Analisis Perbandingan Preferensi Penumpang Antara Moda Bus Damri Kelas Eksekutif dan Bus Damri Kelas Royal Menggunakan Metode IPA (Importance Performance Analysis) (Studi Kasus: Pontianak (Indonesia) -Kuching (Malaysia))

preferensi penumpang kualitas layanan transportasi lintas negara bus DAMRI IPA (Importance Performance Analysis)

Authors

September 15, 2026

Downloads

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penumpang, faktor yang memengaruhi preferensi, serta membandingkan kualitas pelayanan kedua kelas berdasarkan persepsi penumpang. Metode yang digunakan adalah IPA (Importance Performance Analysis), untuk mengukur kesesuaian antara tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan terhadap atribut layanan. Data diperoleh dari 108 responden pengguna bus DAMRI kelas Eksekutif dan Royal. Variabel yang dianalisis meliputi aspek keselamatan, kenyamanan, biaya, waktu tempuh, frekuensi dan fleksibilitas, aksesibilitas, fasilitas tambahan, keamanan, dan keandalan. Data diolah menggunakan perangkat lunak IBM SPSS 27 dengan uji validitas dan reliabilitas. Kedua layanan sudah memenuhi harapan penumpang, namun masih terdapat kesenjangan pada beberapa atribut seperti frekuensi dan fleksibilitas, fasilitas tambahan, keamanan, dan keandalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua layanan secara umum telah memenuhi harapan penumpang, namun masih ditemukan kesenjangan pada sejumlah atribut, terutama frekuensi dan fleksibilitas, fasilitas tambahan, keamanan, serta keandalan. Berdasarkan pemetaan IPA, fasilitas tambahan dan keamanan teridentifikasi sebagai prioritas utama untuk perbaikan. Atribut layanan kemudian dikelompokkan ke dalam empat kuadran IPA, yaitu prioritas utama, pertahankan kinerja, prioritas rendah, dan efisiensi sumber daya. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan IPA dapat digunakan sebagai alat evaluasi yang sistematis untuk mengidentifikasi prioritas perbaikan layanan transportasi publik pada rute lintas negara. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh dan peningkatan pengalaman penumpang. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi manajemen DAMRI dan pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan berbasis data guna memenuhi kebutuhan pengguna jasa transportasi darat antarnegara.