PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA
GURU DI SMK PLUS DESA NUSANTARA (PDN) KABUPATEN SANGGAU
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi
Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat
|
Riwayat Artikel: Received: 10-10-2022 Revised: 23-10-2022 Accepted: 30-10-2022 Keywords: Training, Development, Human Resource, Teacher
Performance Kata Kunci: Pelatihan, Pengembangan, Sumber Daya Manusia,
Kinerja Guru |
|
Abstract These are some indications of problems were founded in SMK Plus Desa
Nusantara (PDN), Sanggau Regency related to the performance of teachers or
educators such as the lack of mastery of the material and the high rate of
errors in completing work. For increased knowledge in the form of training
and development to improve and develop the usability and potential of
teaching staff and administrative staff of SMK Plus Desa Nusantara (PDN)
Sanggau Regency. The purpose and benefits of this research is to determine
the effect of training and development of human resource on the performance
of teachers of SMK Plus Desa Nusantara (PDN) Sanggau Regency. This research
uses a descriptive quantitative approach with technical data collection using
a questionnaire. The population and sample in this research were all 40
teachers of SMK Plus Desa Nusantara (PDN) Sanggau Regency. This research uses
data analysis techniques in the form of validity test, reliability test,
classical assumption test (normality test, heteroscedasticity test, and
multicollinearity test), and hypothesis testing for multiple regression
analysis. The results showed that the training and development of human
resources had a significant positive effect on the performance of teachers of
SMK Plus Desa Nusantara (PDN) Sanggau Regency simultaneously or partially.
Then the coefficient of determination obtained is 45.9%, which means that
training and human resource development affects teacher performance by 45.9%
and the remaining 54.1% is explained by other factors. |
|
|
Abstrak Beberapa
indikasi permasalahan terdapat di SMK Plus Desa
Nusantara (PDN), Kabupaten Sanggau
terkait kinerja guru atau tenaga pendidik
seperti minimnya penguasaan materi dan tingginya tingkat kesalahan dalam menyelesaikan pekerjaan. Perlunya peningkatan pengetahuan dalam bentuk pelatihan hingga pengembangan untuk meningkatkan dan mengembangkan daya guna dan potensi sumber daya tenaga
pengajar maupun staf administrasi SMK Plus Desa Nusantara (PDN) Kabupaten Sanggau. Tujuan dan manfaat penelitian ini adalah mengetahui
pengaruh pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia terhadap kinerja guru SMK Plus Desa Nusantara (PDN) Kabupaten Sanggau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknis pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh
guru SMK Plus Desa Nusantara (PDN) Kabupaten Sanggau sebanyak 40 orang. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik (uji normalitas, uji heterokedastisitas, dan uji multikolinearitas),
dan uji hipotesis untuk analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia
berpengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja guru SMK Plus Desa Nusantara (PDN) Kabupaten Sanggau secara serentak maupun parsial. Kemudian nilai koefisien determinasi yang didapatkan sebesar 45,9% yang berarti pelatihan dan pengembangan SDM memengaruhi kinerja guru sebesar 45,9% dan sisanya 54,1%
dijelaskan oleh faktor lainnya. |
Corresponding Author: Ira Royani
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Sebuah organisasi proses pencapaian tujuannya tidak terlepas dari peran
penting sumber daya manusia yang ada di dalamnya yang memiliki kemampuan, keahlian, kecakapan serta terampil dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Dasar keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas dan kuantitas kerja orang-orang atau pegawai yang bekerja di dalamnya. Selain itu, sumber
daya manusia merupakan aset dan kekayaan yang terpenting dari setiap kegiatan
organisasi karena hanya sumber daya
manusia pengelola sumber daya lainnya.
Sebuah organisasi dituntut dapat mengelola sumber daya manusia atau
para pegawainya dengan efesien untuk mencapai
perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan, serta pengawasan yang telah direncanakan. Untuk mengelola sumber daya manusianya dengan baik yaitu
memberikan program pelatihan
dan pengembangan sumber daya manusia guna
untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian para pegawai didalam organisasinya.
Mendapatkan tenaga kerja yang bersumber daya manusia yang baik dan tepat sangat perlu pelatihan dan pengembangan. Hal ini sebagai upaya
untuk mempersiapkan para tenaga kerja untuk
menghadapi pekerjaan yang dianggap belum menguasainya. Dengan melalui pelatihan dan pengembangan, tenaga kerja akan mampu
mengerjakan, mengembangkan serta meningkatkan kinerjanya. Pengembangan sumber daya manusia
merupakan salah satu kunci sukses dan terpenting bagi perkembangan dan daya tahan organisasi. Tidak hanya untuk
saat ini, akan tetapi juga untuk masa depan hidup organisasi. Oleh karena itu, penerapan
pengembangan sumber daya manusia dalam
organisasi sangatlah bermanfaat bagi pegawai dalam menghadapi
berbagai tantangan untuk menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan yang berbeda atau lebih tinggi
sesuai dengan kebutuhan atau jabatan.
Pelatihan tidak hanya membawa
pengaruh bagi peningkatan efisiensi dan efektifitas kerja, namun pelatihan yang dilaksanakan perusahaan diharapkan dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan kinerja tenaga didik. Menurut Wirawan (2009), kata kinerja merupakan singkatan dari kinetika energi kerja yang padanannya dalam bahasa Inggris yakni performance,
dan kerap diindonesiakan dengan kata performa. Mengoptimalkan sumber daya manusia menjadi
fokus utama organisasi dalam meningkatkan kinerja. Sehingga dapat dikatakan bahwa sumber daya manusia
(SDM) menjadi faktor kunci dalam rangka
memperoleh kinerja yang baik.
Begitu juga halnya dengan SMK Plus Desa Nusantara (PDN) Kabupaten Sanggau yang bergerak dalam bidang pendidikan,
SMK PDN merupakan Sekolah binaan dan asuhan KODIM 1204 Sanggau yang bernaung dibawah Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan
Desa (YPKD) dan bersinergi dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan,
Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hotlikultura, dan Perikanan. Setelah melalui analisis potensi daerah dan kebutuhan masyarakat sanggau khususnya serta Kalimantan Barat lebih luasnya maka
SMK Plus Desa Nusantara (PDN) pada tahun 2017 memulai operasionalnya dengan membuka 2 jurusan yaitu Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) dan Agribisnis
Ternak Unggas (ATU).
Pada SMK Plus Desa
Nusantara (PDN) Kabupaten Sanggau,
diperoleh beberapa indikasi permasalahan terkait kinerja guru atau tenaga pendidik
antara lain masih minimnya penguasaan materi yang diajarkan, sehingga terbatasnya pelayanan yang dapat diberikan kepada pihak-pihak berkepentingan. Selain itu, tingkat
kesalahan dalam menyelesaikan pekerjaan masih relatif tinggi
sehingga hasil kerja belum sesuai
dengan prosedur yang diharapkan. Dalam mencapai kinerja yang optimal, dibutuhkan peningkatan pengetahuan tenaga pengajar serta seluruh staff administrasi pada
SMK Plus Desa Nusantara (PDN) Kabupaten
Sanggau baik dalam bentuk pelatihan
maupun bentuk tindakan lainnya yang mampu menambah keterampilan teknis dan intelektual sehingga daya guna serta
potensi yang dimiliki oleh seluruh sumber daya manusia yang terlibat mampu berkontribusi terhadap citra dan kinerja SMK Plus Desa Nusantara (PDN). Oleh karena
itu, SMK Plus Desa
Nusantara (PDN) perlu memperhatikan
faktor � faktor memberikan program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia.
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang ada di atas, maka penulis
tertarik untuk mengangkat tema penelitian dengan judul �Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Terhadap Kinerja Guru di SMK Plus Desa
Nusantara Kabupaten Sanggau�
Tujuan yang ingin dicapai dalam
penelitian ini sesuai permasalahan yang ada adalah untuk
mengetahui pengaruh pelatihan sumber daya manusia terhadap
kinerja guru SMK Plus Desa
Nusantara (PDN) Kabupaten Sanggau.
Dan mengetahui pengaruh pengembangan sumber daya manusia terhadap
kinerja guru SMK Plus Desa
Nusantara (PDN) Kabupaten Sanggau
serta mengetahui pengaruh pelatihan dan pemgembangan sumber daya manusia terhadap
kinerja guru SMK Plus Desa
Nusantara (PDN) Kabupaten Sanggau.
Penelitian ini dapat berguna untuk
sumber bacaan dan tambahan informasi tentang pengaruh pelatihan dan
pengembangan sumber daya manusia terhadap kinerja guru pada SMK Plus Desa
Nusantara (PDN) Kabupaten Sanggau. Selain itu, juga bisa dijadikan sebagai
masukan yang bermanfaat dan bahan pertimbangan bagi SMK Plus Desa Nusantara
(PDN) Kabupaten Sanggau untuk meningkatkan kinerja guru dengan memberikan pelatihan
dan pengembangan sumber daya manusia. Serta menambah ilmu dan pengetahuan serta
informasi yang digunakan dalam penulisan penelitian ini. Dan sebagai referensi
yang dapat memberikan perbandingan dalam melakukan penelitian pada bidang yang
sama.
Konsep Pelatihan Kerja
Pada dasarnya pelatihan merupakan suatu proses yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, kinerja seseorang untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut Fauzi (2010:197), Pelatihan adalah setiap usaha
untuk memperbaiki performansi pekerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sudah menjadi tanggung jawabnya, atau satu pekerjaan yang ada kaitannya dengan
pekerjaannya. Menurut Sedarmatanti (2011:78), Pelatihan
pegawai adalah suatu pengalaman belajar yang bertujuan untuk perubahan permanen secara relatif pada pegawai untuk memperbaiki
kinerja. Oleh karena itu, training berkaitan dengan mengajar keahlian baru, pengetahuan, dan sikap. Pelatihan adalah proses mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan pegawai baru untuk melanjutkan
pekerjaannya (Sutrisno, 2010:48).
Dalam melakukan penelitian
memerlukan penelitian yang sudah pernah dilakukan
oleh peneliti sebelumnya untuk menjadi acuan
dalam mendukung sebuah penelitian, dimaksudkan agar penelitian yang dilakukan lebih baik dari penelitian
yang sudah ada sebelumnya. Pada penelitian ini dapat dibuktikan
penelitian terdahulu pada tabel berikut :
|
No |
Judul Penelitian/Peneliti/Tahun Penelitian |
Variabel Penelitian |
Hasil Penelitian |
|
1 |
Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan SDM Terhadap
Kinerja Pegawai Dinas Pekerjaan
Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Merangin. Rina Daniati (2019) |
Variabel Bebas : Pelatihan dan Pengembangan SDM Variabel Terikat : Kinerja Pegawai |
Terdapat
pengaruh positif antara pelatihan dan pengembangan SDM terhadap kinerja pegawai |
|
2 |
Pengaruh Pelatihan
dan Pengembangan Sumber
Daya
Manusia Terhadap Kinerja�� Karyawan� �Pada PT. Berlian Kharisma Pasifik
Manado. Melvin Grady
Lolowang, Adolfina, dan Genita Lumintang. (2016) |
Variabel Bebas : Pelatihan dan pengembangan SDM Variabel Terikat : Kinerja karyawan |
Pelatihan dan pengembangan SDM secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap PT. Berlian Kharisma Pasifik Manado. Melvin
Grady Lolowang, Adolfina,
dan Genita Lumintang.
(2016) |
|
3 |
Analisis Pengaruh
Pelatihan
dan Pengembangan SDM Terhadap Kinerja Pada Pegawai
BPS Kabupaten
Ogan Ilir. Reni Juvita (2019) |
Variabel Bebas : Pelatihan
dan pengembangan SDM Variabel Terikat :
Kinerja
karyawan |
Berdasarkan hasil
penelitian, ditemukan bahwa pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap
kinerja pegawai B PS Kabupaten Ogan Ilir. Sedangkan
pengembangan SDM berpengaruh signifikan terhadap
kinerja pegawai
BPS Kabupaten Ogan Ilir. Dan dua ariable pelatihan
dan
pengembangan juga secara bersama-sama
Sama mempengaruhi kinerja pegawai BPS
Kabupaten Ogan Ilir |
METODA PENELITIAN
Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Dikatakan pendekatan kuantitatif
sebab pendekatan yang digunakan di dalam usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisa
data dan kesimpulan data sampai
dengan penulisannya menggunakan aspek pengukuran, perhitungan, rumus dan kepastian data numerik (Sugiyono, 2013).
Tempat penelitian
ini dilaksanakan pada SMK
Plus Desa Nusantara (PDN) Kabupaten Sanggau
sedangkan waktu penelitian dilaksanakan mulai pada bulan Mei sampai
September 2021.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sejarah SMK Plus Desa Nusantara (PDN) Kabupaten
Sanggau
SMK Plus Desa
Nusantara (PDN) Kabupaten Sanggau, Yayasan pendidikan dan kesejahteraan Desa (YPKD)
adalah lembaga nirlaba, independen, yang digagas oleh pemuda desa dan tokoh
desa di saat ekonomi melemah, harga kebutuhan naik dan hasil
pertanian/perkebunan yang menurun banyak masyarakat yang kesulitan ekonomi,
pelajar yang tidak mampu melajutkan kejenjang selanjutnya, atas dasar kesadaran
yang mendalam dan untuk meringankan beban masyarakat desa di sepakati di bentuk
lembaga berdasarkan Notaris Abang Suparjo,S.H.,M.kn. Akta Pendirian Yayasan
Pendidikan Dan Kesejahteraan Desa, no 07 tanggal 18 Agustus 2015 dan keputusan
Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Nomor.AHU-0011406.AH.01.04. TAHUN 2015, tanggal 20 Agustus 2015 berkedudukan di
Desa Belangin Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat.
Setelah berkordinasi dengan Dandim Sanggau dan kadis pertanian, kadis
perkebunan dan perternakan Sanggau dengan melihat potensi daerah luasnya
perkebunan maka didirikan SMK Plus Desa Nusantara dengan kompetensi keahlian agribisnis
tanaman perkebunan dan peternakan, animo semangat tinggi dan dapat
menyumbangkan tenaga kerja yang kompeten dan mampu bersaing untuk memasuki
dunia Usaha/Dunia Industri. SMK Plus
Desa Nusantara Sanggau, merupakan Pendidikan yang mengedepankan Pembagunan
Karakter, Mandiri dan Siap kerja diperuntukan bagi kaderisasi SDM pedesaan,
Yatim dan Dhuafa agar memiliki karakter, Skill, dan sehat secara Jasmani dan
Rohani agar siap menghadapi persaingan di Era Globalisasi.
Indikator
Variabel Pengembangan SDM (X2)
1.
Melalui
Pelatihan
Dalam pengembangan SDM pasti akan
melakukan tahap pelatihan terlebih dahulu, melalui pelatihan ini dilakukan agar dapat meningkatkan keterampilan karyawan, guru atau tenaga kependidikan dalam memikul tugasnya
secara aktual maupun yang akan di pikulnya dimasa yang akan datang.
Tabel 2 Tanggapan Responden Terhadap Karyawan Diberikan Pelatihan Secara Rutin
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
25 |
62,5% |
|
Setuju |
4 |
14 |
35% |
|
Kurang Setuju |
3 |
1 |
2,5% |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
40 |
100% |
�Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui
bahwa 25 orang (62,5%) menyatakan sangat
setuju karyawan diberikan pelatihan secara rutin, 14 orang (35%) menyatakan
setuju, serta 1 orang (2,5%) menyatakan kurang setuju. Tidak seorang pun
menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
Tabel 3 Tanggapan Responden Terhadap Karyawan Diikutsertakan
Pelatihan Untuk Mendukung Tugas Dan Pekerjaannya
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
17 |
42,5% |
|
Setuju |
4 |
23 |
57,5% |
|
Kurang Setuju |
3 |
- |
- |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
40 |
100% |
�Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 3 dapat
diketahui bahwa 17 orang (42,5%) menyatakan sangat setuju karyawan
diikutsertakan pelatihan untuk mendukung tugas dan pekerjaannya, serta 23 orang
(57,5%) menyatakan setuju. Tidak seorang pun menyatakan kurang setuju, tidak
setuju, dan sangat tidak setuju.
2.
Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sistematik yang disengajakan, yang dibuat oleh sesuatu masyarakat untuk menyampaikan pengetahuan, nilai, sikap dan kemahiran kepada ahlinya, usaha memperkembangkan potensi individu dan perubahan yang berlaku dalam diri manusia.
Tabel 4 Tanggapan Responden Terhadap Karyawan Diberikan Fasilitas Untuk Melanjutkan Sekolah Ke Jenjang Yang Lebih Tinggi
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
21 |
52,5% |
|
Setuju |
4 |
19 |
47,5% |
|
Kurang Setuju |
3 |
- |
- |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
40 |
100% |
�Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui
bahwa 21 orang (52,5%) menyatakan sangat
setuju karyawan diberikan fasilitas untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang
lebih tinggi, 19 orang (47,5%) menyatakan setuju.
Tidak seorang pun menyatakan kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak
setuju.
Tabel 5 Tanggapan Responden Terhadap Karyawan Diminta Untuk Melanjutkan Sekolahnya Agar Dapat Menyesuaikan Dengan Kebutuhan Pekerjaan
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
25 |
62,5% |
|
Setuju |
4 |
13 |
32,5% |
|
Kurang Setuju |
3 |
2 |
5% |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
40 |
100% |
�Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 5 dapat
diketahui bahwa 25 orang (62,5%) menyatakan sangat setuju karyawan diminta
untuk melanjutkan sekolahnya agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan
pekerjaan, 13 orang (32,5%) menyatakan setuju, serta 2
orang (5%) menyatakan kurang setuju. Tidak seorang pun menyatakan tidak setuju
dan sangat tidak setuju.
3.
Pembinaan
Pembinaan Sumber Daya Manusia
(SDM) yang lebih berkualitas
sangat diperlukan di setiap
lingkungan kerja. Karena
SDM tetap merupakan kebutuhan sentral yang menggerakkan dinamuka lingkungan utama pengunjung pembangunan manusia di bidang ekonomi.
Tabel 6 Tanggapan Responden Terhadap Seluruh Karyawan Dibina Agar Dapat Menyelesaikan Tugasnya Dengan Baik
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
20 |
50% |
|
Setuju |
4 |
20 |
50% |
|
Kurang Setuju |
3 |
- |
- |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
40 |
100% |
�Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 6 dapat diketahui
bahwa 20 orang (50%) menyatakan sangat setuju
seluruh karyawan dibina agar dapat menyelesakan tugasnya, serta 20 orang (50%)
menyatakan setuju. Tidak seorang pun menyatakan kurang setuju, tidak setuju dan
sangat tidak setuju.
Tabel 7 Tanggapan Responden Terhadap Pembinaan Karyawan Dilakukan Secara Berkala
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
24 |
60% |
|
Setuju |
4 |
16 |
40% |
|
Kurang Setuju |
3 |
- |
- |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
40 |
100% |
�Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 7 dapat diketahui
bahwa 24 orang (60%) menyatakan sangat
setuju, serta 16 orang (40%) menyatakan setuju. Tidak seorang pun menyatakan
kurang setuju, tidak setuju dan dangat tidak setuju.
4.
Rekrutmen
Rekrutmen merupakan salah satu fungsi MSDM pada aspek pengadaan tenaga kerja yang khusus mendapatkan calon-calon karyawan untuk kemudian diseleksi mana yang paling baik
dan paling sesuai dengan persyaratan yang diperlukan,
salah satunya adalah melalui proses rekrutmen.
Tabel 8 Tanggapan Responden Terhadap Karyawan Direkrut Melalui Seleksi Yang
Ketat
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
9 |
22,5% |
|
Setuju |
4 |
22 |
55% |
|
Kurang Setuju |
3 |
9 |
22,5 |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
40 |
100% |
�Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 8 dapat diketahui
bahwa 9 orang (22,5%) menyatakan sangat setuju
karyawan direkrut melalui seleksi yang ketat, 22 orang (55%) menyatakan setuju,
serta 9 orang (22,5%) menyatakan kurang setuju. Tidak seorang pun menyatakan
tidak setuju dan sangat tidak setuju.
Tabel 9 Tanggapan Responden Terhadap Latar Belakang Kemampuan Karyawan
Merupakan Pertimbangan Utama Dalam Proses Rekrutmen
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
3 |
7,5% |
|
Setuju |
4 |
24 |
60% |
|
Kurang Setuju |
3 |
13 |
32,5% |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
40 |
100% |
�Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 9 dapat diketahui
bahwa 3 orang (7,5%) menyatakan sangat setuju
latar belakang kemampuan karyawan merupakan pertimbangan utama dalam proses
rekrutmen, 24 orang (60%) setuju, serta 13 orang (32,5%) menyatakan kurang
setuju. Tidak seorang pun menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
5.
Melalui
Perubahan Sistem
Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat
dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. Pengembangan
SDM harus ada perubahan sistem agar organisasi, institusi mapun perusahaan
menjadi lebih berkualitas.
Tabel 10 Tanggapan Responden Terhadap Perubahan Sistem Dilakukan Secara Berkala Untuk Meningkatkan
Kemampuan Kerja Karyawan
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
10 |
25% |
|
Setuju |
4 |
21 |
52,5% |
|
Kurang Setuju |
3 |
9 |
22,5% |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
40 |
100% |
�Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 4.25, dapat diketahui bahwa 10 orang
(25%) menyatakan sangat setuju perubahan sistem dilakukan secara berkala untuk
meningkatkan kemampuan kerja karyawan, 21 orang
(52,5%) menyatakan setuju, serta 9 orang (22,5%) menyatakan kurang setuju.
Tidak seorang pun menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
Tabel 11 Tanggapan Responden Terhadap Perubahan Sistem Diberlakukan Bagi Seluruh Karyawan
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
19 |
47,5% |
|
Setuju |
4 |
17 |
42,5% |
|
Kurang Setuju |
3 |
4 |
10% |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
40 |
100% |
�Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 11 dapat diketahui bahwa 19
orang (47,5%) menyatakan sangat setuju perubahan sistem diberlakukan bagi
seluruh karyawan,17 orang (42,5%) setuju, serta 4 orang (10%) menyatakan kurang
setuju. Tidak seorang pun menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
Indikator Variabel
Kinerja (Y)
1.
Kualitas
Kerja
Kualitas kerja merupakan suatu hasil yang dapat diukur dengan
efektifitas dan efisiensi suatu pekerjaan yang dilakukan oleh sumber daya manusia atau
sumber daya lainnya dalam pencapaian
tujuan atau sasaran perusahaan dengan baik dan berdaya guna.
Tabel 12 Tanggapan Responden Menyelesaikan Tugas-Tugas
Dengan Sebaik-Baiknya
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
26 |
65% |
|
Setuju |
4 |
12 |
30% |
|
Kurang Setuju |
3 |
2 |
5% |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
40 |
100% |
�Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 12 dapat diketahui bahwa 26 orang
(65%) menyatakan sangat setuju menyelesaikan tugas-tugas dengan sebaik-baiknya,
12 orang (30%) menyatakan setuju,serta 2 orang (5%)
menyatakan kurang setuju. Tidak seorang pun menyatakan tidak setuju dan sangat
tidak setuju.
Tabel 13
Tanggapan Responden Melakukan Sedikit Mungkin Kesalahan Dalam Tugas Yang Dilakukan
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
19 |
47,5% |
|
Setuju |
4 |
20 |
50% |
|
Kurang Setuju |
3 |
1 |
2,5% |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
40 |
100% |
�Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 13 dapat diketahui bahwa 19 orang
(47,5%) menyatakan sangat setuju melakukan sedikit mungkin kesalahan dalam
tugas yang dilakukan, 20 orang (50%) menyatakan setuju, serta 1 orang (2,5%) menyatakan
kurang setuju. Tidak seorang pun menyatakan tidak setuju dan sangat tidak
setuju.
2.
Kuantitas
Kuantitas kerja merujuk pada jumlah kerja yang telah dicapai karyawan atau
tenaga kerja di dalam perusahaan atau
intansi dalam waktu tertentu.
Tabel 14 Tanggapan Responden Terhadap Menyelesaikan
Seluruh Tugas Setiap Harinya
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
24 |
60% |
|
Setuju |
4 |
16 |
40% |
|
Kurang Setuju |
3 |
- |
- |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
40 |
100% |
�Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 14 dapat diketahui bahwa 24 orang (60%)
menyatakan sangat setuju menyelesaikan seluruh tugas setiap harinya, serta 16
orang (40%) menyatakan setuju. Tidak seorang pun menyatakan kurang setuju,
tidak setuju dan sangat tidak setuju.
Tabel 15 Tanggapan Responden Terhadap Mampu Menyelesaikan Seluruh Tugas Tanpa
Ada Yang Kurang Satupun
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
19 |
47,5% |
|
Setuju |
4 |
19 |
47,5% |
|
Kurang Setuju |
3 |
2 |
5% |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak
Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
40 |
100% |
�Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
����������� Berdasarkan tabel 15 dapat
diketahui bahwa 19 orang (47,5%) menyatakan sangat setuju mampu menyelesaikan
seluruh tugas tanpa ada yang kurang satupun, 19 orang
(47,5%) menyatakan setuju, serta 2 orang (5%) menyatakan kurang setuju. Tidak
seorang pun menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.������
3.
Ketepatan Waktu
Ketepatan waktu mendorong karyawan untuk meningkatkan kinerjanya sehingga ia dapat
menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan efisien. Saat ia
berusaha memaksimalkan masa
pengerjaan sebuah tugas, ia pun masih
bisa melakukan aktivitas lainnya. Semakin baik capaian
ketepatan waktu dari kinerja karyawan,
semakin baik pula produktivitas kerja yang dimiliki.
Tabel 16 Tanggapan Responden Terhadap Tidak Pernah Terlambat
Menyelesaikan Tugas-Tugas
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
15 |
37,5% |
|
Setuju |
4 |
23 |
57,5% |
|
Kurang Setuju |
3 |
1 |
2,5% |
|
Tidak Setuju |
2 |
1 |
2,5% |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
40 |
100% |
����������� �Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 16 dapat diketahui bahwa 15 orang (37,5%)
menyatakan sangat setuju tidak pernah terlambat menyelesaikan tugas-tugas, 23 orang (57,5%) menyatakan setuju, serta 1 orang (2,5%)
menyatakan kurang setuju dan 1 orang (2,5%) responden lainya menyatakan tidak
setuju terhadap tidak pernah terlambat menyelesaikan tugas-tugas. Tidak seorang
pun menyatakan sangat tidak setuju.
Tabel 17 Tanggapan Responden Terhadap Hadir Tepat
Waktu Setiap Harinya
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
22 |
55% |
|
Setuju |
4 |
18 |
45% |
|
Kurang Setuju |
3 |
- |
- |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
40 |
100% |
�Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 17 dapat di ketahui bahwa 22 orang (55%)
menyatakan sangat setuju hadir tepat waktu setiap harinya, serta 18 orang (45%)
menyatakan setuju. Tidak seorang pun menyatakan kurang setuju, tidak setuju dan
sangat tidak setuju.
Uji Validitas
dan Uji Reliabilitas
����������� Sebelum
data hasil kuesioner penelitian dianalisis lebih lanjut, terlebih
dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap alat ukur
penelitian untuk membuktikan apakah alat ukur yang digunakan memiliki kevasihan (validity)
dan keandalan (reliability).
Uji validitas dalam penelitian ini digunakan unutk mengukur valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2013:52).
����������� Dalam
penelitian ini pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan pearson�s product
moment correlation yaitu pengujian
validitas yang dilakukan dengan menghitung korelasi antara skor masing-masing butir pertanyaan dengan total skor. Syarat suatu
kuesioner dapat dikatakan valid adalah apabila r-product
moment correlation lebih besar dari
0,312.
����������� Berikut
rangkuman hasil pengujian validitas dan reliabilitas masing-masing kuesioner
penelitian.
Tabel 18 Hasil Uji Validitas
Variabel Pelatihan SDM (X1)
|
Indikator |
Koefisien korelasi |
Kondisi
yang Dipersyaratkan |
Keterangan |
|
A1 |
,467 |
|
Valid |
|
A2 |
,421 |
|
Valid |
|
A3 |
,483 |
|
Valid |
|
A4 |
,442 |
|
Valid |
|
A5 |
,429 |
|
Valid |
|
A6 |
,457 |
|
Valid |
|
A7 |
,401 |
|
Valid |
|
A8 |
0,438 |
|
Valid |
|
A9 |
0,453 |
|
Valid |
|
A10 |
0,483 |
|
Valid |
|
A11 |
0,414 |
|
Valid |
|
A12 |
0,509 |
|
Valid |
|
A13 |
0,456 |
|
Valid |
|
A14 |
0,502 |
|
Valid |
�Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2021
Telah dilakukan uji validitas terhadap 14 butir indikator yang digunakan untuk penelitian pada variabel Pelatihan
SDM (X1). Berdasarkan hasil pengujian validitas pada Tabel 18 dapat dilihat bahwa
seluruh nilai koefisien korelasi
Tabel 19 Hasil Uji Validitas
Variabel Pengembangan SDM
(X2)
|
Indikator |
Koefisien korelasi |
Kondisi
yang Dipersyaratkan |
Keterangan |
|
A15 |
0,427 |
|
Valid |
|
A16 |
0,403 |
|
Valid |
|
A17 |
0,490 |
|