10.56013/jcbkp.v6i1.1866
Pratama, R. A. (2021). Kekuasaan, Pengetahuan, dan Hegemoni Bahasa dalam Perspektif Michele Foucault dan Francis Bacon. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(1), 34–37. file:///C:/Users/Hype GLK/Downloads/darmana,+33-43+(Refaldi+Andika+Pratama).pdf
Purba, H., & Sitorus, F. K. (2023). Truth, post truth, dan dinamikanya di Indonesia: Sebuah kajian literatur. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 10(1), 1–16. https://doi.org/10.31571/sosial.v10i1.5001
Rachmawati, F. (2023). Strategi Humas Pemerintah Dalam Pengelolalan Managemen Isu Di Era Post Truth. Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, 11(1), 114–127. https://doi.org/10.21009/COMMUNICOLOGY.031.08
Rawis, D., & Sitorus, F. K. (2023). Era Post-truth dan Perilaku Self-diagnosis. Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS), 3(3), 895–898. https://doi.org/10.47233/jkomdis.v3i3.1309
Reiginayossi, M., & Sitorus, F. K. (2023). Bahasa Sebagai Cermin Identitas Analisis Perspektif Martin Heidegger. JKOMDIS?: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial, 3(3), 657–660. https://doi.org/10.47233/jkomdis.v3i3.1157
Rianissa, S. N. (2024). Disinformasi di era post-truth: Ancaman terhadap demokrasi dan mobilitas global. Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial Dan Politik?: Asosiasi Seni Desain Dan Komunikasi Visual Indonesia, 2(1), 37–46. https://doi.org/10.62383/demokrasi.v2i1.659
Santika, R., & Permana, M. Z. (2021). Eksplorasi Alasan Seseorang Berpacaran Pada Emerging Adulthood. Jurnal Psikologi Perseptual, 6(2), 101–112. https://doi.org/10.24176/perseptual.v6i2.6042
Simonigar, J., & Sitorus, F. K. (2023). Martin Heidegger dalam Seni Membuat Caption Social Media Marketing. JKOMDIS?: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial, 3(3), 785–789. https://doi.org/10.47233/jkomdis.v3i3.1300
Siregar, M. (2021). Kritik Terhadap Teori Kekuasaan-Pengetahuan Foucault. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 1(1), 1–12. https://doi.org/10.30742/juispol.v1i1.1560
Sumintak, S., & Idi, A. (2022). Analisis Relasi Kuasa Michel Foucault: Studi Kasus Fenomena Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial Dan Sains, 11(1), 55–61. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v11i1.11117
Syam, F. F. (2025). Efek Polarisasi Algortima Media: Analisis Teori Power Dan Knowlegde Michel Foucault. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(2), 3424–3531. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i2.1070
Walean, J. (2022). Agama Dan Teologi Kristen Di Era Post-Truth Dan Disrupsi: Sebuah Kritik Sosiologis. THRONOS: Jurnal Teologi Kristen, 3(2), 59–70. https://doi.org/10.55884/thron.v3i2.31
Wardhani, D. I. K., & Panduwinata, L. F. (2024). Pengaruh Self-Disclosure dan Dukungan Sosial terhadap Stres Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir. Edukatif?: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(4), 3220–3232. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i4.7186
Copyright (c) 2026 Hisyam Nasir Balfas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




