Manajemen Risiko Dan Prioritas Penanganan Daerah Rawan Kecelakaan Pada Koridor Jalan Parangtritis - Kabupaten Bantul

manajemen risiko daerah rawan kecelakaan keselamatan jalan iso 31000:2018 black spot

Authors

July 17, 2026

Downloads

Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen risiko dan menentukan prioritas penanganan daerah rawan kecelakaan pada Koridor Jalan Parangtritis Kabupaten Bantul sepanjang kurang lebih 25 km yang berfungsi sebagai jalur wisata, distribusi barang, dan mobilitas masyarakat. Data kecelakaan lalu lintas tahun 2021–2022 dari Satlantas Polres Bantul dianalisis menggunakan metode Equivalent Accident Number (EAN), Upper Control Limit (UCL), dan Z-Score untuk identifikasi black spot dan black site. Faktor risiko dari aspek manusia, kendaraan, jalan, dan lingkungan dinilai menggunakan kuesioner dengan skala 1–5 terhadap 50 responden. Tingkat risiko dihitung menggunakan matriks likelihood × consequence berdasarkan standar ISO 31000:2018, dan prioritas penanganan ditentukan melalui integrasi risk score, fatalitas, volume lalu lintas, dan fungsi strategis jalan. Hasil penelitian menunjukkan kecelakaan meningkat 30,36% (dari 168 menjadi 219 kasus) dan korban meninggal meningkat 65% (20 menjadi 33 jiwa) antara tahun 2021 dan 2022. Faktor jalan merupakan risiko dominan (rata-rata 4,30), terutama geometrik jalan (4,50) dan minimnya fasilitas keselamatan (4,47). Simpang Empat Bakulan KM 15,2 memperoleh risk score tertinggi 25 (ekstrem) dan priority score 4,80 (Prioritas I), sementara KM 11 memperoleh risk score 20 (ekstrem) dan priority score 4,60 (Prioritas I). Penelitian ini menghasilkan model manajemen risiko dan prioritas penanganan yang lebih sistematis dibandingkan pendekatan konvensional berbasis frekuensi kecelakaan semata.