Evaluasi Tekno Ekonomi Pembangunan PLTS Pada Sistem Isolated PLTD Menggunakan Metode AHP – Topsis Untuk Kehandalan System dan Keberlanjutan Energi Terbarukan di Pulau Karakelang

Sistem Hybrid PLTS - PLTD Teknoekonomi AHP – TOPSIS Energi Terbarukan

Authors

July 27, 2026

Downloads

Transisi energi menuju pemanfaatan energi terbarukan menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, terutama pada sistem kelistrikan wilayah terpencil yang masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Pulau Karakelang sebagai wilayah kepulauan dengan sistem kelistrikan isolated menghadapi permasalahan tingginya biaya operasional, keterbatasan keandalan pasokan listrik, serta risiko gangguan akibat ketergantungan terhadap pasokan bahan bakar diesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan teknis dan ekonomi pembangunan sistem hybrid PLTS–PLTD dengan dukungan Battery Energy Storage System (BESS), serta menentukan konfigurasi sistem terbaik menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitis melalui simulasi HOMER Pro dengan beberapa skenario konfigurasi sistem hybrid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan penetrasi PLTS mampu menurunkan konsumsi bahan bakar, Net Present Cost (NPC), dan Cost of Energy (COE). Hasil pembobotan AHP menunjukkan bahwa aspek teknis menjadi faktor dominan dengan bobot 67,4%, terutama kriteria keandalan sistem sebesar 36,4%. Berdasarkan analisis TOPSIS, konfigurasi PLTS 50% + BESS + PLTD 50% menjadi alternatif terbaik dengan nilai preferensi 0,731 karena memberikan keseimbangan optimal antara aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem hybrid PLTS–PLTD layak diterapkan untuk meningkatkan keberlanjutan energi listrik di wilayah isolated.