Perspektif Islam terhadap Isu LGBT yang Meningkat Melalui Media Sosial

Perspektif Islam LGBT media sosial dakwah digital

Authors

August 31, 2026

Downloads

Perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah membawa dampak signifikan terhadap keterbukaan berbagai fenomena sosial, termasuk isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang semakin mendapatkan ruang visibilitas di ranah digital. Studi ini bertujuan untuk mengkaji perspektif Islam terhadap fenomena LGBT yang eksistensi dan visibilitasnya semakin meningkat melalui media sosial, serta merumuskan respons dakwah yang tepat dan relevan dalam menghadapi fenomena tersebut di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis konten (content analysis) melalui penelaahan mendalam terhadap Al-Qur'an, Hadis, pendapat ulama, serta literatur akademik mengenai LGBT dan media sosial yang terbit dalam lima tahun terakhir, guna memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai kajian teologis dan sosiologis terkait isu ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perspektif teologis Islam, perilaku LGBT secara tegas dipandang sebagai bentuk penyimpangan dari fitrah manusia berdasarkan dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadis, sebagaimana ditegaskan pula secara konsisten oleh mayoritas pendapat ulama, baik klasik maupun kontemporer. Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Twitter/X terbukti berperan besar dalam meningkatkan eksistensi, keterbukaan diri (self-disclosure), dan normalisasi narasi LGBT, terutama di kalangan generasi muda yang menghabiskan sebagian besar waktunya pada platform-platform digital tersebut. Temuan tersebut mengimplikasikan perlunya penguatan dakwah digital yang santun (bi al-hikmah wa al-mau'izah al-hasanah) sebagai pendekatan persuasif yang mengedepankan kebijaksanaan dan kelembutan, peningkatan literasi media bagi keluarga dan pendidik agar mampu mendampingi generasi muda secara bijak dan responsif, serta sinergi kolaboratif antara lembaga keagamaan, pemerintah, dan penyedia platform digital untuk secara efektif membendung normalisasi LGBT tanpa memunculkan sikap diskriminatif maupun kebencian terhadap individu.