PENGARUH
INDEPENDENSI, KOMPETENSI, DAN IMPLEMENTASI TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER
TERHADAP KUALITAS AUDIT
Yuniza
Wulandari Yuriski 1, Cris Kuntadi2
Pascasarjana Perbanas Institute jurusan akuntansi1, Universitas
Bhayangkara Jakarta Raya2
[email protected], cris.kuntadi@dsn.ubharajaya.ac.id
|
Riwayat Artikel: Received: 04-11-2022 Revised: 18-11-2022 Accepted: 24-11-2022 Keywords:
audit
quality, independence, competency, and implementation of computer-assisted
audit techniques Kata
Kunci: kualitas audit, independensi, kompetensi , dan implementasi teknik audit berbantuan komputer. |
|
Abstract This article aims to review the factors that influence audit quality,
namely competence, independence and implementation of computer-aided audit
techniques, a study of audit literature. Writing this article is a literature
review in order to build hypotheses of the influence between variables to be
used in further research. The results of this literature review article are:
1) Independence affects audit quality; 2) Competence affects audit quality;
and 3) the implementation of computer-assisted audit techniques affects audit
quality. |
|
|
Abstrak Artikel ini bertujuan mereview faktor-faktor yang memengaruhi kualitas audit, yaitu kompetensi, independensi dan implementasi teknik audit berbantuan komputer, suatu studi literatur
audit. Penulisan artikel ini merupakan literature review
guna membangun hipotesis pengaruh antar variabel untuk digunakan pada riset selanjutnya.�� Hasil artikel
literature review ini adalah:� 1) Independensi berpengaruh terhadap kualitas audit; 2) Kompetensi berpengaruh terhadap kualitas audit; dan 3)
implementasi teknik audit
berbantuan komputer berpengaruh terhadap kualitas audit. |
Corresponding Author:
Yuniza Wulandari
Yuriski�
E-mail:
[email protected]
PENDAHULUAN
Laporan keuangan mewakili hasil akhir dan proses akuntansi yang membantu pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan. Laporan keuangan pada umumnya mencakup neraca, laporan laba rugi,
laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.
Pengguna informasi laporan keuangan biasanya adalah pihak internal dan eksternal. Pihak internal yaitu direksi dan komisaris berkepentingan dalam evaluasi� laporan� keuangan� untuk� mengetahui� kondisi� keuangan, tata kelola perusahaan,� dan pengambilan keputusan bagi� manajemen di masa depan. Pihak eksternal
seperti investor, kreditur,
debitur, otoritas pajak, atau pihak
lain yang tidak terkait langsung dengan operasi perusahaan juga memerlukan laporan keuangan untuk pengambilkeputusan terkait dengan kepentingan mereka seperti pembelian/pelepasan saham dan perhitungan pajak terhutang. Oleh karena itu, laporan
keuangan yang diterbitkan dapat diandalkan dalam proses pengambilan keputusan dan harus melewati tahapan audit/pemeriksaan. Pada setiap tahapan audit , pekerjaan auditor harus disupervisi secara memadai untuk memastikan
tercapainya sasaran dan terjaminnya kualitas audit (Kuntadi, 2021).
Audit merupakan salah satu bagian dari pengawasan,
pada praktisnya terdiri dari� tindakan mencari keterangan tentang apa yang dilaksanakan dalam suatu instasi atau
organisasi yang diperiksa, membandingkan hasil dengan kriteria yang telah di tetapkan, serta menyetujui ataupun menolak hasil dengan� memberikan� rekomendasi� tentang� tindakan-tindakan� perbaikan (Sukriyah� et� al.,�
2009). Profesi auditor merupakan
suatu pekerjaan yang berlandaskan pada pengetahuan
yang kompleks dan hanya dapat dilakukan oleh individu dengan kemampuan dan pendidikan tertentu. Dan salah satu tugas auditor dalam menjalankan pekerjaan nya adalah menyediakan
informasi yang berguna bagi publik dan masyarakat dalam mengambil keputusan ekonomi (Carolita & Rahardjo, 2012).�
Hasil pekerjaan auditor akan
laporan keuangan diharapkan adalah laporan audit laporan keuangan yang berkualitas.� Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas audit. Kualitas audit merupakan hal yang penting karena kualitas yang tinggi akan menghasilkan
laporan keuangan yang dapat dipercaya sebagai dasarpengambilan keputusan (Atiqoh & Riduwan ,2016). Banyak penelitian
yang menguji apakah terdapat hubungan kualitas audit dengan variabel dependen tertentu, termasuk perkembangan teknologi.
Audit yang berkualitas adalah audit yang dilaksanakan oleh orang yang kompeten
dan orang yang independen. Auditor yang kompeten adalah auditor yang memiliki kemampuan teknologi, memahami dan melaksanakan prosedur audit yang benar. Penelitian ini akan berfokus
pada salah satu standar atribut yang melekat pada auditor
yaitu independensi dan kompetensi serta perkembangan teknologi yaitu Implementasi Teknik Audit Berbantuan Komputer terhadap kualitas audit.�
Independensi dipilih menjadi faktor pertama karena independensi merupakan salah satu standar audit yang penting dan harus dimiliki oleh semua auditor sebelum melakukan audit. Wilcox (1952) di dalam
Mautz dan Sharaf (1961) menekankan
bahwa independensi adalah standar pengauditan yang esensial untuk menunjukkan kredibilitas laporan keuangan yang menjadi tanggung jawab manajemen dan menekankan jika� akuntan tidak bersikap independen, maka opini yang diberikannya tidak akan memberi
tambahan nilai apa pun. Oleh karena itu, penulis ingin
meneliti pengaruh Independensi terhada kualitas audit.
Menurut Alvin A.Arens et.All (2013:42) mendefinisikan kompetensi sebagai berikut: Kompetensi sebagai keharusan bagi auditor untuk memiliki pendidikan formal berupa auditing dan akuntansi, pengalaman praktik yang cukup bagi pekerjaan
yang� dilakukan,serta
mengikuti pendidikan
professional berkelanjutan. Christiawan
(2002) menyatakan ada dua hal yang mempengaruhi
kualitas audit yaitu kompetensi yang didapatkan melalui pengalaman auditor dan pendidikan serta independensi yang didefinisikan sebagai tidak mudah
dipengaruhi dan tidak memihak siapapun.� Kompetensi dan Independensi adalah dua hal yang tidak
dipisahkan dan wajib dimiliki oleh semua auditor sebagaimana tercantum dalam standar audit.
Mengacu kepada Standar Internasional Praktik Profesional Audit Internal (Standar)
yang diterbitkan oleh The Institute of Internal Auditors
tahun 2016 menyatakanAuditor
Internal harus memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi lain yang dibutuhkan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Aktivitas audit
internal, secara kolektif, harus memiliki atau memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi lain yang dibutuhkan untuk melaksanakan tanggung jawabnya. Pernyataan ini sejalan dengan alah satu model kualitas audit yang dikembangkan adalah model De Angelo (1981) yang mana fokusnya
ada pada dua dimensi� kualitas� audit� yaitu kompetensi�� dan�� independensi.� Dengan demikian, Peneliti bermaksud turut meneliti pengaruh kompetensi terhadap kualitas audit. Saat ini perkembangan teknologi mempengaruhi setiap aspek proses bisnis termasuk audit. Mayoritas perusahaan menggunakan komputer atau bahkan sistem
akuntansi yang komprehensif
untuk melakukan pencatatan. Dengan demikian, proses audit pun akan dilaksanakan secara komputerisasi. Lovata (1990) menyatakan bahwa teknologi komputer dapat berguna sebagai
alat bantu dalam berbagai teknik audit. Teknik audit berbantuan
komputer membantu auditor dalam pekerjaan karena audit lebih efektif dan efisien, terutama untuk pembukuan klien yang sudah terkomputerisasi. Implementasi teknik audit berbantuan komputer (TABK) tercantum dalam didalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP)
- Pernyataan Standard Akuntansi
(PSA) No. 59 (Standard Akuntansi Seksi
327) perihal teknik audit berbantuan komputer. TABK tidak hanya memudahkan
dalam hal analisa tetapi juga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi waktu, biaya dan juga sumber daya manusia
(Januraga dan Budhiarta,
2015). Implementasi berpengaruh
pada kualitas audit yang dihasilkan
oleh auditor dalam memberikan
opininya atas laporan keuangan.
Berdasarkan pengalaman empirik banyak mahasiswa dan author yang kesulitan dalam mencari artikel pendukung untuk karya ilmiahnya sebagai penelitian terdahulu atau sebagai penelitian yang relevan. Artikel yang relevan di perlukan untuk memperkuat teori yang di teliti, untuk melihat
hubungan atau pengaruh antar variabel dan membangun hipotesis.� Artikel ini membahas pengaruh
Independensi, Kompetensi,
dan implementasi teknik
audit berbantuan komputer terhadap kualitas audit, suatu studi literature review dalam bidang auditing.
METODA PENELITIAN
Metode penulisan artikel ilmiah ini adalah
dengan metode kualitatif dan kajian pustaka (Library
Research). Mengkaji teori
dan hubungan atau pengaruh antar variabel dari buku-buku
dan jurnal baik secara off line
di perpustakaan dan secara online yang bersumber
dari Mendeley,
Scholar Google dan media online lainnya.� Sugiyono (2016:9) menjelaskan bahwa metode deskriptif kualitatif adalah metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat postpositivisme digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen)
Dalam penelitian kualitatif, kajian
pustaka harus digunakan secara konsisten dengan asumsi-asumsi metodologis.
Artinya harus digunakan secara induktif sehingga tidak mengarahkan
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peneliti. Salah satu alasan utama
untuk melakukan penelitian kualitatif yaitu bahwa penelitian tersebut bersifat
eksploratif, (Ali & Limakrisna, 2013).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan Kajian teori dan penelitian
terdahulu yang relevan maka pembahasan artikel literature
review ini dalam konsentrasi Audit adalah:
1. Pengaruh Independensi terhadap kualitas audit.
Penelitian Kompetensi Cut Mazaya
Aqmarina, Nasir Ibrahim, dan Cut Rusmina
(2022) menunjukkan bahwa Independnensi berpengaruh dan signifikan terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan
Publik di Banda Aceh. Hasil penelitian ini sejalan dengan
penelitian lainnya, yaitu penelitian Wulandari dan Wirakusuma (2017) dengan hasil penelitian
independensi memiliki pengaruh yang positif terhadap kualitas audit. Lebih lanjut lagi,
kesimpulan penelitian Citra
Etika, Liya Ermawati, dan Junaini Bustami (2022) terhadap audit bank syariah adalah
Independensi����
auditor���� yang���� memadai dapat��� memenuhi standar��� pelaksanaan��� audit sehingga tidak memunculkan kepentingan� pribadi� yang� dapat mempengaruhi�� level kepatuhan�� auditor terhadap kode etik profesi
akuntan publik sebagai akibat penetapan independensi yang terlalu rendah. Semakin tinggi Independensi yang ditetapkan
auditor, semakin mudah mendeteksi kecurangan� atau
salah� saji� laporan� keuangan� perusahaan sehingga��� dapat��� meningkatkan��� kualitas audit�
syariah� yang dapat
diandalkan oleh pengguna laporan keuangan.
Utari Tri Kusuma (2021) dalam studinya
menyatakan independensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. Pengaruh ini terjadi ketika
auditor menerapakan sikap independensi dan tidak terpengaruh oleh pemilik jabatan di atasnya ketika penyusunan program audit. Untuk meningkatkan kualitas audit dari faktor kompetensi , auditor harus mempertahankan sikap� independensi� dan� menggunakan due�
professional� care dalam� menjalankan� tugas profesionalnya serta didukung� dengan� adanya time� budget agar proses� audit�
yang� dilakukan� auditor�
dapat dilakukan� secara �efektif� dan� efisien . (Satria Pradana, Enggar Diah P, dan� Netty Herawaty, 2021).
2. Pengaruh Kompetensi� terhadap� kualitas audit.
Penelitian Kompetensi� Agytri
Wardhatul (2019) menunjukkan
bahwa kompetensi berpengaruh�� positif terhadap� kualitas� audit maka
auditor� yang� terus� memperluas� pengetahuan� yang� dimiliki dan� menambah� pengalaman� lebih� banyak� akan� menghasilkan� kualitas� audit� yang� baik� dan andal. Kompetensi berhubungan dengan�� keahlian�� profesional�� yang��
dimiliki��
oleh auditor sebagai hasil
dari edukasi formal, ujian professional ataupun keterlibatan dalam pelatihan,� seminar,� simposium (Suraida,� 2005).� Menurut (Badjuri,� 2012) semakin� tinggi� kompetensi� yang� dimiliki� oleh� auditor�
sektor� publik, sehingga semakin baik juga kualitas hasil pemeriksaannya.
(Haryanto & Susilawati, 2018) menunjukkan bahwa independensi auditor berpengaruh positif terhada menyatakan bahwa kompetensi auditor berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kualitas audit yang dihasilkannya, semakin tinggi kompetensi seorang auditor maka kualitas audit yang dihasilkan semakin baik. Dikdik
Maulana (2020) dalam penelitiannya
menemukan bahwa kompetensi berpengaruh� terhadap� kualitas� audit.�
Dengan� kata� lain� bahwa� kualitas� audit� akan semakin� baik,� jika� akuntan� publik� berpengetahuan�
dan� berpengalaman� cukup� dan eksplisit� dapat� melakukan� audit� secara� objektif,� cermat� dan� seksama,� saat� auditor mengaudit� laporan� keuangan� klien� dapat� menemukan� pelanggaran� yang� terjadi dalam sistem
akuntansi klien dan melaporkannya dalam laporan keuangan auditan. Dengan demikian, kompetensi berpengaruh terhadap kualitas audit.
3. Pengaruh implementasi teknik audit berbantuan komputer� terhadap kualitas audit.
Penelitian I Ketut Januraga dan
I Ketut Budiartha (2015) menyatakan bahwa Teknik�� audit��
berbantuan��
komputer berpengaruh�� positif�� dan�� signifikan terhadap�� kualitas�� audit. Penelitian ini sejalan dengan �penelitan
Harum�
(2014)� meneliti� tentang� teknik� audit� berbantuan� komputer� sebagai prediktor� kualitas� audit�
pada� BPK� RI� Perwakilan� Provinsi� Bali.� Hasilnya� adalah
variabel�
TABK� berpengaruh� positif� pada���
kualitas�
audit. Hubungan� antara� TABK� terhadap� kualitas� audit� bersifat� positif (Yuliana
Sari dan Kurniawati, 2021). Pengaruh
ini mengimplikasikan� bahwa
di era digitalisasi penggunaan
teknologi membuat pekerjaan� auditor menjadi efisien� dan� meningkatkan� kualitas� audit.
Hasil ini didukung oleh hasil penelitian dari Muhayoca & Ariani (2017). Hasil Penelitian Januraga dan Budhiarta (2015) dan
Omunuk (2015) menyatakan bahwa TABK memiliki pengaruh yang signifikan tehadap kualitas audit karena penerapan TABK sangat membantu auditor dalam melaksanakan pemeriksaan menjadi efisien dan efektif. Dengan demikian, Implementasi Teknik
Audit Berbantuan Komputer berpengaruh positif terhadap kualitas audit.
Conceptual Framework
�Kompetensi Independensi kualitas audit Implementasi
Teknik Audit Berbantuan Komputer
Figure 1:
Conceptual Framework
Berdasarkan gambar conceptual framework di atas, maka:� Independensi Kompetensi,� dan implementasi
teknik audit berbantuan komputer�� berpengaruh terhadap kualitas audit.
Selain dari tiga variabel exogen ini yang mempengaruhi kualitas audit, masih banyak variabel� lain yang mempengaruhinya
diantaranya adalah:
a) Pengalaman Kerja : (Ahmad Aidil Ritonga, 2016) dan
( Kristianto, E. J., & Pangaribuan,
H, 2022)
b) Profesionalisme : (Roby
Maulana M, 2015) dan� (Rengganis, R. M. Y. D., & Mirayani,
L. P. M, 2021)
c) Objektifitas: (Kusumawardani, D., & Riduwan,
A, 2017) dan (Abdullah I, 2016)
Akuntabilitas (Pradana, B. A., & Trisnaningsih,
S., 2022) dan (Puspasari, G., Suarthana,
W. R., & Ilmiyono, A. F, 2021)
KESIMPULAN
Berdasarkan teori, artikel yang relevan dan pembahasan maka dapat dirumuskan
hipotesis untuk riset selanjutnya:
1. Independensi�� berpengaruh terhadap kualitas audit.
2. Kompetensi berpengaruh terhadap kualitas audit.�
3. Implementasi teknik audit berbantuan komputer berpengaruh terhadap kualitas audit.�
DAFTAR PUSTAKA
Ali , H.,
& Limakrisna, N. (2013). Buku Metodologi Penelitian (Petunjuk Praktis
Untuk Pemecahan Masalah Bisnis, Penyusunan Skripsi, Tesis, Dan Disertasi).
Jakarta : Universitas Terbuka.
Etika, C.,
Ermawati, L., & Bustami, J. (2022). Analisis Pengaruh Independensi Auditor
dan Pendidikan Auditor Terhadap Kualitas Audit Syariah Pada Perbankan Syariah
Di Indonesia. SYARIKAT : JURNAL RUMPUN EKONOMI SYARIAH VOL. 5 NO. 1.
Achmad, B.
(2012). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hasil Pemeriksaan
Audit Sektor Publik (Studi Empiris pada BPKP Perwakilan Jawa Tengah). Dinamika
Akuntansi Keuangan Vol 1 No 2.
Aqmarina, C.
M., Ibrahim, N., & Cut , R. (2022). Pengaruh Pengalaman, Independensi, Dan
Fee Audit Terhadap Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik Di Banda Aceh . Serambi
Konstruktivis , Volume 4, No.2.
Atiqoh, N.,
& Riduwan, A. (2016). Pengaruh Due Professional Care, Motivasi Auditor,
Time Budget Pressure terhadap Kualitas Audit. Jurnal Ilmu dan Riset
Akuntansi Vol 5 No 2
Auditors, T.
I. (2016). Standar Internasional Praktik Profesional Audit Internal .
Carolita, M.
K., & Rahardjo, S. N. (2012). PENGARUH PENGALAMAN KERJA, INDEPENDENSI,
OBJEKTIFITAS, INTEGRITAS, KOMPETENSI, DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP