Konsep Komunikasi Profetik Qur’ani dalam Menangkal Hoax

komunikasi profetik hoax tabayyun literasi digital Al-Qur'an

Authors

February 25, 2026

Downloads

Fenomena hoax di era digital menjadi tantangan serius yang mengancam stabilitas sosial, politik, dan kesehatan masyarakat. Di Indonesia, hoax kerap memicu keresahan dan polarisasi, terutama dalam isu-isu politik, agama, dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model komunikasi profetik Qur’ani sebagai pendekatan alternatif dalam menangkal hoax, dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan etika yang berlandaskan pada prinsip siddiq (kejujuran), amanah (dapat dipercaya), tabligh (penyampaian yang benar dan jelas), dan fathanah (kebijaksanaan). Meskipun kajian tentang literasi digital dan regulasi pemerintah dalam menangkal hoax telah banyak dilakukan, penelitian yang secara spesifik mengintegrasikan pendekatan komunikasi berbasis nilai-nilai spiritual Islam sebagai solusi hoax masih sangat terbatas. Celah penelitian (research gap) ini menjadi landasan urgensi kajian yang diajukan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan studi kepustakaan (library research). Desain penelitian melibatkan analisis isi (content analysis) terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, hadis, dan literatur terkait, serta telaah hermeneutik untuk memahami makna dan relevansinya dalam konteks modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip kenabian tersebut memiliki potensi besar dalam membentuk masyarakat yang kritis, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran moral dalam menerima dan menyebarkan informasi. Prinsip tabayyun (verifikasi) yang ditekankan dalam QS. Al-Hujurat ayat 6 menjadi landasan penting dalam mencegah penyebaran berita palsu. Dampak dari penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu komunikasi, memberikan kontribusi praktis dalam kampanye literasi digital, serta mendorong integrasi nilai-nilai komunikasi profetik dalam kurikulum pendidikan dan program publik.