PENGARUH
KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT
(PKBM) DESA NUSANTARA KABUPATEN SANGGAU
Ummi Kalsum
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama
Kalimantan Barat
|
Riwayat Artikel: Received: 08-10-2022 Revised: 19-10-2022 Accepted: 30-10-2022 Keywords:
communication, performance Kata
Kunci: Komunikasi, kinerja |
|
Abstract In an organization the meaning play of communication a very important
role, the importance of communication in the company is where in doing work
among fellow employees requires effective communication so that messages
about work can be understood. At the Community Learning Activity Center
Nusantara Village, Sanggau Regency, the occurrence of ineffective
communication in delivering tasks that must be completed, of course, will
affect employee performance. The achievement of a person's or worker's
performance due to the resulting efforts and actions. These efforts are in
the form of performance achieved by workers. Performance can result from
education, work experience and professionalism. The purpose of this study is
to determine the significant influence between communication and the
performance of PKBM employees in Nusantara Village, Sanggau Regency. Based on
the results of the regression analysis by previously making a factor analysis
on the communication variable, it was concluded that the indicators that
affect performance, namely the discussions carried out provided an
opportunity for all employees to have an opinion. In addition, other
indicators that affect performance, namely open performance appraisals make
all employees more enthusiastic in completing their work. Then, the
coefficient of determination is obtained which explains the correlation
between the independent variables and the dependent variable which is equal
to 0.084 or 8.4% which means the correlation between variables is quite
strong. |
|
|
Abstrak Dalam suatu organisasi makna komunikasi berperan sangat penting,
pentingnya komunikasi dalam perusahaan adalah dimana dalam melakukan
pekerjaan diantara sesama pegawai memerlukan komunikasi yang efektif agar
dapat dimengerti pesan-pesan tentang pekerjaan. Pada Pusat Kegiatan Belajar
Masyarakat (PKBM) Desa Nusantara Kabupaten Sanggau, terjadinya
ketidakefektifan komunikasi dalam penyampaian tugas-tugas yang harus
diselesaikan, tentu saja akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Tercapainya suatu kinerja seseorang atau pekerja karena adanya upaya dan
tindakan yang dihasilkan. Upaya tersebut yaitu berupa kinerja yang dicapai
oleh pekerja. Kinerja dapat dihasilkan dari pendidikan, pengalaman kerja dan
profesionalisme. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh
yang signifikan antara komunikasi dengan kinerja karyawan PKBM Desa Nusantara
Kabupaten Sanggau. Berdasarkan hasil analisis regresi dengan sebelumnya
membuat analisis faktor pada variabel komunikasi, diperoleh kesimpulan bahwa
indikator yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai yaitu diskusi yang
dilakukan memberikan kesempatan bagi seluruh pegawai untuk berpendapat.
Selain itu, indikator lainnya yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai yaitu
penilaian kinerja secara terbuka membuat seluruh pegawai lebih antusias dalam
menyelesaikan pekerjaannya. Kemudian diperoleh nilai� koefisien determinasi yang menjelaskan
hubungan (korelasi) antara variabel independen dengan variabel dependen yaitu
sebesar 0.084 atau 8.4% yang berarti hubungan antar variabel cukup kuat. |
Corresponding Author: Ummi Kalsum�
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Sumber daya manusia dalam suatu
organisasi memiliki peran utama dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi
organisasi dalam berbagai kegiatan pengelolaan organisasi. Tuntutan kebutuhan
organisasi yang sangat tinggi menuntut daya tahan organisasi dalam menjembatani
berbagai persoalan baik internal maupun eksternal. Ketahanan organisasi
tersebut sangat ditentukan oleh komunikasi antar pemangku kepentingan dan
anggota terjalin dengan baik. Oleh sebab itu, sumber daya manusia tersebut
harus dikelola sedemikian rupa sehingga berdaya guna dan berhasil dalam
mencapai tujuan organisasi.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
(PKBM) Desa Nusantara Kabupaten Sanggau merupakan sebuah lembaga pendidikan
yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Komplek YPSBK, Kelurahan Bunut,
Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)
Desa Nusantara Kabupaten Sanggau menyadari bahwa lembaga pendidikan merupakan
salah satu organisasi pendidikan yang dijadikan sebagai wadah untuk mencapai
tujuan pembangunan nasional. Oleh karena, keberhasilan dari tujuan berdirinya
lembaga pendidikan tersebut sangatlah penting untuk diwujudkan.
Peneliti sebagai salah satu karyawan
yang bekerja pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Desa Nusantara
Kabupaten Sanggau yang direkrut melalui berbagai tahapan tes sebelumnya.
Karyawan diposisikan sesuai dengan latar belakang pendidikan dan skill yang mereka miliki. Bagi, beberapa
orang mungkin hal ini merupakan hal yang adil, namun bagi sebagian hal itu
menjadi masalah ketika merasa bahwa diri mereka lebih mampu untuk berada di
posisi yang lebih baik. Hal ini kemudian memicu terjadinya komunikasi yang
buruk, serta seringkali berujung pada terjadinya miscommunication di dalam organisasi
Dalam suatu organisasi makna
komunikasi berperan sangat penting, pentingnya komunikasi dalam perusahaan
adalah dimana dalam melakukan pekerjaan diantara sesama pegawai memerlukan
komunikasi yang efektif agar dapat dimengerti pesan-pesan tentang pekerjaan.
Keefektifan komunikasi akan berjalan dengan baik apabila sama-sama memahami
maksud dari informasi komunikasi tersebut. Komunikasi antar atasan kepada
bawahan harus memiliki kemaknaan yang saling dimengerti satu sama lainnya agar
terjadi harmonisasi komunikasi organisasi begitupun dengan sebaliknya.
Pada Pusat Kegiatan Belajar
Masyarakat (PKBM) Desa Nusantara Kabupaten Sanggau, terjadinya ketidakefektifan
komunikasi dalam penyampaian tugas-tugas yang harus diselesaikan, tentu saja
akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Selain itu, dikarenakan komunikasi
yang tidak efektif antar karyawan yang ada di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
(PKBM) Desa Nusantara Kabupaten Sanggau, maka pekerjaan- pekerjaan yang
semestinya mudah diselesaikan menjadi sulit dan lama terselesaikan. Sehingga
dapat dikatakan bahwa belum maksimalnya komunikasi yang seharusnya merupakan
bagian integral dari suatu proses manajemen, dikarenakan melalui komunikasi
yang efektif kerja sama yang harmonis akan dapat meningkatkan kinerja karyawan.
Kinerja atau performance merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian
pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran,
tujuan visi dan misi organisasi yang di tuangkan melalui perencanaan strategi
suatu organisasi. Kinerja sangat berhubungan dengan hasil dari aktivitas
individu dalam beberapa periode waktu (Gondal, 2013). Tercapainya suatu kinerja
seseorang atau pekerja karena adanya upaya dan tindakan yang dihasilkan. Upaya
tersebut yaitu berupa hasil kerja (kinerja) yang dicapai oleh pekerja. Kinerja
dapat dihasilkan dari� pendidikan,
pengalaman kerja dan profesionalisme.
Berdasarkan latar belakang
permasalahan yang ada di atas, maka penulis tertarik untuk mengangkat tema
penelitian dengan judul Pengaruh
Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan
Pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Desa Nusantara Kabupaten Sanggau.
Tujuan yang ingin dicapai dalam
penelitian ini sesuai permasalahan yang ada adalah untuk mengetahui pengaruh
yang signifikan antara komunikasi dengan kinerja karyawan PKBM Desa Nusantara
Kabupaten Sanggau.
Penelitian ini dapat berguna bagi
sumber bacaan dan tambahan informasi tentang pengaruh komunikasi terhadap
kinerja karyawan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Desa Nusantara Kabupaten
Sanggau. Selain
itu, juga bisa dijadikan
sebagai masukan yang bermanfaat dan bahan pertimbangan bagi Pusat Kegiatan
Belajar Masyarakat Desa Nusantara Kabupaten Sanggau untuk mengurangi
penyimpangan dan meningkatkan kinerja karyawan dengan cara memperbaiki
komunikasi. Bisa untuk menambah ilmu
dan pengetahuan serta informasi yang digunakan dalam penulisan penelitian ini, serta sebagai sumber referensi dan informasi
tentang pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan.
Komunikasi
Sebagai makhluk sosial, komunikasi
merupakan unsur penting dalam kehidupan manusia. Kegiatan komunikasi akan
timbul jika seorang manusia mengadakan interaksi dengan manusia lain, jadi
dapat dikatakan bahwa komunikasi timbul sebagai akibat dari adanya hubungan sosial.
Pengertian tersebut mengandung arti bahwa komunikasi tidak dapat dipisahkan
dari kehidupan umat manusia, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok.
Kinerja Karyawan
Menurut Bernardin dan Russel dalam
Priansa (2014:270) menyatakan bahwa, �Kinerja merupakan hasil yang diproduksi
oleh fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan � kegiatan pada pekerjaan tertentu
selama periode waktu tertentu. Hasil kerja tersebut merupakan hasil dari
kemampuan, keahlian, dan keinginan yang dicapai.� Menurut Milkovich dan
Boudreau dalam Priansa (2014:270) menyatakan bahwa, �Kinerja adalah tingkat
dimana pegawai melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan syarat � syarat yang
telah ditentukan.�
Dalam
melakukan penelitian memerlukan penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh peneliti
sebelumnya untuk menjadi acuan dalam mendukung sebuah penelitian, dimaksudkan
agar penelitian yang dilakukan lebih baik dari penelitian yang sudah ada
sebelumnya. Pada penelitian ini dapat dibuktikan penelitian terdahulu pada
tabel berikut :
Penelitian terdahulu
berjudul, �Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Provinsi
Banten�, Didi Wandi, Suhroji
Adha, dan Iyah Asriyah (2019). Variabel bebas : Komunikasi Variabel terikat : Kinerja. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa komunikasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai BPBD Provinsi Banten dengan nilai t hitung sebesar 8,721 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Sedangkan koefisien determinasi (R2) yang didapat sebesar� 0,481 yang artinya sebesar 48,1% variabel kinerja dapat dijelaskan oleh variabel komunikasi sisanya dijelaskan� oleh variabel lain
METODA PENELITIAN
Penelitian
ini berpendekatan kuantitatif, berjenis deskriptif. Dikatakan pendekatan kuantitatif
sebab pendekatan yang digunakan di dalam usulan penelitian, proses, hipotesis,
turun ke lapangan, analisa data dan kesimpulan data sampai dengan penulisannya
menggunakan aspek pengukuran, perhitungan, rumus dan kepastian data numerik
(Sugiyono, 2013). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif karena
bertujuan membuat pencanderaan/lukisan/deskripsi mengenai fakta-fakta dan
sifat-sifat suatu populasi atau daerah tertentu secara sistematik, faktual dan
teliti (Ginting 2008:55)
Tempat penelitian ini dilaksanakan
pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Desa Nusantara Kabupaten Sanggau
dan sedangkan waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret
2021.
Ghozali (dalam Suwandhani,
2018:17) mengartikan bahwa populasi merupakan kesatuan dari bagian-bagian yang
saling bekerja sama dalam mencapai satu tujuan. Menurut Sugiyono (2018:130)
populasi adalah keseluruhan elemen yang akan dijadikan wilayah generalisasi.
Elemen populasi adalah keseluruhan dari subyek yang akan diukur, dan merupakan
bagian yang akan diteliti. Populasi tidak hanya ditujukkan untuk orang, tetapi
obyek dan benda-benda alam yang lain dapat dijadikan populasi. Populasi bukan
sekedar jumlah yang terdapat pada obyek/subyek yang akan dipelajari, tetapi
meliputi keseluruhan dari karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau
obyek itu. Populasi yang akan digunakan sebagai�
penelitian adalah karyawan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Desa
Nusantara Kabupaten Sanggau dan tenaga kependidikan yang berjumlah 40 karyawan.
Menurut Sugiyono (2018:131) Sampel
merupakan bagian dari populasi dan karakteristik yang dipelajari dalam
penelitian tersebut. Peneliti tidak dapat mempelajari semua apabila populasinya
besar, misalnya keterbatasan dana, tenaga dan waktu, untuk itu peneliti dapat
menggunakan sampel yang diambil dari populasi yang akan diteliti.
Menurut Sugiyono (2018:140) sensus
atau sampling total adalah teknik
pengambilan sampel di mana seluruh anggota populasi dijadikan sampel semua.
Penelitian yang dilakukan pada populasi di bawah 100 sebaiknya dilakukan dengan
sensus, sehingga seluruh anggota populasi pada Pusat Kegiatan Belajar
Masyarakat Desa Nusantara sebanyak 40 karyawan dan tenaga kependidikan dapat
dijadikan sampel sebagai responden pemberi informasi
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sejarah Pusat
Kegiatan Belajar Masyarakat Desa Nusantara Kabupaten Sanggau
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
Desa Nusantara didirikan oleh sekelompok pemuda di Kabupaten Sanggau, dimana
pusat kegiatan belajarnya berada dalam satu kecamatan serta dibagi menjadi dua
titik, yaitu di Kota Sanggau dan Desa Belangin. Tujuan pembagian tempat
tersebut adalah untuk menjangkau dan meringankan transportasi warga belajar
tanpa harus menyeberang sungai kapuas. Selama mengelola Pusat Kegiatan Belajar
Masyarakat (PKBM) Desa Nusantara, pengelola fokus menerapkan strategi untuk
menjemput dan membuat peluang bagi warga yang ingin mengenyam pendidikan yang
setara dengan sekolah formal. Dikarenakan kami sadar tidak semua orang memiliki
kesempatan dan peluang. Tetapi mereka memiliki harapan akan masa depan.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
Desa Nusantara dilahirkan dari kesadaran, keprihatinan, dan rasa sosial yang
tinggi akan masa depan Merah Putih di Perbatasan Kabupaten Sanggau. Pusat
Kegiatan Belajar Masyarakat Desa Nusantara ini berdiri dibawah Yayasan
Pendidikan dan Kesejahteraan Desa. Tepat pada tanggal 18 Agustus 2015
didirikan. Dengan beberapa program pendidikan diantaranya yaitu Program
Kesetaraan Paket A/Setara SD, Paket B/Setara SMP, Paket C/Setara SMA, dan Program
Keaksaraan Fungsional (KF). Dan Bapak Mahathir Muhammad, S.Kom.I sebagai Ketua
Umum Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Desa.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
Desa Nusantara Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Desa adalah lembaga
nirlaba, independen yang digagas oleh pemuda desa dan tokoh desa di saat
ekonomi melemah, harga kebutuhan naik dan hasil pertanian/perkebunan yang� juga menurun, banyak masyarakat yang
kesulitan ekonominya, pelajar yang tidak mampu melanjutkan pendidikan kejenjang
selanjutnya. Sehingga didirikanlah lembaga ini untuk membantu masyarakat yang
putus sekolah akibat keterbatasan biaya.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
Desa Nusantara berdiri Berdasarkan Akta Notaris Abang Suparjo, S.H.,M.Kn. Akta
Pendirian Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Desa Nomor 07 Tanggal 18 Agustus
2015 dan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Nomor. AHU-0011406.AH.01.04.TAHUN 2015, tanggal 20 Agustus 2015 berkedudukan di
Desa Belangin III Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Analisis Deskriptif Pengaruh Komunikasi Terhadap
Kinerja Karyawan Pada PKBM Desa Nusantara Kabupaten Sanggau
Kinerja yang baik dari seseorang
dapat tercipta apabila terdapat kemudahan dalam memperoleh informasi dalam
suatu proses komunikasi maka terwujud kelancaran dalam pemindahan ide, gagasan
maupun pengertian dari seseorang ke orang lain.
Berdasarkan tabel 4.5, dapat
diketahui bahwa sebanyak 20 orang (60,60%) menyatakan sangat setuju informasi
mengenai tugas, serta kebijakan-kebijakan dibagikan kepada seluruh pegawainya,
sebanyak 10 orang (30,30%) menyatakan setuju, sebanyak 2 orang (6,07%) kurang setuju,
dan sebanyak 1 orang (3,03%) tidak setuju. Tidak seorangpun responden
menyatakan sangat tidak setuju informasi mengenai tugas, serta
kebijakan-kebijakan dibagikan kepada seluruh pegawai.
Untuk mengetahui tanggapan responden
apakah penilaian kinerja disampaikan secara terbuka dihadapan seluruh pegawai
dapat dilihat pada Tabel 1 berikut :
Tabel 1 Tanggapan Responden Terhadap Penilaian kinerja disampaikan secara terbuka dihadapan seluruh pegawai
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah
Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
13 |
39,39% |
|
Setuju |
4 |
12 |
36,36% |
|
Kurang Setuju |
3 |
6 |
18,18% |
|
Tidak Setuju |
2 |
2 |
6,07% |
|
Sangat
Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
33 |
100% |
Sumber : Data Olahan,
Tahun 2021
Berdasarkan tabel 1
dapat diketahui bahwa sebanyak 13 orang (39,39%) menyatakan sangat setuju
penilaian kinerja disampaikan secara terbuka dihadapan seluruh pegawai,
sebanyak 12 orang (36,36%) menyatakan setuju, sebanyak 6 orang (18,18%) kurang
setuju, dan sebanyak 2 orang (6,07%) tidak setuju. Tidak seorangpun responden
menyatakan sangat tidak setuju penilaian kinerja disampaikan secara terbuka
dihadapan seluruh pegawai.
Intensitas Komunikasi
Apabila banyaknya terjadi percakapan
yang baik, maka proses komunikasi menjadi semakin lancar. Intensitas komunikasi
sangat diperlukan guna kelancaran dalam proses komunikasi dalam suatu
organisasi. Untuk mengetahui apakah perubahan dan pembaharuan informasi
dilakukan secara berkala dapat dilihat pada Tabel 2
berikut :
Tabel 2 Tanggapan
Responden Terhadap Perubahan dan pembaharuan informasi dilakukan secara berkala
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
15 |
45,45% |
|
Setuju |
4 |
13 |
39,39% |
|
Kurang Setuju |
3 |
5 |
15,16% |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
33 |
100% |
Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 2
dapat diketahui bahwa sebanyak 15 orang (45,45%) menyatakan sangat setuju
perubahan dan pembaharuan� informasi
dilakukan secara berkala, sebanyak 13 orang (39,39%) menyatakan setuju,
sebanyak 5 orang (15,16%) kurang setuju. Tidak seorangpun responden menyatakan
tidak setuju dan sangat tidak setuju perubahan dan pembaharuan informasi
dilakukan secara berkala.
Untuk mengetahui tanggapan responden
apakah perubahan kebijakan didiskusikan secara berkala dapat dilihat pada Tabel
4.8 berikut:
Tabel. 3 Tanggapan
Responden Terhadap Perubahan kebijakan didiskusikan secara berkala
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
19 |
57,57% |
|
Setuju |
4 |
10 |
30,30% |
|
Kurang Setuju |
3 |
4 |
12,13% |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
33 |
100% |
Sumber : Data
Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 3
dapat diketahui bahwa sebanyak 19 orang (57,57%) menyatakan sangat setuju
perubahan kebijakan didiskusikan secara berkala, sebanyak 10 orang (30,30%) menyatakan
setuju dan sebanyak 4 orang (12,13%) kurang setuju. Tidak seorangpun responden
menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju perubahan kebijakan
didiskusikan secara berkala.
Efektivitas Komunikasi
Efektivitas komunikasi mengandung
pengertian bahwa komunikasi yang bersifat arus langsung, artinya proses
komunikasi yang dilakukan secara langsung dengan adanya frekuensi tatap muka
untuk memudahkan orang lain mengetahui apa yang disampaikan komunikator. Untuk
mengetahui apakah diskusi yang dilakukan memberikan kesempatan bagi seluruh pegawai
untuk berpendapat dapat dilihat pada Tabel 4.9 berikut :
Tabel 4 Tanggapan
Responden Terhadap Diskusi yang dilakukan memberikan kesempatan bagi seluruh
pegawai untuk berpendapat
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
12 |
36,36% |
|
Setuju |
4 |
12 |
36,36% |
|
Kurang Setuju |
3 |
5 |
15,15% |
|
Tidak Setuju |
2 |
4 |
12,13% |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
33 |
100% |
Sumber : Data Olahan, 2021
Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui
bahwa sebanyak 12 orang (36,36%) menyatakan sangat setuju diskusi yang
dilakukan memberikan kesempatan bagi seluruh pegawai untuk berpendapat,
sebanyak 12 orang (36,36%) menyatakan setuju, sebanyak 5 orang (15,15%) kurang
setuju dan sebanyak 4 orang (12,13%) menyatakan tidak setuju. Tidak seorangpun
responden menyatakan sangat tidak setuju diskusi yang dilakukan
memberikan kesempatan bagi seluruh pegawai untuk berpendapat.
Untuk mengetahui tanggapan responden
apakah seluruh pegawai memutuskan secara bersama-sama mengenai pembagian tugas
sesuai posisi pekerjaannya dapat dilihat pada Tabel 4.10 berikut :
Tabel
5 Tanggapan Responden Terhadap Seluruh pegawai
memutuskan secara bersama-sama mengenai pembagian tugas sesuai posisi
pekerjaannya
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
17 |
51,51% |
|
Setuju |
4 |
8 |
24,24% |
|
Kurang Setuju |
3 |
6 |
18,18% |
|
Tidak Setuju |
2 |
2 |
6,07% |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
33 |
100% |
Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 5
dapat diketahui bahwa sebanyak 17 orang (51,51%) menyatakan sangat setuju
seluruh pegawai memutuskan secara bersama-sama mengenai pembagian tugas sesuai
posisi pekerjaanya, sebanyak 8 orang (24,24%) menyatakan setuju, sebanyak 6
orang (18,18%) kurang setuju dan sebanyak 2 orang (6,07%) menyatakan tidak
setuju. Tidak seorangpun responden menyatakan sangat tidak setuju seluruh
pegawai memutuskan secara bersama-sama mengenai pembagian tugas sesuai posisi
pekerjaanya.
Tingkat Pemahaman Pesan
Seseorang dapat memahami apa yang
ingin disampaikan oleh seorang komunikator kepada penerima juga tergantung pada
tingkat pemahaman seseorang. Adanya komunikasi yang baik dan lancar dapat lebih
memudahkan seseorang atau penerima mengerti dan memahami pesan yang akan disampaikan.
Untuk mengetahui apakah informasi yang diberikan mengenai tugas serta kebijakan
disampaikan secara sederhana namun jelas dapat dilihat pada Tabel 6
berikut :
Tabel
6 Tanggapan Responden Terhadap Informasi yang diberikan
mengenai tugas serta kebijakan disampaikan secara sederhana namun jelas
|
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
|
Sangat Setuju |
5 |
24 |
72,72% |
|
Setuju |
4 |
4 |
12,12% |
|
Kurang Setuju |
3 |
4 |
12,12% |
|
Tidak Setuju |
2 |
1 |
3,04% |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
33 |
100% |
Sumber : Data
Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 6
dapat diketahui bahwa sebanyak 24 orang (72,72%) menyatakan sangat setuju
informasi yang diberikan mengenai tugas serta kebijakan disampaikan secara
sederhana namun jelas, sebanyak 4 orang (12,12%) menyatakan setuju, sebanyak 4
orang (12,12%) kurang setuju dan sebanyak 1 orang (3,04%) menyatakan tidak
setuju. Tidak seorangpun responden menyatakan sangat tidak setuju informasi
yang diberikan mengenai tugas serta kebijakan disampaikan secara sederhana
namun jelas.
Untuk mengetahui tanggapan responden
apakah seluruh pegawai mengetahui bagaimana melaksanakan tugas yang sudah
diinformasikan dapat dilihat pada Tabel 6 berikut :
Tabel
7 Tanggapan Responden Terhadap Seluruh pegawai
mengetahui bagaimana melaksanakan tugas yang sudah diinformasikan
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
16 |
48,48% |
|
Setuju |
4 |
10 |
30,30% |
|
Kurang Setuju |
3 |
3 |
9,10% |
|
Tidak Setuju |
2 |
4 |
12,12 |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
33 |
100% |
Sumber : Data
Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 7
dapat diketahui bahwa sebanyak 16 orang (48,48%) menyatakan sangat setuju
seluruh pegawai mengetahui bagaimana melaksanakan tugas yang sudah
diinformasikan, sebanyak 10 orang (30,30%) menyatakan setuju, sebanyak 3 orang
(9,10%) kurang setuju dan sebanyak 4 orang (12,12%) menyatakan tidak setuju.
Tidak seorangpun responden menyatakan sangat tidak setuju seluruh pegawai
mengetahui bagaimana melaksanakan tugas yang sudah diinformasikan.
Perubahan Sikap
Setelah seseorang memahami pesan yang
disampaikan oleh seorang komunikator kepada penerima pesan, maka akan terjadi
perubahan sikap yang dilakukan sesuai dengan apa yang dikomunikasikan. Untuk
mengetahui apakah setelah diskusi berkala, seluruh pegawai menjadi lebih
bersemangat menyelesaikan tugas masing-masing dapat dilihat pada Tabel 8
berikut :
Tabel
8 Tanggapan Responden Terhadap Setelah diskusi berkala,
seluruh pegawai menjadi lebih bersemangat menyelesaikan tugas masing- masing
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
16 |
48,48% |
|
Setuju |
4 |
9 |
27,27% |
|
Kurang Setuju |
3 |
5 |
15,15% |
|
Tidak Setuju |
2 |
3 |
9,10% |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
33 |
100% |
Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 8
dapat diketahui bahwa sebanyak 16 orang (48,48%) menyatakan sangat setuju
setelah diskusi berkala, seluruh pegawai menjadi lebih bersemangat
menyelesaikan tugas masing-masing, sebanyak 9 orang (27,27%) menyatakan setuju,
sebanyak 5 orang (15,15%) kurang setuju dan sebanyak 3 orang (9,10%) menyatakan
tidak setuju. Tidak seorangpun responden
menyatakan sangat tidak setuju setelah diskusi berkala, seluruh pegawai menjadi
lebih bersemangat menyelesaikan tugas masing-masing.
Indikator Variabel Kinerja (Y)
Kualitas Kerja
Kualitas
kerja bergantung pada mutu yang dihasilkan karyawan yang mampu mengahasilkan
mutu atau kualitas pelayanan yang baik.
Tabel 9 Tanggapan Responden Terhadap
Menyelesaikan tugas-tugas dengan sebaik-baiknya
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
19 |
57,57% |
|
Setuju |
4 |
11 |
33,33% |
|
Kurang Setuju |
3 |
3 |
9,10% |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
33 |
100% |
Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 9
dapat diketahui bahwa sebanyak 19 orang (57,57%) menyatakan sangat setuju
menyelesaikan tugas-tugas dengan sebaik-baiknya, sebanyak 11 orang (33,33%)
menyatakan setuju, sebanyak 3 orang (9,10%) kurang setuju. Tidak seorangpun
responden menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju menyelesaikan
tugas-tugas dengan sebaik-baiknya.
Untuk mengetahui tanggapan responden
apakah melakukan sesedikit mungkin kesalahan dalam tugas yang dilakukan dapat
dilihat pada Tabel 4.16 berikut :
Tabel. 10 Tanggapan Responden Terhadap
Melakukan sesedikit mungkin kesalahan dalam tugas yang dilakukan
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
21 |
63,63% |
|
Setuju |
4 |
10 |
30,30% |
|
Kurang Setuju |
3 |
2 |
6,07% |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat
Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
33 |
100% |
Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 10
dapat diketahui bahwa sebanyak 21 orang (63,63%) menyatakan sangat setuju
melakukan sesedikit mungkin kesalahan dalam tugas yang dilakukan, sebanyak 10
orang (30,30%) menyatakan setuju, sebanyak 2 orang (6,07%) kurang setuju. Tidak
seorangpun responden menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju melakukan
sesedikit mungkin kesalahan dalam tugas yang dilakukan.
Kuantitas
Kuantitas
kerja bergantung pada jumlah atau besarnya kontribusi yang dihasilkan oleh
karyawan dalam kurun waktu tertentu.
Tabel 11 Tanggapan Responden Terhadap
menyelesaikan seluruh tugas setiap harinya
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
17 |
51,51% |
|
Setuju |
4 |
15 |
45,45% |
|
Kurang Setuju |
3 |
1 |
3,04% |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
33 |
100% |
Sumber : Data
Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 11
dapat diketahui bahwa sebanyak 17 orang (51,51%) menyatakan sangat setuju
menyelesaikan seluruh tugas setiap harinya, sebanyak 15 orang (45,45%)
menyatakan setuju, sebanyak 1 orang (3,04%) kurang setuju. Tidak seorangpun
responden menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju menyelesaikan seluruh
tugas setiap harinya.
Ketepatan Waktu
Ketepatan waktu bergantung oleh
sesuai tidaknya dengan waktu yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Tabel 12 Tanggapan
Responden Terhadap Tidak pernah terlambat menyelesaikan tugas-tugas
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat Setuju |
5 |
16 |
48,48% |
|
Setuju |
4 |
9 |
27,27% |
|
Kurang Setuju |
3 |
8 |
24,25% |
|
Tidak Setuju |
2 |
- |
- |
|
Sangat Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
33 |
100% |
Sumber : Data Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan tabel 12
dapat diketahui bahwa sebanyak 16 orang (48,48%) menyatakan sangat setuju tidak
pernah terlambat menyelesaikan tugas-tugas, sebanyak 9 orang (27,27%)
menyatakan setuju, sebanyak 8 orang (24,25%) kurang setuju. Tidak seorangpun
responden menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak pernah
terlambat menyelesaikan tugas-tugas.
Untuk mengetahui tanggapan responden
apakah karyawan selalu hadir tepat waktu setiap harinya dapat dilihat pada
Tabel 4.20 berikut :
Tabel 12 Tanggapan
Responden Terhadap Selalu hadir tepat waktu setiap harinya
|
Keterangan |
Bobot |
Jumlah Responden |
Persentase |
|
Sangat
Setuju |
5 |
23 |
69,69% |
|
Setuju |
4 |
8 |
24,25% |
|
Kurang
Setuju |
3 |
1 |
3,03% |
|
Tidak
Setuju |
2 |
1 |
3,03% |
|
Sangat
Tidak Setuju |
1 |
- |
- |
|
Jumlah |
- |
33 |
100% |
Sumber : Data
Olahan, Tahun 2021
Berdasarkan
tabel 12 dapat diketahui bahwa sebanyak 23 orang (69,69%)
menyatakan sangat setuju selalu hadir tepat waktu setiap� harinya, sebanyak 8 orang (24,25%) menyatakan
setuju, sebanyak 1 orang (3,03%) kurang setuju dan sebanyak 1 orang (3,03%) menyatakan
tidak setuju. Tidak seorangpun responden menyatakan sangat tidak setuju selalu
hadir tepat waktu setiap harinya.
Uji Instrumen
Uji Validitas
Sebelum data hasil kuesioner
penelitian dianalisis lebih lanjut, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan
reliabilitas terhadap alat ukur penelitian untuk membuktikan apakah alat ukur
yang digunakan� memiliki kevasihan (validity) dan keandalan (reliability). Hal ini dilakukan untuk
mengukur apa yang seharusnya menjadi fungsi ukurnya, yaitu menguji apakah
kuesioner telah mengukur secara cermat dan tepat apa yang ingin diukur pada
penelitian ini. Pengujian validitas menggunakan korelasi product moment (indeks validitas), dimana butir pernyataan
dinyatakan valid jika koefisien korelasi butir pernyataan rtabel. Hasil uji validitas pernyataan
dalam variabel komunikasi dapat dilihat pada Tabel 4.21 berikut :
Tabel
13 Hasil Uji Validitas Variabel Komunikasi (X)
|
Item Pernyataan |
R hitung |
R tabel |
Keputusan |
|
1 |
0,473 |
0,304 |
Valid |
|
2 |
0,461 |
0,304 |
Valid |
|
3 |
0,491 |
0,304 |
Valid |
|
4 |
0,534 |
0,304 |
Valid |
|
5 |
0,343 |
0,304 |
Valid |
|
6 |
0,470 |
0,304 |
Valid |
|
7 |
0,448 |
0,304 |
Valid |
|
8 |
0,379 |
0,304 |
Valid |
|
9 |
0,363 |
0,304 |
Valid |
|
10 |
0,461 |
0,304 |
Valid |
Sumber : Data
Olahan, Tahun 2021
Tabel 13 menunjukkan
nilai r hitung dari 10 pernyataan yang diajukan kepada responden lebih besar
dari r tabel, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan dalam
variabel komunikasi dapat dinyatakan valid. Pernyataan yang memiliki� validitas tertinggi adalah pernyataan No.4
dengan nilai r hitung sebesar 0,534 dan pernyataan yang memiliki validitas
terendah adalah pernyataan No.5 dengan nilai r hitung sebesar 0,343.
Hasil uji validitas pernyataan dalam
variabel kinerja dapat dilihat pada Tabel 14 berikut :
Tabel 14 Hasil Uji
Validitas Variabel Kinerja (Y)
|
Item Pernyataan |
r hitung |
r tabel |
Keputusan |
|
11 |
0,472 |
0,304 |
Valid |
|
12 |
0,441 |
0,304 |
Valid |
|
13 |
0,426 |
0,304 |
Valid |
|
14 |
0,488 |
0,304 |
Valid |
|
15 |
0,345 |
0,304 |
Valid |
|
16 |
0,437 |
0,304 |
Valid |
Sumber: Data Olahan, Tahun 2021
Tabel 14 menunjukkan
nilai r hitung dari 6 pernyataan yang diajukan kepada responden lebih besar
dari r tabel, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan dalam
variabel kinerja dapat dinyatakan valid. Pernyataan yang memiliki validitas
tertinggi adalah pernyataan No.14 dengan nilai r hitung sebesar 0,488 dan
pernyataan yang memiliki validitas terendah adalah pernyataan No.15 dengan
nilai r hitung sebesar 0,345.
a.
Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas yaitu uji untuk
menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila
pengukuran diulangi� dua kali atau lebih
dan dikatakan reliabel jika cronbach�s
alpha > 0,60.
Hasil uji reliabilitas pada
pernyataan dalam variabel komunikasi dan kinerja dapat dilihat pada Tabel 4.23
:
Tabel 15 Hasil Uji Reliabilitas
|
No |
Variabel |
Cronbach's Alpha |
Standar Reliabilitas |
Keterangan |
|
1 |
Komunikasi (X) |
0.773 |
0,60 |
Reliabel |
|
2 |
Kinerja (Y) |
0,701 |
0,60 |
Reliabel |
Sumber : Data
Olahan, Tahun 2021
Pada Tabel 15
menunjukkan nilai cronbach�s alpha dari
variabel komunikasi sebesar 0,773 dan cronbach�s
alpha variabel kinerja sebesar 0,701, keduanya lebih besar dari 0,60.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa item dari variabel komunikasi dan
kinerja adalah reliabel.
Deteksi Outlier
Salah satu cara mendeteksi data
outlier adalah dengan melihat box plot.
Setelah itu menghapus data outlier yang
terdeteksi pada box plot.� Berdasarkan Gambar terdapat beberapa data
dengan nilai outlier. Pada variabel
Komunikasi terdapat data outlier pada
responden No 5, 17, 18, 21 dan 34. Sedangkan pada variabel Kinerja terdapat outlier pada responden No 18, 23 dan 31
Setelah variabel ditentukan dan
dipilih serta perhitungan korelasinya telah memenuhi persyaratan untuk
dilakukan analisis, langkah selanjutnya adalah membentuk faktor untuk menemukan
struktur yang mendasari hubungan� antar
variabel awal tersebut. Metode yang digunakan dalam pembentukan faktor adalah
metode analisis principal component.
Dua langkah utama dalam pembentukan faktor adalah penentuan jumlah faktor dan
rotasi faktor-faktor yang terbentuk.
Penentuan Jumlah Faktor
Jumlah faktor yang akan dibentuk
ditentukan dengan melakukan kombinasi beberapa kriteria untuk mendapatkan
jumlah faktor yang paling sesuai dengan data penelitian. Kriteria yang
digunakan� adalah nilai eigen. Faktor
atau komponen yang mempunyai nilai eigen lebih dari 1 akan dipertahankan dan
faktor yang mempunyai nilai eigen kurang dari 1 tidak akan diikutsertakan dalam
model.
Tahapan selanjutnya adalah penentuan
signifikansi nilai factor loading untuk
menentukan pengelompokan variabel ke dalam faktor yang sesuai dengan melihat
nilai tertinggi pada component.
Analisis Regresi
Menurut Sugiyono (2016:410): �Tujuan
dilakukannya uji signifikansi secara parsial dua variabel bebas (independent) terhadap variabel terikat (dependent) adalah untuk mengukur secara
terpisah dampak yang� ditimbulkan dari
masing-masing variabel bebas (independent)
terhadap variabel terikat (dependent)�.
Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi merupakan alat
untuk mengetahui sejauh mana tingkat hubungan variabel independen (X)
dengan� variabel dependen (Y). Nilai
koefisien determinasi jika bernilai angka 0 menunjukkan tidak ada hubungan antara
variabel X dan Y, akan tetapi jika nilai koefisien determinasi bernilai angka
1, maka menunjukkan adanya hubungan yang sempurna antara X dan Y. Hasil uji
koefisien determinasi dapat dilihat pada Tabel 16.
Tabel
16 Hasil Uji Koefisien Determinasi
Berdasarkan Tabel 16
diperoleh nilai Adjusted R square sebesar
0.084, artinya terdapat hubungan (korelasi) sangat rendah yaitu 8.4% antara
variabel independen terhadap variabel dependen yaitu kinerja pegawai Pusat
Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Desa Nusantara Kabupaten Sanggau.
Dari hasil penelitian yang dilakukan
pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Desa Nusantara Kabupaten Sanggau
dengan hasil uji F menunjukkan nilai Fhitung
> Ftabel ataupun dengan
tingkat signifikansi yang diperoleh 0.02< 0.05, sehingga Ho ditolak. Artinya
terdapat pengaruh signifikan antara variabel-variabel independen secara
simultan atau bersama- sama terhadap kinerja pegawai Pusat Kegiatan Belajar
Masyarakat (PKBM) Desa Nusantara Kabupaten Sanggau. Kemudian dari hasil uji t
diperoleh bahwa hanya nilai t-statistic pada
faktor 4 sebesar 0.024 dimana < 0.05, sehingga faktor 4 yang terdiri dari
variabel X5 yaitu diskusi yang dilakukan memberikan kesempatan bagi seluruh
pegawai untuk berpendapat dan X10 yaitu penilaian kinerja secara terbuka membuat
seluruh pegawai lebih antusias dalam menyelesaikan pekerjaannya berpengaruh
signifikan terhadap kinerja pegawai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)
Desa Nusantara Kabupaten Sanggau.
Berdasarkan karakteristik responden,
jenis kelamin wanita menjadi dominan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
(PKBM) Desa Nusantara Kabupaten Sanggau. Kemudian berdasarkan usia, mayoritas
karyawan berada di usia 17-35 tahun, dapat dikategorikan sebagai usia muda
untuk bekerja sesuai dengan posisi jabatan yang diemban. Faktor usia merupakan
faktor pegawai dalam kinerja, karyawan yang berusia muda biasanya mempunyai
harapan yang ideal tentang dunia kerjanya, sehingga apabila harapannya dengan
realita kerja terdapat kesenjangan atau ketidakseimbangan dapat menurunkan kinerjanya.
Berdasarkan masa kerja, sebagian besar masa kerja karyawan pada Pusat Kegiatan
Belajar Masyarakat (PKBM) Desa Nusantara Kabupaten Sanggau adalah memiliki masa
kerja 2 tahun dengan persentase sebanyak 19 orang. Karakteristik responden yang
terakhir ialah bidang pekerjaan, sebagian besar pegawai menduduki
bidang pekerjaan sebagai tutor atau guru. Hal ini dapat dilihat dari bidang
dunia kerjanya yaitu dibidang pendidikan yang mayoritas pegawainya mempunya
jabatan sebagai pendidik.
Berdasarkan analisis deskriptif
pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan PKBM Desa Nusantara Kabupaten
Sanggau, penelitian ini juga dapat dilihat pada variabel komunikasi skor jumlah
tanggapan responden tertinggi adalah sangat setuju dengan indikator tingkat
pemahaman pesan yang memuat informasi yang diberikan mengenai tugas serta
kebijakan disampaikan secara sederhana namun jelas. Sedangkan skor terendah
dalam variabel komunikasi ialah tidak seorangpun responden menyatakan sangat
tidak setuju dari semua indikator. Kemudian pada variabel kinerja skor jumlah
tanggapan responden tertinggi adalah sangat setuju dengan indikator ketepatan
waktu yang memuat selalu hadir tepat waktu setiap harinya. Sedangkan skor
terendah dalam variabel kinerja ialah tidak seorangpun responden menyatakan
sangat tidak setuju dari semua indikator.
Sedangkan koefisien determinasi yang
didapat sebesar 0.084 yang artinya sebesar 8.4% variabel kinerja dapat
dijelaskan oleh variabel komunikasi sisanya dijelaskan oleh variabel lain.
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh
beberapa kesimpulan bahwa berdasarkan hasil Uji T diperoleh
bahwa hanya nilai t-statistic pada
faktor 4 sebesar 0.024 dimana < 0.05, sehingga faktor 4 yang terdiri dari
variabel X5 dan X10 berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Pusat
Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Desa Nusantara Kabupaten Sanggau. Selain itu, berdasarkan hasil Uji F diperoleh nilai Fhitung sebesar 3.793 dengan F(0.95;28;4) sebesar 2.714. Karena nilai Fhitung > Ftabel ataupun dengan tingkat signifikansi yang diperoleh 0.02<
0.05, sehingga Ho ditolak. Artinya terdapat pengaruh signifikan antara
variabel-variabel independen secara simultan atau bersama-sama terhadap
kinerja� pegawai Pusat Kegiatan Belajar
Masyarakat (PKBM) Desa Nusantara Kabupaten Sanggau. Serta berdasarkan nilai Adjusted R square sebesar 0.084, artinya terdapat hubungan
(korelasi) sangat rendah yaitu 8.4% antara variabel independen terhadap
variabel dependen yaitu kinerja pegawai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
(PKBM) Desa Nusantara Kabupaten Sanggau.
DAFTAR PUSTAKA
Achmad,
Wildan Kurniawan. Pengaruh Komunikasi
Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai. 2015. Jurnal Fakultas Ekonomi
Universitas Garut.
Biller,
Panjaitan. Pengaruh Komunikasi dan Lingkungan
Kerja� Terhadap Kinerja Pegawai Pada
Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat Cimahi. 2016.Jurnal Fakultas Ekonomi
Sekolah Tinggi Ekonomi Sutaatmadja.
Didi,
Wandi, Suhroji Adha, dan Iyah Asriyah. Pengaruh
Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Provinsi Banten. 2019.Banten : Jurnal Fakultas Ekonomi Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi.
Effendy,
Onong Uchyana. 2011. Ilmu Komunikasi:
Teori dan Prakteknya, Bandung :
Remaja Rosdakarya.
Fahmi,
Irfan. Manajemen Sumber Daya Manusia
Teori dan Aplikasi.
2016.
Bandung : Alfabeta.
Gibson,
James. Organisasi, Perilaku, Struktur dan
Proses, Edisi Kelima Cetakan Ketiga. 2000. Jakarta : Penerbit ANDI.
Ginting,Abdurrahman.
Esensi Praktis Belajar dan Pembelajaran.
2008.
Bandung
: Humaniora.
Komala,
L. Komunikasi Massa Suatu Pengantar.
2009.Bandung : Simbiosa Rekatama
Mulyana,
Deddy. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar.
2008. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Nyimas,
Nurmalia. Pengaruh Komunikasi Pimpinan
Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bank Perkreditan Rakyat Sumatera Selatan.
2018. Sumatera : Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Bina Darma
Priansa,
Donny. Perencanaan dan Pengembangan
Sumber Daya Manusia. 2014. Bandung : Alfabeta.
Ridwan.Inovasi Pembelajaran. 2013. Jakarta :
PT. Bumi Aksara Ruslan, Rosady. Manajemen
Public Relations dan Media Komunikasi.
2008.
Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Sopiah.
Perilaku Organisasi. 2008. Yogyakarta
: Andi Offset. Sugiyono. Metode
Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. 2013.
Bandung
: Alfabeta.
Sule,
E.T dan Priansa, D.J. Kepemimpinan dan
Perilaku Organisasi.
2018.
Bandung : PT. Refika Aditama.
Suprapto,
Tommy. Pengantar Ilmu Komunikasi dan
Peran Manajemen dalam Komunikasi. 2011. Jakarta : PT. Buku Seru.
Sutikno,
M.S. Strategi Belajar Mengajar. 2014.
Bandung : PT. Refika Aditama.
Wibowo.
. Manajemen Kinerja, Edisi Kelima.
2018. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Wiryanto.
Pengantar Ilmu Komunikasi. 2005.
Jakarta : PT. Grasindo.
Zackharia,
Rialmi Morsen. Pengaruh Komunikasi
Terhadap Kinerja Karyawan PT. Utama Metal Abadi. 2020. Jakarta : Jurnal
Fakultas Ekonomi Universitas Veteran.
Zuldafrial,
Muhammad, Lahir. 2012. Penelitian Kualitatif. Surakarta : Yuma Pustaka