IMPLEMENTASI
PENGGUNAAN CCTV BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) SEBAGAI SMART
SECURITY UNTUK MENANGGULANGI ANGKA KEJAHATAN STUDI KASUS: SMK INSAN CITA
Atut Pindarwati1, Adji Nurfebrian2, Bobby Ray H3,
Rian Hidayat4, Al Mahira Salsabillah5, MilaFikriyah6,
Rosyidah Dwiyanti7, Sofi Anisa8, Elisa Damayanti9,
Stefanus I. L10 , Nurfiqih11
Teknik Informatika, Universitas Pamulang, Tangerang
Selatan, Indonesia
[email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], r[email protected], [email protected], [email protected], [email protected], dosen02371@unpam.ac.id
|
Riwayat Artikel: Received: 10-10-2022 Revised: 18-10-2022 Accepted: 27-10-2022 Keywords:
Smart Security, CCTV� based IoT, Crime Prevention Kata Kunci:
Smart Security, CCTV�
berbasis� IoT, Crime Prevention |
|
Abstract According to
BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia, at least the type of thefting was
the most prevalent crime in Indonesia's urban villages, accounting for more
than 36 to 45 percent of all incidents between 2010 and 2018, which was at
least the case during the covid-19 pandemic. Relative to the prior year,
there was a 23.46 percent increase in the percentage of crime rates. The
significance of developing a plan that can reduce crime in Indonesia by
giving young people access to education. The goal of this project is to use
CCTV based IoT (Internet of Things) to reduce crime rates. This type of CCTV
has the advantage of being highly secure, intelligent, and connected to
smartphone applications that can be used at anytime, anywhere.This system has
the advantage of having an active preventive feature with an interior
floodlight and a 110 dB security siren sound to frighten away unwanted
visitors before they approach the area, which is not present on CCTV
generally. PIR detection then minimizes false alarms, can track moving
objects, and is equipped with advanced cameras, networks, interfaces, video,
and audio that can detect people and have adjustable regions and abnormal
sound alarms. It is capable of offering sharp photos at night. Every time it
senses motion, the device also immediately alerts the smartphone, allowing
users to stay updated on events from any location. Two-way communication
features, such as an integrated speaker and microphone, allow for contact
with pets or the repulsion of uninvited guests. All of the catches were
immediately connected directly to the cloud storage. Applying the advantages
to the context of SMK Insan Cita, Jakarta, Indonesia, is the focus of this
study. |
|
|
Abstrak
BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia mencatat setidaknya jenis kejadian pencurian merupakan kejahatan
yang paling banyak terjadi pada sektor desa/kelurahan di Indonesia, jumlahnya
mencapai lebih dari 36-45 persen dari seluruh desa/kelurahan sepanjang tahun
2010-2018 dan tercatat setidaknya di era pandemi covid-19 kenaikan persentase
angka kejahatan sebesar 23,46 persen meningkat jika dibandingkan dengan tahun
sebelumnya. Pentingnya strategi yang tepat yang mampu menanggulangi angka
kejahatan tersebut, melalui pemberian edukasi kepada kaum muda di Indonesia.
Pada penelitian ini fokus untuk upaya menanggulangi angka kejahatan dengan
menggunakan CCTV berbasis IoT (Internet of Things) dengan keunggulan yang
memiliki tingkat sekuritas tinggi dan pintar, serta terhubung aplikasi di
smartphone yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Kelebihan dari teknologi
ini yang tidak dapat dijumpai di CCTV pada umumnya yakni memiliki fitur
pencegahan aktif, dengan lampu sorot internal dan suara sirine keamanan 110
dB menakuti orang asing yang tidak diinginkan sebelum memasuki area. Kemudian
deteksi PIR mengurangi peringatan palsu, mampu mengikuti objek yang bergerak,
serta kecanggihan kamera, jaringan, antarmuka, video dan audio yang
dilengkapi deteksi manusia,wilayah yang dapat dikonfigurasi dan alarm suara
tidak normal. Mampu memberikan gambar yang jelas saat malam hari. Perangkat
ini juga mengirimkan peringatan instan ke smartphone setiap mendeteksi
gerakan, membuat user tetap mengetahui apa yang terjadi dari mana saja.
Speaker dan mikrofon internal adalah fitur komunikasi dua arah memungkinkan
berinteraksi dengan hewan peliharaan ataupun untuk menghalangi tamu yang
tidak diinginkan. Semua hasil tangkapan tadi terhubung langsung ke
penyimpanan cloud secara otomatis. Dalam Penelitian ini menerapkan manfaat
dengan ruang lingkup di SMK Insan Cita, Jakarta, Indonesia. |
Corresponding Author:
Atut Pindarwati�
E-mail:
[email protected]
PENDAHULUAN
Pada setiap kehidupan bermasyarakat
sejak dahulu kala, keinginan untuk hidup secara aman dan nyaman merupakan
kebutuhan yang selalu di dambakan. Namun, dengan berkembangnya kebutuhan
manusia yang cepat membuat kegiatan kejahatan setiap tahunnya selalu meningkat.
Hal ini tentu tidak bisa lepas karena terdorongnya oleh faktor ekonomi (Husain, 2017).
Menurut data yang dimiliki oleh Badan Pusat Statistik
(BPS), angka kejahatan pada masa pandemi CoVid - 19 saja sudah meningkat
sebanyak 23,46 persen jika kita membandingkan dengan tahun sebelumnya (Pardede, Gustiana Husada, & Riansyah, 2015). Oleh karena
itu, diperlukan kesigapan dan kemauan dari masyarakat untuk dapat menciptakan
lingkungan yang aman dan tenteram ini.
Gambar 1.� Presentase
Kenaikan Angka Kejahatan berupa Pencurian dari Tahun 2011-2020
Salah satu upaya dalam meredam angka kejahatan di
lingkungan masyarakat adalah penggunaan CCTV di setiap sudut jalan dan tempat
yang jarang dilalui masyarakat ketika malam hari. Penggunaan CCTV konvensional
tentu saja memerlukan biaya, instalasi serta perawatan yang tidak murah dan
mudah. Terlebih lagi untuk lingkungan masyarakat yang masih belum terlalu
mengerti tentang penggunaan teknologi CCTV untuk memantau area sekitar agar
dapat mengurangi tindak kejahatan. Hal ini tentu saja memberikan celah bagi
oknum penjahat untuk melancarkan aksi jahatnya (Junianto, Ardiansyah, & ..., 2020).
Dengan melakukan sosialisasi penggunaan CCTV Berbasis Internet of Things (IoT)kepada siswa dan siswi SMK Insan Cita. Para
siswa dan siswi diharapkan mampu melakukan Demo bagaimana cara menjalankan CCTV
berbasis IoT ini dengan baik. CCTV berbasis IoT ( Internet of
Things) memiliki keunggulan
seperti memiliki tingkat sekuritas tinggi dan pintar, serta terhubung aplikasi di smartphone
yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Fitur ini juga dilengkapi dengan desain UI (User
Interface) yang menarik dan mudah
untuk penggunaanya. Kelebihan dari Camera pada CCTV berbasis IoT
(Internet of Things) �yang tidak
dapat dijumpai di CCTV pada
umumnya yakni memiliki fitur pencegahan aktif, dengan lampu sorot
internal dan suara sirine keamanan 110 dB menakuti orang asing yang tidak diinginkan sebelum memasuki area. Kemudian deteksi PIR mengurangi peringatan palsu, mampu mengikuti objek yang bergerak, serta kecanggihan kamera, jaringan, antarmuka, video dan audio yang dilengkapi
deteksi manusia, wilayah
yang dapat dikonfigurasi
dan alarm suara tidak
normal. Dengan sensor 1080P Full HD dan kompresi H.265 Codec, Lensa 3.6mm
mampu menghasilkan video
yang jernih, tanpa khawatir dengan ruang penyimpanan dan bandwidth jaringan. Keunggulan kamera memiliki penglihatan malam yang luar biasa dengan
jarak 10 m (33ft), lensa tetap 3.6mm, bidang pandang: 93 � (H), 48 � (V), 115 � (D) 355 � Pan & -5 ~
80 � Tilt dengan sensor kualitas
tinggi dan lampu IR memberikan gambar yang jelas di malam hari bahkan dari
jarak 30 m / 98 kaki. Keunggulan
lainnya yaitu, desain tahan cuaca
dengan IP67 untuk digunakan dalam berbagai skenario. Antena Ganda dan teknologi yang mampu menahan interferensi,
bahkan pada jarak yang jauh. Perangkat ini juga mengirimkan peringatan instan ke smartphone setiap mendeteksi gerakan, membuat user tetap mengetahui apa yang terjadi dari mana saja [4]. Kemudian adanya Speaker dan mikrofon internal dengan fitur komunikasi dua arah memungkinkan
berinteraksi dengan hewan peliharaan dan keluarga atau menghalangi
tamu yang tidak diinginkan.Meskipun banyak dari siswa dan siswi SMK
Insan Cita yang masih belum mengenal CCTV
berbasis Internet of
Things (IoT) (Novi Lestari, Nelly Khairani Daulay, 2019), namun minta
mereka untuk mengetahui manfaat CCTV IoT sanggatlah besar. Dengan dilakukannya
sosialisasi tersebut, diharapkan siswa dan siswi SMK Insan Cita dapat
mengimplementasikan pentingnya penggunaan CCTV
berbasis Internet of
Things (IoT) untuk
mengurangi tindak kejahatan tidak hanya di lingkungan sekolah namun juga di
lingkungan masyarakat mereka tinggal.
METODA PENELITIAN
Berdasarkan
rangkuman pendahuluan di atas, kami tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari
Universitas Pamulang menawarkan sebuah solusi untuk mengurangi angka kejahatan
di lingkungan
masyarakat sebagai salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan masyarakat
yang aman, nyaman dan tenteram serta memberikan kesempatan kepada siswa dan
siswi SMK Instan Cita agar dapat menjadi penggerak keamanan di lingkungan
masyarakat yang di tinggali [6].
Sasaran
program pengabdian masyarakat yang akan di tuju adalah para siswa dan siswi SMK
Insan Cita Kalideres, Kota Jakarta Barat , yang berjumlah kurang lebih sekitar
30 orang yang menyesuaikan kondisi lokasi terlaksananya kegiatan Pengabdian
Kepada Masyarakat (PKM) [5].
Hal yang akan
kami bahas mengenai masalah dan solusinya adalah terkait permasalahan yang
sudah dibahas di dalam pendahuluan atau latar belakang, sehingga dari materi
yang akan dibahas dapat mencapai 100% persentase pembahasan dan mencapai kepada
sasaran dengan baik, solusinya antara lain adalah (Griya, Serpong, & Rw, 2015)
Table 1.
Solusi kegiatan PKM
|
No. |
Masalah |
Solusi |
Persentase |
|
1. |
Siswa dan siswi SMK
Insan Cita Kalideres kota Jakarta barat masih banyak yang belum mengetahui
konsep Internet of Things (IoT). |
Memberikan pengetahuan
mengenai Internet of Things
(IoT) kepada siswa dan siswi SMK
Insan Cita. |
10% |
|
2. |
Masih banyak siswa dan
siswi SMK Insan Cita yang belum mengetahui CCTV berbasis
Internet of Things (IoT) |
Memberikan pengetahuan
mengenai manfaat dan kegunaan dari CCTV
berbasis Internet of Things (IoT) |
20% |
|
3. |
Kurangnya pengetahuan
siswa dan siswi SMK Insan Cita tentang penggunaan CCTV berbasis
Internet of Things (IoT)untuk
menjaga keamanan dan ketentraman di lingkungan masyarakat |
Memberikan pengetahuan
tentang pentingnya menjaga lingkungan tempat tinggal |
20% |
|
4. |
Masih banyak siswa dan
siswi SMK Insan Cita yang belum bisa mengoperasikan CCTV berbasis
Internet of Things (IoT) |
Memberikan pengetahuan
tentang bagaimana pengoperasian CCTV
berbasis Internet of Things (IoT)dengan
memberikan demo dan tes secara langsung |
20% |
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat
(PKM) ini diharapkan pula akan menjadi dasar untuk menerima kegiatan yang
bersumber untun kemajuan sehingga dapat di adakan kembali, karena para siswa
dan siswi SMK Insan Cita yang memang tertarik saat mendengarkan pemaparan materi
yang sudah dijelaskan, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah dapat
memahami dan mengimplementasikan serta mengerti bagaimana cara memanfaatkan
penggunaan CCTV berbasis Internet of Things (IoT). Siswa dan siswi SMK
Intan Cita akan dilatih, agar dapat memahami cara penggunaan CCTV berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat
digunakan untuk membantu dalam pencegahan kejahatan di lingkungan tempat
tinggal. Dalam mengimplementasikan CCTV
berbasis Internet of
Things (IoT)(Novi Lestari, Nelly Khairani Daulay, 2019) untuk
pencegahan tindak kejahatan, dan untuk kegiatan kerja sama selanjutnya
diharapkan tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang (UNPAM)
dapat kembali bekerja sama untuk membantu masalah-masalah lain yang berkaitan
dengan teknologi informasi dan smart security di kalangan dunia
pendidikan atau masyarakat secara luas (Dhomas Hatta Fudholi, Rahadian Kurniawan, Dimas Panji
Eka Jalaputra, 2021).
Untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan diatas, maka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) akan
dilakukan dengan 2 metode sebagai berikut (Rahardja, Sholeh, & Nursetianingsih, 2015):
a. Observasi
dan survei : Dalam tahap ini kelompok PKM yang bertugas untuk melakukan survei
dan observasi lapangan yaitu ke SMK Insan Cita Kalideres kota Jakarta Barat
guna menentukan objek yang akan dilakukan sosialisasi dalam kegiatan pengabdian
masyarakat ini. Dalam melakukan survei dan observasi ini juga tim melakukan
komunikasi dengan para guru dan pengurus sekolah untuk meminta izin dengan
maksud agar diperbolehkan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat
dengan bentuk kegiatannya adalah sosialisasi siswa dan siswi SMK Insan Cita Jl.
Raya Daan Mogot KM. 18 Warung Gantung No. 28 Kp. Kojan RT 005/006,
Kalideres, Jakarta Barat� terkait dengan
pemanfaatan CCTV berbasis Internet of Things (IoT)
b. Pengumpulan
Materi : Setelah melakukan observasi dan survei, tahap selanjutnya adalah
kelompok PKM berdiskusi dan melakukan pengumpulan materi yang akan digunakan
dalam kegiatan pengabdian kepada siswa dan siswi SMK Insan Cita Jl. Raya Daan
Mogot KM. 18 Warung Gantung No. 28 Kp. Kojan Rt.005/006, Kalideres, Jakarta
Barat [11]. Materi yang akan diberikan dalam
kegiatan sosialisasi ini akan dibuat dengan bahasa dan alur proses yang mudah
dipahami oleh siswa dan siswi SMK Insan Cita, sehingga para siswa dan siswi
mampu mengikuti kegiatan ini dengan mudah memahami materi yang akan disampaikan.
Diharapkan setelah kegiatan ini berlangsung, para siswa dan siswi dapat
langsung mengimplementasikan CCTV berbasis Internet of Things (IoT) tanpa adanya
kendala yang berarti.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Kegiatan PKM yang dilaksanakan
menggunakan metode tatap muka dengan presentasi materi dan Implementasi CCTV berbasis Internet of Things (IoT) di SMK Insan Cita berjalan
lancar. Dengan menggunakan metode penyampaian tatap muka berupa:
�persiapan panitia dengan melakukan perkenalan
panitia kepada partisipan.
Table 2. Capaian dan Evaluasi kegiatan PKM
|
Program |
Indikator |
Kriteria |
Instrument |
Capaian |
|
Implementasi Penggunaan CCTV Berbasis Internet of Things (IoT) Sebagai Smart Security Untuk Menanggulangi Angka Kejahatan |
Pemahaman peserta
mengenai Internet of Things (IoT) |
Siswa/i dapat
mengetahui Internet of Things (IoT) |
Kuesioner |
Ya |
|
Pemahaman peserta
mengenai CCTV Internet of Things (IoT) |
Siswa/i dapat
mengoperasikan CCTV Internet of Things (IoT) |
Observasi, Wawancara,
dan Diskusi |
Ya |
Pembahasan
����������� Kegiatan PKM Implementasi Penggunaan CCTV berbasis Internet
of Things (IoT) Sebagai Smart Security menunjukkan adanya minat dan
ketertarikan yang dimiliki oleh siswa/i SMK Insan Cita dalam mempelajari Internet
of Things (IoT).
Kegiatan PKM tentang CCTV berbasis Internet of Things (IoT) juga menambah
dan meningkatkan pemahaman siswa � siswi tentang keamanan di lingkungan
masing-masing [4]. Dengan
adanya pembelajaran secara praktik siswa/i mempunyai gambaran mengenai teori
yang telah dijabarkan.
Gambar 2. Pemberian Materi PKM di SMK Insan Cita
Gambar 3. Siswa melakukan demo untuk konfigurasi CCTV berbasis Internet of Things (IoT)
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang bisa ditarik dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah :
pengabdian kepada masyarakat ini adalah :
a.
SMK INSAN CITA Jl. Raya Daan Mogot KM. 18 Warung Gantung No. 28 Kp. Kojan
RT.005/006, Kalideres,
Jakarta Barat merupakan institusi pendidikan yang dimana saat ini belum
memiliki CCTV berbasis Internet
of Things (IoT) di lokasi yang dapat meminimalisir angka kejahatan
di area tersebut.
b.
Siswa � siswi khususnya pada SMK INSAN CITA telah mendapatkan ilmu
mengenai Sosialisasi tentang pentingnya Penggunaan CCTV berbasis
Internet of Things (IoT) untuk
menanggulangi angka kejahatan yang ada di area tersebut.
c.
Siswa � siswi memiliki sedikit wawasan mengenai CCTV namun memilikI minat yang tinggi terhadap penggunaan CCTV berbasis Internet of Things (IoT) dan
mampu melakukan demo pada setingan aplikasi CCTV nya.
DAFTAR PUSTAKA
Annisah.
(2017). USULAN PERENCANAAN SMART CITY : SMART GOVERNANCE PEMERINTAH
DAERAH KABUPATEN MUKOMUKO * Smart City Planning Proposal : Smart
Governance for Regional Government of Mukomuko Regency. Jurnal Masyarakat
Telematika Dan Informasi, 8 No.1, 59�80.
Dhomas Hatta Fudholi, Rahadian Kurniawan, Dimas Panji
Eka Jalaputra, Izzati Muhimmah. (2021). Pengembangan Aplikasi Virtual
Reality dengan Model ADDIE untuk Calon Tenaga Pendidik Anak dengan Autisme.
1(10).
Griya, P. K. K., Serpong, Indah, & Rw, R. T.
(2015). KOMMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas
Pamulang Pembelajaran Dalam Peningkatan Pengetahuan Internet Sehat dan Aman
Bagi Ibu-ibu KOMMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pamulang.
87�92.
Handayani, Dini, Yudiana, Yudiana, & Wahyudin,
Yudin. (2021). Rancang Bangun Sistem Penunjang Keputusan Penentuan Penerima
Beasiswa Menggunakan Metode Simple Additive Weighting. Jurnal Interkom:
Jurnal Publikasi Ilmiah Bidang Teknologi Informasi Dan Komunikasi, 15(3),
19�25. https://doi.org/10.35969/interkom.v15i3.106
Husain, Al. (2017). Perancangan Sistem Absensi Online
Menggunakan Android Guna Mempercepat Proses Kehadiran Karyawan Pada PT. Sintech
Berkah Abadi. Antimicrobial Agents and Chemotherapy, 1(2),
116�127. https://doi.org/10.1128/AAC.03728-14
Junianto, M. B. S., Ardiansyah, H., & ... (2020).
Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Pengaman Dokumen Dengan Metode
Algoritma XOR dan AES Berbasis Web (Studi Kasus: Bimbingan Belajar Matriks
Pamulang). JOAIIA: Journal of �, 1(2), 61�66.
Lestari, Wiji, Informatika, Teknik, Nahdlatul,
Universitas, Alghazali, Ulama, Informatika, Teknik, & Bangsa, Universitas
Duta. (n.d.). KOMMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas
Pamulang INFORMASI ADMINISTRASI PENGELOLAAN KEUANGAN SISWA PADA MI
KOMMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pamulang.
1�10.
Novi Lestari, Nelly Khairani Daulay, Armanto. (2019).
Sistem Pendukung Keputusan Konsumsi Listrik Dengan Implementasi Iot Dan Fuzzy
Rule Mining. Jurnal Informatika Dan Rekayasa Elektronik, 2(1),
60. https://doi.org/10.36595/jire.v2i1.91
Pardede, Jasman, Gustiana Husada, Milda, &
Riansyah, Rizky. (2015). Implementasi Dan Perbandingan Metode Okapi BM25 Dan
PLSA Pada Aplikasi Information Retrieval. (April), 1�10.
Rahardja, Untung, Sholeh, Oleh, & Nursetianingsih,
Fitria. (2015). Penggunaan dashboard untuk mengontrol kinerja profesionalisme
pegawai pada Pt . Sinarmas Land Property. Jurnal Teknologii Informasi Dan
Multimedia, 1(2), 415�418.