Hubungan Antara Keterampilan Sosial dan Physical Literacy dalam Partisipasi Berolahraga Siswa Sekolah Menengah Atas

physical literacy keterampilan sosial partisipasi berolahraga siswa SMA pendidikan jasmani

Authors

June 19, 2026

Downloads

Rendahnya aktivitas fisik dan partisipasi berolahraga di kalangan siswa sekolah menengah menjadi masalah yang memengaruhi kesehatan serta pembentukan gaya hidup aktif sepanjang hayat. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara keterampilan sosial dan physical literacy terhadap partisipasi berolahraga siswa SMA Negeri 1 Purwareja Klampok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 297 siswa yang dipilih melalui proportionate random sampling dari populasi 1.149 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya untuk mengukur keterampilan sosial, physical literacy, dan partisipasi berolahraga. Analisis data meliputi statistik deskriptif, korelasi Pearson, regresi linier berganda, serta uji simultan F. Hasil penelitian menunjukkan physical literacy berpengaruh signifikan terhadap partisipasi berolahraga dengan kontribusi 40,6%, sedangkan keterampilan sosial berkontribusi 21,9% dan keduanya memiliki korelasi positif dengan partisipasi. Analisis simultan mengungkap keterampilan sosial dan physical literacy bersama-sama memengaruhi partisipasi, meskipun physical literacy memiliki efek langsung yang lebih kuat. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan physical literacy, mencakup motivasi, kepercayaan diri, kompetensi gerak, serta pengetahuan, dalam mendorong keterlibatan aktif siswa. Keterampilan sosial berperan mendukung, khususnya dalam interaksi tim dan kolaborasi olahraga. Implikasi praktis penelitian ini mendorong perancangan program pendidikan jasmani yang terpadu, mengembangkan keterampilan sosial dan physical literacy secara bersamaan, serta meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam olahraga. Penelitian lanjutan disarankan mengeksplorasi faktor lain yang memengaruhi keterampilan sosial dan memperluas populasi sampel untuk memperkuat generalisasi temuan.