Seleksi dan Karakterisasi Isolat Bakteri Termofilik Penghasil Biosurfaktan Dari Minyak Bumi Untuk Pengembangan Teknologi Microbial Enhanced Oil Recovery

Bakteri termofilik Biosurfaktan Microbial Enhanced Oil Recovery Minyak bumi Sumur minyak tua

Authors

August 14, 2026

Downloads

Peningkatan perolehan minyak bumi dari sumur tua menjadi salah satu tantangan dalam industri perminyakan karena sebagian cadangan minyak masih tertinggal di dalam reservoir setelah proses produksi konvensional. Metode konvensional hanya mampu mengambil sekitar sepertiga dari cadangan minyak awal, sehingga diperlukan teknologi alternatif untuk mengambil sisa minyak terperangkap. Salah satu teknologi alternatif yang dikembangkan adalah Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR) dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme penghasil biosurfaktan. Biosurfaktan memiliki keunggulan dibandingkan surfaktan kimia karena bersifat biodegradable, tidak toksik, dan stabil pada kondisi reservoir ekstrem. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan isolat bakteri termofilik dari minyak bumi sumur tua dalam menghasilkan biosurfaktan serta mengidentifikasi karakteristik isolat berdasarkan sifat morfologi dan fisiologinya. Penelitian dilakukan melalui tahap seleksi isolat menggunakan uji aktivitas hemolitik pada medium agar darah, kemudian dilanjutkan dengan karakterisasi morfologi koloni, morfologi sel, pewarnaan Gram, pewarnaan endospora, serta uji fisiologis dan biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 33 isolat bakteri termofilik yang diuji, sebanyak 16 isolat menunjukkan potensi sebagai penghasil biosurfaktan berdasarkan terbentuknya zona bening pada medium agar darah. Setelah dilakukan karakterisasi lebih lanjut, diperoleh 11 isolat berbeda yang memiliki karakteristik potensial untuk diaplikasikan dalam teknologi MEOR. Isolat tersebut mampu beradaptasi pada kondisi termofilik dan menghasilkan biosurfaktan yang berperan menurunkan tegangan antarmuka minyak-air sehingga berpotensi meningkatkan perolehan minyak bumi dari reservoir tua. Hasil identifikasi menunjukkan isolat-isolat tersebut termasuk dalam genus Bacillus, Enterobacter, Citrobacter, dan Syntrophococcus, yang telah diketahui memiliki kemampuan menghasilkan biosurfaktan. Penelitian ini memberikan informasi dasar mengenai potensi bakteri indigenous sebagai agen biologis dalam pengembangan teknologi peningkatan produksi minyak yang lebih ramah lingkungan.