ANALISIS SOSIO-SPASIAL PANDEMI COVID-19 DI KOTA
PADANG
Sari Rahmi1, Arie Zella Putra Ulni 2, Nila
Afryansih3
Universitas PGRI Sumatera Barat
|
Riwayat Artikel: Received: 13-10-2022 Revised: 21-10-2022 Accepted: 30-10-2022 Keywords:
Socio-Spatial, Covid 19, Diffusion Kata
Kunci: Sosio-spasial, covid-19,
difusi |
|
Abstract This study aims to obtain data, process, analyze and discuss the Socio-spatial Analysis of the
Covid-19 Pandemic in the City of Padang seen from: 1) the diffusion of
covid-19 in the City of Padang. 2) How to spread covid-19 in Padang City.
This type of research is descriptive qualitative. The type of data used is
primary data and secondary data, informants in this study were determined
using snowball sampling. The key informant in this study was the Head of the
Padang City Health Office. Collecting data through observation, interviews,
and in-depth documentation. The data analysis technique uses data reduction
and data display and conclusion. The results of the findings and discussion
of this study are as follows: Diffusion of Covid-19 Including Expansion and
Contact Diffusion Types, the first spread of Covid-19 in Padang City which
was confirmed positive for Covid-19 was in East Padang District and Lubuk Begalung District. The
highest comparison of the spread of Covid-19 at the beginning of 2020-2021
was in 2020 in the East Padang sub-district with a total of 8,482 infected
cases. There are several ways to spread Covid-19 in the city of Padang in
2020-2021, including making direct contact with those infected with the
Covid-19 virus, being contaminated with objects that have been infected with
the Covid-19 virus, and traveling long distances. |
|
|
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data, mengolah,
menganalisis dan membahas Analisis Sosial Spasial Pandemi Covid-19 di Kota
Padang dilihat dari: 1) penyebaran covid-19 di Kota Padang. 2) Bagaimana cara
penyebaran covid-19 di Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif
kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder,
informan dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan snowball
sampling. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas Kesehatan
Kota Padang. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi
mendalam. Teknik analisis data menggunakan reduksi data dan penyajian data
serta penarikan kesimpulan. Hasil temuan dan pembahasan penelitian ini adalah
sebagai berikut: Difusi Covid-19 Termasuk Jenis Perluasan dan Difusi Kontak,
penyebaran Covid-19 pertama di Kota Padang yang terkonfirmasi positif
Covid-19 berada di Kabupaten Padang Timur dan Kecamatan Lubuk Begalung.
Perbandingan penyebaran Covid-19 awal tahun 2020-2021 tertinggi terjadi pada
tahun 2020 di Kecamatan Padang Timur dengan total 8.482 kasus terinfeksi. Ada
beberapa cara penyebaran Covid-19 di Kota Padang pada tahun 2020-2021, di
antaranya melakukan kontak langsung dengan yang terinfeksi virus Covid-19,
terkontaminasi benda yang telah terinfeksi virus Covid-19, dan bepergian.
jarak jauh. |
Corresponding Author: Sari
Rahmi�
E-mail: sarirahmi094@gmail.com
PENDAHULUAN
Penyakit menular sering disebut juga dengan penyakit infeksi dikarenakan terdapat infeksi virus, bakteri, atau parasit yang bisa tertular melalui
berbagai macam media diantaranya udara, jarum suntik, transfusi
darah, tempat makanan atau minuman
dan lainnya. Salah satu penyakit menular yang terjadi secara global pada saat sekarang ini
adalah terjangkitya penyakit Virus Corona.
Virus Corona atau nama latinnya Coronavirus Disease
(Covid-19) merupakan salah satu
virus yang menyebabkan penyakit
di mulai dari flu hingga ke penyakit
yang lebih berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-Cov) and Severe Acute Respiratory Syndrome
(SARS- CoV). Penyakit
ini lebih dikenal dengan penyakit Covid-19. Jenis penyakit baru yang ditemukan pada tahun 2019 yang menyerang manusia (Mona, 2020).
Covid-19 disebabkan
oleh SARS-COV2 yang termasuk dalam
keluarga besar coronavirus
yang sama dengan penyebab SARS pada tahun 2003, hanya berbeda jenis
virusnya. Gejalanya mirip dengan SARS, namun angka kematian
SARS (9,6%) lebih tinggi dibanding Covid-19 (kurang dari 5%), walaupun jumlah kasus Covid-19 jauh lebih banyak
dibanding SARS. Covid-19 juga memiliki
penyebaran yang lebih luas dan cepat ke beberapa negara dibanding SARS.
Coronavirus adalah anggota dari family Coronaviridae, suatu
virus yang besar, dan mempunyai
selubung (envelope).
Selubung virus ini dipenuhi dengan tonjolan-tonjolan yang panjang berbentuk daun bunga (petal).� Genom RNA coronavirus ini mempunyai ukuran 27-32 kb dan merupakan genom yang terbesar di antara semua virus yang ada. Genom virus ini beruntai tunggal (single-stranded) dan membentuk
suatu nukleokapsid helikal yang fleksibel dan panjang. Nukleokapsid ini terletak di dalam suatu selubung lipoprotein yang terbentuk dari penggembungan membran intraseluler (Surjawidjaja, 2003)
Berdasarkan pengertian para ahli diatas dapat disimpulkan
bahwa coronavirus atau
Covid-19 yang bernama latin
Coronavirus Disease dapat diartikan
bahwa wabah penyakit infeksi yang menular yang menyerang manusaia terjadi pada tahun 2019 berukuran 27-32 kb merupakan genom RNA yang terbesar beruntai tunggal serta membentuk
suatu nukleokapsid helikal yang fleksibel dan panjang.
Sumatera Barat Sebagai
salah satu provinsi di
Indonesia yang terkena Covid-19 termasuk
10 provinsi dengan kasus tertinggi dengan 203 kasus positif dan meninggal 15 di mana
Padang merupakan pusat penyebaran Covid-19 tertinggi. Sebagai salah satu kota yang paling terdampak Covid-19
di Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang memiliki angka komorbiditas yang tinggi. Berdasarkan profil kesehatan Kota Padang tahun
2019, sebaran kasus penderita komorbiditas ditemukan di seluruh kabupaten di Kota Padang
(Yuniarti, Hermon, Dewata, Barlian, & Iswamdi, 2020).
Pada penelitian ini mengkaji mengenai
difusi covid-19 dan cara penyebaran covid-19 di Kota Padang guna
untuk menganalisis wabah penyakit menular sebagai proses sosio-spasial. Difusi adalah proses dimana ide-ide baru dikomunikasikan selama periode waktu kepada anggota
suatu sistem sosial (Rogers, 1972). Menurut
Brown (1981) dalam Sari Rahmi
(2021) difusi spasial sebagai penyebaran (dispersi) dari fenomena dalam suatu daerah tertentu
melalui waktu. Secara harfiah difusi berarti pemencara, penyebaran, atau penjalaran, seperti penjalaran berita lewat berbagai
media, penyebaran kebudayaan
dari satu ras atau bangsa
ke ras atau
bangsa lain, bahkan penyebaran penyakit merupakan suatu difusi.
Menurut Horizons,
(2018) dalam Aminah Pendekatan
sosio-spasial memandang bahwa keterlibatan pemerintah dengan kepentingan
serta kemauan politiknya sebagai cara memacu pertumbuhan
dan sekaligus sebagai instrumen perubahan kota.
Pendekatan sosial-spasial adalah sebuah sistem pendekatan
untuk menganalisa ragam fenomena dan dinamika pada perkotaan yang masih dalam bentuk
proses (Putra, 2019).
Pendekatan sosio-spasial merupakan salah satu alternatif dalam kajian perencanaan
penataan ruang perkotaan (Horizons, 2018). Pendekatan
sosio-spasial merupakan
salah satu alternatif dalam mengkaji perencanaan penataan ruang. Pendekatan ini menegaskan bahwa produksi ruang secara spasial
akan mempengaruhi mentalitas para penghuninya sehingga menciptakan produksi ruang sosial, yakni relasi
produksi antara ruang secara spasial
dengan masyarakat.
Berdasarkan pengertian pendekatan sosio-spasial dari hasil peneliti dapat disimpulkan bahwa dengan adanya
analisis menggunakan pendekatan sosio-spasial bisa diketahui hal yang berkaitan dengan sosio-spasial terutama pada kawasan yang memiliki dampak terhadap dari covid-19 yang ada di Sumatera Barat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis :
1.
Difusi covid-19 di
Kota Padang.
2.
Cara penyebaran covid-19 di
Kota Padang.
METODA PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Menurut I Made Winartha (2006:155), metode analisis deskriptif kualitaif adalah, menganalisis, menggambarkan, dan meringkas berbagai kondisi, situasi dari berbagai data yang dikumpulkan berupa hasil wawancara atau pengamatan mengenai masalah yang diteliti yang terjadi dilapangan.
Penelitian tentang analisis sosio-spasial pandemi covid-19 di
Kota Padang dilaksanakan di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan
penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan bulan Januari 2022. Populasi dan Sampel wilayah penelitian ini yaitu : Populasi dan Sample.
Teknik analisis data yang digunakan
ialah :
1.
analisis difusi covid-19
2.
analisis cara penyebaran covid-19
a.
Reduksi data
b.
Display data
c.
Kesimpulan
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, maka hasil tersebut akan di bahas lebih
lanjut dalam bentuk uraian pembahasan
tentang Analisis Sosio-spasial Pandemi covid-19 di
Kota Padang.
Pertama, difusi Covid-19 tahun 2020-2021
di Kota Padang berdasarkan difusi
nya dimana persebaran awal mula nya terjadi
di Kecamatan Padang Timur dan Kecamatan
Lubuk Begalung yang terkena positif masing-masing 1
Orang, selanjutnya sampai akhir tahun 2020 dimana kasusu Covid-19 dimana terkonfirmasi postif 8.482 Orang, sembuh berjumlah 5.936 dan yang meninggal
134 selanjutnya akhir tahun 2021 terkonfirmasi yang postif sebanyak 42.922
orang, yang sembuh 41.829 orang dan yang meninggal 555 orang. Jadi dapat
di simpulkan Kasus Covid-19
di Kota Padang bertipe difusi
Ekpansi dan Kontak. Tipe difusi ekpansi
adalah dimana sebuah fenomena yang memiliki sumber dan berdifusi keluar pada area yang lebih baru. Menurut
ilmu kesehatan termasuk juga tipe difusi kontak yang merupakan fenomena itu terjadi dengan
kontak langsung antara individu dengan pengaruhnya.
Hal ini sejalan dengan penelitian (Silvia, 2020) sama-sama
membahas tentang Tipe Difusi Covid-19. Untuk melihat pola
tipe Difusi kasus Covid-19 ini, Tipe nya adalah
Ekspasi. Tipe Ekspansi adalah tipe menjalar/menular
(contagious diffusion) dan fenomenanya yang ada memiliki sebuah sumber awal kemudian
terjadi penyebaran keluar, kewilayah yang baru tanpa meninggalkan
sumber aslinya. Dilihat dari Distibusi
Spasial persebaran pasien Covid-19 dari bulan Januari- September yang Pasien Meninggal dunia Jumlah Kasus yang tertinggi terdapat di Benua Eropa sebanyak
360.144 (37%) Jiwa dan Berdasarkan Jumlah Pasien yang Positif yang tertinggi terdapat di Benua Asia Sebanyak 8.802.913 (28%) Jiwa
Kedua, penyebaran Covid-19 di Kota Padang, berdasarkan
hasil wawancara, Berdasarkan Kontak Langsung dengan pasien yang terkena Kasus Covid-19 yaitu seseorang yang terinfeksi
covid-19 melalui tetesan kecil (droplet) berdasarkan hidung atau lisan
dalam waktu batuk, bersin, atau berbicara atau pula tanpa sengaja menghirup droplet berdasarkan penderita. Kadang pula terinfeksi menyentuh benda yang telah terkontaminasi dengan tetesan kecil (droplet) lalu orang itu menyentuh bagian
mata, hidung, atau sekitaran paras maka orang itu bisa terinfeksi covid-19. Inilah karena krusial
menjaga kebersihan misalnya mencuci tangan kita memakai
sabun menggunakan air myang mengalir atau menggunakan hanssanitaizer dan Penyebabnya memiliki riwayat perjalanan pernah ke Jakarta akan tetapi untuk memastikan
dimana tertular ada banyak kemungkinan. Pasien pertama
ini pernah melaksanakan kegiatan di ibu kota kemudian
sepulang dari sana mengalami demam saat diperiksa
dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit
Achmad Mochtar Bukittinggi. Pasien kedua juga mengalami demam dan gejala penyakitnya waktu diperiksa sudah turun dan diperbolehkan pulang untuk melakukan
isolasi mandiri di rumah karena kondisinya
cukup baik. Akan tetapi setelah hasil keluar dinyatakan
positif sehingga yang bersangkutan langsung dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat M jamil Padang.
Keterkaitan dengan hasil penelitian
ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa adanya virus Covid-19 yang berawal
dari Wuhan, China, yang kemudian
mengalami ekspansi ke berbagai penjuru
negara dunia dengan penyebaran
penyakit yang bersamaan dengan interaksi dan mobilitas penduduk dari satu daerah
ke aerah lainnya sehingga memungkinkkan penambahan kasus baru yang kian meningkat (singler, et al., 2020). Artinya, ada proses penambahan jumlah baru pada populasi antara duaa waktu serta
daerah asal terjangkit menglami perluasan.
Hal ini sejalan menurut WHO, 2021 Orang bisa terpapar atau
terinfeksi Covid-19 dengan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi - dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.
Jika Anda berdiri pada jarak
1 atau 2 meter dari seseorang dengan Covid-19, Anda dapat terjangkir melalui batuk termasuk saat mereka menghembuskan
napas.
Dengan kata lain, Covid-19 menyebar serupa cara untuk flu. Sebagian besar orang yang terinfeksi
Covid-19 mengalami gejala ringan dan sembuh. Namun, beberapa kasus virus corona berlanjut dengan mengalami penyakit yang lebih serius dan mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit. Risiko
penyakit atau terinfeksi virus corona kian meningkat bagi Anda dengan usai 50 tahun ke atas.
Usia tersebut disebut lebih rentan
daripada mereka yang di bawah 50 tahun. Orang dengan melemah sistem kekebalan tubuh dan orang-orang dengan kondisi seperti diabetes, penyakit jantung dan paru-paru juga lebih banyak rentan terhadap
virus corona.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pemahaman dalam penelitian mengenai Analisis Sosio-spasial Pandemi Covid-19 di Kota Padang dapat
di simpulkan sebagai berikut:
1.
Difusi Covid-19 tahun 2020-2021 di Kota Padang� suspek pertama terjadi pada tahun 2020 pada tanggal 26 Maret 2020 di Kecamatan Padang
Timur dan Kecamatan Lubuk Begalung sebanyak 2 jiwa, kemudian menjalar atau difusi
hingga tersebar 11 Kecamatan di Kota Padang saat ini. Kasus yang tertinggi terjadinya Covid-19
pada tahun 2020 di Kecamatan
Padang Timur dengan jumlah positif sebanyak 8.482 jiwa yang terjangkit. Sedangkan kasus Covid-19 yang tertinggi pada tahun 2021 terjadi di Kecamatan Koto Tangah dengan jumlah
positif 42.922 orang yang terjangkit.
2.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak terkait
atau Dinas Kesehatan ada beberapa cara penyebaran
kasus Covid-19 pada tahun
2020 -2021 di Kota Padang sebagai berikut:
Seseorang terinfeksi
Covid-19 memalui kotak secara langsung dengan orang terjangkit dengan Covid-19, ciri-cirinya terjadi melalui batuk, bersin, atau berbicara tanpa sengaja, terinfeksi melalui benda yang telah terkontaminasi oleh si penderita covid-19, memiliki riwayat perjalanan jauh.
DAFTAR
PUSTAKA
Horizons,
S., Myers, F., Analysis, C. P., Hayes, Andrew F., A. F., Field, A., Help, F., �
Wennberg, J. E. (2018). Model Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Berbasis Sosio-Spasial Kasus: Kota Baubau. Journal of
Business Ethics, 14(3), 37�45.
Mona,
N. (2020). Efek Menular ( Kasus Penyebaran Virus Corona Di Indonesia ). 2(2),
117�125.