Pemodelan Kepadatan Lapangan Campuran Beraspal Panas Menggunakan Regresi Kuadratik Berganda pada Lapisan AC-WC dan AC-BC

AC-WC AC-BC campuran beraspal panas kepadatan lapangan regresi kuadratik berganda suhu intermediate rolling jumlah lintasan

Authors

July 13, 2026

Downloads

Kepadatan lapangan merupakan parameter penting dalam pengendalian mutu campuran beraspal panas karena berkaitan dengan stabilitas, durabilitas, dan kinerja perkerasan selama masa pelayanan. Penelitian ini bertujuan memodelkan kepadatan lapangan campuran beraspal panas pada lapisan AC-WC dan AC-BC menggunakan regresi kuadratik berganda dengan variabel utama jumlah lintasan alat pemadat dan suhu intermediate rolling. Data yang digunakan merupakan data sekunder pekerjaan campuran beraspal panas di wilayah BBPJN Sumatera Utara sebanyak 120 data pengamatan, terdiri atas 66 data AC-WC dan 54 data AC-BC. Analisis dilakukan secara terpisah untuk masing-masing lapisan melalui statistik deskriptif, korelasi Pearson, regresi linier berganda, regresi kuadratik berganda, dan regresi kuadratik satu variabel untuk menentukan titik optimum operasional. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan mekanisme pemadatan antara AC-WC dan AC-BC. Pada AC-WC, jumlah lintasan memiliki hubungan positif sedang dan signifikan terhadap kepadatan lapangan dengan koefisien korelasi 0,481, sedangkan suhu intermediate rolling tidak signifikan. Pada AC-BC, suhu intermediate rolling memiliki hubungan positif dan signifikan dengan koefisien korelasi 0,301, sedangkan jumlah lintasan tidak signifikan. Model regresi kuadratik berganda meningkatkan kemampuan penjelasan dibandingkan model linier, yaitu dari R² 0,328 menjadi 0,395 pada AC-WC dan dari R² 0,249 menjadi 0,283 pada AC-BC. Titik optimum operasional menunjukkan bahwa AC-WC lebih representatif dikendalikan melalui jumlah lintasan sebesar 25,62 lintasan atau 25–26 lintasan, sedangkan AC-BC lebih representatif dikendalikan melalui suhu intermediate rolling sebesar 121,42°C atau 120–122°C. Penelitian ini memberikan dasar kuantitatif untuk pengendalian pemadatan campuran beraspal panas secara spesifik berdasarkan jenis lapisan