ANALISIS PRODUKTIFITAS KARET DI KECAMATAN PULAU PUNJUNG KABUPATEN DHARMASRAYA TAHUN 2011-2021

 

Rinda Yusmai Yulita1, Rozana Eka Putri2 dan Arie Zella Putra Ulni3

Program studi Geografi/Universtias PGRI Sumater Barat

[email protected]

 

Riwayat Artikel:

Received: 22-10-2022

Revised: 02-11-2022

Accepted: 08-11-2022

 

Keywords: Rubber Plantation (Price, Land Area, Labor and Opinion)

 

 

Kata Kunci: Perkebunan Karet (Harga, Luas Lahan, Tenaga Kerja dan Pendapat)

 

 

 

 

Abstract

This study aims to obtain data, process, analyze and discuss Rubber Productivity Analysis in Pulau Punjung District, Dharmasraya Regency in 2011-202. Objectives of the Research 1.) Productivity of Rubber Plants in 2011-2021 2.) What are the factors that affect the Productivity of Rubber Plants in Pulau Punjung District. This research is a quantitative research with sampling conducted by this study using a saturated sample. This research method uses Proportional Random Sampling Technique, according to Sugiyono, Proportional Random Sampling is a random method without regard to the strata in the population. So this research using the slovin formula is that some of the oil palm farm workers are considered to be able to represent the population so that the number of samples obtained is 100 samples. Data processing is carried out using the Eviews 9 application with data analysis techniques used are the selection of panel data estimation models (descriptive test, normality test, classical assumption test (multicollinearity test, heteroscedasticity test and autocorrelation test), hypothesis test (t test, f test). , coefficient of determination test) and multiple linear regression test.This productivity result states 1) Rubber Productivity Results from 2011-2022, where the highest number of rubber productivity results was in 2011 as many as 7,534 Tons and the lowest amount was in 2016 as much as 1,500 Tons. 2).Factors that affect the productivity of rubber plants, based on the results of the partial test (t test) the tcount value is 3.052 while the ttable value is 1.984 indicating that the tcount > t table value with a significance of 0.003 because t is significantly greater than 5% (0.003 < 0.05) it can be concluded that partially the price (X1) has a significant effect on income (Y), the land area of ​​the partial test results (t test) the tcount value is -965 while the ttable value is 1.984 indicating that the tcount value < ttable value significantly of 0.337 because t is significantly smaller than 5% (0.337 > 0.05) it can be concluded that partially land area (X2) does not significantly affect income (Y) and energy. Partial test results (t test) tcount value is 1.516 while ttable value of 1.33 indicates that the value of tcount > ttable value because t is significantly smaller than 5% (0.133 > 0.05) it can be concluded that partial ra of labor (X3) has no significant effect on income (Y)

 

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, mengolah, menganalisis dan membahas Analisis Produktifitas Karet Di Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya Tahun 2011-202. Tujuan dar Penelitian 1.) Produktifitas Tanaman Karet Tahun 2011- 2021 2.) Faktor apa saja yang mempengaruhi Produktifitas Tanaman Karet di Kecamatan Pulau Punjung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pengambilan sampel yang dilakukan penelitian ini menggunakan sampel Jenuh. Metode penelitian ini menggunakan TeknikProporsional Random Sampling, menurut Sugiyono, Proporsional Random Sampling yaitu cara acak tanpa memperhatikan strata dalam populsi tersebut. Jadi penelitian ini dengan menggunkan rumus slovin merupakan sebagian buruh tani sawit yang di anggap dapat mewakili populasinya sehingga jumlah sampel yang didapat 100 sampel. Pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi Eviews 9 dengan teknik analisis data yang digunakan adalah pemilihan model estimasi data panel ( uji deskriptif, uji normalitas, uji asumsi klasik (uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi), uji hipotesi (uji t, uji f, uji koefisien determinasi) dan uji regresi linear berganda. Hasi produktivitas ini menyatakan 1) Hasil Produktifitas karet dari Tahun 2011- 2022, dimana jumlah hasil produktivitas karet yang paling tinggi berada di Tahun 2011 sebanyak 7.534 Ton dan jumlah yang paling rendah berada di Tahun 2016 sebnayak 1.500 Ton. 2).Faktor yang mempengaruhi Produktifitas Tanaman Karet, Berdasarkan hasil pengujian parsial (uji t) nilai thitung sebesar 3,052 sedangkan nilai ttabel sebesar 1,984 menunjukkan bahwa nilai thitung > nilai t tabel dengan signifikan sebesar 0,003 karena signifikan t lebih besar dari 5% (0,003 < 0,05) dapat disimpulkan bahwa secara parsial harga (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan (Y), Luas lahan hasil pengujian parsial (uji t) nilai thitung sebesar -965 sedangkan nilai ttabel sebesar 1,984 menunjukkan bahwa nilai thitung < nilai ttabel dengan signifikan sebesar 0,337 karena signifikan t lebih kecil dari 5% (0,337 > 0,05) dapat disimpulkan bahwa secara parsial luas lahan (X2) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan (Y) dan Teanaga Hasil pengujian parsial (uji t) nilai thitung sebesar 1,516 sedangkan nilai ttabel sebesar 1,33 menunjukkan bahwa nilai thitung > nilai ttabel karena signifikan t lebih kecil dari 5% (0,133 > 0,05) dapat disimpulkan bahwa secara parsial tenaga kerja (X3) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan (Y).

 

 

Corresponding Author: Rinda Yusmai Yulita

E-mail: [email protected]

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

karet alam terbesar kedua di dunia setelah Thailand, dimana pada tahun 2012 produksi karet alam Indonesia mencapai 3,27 juta ton, bersama Thailand masing-masing menguasai � 27% dan � 30% kebutuhan karet alam dunia. Saat ini produk karet Indonesia hampir 100% berupa produk industri hulu setengah jadi, sedangkan produk industri hilirnya masih sangat terbatas jumlah produsennya, antara lain PT. Industri Karet Nusantara yang merupakan anak usaha PT. Perkebunan Nusantara III Medan, Sumatera Utara (Puslitbangbun, 2015) dalam (Sianturi, 2021).

Produksi Karet di Provinsi Sumatera Barat mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir. Dimana produksi tahun 2016 mencapai yakni 924.913 ton meningkat pada tahun 2018 yakni 1.20 juta ton. Meningkatnya produksi tersebut berkat kontribusi peningkatan pada kabupaten sentra Karet di Provinsi Sumatera Barat. Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya merupakan satu dari wilayah Indonesia penghasil karet di Sumatera Barat. Karet merupakan komoditas unggulan di Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya yang umumnya diusahakan oleh rakyat. (Bayu Iskandar, 2014).

Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2016 hingga 2018 berturut-turut yakni 193.059 ton, 193.059 ton, 195.050 ton (BPS Sumbar, 2018). Total luas lahan perkebunan pada Kabupaten Dharmasraya mencapai 60,94% dari seluruh lahan pertanian. Kecamatan Padang Laweh merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Dharmasrayayang memberikan kontribusi dalam produksi tanaman Karet. Pada tahun 2018 produksi Karet di kabupaten tersebut mencapai 108.673 ton (BPS Dharmasraya, 2019).

Tanaman karet merupakan tanaman hutan hujan tropis, berasal dari lembah Amazone (Amerika Selatan). Kawasan asal tanaman karet tersebut berada pada 150 ekuator, dengan karakterisasi iklim basah (Duke, 1983), curah hujan 2000 � 4000 mm per tahun yang terdistribusi dalam 100 � 150 hari hujan per tahun. Suhu rata-rata sekitar 280C, dengan variasi harian maksimal 7oC dan lama sinar matahari sekitar 2000 jam per tahun, atau 6 jam per hari pada segala musim (Priyadarshan et al., 2005) dalam (Hutapea, Siregar, and Astuti 2017).

Berdasarkan hasil observasi di lapangan pada tanggal 2-3 maret 2022 di duga Permasalahan yang dihadapi di Kecamatan Pulau Punjung saat ini ialah harga karet yang rendah, lahan yang sempit, tenaga kerja yang cukup banyak yang akan berdampak pada pendapatan petani karet dan biaya tetap yang tidak sesuai dengan hasil yang didapatkannya. Kondisi ini ternyata akan mempengaruhi tingkat pendapatan dari usaha tani karet tersebut. Ketika suatu harga karet naik maka tingkat pendapatan perusahaan juga akan naik, akan tetapi jika sebaliknya harga karet menurun maka tingkat pendapatan juga akan menurun drastis dari sebelumnya. produktivitas usaha tani karet yang masih rendah sehingga dapat berdampak pada pendapatan perusahaa karet yang cenderung menurun, oleh sebab itu harga karet terus menurun setiap saat. Rendahnya produktivitas perusahaan karet menyebabkan rendahnya produksi karet, pendapatan dari perusahaan karet juga mempengaruhi rendahnya pendapatan tenaga kerja sedangkan kebutuhan hidup petani tetap bahkan meningkat sehingga dapat mendorong petani yang meningkatkan pendapatannya dengan melakukan eksploitasi penyedapan kurang baik dan berkelebihan yang menyebabkan tanaman karet menjadi rusak.

Pada data produksi karet di Kecamatan di Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya mengalami fluktuasi, dimana pada tahun 2015 jumlah hasil produksi karet mencapai 5.609.300, kemudian pada tahun 2016 produksi karet menurun sebesar 1.500.340, pada tahun 2019 mengalami kenaikan jadi 4.563.00. kemudian jumlah produksi karet pada tahun 2020 mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar 5.624.000 Dan kemudian pada tahun 2021 jumlah produksi karet menurun hingga 3.342.000 Ton (BPS Dharmasraya, 2021).

Berdasarkan uraian diatas, hal ini sangat menarik untuk dilakukan penelitian, tujuan nya untuk mengetahui bagaiamana Produktifitas Tanaman Karet Tahun 2011- 2021 dan Faktor apa saja yang memepengaruhi Produktifitas Tanaman Karet di Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya.

 

METODA PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pengambilan sampel yang dilakukan penelitian ini menggunakan sampel Jenuh. Metode penelitian ini menggunakan TeknikProporsional Random Sampling, menurut Sugiyono, Proporsional Random Sampling yaitu cara acak tanpa memperhatikan strata dalam populsi tersebut. Jadi penelitian ini dengan menggunkan rumus slovin merupakan sebagian buruh tani sawit yang di anggap dapat mewakili populasinya sehingga jumlah sampel yang didapat 100 sampel. Pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi Eviews 9 dengan teknik analisis data yang digunakan adalah pemilihan model estimasi data panel (uji deskriptif, uji normalitas, uji asumsi klasik (uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi), uji hipotesi (uji t, uji f, uji koefisien determinasi) dan uji regresi linear berganda.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian ini memberikan beberapa informasi yakni yang pertama adalah data demografi responden dimana yang menjadi responden penelitian ini adalahlaki-laki 59% sedangkan wanita 41% dari total 150 reponden, kemudian dilihat dari usia responden rata-rata berkisar 42% dengan usia 17-25 tahun kemudian 26-35 tahun 38% dan paling sedikit adalah >40 tahun yakni cuman 3%, masa kerja respoden penelitian ini paling banyak adalah 1-5 tahun yakni ada 75 responden atau setengah dari total responden (50%) serta masa kerja respoden paling sedikit adalah >10tahun, responden ini juga kebanyakan bekerja sebagai adimnistrasi yakni 45 dari 150 responden atau 30%.

 

DISKUSI

Hasil Penelitian dan Pembahasan

1. Produktifitas Karet 2011-2021

�������� Produktifitas karet dari Tahun 2011- 2022 berjumlah 58.491 Ton, diantaranya Tahun 2011 Tahun 2011 berjumlah 7.534 Ha (13%), Tahun 2012 berjumlah 6.350 Ton (11%), Tahun 2013 berjumlah 6.595 Ton (11%), Tahun 2014 berjumlah 5.927 Ton (10%), Tahun 2015 berjumlah 5.609 Ton (10%), Tahun 2016 berjumlah 1.500 Ton (3%), Tahun 2017 berjumlah 4.563 Ton (8%), Tahun 2018 berjumlah 4.602 Ton (8%), Tahun 2019 berjumlah 4.563 Ton (8%), Tahun 2020 berjumlah 5.624 Ton (10%) dan Tahun 2021 berjumlah 5.624 ton (10%).

����������� �� Hal ini sejalan dengan (Naibaho, 2013) yaitu sama-sama membahas tentang produktifitas karer sertasama-sama menggunakan teknik analisis Deskriptif. Sseperti Produksi karet tanaman perkebunan rata-rata produksi karet di Provinsi Jambi sebesar 270.841 ton pertahun dengan pertumbuhan 30,91 persen pertahun selama periode 2001-2013.

2.Faktor yang mempengaruhi Produktifitas Tanaman Karet di Kecamatan Pulau Punjung

a. Pengaruh Harga (X1) Terhadap Pendapatan (Y)

Berdasarkan hasil pengujian parsial (uji t) nilai thitung sebesar 3,052 sedangkan nilai ttabel sebesar 1,984 menunjukkan bahwa nilai thitung > nilai t tabel dengan signifikan sebesar 0,003 karena signifikan t lebih besar dari 5% (0,003 < 0,05) dapat disimpulkan bahwa secara parsial harga (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan (Y).

��

b. Pengaruh Luas Lahan (X2) Terhadap Pendapatan (Y)

Berdasarkan hasil pengujian parsial (uji t) nilai thitung sebesar -965 sedangkan nilai ttabel sebesar 1,984 menunjukkan bahwa nilai thitung < nilai ttabel dengan signifikan sebesar 0,337 karena signifikan t lebih kecil dari 5% (0,337 > 0,05) dapat disimpulkan bahwa secara parsial luas lahan (X2) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan (Y).

c. Pengaruh Tenaga Kerka (X3) Terhadap Pendapatan

Berdasarkan hasil pengujian parsial (uji t) nilai t hitung sebesar 1,516 sedangkan nilai t tabel sebesar 1,33 menunjukkan bahwa nilai thitung > nilai ttabel karena signifikan t lebih kecil dari 5% (0,133 > 0,05) dapat disimpulkan bahwa secara parsial tenaga kerja (X3) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan (Y).

 

Kesimpulan

Hasil Produktifitas karet dari Tahun 2011- 2022, dimana jumlah hasil produktivitas karet yang paling tinggi berada di Tahun 2011 sebanyk 7.534 dan jumlah yang paling rendah berada di Tahun 2016 sebnayak 1.500 ton.

Faktor yang mempengaruhi Produktifitas Tanaman Karet di Kecamatan Pulau Punjung Pengaruh Harga (X1) Terhadap Pendapatan (Y) Berdasarkan hasil pengujian parsial (uji t) nilai thitung sebesar 3,052 sedangkan nilai ttabel sebesar 1,984 menunjukkan bahwa nilai thitung > nilai t tabel dengan signifikan sebesar 0,003 karena signifikan t lebih besar dari 5% (0,003 < 0,05) dapat disimpulkan bahwa secara parsial harga (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan (Y). Pengaruh Luas Lahan (X2) Terhadap Pendapatan (Y)

Berdasarkan hasil pengujian parsial (uji t) nilai thitung sebesar -965 sedangkan nilai ttabel sebesar 1,984 menunjukkan bahwa nilai thitung < nilai ttabel dengan signifikan sebesar 0,337 karena signifikan t lebih kecil dari 5% (0,337 > 0,05) dapat disimpulkan bahwa secara parsial luas lahan (X2) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan (Y). Pengaruh Tenaga Kerja (X3) terhadap Pendapatan. Berdasarkan hasil pengujian parsial (uji t) nilai thitung sebesar 1,516 sedangkan nilai ttabel sebesar 1,33 menunjukkan bahwa nilai thitung > nilai ttabel karena signifikan t lebih kecil dari 5% (0,133 > 0,05) dapat disimpulkan bahwa secara parsial tenaga kerja (X3) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan (Y.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Amypalupy, Khaidir. 2011. �Optimalisasi Produktivitas Karet Melalui Penggunaan Bahan Tanam, Pemeliharaan, Sistem Eksploitasi, Dan Peremajaan Tanaman.� Jurnal Litbang Pertanian 30(1): 23. Http://Pustaka.Litbang.Pertanian.Go.Id/Publikasi/P3301114.Pdf.

Bayu Iskandar. 2014. .� Dinamika Litterfall Dan Kecepatan Dekomposisi Serasah Pada Agroekosistem Perkebunan Karet Di Kecamatan Pulang Punjung

Dony Putra. 2018. �Pengaruh Curah Hujan Dan Hari Hujan Terhadap Produktifitas Tanaman Karet Berumur 9, 13 Dan 16 Tahun Di PT. Socfin Indonesia Kebun Tanah Besih.� 6(4): 892�901.

Gea, Alfin Reminis Santason. 2018. �Pengaruh Level Inokulum Aspergillus Niger Terhadap Kandungan Nutrien Dan Asam Sianida Biji Karet.� Mercubuana: 5�23.

Girsang, Setia S, Erpina D Manurung, Sri H Sitindaon, And Khadijah E Ramija. 2020. �Pengaruh Sifat Tanah Dan Curah Hujan Terhadap Produktivitas Kelapa Sawit Pada Sistem Integrasi Sawit-Sapi.� Jurnal Pengkajian Dan Pengembangan Tekonolgi Pertanian 23(3): 281�96.

Handiny, Febry, Gusni Rahma, And Nurul Prihastita Rizyana. 2021. �Pemetaan Kerawanan Penyakit Demam Berdarah Dengue Di Kota Padang.� Jurnal Kesehatan 12(1): 018.

Harun, Rangga Amris. 2019. �Pengaruh Curah Hujan Dan Hari Hujan Terhadap Produksi Tanaman Karet Umur 13, 16, Dan 19 Tahun Di PT. Socfin Indonesia Kebun Lima Puluh.� Αγαη 8(5): 55.

Hutapea, Sumihar, Tumpal HS Siregar, And Retno Astuti. 2017. �Iklim Dan Perkebunan Karet : Suatu Tinjauan Dalam Kaitannya Pada Budidaya Tumpang Sari.� : 1�18.

Khoiriah, Nurmas Qulatul. "Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Produksi Usahatani Karet (Desa Cahaya Mas Kecamatan Mesuji Makmur Kabupaten Ogan Komering Ilir)." (2021).

Marsantia, Garli, Erdi Suroso, And Tanto Pratondo Utomo. 2014. �Kajian Strategi Kebijakan Industri Olahan Karet Ribbed Smoked Sheet (Rss) Berbahan Baku Lateks Kebun Dalam Upaya Peningkatan Mutu Produk.� Jurnal Teknologi Industri Dan Hasil Pertanian 19(1): 84�95.

Sianturi, David. 2021. �Universitas Sumatera Utara Poliklinik Universitas Sumatera Utara.� Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota 1(3): 82�91.

Simon. 2016. �Kata Kunci : Produktivitas, Usaha Tani, Perkebunan Karet.� 19(1): 1�11.

Sinaga, Dewi Merantika, Irsal, And Lisa Mawarni. 2017. �Pengaruh Curah Hujan Dan Hari Hujan Terhadap Produksi Karet Berumur 7, 10 Dan 13 Tahun Di Kebun Sei Baleh Estate PT. Bakrie Sumatera Plantations, Tbk.� Jurnal Agroteknologi 5(1): 93�102.

Sugiyono. 2013. �Teknik Pengambilan Data.� : 1�29