Pinggiran yang Terpinggirkan: Keresidenan Banten Awal Abad Ke-20
Downloads
Penelitian ini membahas marginalisasi struktural Keresidenan Banten pada awal abad ke-20 di bawah pemerintahan kolonial Belanda. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kecenderungan historiografi Banten yang lebih banyak menyoroti masa Kesultanan Banten, Pemberontakan Petani 1888, dan Pemberontakan Komunis 1926, sementara kondisi sosial, ekonomi, dan politik Banten pada masa kolonial belum banyak dikaji secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan menjelaskan mengapa Banten, meskipun secara geografis dekat dengan Batavia sebagai pusat kekuasaan kolonial, tetap mengalami ketertinggalan ekonomi, keresahan sosial, dan posisi administratif yang periferal. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer penelitian berasal dari arsip kolonial, laporan pemerintah, dan surat kabar sezaman, serta didukung oleh literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Banten mengalami marginalisasi berlapis akibat keterbatasan akses transportasi, rendahnya kesuburan tanah, minimnya perkembangan industri, lemahnya layanan kesehatan, beban pajak, dan rendahnya minat ekonomi pemerintah kolonial. Kondisi tersebut mendorong migrasi musiman dan memperkuat ketidakpuasan sosial masyarakat. Pembahasan juga menunjukkan peran penting elite lokal, terutama kyai dan jawara, dalam membentuk sentimen anti-kolonial dan tradisi perlawanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Banten bukan sekadar wilayah pemberontak, melainkan daerah yang terpinggirkan secara struktural akibat pengabaian kolonial.
Akhyat, A. (2015) ‘The Colonial Strained in Java 1870-1930: Public Spaces Versus Public Policies’, JKAP (Jurnal Kebijakan Dan Administrasi Publik), 9(1), pp. 161–178.
Arsip Nasional Republik Indonesia. (1976). Memori Serah Jabatan 1921-1930 (Jawa Barat). ANRI.
Bedding, J. C. (1925). Memorie van Overgave van den Afgetreden Resident van Bantam [Manuskrip].
De Kjai van Tjaringin. (1926, November 25). Bataviaasch Nieuwsblad.
De Lampongsche specerij. (1937a, Desember 24). Soerabaijasch Handelsblad.
De Lampongsche specerij. (1937b, Desember 30). De Sumatra Post.
De Medische Verzorging der Inl. Bevolking. (1934, Maret 29). Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indie.
Departement van Landbouw, Nijverheid en Handel. (1933). Volkstelling 1930. Deel I: Inheemsche Bevolking van West-Java. Landsdrukkerij.
Djajadiningrat, H. (1983). Tinjauan Kritis Tentang Sajarah Banten. KITLV dan Djambatan.
Gottschalk, L. (2008). Mengerti Sejarah (N. Notosusanto, Penerj.; 4 ed.). Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).
Goud en Zilver in Bantam. (1933, Juni 6). Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië.
Goud in Zoud-Bantam. (1934, Juli 28). De Telegraaf.
Guillot, C. (1990). The Sultanate of Banten. Gramedia Book Publishing Division.
Hobsbawm, E. J. (2000). Bandits. The New Press.
In het Bantamsche. De Kijai van Tjaringin. (1927, Januari 22). Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië.
Kartodirdjo, S. (1984). Pemberontakan Petani Banten 1888: Kondisi, Jalan Peristiwa, dan Kelanjutannya (1 ed.). Pustaka Jaya.
Kartodirdjo, S. (1993). Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah (S. Pusposaputro, Ed.; Cet. 2). Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
Kathirithamby-Wells, J. (1986). Royal Authority and the “Orang Kaya” in the Western Archipelago, circa 1500-1800. Journal of Southeast Asian Studies, 17(2), 256–267.
Lombard, D. (1996). Nusa Jawa: Silang Budaya; Kajian Sejarah Terpadu. Bag. 3: Jaringan Asia. Gramedia.
Lubis, N. H. (2004). Banten Dalam Pergumulan Sejarah: Sultan, Ulama, Jawara (Cet. 1). LP3ES.
Meyer, D. H. (1946). Japan Wint den Oorlog: Documenten over Java. N.V. Leiter-Nypels.
Michrob, H., & Chudari, A. M. (1993). Catatan Masa Lalu Banten (Cet. 3). Saudara.
Niel, R. van. (2003). Sistem Tanam Paksa di Jawa. LP3ES.
Pertanjaan. (1930, Januari 3). Banten Bode.
Putman-Cramer, F. G. (1931). Memorie van Overgave van den Afgetreden Resident van Bantam [Manuskrip].
Sitsen, P. H. W. (1943). Industrial Development of the Netherlands Indies. Bulletin 2 of the Netherlands and Netherlands Indies Council of the Institute of Pasific Relation.
Sutherland, H. (1973). Notes on Java’s Regent Families: Part I. Indonesia, 16, 112. https://doi.org/10.2307/3350649
Sutherland, H. (1975). The Priyayi. Indonesia, (19), 57–77.
Thieme, W. C. (1920). Memorie van Overgave van den Afgetreden Resident van Bantam [Manuskrip].
Untoro, H. O. (2006). Kebesaran dan Tragedi Kota Banten. Yayasan Kota Kita.
Wessing, R. (1977). The Position of the Baduj in the Larger West Javanese Society. Man, 12(2), 293. https://doi.org/10.2307/2800800
Williams, M. C. (1990). Communism, Religion, and Revolt in Banten. Ohio University Press.
Williams, M. C. (2003). Arit dan Bulan Sabit: Pemberontakan Komunis 1926 di Banten. Syarikat.
Copyright (c) 2026 Raka Prima Santosa, Siswantari Siswantari, Abdurakhman Abdurakhman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




