Respons Pertumbuhan Dua Varietas Bibit Kakao (Theobroma Cacao L) Akibat Pemberian Bokashi Kulit Buah Kakao
Downloads
Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan strategis yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia, namun produktivitasnya masih menghadapi berbagai kendala, terutama rendahnya kualitas bibit, penurunan kesuburan tanah, dan belum optimalnya pemanfaatan limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi antara varietas kakao dan dosis bokashi kulit buah kakao, menganalisis pengaruh pemberian bokashi terhadap pertumbuhan bibit kakao, serta membandingkan respons pertumbuhan dua varietas bibit kakao, yaitu MCC 02 dan BB 01. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, selama empat bulan Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua Faktor: dengan faktor pertama Varietas Kakao MCC 02 dan BB 01 serta faktor kedua dosis bokashi kulit buah kakao, 100% anorganik (tanpa pemberian bokashi), 200 g/polybag, 300 g/polybag, dan 400 g/polybag. Percobaan ini terdiri dari 8 taraf dengan 5 kali ulangan, di dapat 40 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 5 tanaman dengan total tanaman keseluruhan yaitu 200 tanaman, dan diambil 3 tanaman yang akan dijadikan sampel, parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, volume akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, indeks mutu bibit dan laju asimilasi bersih. Data di analisis menggunakan ANOVA dan jika terdapat pengaruh dilanjutkan dengan uji Beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan interaksi pada dua varietas bibit kakao dengan pemberian berbagai dosis bokashi kulit buah kakao pada parameter pengatan diameter batang, bobot kering tajuk dan indeks mutu bibit. Pada diameter batang dan indeks mutu bibit dari varietas MCC 02 dan BB 01 dapat menggunakan dosis minimum bokasi 200 g/polybag, sedangkan untuk parameter bobot kering tajuk pada varietas MCC 02 menunjukkan hasil yang berpengaruh terhadap dosis 300 g/polybag dan untuk varietas BB 01 menggunakan dosis minumam bokashi 200 g/polybag. Pengaruh pemberian berbagai dosis bokashi kulit buah kakao pada dosis 200 g/polybag terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun. Pada dosis bokashi 300 g/polybag berpengaruh terhadap volume akar dan bobot kering akar. Terdapat perbandingan pertumbuhan dua varietas bibit kakao MCC 02 dan BB 01 terhadap parameter jumlah daun dan luas daun.
Angrainy, R., Maryani, A. T., & Salim, H. (2022). Respons pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) terhadap kompos kulit buah kakao. Jurnal Agroecotania, 4(1). https://doi.org/10.22437/agroecotania.v4i1.20431
Anokye, E., Lowor, S. T., Dogbatse, J. A., & Padi, F. K. (2021). Potassium application positively modulates physiological responses of cocoa seedlings to drought stress. Agronomy, 11(3), 563. https://doi.org/10.3390/agronomy11030563
Ariningsih, E., Helena, J., Purba, Sinuraya, J. F., Septanti, K. S., & Suharyono, S. (2021). Permasalahan dan strategi peningkatan produksi dan mutu kakao Indonesia. Analisis Kebijakan Pertanian, 19(1), 89–108. https://doi.org/10.21082/akp.v19n1.2021.89-108
Badan Riset dan Inovasi Nasional. (2023). Varietas unggul baru komoditas perkebunan. BRIN.
Diana, S., Yulhasmir, & Wijaya, A. (2022). Peran pupuk N, P dan K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi ratun. Agritepa, 9(2).
Direktorat Jenderal Perkebunan. (2026). Statistik perkebunan Indonesia: Komoditas kakao 2024–2026. Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan.
Gigir, S. F., Rondonuwu, J. J., Kumolontang, W. J. N., & Kawulusan, R. L. (2014). Respon pertumbuhan kemangi (Ocimum sanctum L.) terhadap pemberian pupuk organik dan anorganik. Jurnal Cocos, 5(3), 1–7. https://doi.org/10.35791/cocos.v5i3.5977
Hasibuan, H. G., Jamidi, Hafifah, Rafli, M., & Handayani, R. (2022). Respon pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) akibat pemberian pupuk organik cair lamtoro dan pupuk fosfor. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi, 1(3), 68–72. https://doi.org/10.29103/jimatek.v1i3.9757
Herrera, J. C., Geisert, R. W., Brown, A. N., & Motamayor, J. C. (2021). Interactive and dynamic effects of rootstock and rhizobiome on scion nutrition in cacao seedlings. Frontiers in Agronomy, 3, 754646. https://doi.org/10.3389/fagro.2021.754646
Hutabarat, J. B. A., Idwar, & Yoseva, S. (2016). The effect of giving cocoa's exocarpium waste and NPK fertilizer for the cocoa (Theobroma cacao L.) seedling's growth. JOM Faperta, 3(1).
Hutubessy, J. I. B., Fowo, K. Y., & Paso. (2021). Respon tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) pada berbagai dosis pupuk kompos dari kulit buah kakao. Agrica, 14(1), 11–22. https://doi.org/10.37478/agr.v14i1.984
Kamga, K. M. D. D. T., Tchatchoua, R. G., Caspa, G., Yombo, A., & Bessa, L. J. (2018). Rooting ability of cocoa (Theobroma cacao L.) stem cuttings: Effect of genotype, cutting type, hormone concentration and their interactions. Asian Journal of Agricultural and Horticultural Research, 1(2), 1–10.
Lahmer, R. A., Munawar, A., & Sulaiman, M. I. (2022). Study of C/N ratio of organic materials and its application in the production of natural fertilizer (bokashi). IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 951(1), 012105. https://doi.org/10.1088/1755-1315/951/1/012105
Menezes, D., Canteri, M. G., & Rodrigues, J. D. (2021). Bokashi, boiled manure and penergetic applications increased agronomic production variables and may enhance powdery mildew severity of organic tomato plants. Horticulturae, 7(2), 27. https://doi.org/10.3390/horticulturae7020027
Olle, M. (2021). Review: Bokashi technology as a promising technology for crop production in Europe. The Journal of Horticultural Science and Biotechnology, 96(2), 145–152. https://doi.org/10.1080/14620316.2020.1810140
Phooi, C. L., Azman, E. A., & Ismail, R. (2022). Role of organic manure bokashi improving plant growth and nutrition: A review. Sarhad Journal of Agriculture, 38(4), 1478–1484. https://doi.org/10.17582/journal.sja/2022/38.4.1478.1484
Poleuleng, A. B., Hala, D. M., & Nurnawati, A. A. (2023). Aplikasi pupuk bokashi terhadap pertumbuhan bibit kakao klon Sulawesi 2. ARMADA: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 1(12), 1326–1331. https://doi.org/10.55681/armada.v1i12.1059
Rahmi, N., Rizali, A., & Khamidah, N. (2022). Uji efektivitas beberapa jenis dekomposer dalam pembuatan bokashi dari purun tikus. Agroekotek View, 5(2), 86–95.
Slamet, Darmawan, & Junaedi. (2023). Respon pertumbuhan bibit kakao hasil sambung pucuk pada pemberian berbagai dosis pupuk bokashi. Permaculture: Jurnal Ilmu Pertanian & Lingkungan, 4. https://doi.org/10.51978/
Vicente, N. F. P., Marafeli, É. A. M., Oliveira, J. A. C., Tomita, J. L. C., & Piccoli, R. H. (2020). A bibliographic review on bokashi from the last 20 years. Research, Society and Development, 9(10), e4709108339. https://doi.org/10.33448/rsd-v9i10.8339
Wahyuni, W., Arif, L., Kahar, K., & Ramadhan, A. F. (2025). Respon pemberian berbagai dosis bokashi kulit buah kakao terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.). Permaculture: Jurnal Ilmu Pertanian & Lingkungan, 1(1).
Copyright (c) 2026 Markeri Wisudawan, Anis Tatik Maryani, Ermadani Ermadani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



