Analisis Spasial Kejadian Campak di Indonesia Tahun 2022

Analisis Spasial Campak Sistem Informas Geografis

Authors

July 17, 2026

Downloads

Campak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia meskipun program imunisasi telah dilaksanakan secara luas. Penurunan cakupan imunisasi selama pandemi COVID-19 meningkatkan risiko terjadinya immunity gap yang berpotensi memicu peningkatan kejadian campak. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi spasial faktor risiko campak di Indonesia tahun 2022. Penelitian menggunakan desain studi ekologi dengan pendekatan analisis spasial berdasarkan data sekunder dari Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022 dan Badan Pusat Statistik. Unit analisis terdiri atas 34 provinsi di Indonesia. Variabel dependen adalah kejadian campak, sedangkan variabel independen meliputi cakupan imunisasi campak, cakupan vitamin A, cakupan ASI eksklusif, dan kepadatan penduduk. Analisis dilakukan menggunakan metode penilaian risiko untuk mengklasifikasikan tingkat risiko pada setiap provinsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan skor komposit, sebanyak 33 provinsi termasuk kategori risiko sedang dan satu provinsi termasuk kategori risiko rendah. Aceh merupakan provinsi dengan skor risiko tertinggi, ditandai oleh rendahnya cakupan imunisasi campak (52,9%), cakupan ASI eksklusif (49,4%), serta cakupan vitamin A yang belum optimal (89,2%). Sebaliknya, Nusa Tenggara Barat memiliki skor risiko terendah dengan cakupan imunisasi, vitamin A, dan ASI eksklusif yang lebih baik serta proporsi kejadian campak yang rendah. Pendekatan analisis spasial menggunakan penilaian risiko mampu mengidentifikasi variasi tingkat risiko campak antarprovinsi melalui integrasi beberapa indikator kesehatan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam penentuan prioritas wilayah serta mendukung perencanaan program pengendalian campak dan penguatan imunisasi di Indonesia.