Analisis Perilaku Kolom Terhadap Beban Aksial dan Torsi dengan Variasi Bentuk Penampang Menggunakan Finite Element Method (FEM) pada Mutu Beton, Luas Penampang, dan Luas Tulangan Yang Sama
Downloads
Pasir pantai sering dimanfaatkan sebagai bahan agregat halus dalam campuran beton karena ketersediaannya yang melimpah dan biaya yang relatif rendah, terutama di wilayah pesisir. Namun, pasir pantai umumnya mengandung kadar garam (klorida) yang tinggi, yang berpotensi mempercepat terjadinya korosi pada tulangan baja dalam beton bertulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan pasir pantai terhadap kinerja beton bertulang ditinjau dari aspek korosi tulangan. Metode penelitian dilakukan melalui pengujian sifat fisik dan kimia pasir pantai, pembuatan benda uji beton dengan variasi kadar pasir pantai, serta pengujian laju korosi tulangan dan kuat tekan beton. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan klorida pada pasir pantai berkontribusi signifikan terhadap percepatan proses korosi tulangan baja, yang berdampak pada penurunan durabilitas dan umur layanan struktur beton bertulang. Oleh karena itu, penggunaan pasir pantai sebagai agregat halus perlu melalui proses pencucian dan pengendalian kadar klorida agar memenuhi persyaratan standar teknis dan menjamin keamanan struktur bangunan. Hasil pengujian kedalaman karbonasi menggunakan larutan fenolftalein menunjukkan rata-rata kedalaman karbonasi pada bangunan eksisting di lima kabupaten/kota mencapai sekitar 20,6 mm, yang menandakan penetrasi zat agresif telah mencapai sebagian besar permukaan beton.
ACI, T. P. (2025). Modeling and performance assessment of concrete structures.
Alvina, F., Oediyani, I. S., & Mabruri, E. (2020). Pengaruh inhibitor sodium nitrit dan DMEA terhadap ketahanan korosi pada baja tulangan S.13 di lingkungan air laut.
Amalia, Z., Saidi, T., Aulia, T. B., & Mahlil, M. (2021). Pengaruh densitas arus terhadap perilaku retak beton bertulang yang mengalami korosi tulangan. Teras Jurnal: Jurnal Teknik Sipil, 11(2), 351–362.
Ariyanto, A. S. (2022). Korosi pada baja tulangan dan pencegahannya (Studi kasus Gedung Ruko Yos Sudarso Square Semarang).
Astuti, P. (2022). Pemodelan penurunan kapasitas kolom gedung akibat korosi seragam pada tulangan baja, 16(4).
Astuti, P. (2023). Perilaku lentur struktur balok beton bertulang dengan korosi tulangan hingga 50%. Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand), 19(1), 14–21.
Astuti, P., & Fahma, R. K. (2022). Pencegahan korosi pada beton dalam masa perawatan dengan cat anti-korosi berbasis bituminous. Siklus: Jurnal Teknik Sipil, 8(2), 197–205.
Bastian, E. (2018). Pengaruh jenis tulangan terhadap efektifitas kinerja balok beton bertulang.
Bertolini, L., Carsana, M., Gastaldi, M., Lollini, F., & Redaelli, E. (2016). Corrosion of steel in concrete and its prevention in aggressive chloride-bearing environments.
Bidari, O., Singh, B. K., & Maheshwari, R. (2024). Effect of corrosion on bond between reinforcement and concrete—An experimental study. Discover Civil Engineering, 1(1).
Fahirah, F. (2007). Korosi pada beton bertulang dan pencegahannya.
Ghewa, G. (2022). Efek penggunaan supplementary material pada beton, ditinjau terhadap susut dan induksi keretakan akibat korosi. Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil, 5(2), 61–67.
Ishak. (2011). Analisis kegagalan struktur beton akibat korosi baja tulangan. Teras Jurnal, 1(1).
Mulyadi, A. A., & Walujodjati, E. (2022). Pengaruh korosi tulangan secara alami pada balok beton bertulang terhadap kuat lentur dan geser.
Nurul Komariah, L., Ramdja, A. F., & Leonard, N. (2009). Tinjauan teoritis perancangan kolom distilasi untuk pra-rencana pabrik skala industri. Jurnal Teknik Kimia, 16(4).
Patah, D., Dasar, A., & Nurdin, A. (2022). Durabilitas baja tulangan pada beton menggunakan material batu gamping, pasir laut dan air laut dalam campuran beton. Media Komunikasi Teknik Sipil, 28(1).
Pramudiyanto, O., Triwiyono, A., & Priyosulistyo, H. (2011). Pengaruh tebal selimut beton normal pada laju korosi baja tulangan. INERSIA, 7(2).
Rifki, M., Prasetiowati, S. H., Masduqi, E., & Setyaningrum, A. (2023). Karakteristik beton dengan campuran pasir pantai sebagai agregat halus.
Sigit Maulana, A., Tripriyo, D., Bramantoro, A., et al. (2025). Pengaruh konsentrasi larutan NaCl terhadap laju korosi tulangan dan gaya tekan kolom pedestal terkorosi. Composite: Journal of Civil Engineering, 3, 46–53.
Siregar, A. P. N. (2006). Laju korosi tulangan pada mutu beton yang berbeda.
Standar Nasional Indonesia. (2014). SNI 03-2461:2014 Spesifikasi agregat ringan untuk beton struktural. Badan Standardisasi Nasional.
Sri Anjani, W., & Walujodjati, E. (2022). Pengaruh korosi tulangan terhadap panjang penyaluran pada beton.
Sultan, M. A., Hi Abbas, M. Y., Gaus, A., Rakhman, K. A., & Barmawi, N. (2020). Penggunaan ekstrak tembakau sebagai inhibitor pada beton bertulang menggunakan pasir laut dan air laut. Teras Jurnal, 10(1), 17–26.
Tanjung, I., Huzni, S., & Fonna, S. (2020). Investigasi pengaruh jumlah elemen anoda terhadap distribusi potensial korosi pada beton bertulang menggunakan BEM 3D. Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi, 3(1), 57–64.
Universitas Negeri Jakarta. (2016). Pengaruh korosi baja tulangan terhadap kuat lekat beton bertulang.
Zaki, A., & Nugroho, A. (2021). Pemodelan perilaku beton berkarat menggunakan ATENA 3D.
Zineddin, M., & Krauthammer, T. (2007). Dynamic response and behavior of reinforced concrete slabs under impact loading.
Copyright (c) 2026 Fitrah Arif Harefa, Ing Johannes Tarigan, Ika Puji Hastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



