PENGARUH
PERCEIVED VALUE, KUALITAS PRODUK, EKUITAS MEREK TERHADAP LOYALITAS CUSTOMER DI
MEDIASI KEPUASAN
Johan Wijaya, Jul Aidil Fadli
Universitas Esa Unggul
[email protected], [email protected]
�
|
Riwayat
Artikel: Received: 03-09-2022 Revised: 10-09-2022 Accepted: 12-09-2022 Keywords: Perceive Value, Product Quality, Brand Equity,
Customer, Satisfaction, Customer Loyalty. Kata Kunci: Perceived Value,
Kualitas Produk, Brand Equity, Kepuasan Pelanggan, Loyalitas Pelanggan. |
|
Abstract The pandemic
situation has changed people's shopping behavior, especially in Indonesia,
from being offline to online. This condition has made online shopping a new
lifestyle for people in Indonesia. This study tries to see the effect of
Perceived Value, Product Quality and Brand Equity on online customer loyalty
mediated by customer satisfaction. The research objects selected in this
study are online marketplace customers in Indonesia. Data were collected
through a questionnaire method that was filled out independently of 197
respondents using the census method. Measurements of exogenous and endogenous
constructs were tested using confirmatory factor analysis, and the results
showed that the full model feasibility test was within the expected value
range and the analysis used the Structural Equation Model (SEM). The results
of this study are Perceived Value, Product Quality, Brand Equity has a positive
effect on Customer Satisfaction, Perceived Value, Product Quality, Brand
Equity has a positive effect on Customer Loyalty. While customer satisfaction
has a positive effect on customer loyalty. For further researchers to examine
a wider sample and add other variables that affect loyalty. |
|
|
Abstrak Situasi
pandemi telah merubah perilaku belanja masyarakat terutama di Indonesia dari yang
sebelumnya offline menjadi
online. Kondisi Ini telah membuat belanja online menjadi sebuah gaya hidup
baru masyarakat di
Indonesia. Penelitian ini
mencoba untuk melihat pengaruh Perceived
Value, Kualitas produk
dan Brand Equity terhadap loyalitas
pelanggan online dengan
di mediasi oleh kepuasan pelanggan. Adapun objek penelitian yang dipilih dalam studi ini
adalah pelanggan
marketplace online di Indonesia. Data dikumpulkan melalui metode kuesioner yang diisi secara mandiri terhadap 197 responden dengan menggunakan metode sensus. Pengukuran terhadap konstruk eksogen dan endogen diuji menggunakan analisis faktor konfirmatori, dan hasilnya menunjukkan bahwa uji kelayakan full model berada dalam rentang nilai yang diharapkan serta Analisa menggunakan
Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian ini adalah Perceived Value, Kualitas Produk, Brand Equity berpengaruh positif terhadap Kepuasan Pelanggan, Perceived Value, Kualitas
Produk, Brand Equity berpengaruh
positif terhadap Loyalitas Pelanggan. Sedangkan Kepuasan Pelanggan berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan. Kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti pada sampel yang lebih luas dan menambahkan variabel lainnya yang mempengaruhi loyalitas. |
Corresponding
Author: Johan Wijaya�
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
������� Dengan
meningkatnya transaksi perdagangan global, dan persaingan antar perusahaan
lintas negara, kondisi industry perdagangan telah berubah secara
substansial (Susanti dan Jasmani), 2020). Dengan munculnya
Internet, peningkatan penetrasi smartphone, dan kehadiran berbagai
pengecer di pasar online, konsumen semakin memilih untuk dapat
berbelanja online. Namun, cara mereka berbelanja berbeda antara pembeli online
dan offline. Meskipun pembeli offline masih membeli dengan cara
tradisional, pembeli online memiliki banyak sekali informasi yang mereka
miliki. Berdasarkan hasil riset katadata perkembangan transaksi e-commerce di
Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan pada tahun 2018 dengan nilai
106 Triliun, tahun 2019 dengan nilai 206 Triliun,� tahun 2019
dengan nilai 266 Triliun, tahun 2020
dengan nilai 403 Triliun, tahun 2022 dengan
nilai 530 Triliun. Fenomena pembelian online ini semakin meningkat peminatnya setelah adanya pandemi covid-19 yang megharuskan masyarakat membatasi bersosialisasi dan berbelanja langsung. Fenomena online marketing ini
menjadi trend yang tidak
bisa dibendung lagi. Selama Pandemi
masyarakat dapat menelusuri online untuk
berbagai produk/layanan, membandingkan harga, mencari ulasan, dan kemudian
membuat keputusan yang tepat untuk membeli (Pandey et al., 2020). Berbeda dengan
pembeli offline di mana mereka
masih� memerlukan effort yang besar dalam
mendapatkan barang, membandingkan antar penjual yang ujungnya menyita banyak
waktu, tenaga dan biaya. Pelanggan menuntut agar penjual memenuhi atau melampaui harapan mereka dan peluang
bagi pelanggan untuk berbelanja melalui beberapa saluran untuk melayani
secara memadai, memuaskan dan mempertahankan pelanggan (Slack et al., 2020).
������� Dalam dunia yang
kompetitif, pelanggan tidak pernah membutuhkan organisasi; Namun, sebaliknya organisasilah yang membutuhkan pelanggan (Pooya et al., 2020). Karena
evolusi sektor barang dan jasa
yang kompetitif saat ini, perusahaan berusaha keras untuk mempertahankan dan
membuat loyal pelanggan mereka (Giovanis dan Athanasopoulou, 2018). Pelanggan
yang sepenuhnya puas dengan organisasi akan loyal dan berbagi
pengalaman positif mereka dengan orang lain, mereka akan bertindak sebagai
saluran iklan dari mulut ke mulut untuk organisasi dan akibatnya mengurangi
biaya untuk menarik pelanggan baru. Mempertahankan pelanggan untuk loyal dalam waktu lama lebih menguntungkan
daripada menarik pelanggan baru (Paulose dan Shakeel, 2021). Loyalitas juga
mengarah pada advokasi merek � alat pemasaran yang kuat dan gratis dengan
pelanggan setia yang bertindak sebagai advokat yang andal di media sosial, serta dengan santai membawa teman, keluarga,
dan pelanggan potensial lainnya untuk ikut membeli dan menggunakan produk tersebut (Paulose dan Shakeel, 2021). Loyalitas
pelanggan dianggap sebagai kunci penting keberhasilan dan keuntungan organisasi (Indrawati et al., 2020). Konsep
loyalitas tersebut menjadi sebuah keharusan pada masa sekarang, sebab loyalitas
tidak hanya dikaitkan dengan perilaku pembelian kembali, tetapi juga dengan
perilaku positif sikap dalam kaitannya dengan penyedia
layanan (Saueressig et al., 2021). Sasaran
akhir suatu perusahaan dalam menjalankan bisnisnya adalah meningkatkan kepuasan
pelanggan dengan melayani permintaan mereka serta karena kepuasan pelanggan
dapat menyebabkan loyalitas mereka, sehingga kepuasan merupakan salah satu
faktor terpenting yang dapat membantu meningkatkan penjualan bisnis perusahaan (Le et al., 2020). Sebab setiap organisasi yang sukses cenderung
memenangkan tingkat kepuasan pelanggan yang lebih tinggi untuk produk yang diberikannya �(Paulose dan Shakeel, 2021). Kepuasan pelanggan juga merupakan target yang
sangat diinginkan untuk bisnis karena pelanggan yang puas cenderung membeli
lebih banyak, mengunjungi kembali, dan menyebarkan opini positif dari mulut ke
mulut ke pelanggan lain (Chiguvi dan Guruwo, 2020). Menurut Kotler et al. (2019) tingginya
kepuasan yang dirasakan konsumen membuat konsumen dapat merekomendasikan produk
kepada orang lain serta akan loyal terhadap produk tersebut. Sebelum
pelanggan loyal terhadap produk perusahaan, maka pelanggan harus puas terhadap
produk dan layanan yang diberikan. Upaya untuk melihat kepuasan pelanggan dan loyalitas konsumen dilakukan
dengan melihat beberapa faktor seperti citra perusahaan, kualitas pelayanan, kualitas produk yang dirasakan pelanggan (Shinta et al.,
2020).
������� Tak kalah pentingnya Perusahaan harus mampu mengikat konsumen dengan
produk yang berkualitas dan
pelayanan yang berkualitas juga, agar
konsumen puas dan tetap setia dan loyal (Butarbutar et al.,
2019). Suatu produk dapat
memuaskan konsumen bila dipandang dapat memenuhi atau melebihi keinginan dan
harapan mereka (Susanti dan Jasmani,
2020). Sebab pada dasarnya konsumen
selalu melihat dan mengevaluasi kualitas produk di pasar sebelum membeli.
Kualitas produk biasanya dinilai oleh pelanggan dari hasil membandingkan
kualitas yang diharapkan dan kualitas yang dirasakan (Adhikari, 2018). Kualitas menjadi salah satu komponen yang
mengarah pada evaluasi pasca konsumsi pelanggan seperti kepuasan, nilai,
kepercayaan, dan loyalitas terhadap produk dan layanan (Suttikun dan Meeprom,
2021). Evaluasi produk ini tidak terlepas dari peran nilai
yang dirasakan dalam sebuah produk.
������� Nilai yang
dirasakan bertindak sebagai komponen utama dari keseluruhan proses pemberian
produk atau layanan yang tepat kepada pelanggan yang tepat pada waktu yang
tepat. Nilai yang dirasakan juga memberikan peluang harga relatif bagi
organisasi (Pooya et al., 2020). Sehingga
organisasi mendapatkan keuntungan dari penilaian pelanggan tersebut.� (El-Adly, 2019) juga menetapkan efek positif dari nilai yang
dirasakan akan memberikan dampak pada retensi dan loyalitas pelanggan. Jadi,
jika pelanggan memiliki persepsi nilai positif dari produk yang diberikan,
mereka cenderung akan loyal dan membeli kembali. Nilai yang dirasakan pelanggan
juga dapat menjadi prediktor signifikan dari loyalitas pelanggan, yaitu,
semakin besar persepsi nilai konsumen, semakin besar kemungkinan mereka untuk
menyampaikan keinginan untuk membeli produk lagi (Paulose dan Shakeel, 2021). Perilaku loyalitas seperti kesinambungan hubungan
peningkatan skala atau cakupan hubungan dan rekomendasi kepada orang lain
(melalui mulut ke mulut) adalah hasil dari kepercayaan pelanggan bahwa nilai
yang diberikan oleh satu pemasok lebih signifikan. daripada yang diperoleh dari
pemasok lain. Sehingga pada akhirnya Nilai yang dirasakan pelanggan dan program
loyalitas dapat memuaskan pelanggan dan membuat mereka tetap setia (Khawaja et al., 2021).
������� Telah banyak peneliti yang melakukan penelitian pengaruh kualitas produk
terhadap loyalitas pelanggan seperti penelitian yang dilakukan pada oleh Suttikun dan Meeprom
(2021) pada industri wisata ; Rua et al. (2020) pada industri pendidikan bamboo institute Dili. Nilai
yang dirasakan pelanggan juga memiliki hubungan langsung dengan loyalitas
pelanggan. Beberapa dari penelitian yang mendukung pernyataan tersebut adalah
penelitian yang dilakukan oleh Husein et al. (2018); Kusumawati dan Rahayu (2020) pada
industri food baverage, di mana adanya hubungan antara Perceived value dengan loyalitas
pelanggan. Sedangkan Penelitian terkait hubungan Kepuasan pelanggan dengan
loyalitas pelanggan yang mempengaruhi loyalitas pelanggan, Hal ini dibuktikan
dalam studi empiris yang dilakukan pada industri food dan Baverage �oleh Kusumawati dan Rahayu (2020); pada
industri wisata oleh� Suttikun dan Meeprom
(2021); industri manufaktur oleh Le et al., (2020); industri kesehatan yang dilakukan oleh (Aljumah et al.,
2020). Di
mana dalam penelitiannya menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara kepuasan
terhadap loyalitas pelanggan.
������� Pada akhir
penelitiannya Suttikun dan Meeprom (2021) menjelaskan bahwa perlunya penelitian lanjutan dengan
menggunakan variabel lain serta dilakukan pada industri lain untuk mendapatkan
hasil yang lebih baik. Namun demikian dalam penelitian ini peneliti mencoba
melanjutkan penelitian sebelumnya dengan menggabungkan variabel kualitas
produk, kualitas layanan dan kepuasan pelanggan ke dalam satu penelitian
terhadap loyalitas pelanggan di situasi pandemi Covid-19 dan tahun 2022. Selain itu penelitian sebelumnya dilakukan pada
pariwisata, food baverage, manufaktur di Indonesia dan Luar negeri.
sedangkan penelitian ini akan dilakukan pada Produk retail yang dijual di Pasar
online� di Indonesia. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Nilai yang dirasakan, kualitas produk terhadap loyalitas pelanggan, kualitas
layanan dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan marketplace online dalam melakukan pembelian kebutuhan produknya. Penelitian ini juga
diharapkan dapat menjadi rujukan bagi perusahaan yang menjual produknya baik di
marketplace online agar dapat memperhatikan aspek kualitas layanan dan
kualitas produknya untuk bisa membuat pelanggan puas dan loyal. Penelitian ini
juga diharapkan dapat menjadi bahan rujukan dan acuan bagi para mahasiswa dan
akademisi untuk perkembangan ilmu pemasaran dan penelitian lanjutan.
METODE PENELITIAN
� Pada pengukuran penelitian ini menggunakan 3 variabel independen yaitu� kualitas produk, perceived value,
kepuasan pelanggan, dan variabel dependen loyalitas pelanggan. Dalam pengukuran
ini peneliti akan menyebarkan kuesioner dengan menggunakan Skala Linkert 1-5 di
mana skor 1 adalah Sangat tidak setuju, skor 2 Tidak setuju, skor 3 netral dan
skor 4 setuju dan skor 5 sangat setuju (Syah dan Wijoyo, 2021).
Populasi pada penelitian
ini adalah seluruh pelanggan marketplace
online di Indonesia, dengan sampel
diperoleh sebanyak 197 pelanggan marketplace online di Indonesia. Penentuan sampel ini berdasarkan ketentuan n (variable) x Indikator,
sehingga dalam penelitian ini sebanyak 5 variabel dan indikator sebanyak 27, dengan demikian minimum sampel adalah 135 responden (Hair et al., 2018). Penelitian
ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan diperoleh dari data primer dengan penyebaran kuesioner (Kusuma dan
Fadli, 2021). Tujuan selanjutnya
untuk menguji model penelitian, signifikansi hubungan antara variabel dengan faktor dan hipotesis. Teknik pengambilan sampel adalah menggunakan teknik purposive sampling sehingga
sampel akan dipilih dengan kriteria yang ditentukan, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan
tertentu sesuai dengan tujuan penelitian
(Wahyuni et al., 2021). Adapun kriteria
untuk pemilihan sampel pada penelitian ini adalah pria
atau wanita berusia antara 19 sampai di atas 40 tahun, pelanggan marketplace
online.
Penelitian ini menggunakan metode sebagai adalah Analisis Data Deskriptif Kuantitatif dengan menggunakan Indeks Three Box Method, alat Analisis ini digunakan
untuk mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul. Jenis statistik yang disajikan dalam penelitian ini adalah angka indeks.
Analisis angka indeks ini dilakukan
untuk mengetahui persepsi umum responden
mengenai sebuah variabel yang diteliti, maka perhitungan indeks jawaban responden akan dihitung dengan rumus berikut: Rosnaini Daga 70 Nilai indeks = ((%F1x1) + (%F2x2) + (%F3x3) + (%F4x4) + (%F5x5) /
5 Keterangan : pertama� F1 adalah frekuensi responden yang menjawab 1. Kedua F2 adalah frekuensi responden yang menjawab 2, ketiga F3 adalah frekuensi responden yang menjawab 3, keempat F4 adalah frekuensi responden yang menjawab 4. Kelima F5 adalah frekuensi responden yang menjawab 5 Untuk mendapat kecenderungan dari jawaban responden
terhadap masing-masing variabel,
akan didasarkan pada nilai skor rata-rata (indeks) yang dikategorikan dalam rentang skor
berdasarkan perhitungan
three box method sebagai berikut
(Ferdinand, 2014): pertama Nilai indeks
maksimum: (%Fx5)/5 = (91 x 5)/5 = 91. Kedua Nilai indeks minimum:
(%Fx1)/5 = (91 x 1)/5 = 18,2 Dengan menggunakan kriteria tiga kotak (three box method), maka nilai interval dapat dihitung dengan cara: nilai
maksimum dikurangi nilai minimum dan hasilnya dibagi tiga akan
menghasilkan nilai interval
sebesar 24,2 yang akan digunakan sebagai daftar interprestasi nilai indeks, yang dalam contoh ini adalah
sebagai berikut: 1) 50-100
= Rendah 2) 101 � 150 = Sedang 3) 151� 199 = Tinggi.
Structural
Equation Models (SEM) merupakan pendekatan
statistik multivariat yang menggabungkan unsur analisis faktor, analisis jalur, dan regresi setelah peneliti mengumpulkan semua data kuesioner, agar temuan penelitian lebih komprehensif (Hair et al.,
2018). Variabel tersembunyi
atau variabel yang tidak diukur secara
langsung tetapi mendekati dalam model data yang diamati dan dianggap memiliki hubungan dengan variabel laten ini adalah manfaat
lain yang disediakan SEM. Paket
perangkat lunak Lisrel 8.8 untuk Windows juga akan digunakan untuk pemrosesan data statistik
HASIL PENELITIAN
Penelitian ini dianalisa menggunakan
Structural Equation Models (SEM) untuk mengetahui dan mencari tentang Pengaruh
dari variabel yaitu Perceived value, Kualitas produk,
dan Brand equity terhadap Customer loyalty dengan dimediasi Kepuasan Pelanggan.
Untuk memperoleh gambaran tentang karakteristik pelanggan yang berada di
seluruh Indonesia yang akan di teliti maka perlu dilakukan uji deskriptif
statistik yaitu dengan jumlah responden sebanyak 197 Pelanggan market online.
Karakteristik responden pada penelitian ini yang diperhatikan diantarnya adalah
usia, pekerjaan, pendidikan dan masa kerja. Data yang digunakan di dalam
penelitian ini ialah data primer yang diperoleh melalui pembagian kuesioner
yang terbagi menjadi 64 indikator / pernyataan yang mewakili 5 variabel laten.
Adapun skala yang digunakan menggunakan skala likert dan telah diisi oleh 197
sebagai berikut:
Tabel 1. Deskriptif Responden
Sumber : Data Olahan Peneliti, 2022
Selain itu berdasarkan hasil loading
factor menunjukkan bahwa
pada variabel Perceive value menunjukkan bahwa loading
factor tertinggi 1,16 ada
pada indikator �Saya merasa senang atas layanan
dari CS pembelian online�, sedangkan loading
factor terendah 1,06 ada pada indikator �Saya merasa nilai Kualitas
layanan pembelian online
tinggi�. Variabel kualitas produk menunjukkan bahwa loading factor tertinggi
1,11 ada pada indikator �saya merasa produk
ini dibuat dengan bahan yang bagus dan kualitas yang bagus�, sedangkan loading
factor terendah 0,77 ada
pada indikator �Saya Merasa
Produk ini memiliki desain yang bagus�. Brand Equity menunjukkan bahwa loading factor
tertinggi 1,08 ada pada indikator �Saya merasa merek ini menarik�,
sedangkan loading factor terendah
0,79 ada pada indikator
�Saya merasa merek ini dapat diandalkan�.
Kepuasan Pelanggan menunjukkan bahwa loading
factor tertinggi 1,27 ada
pada indikator �Saya merasa
Pilihan saya untuk berbisnis dengan pengecer online ini adalah pilihan
yang bijaksana�, sedangkan loading
factor terendah 1,21 ada
pada indikator �Saya merasa
Secara keseluruhan, saya puas dengan
keputusan untuk membeli dari pengecer
online ini�. Loyalitas
pelanggan menunjukkan bahwa loading factor tertinggi
1,20 ada pada indikator �Saya
puas dengan produk ini dan akan memberi tahukan
dari mulut ke mulut terkait
produk ini�, sedangkan loading factor terendah
1,14 ada pada indikator
�Saya akan merekomendasikan
produk dan toko online
ini kepada rekan saya�.
Uji validitas dilakukan untuk melihat tingkat
keakuratan dari data dan dilakukan dengan mengamati nilai loading
faktornya. Dari hasil output Lisrel, standardized loading factor dari masing-masing indikator variabel dinyatakan valid
dan diikut sertakan dalam penelitian ini. �Dari hasil output Lisrel, standardized loading factor memiliki nilai di atas 0.6 sehingga data dinyatakan valid. Untuk
data yang valid dilanjutkan dengan uji reabilitas. Uji reabilitas ini
untuk melihat tingkat reliabelnya. Berikut adalah
tabel uji reliabilitas.
Tabel 2. Uji Reliabilitas
|
Variable |
Cronbach Alpha |
|
Percieve Value |
0,89 |
|
Kualitas Produk
|
0,96 |
|
Brand
Equity |
0,95 |
|
Kepuasan Pelanggan Loyalitas Pelanggan |
0,97 0,97 |
Sumber : Data Olahan Peneliti, 2022
Berdasarkan
output yang diolah maka semua variabel dapat dinyatakan
reliabel karena memiliki nilai Cronbach
Alpha lebih dari 0.6. Maka
dengan telah dinyatakannya valid dan reliabel variabel di dalam
penelitian ini maka akan dilanjutkan pada tahapan berikutnya yaitu confirmatory factor analysis.
Untuk
menilai kecocokan, kesesuaian atau unidimensional dari indikator-indikator yang membentuk dimensi
atau variabel dilakukan dengan Confirmatory Factor
Analysis (CFA) pada masing
masing Indikator. Masing masing nilai loading faktor pada variabel laten akan menghasilkan output LISREL di mana nilai loading faktor pada masing masing variabel laten (Perceived Value, Kualitas Produk, Brand Equity, Kepuasan
Pelanggan dan Loyalitas Pelanggan)
menunjukkan nilai di atas 0,5. Hal ini dapat disimpulkan bahwa seluruh indikator pembentuk
variabel laten / konstruk telah mewakili analisis data.
Untuk menilai apakah suatu model dapat dikatakan
layak maka dilakukan pengukuran melalui beberapa indeks. Masing masing indeks
memiliki pengukuran minimum yang harus di capai sendiri untuk dinyatakan layak
dan tidak memberikan jaminan bahwa model memang benar- benar fit. Sebaliknya,
suatu indeks yang menyimpulkan bahwa model adalah sangat buruk, tidak
memberikan jaminan bahwa model tersebut benar-benar tidak layak. Dalam tahap
pengujian kecocokan model (Goodness of Fit) dilakukan tingkat kecocokan antara
data dengan model.
Tabel 3. Uji Goodness of Fit Model
|
Uji Kecocokan Model |
|||
|
Ukuran GOF |
Persyaratan |
Hasil |
Tingkat Kecocokan |
|
Chi Square |
Nilai Kecil |
312,808 |
Good Fit |
|
P-Value |
≥ 0,05 |
0,852 |
|
|
RMSEA |
< 0,08 |
0,000 |
Good Fit |
|
NNFI |
≥ 0,90 |
1,002 |
Good Fit |
|
NFI |
≥ 0,90 |
0,981 |
Good Fit |
|
PNFI |
≥ 0,90 |
0,882 |
Poor Fit |
|
CFI |
≥ 0,90 |
1,000 |
Good Fit |
|
IFI |
≥ 0,90 |
1,002 |
Good Fit |
|
RFI |
≥ 0,90 |
0,979 |
Good Fit |
|
GFI |
≥ 0,90 |
0,897 |
Good Fit |
|
AGFI |
≥ 0,90 |
0,877 |
Poor Fit |
|
PGFI |
≥ 0,90 |
0,751 |
Poor Fit |
Sumber : Data Olahan Peneliti, 2022
Berdasarkan hasil uji kecocokan
diketahui terdapat 10 pengukuran kesesuaian model yang dinyatakan baik, 8
kriteria dinyatakan good fit yang berarti bahwa model dapat dilanjutkan
untuk uji struktural karena telah dinyatakan layak atau fit (Susanti dan Alwansyah, 2021).
Untuk
mengetahui koefisien determinasi dapat dilihat melalui nilai R-Square.
Semakin nilai tersebut tinggi maka semakin baik variabel independen dalam menjelaskan
variabel dependen tersebut.
Tabel 4 Koefisien Determinasi (R-Square)
|
Variable |
R-Square |
|
Kepuasan Pelanggan |
0,62 |
|
Loyalitas Pelanggan |
0,57 |
Sumber : Data Olahan Peneliti, 2022
Koefisien
determinasi atau R-square dapat diartikan sebagai seberapa besar variabel
dependen terwakili oleh variasi variabel independen di dalam model penelitian.
Terlihat bahwa nilai R-square dari Kepuasan Pelanggan sebesar 0,62 yang berarti bahwa variabel Kepuasan Pelanggan
terwakili 62% oleh variasi dan Perceived
value, Kualitas Produk dan Brand Equity.
Sedangkan pada Loyalitas Pelanggan, nilai R-square sebesar 0,57 yang berarti bahwa variabel ini terwakili 57% oleh
variasi Perceived value, Kualitas Produk dan Brand Equity. Sedangkan sisanya 43% lainnya terwakili oleh
variasi variabel lainnya.
Berdasarkan hasil
pengolahan data maka berikut ini adalah
model jalur dalam penelitian ini seperti dalam gambar
di bawah ini:
Gambar 2 Model Jalur Struktural
Untuk
mengetahui hasil pengujian hipotesis dilakukan dengan melihat nilai t dari
keterkaitan masing-masing variabel penelitian. Adapun jalur yang signifikan
ialah jalur yang memiliki nilai t-stat lebih
besar dari 1,96. Besarnya pengaruh masing-masing variabel laten secara langsung
(standardized direct effect) dapat
diperlihatkan pada tabel berikut :
Tabel 5 Pengujian Hipotesis
|
Hipotesis |
Path |
Estimate |
T-Value > 1,96 |
Kesimpulan |
|
H1 |
PV → CS |
0,0525 |
4,154 |
Hipotesis Diterima |
|
H2 |
PQ → CS |
0,0528 |
3,187 |
Hipotesis Diterima |
|
H3 |
BI → CS |
0,0623 |
9,929 |
Hipotesis Diterima |
|
H4 |
PV → CL |
0,0525 |
2,814 |
Hipotesis Diterima |
|
H5 |
PQ → CL |
0,0516 |
2,787 |
Hipotesis Diterima |
|
H6 |
BI → CL |
0,0722 |
3,194 |
Hipotesis Diterima |
|
H7 |
CS → CL |
0,0791 |
6,066 |
Hipotesis Diterima |
Sumber : Data Olahan LISREL, 2022
Berdasarkan
Tabel Pengujian Hipotesis, diperoleh hasil pengujian yaitu; pertama, Terdapat
pengaruh positif dan signifikan pada Pengaruh Perceived
value �terhadap Kepuasan Pelanggan dengan nilai koefisien sebesar 0,525 dengan
nilai t-stat 4,154 (<1,97). Dengan demikian maka hipotesis 1 dapat di terima.
Kedua, Kualitas Produk berpengaruh positif terhadap Kepuasan Pelanggan dengan nilai koefisien sebesar 0,0528 dan
berpengaruh signifikan dengan nilai t-stat 3,187 (>1,97). Dengan demikian maka Hipotesis
2 di terima. Ketiga, Brand Equity terhadap Kepuasan
Pelanggan
terdapat Pengaruh positif dengan nilai koefisien sebesar 0,0623 dan
dengan nilai t-stat 9,929 (>1,97). Dengan demikian maka hipotesis 3 dapat
diterima dan terjadi pengaruh signifikan antara Brand
Equity terhadap Kepuasan Pelanggan. Keempat, Perceived value� terhadap Loyalitas Pelanggan terdapat
Pengaruh positif dengan nilai koefisien sebesar 0,0525 dengan nilai t-stat
2,814 (>1,97). Dengan demikian maka hipotesis 4 dapat diterima dan terjadi
pengaruh signifikan antara Perceived value�
terhadap Loyalitas Pelanggan. Kelima, Pada Kualitas Produk terhadap
Loyalitas Pelanggan terdapat Pengaruh positif dengan nilai koefisien sebesar
0,0516 dengan nilai t-stat 2,787 (>1,97). Dengan demikian maka hipotesis 5
dapat diterima dan terjadi pengaruh signifikan antara Kualitas produk Terhadap
Loyalitas Pelanggan. Keenam Pada Kualitas Produk terhadap Loyalitas Pelanggan terdapat
Pengaruh positif dengan nilai koefisien sebesar 0,0722 dengan nilai t-stat
3,194 (>1,97). Dengan demikian maka hipotesis 5 dapat diterima dan terjadi
pengaruh signifikan antara Brand Equity Terhadap Loyalitas Pelanggan. Ketujuh
Pada Kepuasan Pelanggan terhadap Loyalitas Pelanggan terdapat Pengaruh positif
dengan nilai koefisien sebesar 0,0791 dengan nilai t-stat 6066 (>1,97).
Dengan demikian maka hipotesis 5 dapat diterima dan terjadi pengaruh signifikan
antara Brand Equity Terhadap Loyalitas Pelanggan. Secara keseluruhan
menunjukkan bahwa tujuh hipotesis dalam pengaruh positif dan langsung diterima
DISKUSI
������� Perceived value mampu memberikan
pengaruh terhadap kepuasan pelanggan marketplace online di Indonesia, di mana semakin kuat perceived value yang dirasakan oleh
pelanggan pada penelitian ini terbukti mampu meningkatkan Kepuasan Pelanggan.
Hasil ini menjelaskan ada pengaruh positif antara perceived value terhadap Kepuasan Pelanggan
pada marketplace
online
di Indonesia. Nilai yang dirasakan oleh pelanggan merupakan bentuk pengaruh
yang kuat terhadap kepuasan pelanggan pada pelanggan marketplace
online
di Indonesia, sehingga peningkatan Kepuasan pelanggan akan berubah seiring
dengan nilai yang dirasakan pada produk marketplace online di Indonesia. Hasil
penelitian ini semakin menguatkan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan
oleh Uzir et al. (2021)� di mana
dalam hasil kesimpulan penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat hubungan
positif antara nilai yang dirasakan dan kepuasan pelanggan. Pada penelitian ini
menegaskan Kembali bahwa hasil penelitian yang dilakukan di luar negeri dan
pada sektor offline market menunjukkan hasil yang sama
dengan hasil penelitian ini.
������ Pada hasil pengujian menunjukkan bahwa Kualitas
Produk sangat menentukan tingkat kepuasan pelanggan, jika kualitas produk yang
dibeli� cukup baik, maka dapat
menimbulkan rasa puas pelanggan marketplace online di Indonesia. Hasil penelitian ini mengkonfirmasi
penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Mahsyar dan Surapati
(2020) �di
mana dalam hasil kesimpulan penelitiannya yang menyatakan adanya
pengaruh positif antara kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan. Artinya
hasil ini menjelaskan bahwa semakin baik kualitas produk yang diberikan oleh marketplace
online maka semakin puas
pelanggan marketplace online di Indonesia dan mampu memberikan kepercayaan kepada
pelanggan. Selain itu hasil ini menjelaskan bahwa marketplace
online di Indonesia� berusaha memberikan kualitas produk yang baik
bagi para pelanggannya untuk dapat memuaskan minat belanja online pelanggan
tersebut dan ujungnya adalah pembelian ulang.
������� Brand yang kuat dan baik akan memberikan pengaruh yang signifikan pada
kepuasan pelanggan marketplace online di Indonesia, hal ini berkaitan dengan kepercayaan
bertransaksi serta kemungkinan penipuan yang akan terjadi dapat di pastikan
aman oleh marketplace tersebut. Faktor keamanan menjadi sebuah faktor yang
krusial dari pelanggan, sehingga semakin aman toko online tersebut dari
penipuan, fraud dan kendala teknis akan membuat pelanggan merasa aman dalam
berbelanja. Pada
hasil pengujian ditemukan pengaruh antara Brand Equity �terhadap Kepuasan Pelanggan. Hasil penelitian ini mengkonfirmasi
penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Pratama et al. (2019); Hendrata et al. (2021), di mana dalam hasil kesimpulan penelitiannya
yang menyatakan adanya pengaruh positif dan signifikan antara Brand
Equity terhadap Kepuasan
Pelanggan. Hal ini menjelaskan bahwa Brand Equity dari marketplace
online Indonesia menentukan
tingkat kepuasan pelanggan, sebab dengan brand yang kuat akan membuat pelanggan
percaya dan akan semakin puas setiap belanja pada marketplace
online tersebut.
������� Tinggi rendahnya Nilai yang
dirasakan oleh pelanggan dipengaruhi oleh proses evaluasi pengalaman
dalam berbelanja pelanggan toko online selama menjadi pelanggannya, untuk itu pelanggan� membutuhkan banyak dukungan pengalaman serta
nilai yang dirasakan yang akhirnya akan membuat loyal pelanggan tersebut. Hasil
pengujian ditemukan pengaruh positif antara perceived value terhadap Loyalitas
Pelanggan, hal ini berarti
terdapat pengaruh signifikan antara perceived value terhadap Loyalitas
Pelanggan Sehingga hasil penelitian ini mendukung penelitian Husein et
al. (2018); Kusumawati dan Rahayu
(2020), di mana dalam hasil kesimpulan penelitiannya
yang menyatakan adanya pengaruh positif dan signifikan antara perceived
value terhadap loyalitas
Pelanggan. Hal ini menjelaskan bahwa Nilai yang dirasakan oleh pelanggan
toko online di Indonesia telah sangat kuat dan berhasil
meningkatkan loyalitas pelanggan untuk kembali membeli produk di toko online di Indonesia. Dengan Nilai yang dirasakan oleh pelanggan
toko online di Indonesia yang semakin kuat, maka membuat
semakin tinggi pula loyalitas pelanggan toko online di Indonesia untuk melakukan pembelian ulang kembali.
������� Kualitas produk merupakan salah satu faktor yang akan membuat pelanggan
loyal terhadap toko online, sebab tinggi rendahnya kualitas produk yang
diterima oleh pelanggan akan
menjadikan loyal dan tidaknya pelanggan toko online tersebut. Hal ini dipengaruhi oleh proses evaluasi pengalaman dalam
berbelanja pelanggan toko online selama menjadi pelanggannya, untuk itu
pelanggan membutuhkan banyak dukungan pengalaman serta nilai yang dirasakan
yang akhirnya akan membuat loyal pelanggan tersebut. Hasil pengujian ditemukan
pengaruh positif antara kualitas produk dan loyalitas pelanggan. Sehingga hasil
penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Suttikun dan Meeprom
(2021); Rua et al. (2020) menjelaskan dalam hasil penelitiannya bahwa kualitas produk memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas
pelanggan.
������� Loyalitas pelanggan juga di pengaruhi oleh kekuatan merek marketplace dimana
semakin kuat merek marketplace tersebut
akan membuat pelanggan merasa terjamin proses belanja online yang pada akhirnya membuat
pelanggan akan Kembali berkunjung ke toko online di Indonesia dan pada akhirnya akan membeli ulang produk yang
dibutuhkan. Hal ini ditemukan pengaruh
positif antara brand equity terhadap loyalitas pelanggan. Sehingga hasil penelitian ini mendukung
penelitian yang dilakukan oleh Ali et al. (2020); Kegoro dan Justus (2020), menjelaskan
dalam hasil penelitiannya bahwa brand equity memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan. Semakin kuat brand equity sebuah marketplace online di
Indonesia akan membuat loyalitas pelanggan menjadi kuat yang pada akhirnya akan
terjadi pembelian ulang dan semakin menguatkan kepercayaan pelanggan terhadap marketplace online tersebut.
������� Dampak kepuasan pada pelanggan marketplace online di Indonesia terlihat sangat kuat terhadap loyalitas
pelanggan, hal ini di tunjukkan dengan semakin puasnya para pelanggan ini
mengakibatkan mereka semakin loyal terhadap marketplace online mereka dengan melakukan pembelian ulang dan akan
tetap menggunakan marketplace online tersebut dalam pembelian produk. Kepuasan ini akan
memberikan dampak yang sangat luas terhadap pelanggan baik itu word of mouth
ataupun sebagai bentuk pengalaman berharga pelanggan. Hasil pengujian ditemukan
pengaruh positif antara kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan. Sehingga
hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan
oleh Suttikun dan Meeprom (2021); Kusumawati dan Rahayu
(2020); Le et al., (2020); Aljumah et al. (2020), yang menunjukkan hasil penelitian dengan adanya pengaruh
positif antara kepuasan terhadap loyalitas pelanggan. Semakin kuat kepuasan
pelanggan maka akan semakin meningkatkan loyalitas pelanggan marketplace
online di Indonesia.
������� Berdasarkan hasil output menunjukkan hasil temuan penelitian
di mana Perceived
value, Kualitas Produk dan Brand Equity berpengaruh positif terhadap Kepuasan Pelanggan marketplace online di Indonesia. Perceived value, Kualitas Produk dan Brand Equity berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan marketplace online di Indonesia. Selain itu terdapat Pengaruh positif Kepuasan Pelanggan terhadap loyalitas pelanggan marketplace
online di Indonesia.
KESIMPULAN
������� Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Perceived value, Kualitas Produk dan Brand Equity berpengaruh positif �terhadap Kepuasan Pelanggan marketplace online Di Indonesia. Perceived value, Kualitas Produk dan Brand Equity berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan marketplace online di Indonesia. Selain itu terdapat Pengaruh positif Kepuasan Pelanggan terhadap loyalitas pelanggan marketplace
online di Indonesia. Pada
hipotesis yang dibangun dalam penelitian ini telah mendukung hasil dari
penelitian terdahulu dan terbukti.
������� Pada penelitian ini masih terdapat beberapa keterbatasan atau
limitasi yang perlu diperbaiki di masa yang akan datang yaitu pertama, penelitian
ini terbatas pada satu variabel mediasi yaitu Kepuasan Pelanggan. Selain
itu dalam pengisian kuesioner terdapat kendala akibat menggunakan google form serta tidak dapat memberikan panduan yang jelas
terhadap responden, sehingga peneliti tidak dapat memastikan hasil
kuesioner mencerminkan keakuratan hasil jawaban dari responden. Tidak semua responden dapat dipastikan menjawab
dengan jujur dan sungguh-sungguh terhadap butir-butir pertanyaan yang diajukan.
Peneliti tidak mampu mengontrol kualitas jawaban karena masa pandemi tidak
memungkinkan memandu responden untuk menjawab dengan jujur sesuai dengan
kondisi sebenarnya dan memahami substansi pertanyaan dengan pemahaman yang
benar. Pada jumlah responden belum mencerminkan jumlah masyarakat seluruh Indonesia dari berbagai provinsi dan daerah.
������� Pada penelitian selanjutnya disarankan dapat menambah atau mengganti
variabel mediasi lain seperti User Experience, Proses
Pengiriman dan sebagainya
yang mampe memberikan pengaruh terhadap loyalitas pelanggan marketplace online.� Penelitian
ini hanya meneliti pelanggan yang ada di Indonesia dengan jumlah yang minim, maka penelitian selanjutnya dapat memperluas
cakupan penelitiannya menjadi per provinsi atau daerah saja,
dan dengan menggunakan sampel yang
berbeda dan lebih
luas.
Selain itu, terdapat kemungkinan para responden mengisi kuesioner berdasarkan
kondisi ideal yang diharapkan, bukan kondisi yang sebenarnya sedang terjadi. Dengan segala keterbatasan yang ada, berharap
hasil penelitian ini mampu memberikan pengetahuan dan wawasan khususnya bagi
peneliti sendiri dan umumnya untuk kalangan umum dan akademisi. Oleh karena
itu, sangat disarankan penelitian ini dapat dilanjutkan dengan menambah
variabel lain yang dapat mempengaruhi loyalitas pelanggan , atau mengganti variabel penelitian lainnya
sehingga mampu memperkaya dan hasil yang lebih komprehensif. Selain itu diharapkan
juga untuk lokus penelitian pada bidang industri yang berbeda serta pada lokasi
dan wilayah yang berbeda pula.
������� Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Perceived value, Kualitas Produk, Brand Equity terhadap Loyalitas Pelanggan melalui Kepuasan Pelanggan. Implikasi manajerial
yang dapat diajukan adalah pertama, mengingat Perceived value, Kualitas Produk, Brand Equity terbukti memiliki peran yang besar dalam
meningkatkan Kepuasan Pelanggan, maka pihak manajemen perusahaan hendaknya dapat
membuat kebijakan lebih baik terkait dengan
pelayanan terhadap Pelanggan seperti pengiriman, complain dan penaganan
keluhan, sebab hal ini memberikan
dampak yang signifikan terhadap kepuasan Pelanggan. Pihak
manajemen perusahaan marketplace online secara
berkala memberikan informasi dan penawaran
yang menarik bagi pelanggan agar pelanggan tetap loyal pada marketplace tersebut. Selanjutnya saran yang dapat diberikan kepada Pelanggan sebagai subyek penelitian adalah hendaknya Pelanggan dapat lebih memilih marketplace
yang memberikan kemudahan
dalam pembelian hingga purna jual,
sehingga semua keluhan dan permasalahan pembelian online dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat.
DAFTAR
PUSTAKA
Aaker, D.
(2019). Building Strong Brands (Vol. 1). The Free Press.
Adhikari, A. (2018). Strategic marketing issues in
emerging markets. Springer.
Ali, M., Lubis, P. H., Djalil, M. A., & Utami, S. (2020).
The Influence of Brand Trust and Product Quality on Customer Satisfaction and
Its Implication on Consumer Loyalty at the Branch office of Pt . Bank Indonesia
( Persero ) Tbk . Banda Aceh , Indonesia. East African Scholars Journal of
Economics, Business and Management, 3(4), 3�8.
https://doi.org/10.36349/EASJEBM.2020.v03i04.001
Aljumah, A., Nuseir, M. T., & Islam, A. (2020). Impacts
of service quality, satisfaction and trust on the loyalty of foreign patients
in Malaysian medical tourism. International Journal of Innovation,
Creativity and Change, 11(2), 451�467.
Ariff, M. S. M., Yun, L. O., Zakuan, N., & Ismail, K.
(2013). The Impacts of Service Quality and Customer Satisfaction on Customer
Loyalty in Internet Banking. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 81,
469�473. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.06.462
Butarbutar, N., Syah, T. Y. R., & Anindita, R. (2019).
the Effect of Service Quality on Customer Satisfaction At Pt Multi Rentalindo:
a Case Study of Employees in Kawan Lama West Jakarta. Russian Journal of
Agricultural and Socio-Economic Sciences, 88(4), 117�125.
https://doi.org/10.18551/rjoas.2019-04.16
Chiguvi, D., & Guruwo, P. T. (2020). Impact of Customer
Satisfaction on Customer Loyalty in Upscale Ethnic Restaurants. Theoretical
& Applied Science, 86(06), 372�375.
https://doi.org/10.15863/tas.2020.06.86.71
Ebrahim, R. S. (2020). The Role of Trust in Understanding the
Impact of Social Media Marketing on Brand Equity and Brand Loyalty. Journal
of Relationship Marketing, 19(4), 287�308.
https://doi.org/10.1080/15332667.2019.1705742
El-Adly, M. I. (2019). Modelling the relationship between
hotel perceived value, customer satisfaction, and customer loyalty. Journal
of Retailing and Consumer Services, 50(xxxx), 322�332.
https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2018.07.007
Fida, B. A., Ahmed, U., Al-Balushi, Y., & Singh, D.
(2020). Impact of Service Quality on Customer Loyalty and Customer Satisfaction
in Islamic Banks in the Sultanate of Oman. SAGE Open, 10(2),
215824402091951. https://doi.org/10.1177/2158244020919517
Garvin, D. A. (1988). Managing quality: The strategic and
competitive edge. Simon and Schuster, 1988.
Giovanis, A. N., & Athanasopoulou, P. (2018).
Consumer-brand relationships and brand loyalty in technology-mediated services.
Journal of Retailing and Consumer Services, 40(February 2016),
287�294. https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2017.03.003
Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., Anderson, R. E.,
Black, W. C., & Anderson, R. E. (2018). Multivariate Data Analysis.
https://doi.org/10.1002/9781119409137.ch4
Hasan, M. M., Uddin, M. A., Alim, A., Azad, R., & Ali, M.
B. (2020). The Effects of Corporate Equity, Service Quality, Consumer
Satisfaction, and Perceived Value on Consumer Loyalty: A Field Experience. International
Review of Business Research Papers, 16(1), 160�176.
Hendrata, A. A., Tinaprilla, N., & Safari, A. (2021). The
Effect of Brand Equity and Electronic Word of Mouth (E - WOM) on Customer
Satisfaction and Loyalty in E-commerce Marketplace. International Journal of
Research and Review, 8(4), 308�315.
https://doi.org/10.52403/ijrr.20210437
Hossain, M. S., Anthony, J. F., Beg, M. N. A., Hasan, K. B.
M. R., & Zayed, N. M. (2020). Affirmative strategic association of brand
Equity, brand loyalty and brand equity: A conclusive perceptual confirmation of
the top management. Academy of Strategic Management Journal, 19(2),
1�7.
Indrawati, R., Elizar, C., Mutiara, R., & Roespinoedji,
D. (2020). Service Quality, Customer Satisfaction, Customer Trust, and Customer
Loyalty in the Service of Pediatric Polyclinic (Case Study At Private H
Hospital of East Jakarta, Indonesia). Not Supported, 04(02),
105�111.
Jahmani, A., Bourini, I., & Jawabreh, O. A. (2020). The
relationship between service quality, client satisfaction, perceived value and
client loyalty: A case study of fly emirates | La relaci�n entre la calidad del
servicio, la satisfacci�n del cliente, el valor percibido y la fidelidad del
cliente: Un est. Cuadernos de Turismo, 45, 219�238.
Kegoro, H. O., & Justus, M. (2020). Critical Review of
Literature on Brand Equity and Customer Loyalty. International Journal of
Business, Economics and Management, 7(3), 146�165.
https://doi.org/10.18488/journal.62.2020.73.146.165
Keller, K. L., Prameswaran, A. M. ., & Jacob, I. (2015).
Building, Measuring, and Managing Brand Equity Fourth Edition. In Pearson
India Education Services (Vol. 5, Issue 6).
Khawaja, L., Ali, A. A., & Mostapha, N. (2021). The
mediating effect of customer satisfaction in relationship with service quality,
corporate social responsibility, perceived quality and brand loyalty. Management
Science Letters, 11, 763�772. https://doi.org/10.5267/j.msl.2020.10.030
Kotler, P., Armstrong, G., & Opresnik, M. O. (2019). Principles
of Marketing (17 Global). Pearson Education Limited.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). A Framework for
Marketing management Global Edition (sixth Edit).
Kusuma, J. W., & Fadli, J. A. (2021). IDENTIFIKASI FAKTOR
PENENTU MINAT BELI PADA PRODUK KECANTIKAN HIJAU. Jurnal Ekonomi :
Journal of Economic, 12(02), 214�221.
https://doi.org/10.47007/jeko.v12i02.4373
Kusumawati, A., & Rahayu, K. S. (2020). The effect of experience
quality on customer perceived value and customer satisfaction and its impact on
customer loyalty. TQM Journal, 32(6), 1525�1540.
https://doi.org/10.1108/TQM-05-2019-0150
Le, D. N., Nguyen, H. T., & Hoang Truong, P. (2020). Port
logistics service quality and customer satisfaction: Empirical evidence from
Vietnam. Asian Journal of Shipping and Logistics, 36(2), 89�103.
https://doi.org/10.1016/j.ajsl.2019.10.003
LE, Q. H., NGUYEN, T. X. T., & LE, T. T. T. (2020).
Customer Satisfaction in Hotel Services: A Case Study of Thanh Hoa Province,
Vietnam. Journal of Asian Finance, Economics and Business, 7(10),
919�928. https://doi.org/10.13106/jafeb.2020.vol7.no10.919
Liung, H., & Syah, T. Y. R. (2017). Pengaruh Kualitas
Layanan Terhadap Kepuasan dalam Meningkatkan Loyalitas di Moderasi Harga. Jurnal
Ekonomi, 8 (2)(9), 32�44.
Mahsyar, S., & Surapati, U. (2020). Effect of Service
Quality and Product Quality on Customer. International Journal of Economics,
Business and Accounting Research (IJEBAR), 4(1), 204�211.
Mohapatra, S., Ganesh, K., Punniyamoorthy, M., &
Susmitha, R. (2018). Service Quality in Indian Hospitals Perspectives from
an Emerging Market.
Pandey, N., Tripathi, A., Jain, D., & Roy, S. (2020).
Does price tolerance depend upon the type of product in e-retailing? Role of
customer satisfaction, trust, loyalty, and perceived value. Journal of
Strategic Marketing, 28(6), 522�541.
https://doi.org/10.1080/0965254X.2019.1569109
Paulose, D., & Shakeel, A. (2021). Perceived Experience,
Perceived Value and Customer Satisfaction as Antecedents to Loyalty among Hotel
Guests. Journal of Quality Assurance in Hospitality and Tourism, 00(00),
1�35. https://doi.org/10.1080/1528008X.2021.1884930
Pooya, A., Abed Khorasani, M., & Gholamian Ghouzhdi, S.
(2020). Investigating the effect of perceived quality of self-service banking
on customer satisfaction. International Journal of Islamic and Middle
Eastern Finance and Management, 13(2), 263�280.
https://doi.org/10.1108/IMEFM-12-2018-0440
Pratama, M. A., Siregar, R. P. S., & Sihombing, S. O.
(2019). The Effect of Consumer-Based Brand Equity and Satisfaction on Loyalty:
An Empirical Study. Jurnal Economia, 15(2), 275�291.
https://doi.org/10.21831/economia.v15i2.27314
Quan, N. H., Chi, N. T. K., Nhung, D. T. H., Ngan, N. T. K.,
& Phong, L. T. (2020). The influence of website brand equity, e-brand
experience on e-loyalty: The mediating role of e-satisfaction. Management
Science Letters, 10(1), 63�76.
https://doi.org/10.5267/j.msl.2019.8.015
Rather, R. A., Tehseen, S., & Parrey, S. H. (2018).
Promoting customer brand engagement and brand loyalty through customer brand
identification and value congruity. Spanish Journal of Marketing - ESIC,
22(3), 321�341. https://doi.org/10.1108/SJME-06-2018-0030
Razak, A. A., & Shamsudin, M. F. (2019). The influence of
atmospheric experience on Theme Park Tourist�s satisfaction and loyalty in
Malaysia. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 6(9),
10�20.
Rua, S., Saldanha, E. D. S., & Amaral, A. M. (2020).
Examining the Relationships among Product Quality, Customer Satisfaction and
Loyalty in the Bamboo Institute, Dili, Timor-Leste. Timor Leste Journal of
Business and Management, 2(1), 33�44. https://doi.org/10.51703/bm.v2i2.28
Satti, Z. W., Babar, S. F., Parveen, S., Abrar, K., &
Shabbir, A. (2020). Innovations for potential entrepreneurs in service quality
and customer loyalty in the hospitality industry. Asia Pacific Journal of
Innovation and Entrepreneurship, 14(3), 317�328.
https://doi.org/10.1108/apjie-08-2019-0063
Saueressig, M. V., Larentis, F., & Giacomello, C. P.
(2021). Perceived quality and loyalty in service operations: A study in banking
segment�s corporate person division. Gestao e Producao, 28(1),
1�22. https://doi.org/10.1590/1806-9649.2020V28E4934
Shinta, S., Syah, T. Y. R. and, & Negoro, D. A. (2020).
Determinants of Customer Satisfaction and Customer Loyalty Over City Market
Citra Raya. Journal of Multidisciplinary Academic, 4(2), 94�98.
https://www.kemalapublisher.com/index.php/JoMA/article/view/438/440
Slack, N., Singh, G., & Sharma, S. (2020). The effect of
supermarket service quality dimensions and customer satisfaction on customer
loyalty and disloyalty dimensions. International Journal of Quality and
Service Sciences, 12(3), 297�318.
https://doi.org/10.1108/IJQSS-10-2019-0114
Suhono, Hurriyati, R., & Adieb Sultan, M. (2020).
Analysis of the Relationship Between Consumer-Based Brand Equity, Experiential
Marketing, Customer Satisfaction, and Customer Loyalty At Starbucks Coffee in
Karawang. Jurnal Riset Bisnis, 4(1), 58�69.
http://journal.univpancasila.ac.id/index.php/jrb/article/view/1692
Supriyanto, A., Wiyono, B. B., & Burhanuddin, B. (2021).
Effects of service quality and customer satisfaction on loyalty of bank
customers. Cogent Business and Management, 8(1).
https://doi.org/10.1080/23311975.2021.1937847
Susanti, N., & Jasmani, J. (2020). The Influence of
Product Quality and Service Quality on Customer Satisfaction at Mitra 10 in
Depok. Jurnal Office, 5(2), 75.
https://doi.org/10.26858/jo.v5i2.13379
Suttikun, C., & Meeprom, S. (2021). Examining the effect
of perceived quality of authentic souvenir product, perceived value, and
satisfaction on customer loyalty. Cogent Business and Management, 8(1).
https://doi.org/10.1080/23311975.2021.1976468
Syah, T. Y. R., & Wijoyo, C. K. (2021). Service Quality
and Customer Satisfaction on WOM a Private Hospital in Indonesia. JMMR
(Jurnal Medicoeticolegal Dan Manajemen Rumah Sakit), 10(1), 22�33.
https://doi.org/10.18196/jmmr.v10i1.10141
Tran, V. D., Vo, T. N. L., & Dinh, T. Q. (2020). The
relationship between brand authenticity, brand equity and customer
satisfaction. Journal of Asian Finance, Economics and Business, 7(4),
213�221. https://doi.org/10.13106/JAFEB.2020.VOL7.NO4.213
Tran, V. D., & Vu, Q. H. (2019). Inspecting the
relationship among E-service quality, E-trust, E-customer satisfaction and
behavioral intentions of online shopping customers. Global Business &
Finance Review, 24(3), 29�42.
Uzir, M. U. H., Al Halbusi, H., Thurasamy, R., Thiam Hock, R.
L., Aljaberi, M. A., Hasan, N., & Hamid, M. (2021). The effects of service
quality, perceived value and trust in home delivery service personnel on
customer satisfaction: Evidence from a developing country. Journal of
Retailing and Consumer Services, 63(April), 102721.
https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2021.102721
Wahyuni, T., Jul, ;, & Fadli, A. (2021). Pengaruh Sikap,
Norma Subjektif, Dan Persepsi Kendali Perilaku Terhadap Niat Beli Ulang Produk
Kosmetik Halal. Jurnal Akuntansi Dan Manajemen Esa Unggul (JAME), 9(1),
22�38.
Yang, Y., Gong, Y., Land, L. P. W., & Chesney, T. (2020).
Understanding the effects of physical experience and information integration on
consumer use of online to offline commerce. International Journal of
Information Management, 51(November), 102046.
https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2019.102046
Zia, A., Younus, S., & Mirza, F. (2021). Investigating
the Impact of Brand Equity and Brand Loyalty on Brand Equity: the Mediating
Role of Brand Awareness Impact of service quality and perceived value on the
post-purchase intention with the moderating effect of switching cost: An
evidence from Pa. International Journal of Innovation, Creativity and Change,
15(2), 1091�1106. www.ijicc.net