Analisa Pemakaian Pasir Pantai Efeknya Terhadap Bangunan Beton Bertulang di Tinjau Dari Korosi pada Tulangan di Pulau Nias
Downloads
Perkembangan industri konstruksi di Indonesia cukup meningkat, dengan hampir 60% material yang digunakan dalam pembangunan berupa beton. Pasir pantai sering dimanfaatkan sebagai bahan agregat halus dalam campuran beton karena ketersediaannya yang melimpah dan biaya yang relatif rendah, terutama di wilayah pesisir. Namun, pasir pantai umumnya mengandung kadar garam (klorida) yang tinggi, yang berpotensi mempercepat terjadinya korosi pada tulangan baja dalam beton bertulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan pasir pantai terhadap kinerja beton bertulang ditinjau dari aspek korosi tulangan. Metode penelitian dilakukan melalui pengujian sifat fisik dan kimia pasir pantai, pembuatan benda uji beton dengan variasi kadar pasir pantai, serta pengujian laju korosi tulangan dan kuat tekan beton. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan klorida pada pasir pantai berkontribusi signifikan terhadap percepatan proses korosi tulangan baja, yang berdampak pada penurunan durabilitas dan umur layanan struktur beton bertulang. Oleh karena itu, penggunaan pasir pantai sebagai agregat halus perlu melalui proses pencucian dan pengendalian kadar klorida agar memenuhi persyaratan standar teknis dan menjamin keamanan struktur bangunan.
Ariyanto, A. S. (2022). Korosi pada baja tulangan dan pencegahannya (Studi kasus Gedung Ruko Yos Sudarso Square Semarang). Jurnal Teknik Sipil.
Astuti, P. (2022). Pemodelan penurunan kapasitas kolom gedung akibat korosi seragam (uniform corrosion) pada tulangan baja. Jurnal Rekayasa Sipil, 16(4).
Astuti, P. (2023). Perilaku lentur struktur balok beton bertulang dengan korosi tulangan hingga 50%. Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand), 19(1), 14–21. https://doi.org/10.25077/jrs.19.1.14-21.2023
Astuti, P., & Fahma, R. K. (2022). Pencegahan korosi pada beton dalam masa perawatan dengan cat anti-korosi berbasis bituminous. Siklus: Jurnal Teknik Sipil, 8(2), 197–205. https://doi.org/10.31849/siklus.v8i2.9865
Bastian, E. (2018). Pengaruh jenis tulangan terhadap efektivitas kinerja balok beton bertulang. Jurnal Konstruksi Sipil.
Bertolini, L., Carsana, M., Gastaldi, M., Lollini, F., & Redaelli, E. (2016). Corrosion of steel in concrete and its prevention in aggressive chloride-bearing environments. Elsevier.
Bidari, O., Singh, B. K., & Maheshwari, R. (2024). Effect of corrosion on bond between reinforcement and concrete: An experimental study. Discover Civil Engineering, 1(1). https://doi.org/10.1007/s44290-024-00061-3
Fahirah, F. (2007). Korosi pada beton bertulang dan pencegahannya. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan.
Gusanto, S., & Sandjaya, D. A. (2025). Analisis komparatif pemakaian two-way slab dan flat slab terhadap kinerja seismik gedung. Jurnal Sipil, 8(2).
Hardianti, H., Kristiawan, S. A., & Wibowo. (2017). Pengaruh konsentrasi klorida terhadap laju penetrasi ion klorida ke dalam beton HVFA-SCC. Jurnal Teknik Sipil.
Mulyadi, A. A., & Walujodjati, E. (2022). Pengaruh korosi tulangan secara alami pada balok beton bertulang terhadap kuat lentur dan geser. Jurnal Teknik Sipil ITG.
Nurul Komariah, L., Ramdja, A. F., & Leonard, N. (2009). Tinjauan teoritis perancangan kolom distilasi untuk pra-rencana pabrik skala industri. Jurnal Teknik Kimia, 16(4).
Patah, D., Dasar, A., & Nurdin, A. (2022). Durabilitas baja tulangan pada beton menggunakan material batu gamping, pasir laut, dan air laut dalam campuran beton. Media Komunikasi Teknik Sipil, 28(1).
Prabowo, A. R., & Sofia, D. A. (2024). Analisis pengaruh jenis pasir sebagai agregat halus terhadap kuat tekan beton. Jurnal Teknik Sipil.
Rifki, M., Prasetiowati, S. H., Masduqi, E., & Setyaningrum, A. (2023). Karakteristik beton dengan campuran pasir pantai sebagai agregat halus. Jurnal Teknik Sipil.
Safuadia, A. K., Ariffin, A. K., Daud, A. R., & Ridha, M. (2007). Pengaruh perlakuan baja tulangan terhadap korosi struktur beton bertulang. Prosiding Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin (SNTTM), 6(1), 45–52.
Septiani, V., Suryan, V., & Amalia, D. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi campuran beton: Rancangan beton, kekuatan beton, dan karakteristik beton. Journal of Engineering and Transportation, 1(4).
Sigit Maulana, A., Tripriyo, D., Bramantoro, A., et al. (2025). Pengaruh konsentrasi larutan NaCl terhadap laju korosi tulangan dan gaya tekan kolom pedestal terkorosi. Composite: Journal of Civil Engineering, 3, 46–53. https://doi.org/10.26905/cjce.v3i2.14176
Siregar, A. P. N. (2006). Laju korosi tulangan pada mutu beton yang berbeda. Jurnal Teknik Sipil USU.
SNI 03-2461. (2014). Spesifikasi agregat ringan untuk beton struktural. Badan Standardisasi Nasional.
Sultan, M. A., Abbas, M. Y. H., Gaus, A., Rakhman, K. A., & Barmawi, N. (2020). Penggunaan ekstrak tembakau sebagai inhibitor pada beton bertulang menggunakan pasir laut dan air laut. Teras Jurnal: Jurnal Teknik Sipil, 10(1), 17–26. https://doi.org/10.29103/tj.v10i1.264
Tanjung, I., Huzni, S., & Fonna, S. (2020). Investigasi pengaruh jumlah elemen anoda terhadap distribusi potensial korosi pada beton bertulang menggunakan BEM 3D. Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi, 3(1), 57–64. https://doi.org/10.30596/rmme.v3i1.4529
Zaki, A., & Nugroho, A. (2021). Pemodelan perilaku beton berkarat menggunakan ATENA 3D. Jurnal Teknik Sipil.
Zineddin, M., & Krauthammer, T. (2007). Dynamic response and behavior of reinforced concrete slabs under impact loading. Engineering Structures.
Copyright (c) 2026 Yumen Kristian Wau, Ing Johannes Tarigan, Ika Puji Hastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



