Penentuan Prioritas Pengembangan Koridor Jalan Perkotaan di Kota Depok Berbasis Livable Street Menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP)
Downloads
Perkembangan wilayah metropolitan telah mengubah fungsi jalan perkotaan dari prasarana lalu lintas menjadi ruang kota yang memengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini menentukan prioritas pengembangan enam koridor jalan perkotaan di Kota Depok berdasarkan konsep Livable Street. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-evaluatif dengan dukungan observasi dan studi dokumen. Validasi isi oleh 15 ahli menghasilkan Aiken's V agregat 0,858 dan seluruh 30 elemen memenuhi V > 0,80. AHP digunakan untuk membobotkan enam kriteria dan 24 subkriteria, sedangkan koridor diperingkat melalui expert rating berbobot AHP. Keamanan dan keselamatan memperoleh bobot tertinggi 0,3570. Margonda Raya menempati prioritas pertama dengan skor 0,1960, diikuti Sawangan-Dewi Sartika 0,1722 dan Ir. H. Juanda 0,1618. Hasil penelitian mendukung penyusunan program keselamatan, konektivitas pedestrian, aksesibilitas, DED, koordinasi utilitas, dan tahapan pembangunan indikatif. Hasil pemeringkatan dapat menjadi dasar awal pengembangan infrastruktur jalan dalam perspektif Manajemen Konstruksi, dengan Margonda Raya diarahkan sebagai prioritas jangka pendek, sedangkan koridor lainnya dilaksanakan secara bertahap sesuai tingkat prioritas.
Aiken, L. R. (1985). Three coefficients for analyzing the reliability and validity of ratings. Educational and Psychological Measurement, 45(1), 131–142. https://doi.org/10.1177/0013164485451012
Ali, A. S., & Baper, S. Y. (2023). Assessment of livability in commercial streets via placemaking. Sustainability, 15(8), 6834. https://doi.org/10.3390/su15086834
Appleyard, B. (2024). Streets are for people! Livable Streets 2.0 and five decades of the conflict, power and promise of our streets. Portland State University Transportation Seminars.
Appleyard, D. (1981). Livable streets. University of California Press.
Breusch, T. S., & Pagan, A. R. (1979). A simple test for heteroscedasticity and random coefficient variation. Econometrica, 47(5), 1287–1294. https://doi.org/10.2307/1911963
Cameron, A. C., & Miller, D. L. (2015). A practitioner's guide to cluster-robust inference. Journal of Human Resources, 50(2), 317–372.
Direktorat Jenderal Bina Marga. (2023a). Pedoman penentuan indeks kelayakan berjalan (Walkability Index) di kawasan perkotaan (No. 05/P/BM/2023). Kementerian PUPR.
Direktorat Jenderal Bina Marga. (2023b). Pedoman perencanaan teknis fasilitas pejalan kaki (No. 07/P/BM/2023). Kementerian PUPR.
Farrah, A. I., Parlindungan, J., & Sasongko, W. (2023). Metode AHP dalam penentuan prioritas pengembangan Koridor Jalan Braga, Bandung menurut konsep Livable Street. Planning for Urban Region and Environment, 12(4), 143–150.
Hadinugroho, D. L., & Yulanda, T. (2015). Konsep Livable Street dalam penataan ruang jalan. Departemen Arsitektur, Universitas Sumatera Utara.
Koo, T. K., & Li, M. Y. (2016). A guideline of selecting and reporting intraclass correlation coefficients for reliability research. Journal of Chiropractic Medicine, 15(2), 155–163. https://doi.org/10.1016/j.jcm.2016.02.012
Li, M., & Fan, Z. (2025). Constructing high-quality livable cities: A comprehensive evaluation of urban street livability. Land, 14(5), 1095. https://doi.org/10.3390/land14051095
Mahendra, I. G. I., & Saraswati, A. A. A. O. (2015). Elemen Livable Street pada Koridor Jalan Kamboja Denpasar. Jurnal Arsitektur Lansekap.
Mahmoudi, M., Ahmad, F., & Abbasi, B. (2015). Livable streets: The effects of physical problems on the quality and livability of Kuala Lumpur streets. Cities, 43, 104–114.
Merbas, R., Widjajanti, E., & Taufik, S. (2023). Analisis sistem pengambilan keputusan penentuan konstruksi jalan dengan perkerasan kaku atau fleksibel. Jurnal Teknik Sipil, 33(1), 22–34.
Mustadjab, M., Rumata, N. A., & Nurhidayat, M. (2022). Kajian tingkat walkability jalur pejalan kaki ruas Jalan Alauddin Kecamatan Rappocini. Journal of Muhammadiyah’s Application Technology, 4(2), 143–152.
Pemerintah Kota Depok. (2022). Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 9 Tahun 2022 tentang RTRW Kota Depok Tahun 2022–2042.
Pemerintah Kota Depok. (2024). Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 12 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Depok Tahun 2025–2045.
Pemerintah Kota Depok. (2025a). Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 9 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Depok Tahun 2025–2029.
Pemerintah Kota Depok. (2025b). Peraturan Wali Kota Depok Nomor 31 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2025–2029.
Penfield, R. D., & Giacobbi, P. R., Jr. (2004). Applying a score confidence interval to Aiken's item content-relevance index. Measurement in Physical Education and Exercise Science, 8(4), 213–225. https://doi.org/10.1207/S15327841MPEE0804_3
Ramadhani, N. A., Sasongko, W., & Kurniawan, E. B. (2022). Implementasi AHP dalam penentuan prioritas penataan jalur pejalan kaki di Kawasan CBD Bintaro Jaya. Planning for Urban Region and Environment, 11(4), 163–170.
Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.
Rui, J., & Othengrafen, F. (2023). Examining the role of innovative streets in enhancing urban mobility and livability. Sustainability, 15(7), 5709. https://doi.org/10.3390/su15075709
Saaty, T. L. (2008). Decision making with the Analytic Hierarchy Process. International Journal of Services Sciences, 1(1), 83–98. https://doi.org/10.1504/IJSSCI.2008.017590
Saaty, T. L., & Vargas, L. G. (2012). Models, methods, concepts and applications of the Analytic Hierarchy Process (2nd ed.). Springer.
Santoso, K. A., Azikin, M. T., Aswad, N. H., & Ahmad, S. N. (2025). Analisis penentuan prioritas kriteria pemeliharaan jalan Kabupaten Konawe menggunakan AHP. Jurnal Perencanaan Wilayah PPS UHO, 10(1), 25–29.
Sekolah Bisnis IPB. (2024). Laporan akhir kajian indeks kota layak huni Kota Depok 2024. Pemerintah Kota Depok.
Shapiro, S. S., & Wilk, M. B. (1965). An analysis of variance test for normality. Biometrika, 52(3–4), 591–611. https://doi.org/10.2307/2333709
Copyright (c) 2026 Teguh Iswahyudi, Endang Widjajanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




