H. Hasanudin Sopwan1, Nia Kurniasih2, Bedi Mitawan3,
Aziz Akhmad Najib4, Tuti Tri Wahyuningsih5, Sobandi6,
Mochamad Husni Thamrin7, Hedi Hidayat, Titin Suhartini8,
Cicah Suharti9, Siti Nursipa10, Asep Subekti11,
Heni Nuraeni12, Dwi Widiastuti13, Heru Budijanto14,
M. Ridwan Hidayat15, Asep Saepul Muslim16, Juwita17,
Siti Salwa Aprilia
Afiliasi penulis18
MTSN 2 Purwakarta
|
Riwayat Artikel: Received: 14-11-2022 Revised: 25-11-2022 Accepted: 30-11-2022 Keywords:
Liquid Compost, Plant Planting, Pancasila Student Profile Project, Rahmatan lil-'aalamiin Kata
Kunci: Kompos Cair,
Penanaman Tanaman, Proyek Profil Pelajar Pancasila, Rahmatan lil-�aalamiin. |
|
Abstract The characteristics of the Pancasila Student Profile are Indonesian
students who have faith, piety in God Almighty, and have a noble character
are students who have a character in relation to God Almighty. Critical
reasoning learners are able to objectively process information both
qualitatively and quantitatively, establishing linkages between various
information, analyzing information, evaluating and concluding it. In the odd
semester of the 2022/2023 academic year, class VII student data at MTsN 2 Purwakarta there were
182 students consisting of 91 men and 91 women, which were divided into 6 rombels.� In
learning the Pancasila Profile Project takes the theme of Sustainable
Lifestyle with the focus point of learning is to compose caira
and plant plants. The methodology used in this activity the author uses the
mentoring method by doing an inculturation and building trust with the
community, so that an equal and mutually supportive relationship is
established. Timeline is a technique of tracing the historical flow of a
society by exploring important events that have been experienced in a certain
timeline. In the implementation of the pancasila student
profile project, which in this case makes liquid compost and plant planting,
the results of student scores are obtained as follows: The average grade
score in the Pancasila Student Profile Project Assessment and Rahmatan Lilaalamiin MTSN 2 Purwakarta in the process of making liquid compost and
planting plants obtained the following figures: class VII A obtained an
average score of 79.43,� class VII B
obtained an average score of 78.76, class VII C obtained an average score of
81.82, class VII D obtained an average score of 75.26, class VII E obtained
an average score of 79.41, and class VII F obtained an average score of
78.72. |
|
|
Abstrak Karakteristik Profil Pelajar Pancasila adalah Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya.
Pada semester ganjil tahun
pelajaran 2022/2023 data siswa
kelas VII di MTsN 2 Purwakarta terdapat 182 siswa terdiri 91 laki-laki dan 91 perempuan, yang
tebagi dalam 6 rombel. Dalam pembelajaran Proyek Profil Pancasila mengambil tema Gaya Hidup Berkelanjutan dengan titik fokus pembelajarannya
adalah membuat compos caira dab menanam tanaman. Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini penulis menggukan metode pendampingan dengan melakukan sebuah inkulturasi dan membangun kepercayaan dengan masyarakat, sehingga terjalin hubungan yang setara dan saling mendukung. Timeline merupakan teknik penelusuran alur sejarah suatu masyarakat dengan menggali kejadian penting yang pernah dialami pada alur waktu tertentu. Dalam implementasi proyek profil pelajar pancasila yang dalam hal ini
membuat kompos cair dan penanaman tanaman diperoleh hasil nilai siswa
sebagai berikut: Nilai
rata-rata kelas pada Penilaian
Projek Profil Pelajar Pancasila Dan Rahmatan Lilaalamiin MTSN 2 Purwakarta dalam Proses pembuatan kompos cair dan penanaman tanaman diperoleh angka sebagai berikut: kelas VII A memperoleh nilai rata-rata 79,43, kelas
VII B memperoleh nilai
rata-rata 78,76, kelas VII C memperoleh nilai rata-rata
81,82, kelas VII D memperoleh
nilai rata-rata 75,26, kelas
VII E memperoleh nilai
rata-rata 79,41, dan kelas VII F memperoleh nilai rata-rata
78,72. |
Corresponding Author:
Aziz Akhmad
Najib�
E-mail:
[email protected]
PENDAHULUAN
Karakteristik Profil Pelajar Pancasila adalah Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yme, dan
berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pelajar yang memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Pelajar Indonesia yang mempertahankan
budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan
tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi
dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya budaya baru yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur
bangsa. Pelajar
Indonesia adalah pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Pelajar yang bernalar kritis mampu secara
objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, danber dampak.
Imran Tululi
dalam artikenya mengatakan �Profil Pelajar Pancasila tidak hanya untuk kebijakan
pendidikan di tingkat nasional saja, akan tetapi diharapkan
juga menjadi pegangan untuk para pendidik, dalam membangun karakter anak di ruang belajar yang lebih kecil. Pelajar Pancasila berarti pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai
Pancasila. Pelajar yang memiliki
profil ini adalah pelajar yang terbangun utuh keenam dimensi pembentuknya. Keenam dimensi ini perlu
dilihat sebagai satu buah kesatuan
yang tidak terpisahkan. Solusi
yang dihasilkan juga perlu mempertimbangkan akhlak kepada makhluk hidup lain yang dapat dimunculkan dari dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, perlu melibatkan orang lain beserta perannya dari dimensi
Gotong Royong dan Berkebinekaan Global, serta mempertimbangkan kemampuan diri dalam solusi yang dihasilkan dalam dimensi Mandiri.�
Hadirnya Kurikulum Merdeka menjadi salah satu upaya untuk
meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia yang sesuai
dengan kebutuhan
zaman. Namun, juga berkarakter
sesuai dengan nilai-nilai Pancasila atau yang disebut sebagai wujud Profil Pelajar
Pancasila.
Madrasah adalah
satuan pendidikan formal dalam binaan Menteri Agama yang menyelenggarakan pendidikan umum dan kejuruan dengan kekhasan agama Islam yang mencakup Raudhatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah
Tsanawiyah, Madrasah Aliyah dan Madrasah Aliyah Kejuruan. Madrasah Ibtidaiyah
yang selanjutnya disingkat
MI adalah satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan
pendidikan umum dengan kekhasan agama Islam yang terdiri dari 6 tingkat pada jenjang pendidikan dasar. Madrasah Tsanawiyah yang selanjutnya disingkat MTs adalah satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum dengan kekhasan
agama Islam yang terdiri dari
3 tingkat pada jenjang pendidikan dasar sebagai lanjutan dari Sekolah
Dasar, MI, atau bentuk
lain yang sederajat.
Kurikulum
Merdeka di Madrasah adalah kurikulum
mata pelajaran selain PAI dan Bahasa Arab yang disusun
oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kurikulum Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab khusus Madrasah yang dikembangkan
oleh Kementerian Agama, dan nilai-nilai kekhasan Madrasah yang dikembangkan
oleh madrasah. Implementasi kurikulum
merdeka di madrasah adalah pelaksanaan kurikulum yang memberi ruang kreativitas
dan inovasi kepada madrasah
dalam mengembangkan kurikulum operasional pada tingkat satuan pendidikan.
Pada Tahun
Pelajaran 2022/2023 Madrasah Tsanawiah Negeri 2 Purwakarta dengan SK Dirjen Pendis Nomor
3811 Tahun 2022 telah dan sedang melaksanakan kurikulum merdeka khusus untuk kelas
VII yang di dalam struktur kurikulumnya terdapat Profil Pelajar Pancasila. Dalam implentasisinya diarahkan pada kepekaan terhadap lingkungan madrasah.
Ketua
Lembaga Perlidungan Anak Seto
Mulyadi mengatakan �lingkungan berperan penting terhadap tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu, kepedulian dan kepekaan lingkungan sekitar terhadap seorang anak perlu
ditingkatkan. hal terpenting dalam melindungi anak adalah kepekaan dari lingkungannya. Ini upaya untuk
membentu karakter senang bekerja sama, peduli, sensitif, empati terhadap perasaan orang, dan
sebagainya�.
Dalam Implentasi Profil Pelajar Pancasila menjadi hari penuh semangat
bagi para siswa MTsN 2 Purwakarta, karena sudah melaksanakan
agenda rutin membersihkan lingkungan madrasah. Mereka bergotong royong melaksanakan kebersihan kelas dan lingkungan sekitarnya. Mereka dipandu oleh fasilitator masing-masing kelas. Satu
kelas yang terdiri dari 16-17 siswa dibagi tugas antara
lain untuk membersihkan kelas, selokan, taman kelas, hingga lingkungan sekitar kelas.
Akar permasalahan sebelum dilaksanakan Implementasai Profil Pelajar Pancasila, lingkunngan Madrasah Tsanawiah
Negeri 2 Purwakarta kurang tertata rapih, lingkungan cenderung kotor, yang tidak tertangani oleh petugas kebersihan. Rumput, ilalang dan sampah banyak berserakan.
Oleh karena
itu Implementasai Profil Pelajar Pancasila yang dilaksanakan di MTSN 2 Purwakarta
diarahkan dalam pembuatan Kompos Cair. Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan yang timbul dalam penelitian
ini adalah �Bagaimana Pembelajaran Pembuatan Kompos Cair dan Penanaman Tanaman Dalam Implementasi
Proyek Profil Pelajar Pancasila dan Pembelajaran
Rahmatan Lil�alamiin di
MTSN 2 Purwakarta?� Ingin mengetahui penerapan Pembelajaran Pembuatan Kompos Cair dan Penanaman Tanaman Dalam Implementasi Proyek Profil Pelajar
Pancasila dan Pembelajaran Rahmatan
Lil�alamiin di MTs N 2 Purwakarta.
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa, bagi
guru dan bagi sekolah. Bagi Siswa (a) Dapat meningkatkan hasil belajar siswa
pada Pembelajaran Pembuatan
Kompos Cair dan Penanaman Tanaman Dalam Implementasi Proyek Profil Pelajar
Pancasila dan Pembelajaran Rahmatan
Lil�alamiin dan dapat mengimplementasikannya dalam kegiatan dilingkungan rumahnya; (b) Dapat menambah pengalaman belajar yang bermanfaat bagi siswa dalam
kegiatan pembuatan pupuk cair sehingga
siswa bisa memanfaatkan sampah menjadi barang yang lebih bernilai; (c) Dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa dalam memahami
konsep daur ulang limbah. Bagi
Guru (a) Menambah wawasan
dan kreativitas guru dalam mengajar sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada siswa.
(b) Menambah kepekaan guru untuk dapat memanfaatkan
sumber belajar secara optimal di lingkungan sekitar. Bagi Sekolah (a) Memberikan sumbangan bagi sekolah dalam rangka
mengoptimalkan potensi siswa dan kinerja guru dalam pembelajaran profil pelajar pancasila, dan IPA (b) Memberikan
sumbangan bagi sekolah berupa solusi dalam penanganan
limbah organik melalui pembuatan pupuk organik cair.
METODA PENELITIAN
Merujuk
pada masalah yang telah dirumuskan serta tujuan penelitian yang ingin dicapai, dalam penelitian ini diterapkan suatu metode penelitian
berupa penelitian deskriptif dengan bentuk pendampingan dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan pendampingan pembuatan pupuk organic cair dari limbah
rumah tangga. Pelaksanaan evaluasi dilakukan dengan cara melihat keberhasilan
dalam pembuatan pupuk organik cair
oleh peserta yaitu peserta dapat mengoperasikan
komposter dan melakukan pengomposan dengan benar. Evaluasi dilaksanakan pada saat melakukan kegiatan peninjauan di lapangan dengan melihat hasil dari pengomposan
tersebut berupa pupuk cair yang siap digunakan.serta
permasalahan yang dihadapi
oleh para kader dalam melaksanakan kegiatan pembuatan kompos cair tersebut.
Zultuah Kifli mengatakan metode pendampingan dimengerti sebagai suatu proses kepasitasi Sumber Daya yang dimiliki oleh masyarakat hingga pada saat yang telah disepakati, kapasitas bukan lagi unsur yang berasal dari luar
kelompok. Adanya kebutuhan, masalah serta sumber daya
yang dapat dikembangkan ditingkat masyarakat, tidak serta merta
merupakan sebuah legalitas bagi lembaga untuk berbicara
atas nama masyarakat. Konsep pengembangan dari bawah, secara sepihak sebenarnya telah menjadi semacam
pengesahan bahwa masyarakat adalah pihak yang ada di bawah. Partisipasi harus menyiratkan kemandirian didalamnya dan sebaliknya.
Sering terjadi dalam diskusi, orang
mempertentangkan antara metode Bottom Up dengan Top
Down. Di satu pihak meyakini bahwa Bottom-Up merupakan metode yang paling
ideal untuk dugunakan didalam pengembangan masyarakat. Tetapi di lain pihak metode Top Down � lah yang paling efektif sebab akan mempercepat
Proses Pengembangan Masyarakat dari
pada Bottom-Up yang akan membutuhkan
waktu yang lama. Atau sebaliknya, dimana masyarakat sudah mampu berpikir kreatif dan berani mengambil inisiatif tetapi Proses Pendampingan masih menggunakan metode Top-Down. Demikian
pula halnya dengan berbagai metode pendekatan pendampingan yang
lain, seperti : Sosial Karitatif; Sosio Karikatif, adalah pendekatan yang melihat masyarakat sebagai pihak yang lemah, miskin dan tak berdaya, sehingga perlu dikasihani, diberi bantuan atau santunan dan sebagainya. Sosial Ekonomi; Sosio
Ekonomis, adalah pendekatan yang melihat masyarakat yang lemah, miskin
tersebut akaan mampu mengatasi persoalan mereka bila kemampuan ekonomisnya ditingkatkan, misalnya idenya dibantu dalam permodalan, ketrampilan teknis produksi, pemasaran dan sebagainya;Sosio Reformasi, sosio
reformis, yakni lebih melihat masyarakat
yang lemah, miskin diakibatkan
oleh tidak berjalannya fungsi-fungsi sosial yang ada, seperti Kehilangan Rasa Aman, kehilangan
sumber daya akibat bencana alam, peperangan dan sebagainya. Oleh karena itu upaya yang dilakukan adalah mengembalikan fungsi-fungsi sosial mereka maupun
Sosio Transformis; Sosio Transformis, yakni pendekatan yang lebih melihat masyarakat
kecil, lemah dan
miskin tersebut sebagai masyarakat yang telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam
pergulatan hidup melawan Kemiskinan mereka. Jadi mereka itu tidak perlu
dikasihani. Mereka hanya perlu diberi
motivasi, kesempatan
dan pengetahuan serta ketrampilan mereka lebih mampu
Merencanakan Mengembangkan Potensi yang mereka miliki.
Dari keempat pendekatan tersebut tidak bisa dikatakan yang satu lebih hebat
dari yang lain dalam hal pengembangan masyarakat yang lemah, miskin. Oleh
karena itu berbagai metode tersebut hendaknya dapat dipergunakan secara arif dan selalu mendasarkan pada kesepakatan kedua belah pihak serta
perkembangan masyarakat itu sendiri.
Dalam sebuah pendampingan yang akan dilakukan peneliti, di sini peneliti menggunakan metode dalam cara
kerja PAR . Pada dasarnya, PAR merupakan penelitian yang melibatkan secara aktif semua
pihak-pihak stakeholders dalam
mengkaji tindakan yang sedang berlangsung dalam rangka melakukan
perubahan ke arah yang lebih baik dan landasan utamanya merupakan gagasan dari masyarakat. PAR
memiliki tiga kata yang selalu berhubungan satu sama lain, yaitu partisipasi, riset, dan aksi. Cara kerja PAR dirancang menjadi daur gerakan
sosial, yaitu: Pemetaan awal digunakan
sebagai alat untuk memahami sebuah komunitas, sehingga peneliti akan mudah memahami
realitas problem dan relasi
sosial yang terjadi. Melakukan sebuah inkulturasi dan membangun kepercayaan dengan masyarakat, sehingga terjalin hubungan yang setara dan saling mendukung. Peneliti dan masyarakat bisa menyatu menjadi sebuah simbiosis mutualisme untuk melakukan riset, belajar memahami masalahnya, dan memecahkan persoalanya secara bersama-sama . Peneliti bersama komunitas mengagendakan program riset melalui teknik
Participatory Rural Aprasial untuk
memahami persoalan masyarakat yang selanjutnya menjadi alat perubahan
sosial.
Bersama masyarakat
melakukan pemetaan
wilayah, maupun persoalan
yang dialami masyarakat. Komunitas merumuskan masalah yang mendasar dalam hidup kemanusiaan
yang dialaminya. Mulai
dari masalah yang berkaitan dengan pangan, papan, sandang, MCK, dan akses. Komunitas menyusun strategi gerakan untuk memecahkan
problem kemanusiaan yang telamuskan. Menentukan langkah sistematik, menentukan pihak yang terlibat , dan merumuskan kemungkinan keberhasilan dan kegagalan program dan kesulitan dalam melaksanakan program. Komunitas didampingi peneliti membangun kelompok kerja, maupun lembagalembaga masyarakat yang bergerak dalam memecahkan problem sosial. Aksi memecahkan problem dilakukan secara partisipatif. Program
pemecahan persoalan kemanusiaan bukan hanya sekedar melakukan
program tapi juga ada perubahan yang baik, setelah terjadi pendampingan. Pusat belajar dibangun atas dasar
kebutuhan kelompok-kelompok
komunitas yang bergerak melakukan aksi perubahan. Pusat belajaar merupakan media komunikasi, riset, diskusi, dan segala aspek untuk
merencanakan, mengorganisir, dan
memecahkan problem sosial. Hal
ini karena terbangunnya pusat-pusat belajar merupakan salah satu bukti munculnya
pranata baru sebagai awal perubahan
dalam komunitas masyarakat.
Peneliti bersama dengan komunitas merumuskan teorisasi perubahan sosial. Berdasarkan atas hasil riset,
proses pembelajaran masyarakat, dan
program-program aksi yang sudah
terlaksana, penelitidan
komunitas merefleksikansemua
proses dan hasil yang diperolehnya. Skala
Gerakan dan Dukungan Keberhasilan
program PAR tidak hanya diukurndari hasil kegiatan selama proses, tetapi juga diukur dari tingkat keberlanjutan
sebuah program yang sudah berjalan dan munculnya perorganisir-perorganisir serta pemimpin lokal yang
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
digilib.uinsby.ac.id 42 melanjutkan program untuk aksi perubahan. Oleh
sebab itu bersama komunitas peneliti memperluas skala gerakan dan kegiatan.
Dari Pernyataan
di atas bahkan diharapkan komunitas-komunitas baru itu dibangun
oleh masyarakat secara mandiri tanpa harus
difasilitasi oleh peneliti. Secara umum PRA adalah sebuah metode
pemahaman lokasi dengan cara belajar
dari, untuk, dan bersama masyarakat. Hal ini untuk mengetahui, menganalisis dan mengevaluasi hambatan dan kesempatan melalui multi-disiplin dan keahlian untuk menyusun informasi dan pengambilan keputusan sesuai dengan kebutuhan
masyarakat.
Diantaranya harus senantiasa belajar secara langsung dari masyarakat, dan
bukannya mengajari mereka, senantiasa bersikap luwes dalam menggunakan metode, mampu mengembangkan metode, menciptakan dan memanfaatkan situasi, dan selalu membandingkan atau berusaha memahami informasi yang diperoleh, serta dapat menyesuaikannya
dengan proses belajar yang tengah dihadapi, melakukan komunikasi multi arah, yaitu menggunakan beberapa metode responden/kelompok diskusi dan peneliti yang berbeda untuk memperoleh informasi yang paling tepat, menggunakan sumber daya yang tesedia, untuk mendapatkan informasi yang benar, senantiasa berusaha mendapatkan informasi yang bervariasi, menjadi fasilitator pada kegiatan-kegiatan
dskusi bersama masyarakat, dan bukan bersikap menggurui dan menghakimi. berusaha memperbaiki diri, terutama dalam sikap tingkah laku
dan pengetahuan, dan berbagi
gagasan, informasi dan
pengalaman dengan masyarakat dan dengan pihak-pihak pelaksanaan program lainnya.
Melakukan riset PAR, diperlukan alat proses riset yakni PRA. Teknik-teknik kerja PRA antara lain: MappingMapping merupakan suatu teknik dalam
PRA untuk menggali informasi yang meliputi sarana fisik dan kondisi sosial dengan menggambar kondisi wilayah secara umum dan menyeluruh menjadi sebuah peta. Yakni pemetaan wilayah bersama masyarakat. Transect adalah teknik untuk menfasilitasi
masyarakat dalam pengamatan langsung lingkungan dan keadaan sumberdaya-sumberdaya dengan cara berjalan menelusuri
wilayah desa mengikuti suatu lintasan tertentu yang disepakati. Tujuan dari Transect memperoleh gambaran keadaan sumber daya alam masyarakat
beserta masalah-masalah, perubahan keadaan dan potensi yang ada. Tetapi juga tergantung dengan topik yang dipilih. Timeline imeline adalah teknik penelusuran
alur sejarah suatu masyarakat dengan menggali kejadian penting yang pernah dialami pada alur waktu tertentu. Alasan perlu melakukan
Timeline ini dapat menggali perubahan yang terjadi, masalah dan cara menyelesaikannya, dalam masyarakat secara kronologis. Dapat memberikan sebuah informasi awal yang bisa digunakan untuk memperdalam teknik lain. langkah awal untuk
teknik trend and change. menimbulkan
kebanggaan masyarakat di
masa lalu. teknik ini masyarakat merasa lebih dihargai
sehingga hubungan menjadi lebih akrab. menganalisa hubungan sebab akibat antara
berbagai kejadian dalam sejarah kehidupan
masyarakat, diantarannya:
perkembangan desa, peran wanita, kondisi lingkungan, perekonomian, kesehatan atau perkembangan penduduk. Membuat Bagan perubahan dan kecenderungan merupakan teknik PRA yang menfasilitasi masyarakat dalam mengenali perubahan dan kecenderungan berbagai keadaan, kejadian serta kegiatan masyarakat dari waktu ke
waktu. Suatu teknik PRA yang dipergunakan untuk mengetahui kegiatan utama, masalah, dan kesempatan dalam siklus tahunan
yang dituangkan dalam bentuk diagram, merupakan informasi pentingsebagai dasar pengembangan rencana program. Analisis
dan monitoring dalam pola harian, bilanan, atau musiman. Hal tersebut sangat bermanfaat dalam rangka memahami
kunci persoalan dalam tugas harian, juga
jika ada masalah baru yang muncul untuk assessment secarakuantitatif akan tenaga kerja, input, dari kegiatan harian. Diagram
Venn merupakan teknik untuk melihat hubungan
masyarakat dengan lembaga yang terdapat di desa, diagram venn menfasilitasi diskusi-diskusi masyarakat untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang
ada di desa, serta menganalisa dan mengkaji perannya, kepentingannya untuk masyarakat dan manfaat untuk masyarakat. Diagram venn bisa sangat umum atau topical, mengenai lembaga tertentu saja, misalnya yang kegiatannya berhubungan dengan kesehatan saja atau pengairan saja.
Merupakan teknik yang berfungsi sebagai alat bantu
setiap teknik PRA. Wawancara semi struktur adalah alat penggalian
informasi berupa tanya jawab yang sistematis tentang pokok-pokok tertentu. Wawancara ini bersifat
semi terbuka, artinya jawaban tidak ditentukan
terlebih dahulu, sehingga pembicaraan lebih santai.
Teknik analisa
pohon masalah ini dipergunakan untuk menganalisa bersama masyarakat tentang akar masalah, dari masalah-masalah yang ada.
Proses aplikasi
metodologi PAR dapat menjadi ajang dominasi
terhadap pihak-pihak yang lemah ke dalam
agenda pihak lain yang lebih
kuat.
Adapun untuk melakukan
proses riset pendampingan dengan menggunakan metode PAR perlu adanya strategi pendampingan yang
harus dilakukan. Strategi
pendampingan ini merupakan proses yang dilakukan sebagai pendekatan sehingga proses riset, pembelajaran dan pemecahan teknis dari problem sosial komunitas dapat dilakukan secara terencana, terprogram dan terlaksana bersama masyarakat. Berikut adalah susunan strategi pendampingan saat di lapangan.
Dalam
strategi ini, peneliti
akan membaur dengan masyarakat dengan terlibat secara langsung dalam kehidupan kelompok masyarakat.
Tahap memahami persoalan utama komunitas. Sekaligus membelajarkan pada masyarakat. Pada strategi ini, peneliti akan mengamati
dan mengidentifikasi realita
yang terjadi pada masyarakat, dengan melihat keluhan-keluhan yang datang dari masyarakat.
Tahap
To Plann merupakan tahap yang dilakukan untuk merencanakan aksi pemecahan masalah. Dalam merencanakan program harus dari rumusan masalah
dalam bentuk pohon masalah yang sudah disepakati melalui FGD.
Untuk merencanakan suatu permasalahan yang terjadi di masyarakat, peneliti mendiskusikan bersama masyarakat rencana apa yang akan dilakukan
untuk tahap penyelesaian masalah yang telah terjadi.
Setelah melalui tahap to plan yang merencanakan aksi dalam memecahkan masalah, dalam tahap ini to action yaitu melakukan aksi program sebagai pemecahan problem social. Tentu
saja pilihan program praktis harus sesuai
dengan hasil analisis problem sosialnya dan perencanaan strategis yang telah disusun. Serta dengan memperhatikan potensi sumber daya yang dimiliki.
Refleksi ini bukan hanya
untuk peneliti tetapi dilakukan bersam komunitas, sehingga terbangun pembelajaran untuk mengkritisi kembali hal-hal yang pernah dilakukan dan pelajaran apa yang bisa diambil
untuk menapak kedepan.
Dengan demikian dibangunlah sebuah komitmen untuk melanjutkan program untuk menapak perubahan
sehingga tidak terjadi keterputusan.
Seperti telah dikatakan pada bab pendahuluan hadirnya Kurikulum Merdeka menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan
kualitas pendidikan di
Indonesia yang sesuai dengan
kebutuhan zaman. Namun, juga
berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila atau yang disebut sebagai wujud Profil
Pelajar Pancasila. Madrasah Ibtidaiyah
yang selanjutnya disingkat
MI adalah satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan
pendidikan umum dengan kekhasan agama Islam yang terdiri dari 6 tingkat pada jenjang pendidikan dasar.
Implementasi kurikulum merdeka di madrasah adalah pelaksanaan kurikulum yang memberi ruang kreativitas dan inovasi kepada madrasah dalam mengembangkan kurikulum operasional pada tingkat satuan pendidikan. Pada riset pendampingan yang dilakukan peneliti, peneliti melakukan pendampingan pada kelas VII MTSN 2 Purwakarta, D.Teknik Pengumpulan
dan Pengorganisasian Data.Dalam
proses wawancara maka harus menemukan key informan dan informan pendukung. Key informan tidak selalu berasal
dari key people dalam masyarakat tersebut. Semua informasi yang lengkap tidak selalu
bisa didapatkan dari key people tetapi didapat dari key informan. Dalam pengumpulan data pada riset pendampingan dalam mengembalikan fungsi hutan bakau adalah
dengan cara wawancara secara mendalam kepada para informan.
Dalam penelitian ini, peneliti mendapatkan satu informan, maka akan mendapatkan
lebih banyak informan dan begitu seterusnya sampai menemukan kejenuhan data, yakni apabila informan
satu dengan yang lain diperoleh data yang sama.
Proses observasi dilakukan untuk melihat secara
langsung permasalahan yang terjadi di masyarakat. Dalam melakukan observasi ini, peneliti pun menemukan permasalahan yaitu hilangnya fungsi hutan bakau, sehingga dengan melihat realitas ini, peneliti pun melakukan penelitian lebih dalam agar diperoleh data yang lebih dalam. Proses observasi juga
dilakukan untuk menentukan informan-informan siapa saja yang dapat memberikan informasi secara dalam tanpa ada
yang ditutup-tutupi.
Dalam melakukan Focus Group Discussion bersama
masyarakat, peneliti menggunakan pendekatan
Participatory Rural Appraisal , antara lain: Group Discussion. Peneliti
bersama masyarakat siswa kelas VII MTSN 2 Purwakarta melakukan pemetaan mengenai daerah yang dijadikan sebagai riset, baik peta secara
geografis, demografis, dan
sebagainya. Setelah ditemukan permasalahan yang ada di masyarakat, maka peneliti bersama
masyarakat membuat pemetaan mengenai permasalahan yang ada di masyarakat. Transect berarti
menelusuri. Peneliti melakukan penelurusan
wilayah, melihat keadaan
fisik serta sumber daya yang ada di wilayah penelitian. Teknik
ini dilakukan untuk memperoleh gambaran kehidupan masyarakat secara utuh, sehingga diketahui tingkat kehidupan masyarakat dari aspek kelayakan
hidup, seperti kelayakan nutrisi dan gizi, kelayakan kesehatan, pendidikan, dan
tingkat konsumsi. Dengan demikian akan didapatkan data tentang kehidupan masyarakat sehingga dapat diketahui problematika kehidupan masyarakat. Peneliti melakukan analisis belanja rumah tangga
dengan didampingi masyarakat yang menjadi local
leader sehingga peneliti dengan masyarakat juga dapat mengenal lebih dekat karena
ada salah satu orang dari dusun yang ikut serta dalam
melakukan pendampingan. Kalender harian didasarkan pada perubahan analisis dan monitoring dalam pola harian ketimbang
musiman. Hal ini
sangat bermanfaat dalam rangka memahami kunci persoalan dalam tugas harian, juga
jika ada masalah yang mucul. Peneliti mendampingi masyarakat dalam menganalisis beberapa kegiatan yang ada di dalam rumah tangga
masyarakat, dengan melihat aspek individual masyarakat.
Dalam validasi data menggunakan triangulasi. Triangulasi adalah suatu sistem
cross check dalam pelaksanaan
PRA agar diperoleh informasi
yang akurat. Triangulasi
meliputi: Komposisi
Tim, Tim dalam PRA terdiri
dari berbagai multidisiplin, laki-laki dan
perempuan serta masyarakat dan tim dari luar . Tim juga melibatkan masyarakat kelas bawah/miskin, perempuan, janda dan berpendidikan rendah. Local leader mengajak
semua masyarakat khususnya dalam melakukan FGD. Alat dan Teknik, dalam pelaksanaan PRA selain dilakukan observasi langsung terhadap lokasi/wilayah, juga
perlu dilakukan interview
dan diskusi dengan masyarakat setempat dalam rangka memperoleh
informasi yang kualitatif.
Dalam menggali
data, local leader didampingi oleh peneliti dalam menemukan permasalahan. Keragaman Sumber Informasi. Sedangkan informasi dapat diperoleh dari masyarakat atau dengan melihat langsung tempat/lokasi Untuk mendapatkan
informasi dalam menyikapi pendampingan. Peneliti melakukan pendekatan bersama masyarakat dengan mengikuti semua kegiatan yang ada di lingkungan sekolah. Melakukan riset PAR, diperlukan adanya proses menganalisis data.
Timeline merupakan
teknik penelusuran alur sejarah suatu
masyarakat dengan menggali kejadian penting yang pernah dialami pada alur waktu tertentu. Peneliti mendampingi masyarakat siswa kelas VII MTSN 2 Purwakarta dalam melakukan
timeline. Diagram venn merupakan
teknik untuk melihat hubungan masyarakat dengan lembaga yang terdapat di suatu wilayah. Teknik ini dapat dilihat akar
dari suatu masalah. Setelah teknik ini terlaksana
maka dapat disusun juga pohon harapan yang menjadi harapan dalam penyelesaian
sebuah masalah yang telah dirumuskan dalam pohon masalah. Setelah menganalisis sebuah permasalahan tersebut, maka di analisis pula tujuan yang akan dicapai agar permasalahan tersebut dapat terselesaikan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
MTsN 2 Purwakarta adalah
salah satu satuan pendidikan dengan jenjang MTs� di wilayah Desa
Cibogohilir, Kecamatan
Plered Kabupaten Purwakarta, Jawa
Barat. Dalam Kurikulum
merdeka terdapat pembelajaran Proyek Pembelajaran Profil Pelajar Pancasila, yang mana pada semester ganjil ini mengambil
tema Gaya Hidup Berkelanjutan dengan Sub Tema Pembuatan Kompos Cari dan Penanaman Pohon.
Untuk mengimpletsaikan Proyek Profil Pelajar
Pancasila tiap rombel dibagi dalam 5 kelompok kecil, tiap kelompok rata-rata terdapat siswa 5 orang.
A. Hasil Pembuatan Kompos Cair
Ada empat
kriteria penilaian untuk siswa kelas
VII MTsN 2 Purwakarta dalam pembuatan kompos cair di antaranya:
1. Sosialilsasi Projek Dan Pembagian Kelompok
2. Persiapan Alat Dan Bahan
3. Pengumpulan Dan Pemilihan Sampah Bahan Untuk
Membuat Kompos Cair
4. Proses Pembuatan Kompos Cair
Dalam sosialisasai projek profil pelajar
pancasila dan pembagian kelompok didapatkan data dalam tabel penilaian
sebagai berikut:
|
Nilai Sosialisasai Projek Profil Pelajar Pancasila dan Pembagian
Kelompok |
|||
|
Nilai Siswa |
Frekuwensi Jumlah Siswa |
A X B |
% |
|
A |
B |
C |
D |
|
70 |
7 |
490 |
3,8% |
|
71 |
7 |
497 |
3,8% |
|
72 |
8 |
576 |
4,3% |
|
73 |
9 |
657 |
4,9% |
|
74 |
15 |
1110 |
8,2% |
|
75 |
9 |
675 |
4,9% |
|
76 |
10 |
760 |
5,4% |
|
77 |
14 |
1078 |
7,6% |
|
78 |
5 |
390 |
2,7% |
|
79 |
10 |
790 |
5,4% |
|
80 |
9 |
720 |
4,9% |
|
81 |
8 |
648 |
4,3% |
|
82 |
6 |
492 |
3,3% |
|
83 |
9 |
747 |
4,9% |
|
84 |
9 |
756 |
4,9% |
|
85 |
4 |
340 |
2,2% |
|
86 |
5 |
430 |
2,7% |
|
87 |
9 |
783 |
4,9% |
|
88 |
11 |
968 |
6,0% |
|
89 |
14 |
1246 |
7,6% |
|
90 |
6 |
540 |
3,3% |
|
Jumlah |
184 |
14693 |
100,0% |
Tabel Perolehan
Nilai Projek Profil Pelajar Pancasila Dan Rahmatan Lilaalamiin
�Mtsn 2 Purwakarta Nilai Sosialisasai
Projek Profil Pelajar Pancasila dan Pembagian Kelompok
Dalam Persiapan
Alat dan Bahan didapatkan
data dalam tabel penilaian sebagai berikut:
|
Nilai Persiapan
Alat dan Bahan |
|||
|
Nilai Siswa |
Frekuwensi Jumlah� Siswa |
A XB |
% |
|
A |
B |
C |
D |
|
70 |
13 |
910 |
7,1% |
|
71 |
7 |
497 |
3,8% |
|
72 |
4 |
288 |
2,2% |
|
73 |
10 |
730 |
5,4% |
|
74 |
6 |
444 |
3,3% |
|
75 |
10 |
750 |
5,4% |
|
76 |
15 |
1140 |
8,2% |
|
77 |
4 |
308 |
2,2% |
|
78 |
9 |
702 |
4,9% |
|
79 |
10 |
790 |
5,4% |
|
80 |
7 |
560 |
3,8% |
|
81 |
4 |
324 |
2,2% |
|
82 |
11 |
902 |
6,0% |
|
83 |
11 |
913 |
6,0% |
|
84 |
12 |
1008 |
6,5% |
|
85 |
8 |
680 |
4,3% |
|
86 |
7 |
602 |
3,8% |
|
87 |
12 |
1044 |
6,5% |
|
88 |
8 |
704 |
4,3% |
|
89 |
9 |
801 |
4,9% |
|
90 |
7 |
630 |
3,8% |
|
Jumlah |
184 |
14727 |
100,0% |
Tabel Perolehan Nilai Projek Profil Pelajar
Pancasila Dan Rahmatan Lilaalamiin
�Mtsn 2 Purwakarta Persiapan Alat Dan Bahan
Dalam Pengumpulan Dan Pemilihan Sampah Bahan Untuk Membuat
Kompos Cair didapatkan data dalam tabel penilaian sebagai berikut:
|
Pengumpulan Dan Pemilihan
Sampah Bahan Untuk Membuat Kompos Cair |
|||
|
Nilai Siswa |
Frekuwensi Jumlah� Siswa |
A X B |
% |
|
A |
B |
C |
D |
|
70 |
3 |
210 |
1,6% |
|
71 |
8 |
568 |
4,3% |
|
72 |
15 |
1080 |
8,2% |
|
73 |
19 |
1387 |
10,3% |
|
74 |
8 |
592 |
4,3% |
|
75 |
5 |
375 |
2,7% |
|
76 |
10 |
760 |
5,4% |
|
77 |
12 |
924 |
6,5% |
|
78 |
8 |
624 |
4,3% |
|
79 |
4 |
316 |
2,2% |
|
80 |
4 |
320 |
2,2% |
|
81 |
11 |
891 |
6,0% |
|
82 |
6 |
492 |
3,3% |
|
83 |
15 |
1245 |
8,2% |
|
84 |
7 |
588 |
3,8% |
|
85 |
6 |
510 |
3,3% |
|
86 |
9 |
774 |
4,9% |
|
87 |
7 |
609 |
3,8% |
|
88 |
10 |
880 |
5,4% |
|
89 |
10 |
890 |
5,4% |
|
90 |
7 |
630 |
3,8% |
|
Jumlah |
184 |
14665 |
100,0% |
Tabel Perolehan Nilai Projek Profil Pelajar
Pancasila Dan Rahmatan Lilaalamiin
Mtsn 2 Purwakarta
Pengumpulan Dan
Pemilihan Sampah Bahan Untuk Membuat
Kompos Cair
Dalam Proses Pembuatan Kompos Cair didapatkan
data dalam tabel penilaian sebagai berikut:
|
Pengumpulan Dan Pemilihan
Sampah Bahan Untuk Membuat Kompos Cair |
|||
|
Nilai Siswa |
Frekuwensi Jumlah� Siswa |
A X B |
% |
|
A |
B |
C |
D |
|
70 |
6 |
420 |
3,3% |
|
71 |
7 |
497 |
3,8% |
|
72 |
4 |
288 |
2,2% |
|
72 |
3 |
216 |
1,6% |
|
73 |
9 |
657 |
4,9% |
|
74 |
5 |
370 |
2,7% |
|
75 |
7 |
525 |
3,8% |
|
76 |
7 |
532 |
3,8% |
|
77 |
9 |
693 |
4,9% |
|
78 |
12 |
936 |
6,5% |
|
79 |
10 |
790 |
5,4% |
|
80 |
10 |
800 |
5,4% |
|
81 |
9 |
729 |
4,9% |
|
82 |
9 |
738 |
4,9% |
|
83 |
11 |
913 |
6,0% |
|
84 |
10 |
840 |
5,4% |
|
85 |
15 |
1275 |
8,2% |
|
86 |
7 |
602 |
3,8% |
|
87 |
4 |
348 |
2,2% |
|
88 |
12 |
1056 |
6,5% |
|
89 |
8 |
712 |
4,3% |
|
90 |
8 |
720 |
4,3% |
|
91 |
1 |
91 |
0,5% |
|
92 |
1 |
92 |
0,5% |
|
Jumlah |
184 |
14840 |
100,0% |
Tabel Perolehan
Nilai Projek Profil Pelajar Pancasila Dan Rahmatan Lilaalamiin Mtsn 2 Purwakarta
Pengumpulan Dan Pemilihan Sampah Bahan Untuk Membuat
Kompos Cair
Ada tiga
kriteria penilaian untuk siswa kelas
VII MTsN 2 Purwakarta dalam pembuatan kompos cair di antaranya:
1. Sosialilsasi Projek Dan Pembagian Kelompok
2. Persiapan Alat Dan Bahan
3. Proses Penanaan Tanaman
Pada sosialisasai
projek profil pelajar pancasila dan pembagian kelompok Dalam Penanaman Tanaman didapatkan data dalam tabel penilaian
sebagai berikut:
Tabel� Perolehan Nilai Projek Profil Pelajar Pancasila Dan Rahmatan Lilaalamiin
Mtsn 2 Purwakarta Sosialilsasi Projek Dan Pembagian Kelompok Dalam Penanaman Tanaman
Pada�� penilain projek profil pelajar
pancasila persiapan alat dan bahan Dalam Penanaman Tanaman didapatkan data dalam tabel penilaian
sebagai berikut:
|
Persiapan Alat Dan Bahan
Dalam Penanaman Tanaman |
|||
|
Nilai Siswa |
Frekuwensi Jumlah� Siswa |
A X B |
% |
|
A |
B |
C |
D |
|
72 |
13 |
936 |
7,1% |
|
73 |
18 |
1314 |
9,8% |
|
74 |
8 |
592 |
4,3% |
|
75 |
17 |
1275 |
9,2% |
|
76 |
14 |
1064 |
7,6% |
|
77 |
18 |
1386 |
9,8% |
|
78 |
18 |
1404 |
9,8% |
|
79 |
19 |
1501 |
10,3% |
|
80 |
15 |
1200 |
8,2% |
|
81 |
11 |
891 |
6,0% |
|
82 |
14 |
1148 |
7,6% |
|
83 |
11 |
913 |
6,0% |
|
84 |
2 |
168 |
1,1% |
|
85 |
5 |
425 |
2,7% |
|
86 |
1 |
86 |
0,5% |
|
Jumlah |
184 |
14303 |
100,0% |
Tabel Perolehan Nilai Projek Profil Pelajar
Pancasila Dan Rahmatan Lilaalamiin
Mtsn 2 Purwakarta Persiapan Alat Dan Bahan Dalam Penanaman Tanaman
Pada�� penilain projek profil pelajar
pancasila Proses Penanaan Tanaman Dalam Penanaman
Tanaman didapatkan data dalam tabel penilaian
sebagai berikut:
|
Proses Penanaan
Tanaman Dalam Penanaman Tanaman |
|||
|
Nilai Siswa |
Frekuwensi Jumlah� Siswa |
A X B |
% |
|
A |
B |
C |
D |
|
72 |
8 |
576 |
4,3% |
|
73 |
7 |
511 |
3,8% |
|
74 |
11 |
814 |
6,0% |
|
75 |
18 |
1350 |
9,8% |
|
76 |
12 |
912 |
6,5% |
|
77 |
9 |
693 |
4,9% |
|
78 |
16 |
1248 |
8,7% |
|
79 |
16 |
1264 |
8,7% |
|
80 |
18 |
1440 |
9,8% |
|
81 |
18 |
1458 |
9,8% |
|
82 |
21 |
1722 |
11,4% |
|
83 |
9 |
747 |
4,9% |
|
84 |
8 |
672 |
4,3% |
|
85 |
13 |
1105 |
7,1% |
|
Jumlah |
184 |
14512 |
100,0% |
Tabel Perolehan Nilai Projek Profil Pelajar
Pancasila Dan Rahmatan Lilaalamiin
Mtsn 2 Purwakarta
Proses Penanaan Tanaman Dalam Penanaman Tanaman
A. Pembuatan Kompos Cair
Dalam implementsi proyek profil pelajar
pancasila di MTSN 2 Purwakarta
yang bertemaknan Gaya Hidup
Berkelanjutan dalam hal ini membuat
kompos cair dan penanaman tanaman.
Kegiatan ini telah
dilaksanakan amtara bulan Juli 2022 sampai dengan bulan
Oktober 2023 dengan hasil nilai sebagaimana
terlihat pada tabel berikut ini:
�
|
Kriteria Penilaian |
Nilai Rata- Rata Kelas
|
Keterangan |
|||||
|
A |
B |
C |
D |
E |
F |
||
|
Sosialilsasi Projek Dan
Pembagian Kelompok |
80,28 |
79,00 |
81,33 |
79,91 |
79,94 |
78,61 |
|
|
Persiapan Alat Dan Bahan |
78,72 |
79,35 |
80,8 |
80,56 |
80,48 |
80,39 |
|
|
Pengumpulan Dan Pemilihan
Sampah Bahan Untuk Membuat Kompos Cair |
79,06 |
80,32 |
81,13 |
80,13 |
80,32 |
77,43 |
|
|
Proses Pembuatan Kompos Cair |
81,97 |
78,84 |
83,73 |
79,47 |
82,00 |
77,43 |
|
|
Nilai Komulatif |
80,01 |
79,38 |
81,75 |
80,02 |
79,94 |
78,46 |
|
Tabel Penilaian Pembuatan Kompos Cair
Dalam Projek Profil Pelajar Pancasila Dan Rahmatan Lilaalamiin Mtsn 2 Purwakarta
Untuk melihat nilai
rata-rata Per� Penilaian Projek Profil Pelajar Pancasila dalam pembutan kompos cair di kelas VII MTSN 2 Purwakarta bilasa dilihat pada tabel sebagai berikut:
|
No. |
Kelas |
Nilai Rata-Rata |
Nilai Rata-rata Perkelas |
|||
|
Sosialilsasi Projek Dan Pembagian Kelompok |
Persiapan Alat Dan Bahan |
Pengumpulan Dan Pemilihan Sampah Bahan Untuk Membuat Kompos Cair |
Proses Pembuatan Kompos Cair |
|||
|
1.
|
VII A |
80,28 |
78,72 |
79,06 |
81,97 |
80,01 |
|
2.
|
VII B |
79,00 |
79,35 |
80,32 |
78,84 |
79,38 |
|
3.
|
VII C |
81,33 |
80,80 |
80,13 |
83,73 |
81,50 |
|
4.
|
VII D |
79,91 |
80,56 |
80,13 |
79,47 |
80,02 |
|
5.
|
VII E |
79,94 |
80,48 |
79,97 |
82,00 |
80,60 |
|
6.
|
VII F |
78,61 |
80,39 |
77,43 |
77,43 |
78,47 |
|
Nilai Rata-rata |
79,85 |
79,85 |
79,85 |
79,85 |
|
|
|
Nilai
Rata-rata�� Penilaian
Projek Profil Pelajar Pancasila Dan Rahmatan Lilaalamiin MTSN 2 Purwakarta Dalam Pembuatan Kompos Cair Semester Ganjil Tahun Pelajaran
2022/2023 |
79,99 |
|||||
Tabel� Nilai Rata-rata Per� Penilaian Projek Profil Pelajar
Pancasila Dan Rahmatan Lilaalamiin
MTSN 2 Purwakarta Dalam Pembuatan Kompos Cair Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023
B. Penanaman Tanaman
|
Kriteria Penilaian |
Nilai Rata- Rata Kelas |
Keterangan |
|||||
|
A |
B |
C |
D |
E |
F |
||
|
Sosialilsasi Projek Dan
Pembagian Kelompok Dalam Penanamn Tanaman |
78,19 |
78,29 |
85,17 |
74 |
78,26 |
79,82 |
|
|
Persiapan Alat Dan Bahan
Dalam Penanaman Tanaman |
78,22 |
76,77 |
80,27 |
75,59 |
77,61 |
78,32 |
|
|
Proses Penanam Tanaman |
80,16 |
79,39 |
80,23 |
76,19 |
78,55 |
78,79 |
|
|
Nilai Komulatif |
78,85 |
78,15 |
81,89 |
75,26 |
78,14 |
78,98 |
|
Tabel Penilaian Penanaman Tanaman
Dalam Projek Profil Pelajar Pancasila Dan Rahmatan Lilaalamiin MTSN 2 Purwakarta
Untuk melihat nilai
rata-rata Per� Penilaian Projek Profil Pelajar Pancasila dalam penanaman tanaman di kelas VII MTSN 2 Purwakarta bilasa dilihat pada tabel sebagai berikut:
|
No. |
Kelas |
Nilai Rata-Rata |
Nilai Rata-rata Perkelas |
||
|
Sosialilsasi Projek Dan Pembagian
Kelompok Dalam Penanaman Tanaman |
Persiapan
Alat Dan Bahan Dalam Penanaman Tanaman |
Proses Penanam Tanaman |
|||
|
1. |
VII A |
78,19 |
78,22 |
80,16 |
78,86 |
|
2. |
VII B |
78,29 |
76,77 |
79,39 |
78,15 |
|
3. |
VII C |
85,17 |
80,27 |
80,23 |
81,89 |
|
4. |
VII D |
74,00 |
75,59 |
76,19 |
75,26 |
|
5. |
VII E |
78,26 |
77,61 |
78,55 |
78,14 |
|
6. |
VII F |
79,82 |
78,32 |
78,79 |
78,98 |
|
Nilai Rata-rata |
78,96 |
77,80 |
78,89 |
|
|
|
Nilai Rata-Rata Per� Penilaian
Projek Profil Pelajar Pancasila Dan Rahmatan Lilaalamiin MTSN 2 Purwakarta Dalam Penanam Tanman Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023 |
78,55 |
||||
Tabel Nilai Rata-rata Per� Penilaian Projek Profil Pelajar
Pancasila Dan Rahmatan Lilaalamiin
MTSN 2 Purwakarta Dalam Penanam Tanman
Semester Ganjil Tahun
Pelajaran 2022/2023
Dalam Kegiatan Proyek Profil Pelajar
Pancasila Dalam Kegiatan Pembuatan Kompos Cair Dan Penanaman Tanaman Dapat Disimpulkan
Sebagai Mana Pada Tabel Berikut Ini:
|
� Kriteria Penilaian |
Nilai Rata- Rata Kelas |
Keterangan |
|||||
|
A |
B |
C |
D |
E |
F |
||
|
Pembuatan Kompos Cair |
80,01 |
79,38 |
81,75 |
80,02 |
80,69 |
78,46 |
|
|
Penanaman Tanaman |
78,85 |
78,15 |
81,89 |
75,26 |
78,14 |
78,98 |
|
|
Nilai Komulatif |
79,43 |
78,76 |
81,82 |
75,26 |
79,41 |
78,72 |
|
Tabel Penilaian Projek Profil Pelajar Pancasila Dan Rahmatan Lilaalamiin
MTSN 2 Purwakarta Dalam Pembuatan Kompos Cair Dan Penanaman Tanaman
Untuk melihat rata-rata nilai akhir�� Penilaian Projek Profil Pelajar
Pancasila dalam penanaman tanaman di kelas VII MTSN 2 Purwakarta dalam pengolahan pembuatan kompos cair dan penanaman tanaman bilasa dilihat pada tabel sebagai berikut:
|
No. |
Kelas |
Rata- rata Nilai |
Rata- rata Nilai Akhir |
|
|
Pembutan
Kompos Cair |
Penanamn
Tanaman |
|||
|
1. |
VII A |
80,01 |
78,85 |
79,43 |
|
2. |
VII B |
79,38 |
78,15 |
78,77 |
|
3. |
VII C |
81,75 |
81,89 |
81,82 |
|
4. |
VII D |
80,00 |
75,26 |
77,63 |
|
5. |
VII E |
80,69 |
78,14 |
79,42 |
|
6. |
VII F |
78,46 |
78,98 |
78,72 |
|
Nilai rata-rata |
80,05 |
78,55 |
|
|
|
Penilaian Nilai Rata-rata Projek
Profil Pelajar Pancasila
Dan Rahmatan Lilaalamiin
MTSN 2 Purwakarta Dalam Pembuatan Kompos Cair Dan Penanaman Tanaman |
79,30 |
|||
KESIMPULAN
MTsN 2 Purwakarta merupakan
satuan pendidikan setingkat MTs di Cibogohlir, Kec. Purwakarta, Jawa Barat. Dalam menjalankan kegiatannya, MTsN 2 Purwakarta berada di bawah naungan Kementerian Agama. Pada tahun
pelajaran 2022/2023 MTsN 2 Purwakarta menggunakan dua kurikulum dalam
pengajarannya, kurikulum
2013 digunakan oleh siswa kelas VIII dan kelas IX, sedangkan kurikulum terpisah atau biasa
disebut prototype kurikulum
diterapkan untuk kelas VII.
Pada
kurikulum mandiri terdapat Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Proyek Pelajar Rahmatan Lil�aalamin yang mengangkat tema kehidupan berkelanjutan di semester ganjil ini dengan sub topik Pembuatan Kompos dan Penanaman Pohon. Pada semester gasal tahun pelajaran 2022/2023 memuat data siswa VII. kelas di MTsN 2 Purwakarta sebanyak 182 siswa yang terdiri dari 91 putra dan 91 putri yang terbagi dalam 6 kelompok. Untuk melaksanakan Proyek Profil Mahasiswa
Pancasila, setiap kelas dibagi menjadi 5 kelompok kecil, setiap kelompok rata-rata terdiri dari 5 siswa. Nilai rata-rata kumulatif akhir proyek produksi
kompos cair dan penanaman tanaman pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Proyek Profil Rahmatan
Lil�aalamin di MTSN 2 Purwakarta
memperoleh nilai 79,30.
DAFTAR PUSTAKA
Darmadi,
I. G., & Suyasa, I. N. (2019). Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik
(Kompos) Cair dari Limbah Rumah Tangga di Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten
Tabanan. Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Artikel Hasil Pengabdian Kepada
Masyarakat.
Dinas
Ketahanan Pangan, T. P. (2022, Maret 13). Cara membuat pupuk organik cair. http://epetani.pertanian.go.id/berita/detail/30.
Freddy
Widya Ariesta, S. M. (2022, April 27). Apa Itu Profil Pelajar Pancasila? https://pgsd.binus.ac.id/2022/04/27/apa-itu-profil-pelajar-pancasila/.
Imran Tululi,
S. M. (2021, Desember 25). Profil Pelajar Pancasila. https://www.imrantululi.net/berita/detail/profil-pelajar-pancasila.
Keputusan
Kepala BSKAP Nomor 009/H/KR 2022 Tentang Dimensi, E. d. (2022).Pendidikan
Kwarganegaraan. https://ainamulyana.blogspot.com/2022/02/keputusan-kepala-bskap nomor-009hkr2022.html.
Kifli, Z. (2010). Berbagai
Metode Pendampingan. Bintan blog Pencarian artikel masyarakat dan download
lagu melayu,.
Nata, A.
(t.thn.). ISlam Rahmatan Lil Alamin Sebagai Model Pendidikan Islam Memasuki
Asean Community. http://abuddin.lec.uinjkt.ac.id/articles/islam-rahmatan-lil-alamin-sebagai-model-pendidikan-islam-memasuki-asean-community.
R.
Susanti, I. M. (2021, Desember 11). Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik Cair
Bagi Warga Mangunsari Gunungpati Untuk Mengelola Taman Toga Organik. Berdaya
Indonesian Journal of Community Empowerment.
Republika.Co.Id. (2020,
Januari 21). Kepekaan Lingkungan Harus Ditingkatkan. https://www.republika.co.id/berita/q4enu8430/kak-seto-kepekaan-lingkungan-harus-ditingkatkan.
Rizkiana, R. (2022, Juni 13).
Perbedaan Tanaman dan Tumbuhan, Ciri-ciri, dan Jenis-jenisnya. https://lindungihutan.com/blog/perbedaan-tanaman-dan-tumbuhan/#:~:text=Beberapa%20perbedaan%20tanaman%20dan%20tumbuhan%2C%20yaitu%201)%20tanaman%20perlu%20hidup,sebagian%20yang%20memiliki%20nilai%20ekonomi.
Rizky
Satria, P. A. (2022). Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia .
Wikipedia.
(2022, April 05). Profil Pelajar Pancasila. https://id.wikipedia.org/wiki/Profil_Pelajar_Pancasila.