Respons Pertumbuhan Dua Varietas Bibit Kakao (Theobroma Cacao L) Akibat Pemberian Bokashi Kulit Buah Kakao

bokashi kulit buah kakao MCC 02 BB 01 pertumbuhan vegetatif

Authors

July 17, 2026

Downloads

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan strategis yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia, namun produktivitasnya masih menghadapi berbagai kendala, terutama rendahnya kualitas bibit, penurunan kesuburan tanah, dan belum optimalnya pemanfaatan limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi antara varietas kakao dan dosis bokashi kulit buah kakao, menganalisis pengaruh pemberian bokashi terhadap pertumbuhan bibit kakao, serta membandingkan respons pertumbuhan dua varietas bibit kakao, yaitu MCC 02 dan BB 01. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, selama empat bulan Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua Faktor: dengan faktor pertama Varietas Kakao MCC 02 dan BB 01 serta faktor kedua dosis bokashi kulit buah kakao, 100% anorganik (tanpa pemberian bokashi), 200 g/polybag, 300 g/polybag, dan 400 g/polybag. Percobaan ini terdiri dari 8 taraf dengan 5 kali ulangan, di dapat 40 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 5 tanaman dengan total tanaman keseluruhan yaitu 200 tanaman, dan diambil 3 tanaman yang akan dijadikan sampel, parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, volume akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, indeks mutu bibit dan laju asimilasi bersih. Data di analisis menggunakan ANOVA dan jika terdapat pengaruh dilanjutkan dengan uji Beda nyata jujur (BNJ).  Hasil penelitian menunjukkan interaksi pada dua varietas bibit kakao dengan pemberian berbagai dosis bokashi kulit buah kakao pada parameter pengatan diameter batang, bobot kering tajuk dan indeks mutu bibit. Pada diameter batang dan indeks mutu bibit dari varietas MCC 02 dan BB 01 dapat menggunakan dosis minimum bokasi 200 g/polybag, sedangkan untuk parameter bobot kering tajuk pada varietas MCC 02 menunjukkan hasil yang berpengaruh terhadap dosis 300 g/polybag dan untuk varietas BB 01 menggunakan dosis minumam bokashi 200 g/polybag. Pengaruh pemberian berbagai dosis bokashi kulit buah kakao pada dosis 200 g/polybag terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun. Pada dosis bokashi 300 g/polybag berpengaruh terhadap volume akar dan bobot kering akar. Terdapat perbandingan pertumbuhan dua varietas bibit kakao MCC 02 dan BB 01 terhadap parameter jumlah daun dan luas daun.