ANALISIS INDEKS
POTENSI LAHAN (IPL) PERTANIAN JAGUNG DI KECAMATAN TIGO NAGARI KABUPATEN PASAMAN
Susi Desriani Putri1, Rika Despica2, Afrital Rezki3
Universitas PGRI Sumatera Barat
[email protected]1, [email protected], [email protected]
|
Riwayat Artikel: Received: 01-10-2022 Revised: 07-10-2022 Accepted: 30-10-2022 Keywords:
Land Potential Index (IPL), Spatial Distribution Land
Potential Index (IPL) Kata
Kunci: Indeks Potensi lahan,distribusi
spasial |
|
Abstract This study aims to obtain data, process, analyze and discuss the
Analysis of the Land Potential Index (IPL) of Corn Agriculture in Tigo Nagari
District, Pasaman Regency seen from: 1.Land Potential Index (IPL) of Corn
Agriculture in Tigo Nagari District, Pasaman Regency 2. Spatial Distribution
Land Potential Index (IPL) for Corn Agriculture in Tigo Nagari District,
Pasaman Regency. This research belongs to the type of quantitative
descriptive research. The population in this study is all locations of maize
farmland in Tigo Nagari District. The sample of this research is 56 points of
corn fields in Tigo Nagari District. The technique used in the sampling of
this research is purposive sampling. The data analysis technique uses Spatial
Analysis (Overlay) analysis. The final results of this study found that: 1).
The land potential index in Tigo Nagari sub-district has 2 classes of
potential index for corn farming, including Low, covering an area of
11,004 Ha (59%) and Medium class covering an area of
7,758 Ha (41%) 2). The spatial distribution of Corn Land was
found to be a slope indicator which was found in Nagari Malampah with a slope
of 45% with a steep category, in Nagari Binjai the slope of the slope was
15-25% with a slightly steep category. Soil types which were found in Nagari
Malampah were andosol, gleisol and cambisol , lithology where found in Nagari
Malampah found pyroclastic/volcanic rock types, Nagari Binjai, Malampah and
Ladang Panjang with high rainfall 3000-4000 categories. flood vulnerability
which is found in Nagari Malampah, binjai and long fields found the
vulnerability to flood disaster is very heavy. |
|
|
Abstrak Penelitian ini
bertujuan untuk mendapatkan data, mengolah, menganalisis dan membahas Analisis Indeks Potensi Lahan (IPL) Pertanian Jagung Di Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman dilihat dari: 1.Indeks Potensi Lahan ( IPL)
Pertanian Jagung di Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman 2. Distribusi Spasial Indeks Potensi Lahan( IPL)
Pertanian Jagung di Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ialah semua Lokasi lahan pertanian jagung di Kecamatan Tigo Nagari. Sampel penelitian ini adalah 56 titik lahan jagung di Kecamatan Tigo Nagari. Teknik yang digunakan
dalam dalam penarikan sampel penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik analisa data menggunakan analisis Analisis Spasial (Overlay). Hasil akhir penelitian ini yang di temukan bahwa : 1). Indeks
Potensi lahan�� yang ada di Kecamatan
Tigo Nagari terdapat 2 kelas indeks Potensi lahan pertanian jagung
diantaranya Rendah seluas 11.004 Ha (59%) dan kelas Sedang seluas 7.758 Ha (41%) 2). Distribusi spasial Lahan Jagung
ditemukan Indikator Kemiringan lereng dimana terdapat di Nagari
Malampah dengan kemiringan lereng 45 % dengan kategori curam, di Nagari
Binjai kemiringan lereng 15-25 % kategori agak curam, Jenis tanah dimana
terdapat di Nagari Malampah dengan jenis tanah andosol, gleisol dan kambisol,
litologi dimana terdapat di Nagari Malampah ditemukan jenis batuan bahan
piroklastik/vulkanik, Nagari Binjai, Malampah dan Ladang panjang dengan curah
hujan 3000-4000 kategori tinggi. kerawanan banjir� dimana terdapat di Nagari Malampah, binjai
dan ladang panjang ditemukan kerawanan bencana banjir sangat berat. |
Corresponding Author:
Susi Desriani
Putri�
E-mail:
[email protected]
PENDAHULUAN
Indonesia memiliki Potensi yang lahan perlu dipertimbangkan� pemanfaatan lahannya untuk mendukung produktivitas dan kualitas yang tinggi dari produk yang dihasilkan dari lahan tersebut. Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia membuat banyaknya alih fungsi lahan, terutama
kebutuhan lahan untuk permukiman dan bangunan pendukung lainnya.Alih fungsi lahan yang terjadi membuat lahan pertanian
produktif beralih menjadi lahan non pertanian.
Hal ini
akan mengakibatkan terjadinya penyempitan lahan pertanian. Lahan yang dimanfaatkan� harus sesuai dengan arahan
fungsi kawasan masing masing lahan supaya
memberikan hasil yang baik. Pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan potensi
lahannya akan berakibat munculnya berbagai masalah seperti kerusakan lingkungan dan menurunnya kualitas dari lahan
tersebut. Lahan� harus dimanfaatkan sesuai dengan potensi dari lahan karena
setiap lahan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Indeks potensi lahan memberikan
gambaran mengenai potensi lahan yang dapat digunakan untuk peruntukan tertentu (Arum et
al., 2018)
Indeks potensi lahan merupakan salah satu
metode yang dapat digunakan untuk mengetahui potensi dari suatu lahan.
Hal ini akan sangat bermanfaat dalam pengelolaan berkelanjutan pada lahan, sesuai dengan
kemampuan dan potensi yang ada pada lahan tersebut. Penentuan Indeks Potensi Lahan dilakukan dengan menggunakan beberapa parameter, yaitu: lereng, hidrologi, jenis tanah, litologi,
dan kerawanan bencana. Melalui penentuan Indeks Potensi Lahan, dapat diketahui
sebaran potensi lahan berdasarkan kelas Indeks Potensi
Lahan. Pemanfaatan lahan yang sesuai dengan potensinya, tentunya akan mempengaruhi
produktivitas dari lahan tersebut.
Penentuan indeks potensi lahan ini
tentu akan lebih efisien jika
disajikan dalam bentuk spasial. Batas-batas untuk tiap
potensi lahan dapat diketahui dengan pasti pola
keruangannya dan yang paling penting
adalah posisi kesesuaiannya. Oleh karena itu diperlukan suatu metode yang lebih efisien untuk
dapat mengolah dan menganalisa da spasial dan data atribut yang berisi informasi lainnya untuk pembuatan peta indeks potensi
lahan. (Chandranegara,
2014).
Lahan yang memiliki potensi tinggi, akan menghasilkan produktivitas yang tinggi pula, sehingga produktivitas pertanian menjadi parameter kesesuaian dari penentuan Indeks Potensi Lahan. Informasi tentang potensi lahan sangat diperlukan bagi masyarakat untuk melakukan pemanfaatan dan pengelolaan lahan secara maksimal sesuai dengan kemampuan
lahan tersebut. Pemanfaatan lahan yang sesuai dengan potensi
lahannya, akan dapat mengurangi terjadinya degradasi lahan dan kerusakan lingkungan. Pemanfaatan lahan yang memiliki potensi tinggi akan menghasilkan tanaman yang memiliki kualitas tinggi dan produktivitas lahan yang lebih baik. Pengelolaan
dan pemanfaatan lahan sesuai dengan potensinya
setidaknya dapat tetap menjaga tingkat
kesuburan tanah dan produktivitas lahan (Sragen,
2017)
Sumatera Barat memiliki sektor pertanian andalan yang sangat mendorong serta menggerakkan roda perekonomian nasional . Ini di sebabkan karena sektor pertanian
juga menyediakan kebutuhan pangan bagi masyarakat
serta sebagai penyambung devisa serta bisa menyediakan
lapangan pekerjaan dan bahan baku bagi
industri. Umumnya masyarakat Sumatera Barat menjadikan
sektor pertanian sebagai mata pencaharian
umum.salah satunya yaitu pertanian jagung yang dijadikan makanan pokok kedua
setelah beras, jagung juga digunakan sebagai bahan baku
untuk pakan ternak, bahan industry dan bahan rumah tangga
(Tomy,
2013).
�Luas lahan pertanian� di Kabupaten Pasaman 21.595 ha, akan tetapi Kabupaten
Pasaman tidak lepas dari permasalahan
alahi fungsi lahan pertanian ke lahan non pertanian
hal ini� disebabkaan oleh pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat tiap tahun dan pembungan fasilitas umum. Dengan itu
perlunya di ketahui tingkat indeks potensi iahan( IPL) pertanian Jagung
di Kabupaten Pasaman untuk pertanian agar lahan pertanian jagung sesuai dengan
potensi lahannya (BPS Kabupaten Pasaman 2020).
Lahan untuk tanaman jagung secara umum baik
luas tanam maupun luas panen
maupun jumlah produksi pada tahun 2020 terjadi penurunan dibandingkan pada tahun 2019.
Luas tanam terjadi penurunan sebesar 14,61% dari 15.648 ha hun 2019 menjadi 13.616 ha tahun 2020.
Luas panen terjadi penurunan sebesar 25,72% dari 16.678 ha tahun 2019 menjadi 12.388 ha tahun 2020. Jumlah produksi terjadi penurunan sebesar 26,29% dari 94.522 ton
pada tahun 2019 menjadi
69.66 ton tahun 2020. Terjadinya
penurunan luas lahan dan produksi jagung dari tahun
ke tahun di sebabkan oleh adanya alih fungsi lahan
pertanian jagung ke pembangunan fasilitas umum sehingga lahan untuk pertanian jagung berkurang(Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, 2020).
Kecamatan Tigo Nagari merupakan salah satu� daerah penghasil jagung di kabupaten pasaman yang didukung dengan luas kawasan untuk
pertanian jagung 5.557 hektar. Kecamatan tigo nagari merupakan
daerah yang memiliki tanah yang cukup subur karena berada
di dekat dengan daerah vulkanis gunung pasaman , yang cocok untuk daerah
pertanian jagung. (Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, 2020).
METODA
PENELITIAN
Penelitian ini termasuk
jenis penelitian deskriptif Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ialah semua Lokasi lahan pertanian
jagung di Kecamatan Tigo Nagari. Sampel penelitian ini adalah 56 titik lahan jagung di Kecamatan Tigo Nagari. Teknik yang digunakan
dalam dalam penarikan sampel penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik analisa
data menggunakan analisis Analisis Spasial
(Overlay).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pertama, Indeks
Potensi lahan Pertanian Jagung
di Kecamatan Tigo Nagari dapat
di lihat dari 5 indikator IPL yaitu, Kemiringan Lereng Hasil
yang diperoleh dari masing- masing kelas kemiringan Lereng yang ada di
Keacamatan Tigo Nagari terdapat 4 Harkat diantaranya kemiringan lereng (25-45%) Curam seluas 432 Ha(2%)
wilayah di cakupi Nagari Malampah . Kemiringan
lereng ( 15- 25%) Agak Curam seluas
1.729 Ha ( 30%) dimana luas wilayah yang di cakupi yaitu Nagari
Binjai seluas 3.522 Ha, Ladang Panjang seluas�
442 Ha, serta nagari Malampah seluas 1.729 Ha. Kemiringan lereng� (
5-15%) Landai 3.025 Ha (16%) di Nagari Malampah dan kemiringan lereng (0-5 %
) Datar 9.612 Ha ( 51%) di nagari
Binjai 3.587 Ha, Nagari Ladang Panjang 983 Ha dan
Nagari Malampah 5.041 Ha.
Jenis tanah
Hasil yang diperoleh dari masing- masing kelas Jenis tanah yang ada di
Keacamatan Tigo Nagari terdapat 3 jenis tanah diantaranya Andosol seluas 5.693
Ha (30%) di Nagari Malampah 1.729 Ha , Nagari Binjai 3.522 Ha
dan Nagari Ladang 442 Ha. Gleisol seluas 3.025 Ha (16%)
dimana luas wilayah yang di cakupi yaitu cakupi Nagari Malampah �seluas 3.025 Ha dan Jenis tanah Kambisol
seluas 10.044 Ha (54%) wilayah yang di cakupi Nagari Binjai seluas
3.587 Ha, Ladang Panjang seluas 983 Ha, serta nagari Malampah seluas 5.474 Ha terdapat 2 kelas
indeks Potensi lahan pertanian jagung diantaranya Rendah
seluas 11.004 Ha (59%) wilayah yang tercakupi di Nagari Binjai seluas 3.261 Ha,
Ladang Panjang seluas 541 Ha, serta nagari Malampah seluas 7.202 Ha, kelas
Sedang seluas 7.758 Ha (41%)
wilayah yang tercakupi di Nagari Binjai seluas �3.848 Ha,
Ladang Panjang seluas 885 Ha serta Nagari Malampah seluas 3.025 �Ha .
Litologi hasil
yang diperoleh dari masing- masing kelas litologi yang ada di Keacamatan Tigo
Nagari terdapat 3 Litologi diantaranya Batuan Gamping seluas 783 Ha (4%)
terdapat di Nagari Binjai, Batuan Volkanik seluas 14.831 Ha (79%) dimana luas
wilayah yang di cakupi yaitu cakupi Nagari Binjai seluas 3.326 Ha, Ladang
Panjang seluas� 1.278 Ha, serta nagari
Malampah seluas 10.227 Ha dan Batuan Aluvium seluas 3.148 Ha (17%) terdapat di
nagari Binjai seluas 3.000 Ha dan di Nagari Ladang Panjang 147 Ha.
Curah Hujan �hasil yang diperoleh dari masing- masing kelas
Curah Hujan yang ada di Keacamatan Tigo Nagari terdapat 2 kelas Curah Hujan
diantaranya 2000 - 3000 mm/tahun seluas 2.161 Ha (12%) terdapat di Nagari
Malampah, dan Curah hujan 3000
� 4000 mm/tahun seluas 16.601 Ha (88%) dimana luas wilayah yang di cakupi yaitu
cakupi Nagari Binjai seluas 7.106 Ha, Ladang Panjang seluas� 1.425 Ha, serta nagari Malampah seluas 8.066
Ha.
Kerawanan Banjir hasil yang diperoleh dari
masing- masing Kerawnan banjir� yang ada
di Keacamatan Tigo Nagari terdapat 4 kelas kerawanan banjir diantaranya Berat
seluas 7.822Ha
(42%) wilayah yang tercakupi di Nagari Binjai seluas 2.478 Ha, Ladang Panjang
seluas 590 Ha, serta nagari Malampah seluas 4.722 Ha, kelas Ringan seluas 1.109
Ha (6%), Kelas Sangat Berat seluas 1.865 Ha (10%) wilayah yang tercakupi di Nagari Binjai seluas 326 Ha,
Ladang Panjang seluas 98 Ha serta Nagari Malampah seluas 1.440 Ha dan
Kelas Sedang seluas 7.966 Ha (42%)
wilayah yang tercakupi di Nagari Binjai seluas 3.196 Ha,
Ladang Panjang seluas 737 Ha serta Nagari Malampah seluas 4.033 Ha.
Peta indeks potensi lahan pertanian
jagung di kecamatan tigo nagari
Kedua, Distribusi spasial Lahan pertanian jagung ditemukan di Indikator Kemiringan lereng
dimana terdapat di Nagari Malampah dengan kemiringan lereng 45 % dengan kategori curam, di Nagari Binjai Kemiringan lereng 15-25 % kategori agak curam
dan di Nagari Ladang Panjang kemiringan lereng 5-15 % kategori landai. Jenis Tanah dimana terdapat di Nagari Malampah dengan jenis tanah andosol, gleisol dan kambisol, di Nagari Binjai terdapat jenis tanah andosol dan gleisol, sedangkan di nagari ladang panjang jenis tanah ditemukan
andosol dan kambisol. Litologi
dimana terdapat di Nagari Malampah ditemukan jenis batuan bahan
piroklastik/vulkanik, di
Nagari Binjai terdapat jenis batuan gamping
dan alluvium sedangkan di Nagari Ladang Panjang ditemukan jenis batuan bahan piroklastik/vulkanik. curah hujan dimana terdapat
di Nagari Malampah dengan curah hujan 2000-3000 kategori sedang dan� di Nagari Binjai, Malampah dan Ladang panjang dengan curah hujan
3000-4000 kategori tinggi. kerawanan banjir� dimana terdapat di Nagari Malampah, binjai dan ladang panjang ditemukan kerawanan bencana banjir sangat berat, di Nagari Binjai, malampah dan ladang panjang terdapat kerawanan banjir berat ,di Nagari Ladang
Panjang ,binjai dan malampah
ditemukankerawanan bencana banjir sedang.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil
beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.
�Indeks Potensi lahan�� yang ada di Keacamatan Tigo Nagari terdapat
2 kelas indeks Potensi lahan pertanian jagung diantaranya Rendah seluas 11.004
Ha (59%) wilayah yang tercakupi di Nagari Binjai seluas 3.261 Ha, Ladang
Panjang seluas 541 Ha, serta nagari Malampah seluas 7.202 Ha, kelas Sedang
seluas 7.758 Ha (41%) wilayah
yang tercakupi di Nagari Binjai seluas �3.848 Ha,
Ladang Panjang seluas 885 Ha serta Nagari Malampah seluas 3.025
�Ha .
2.
Distribusi spasial lahan jagung ditemukan indikator kemiringan lereng dimana
terdapat di Nagari Malampah dengan kemiringan lereng 45 % dengan kategori
curam, di Nagari Binjai Kemiringan lereng 15-25 % kategori agak curam, Jenis
Tanah dimana terdapat di Nagari Malampah dengan jenis tanah andosol, gleisol
dan kambisol, litologi dimana terdapat di Nagari Malampah ditemukan jenis
batuan bahan piroklastik/vulkanik, Nagari Binjai, Malampah dan Ladang panjang
dengan curah hujan 3000-4000 kategori tinggi. kerawanan banjir� dimana terdapat di Nagari Malampah, binjai
dan ladang panjang ditemukan kerawanan bencana banjir sangat berat.
DAFTAR
PUSTAKA
Ambarwati,
D. (2019). Pemetaan Indeks Potensi Lahan
Sebagai Dasar Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah. Jurnal Geografi,
UNNES, 2(1), 41�49.
Arum, D. S., Studi, P., Elektro, T., Teknik, F., & Surakarta, U. M.
(2018). Analisis Indeks Potensi Lahan
(Ipl) terhadap Potensi Pemanfaatan Lahan Pertanian Sawah di Kabupaten
Sukoharjo. PharmaconJurnal Ilmiah
Farmasi-UNSRAT, 9(1), 258�263.
Dinas Pertanian
Kabupaten Pasaman. 2020.
Edi Sasongko, P. (2010). Studi kesesuaian lahan potensial untuk tanaman
kelapa sawit di Kabupaten blitar. Mapeta, 12(2).
Hamranani,
Gandes. (2014). Analisis Pengaruh Potensi
Lahan pada Lahan Pertanian Sawah terhadap Hasil Produksi Padi di Kabupaten
Wonosobo. Skripsi.
Hermawati, D. T., & Abstrak, F. P. U. W. K. S. (2016). Kajian
Ekonomi antara Pola Tanam Monokultur dan Tumpangsari Tanaman Jagung, Kubis dan
Bayam Diah. XVIII, 66�71.
Kurniawan, P. (n.d.). Skripsi jagung.
N, D. H. U., & Sunardi, R. S. (2005). Pemanfaatan Analisis Spasial
untuk Pengolahan Data Spasial Sistem Informasi Geografi. X(2),
108�116.
Nonita,
Tesy. (2018). Analisis Indeks Potensi
Lahan (IPL) Terhadap Potensi Pemanfaatan Lahan Pertanian Sawah di Kabupaten Sukoharjo.
Skripsi.
Nuryani. (2009). Analisis Pola Permukiman di Kecamatan Karanganyar
Kabupaten Karanganyar Tahun 2006. Skripsi.
Olina,
Febri. (2020). Analisis Potensi Lahan
Durian di Provinsi Sumatera Barat (Studi Khasus Daerah Kampuang Baru Koto Nan
Ampek). Skripsi.
Pasaman, B. kabupaten. (1384). kabupaten pasaman dalam angka 2020.
Rezki, A., Juita, E., Zella, A., Ulni, P., Penelitian, J., & Geografi,
I. (2018). Jurnal Spasial. 4, 62�68.
Rizki, 2017. (2017). Pola Persebaran Industri Rumah Tangga Gula dan
Kesesuaian Lahan Kelapa di Kabupaten Kebumen. 5�19.
Sugiyono. 2016. �Teknik Pengambilan Data.� : 1�29.
Sragen, D. I. K. (2017). Produktivitas Lahan Pertanian.
Tina,
Wicakra. (2020). Analisis Indeks Potensi
Lahan (IPL) terhadap Potensi Pemanfaatan Lahan Pertanian Pertanian� di Kabupaten Sleman. Skripsi.
Tomy, J. 1). (2013). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Kabupaten Donggala Factors affecting the production of corn farming at Sindue Subdistrict Donggala Regency. 17(April), 61�66.