ANALISIS SPASIAL PERTASHOP DI KABUPATEN SIJUNJUNG

 

Novia Vingky Amelia1, Rika Despica�, Arie Zella Putra Ulni�

Universitas PGRI Sumatera Barat

[email protected]1, [email protected]�, [email protected]

 

Riwayat Artikel:

Received: 11-10-2022

Revised: 27-10-2022

Accepted: 11-11-2022

 

Keywords:Pertashop, Spatial,Pattern, Affordability

 

 

 

Kata Kunci: Pertashop, Spasial, pola, Keterjangkauan

 

 

Abstract

Pertashop in Sijunjung Regency at the end of 2021 began to be launched by Pertamina in Sijunjung Regency to reach areas far from gas stations. This study aims to obtain data, process and analyze the distribution or spatial pertashop. This research includes descriptive research. The population in this study were all pertashops in Sijunjung Regency taken by total sampling technique. The data analysis technique uses spatial analysis, nearest neighbor analysis and buffers. The final results of this study found that: 1) The distribution of pertashops in Sijunjung Regency was 19 pertashops spread over District IV Nagari, Kamang Baru, Koto VII, Kupitan, Lubuk Tarok, Sijunjung, Sumpur Kudus and Tanjung Gadang. 2) Pertashop's Spatial Pattern in Sijunjung Regency based on the analysis of the nearest neighbors tends to be spread randomly. 3) Pertashop affordability in Sijunjung Regency uses Buffer analysis. The results of this study are expected to be a reference for further research and can be used as a literature review to take related policies regarding strategic locations that can establish the next pertashop.

 

 

Abstrak

Pertashop di Kabupaten Sijunjung akhir tahun 2021 mulai di luncurkan oleh pertamina di Kabupaten Sijunjung untuk menjangkau daerah-daerah yang jauh jangkauannya dari SPBU. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, mengolah dan menganalisis sebaran atau spasial pertashop. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini ialah semua pertashop yang berada di Kabupaten Sijunjung diambil dengan teknik total sampling. Teknik analisa data menggunakan analisis spasial, analisis tetangga terdekat dan buffer. Hasil akhir penelitian ini di temukan bahwa: 1) Sebaran pertashop di Kabupaten Sijunjung terdapat 19 pertashop yang tersebar di Kecamatan IV Nagari, Kamang Baru, Koto VII, Kupitan, Lubuk Tarok, Sijunjung, Sumpur Kudusdan Tanjung Gadang. 2)Pola Spasial Pertashop di Kabupaten Sijunjung berdasarkan analisis tetangga terdekat cendrung tersebar random (acak). 3)Keterjangkauan pertashop di Kabupaten Sijunjung menggunakan analisis Buffer. Hasil penelitian ini di harapkan dapat menjadi referensi pada penelitian selanjutnya serta dapat menjadi literatur kajian untuk mengambil kebijakan terkait mengenai lokasi-lokasi strategis yang dapat mendirikan pertashop berikutnya.

 

 

Corresponding Author: Novia Vingky Amelia

E-mail: [email protected]

https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

 

PENDAHULUAN

PT Pertamina (Persero) melakukan pendistribusian ke SPBU yang tersebar di wilayah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM. Pertamina juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi dalam pendistribusian BBM agar tidak terkendala cuaca ekstrim yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Indonesia mempunyai cuaca yang tidak menentu, sehingga dampaknya tidak hanya di darat tetapi juga berdampak pada transportasi laut akibat tingginya gelombang disertai angin. Meskipun demikian, Pertamina tetap berupaya mendistribusikan BBM ke berbagai wilayah di tanah air, dengan berbagai langkah antisipasi agar ketersediaan BBM di berbagai titik wilayah bisa dipenuhi. SPBU sendiri merupakan singkatan dari Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum. Di Indonesia, SPBU milik Pertamina adalah penguasanya. Secara resmi, SPBU di bawah Pertamina tidak memiliki nama khusus (Kevin Tangkuman, 2015).

Padasaatsekarang ini kebutuhan akan sarana transportasi menjadi salah satu fenomena yang menarik untuk menjadi pemikiran tersendiri. Transportasi meskipun hanya merupakan satu bagian�� saja�� dari�� suatu�� proses�� keseluruhan,�� mempunyai�� peran�� penting�� dan berpengaruhterhadapsistemkegiatanpendudukyangterpisah-pisahsehingga untukkenyamannyaperluadanyakomunikasitertentuyangmenghubungkan bagian-bagian tersebut (Hobbs, 1987).

Seiring berjalannya waktu Pertamina meluncurkan layanan berupa Pertashop. Pada dasarnya Pertashop adalah produk dispersi dari Pertamina yang siap melayani pembeli yang belum terlayani oleh Lembaga penyalur BBM, misalnya seperti SPBU. Section Head Communicationn& Relations Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V, Ahad Rahedi menilai Pertashop ini menghadirkan SPBU versi sederhana Pertashop sendiri adalah SPBU mini dari PT Pertamina yang bertujuan menjangkau daerah-daerah yang jauh dari SPBU besar (Azanella, 2020).

Pertamina terus berupaya untuk dapat menghadirkan 10.000 Pertashop di 7.196 Kecamatan di seluruh Indonesia, dan kehadiran Pertashop diharapkan dapat mempermudah aksesibilitas energi bagi masyarakat desa, sekaligus menggerakkan perekonomian di desa, sehingga masyarakat dapat langsung merasakan kehadiran Pertamina. Ini adalah bentuk pemenuhan aspek Availability, Acceptability, Affordability, dan Accessibility of Energy,� jelas Alfian.Sejak 2020 hingga Januari 2022, sudah beroperasi sekitar 4.311 Pertashop diseluruh Indonesia, 473 diantaranya berada di Provinsi Jawa Timur dan 16 berada di kota atau kabupaten Madiun. Dari total tersebut, 249 Pertashop juga dikelola oleh mitra strategis, 54 diantaranya atau 22% dikelola oleh BUMDes.(Alfian, 2020).

Kabupaten Sijunjung merupakan wilayah yang mengalami perkembangandalamberbagai bidang. KegiatanPeningkatanmobilitasdiberbagaibidangtersebutberimbaspada meningkatnyakebutuhanakanbahanbakarminyakyangberupapertamax, pertalite maupun solar. Untuk itu perlu lebih banyak lagi di dirikan tempat penjualan BBM salah satunya yang baru berdiri saat ini yaitu pertashop telah hadir di kabupaten sijunjung yang telah menyebar di berbagai kecamatan yang ada di kabupaten sijunjung. Berdasarkan observasi, penulis mengetahui informasi menurut salah seorang yang memiliki pertashop di Kabupaten Sijunjung jumlah pertashop tersebar 24 pertashop di Kabupaten Sijunjung. Dimana 19 pertashop yang sudah beroperasi dan 3 buah pertashop belum beroperasi. Oleh sebab itu di perlukan langkah kongkret dalam memetakan sebaran pertashop diantaranya melalui sistem informasi geografis (GIS). Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy mengapresiasi dibukanya Pertashop sebagai salah satu unit usaha pesantren dalam upaya pengembangan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Sijunjung. Unit usaha seperti Pertashop ini bisa menjadi salah satu penunjang pengembangan pesantren dan MES di daerah. katanya saat meresmikan pembukaan Pertashop di Nagari Palangki, Kabupaten Sijunjung, (Audy joinaldy,2021).

Agar mengetahui sebaran lokasi pertashop dilakukan kajian secara ruang. Analisis keruangan mempelajari perbedaan lokasi berdasarkan sifat sifat penting, dengan pertanyaan mengenai faktor faktor yang menguasai pola sebaran dan bagaimana pola tersebut di ubah agar sebaran tersebut lebih efisien dan wajar. Dengan kata lain dapat di utarakan bahwa dalam analisis keruangan yang di perhatikan utama penyebaran penggunaan ruang yang telah ada dan kedua penyediaan ruang yang akan di gunakan untuk berbagai kegunaan yang di rancang (Setiawan, 2015).

Dapat di lihat dari Sebaran, pola spasial pertashop dan keterjangkauan pertashop peneliti melihat bahwa pertashop memiliki ukuran lebih kecil sehingga tidak terlalu luas memakan lahan untuk mendirikannya. Di Kabupaten Sijunjung terdapat 8 kecamatan dimana terdiri atas 61 Nagari, akan tetapi peneliti mengetahui bahwa tidak semua nagari di Kabupaten Sijunjung yang ada pertashopnya sehingga mengakibatkan pola sebarannya tidak merata.

 

METODA PENELITIAN

������������ Penelitian ini peneliti mengambil lokasi penelitian di Kabupaten Sijunjung. Untuk mengetahui bagaimana Sebaran, Pola spasial dan Keterjangkauan pertashop di Kabupaten Sijunjung. Metode yang di gunakan adalah deskriptif ialah mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena yang sedang diteliti. Bahan yang digunakan ialah peta administrasi Kabupaten Sijunjung dan diolah dalam penelitian menggunakan software Arcgis 10.4 dengan cara survey lapangan dan analisis tetangga terdekat. Sebelum melakukan penelitian untuk menentukan objek penelitian, tentunya peneliti harus melakukan survey kelapangan dan mengumpulkan data � data terkait terhadap Pertashop. Data-data tersebut meliputi data spasial (Peta Administrasi Kabupaten Sijunjung) dan data atribut (Data lokasi pertashop di Kabupaten Sijunjung). Hasil dari proses analisis spasial pertashop adalah peta distribusi spasial pertashop. Peta pola persebaran pertashop di Kabupaten Sijunjung berupa titik koordinat. Analisis tetangga terdekat yaitu bagaimana cara kita menganalisis tentang pola persebaran dari satu titik lokasi tempat penelitian ke lokasi tempat penelitian lainnya dengan perhitungan dengan pertimbangan jarak, lokasi ataupun luasan wilayah. Jika pola persebaran dalam bentuk acak maka T dari < 1 adalah pola mengelompok (Cluster) Akan tetapi jika pola persebaran tidak merata atau acak T > 1 acak (random pattern). Sedangkan apabila pola menyebar maka T = 2,15 (Saskara, 2020)

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

������������ Hasil Persebaran pertashop di kabupaten sijunjung dapat di lihat pada tempat tempat tertentu dimana jumlah semuanya yang ada sebanyak 19 Pertashop diantaranya Kecamatan Ampek Nagari sebanyak 1yaitu CV Maha Karya Sembilan 1, Kecamatan Kamang Baru berjumlah 5 yaitu BumiNAG Baringin Gadang I, BumiNAG Baringin Gadang II, CV Anugrah Persada Jaya, CV Maha Karya Sembilan 2 dan CV Succes,Selanjutnya kecamatan Koto Tujuh berjumlah 2 yaitu CV Anugrah Maju Jaya dan CV Gasefa, selanjutnya KecamatanKupitan berjumlah 1 yaitu PT Ambacang Persada Grup, Kecamatan Lubuk Tarok berjumlah 1 yaitu CV Alfatah Berkah Persada, selanjutnya KecamatanSijunjung berjumlah 2 yaitu CV Maha Karya Sembilan 1 dan PT Maha Karya Sembilan 2, Kecamatan SumpurBerjumlah 3 yaitu Kudus CV Mursil A, CV Mursil B, CV Sejiwa Sejati A, dan KecamatanTanjung Gadang berjumlah 4 yaitu CV Adefa Persada Pertashop, CV Kenzie Persada Mandiri, CV Putra Surya Prima dan PT Maha Karya Sembilan Sembilan.

������������ Hal ini dapat juga dilihat pada penelitian Putri, (2121) dapat di simpulkan bahwa penelitian ini menggunakan �Distribusi Dan Pola Spasial Usaha Coffee Shop Di Kecamatan Bangko Provinsi JambiDistribusi Spasial Usaha Coffee Shop di Kecamatan Bangko Provinsi Jambi terdapat 18 Coffee Shop yang tersebar di Kecamatan Bangko Provinsi Jambi dengan survey lapangan untuk mendapatkan titik koordinat.

����������� Hal ini sejalan dengan penelitian Hermawindo (2018),�Distribusi Spasial Objek Wisata Alam Dan Budaya Di Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota Pelita Putra� maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: dari hasil pemetaan terdapat 42 lokasi objek wisata di wilayah Kabupaten Pesawaran yang tersebar wilayah diantaranya Kecamatan Punduh Pidada, Marga Punduh, Way Khilau, Way Ratai, Gedung Tataan, Padang Cermin, Teluk Pandan, dan Kedondong.

 

Gambar 1. Peta Sebaran Pertashop di Kabupaten Sijunjung

Untuk mengetahui pola spasial titik (point) dari suatu wilayah, dalam kajian ini yaitu Pertashop di Kabupaten Sijunjung maka dilakukan analisis tetangga terdekat (Average Nearest Neighbor).Analisis tetangga terdekat (Average Nearest Neighbor) ialah sebuah analisis untuk menentukan pola sebaran industri besar dan sedang. Dengan menggunakan analisis tetangga terdekat, pertashop dapat ditentukan pola nya, misal pola mengelompok, acak, atau menyebar. Berdasarkan analisis tetangga terdekat pola persebaran pertashop berdasarkan tabel berikut :

Gambar 2. Hasil analisis tetangga terdekat pertashop di Kabupaten Sijunjung

 

Pola sebaran suatu objek dapat diketahui dengan nilai indeks yang diperoleh dari formula diatas, akan menghasilkan nilai range antara 0-2,15, dengan klasifikasi sebagai berikut :

Nilai T dari <1 adalah pola mengelompok (cluster)

Nilai T dari 1-2,15 adalah pola persebaran tidak merata/acak (random pattern)

Berdasarkan analisis tetangga terdekat terlihat kecendrungan pola persebaran tempat Pertashop cendrung tidak merata/acak (random pattern) (T=1,063), hal ini diketahui nilai T diperoleh yang berada > 1-2,15 (1,063) dengan kategori tidak merata/acak (random pattern).Perhitungan analisa tetangga terdekat ini didasari dari batas daerah masing-masing Kecamatan yang berada di Kabupaten Sijunjung.

Keterjangkauan pertashop di kabupaten sijunjung menggunakan analisis buffer. Berdasarkan aturan yang ada pertamina membangun pertashop dengan jarak minimal terdekat radius 10 KM dari SPBU dan 5 Km dari pertamini terdekat, namun ketika penelitian data ini juga di cari dengan melalui wawancara petugas, orang yang sedang mengisi BBM di temukan jarak yang berbeda. Jadi keterjangkauan pertashop antara yang satu dengan pertashop yang lain mempunyai radius yang berbeda.

 

No

Kecamatan

Nama Pertashop

Keterjangkauan (Km)

1

Kec. IV Nagari

CV Maha Karya Sembilan-sembilan

3

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

Kec. Kamang Baru

BumNAG Baringin Gadang I

5

BumNAG Baringin Gadang II

7

CV Succes

10

CV Maha Karya Sembilan-sembilan

4

CV Anugrah Persada Jaya

7

 

 

3

 

 

Kec. Koto VII

CV Gasefa

9

CV Anugrah Maju Jaya

5

4

Kec. Kupitan

PT Ambacang Persada Grup

7

5

Kec. Lubuk Tarok

CV Alfatah Berkah Persada

5

 

 

6

 

 

Kec. Sijunjung

PT Maha Karya Sembilan-sembilan

5

CV Maha KaryaSembilan-sembilan

6

 

 

 

7

 

 

Kec. Sumpur Kudus

CV Mursil A

5

CV Mursil B

5

CV Sejiwa Sejati

8

 

 

 

 

8

 

 

 

Kec. Tanjung Gadang

CV Kenzie Persada Mandiri

5

PT Maha Karya Sembilan-sembilan

6

CV Putra Surya Prima

5

CV Adeva Persada Pertashop

3

Total

110

Tabel 1 keterjangkauan pertashop di Kabupaten Sijunjung

 

Hal ini sejalan dengan penelitian Musyawarah (2019). Analisis Pola Persebaran Dan Keterjangkauan Lokasi Sekolah Terhadap Pemukiman Dikecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan analisis spasial Buffering Keterjangkauan Taman Kanak-Kanak (TK) telah melayani seluruh Desa/Keluarahan yang ada di Kecamatan Batauga.Bisa dilihat dari Lokasi Sekolah TK dan SD tersebar hampir di setiap Desa/Kelurahan dan masih berada pada dalam radius jangkauan pelayanan sekolah di Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan.Sementara SMP/MTs dikecamatan Batauga hanya 75% melayani setiap pemukiman dimasing masing Desa/Kelurahan. Desa/Kelurahan yang belum terlayani dan terjangkau SMP/MTs yaitu Desa masiri, Desa Laompo dan Desa Lampanairi yang belum terjangkau, karena berada diluar radius jangkauan pelayanan sekolah. Sementar SMA/SLTA sederajat memiliki radius jangkauan pelayanan tertentu dengan radius

jangkauan sejauh 3000 meter

Hal ini sajalan dengan penelitian Budiman, (2017). �Analisis Spasial Fasilitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Terhadap Pengunjung di Kota Blitar� Analisis pola sebaran fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat. Dimana untuk jangkauan puskesmas dengan radius 3 km dan puskesmas pembantu 1,5 km. Dari proses analisis spasial yang dilakukan diketahui bahwa persebaran fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat di kota Blitar memiliki pola acak. Dan terdapat hubungan antara luas jangkauan terhadap permukima dengan jumlah pengunjung, yang berarti semakin luas jangkauan terhadap permukiman semakin banyak jumlah pengunjung.

 

KESIMPULAN

����������� Sebaran pertashop di kabupaten sijunjung terdapat di 19 titik dimana terdapat pada 8 kecamatan. persebaran pertashop di kabupaten sijunjung jumlah yang paling banyak yaitu berada di Kecamatan di kamang baru sebanyak 5 diantaranya (BumNAG Baringin Gadang I, BumNAG Baringin Gadang II, CV Anugrah Persada Jaya, CV Maha Karya Sembilan 2 dan CV Succes,Selanjutnya kecamatan Koto Tujuh berjumlah 2) dan yang terendah terdapat di Kecamatan Ampek Nagari, Kupitan (PT Ambacang Persada Grup) dan lubuk Tarok (CV Alfatah Berkah Persada) berjumlah 1 Pertashop.

������������ Pola sebaran pertashop di kabupaten sijunjung menggunakan analisis tetangga terdekat terlihat kecendrungan pola persebaran tempat Pertashop cendrung tidak merata/acak (random pattern) (T=1,063), hal ini diketahui nilai T diperoleh yang berada > 1-2,15 (1,063) dengan kategori tidak merata/acak (random pattern).

������������ Keterjangkauan pertashop di kabupaten sijunjung menggunakan buffer Berdasarkan hasil dari jumlah keterjangkauan pada seluruh pertashop maka total keseluruhan nya terdapat 110 keterjangkauan dari 19 pertashop yang ada di Kabupaten Sijunjung. Jadi total keterjangkauan di bagi banyak pertashop hasilnya 110:19=5,7 atau di bulatkan menjadi 6 KM. Pertamina sebaiknya melakukan kajian lebih detail mengenai lokasi-lokasi yang lain untuk didirikan pertashop agar semua warga masyarakat tanpa terkecuali bisa menjangkaunya.Kepada peneliti lanjutan diharapkan dapat mengkaji lebih mendalam tentang keberadaan pertashop di Kabupaten Sijunjung dan dapat melihat kondisi dimana saja pertashop tersebar.

DAFTAR PUSTAKA

 

Aqli Wafirul. 2014. Analisa Buffer Dalam Sistem Informasi Geografis Untuk Perencanaan Ruang Kawasan. Jurnal Inersia. Vol Vl (2): 195.

Arifin, Zaenal dan Thamrin Logowali. 2012. Sistem Jual Beli Bensin Eceran

Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.

Astuti, Tri. 2011. Eksistensi Waduk Cacaban sebagai Tempat Kegiatan Wirausaha

Azanella, L. A. (2020). Kompas.com. Retrieved from Kompas.com

Budiman, R., & Cahyono, A. B. (2017). Analisis Spasial Fasilitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Terhadap Pengunjung di Kota Blitar. Jurnal Teknik ITS, 6(2), C353-C356.

Galang, C., Putra, G., & Pertamina, A. P. (2021). Analisis Kelayakan Usaha Produksi Pertashop Pertamina dengan Studi Kasus pada PT Riken Engineering Perkasa. 1(November), 262�269.

Gustavianto, M. S., Suprayogi, A., & Putra Wijaya, A. (2016). Aplikasi Sistem Informasi Geografis (Sig) Persebaran Usaha Mikro Kecil Menengah (Umkm) Berbasis Web (Studi Kasus : Kota Salatiga). In Jurnal Geodesi Undip Januari (Vol. 5, Issue 1). Http://Maps.Google.Com.

Mukhlis, M., & Musyawarah, R. (2019). Analisis Pola Persebaran Dan Keterjangkauan Lokasi Sekolah Terhadap Pemukiman Dikecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan. Jurnal Environmental Science, 2(1).

Nurjannah. (2020). Pemetaan Sebaran Kebutuhan Guru Geografi Sma Di Kota Tangerang Selatan Pada Tahun 2019.

Putri, P. S., & Ulni, A. Z. P. (2021). Distribusi dan Pola Spasial Usaha Coffee Shop di Kecamatan Bangko Provinsi Jambi. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 9(3), 217-223.

Setiawan, I. K. A., Sugiyanta, I. G., & Miswar, D. (2015). Pemetaan dan Analisis Sebaran SPBU di Kota Bandar Lampung Tahun 2015. JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 3(4)

Sugiyono. (2013). Teknik Pengambilan Data. 1�29.