STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PENGEMBANGAN LINGKUNGAN BERWAWASAN IMAN DAN TAQWA
t
Muhammad Khoirul
Al Anshoripii
Program Magister Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan Universitas Negeri Sunan Kalijaga
|
Riwayat Artikel: Received: 15-11-2022 Revised: 25-11-2022 Accepted: 30-11-2022 Keywords: leadership, education, faith and piety. Kata
Kunci: kepemimpinan, pendidikan,
iman dan taqwa. |
|
Abstract This research
is motivated by the fact that the leadership of the madrasah principal has a
major role in achieving the goals of national education. Nowadays, violations
committed by students are very concerning in this country, especially in
educational institutions, as can be seen from the many cases of smoking,
drunkenness, drugs, free sex, brawls, cheating, bullying, fighting, playing
cellphones in class and others. Of the many violations committed by students,
schools should be present in reducing student violations with breakthroughs that
not only prioritize aspects of intelligence but also pay attention to aspects
of student religiosity. This type of qualitative research is
in the form of a case study. Data was collected by using interview,
observation, and documentation techniques. Data analysis technique, the
researcher uses an interactive analysis model that contains four interrelated
components, namely: data collection, data simplification, data exposure, and
drawing and submitting conclusions. The results
showed that: (1) the concept of a school environment with an insight into
faith and piety developed by MTs N 1 Semarang City included: (a) the physical
environment of the school such as supporting school facilities and
infrastructure such as school buildings, school prayer rooms, school halls,
and school conditions. the school environment, for example cleanliness,
comfort and tidiness of the school and (b) the school's social environment,
namely: discipline, values of honesty, morality, dhuha prayer, tadarrus
al-Qur'an, fasting Monday and Thursday and istighasah and prayer together.
(2) the leadership model of the madrasah head of MTs N 1 Semarang City in
developing a school environment with an insight into faith and piety, namely
using a democratic leadership model. (3) the strategy used by the head of MTs
N 1 Semarang City in developing a school environment with an insight into
faith and piety, is carried out by: (a) creating a religious atmosphere in
the school environment, (b) internalizing religious values, (c) exemplary and
habituation, (d) creating strategic school policies, (e) building commitment
from school leaders and citizens, (f) building partnerships. |
|
|
Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa kepemimpinan
kepala madarasah memiliki peran yang besar untuk mencapai
tujuan pendidikan nasional. Dewasa ini pelanggaran yang dilakukan peserta didik justru sangat memprihatinkan di negri ini khususnya di lingkungan institusi pendidikan, terlihat dari banyaknya kasus merokok, mabuk, narkoba, seks bebas, tawuran,
mencontek, bullying, berkelahi,
bermain HP di dalam kelas dan lain-lain. Dari banyaknya
pelanggaran yang dilakukan
peserta didik, sekolah sudah seharusnya hadir dalam mengurangi pelanggaran peserta didik tersebut dengan terobosan-terobosannya
yang tidak hanya mengedepankan aspek intelegensi tetapi juga memperhatikan aspek religiusitas peserta didik. Jenis penelitian kualitatif dengan bentuk studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis
data, peneliti menggunakan
model analisis interaktif
yang mengandung empat komponen yang saling berkaitan, yaitu: pengumpulan data, penyederhanaan
data, pemaparan data, dan penarikan
dan pengajuan simpulan. Hasil
penelitian menunjukan bahwa: (1) konsep lingkungan sekolah berwawasan iman dan taqwa yang dikembangkan MTs N 1
Kota Semarang diantaranya yaitu:
(a) lingkungan fisik sekolah seperti sarana dan prasarana sekolah yang mendukung misalnya gedung sekolah, mushola sekolah, aula sekolah, dan kondisi lingkungan sekolah, misalnya kebersihan, kenyamanan dan kerapian sekolah dan (b) lingkungan sosial sekolah, yaitu: disiplin, nilai-nilai kejujuran, akhlakul karimah, shalat dhuha, tadarrus al-Qur�an, puasa senen kamis
dan istighasah dan doa bersama. (2) model kepemimpinan
kepala Madarasah MTs N 1
Kota Semarang dalam pengembangan
lingkungan sekolah berwawasan iman dan taqwa yaitu menggunakan
model kepemimpinan demokratis.
(3) strategi yang dipakai oleh kepala
MTs N 1 Kota Semarang dalam pengembangan
lingkungan sekolah berwawasan iman dan taqwa, dilakukan dengan cara: (a) menciptakan suasana religius di lingkunagn sekolah, (b) internalisasi nilai-nilai keagamaan, (c) keteladanan dan pembiasaan, (d)
menciptakan kebijakan sekolah yang strategis, (e) membangun komitmen pimpinan dan warga sekolah, (f) membangun kemitraan. |
Corresponding Author:
Muhammad Khoirul Al Anshori�
E-mail:
[email protected]
PENDAHULUAN
Kepemimpinan yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab dapat memajukan dan mengembangkan suatu lembaga atau organisasi.
Kepemimpinan juga erat kaitannya dengan fungsi manajemen, yang meliputi kata power atau kekuasaan, kepemimpinan atau leadership.
Potensi kepemimpinan ditentukan oleh gaya dan kinerja pemimpin suatu lembaga atau organisasi.
Di lembaga pendidikan, kepemimpinan tertinggi dipegang oleh kepala sekolah (di sekolah dasar dan menengah; dan oleh dekan, rektor universitas, dll.). Jabatan ini memerlukan beberapa syarat utama yang akan mempengaruhi, mengarahkan dan memimpin lembaga atau organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pemimpin yang profesional harus memiliki kekuatan untuk memimpin bawahannya agar efektif dalam pekerjaan yang dilakukannya. Pemimpin yang tidak efektif tidak
akan mampu mencapai tujuan lembaga atau organisasi
secara memadai
Pendidikan saat ini secara umum
sudah dilakukan hampir diseluruh wilaya Indonesia
yang biasa dikenal dengan istilah sekolah yang merupakan salah satu pendidikan formal yang ada di Indonesia. Semakin berkembangnya zaman pendidikan di
Indonesia maka semakin berkembang juga berbagai macam pendidikan yang ada hingga saat
ini seperti adanya pendidikan negeri, maupun swasta antara
lain sekolah Madrasah (MA, MTS (negeri maupun swasta), sekolah berbasis pondok pesantren yang berlandaskan dalam peyempurnaan ahklak dan aqidah dalam diri
seseorang. Dengan disusunnya visi dan misi yang akurat didalam suatu ruang
lingkup lembaga pendidikan tentunya dapat menjamin lembaga pendidikan tersebut mampu membentuk karakter individu menjadi lebih baik dan bertanggung jawab
Kepala madrasah sebagai agen dalam
madrasah memiliki peran penting dalam peningkaan
kualitas pendidikan di lingkup madrasah tersebut, sebagai pemimpin harus memiliki nilai-nilai leadership yanag baik dalam menjalankan
visi dan misinya, mampu mengelola sumber daya pendidikan,
bertanaggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, memiliki kesiapan dan kemampuan untuk membangkikan semangat kerja personal maupun dengan staff lainnya, menciptakan iklim dan suasana yang kondusif, aman, nyaman dan penuh semangat dalam bekerja untuk
mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan sesuai dengan Undang-Undang
terkait pendidikan yang berlaku di Indonesia. Menurut Engkoswara dan Aan Komariah menyatakan bahwa Kepemimpinan Pendidikan adalah suatu proses mempengaruhi, mengkoordinasikan
dan menggerakkan perilaku
orang lain serta melakukan suatu perubahan ke arah yang lebih
positif dalam mengupayakan keberhasilan pendidikan.
METODA PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan menemukan model strategi kepemimpinan
Kepala Madarasah dalam pengembangan lingkungan berwawasan iman dan taqwa di MTs N 1 Kota
Semarang. Untuk sampai ke tujuan ini,
terlebih dahulu dideskripsikan potret strategi kepemimpinan kepala madarasah untuk pengembangan lingkungan berwawasan Iman dan Taqwa di MTs
N 1 Kota Semarang. Penelitian ini
tidak bermaksud menguji suatu hipotesis,
tetapi mendeskripsikan dan menganalisis data sehingga ditemukan suatu. kecenderangan umum yang dapat dijadikan bahan kajian lebih
lanjut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif karena penelitian ini dirancang untuk
memperoleh informasi tentang status gejala pada saat penelitian ini dilakukan, yakni untuk memperoleh
gambaran tentang strategi kepemimpinan Kepala Madarasah dalam pengembangan lingkungan berwawasan iman dan taqwa di MTs N 1 Kota Semarang. Jenis
metode deskriptif yang digunakan adalah studi kasus. Metode
studi kasus merupakan strategi yang dipilih untuk menjawab pertanyaan how dan why, jika fokus penelitian berusaha menela�ah
fenomena kontemporer (masa kini) dalam kehidupan
nyata. 9 Metode ini digunakan untuk
mengkaji kasus lembaga, yang dalam hal ini strategi kepemimpinan Kepala Madarasah, dalam pengembangan lingkungan berwawasan iman dan taqwa di MTs N 1 Kota Semarang untuk
memperoleh generalisasi atau pola-pola kasus.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.
Gambaran lokasi
MTs Negeri (MTs N) 1 Semarang atau lebih dikenal
dengan Emtesa Semarang, merupakan salah satu Madrasah Tsanawiyah Negeri favorit yang ada di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Terletak
di Jalan Fatmawati Raya Semarang. Sama dengan SMP pada umumnya di
Indonesia masa pendidikan sekolah
di MTs N 1 Semarang ditempuh dalam
waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas
VII sampai Kelas IX.
2.
Sejarah Singkat
MTs Negeri 1 Kota Semarang berdiri pada tahun 1982. Bermula dari Pendidikan Guru
Agama (PGA) yang dipecah menjadi
Madarasah Tsanawiyah Negeri
(MTs N 1 Kota Semarang).
Pada awal
berdirinya, Madrasah ini bernama PGAN 6 tahun yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja
Semarang. Tahun 1984 PGAN 6 tahun
berubah menjadi MAN dan MTs
N. Pada tahun pelajaran
1984 Madrasah tersebut menempati
lahan di Jl. Kethileng Raya
yang sekarang dikenal dengan nama Jl. Fatmawati. Di bawah pimpinan Bapak Drs. H. Muhammadi beralih tempat, menempati gedung baru di Desa Sendang
Mulyo (Gendong) kelurahan Sendang Mulyo Kecamatan Tembalang hingga sekarang dengan dibawah pipinan Bapak H. Kasturi,
S.Pd., M.Pd.
Pada Tahun
2022 ini MTs N 1 Kota Semarang mebuka
progam baru pada bulan Maret 2022 yaitu dengan adanya
upaya peningkatan integritas siswa siswi untuk menciptakan
prestasi yang berkualitas serta dilandasi Keimanan dan Ketaqwaan dengan membuat progam Boarding School dimana progam ini menjadi
daya tarik tersendiri bagi calon peserta didik.
Boarding School pada MTs N 1 Kota Semarang dikelola secara mandiri program unggulan yaitu program tahfidz, riset, dan sains
3.
Konsep Lingkungan Sekolah Berwawasan Iman dan Taqwa
Sekolah sebagai organisasi tentu tidak lepas
dari aktifitas yang berkaitan dengan upaya menciptakan efesiensi dan efektifitas pencapai tujuan pendidikan. Atas dasar inilah sekolah membutuhkan pendekatan organisasi yang memungkinkan bagi terciptanya iklim sekolah yang mendukung tercapainya proses pengembangan lingkungan sekolah berwawasan imtaq. Dalam mengembangkan
lingkungan sekolah berwawasan imtaq, kondisi lingkungan fisik sekolah sangat mempengaruhi terwujudnya suasana religius di lingkungan.
Lingkungan sekolah adalah suatu kondisi dimana
seorang siswa biasa bergaul dalam
ruang lingkup sekolah, dibatasi pada hal-hal yang mendukung proses belajar diantaranya, keadaan sekolah, kebersihan lingkungan sekolah, interaksi sosial antara siswa
dengan siswa dan antara siswa dengan
guru, tersedianya sarana
dan prasarana seperti perpustakaan dan kedisiplinan. Konsep lingkungan sekolah berwawasan iman dan taqwa di MTs N 1 Kota
Semarang sudah terwujud sebagaimana hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti
Adapun lingkungan
fisik sekolah untuk mendukung kegiatan keagamaan di MTs N 1 Kota
Semarang, antara lain: Sarana dan prasarana
adalah segala bentuk benda yang bergerak maupun tidak bergerak yang diperlukan untuk menunjang penyelenggaraan pembelajaran pada suatu sekolah baik secara
langsung maupun tidak langsung. Adapun yang dimaksud dengan sarana sekolah/pendidikan dalam mengembangkan lingkungan sekolah berwawasan imtaq meliputi semua peralatan serta perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, contoh: gedung sekolah, ruangan, meja, kursi, alat peraga,
dan lain-lain, Lingkungan sosial
akan berfungsi membantu Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dengan kondisi lingkungan sekolah yang bersih, nyaman serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai akan membantu
Kepala Madarasah, guru, karyawan bahkan siswa untuk melaksanakan
dan mengembangkan nilai-nilai
religius dalam lingkungan sekolah. Kondisi lingkungan sekolah yang bersih, rapi, dan nyaman menunjukkan pelaksanaan kegiatan keagamaan dengan pembudayaan nilai-nilai agama sudah berjalan dengan baik sehingga akan
berpengaruh terhadap terwujudnya konsep lingkungan sekolah berwawasan imtaq, Sarana dan prasarana seperti gedung sekolah, Mushola/mushalah, aula kegiatan ekstrakurikuler, ruang tata usaha, perpustakaan dan banyak lagi yang lainnya.
4.
Konsep Kepemimpinan Kepala Madarasah Berwawasan Iman dan Taqwa
Hasil obsevasi
penelitian menjelaskkan bahwa hubungan model kepemimpinan kepala madarasah dan pengembangan imtaq merupakan hubungan transformatif dan konstrutif, dimana kepala madarasah mempunyai peran dalam mempengaruhi arah dan orientasi perubahan dan perkembangan budaya religius di sekolah.
Hubungan kepemimpinan kepala madarasah dan pengembangan imtaq merupakan dimensi sosial sekolah yang belakangan menjadi kajian yang menarik. Kajian kepemimpinan yang
menekankan pendekatan ciri, perilaku, kekuasaan dan pengaruh, situasional yang masih bersifat satu arah.
Perspektif sekolah sebagai sistem sosial telah memberikan
dimensi budaya religius (imtaq) sebagai bagian penting yang mempengaruhi keefektifan kepemimpinan. Dari sini lahir pandangan
bahwa kepemimpinan Kepala Madarasah yang efektif dalam suatu
organisasi sekolah dalam pengembangan imtaq sangat dipengaruhi oleh nilai, keyakinan, dan perilaku pemimpin, sehingga lahirlah model atau gaya kepemimpinan
Kepala Madarasah dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin. Melalui model kepemimpinannya akan tercapai cita-cita sekolah dalam pengembangan
imtaq. �
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil kajian mendalam dari peneliti diatas
maka peneliti menyimpulkan untuk konsep kepemimpinan kepala madarasah di MTs Negeri 1
Kota Semarang dalam pengembangan
lingkungan sekolah berwawasan imtaq dengan terwujudnya progam yang dibuat oleh kepala madarasah yaitu boarding school. Dimana pada progam
ini menciptakan siswa atau siswi
yang unggul dan berprestasi
serta berlandaskan iman dan taqwa. Adapun kegiatan yang diterapkan oleh kepala sekolah dalam pengembangan iman dan taqwa ini adalah dengan
terbentuknya kegiatan progam hafidz, kegiatan dislipin sekolah, serta kegiatan mengikuti lomba untuk meningkatkan
pengembangan siswa atau siswi sekolah.
Konsep lingkungan sekolah berwawasan iman dan taqwa yaitu dengan mendukungnya
sarana dan prasarana sekolah untuk menunjang
kegiatan siswa atau siswi di lingkungan
sekolah yaitu dengan adanya fasilitas
gedung sekolah yang baik, adannya mushola
sebagai tempat kegiatan keagaamaan serta adanya laboratorium
dan perpustakaan untuk menunjang pengetahuan siswa siswi disekolah.
Kondisi lingkungan berwawasan iman dan taqwa harus menjaga
kebersihan, kenyamanan dan kerapian sekolah dimana hal ini
bertujuan untuk meningkatkan penerapan iman yang terdidik dalam jiwa siswa
atau siswi sekolah. Dalam lingkungan konsep lingkungan berwawasan iman dan taqwa ini kepala sekolah
juga menerapkan nilai kejujuran, akhlakul karimah, sholat berjamaah serta melakukan kegiatan keagamaan yang berdasarkan iman dan taqwa di lingkungan sekolah tersebut.
Strategi
yang digunakan oleh kepala madarasah dalam pengembangan lingkungan berwawasan iman dan taqwa yaitu dengan
mengimplementasikan visi
dan misi sekolah. Dalam hal ini
strategi kepala sekolah dengan menerapkan pengembangan mutu melakukan kerjasama sekolah dalam bidang
beasiswa. Selain itu strategi yang digunakan dalam bidang keagamaan
berlandaskan iman dan taqwa adalah dengan
menerapkan progam sekolah ramah anak.
Dimana setiap pagi hari sebelum pelajaran
dimulai seluruh siswa atau siswi
diwajibkan untuk membaca doa sebelum
belajar, membaca sholawat, membaca al-Qur�an serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dimana hal ini bertujuan untuk
menanamkan pada diri siswa atau siswi
untuk berjiwa nasional serta berlandaskan iman dan taqwa
DAFTAR PUSTAKA
Al-qur�an dan
Terjemah. 1989. Lajnah Pentashih mushaf Al-quran, Departemen Agama Republik
Indonesia. Semarang: CV AlWAAH.
Bafadal,
Ibrahim. 2006. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar, dari Sentralisasi
Menunju Desentralisasi. Jakarta: PT. BumiAskara.
Bafadal,
Ibrahim. 2008. Manajemen Perlengkapan Sekolah: Teori dan Aplikasinya Jakarta:
Bumi Askara.
Bognan. R. C
dan Biklen, S. K. 1992. Qualitative Research for Education, an Introduction
toTheory and Methods. Boston, Allyn and Bacon Inc.
Departemen
Pendidikan Dan Kebudayaan. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka.
Diknas. 2005.
Undang-Undang SISDIKNAS. Surabaya: Media Center.
EK. Imam
Munawir. 2010. Asas-Asas Kepemimpinan Dalam Islam. Surabaya: UsahaNasional.
Hanafi. 2009.
Hubungan kepemimpinan sekolah terhadap kedisiplinan mengajar guru SMP
sekecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara. Tesis Yogyakarta: Universitas Islam
Indonesia.
Himpunan
Undang-Undang Republik Indonesia. 2009. Guru dan Dosen, SISDIKNAS, Standar
Nasional Pendidikan. Surabaya: Wacana Intelektual.
http://pemberdayaan-sekolah-berwawasan-imtaq.
html, diakses padatanggal 5januari. 2022 http://islam agamaku. wordpress.
com/2022/07/25/pengertian-iman. diakses tanggal 11 januari 2022
Karim,
Mohammad. 2010. Pemimpin Transformasional di Lembaga Pendidikan Islam. Malang:
UIN Maliki Press.
Khumedi.
2016. Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Pendidik di SMP
Syubbanul.
Mantra, Ida
Bagoes. 2004. Filsafat Penelitian dan Metode Penelitian Sosial. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Muhaimin,
Suti‟ah, Sugeng Listyo Prabowo. 2009. Manajemen Pendidikan: Aplikasinya
Dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah. Jakarta: Kencana Prenada Media
Group.
Muhaimin.
2010. Manajemen Pendidikan: Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembnagan Sekolah
/ Madrasaha. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
NurKhalim.
2013. Kepemimipinan Pada Dunia Pendidikan Dalam prespektif Al-qur�an (Studi
Terhadap Ayat Al-qur�an s. An-Nur ayat 55 dan S. Al-Isro� 24, Serta Toeri
Modern yang berhubungan dengan Dunia Pendidikan. Tesis Yogyakarta: Universitas
Islam Indonesia.
Rahardjo,
Mudjia. 2006. Agama danMoralitas: ReaktualisasiPendidikan Agama Di Masa
Transisi Dalam Quo.
Rina. 2014.
Peran Kepala Madrasah dalam Penerapangaya kepemimipinan transformasional di MIN
Tempel Yogjakarta. Tesis Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.
Rivai,
Veithzal., Arifin, Arviyan. 2009. Islamic Leadership: Membangun Super
Leadership Melalui Keceerdasan Spritual. Jakarta: Bumi Askara.
Sarifudin.
2009. Hubungan antara kepemimipinan terhadap kineja guru SMP Islam Bina Insani
Susukan Kota Semarang. Tesis Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.
Sisnawati,
Yulia. 2014. Tipe Kepemimipinan DR (HC) K. H. Abdullah SyukriZarkasyi, M. A.
dan Implikasinya Di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Tesis Yogyakarta:
Universitas Islam Indonesia.
Syarifah,
Afina Nur. 2013. Pengaruh gaya kepemimpinan Kepala Madarasah terhadap motifasi
dan kinrerja guru di MTs Negeri Grabag Kota Semarang. Tesis Yogyakarta:
Universitas Islam Indonesia.
Terry, George
R. 1986. Asas-Asas Manajemen. Bandung: Alumni.