ANALISIS SPASIAL
MIGRASI MASYARAKAT ETNIS BATAK TOBA DI KECAMATAN MANDAU KABUPATEN BENGKALIS
Dwi
Yuniati Ningsih1, Elvi Zuriyani
2,
Arie Zella Pura
Ulni 3
Universitas PGRI Sumatera Barat
[email protected]1, [email protected]2, ariezella@gmail.com3
|
Riwayat Artikel: Received: 10-10-2022 Revised: 28-11-2022 Accepted: 11-11-2022 Keywords: Spatial
Analysis, Toba Batak Ethnicity Kata Kunci : Analisis Spasial,
Etnis Batak Toba |
|
Abstract This study aims to obtain data, process, analyze and discuss the Spatial
Analysis of Migration of the Toba Batak Ethnic Society in Mandau District,
Bengkalis Regency seen from: 1. Spatial distribution of migration of the Toba
Batak ethnic community in Mandau District, Bengkalis Regency 2.
Characteristics of the Toba Batak ethnic community who migrated to Mandau
District, Bengkalis Regency. This research belongs to the type of descriptive
research. The population in this study were all Toba Batak ethnic communities
in Mandau District City. The sample of this study was all Toba Batak ethnic
communities. The technique used in the sampling of this research is
proportional random sampling and the data analysis technique uses spatial
analysis and descriptive analysis. The final results of this study found
that: 1). The ethnic distribution of the Toba Batak tribe in Mandau District
can be seen from the distribution per village where the highest village
distribution is in Air Jamban Village as many as 2,671 people and the lowest
cause is in Batang Serosa village as many as 196 people 2). The
characteristics of the Toba Batak people who migrate include economic
characteristics including Monthly Income before Migration < Rp. 2,000,000
and Monthly Income After Migration < Rp. 4,000,000, and Employment, Length
of Work Before Migration < 3, Number of Length of Work after Migration
> 5 years, After Migration Permanent worker/no �yes�, Employment status
before migration �Farmers�, Employment status after migration �Private
employee�, Side jobs are �None�, the need for each month before migration is
�enough� and the need for each month after migration is �fulfilled�.
Furthermore, the social characteristics include the community's latest
education level "SMA/Equivalent", the first child's education level
is "Bachelor", the second child's education level is
"Bachelor", the third child's education level is
"SMA/Equivalent and the other children's education level is in the
answer "SMA/ Equal". |
|
|
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, mengolah, menganalisis dan membahas Analisis Spasial Migrasi Masyarakat Etnis Batak Toba Di Kecamatan
Mandau Kabupaten Bengkalis
dilihat dari: 1. Sebaran spasial migrasi masyarakat etnis Batak Toba di Kecamatan
Mandau Kabupaten Bengkalis
2. Karakteristik masyarakat
etnis Batak Toba yang bermigrasi
ke Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian� ialah semua masyarakat Etnis Batak Toba yang ada di
Kota Kecamatan Mandau, Sampel
penelitian ini adalah semua masyarakat etnis batak toba . Teknik yang digunakan dalam dalam penarikan sampel penelitian ini adalah Proporsional
Random Sampling dan Teknik analisa data menggunakan analisis Analisis Spasial dan analisis Deskriptif. Hasil akhir penelitian ini yang di temukan bahwa :
1). Persebaran Etnis suku Batak Toba di Kecamatan
Mandau di lihat dari persebaranya perdesa dimana desa yang paling tinggi persebaran di Desa Air Jamban sebanya 2.671 Orang dan persebabaran
yang paling sedikir di desa
Batang Serosa sebanyak
196 Orang 2). Karakteristik masyarakat
Etnis Batak Toba yang bermigrasi
diantaranya karakteristik
ekonomi meliputi Pendapatan Perbulan sebelum Migrasi < Rp.
2.000.000 dan Pendapatan Perbulan
Setelah Migrasi < Rp.
4.000.000, dan Perkerjaan, Lama Berkerja
Sebelum Migrasi < 3, Jumlah Lama Berkerja setelah Migrasi > 5 tahun, Sesudah Migrasi Pekerja tetap/tidak �iya�, Status pekerjaan sebelum migrasi �Petani�, Status pekerjaan setelah Migrasi �Karyawan swasta�, Pekerjaan Sampingan terdapat �Tidak ada�, Kebutuhan setiap bulannya sebelum migrasi �Cukup� dan Kebutuhan setiap bulannya setelah migrasi �terpenuhi�. Selanjutnya karakteristik sosial meliputi Tingkat Pendidikan terakhir
masyarakat �SMA/Sederajat�,
Tingkat pendidikan anak pertama �Sarjana�, tingkat pendidikan anak kedua �Sarjana�,
Tingkat pendidikan anak ke tiga �SMA/Sederajat dan Tingkat Pendidikan anak
lainnya terdapat di jawaban �SMA/Sederajat�. |
Corresponding Author:
Dwi Yuniati Ningsih�
E-mail:
[email protected]
PENDAHULUAN
Pertumbuhan penduduk di Indonesia tidaklah sama di berbagai tempat, begitu pula pada setiap daerah, Provinsi, atau Kota yang ada di Indonesia. Pertumbuhan penduduk didaerah tertentu lebih besar dibandingkan dengan daerah lain, perkembangan masing-masing daerah�� yang tidak merata mengakibatkan terjadinya migrasi atau perpindahan penduduk dari daerah
yang belum berkembang kedaerah yang sudah jauh berkembang (Sukmaniar, 2017).
Upaya pemerataan komposisi penduduk antara daerah pedesaan dengan daerah perkotaan
di Indonesia perlu mendapat
prioritas dari pemerintah. Sebab hal tersebut berkaitan
erat dengan dampak yang akan ditimbulkannya, di antaranya adalah masalah lapangan pekerjaan, pemukiman, lingkungan hidup, kriminalitas, serta masalah masalah
sosial lainnya. Secara sederhana dapat diketahui yang menjadi daya tarik
atau pendorong seseorang melakukan migrasi adalah adanya daya tarik
kota, seperti kesempatan kerja, daya beli penduduk,
kesempatan sekolah atau kursus-kursus, dan banyak lagi daya
tarik kota lainnya. Di samping itu dorongan utama
untuk melakukan perpindahan dari desa ke kota
adalah untuk memperoleh penghasilan yang lebih baik. Kondisi
kehidupan yang demikian buruk bagi kebanyakan
penduduk kota terutama para pendatang yang tidak mempunyai tempat bermukim yang layak. Perpindahan penduduk tersebut lebih menggaris bawahi kehidupan yang teramat parah di pedesaan daripada perkembangan ekonomi di kota, dan akan menimbulkan suatu masalah yang disebabkan oleh perpindahan penduduk yang tidak terkendali (Anggriyani, 2017).
Migrasi merupakan perpindahan penduduk dengan tujuan menetap dari suatu tempat
ke tempat yang lain melampui batas politik/negara ataupun batas administrasi/batas wilayah dalam suatu negara. Migrasi sering diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah
ke daerah yang lain (Study
et al., 2020). Migrasi dapat
didefinisikan sebagai perpindahan penduduk dari suatu tempat
ke tempat yang lain, baik sifatnya permanen
(bertempat tinggal di tempat yang baru paling sedikit 340 hari) atau semi permanen (hanya tinggal selama
15 hari dihitung dari awal kepindahannya
ke tempat tersebut), yang melewati batas administratif atau batas bagian
dalam suatu negara atau daerah atau
juga melampaui batas politis atau batas
Negara (Pratiwi, 2007).
Masyarakat di wilayah Provinsi
Riau sendiri juga terjadi migrasi. Para migran berasal dari beberapa
daerah Kabupaten/Kota yang ada di Riau dengan tujuan yang sama seperti etnis lainnya.
Bukan etnis Melayu sendiri yang melakukan migrasi, tetapi etnis lainnya
juga melakukan perpindahan penduduk secara permanen ke Kabupaten
Bengkalis dengan berbagai alasan dan akhirnya mengharapkan perubahan dalam sosial ekonomi (Tinambunan, 2012).
Migrasi Masyarakat Etnis Batak Toba di Kecamatan
Mandau Kabupaten Bengkalis mengubah mata pencaharian
mereka menjadi karyawan swasta di perusahaan-perusahaan yang ada disana. Selain menjadi karyawan swasta, sebagian mereka juga menanam sawit sebagai pekerjaan
sampingan. Perbedaan letak geografis telah banyak mengubah
pola prilaku masyarakat Batak Toba sehingga menjadi berbeda dengan tempat asal
mereka. Migrasi tersebut juga menimbulkan adanya sebuah proses adaptasi atau penyesuaian
kebudayaan antara masyarakat Batak Toba sebagai pendatang dengan masyarakat lokal atau yang biasa disebut enkulturasi. Hal inilah yang mendasari pola interaksi di antara kedua suku
yang berbeda tersebut baik dalam bidang
agama, budaya, mata pencaharian dan lain sebagainya (Sembiring, 2015).
Orang Batak Toba sangat terkenal
dengan etnis yang sangat menghargai adat istiadatnya. Kendati orang Batak
Toba telah merantau, namun adat istiadat
yang dimiliki nenek moyang mereka akan
dibawa ke tempat baru. Penghargaan
Orang Batak toba terhadap adat istiadatnya terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Praktik adat istiadat
Masyarakat Batak Toba terlihat dalam
Sistem Dalihan Na Tolu yang
terus lestari hingga saat ini.
Melalui sistem Dalihan Na Tolu, keteraturan relasi sosial antar
pihak dalam kesatuan adat terjalin
dengan baik. Keteraturan ini dapat dirasakan dalam upacara adat
perkawinan maupun kematian dalam kehidupan sosial yang memiliki peran fungsi sosial masing-masing (Rigita, 2019).
Migrasi akan dapat berdampak positif untuk perkembangan
sosial budaya dan ekonomi masyarakat jika dapat memberikan
pencerahan pola berfikir dan bertindak antara lain kreativitas dan kompetensi dalam kehidupan bermasyarakat yang ada gilirannya muncul kerja etos
yang tinggi. Tapi dapat juga berdampak negaitf karena mobilitas memunculkan kelompok mayoritas dan kelompok minoritas yang memiliki pemandangan
masing-masing sehingga dapat
berakibat terjadinya gesekan-gesekan kehidupan sosial budaya dan ekonomi masyarakat tersebut (Tinambunan, 2012).
Kemajuan dalam sistem informasi
geografi telah memberikan kontribusi analisis yang lebih efektif dari berbagai
aspek. Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan salah satu teknologi spasial yang sangat berguna di bidang pengolahan dan perencanaan pola sebaran mobilitas
masyarakat etnis Batak Toba
di Kecamatan Mandau Kabupaten
Bengkalis dapat ditampilkan dalam bentuk grafis digital dan dapat divisualisasikan dalam bentuk peta
(Muliansyah & Baskoro,
2015).
Masyarakat etnis Batak
Toba adalah sesuatu hal menarik bagi
penulis. Demi meningkatkan taraf kehidupan orang Batak Toba bersedia meninggalkan kampung halaman dengan maksud untuk maju
dan berkembang. Berdasarkan
hal tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang �Analisis Spasial Migrasi Masyarakat Etnis Batak
Toba Di Kecamatan Mandau Kabupaten
Bengkalis�.
METODA PENELITIAN
Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ialah semua masyarakat
Etnis Batak Toba yang ada
di Kota Kecamatan Mandau, Sampel
penelitian ini adalah semua masyarakat
etnis batak toba. Teknik yang digunakan dalam dalam penarikan
sampel penelitian ini adalah Proporsional
Random Sampling dan Teknik analisa data menggunakan analisis Analisis Spasial dan analisis Deskriptif.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1) Sebaran spasial migrasi masyarakat etnis Batak toba di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis
Menurut
(Setiawan, 2017), Persebaran terdiri
dari Salah satu prinsip dasar yang menjadi uraian, pengkajian dan pengungkapan gejala, faktor, variabel dan masalah geografi. Sebaran spasial adalah metode untuk mengetahui
apakah penyebaran spesies pada satu wilayah tertentu menyebar secara acak (random), berkelompok (cluster) atau seragam (uniform). Sama halnya dengan Persebaran Etnis Batak Toba di Kecamatan
Mandau menghasilkan representasi
dengan peta total keseluruhan nya 10.148 Orang, dan
dilihat persebarannya dengan pemetaan sederhana berdasarkan per kelurahan diantaranya Air Jamban sebanyak 2.671 orang
(26%), Babussalam 983 orang (10%), Batang Serosa 196 orang (2%), Balik
Alam 602 orang (6%), Duri
Barat 957 orang (9%), Duri Timur 494 orang (5%),
Gajah Sakti 831 orang (8%), Talang Mandi 1.272 orang
(13%), Pematang Pudu 1.493
orang� (15%), Harapan Baru
351 orang (3%) dan Bathin Betuah
298 orang (3%).
2) Karakteristik masyarakat etnis Batak Toba yang bermigrasi di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis
Menurut (Priyono, 2019) karakteristik pelaku migran dipengaruhi
oleh umur, jenis kelamin, pendidikan, status pernikahan, dan status pekerjaan
pada bidang jasa sebagai buruh atau
karyawan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan memperbaiki status hidup migran. Sama halnya dengan karakteristik
masyarakat etnis batak toba yang bermigrasi di Kecamatan Mandau, bahwa Pendapatan Perbulan sebelum migrasi terdapat di pendapatan < Rp. 2.000.000 dan Pendapatan
Perbulan Sesudah Migrasi jumlah yang paling tinggi terdapat di pendapatan < Rp. 4.000.000. Perkerjaan
Indikatornya Jumlah Lama Berkerja Sebelum Migrasi pendapatan < 3 tahun sebanyak 42, Jumlah Lama Berkerja setelah Migrasi terdapat di > 5 tahun sebanyak 79, Sesudah Migrasi Pekerja tetap/tidak� terdapat di jawaban �iya� sebanyak
7,� Status pekerjaan
sebelum migrasi terdapat �Petani� sebanyak 6, Status pekerjaan setelah Migrasi �Karyawan swasta� sebanyak 44, Pekerjaan Sampingan terdapat �Tidak ada� sebanyak
74, Kebutuhan setiap bulannya sebelum migrasi terdapat �Cukup� sebanyak 71 dan Kebutuhan setiap bulannya setelah migrasi terdapat di jawaban �terpenuhi� sebanyak 91. Tingkat Pendidikan terakhir
masyarakat terdapat di jawaban �SMA/Sederajat� sebanyak 45 responden, Tingkat pendidikan anak pertama terdapat di jawaban �Sarjana� sebanyak 60 responden, tingkat pendidikan anak kedua di terdapat
di jawaban �Sarjana� sebanyak 44, Tingkat pendidikan anak ke tiga
terdapat di jawaban �SMA/Sederajat� sebanyak 34 responden dan Tingkat Pendidikan anak
lainnya terdapat di jawaban �SMA/Sederajat� sebanyak 25. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini:
Gambar 1. Peta
Persebaran Masyarakat Etnis
Batak Toba di Kecamatan Mnadau
Kabupaten Bengkalis
KESIMPULAN
1.
Persebaran Etnis suku Batak Toba di Kecamatan
Mandau di lihat dari persebaranya perdesa dimana desa yang paling tinggi persebaran di Desa Air Jamban sebanya 2.671 Orang dan persebabaran
yang paling sedikir di desa
Batang Serosa sebanyak 196
Orang.
2.
Karakteristik masyarakat etnis batak toba
yang bermigrasi diantaranya
karakteristik ekonomi meliputi Pendapatan Perbulan sebelum Migrasi < Rp. 2.000.000 dan Pendapatan
Perbulan Setelah Migrasi <Rp. 4.000.000, selanjutnya
faktor Perkerjaan, Lama Berkerja Sebelum Migrasi < 3 tahun, Jumlah Lama Berkerja setelah Migrasi > 5 tahun, Sesudah Migrasi Pekerja tetap/tidak �iya�,
Status pekerjaan sebelum migrasi �Petani�, Status pekerjaan setelah Migrasi �Karyawan swasta�, Pekerjaan Sampingan terdapat �Tidak ada�, Kebutuhan
setiap bulannya sebelum migrasi �Cukup� dan Kebutuhan setiap bulannya setelah migrasi �terpenuhi� dan karakteristik sosial meliputi Tingkat
Pendidikan terakhir masyarakat
�SMA/Sederajat�, Tingkat pendidikan
anak pertama �Sarjana�, tingkat pendidikan anak kedua �Sarjana�, Tingkat pendidikan anak ke tiga �SMA/Sederajat
dan Tingkat Pendidikan anak lainnya
terdapat di jawaban �SMA/Sederajat�.
DAFTAR PUSTAKA
Asnewastri.
(2018). Migrasi Etnik Batak Toba ke Nagori Mariah Bandar Kecamatan Pematang
Bandar, 1946-2011. Sejarah Dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya Dan
Pengajarannya, 12(1), 8�18.
Barus, Z.
(2014). Analisis Antropologi Hukum Tentang Pengaruh Nilai-Nilai Budaya Terhadap
Budaya Hukum Masyarakat Batak-Toba Terkait Dengan Batas Usia Kawin Menurut
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Yustisia Jurnal Hukum, 3(2), 137�146.
Emmi, S.
(2013). Perubahan dan Kesinambungan Tradisi Gondang dan Tortor Dalam Pesta Adat
Perkawinan Pada Masyarakat Batak Toba di Medan. 21, 1412�1424.
Girsang, dkk.
(2013). Keadaan Penduduk Migran Di Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun.
Jurnal Geografi, Vol 5 No.1, 1�10.
Hajar, dkk.
(2021). Pengolahan Data Spasial-Geolocation Untuk Menghitung Jarak 2 Titik.
Creative Information Technology Journal, 8(1), 32.
Ikhsan, &
Wali, M. (2014). Analisis Migrasi ke Kota Banda Aceh. Jurnal Ekonomi Dan
Kebijakan Publik Indonesia, 1(1), 16�25.
Lausiry, dkk.
(2019). Analisis kondisi sosial-ekonomi masyarakat migran sebelum dan sesudah
berada di Kota Timika. Jurnal Kritis, 3(1), 1�23.
Made
Anggriyani, dkk. (2017). Dampak Mobilitas Penduduk Terhadap Kehidupan Sosial
Budaya Masyarakat How to cite (in APA style). SINTESA: Jurnal Ilmu Sosial Dan
Ilmu Politik, 8(1), 1�4.
Mahfuz, M.
(2016). Analisis Data Spasial Untuk Identifikasi Kawasan Rawan Banjir Di
Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang
Teknik Geodesi, 1(1), 1�12.
Maulida, Y.
(2013). Pengaruh Tingkat Upah Terhadap Migrasi Masuk Di Kota Pekanbaru. Jurnal
Ekonomi Universitas Riau, 21(02), 1�12.
Mujiburrahmad.
(2021). Kecamatan Padang Tiji. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 10(3),
419�429.
Muliansyah,
& Baskoro, T. (2015). Analisis Pola Sebaran Demam Berdarah Dengue Terhadap
Penggunaan Lahan Dengan Pendekatan Spasial di Kabupaten Banggai Provinsi
Sulawesi Tengah Tahun 2011 sampai 2013. Jurnal Sistem Informasi Kesehatan
Masyarakat, 1(1), 47�54.
Nainggolan,
M. (2020). Toba Di Perantauan ( Studi Kasus : Masyarakat Batak Toba di
Rengasdengklok Karawang ). 5(2), 91�109.
Priyono.
(2019). Analisis Migrasi Risen Berdasarkan Hasil Survei. 10, 127�141.
Putri, A.
(2012). Analisis Dtribusi Spasial dan Kinerja Pelayanan Kantor Pos di Kota
Surakarta Tahun 2012. 1�9.
Rahman, dkk.
(2019). Pengaruh modernis terhadap tata cara adat perkawinan suku batak toba di
desa petani kecamatan mandau kabupaten bengkalis. 1�14.
Rahmi, A.
(2013). Karakteristik Migrasi dan Dampaknya terhadap Pengembangan. 9(4),
331�342.
Rigita, P.
(2019). Analisis Kedudukan Sosial Perempuan Batak Toba Dalam Konteks
Kesusastraan. 49�55.
Sarmita.
(2019). Karakteristik Sosial Ekonomi Dan Tipologi Migrasi Migran Asal Jawa Di
Kuta Selatan-Bali. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 4(2), 135�143.
Sembiring.
(2015). ANTHROPOS : Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya Perubahan Sosial
Pada Masyarakat Karo Yang Bermigrasi. 1(1), 72�79.
Setiawan, A.
(2017). Persebaran Lokasi Praktek Bidan Melalui Penerapan Sistem Informasi
Geografis Menggunakan Metode Clustering. JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian Dan
Pembelajaran Informatika), 2(1), 1�7.
Silalahi
Apriyana Dewi, D. (2016). Migrasi Suku Batak Toba Asal Tapanuli Utara (Sumatera
Utara) Tahun 1965-1975 Ke Kelurahan Bandarjaya Timur Kecamatan Terbanggi Besar
Kabupaten Lampung Tengah. 15(2), 1�23.
Sudaryono.
(2017). Metodologi Penelitian. PT Rajagrafindo Persada.
Sukmaniar,
dkk. (2017). Faktor Pendorong Dan Penarik Migrasi Pada Mahasiswa Dari Desa
Untuk Kuliah Di Kota Palembang. Demography Journal of Sriwijaya ( DeJoS ),
1(2), 1�10.
Syairozi, M.
I., & Wijaya, K. (2020). Migrasi Tenaga Kerja Informal: Studi Pada
Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Seminar Nasional SistemInformasi,
20(2020), 2383�2394.
Tinambunan.
(2012). Dampak Migrasi Terhadap Efektifitas Komunikasi Lintas Budaya. Jurna
Ilmu Komunikasi, 1, 43�49.
Wahyu
Pratiwi, Y. (2007). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Mgrasi
Internasional Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri Tahun. Analisis
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Mgrasi Internasional Tenaga Kerja Indonesia Ke
Luar Negeri Tahun, 2007, 1 OF 317.
Zuriyani, E.
(2019). Pola Spasial Pergerakan Merantau Masyarakat Nagari Sungai Durian
Kecamatan Patamuan. 9�25.