Strategi Pengembangan Atraksi Wisata Air Berbasis Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Wisata Mandiri Berkelanjutan: Studi Kasus Umbul Dewa Bromo

atraksi wisata air community-based tourism desa wisata mandiri keberlanjutan umbul dewa bromo

Authors

September 22, 2026

Downloads

Desa Wisata Dewa Bromo di Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, memiliki potensi sumber daya air berupa Sungai Kuning dan mata air tanah jernih yang mengalir sepanjang tahun. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dikembangkan sebagai atraksi wisata utama sehingga kunjungan masih bergantung pada kegiatan kelompok seperti outbound dan camping. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi Umbul Dewa Bromo sebagai atraksi wisata air, mengidentifikasi keterlibatan stakeholder, serta merumuskan strategi pengembangan untuk mendukung transformasi menuju desa wisata mandiri berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan pengelola desa wisata, pemerintah kalurahan, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Pokdarwis, dan tokoh masyarakat, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mata air tanah merupakan potensi utama yang paling sesuai dikembangkan sebagai primary attraction melalui Umbul Dewa Bromo. Pengembangan kawasan telah menerapkan prinsip Community-Based Tourism melalui keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan, serta menunjukkan pola co-management antara masyarakat, pemerintah, dan stakeholder lain. Meski demikian, pengembangan masih menghadapi enam persoalan strategis: kualitas atraksi dan fasilitas, profesionalisasi SDM, legalitas pemanfaatan Tanah Kas Desa, keterbatasan pemasaran digital, keselamatan wisata air, dan keberlanjutan lingkungan. Strategi pengembangan yang dirumuskan meliputi penguatan primary attraction, peningkatan fasilitas, profesionalisasi kelembagaan dan SDM, percepatan legalitas, penguatan keselamatan, serta pemasaran digital berbasis storytelling dan electronic word of mouth. Strategi ini membentuk model pengembangan terintegrasi yang menempatkan Umbul Dewa Bromo sebagai penggerak kemandirian ekonomi, sosial, kelembagaan, dan lingkungan desa wisata.