TATALAKSANA OKLUSI PEMBULUH DARAH BESAR PADA PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT DENGAN INFEKSI COVID-19 : SEBUAH REVIEW NARASI
Elisabeth Emanuela
Sephe
Dokter Umum di Puskesmas Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur
Email : [email protected]
|
Riwayat Artikel: Received: 26-09-2022 Revised: 13-10-2022 Accepted: 19-10-2022 Keywords:
Acute ischemic stroke, large vessel occlusion (LVO),
covid-19, mechanical thrombectomy Kata
Kunci: Stroke iskemik akut,
large vessel occlusion (LVO), covid-19, trombektomi
mekanis |
|
Abstract Introduction The hypercoagulable state induced by the severe
acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARSCoV-2) infection causes the higher frequency of thromboembolic
disorders that trigger the occurrence of acute ischemic stroke due to large vessel
occlusion (AIS LVO) at a
young age, with absence of vascular risk factors/comorbidities and a mortality rate of 44.2
% - 60%. Methods We conducted a literature search utilizing the
PubMed search engine by using different combinations of the terms: acute ischemic stroke /
AIS, large vessel occlusion / LVO, Covid-19, SARS-CoV-2, thrombectomy / MT
and management of acute ischemic stroke.�
We reviewed
observational cohort studies, case-control studies, case series, case reports
and systematic reviews published between January 2020 and May 2022 which
describes the management of Covid-19 patients� with AIS LVO. Non-English articles were not included. Results
Mechanical thrombectomy is an invasive treatment method for AIS that
involves introducing a balloon-guided catheter into the arterial system so It would be useful to require CT angiograms pretransfer to
a thrombectomy centre in order to ensure the presence of LVO. The primary
outcome was the rate of successful reperfusion defined as an mTICI grade 2b or 3 assessed on angiography. Conclusion
Covid-19 infection worsens clinical outcomes, increases
the risk of death and can cause complications such us intracranial bleeding
and early arterial reocclusion as well as
recurrences in AIS LVO patients after mechanical thrombectomy, so periodic
monitoring, rapid detection and adherence to post MT infection control
protocols are very important. |
|
|
Abstrak
Pendahuluan Keadaan hiperkoagulasi yang disebabkan
oleh sindrom pernapasan akut berat karena infeksi
coronavirus
2 (SARSCoV-2) menyebabkan peningkatan frekuensi terjadinya gangguan tromboemboli yang memicu terjadinya stroke iskemik akut karena oklusi pembuluh darah besar (AIS LVO) pada usia muda tanpa adanya faktor resiko/komorbid vaskular sebelumnya dengan angka kematian sebesar 44,2 % - 60%. Metode Kami melakukan pencarian literatur pada Pubmed dengan menggunakan kata kunci sebagai berikut stroke iskemik akut/AIS, oklusi pembuluh darah besar/LVO, Covid-19, SARS-CoV-2, trombektomi/MT dan tatalaksana
stroke iskemik akut. Lalu
meninjau literatur studi kohort observasional,
studi kasus-kontrol, seri kasus, laporan kasus, tinjauan sistematis dan metanalisis yang diterbitkan antara Januari 2020 dan Mei 2022 yang menggambarkan tatalaksana pasien Covid-19 dengan AIS LVO. Artikel non-bahasa inggris tidak termasuk. Hasil Trombektomi mekanis adalah metode pengobatan invasif untuk AIS LVO yang menggunakan balon kateter yang dimasukkan ke dalam sistem
arteri sehingga diperlukan Angiogram CT sebelum
dilakukan pemindahan pasien ke pusat
trombektomi untuk memastikan keberadaan LVO. Keberhasilan tindakan trombektomi mekanis dinilai dengan skor TICI 2b/3 yang menunjukan perfusi lengkap. Simpulan Infeksi Covid-19 memperburuk hasil klinis, meningkatkan resiko kematian dan dapat menimbulkan komplikasi berupa perdarahan intrakranial dan reoklusi arteri dini serta kekambuhan
pada pasien AIS LVO pasca
dilakukan trombektomi mekanis sehingga pemantauan berkala, deteksi cepat dan kepatuhan terhadap protokol pengendalian infeksi post MT sangatlah penting. |
Corresponding Author:
Elisabeth Emanuela Sephe�
E-mail : [email protected]
PENDAHULUAN
Sejak pandemi
global coronavirus disease 2019 (Covid-19) dinyatakan
oleh WHO pada 11
Maret 2020, stroke iskemik akut
tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan jangka
panjang.[1] Keadaan hiperkoagulasi yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut berat karena infeksi
coronavirus
2 (SARSCoV-2) menyebabkan peningkatan frekuensi terjadinya gangguan tromboemboli yang memicu terjadinya stroke iskemik akut karena
oklusi pembuluh darah besar (AIS LVO). Stroke iskemik akut akibat
oklusi pembuluh darah besar pada pasien Covid-19 dapat terjadi pada usia muda tanpa
adanya faktor resiko/komorbid vaskular sebelumnya dengan angka kematian
sebesar 44,2 % - 60%.[2] Tatalaksana
stroke
iskemik akut (AIS) LVO
tergantung
pada waktu dan berdampak pada hasil
fungsional dan kematian.[3]
METODA PENELITIAN
Penulis melakukan pencarian literatur pada Pubmed dengan menggunakan
kata kunci sebagai berikut stroke iskemik akut/AIS, oklusi pembuluh darah besar/LVO, Covid-19, SARS-CoV-2, trombektomi/MT dan tatalaksana stroke iskemik akut. Penulis
meninjau
studi kohort observasional, studi kasus-kontrol, seri kasus, laporan kasus, tinjauan sistematis dan metanalisis yang diterbitkan antara Januari 2020 dan Mei 2022 yang menggambarkan tatalaksana pasien Covid-19 dengan stroke iskemik akut
LVO (Oklusi
pembuluh darah besar). Artikel non-bahasa Inggris tidak termasuk.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Review Literatur
Dampak Pandemi Covid-19
terhadap Waktu terjadinya
Stroke Iskemik Akut sampai dilakukan tatalaksana
Adanya pandemi covid-19 tidak hanya mengganggu
pengelolaan kondisi kronis dan prosedur elektif,
tetapi juga prosedur darurat yang menyelamatkan jiwa, di mana waktu sangat
penting, sehingga pelaksanaan penanganan
medis menjadi tertunda atau bahkan dibatalkan.2 Salah satunya
protokol pengobatan kondisi darurat seperti� terapi trombolitik dan revaskularisasi endovascular untuk
tatalaksana AIS LVO, secara
signifikan mengalami resiko penundaan.3 Pada pasien dengan Stroke Iskemik
Akut Oklusi pembuluh darah besar (AIS LVO), trombektomi mekanis (MT) harus dilakukan tepat waktu;
jika trombektomi mekanis tidak dilakukan dalam waktu 6 jam dari saat pasien AIS LVO terakhir terlihat dalam keadaan normal, maka akan kehilangan
benefit. Pada kelompok pasien tertentu, yaitu pasien
yang jaringan iskemik
masih dapat diselamatkan setelah teridentifikasi melalui CT perfusi atau MRI, maka golden period untuk dilakukan MT diperpanjang hingga 24 jam setelah serangan.[4]
Beberapa studi melaporkan
bahwa selama pandemi pasien dengan AIS LVO menunda untuk ke rumah
sakit karena kecemasan dan banyak diantaranya dengan outcome klinis yang buruk.[5] Jika pasien
berhasil tiba di rumah sakit tepat
waktupun, layanan dari rumah sakit
sendiri yang tidak tepat waktu akibat
dari tantangan logistik dan klinis selama pandemi. Hal ini disebabkan karena SARS-CoV-2 penularannya sangat tinggi dan virus dapat menyebar melalui
tetesan atau tindakan aerosol mengakibatkan tindakan pencegahan tambahan sebelum intubasi diperlukan
seperti APD yang sesuai, peralatan khusus, ventilasi dan intubasi manual sebelum pasien dibawa ke ruangan
intervensi angiografi. Selanjutnya, aktivitas fisik
tim intervensi tersebut harus sangat terkontrol untuk mengurangi resiko penularan.� Selain itu, monitoring ketat tekanan darah
sistolik, tekanan arteri rata-rata dan volume tidal akhir karbon dioksida
diperlukan untuk menghindari hasil yang buruk seperti kecacatan dan kematian pada pasien dengan
AIS LVO.4
Secara
keseluruhan, data dari berbagai
belahan dunia menunjukkan bahwa pandemi membawa dampak negatif pada metrik
waktu penanganan AIS LVO,
dimana akan
berdampak pula dalam memprediksi hasil
klinis pada pasien AIS LVO.[6],[7]
Karakteristik Pasien
Stroke Iskemik Akut LVO dengan infeksi Covid-19
Oxley
et al,2020 melaporkan lima kasus AIS LVO pada pasien berusia di bawah
50 tahun di New York City dengan infeksi sindrom pernapasan akut parah
coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dengan dominasi laki-laki dari kelima pasien tersebut
(4:1).5 Hidalgo et al, melaporkan bahwa 6 pasien mengalami AIS LVO di rumah sakit dan 2 pasien di rumah dengan infeksi
covid-19 berat. Salah satunya
adalah seorang wanita dan
tujuh (88%) adalah pria, dengan usia rata-rata sebesar 68,5 tahun. Tak satu
pun dari mereka yang pernah memiliki riwayat stroke sebelumnya.
Hipertensi adalah faktor risiko
vaskular yang paling umum (63%). Secara keseluruhan, kasus AIS melibatkan satu bahkan lebih
dari dua arteri serebral yang mengakibatkan infark arteri besar yang didiagnosis dengan temuan klinis dan CT scan (4 kasus infark sirkulasi
anterior, 3 kasus infark sirkulasi posterior dan satu kasus dengan infark
sirkulasi anterior dan posterior).[8] de Havenon A, et al, 2020 melaporkan
juga bahwa pasien AIS LVO dengan covid-19 terjadi pada laki-laki dengan usia lebih muda
baik pada ras kulit hitam atau
hispanik. Insiden pada ras hispanik meningkat
dari 5,6% menjadi 19,2% dengan diabetes sebagai faktor resiko vaskular tertinggi dibandingkan atrial fibrilasi dan riwayat merokok sebelumnya, sedangkan non-Hispanik kulit putih
menurun dari 65,4% menjadi 26,0%. Pasien AIS LVO dengan
COVID-19 juga lebih mungkin mengalami akut gagal napas yang
membutuhkan intubasi, sindrom koroner akut, dan gagal ginjal
akut, tetapi bukan emboli paru.[9]
Studi lain juga melaporkan bahwa
terjadi peningkatan kasus AIS LVO 3,6 - 7 kali lipat
pada pasien dengan infeksi covid-19 dengan usia rata-rata 54-73 tahun, pada ras kulit hitam
lebih tinggi dibandingkan ras hispanik dan non hispanik, dengan hipertensi, diabetes, hiperlipidemia, atrial fibrilasi
dan gagal jantung kongestif sebagai faktor resikonya. Proporsi pasien yang berkembang menjadi edema serebral, perdarahan intraserebral, infark miokard, gagal ginjal akut, gagal
hati dan gagal napas lebih
tinggi di antara pasien COVID-19 dengan AIS LVO sehingga
memiliki resiko kritis dan di rawat di unit perawatan
intensif lebih tinggi. Disamping itu
pasien COVID-19 dengan AIS LVO lebih banyak durasi
rawat inap dan lebih tinggi angka kematian di rumah sakit.[10],[11],[12]
Tatalaksana Stroke Iskemik
Akut LVO dengan Infeksi Covid-19
Tatalaksana stroke iskemik akut (AIS) LVO tergantung pada waktu dan berdampak pada hasil fungsional dan kematian. Rata-rata tatalaksana AIS LVO pada pasien dengan infeksi covid-19 adalah terapi revaskularisasi
endovaskular dengan trombektomi mekanis (MT). Pilihan terapi di atas disesuaikan dengan onset kejadian AIS, derajat keparahan infeksi covid-19 dan ketersediaan
sarana serta tim multidisiplin.1,2,4,5,6,8,9 Trombektomi mekanis adalah
metode pengobatan invasif untuk AIS LVO yang menggunakan balon kateter yang dimasukkan ke dalam sistem
arteri sehingga diperlukan Angiogram
CT sebelum dilakukan pemindahan pasien ke pusat trombektomi untuk memastikan
keberadaan LVO.1
Tabel 1. Indikasi
dan kontraindikasi trombektomi
mekanis 1
|
Indikasi |
Kontraindikasi |
|
Waktu dari timbulnya
gejala hingga sebelum tindakan trombektomi ≤6 jam |
Trombositopenia < 30 x 109; diatesis perdarahan yang
diketahui; penggunaan
antikoagulan saat ini dengan INR > 3 |
|
Usia pasien ≥
18 tahun |
Hipertensi arteri
yang tidak terkontrol: tekanan darah sistolik > 185 mmHg atau tekanan
darah diastolik > 110 mmHg sebelum pengobatan; glukosa darah < 2,8 mmol
/L; >22 mmol / L;� hemodialisis atau
dialisis peritoneum |
|
Pasien mandiri dalam
aktivitas sehari-hari sebelum onset stroke dengan modified Rankin Scale (mRS)
0-2 |
Ada
riwayat perdarahan intravaskular; Endokarditis bakteri subakut;
komorbiditas berat dengan prognosis yang buruk |
|
ASPECTS ≥ 6 poin |
Area iskemia akut
meliputi ≥ 1/3 dari area pasokan arteri cerebri media pada CT/MRI serebral;
dan/atau efek massa yang ditandai dengan midline shift, perubahan batang otak atau hemisfer cerebri |
|
Trombektomi mekanis
harus dipertimbangkan pada pasien dengan LVO dalam waktu 6-24 jam dari
timbulnya gejala jika hasil pemeriksaan neurologis dan evaluasi klinis sesuai
dengan protokol penanganan stroke dan dengan harapan
prognosis yang baik |
Bukti perdarahan
intraserebral atau subaraknoid pada CT serebral; bukti proses intrakranial
dengan risiko perdarahan yang tinggi (tumor, abses, malformasi vaskular,
aneurisma);� pembedahan intrakranial atau
cedera otak dalam 3 bulan terakhir |
Keberhasilan tindakan
trombektomi mekanis dinilai dengan melakukan pemeriksaan CT
angiogram, yang kemudian dilakukan
penilaian hasil angiografi menggunakan thrombolysis in cerebral infarction (TICI)
scores, dengan range skor dari 0-3, skor 3 menunjukan perfusi lengkap.2
Tabel 2. Skor Thrombolysis in cerebral infarction (TICI)[13]
|
Grade |
Interpretasi |
Deskripsi |
|
Grade 0 |
Tanpa Perfusi |
Tidak ada aliran antegrade
di luar titik oklusi. |
|
Grade 1 |
Penetrasi dengan Minimal Perfusi |
Bahan kontras
melewati area obstruksi tetapi gagal untuk mengisi seluruh bagian distal serebral yang mengalami obstruksi |
|
Grade 2 |
Perfusi Parsial |
Bahan kontras
melewati area obstruksi dan
menghasilkan gambaran opasitas di bagian distal arteri yang mengalami obstruksi. Namun,
laju masuknya kontras ke dalam pembuluh darah
distal dengan obstruksi dan/atau laju jarak
pembersihan dari dasar distal terlihat lebih lambat daripada jalur masuknya kontras ke dalam dan/atau jarak pembersihan dari area yang
sebanding yang tidak diresapi oleh pembuluh darah
yang
sebelumnya tersumbat. |
|
Grade 2a |
|
Hanya pengisian
sebagian (kurang dari dua pertiga) dari seluruh wilayah pembuluh darah yang
divisualisasikan. |
|
Grade 2b |
|
Pengisian lengkap
semua wilayah pembuluh darah yang diharapkan divisualisasikan tetapi
pengisiannya lebih lambat dari biasanya. |
|
Grade 3 |
Perfusi Lengkap |
Aliran antegrade ke pembuluh darah
distal yang �obstruksi terjadi sesegera mungkin ke dalam pembuluh darah
yang mengalami obstruksi dan pembersihan bahan kontras dari pembuluh darah yang terlibat sama cepatnya
dengan pembuluh darah lain yang tidak
terlibat atau arteri serebral yang berlawanan. |
Pasien dengan Stroke Iskemik Akut (AIS) Survey epidemiologi, Pengukuran temperatur, pemeriksaan darah
rutin, swab nasofaring �di UGD CT Thoraks, CT kepala, CT angiografi/CT Perfusi di unit khusus Konsultasi multidisiplin Pasien Positif Covid-19 Pasien Suspek Covid-19 Pasien Negatif Covid-19 Large Vessel Occlusion (LVO) Ruang Angio khusus dengan APD pembedahan khusus level 3 Trombektomi Mekanis Evaluasi CT Angiogram � TICI Scale Ruang perawatan khusus covid Large Vessel Occlusion (LVO) Ruang Angio rutin dengan APD standar pembedahan Trombektomi Mekanis Evaluasi CT Angiogram � TICI Scale Ruang perawatan biasa atau unit stroke
Gambar 1. Alur tatalaksana
stroke iskemik akut dengan Large vessel Occlusion (AIS
LVO)
Prognosis Stroke Iskemik Akut LVO dengan Infeksi Covid-19 post Trombektomi Mekanis
Prognosis AIS LVO
pada pasien covid-19 post trombektomi
mekanis utama dapat dinilai menggunakan
skor TICI seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Sedangkan prognosis sekunder dapat dinilai melalui skor National
Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS) dengan
range skor dari 0-42, skor yang lebih tinggi menunjukan derajat keparahan stroke yang dinilai dari hari
pertama sampai hari ketiga post MT dan modified
Rankin Scale (mRS) dengan
range skor dari 0-6, skor yang lebih tinggi menunjukan derajat keparahan disabilitas serta dinilai ada tidaknya
komplikasi berupa perdarahan
intraserebral� (ICH) pada pencitraan otak pada 24�12 jam setelah prosedur,
dan efek samping yang serius terkait prosedur
MT seperti perforasi arteri, diseksi arteri, dan perdarahan subaraknoid� (SAH).2,[14]
Prosedur reperfusi MT pada pasien yang hadir
dengan gejala AIS yang disebabkan oleh oklusi arteri karotis interna intrakranial atau arteri serebral media proksimal hingga 24 jam terakhir
diketahui normal, mengalami beberapa kendala selama masa pandemi.2,[15]
Rangkaian
kasus pasien sejak awal pandemi COVID-19 dari New York mempresentasikan banyak tantangan teknis ketika menjalani MT diantaranya adanya gumpalan intravaskular pada pasien dengan tingginya kerapuhan, beban gumpalan yang luas dan sangat rentan
terhadap fragmentasi dan migrasi ke distal serta
translokasi ke wilayah vaskular baru sehingga
menyebabkan pasien-pasien ini lebih banyak kemungkinan memiliki hasil
radiografi dan klinis yang lebih buruk pasca MT.2,[16]� Hal ini juga sejalan dengan penelitian lain di Prancis, yang menunjukkan
prosedur MT pada pasien COVID-19 mengalami beban pembekuan yang
tinggi di beberapa zona
irigasi arteri, tidak adanya efek first-pass, dan kecenderungan mengalami reoklusi dini arteri post trombektomi.2,[17] Sebuah analisis gabungan LVO pada 39 pasien COVID-19 yang
menjalani
MT
menunjukkan bahwa 89,7% ditemukan memiliki skor NIHSS yang tinggi (19,0) dan rata-rata,
1,5% pembuluh darah yang terlibat dan 2,3% berupaya untuk mengangkat kembali gumpalan. Walaupun 77% dari pasien MT mencapai reperfusi
yang sukses dengan trombolisis dengan skor TICI 2B/3, namun tingkat kematian masih sangat tinggi (45,9%).2,[18] Tinjauan
dari beberapa literatur didapatkan prognosis pasien AIS LVO dengan Covid-19
sangat buruk walaupun prosedur reperfusi dengan MT sukses dilakukan.2,17,[19],[20],[21],[22]
Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa adanya covid-19 mengakibatkan masa inap di rumah
sakit yang lebih lama, lebih tinggi
tingkat
komplikasi, hasil fungsional yang lebih buruk dan tingkat kematian
inhospital
yang lebih tinggi pada pasien AIS LVO.2,[23],[24],[25],[26]
Studi lain di New York juga menunjukkan
bahwa pasien stroke dengan COVID-19 memiliki peningkatan angka kematian
9 kali
lipat dibandingkan dengan pasien AIS LVO �yang
tidak terinfeksi covid-19.2,[27]
Sebagian
besar studi menunjukkan
bahwa pasien LVO yang menjalani MT dan memiliki infeksi SARS-CoV-2 bersamaan
memiliki tingkat kematian yang tinggi, meskipun intervensi tepat waktu dan reperfusi berhasil, rata-rata dijelaskan diakibatkan oleh keterlibatan vaskularisasi arteri dan vena, konsistensi gumpalan yang
tidak menguntungkan dan beban gumpalan yang tinggi.2,17,19,20,21,22 Mayoritas studi mendukung hasil yang
lebih buruk pada pasien COVID-19 yang menjalani MT untuk AIS LVO.2,22 Hasil buruk yang dilaporkan
pada pasien AIS dengan COVID-19
post thrombectomi membuat sekelompok
penyelidik membandingkan populasi pasien AIS dengan COVID-19 yang tidak menjalani trombektomi. Studi
ini menemukan bahwa pasien COVID-19 yang menjalani trombektomi (yang terdiri dari 3,3%
dari 3165 pasien yang
diobati dengan MT), memiliki tingkat kematian yang hampir identik dengan
pasien
COVID-19 dengan AIS yang tidak menjalani trombektomi (perhatikan bahwa pasien dengan stroke
lakunar atau nonoklusif stroke
aterosklerotik tidak menerima MT). Ini menunjukkan bahwa hasil yang buruk lebih tinggi terjadi karena
infeksi SARS-CoV-2.2,[28],[29]
Pembahasan
Pengetahuan tentang efek SARS-CoV-2 pada sistem serebrovaskular terbatas terutama tentang efek SARS-Cov-2 terhadap AIS LVO.
Reseptor fungsional untuk invasi virus SARS-Cov-2 ke dalam tubuh
manusia adalah enzim pengubah angiotensin 2 (ACE2), yaitu sebuah membrane yang terikat dengan aminopeptidase yang sangat banyak diekspresikan di jaringan jantung,
pembuluh darah, dan paru-paru. ACE2 memiliki peran penting dalam
imunologis dan vaskular. Peningkatan ekspresi ACE2 pada pasien AIS LVO dengan infeksi covid-19 ini yang menjelaskan hasil yang buruk pada pasien AIS LVO dengan infeksi Covid-19 yang menjalani MT. Selain itu, peradangan yang disebabkan covid-19,
hipoksia, dan koagulasi difus intravaskular
meningkatkan risiko penyakit tromboemboli
arteri
dan terjadinya AIS LVO. Respons sitokin
proinflamasi yang tersebar luas, pecahnya plak aterosklerotik karena
peradangan lokal, perubahan hemodinamik menjadi presdiposisi terjadinya trombosis atau iskemia serebral
dan hipoksia mendalam pada pasien AIS LVO dengan infeksi covid-19.[30]
Hasil klinis pasien yang sangat buruk meskipun telah mencapai reperfusi lengkap (skor TICI 2b/3) diakibatkan oleh kondisi hiperkoagulabilitas yang
terkait dengan Covid-19. Kondisi
ini menimbulkan tambahan tantangan yang harus diatasi oleh
ahli radiologi intervensi. Manuver yang biasanya dilakukan selama tatalaksana AIS LVO dengan diseminasi koagulasi
intravaskular, koagulopati,
sepsis adalah pemberian fibrinolitik intraluminal atau
antiplatelet dan melakukan prosedur
pengangkatan gumpalan menggunakan alat aspirasi dan pemasangan stent.2,[31]
Selain itu, perawatan post trombektomi adalah aspek yang penting untuk AIS LVO dengan infeksi Covid-19. Transformasi stroke iskemik infark menjadi hemoragik dapat terjadi pada pasien post MT.2,[32],[33],[34] Dalam sebuah penelitian yang
mencakup 11 rumah sakit di New
York, melaporkan 72 pasien AIS dengan Infeksi SARS-CoV-2, 20,8% di antaranya memiliki perdarahan serebral
termasuk
6 pasien dengan� transformasi hemoragik dan 9 pasien dengan perdarahan
simultan dan infark.34 Kejadian serupa dilaporkan
dalam studi pada 93 pasien
COVID-19 post trombektomi, dengan perdarahan intrakranial dilaporkan sebesar 24,7% (23 pasien)
dan perdarahan intrakranial simtomatik�
menjadi 5,4% (5 pasien).2,[35] Namun, belum diketahui apakah beberapa kasus perdarahan intrakranial yang
terdokumentasi pada pasien COVID-19
dengan AIS adalah hasil dari infeksi dan badai
sitokin terkait atau konsekuensi dari antikoagulasi.33,[36] Komplikasi post trombektomi lainnya�
adalah terjadinya reoklusi arteri dini yang didokumentasikan hingga
40% dari pasien yang
menerima MT dalam beberapa seri kasus. Ini menunjukkan bahwa reoklusi
adalah gejala sisa dari prokoagulan terkait dengan infeksi SARS-CoV-2. Apalagi risiko stroke berulang ditemukan
lebih tinggi pada pasien AIS dengan Covid-19.2,17,20,[37],[38] Salah satu laporan
tentang AIS LVO pada pasien Covid-19 mendokumentasikan tingkat
kekambuhan 10% pada
kasus yang sama.2 Oleh karena itu, pemantauan berkelanjutan dan
evaluasi post MT diperlukan untuk dapat segera mendiagnosis dan
mengobati salah satu yang sering mengalami komplikasi ini, sambil tetap
mematuhi
protokol pengendalian infeksi.
Hasil klinis pasien AIS LVO dengan covid-19
yang buruk pasca MT tidak saja dipengaruhi
oleh infeksi SARS-CoV-2, akan tetapi juga disebabkan oleh berbagai pertimbangan aspek prosedural sebelum dilakukan prosedur MT selama pandemi covid-19 diantaranya informed consent untuk
tindakan dari anggota keluarga sering menjadi kendala. Selama masa pandemik Covid-19 anggota keluarga atau pengunjung
sama sekali tidak diijinkan untuk menjaga ataupun
mengunjungi pasien di rumah sakit. Komunikasi
pasien dengan keluarga dan petugas rumah sakit terjadi
melalui panggilan telepon atau video sehingga menjadi kendala jika keluarga
pasien berada pada tempat yang sulit dijangkau atau nomor panggilan tidak aktif saat
dihubungi petugas rumah sakit. Pertimbangan
lain adalah penggunaan APD prosedural
harus setara untuk semua anggota tim perawatan (anestesi,
keperawatan, proceduralists, teknolog, dan sebagainya),
dan jumlah anggota staf di sebuah ruangan harus diminimalkan
secara ketat untuk mengurangi resiko penularan. Hal ini sering menjadi
kendala. Hal lain yang menjadi
pertimbangan adalah pemilihan prosedur anastesi. Pilihan sedasi untuk trombektomi
menghadirkan tantangan di tengah masa pandemi Covid-19. Anastesi umum dan sedasi sadar digunakan
dalam laporan beberapa kasus MT. Penggunaan intubasi menciptakan sirkuit tertutup, sehingga secara teori mengurangi
paparan virus kepada petugas yang merawat pasien, namun disisi
lain penggunaan ventilasi
valve bag mask dan intubasi merupakan
prosedur yang sangat menghasilkan
aerosol, sehingga harus menggunakan ruangan dengan tekanan negatif dan jumlah staf selama proses intubasi harus minimal dan menggunakan APD lengkap. Dengan penggunaan intubasi, bisa menghindari timbulnya keringat dan rasa tidak nyaman bagi pasien
selama berada di ruangan angiografi (kecuali ruangannya bertekanan negatif) namun tetap membutuhkan
ventilator untuk transportasi
dan perawatan pasien di
ICU. Sedangkan untuk penggunaan sedasi secara sadar dapat
mengurangi aerosolisasi
yang intens bagi staf maupun pasien.
Penggunaan masker untuk pasien dengan dugaan
atau terkonfirmasi Covid-19
tergantung pada status jalan
napas pasien. Jika ada kekhawatiran untuk patensi jalan napas atau muntah, maka
penggunaan masker pada pasien
dihindari. Terlepas dari pendekatan individu untuk prosedural
sedasi, semua peserta trombektomi mekanis harus
berpengalaman dalam penggunaan APD dan tindakan pencegahan yang tepat, termasuk
teknik yang tepat untuk mengenakan dan doffing. Dengan penggunaan sedasi sadar, penggunaan ventilator dan perawatan di ICU dapat dihindari. Manajemen sedasi pada pasien AIS LVO dengan infeksi Covid-19 akan sangat mempengaruhi hasil klinis pasca
MT.30,[39],[40]
Hasil klinis pasca MT yang buruk pada pasien AIS LVO juga dipengaruhi oleh usia yang lebih tua dan faktor
resiko kardiovaskular dan serebrovaskular termasuk hipertensi, diabetes melitus, Ischemicheart disease (IHD), Atrial fibrilasi (AF), dan Riwayat stroke
sebelumnya. Pengikatan‑reseptor angiotensin manusia dan reseptor protein
permukaan SARS‑CoV‑2 yang menyebabkan apoptosis endotel dan
kerusakan neuronal disebutkan sebagai kemungkinan asosiasi keparahan Covid-19 dan
gejala neurologis. Selain itu, keadaan hiperinflamasi dari badai sitokin diikuti oleh
keadaan protrombotik sering diperumit oleh tromboemboli vena dan arteri.11
KESIMPULAN
Tatalaksana AIS LVO pada pasien dengan infeksi
Covid-19 adalah terapi revaskularisasi endovaskular dengan trombektomi mekanis (MT). Menghindari penundaan waktu sejak onset kejadian AIS LVO sampai dilakukan tindakan MT, usia, faktor resiko kardiovaskular
dan serebrovaskular serta pertimbangan penggunaan APD pasien, staf dan operator, serta pemilihan sedasi pasien akan
sangat mempengaruhi hasil klinis pasca trombektomi
mekanis. Infeksi Covid-19 memperburuk hasil klinis, meningkatkan resiko kematian dan dapat menimbulkan komplikasi berupa perdarahan intrakranial dan reoklusi arteri dini serta kekambuhan
pada pasien AIS LVO pasca dilakukan trombektomi mekanis sehingga pemantauan berkala, deteksi cepat dan kepatuhan terhadap protokol pengendalian infeksi post MT sangatlah penting.
DAFTAR PUSTAKA
[1]Grigonyte, M.; Kraujelyte, A.;
Januskeviciute, E.; Semys, G.; Kriukelyte, O.; Kontrimaviciute, E.;
Valeviciene, N.R.; Jatuzis, D. The Impact of the Pandemic on Acute Ischaemic
Stroke Endovascular Treatment from a Multidisciplinary Perspective: A
Nonsystematic Review. Int. J. Environ. Res. Public Health. 2021, 18,
9464.
[2] Zureigat, H.; Alhusban, M.; Cobia, M.
Mechanical Thrombectomy Outcomes in COVID-19 Patients With Acute Ischemic
Stroke : A Narrative Review. The Neurologist. 2021;26:261�267.
[3] Agarwal S, Scher E, Rossan-Raghunath N, et
al. Acute stroke care in a New York City comprehensive stroke center during the
COVID-19 pandemic. Journal of Stroke and Cerebrovascular Diseases.
2020;29 (9): 105068
[4] Qureshi AI, Abd-Allah F, Al-Senani F, et
al. Management of acute ischemic stroke in patients with COVID-19 infection:
insights from an international panel. Am J Emerg Med.
2020;38:1548.e5�1548.e7.
[5] Oxley TJ, Mocco J, Majidi S, et al.
Large-vessel stroke as a presenting feature of COVID-19 in the young. N Engl
J Med. 2020;382:e60.
[6] Kerleroux B, Fabacher T, Bricout N, et al.
Mechanical thrombectomy for acute ischemic stroke amid the COVID-19 outbreak:
decreased activity, and increased care delays. Stroke.
2020;51:2012�2017.
[7] Katsanos AH, de Sa Boasquevisque D,
Al-Qarni MA, et al. Inhospital delays for acute stroke treatment delivery
during the COVID-19 pandemic. Can J Neurol Sci. 2021;48:59�65.
[8] Hidalgo FS, Rivas NM, Rubio
PT, et al. Large artery ischemic stroke in severe
COVID‑19. Journal of
Neurology. 2020;
267:3441�3443.
[9] Havenon AD, Yaghi S, Mistry EA, Delic A,
et al. Endovascular thrombectomy in acute ischemic stroke
patients with COVID-19: prevalence, demographics, and outcomes. J NeuroIntervent Surg 2020;12:1045�1048.
[10] Qureshi AI, Baskett WI, Huang W, et al.
Acute Ischemic Stroke and COVID-19 : An Analysis of 27 676 Patients. Stroke.
2021;52:905�912.
[11] Khorvash F, Najafi MA, Kheradmand M, Saadatnia M, Chegini R, Najafi F. New‑onset acute ischemic stroke following COVID‑19: A case�control study. J Res Med Sci . 2022;27:31.
[12] Simonetto M, Wechsler PM, Merkler AE. Stroke
Treatment in the Era of COVID‑19: a Review. Curr Treat Options
Neurol. 2022; 2 4: 155�171.
[13] Fugate JE, Klunder AM, Kallmes DF. What Is
Meant by �TICI�?. Am J Neuroradiol. 2013;34:1792�97.
[14] Yang B, Wang T, Chen J, et al. Impact
of the COVID-19 pandemic on the process and outcome of thrombectomy for acute
ischemic stroke. J
NeuroIntervent Surg.2020;0:1�5.
[15] Powers WJ, Rabinstein AA, Ackerson T, et
al. Guidelines for the Early Management of Patients With Acute Ischemic Stroke:
2019 Update to the 2018 Guidelines for the Early Management of Acute Ischemic
Stroke: A Guideline for Healthcare Professionals From the American Heart
Association/American Stroke Association. Stroke. 2019;50:e344�e418.
[16] Wang A, Mandigo GK, Yim PD, et al. Stroke
and mechanical thrombectomy in patients with COVID-19: technical observations
and patient characteristics. J Neurointerv Surg. 2020;12:648�653.
[17] Escalard S, Ma�er B, Redjem H, et al.
Treatment of acute ischemic stroke due to large vessel occlusion with COVID-19:
experience from Paris. Stroke. 2020;51:2540�2543.
[18] Sweid A, Hammoud B, Bekelis K, et al.
Cerebral ischemic and hemorrhagic complications of coronavirus disease 2019. Int
J Stroke. 2020;15:733�742.
[19] John S, Kesav P, Mifsud VA, et al.
Characteristics of large-vessel occlusion associated with COVID-19 and ischemic
stroke. AJNR Am J Neuroradiol. 2020;41:2263�2268.
[20] Cagnazzo F, Piotin M, Escalard S, et al.
European multicenter study of ET-COVID-19. Stroke. 2021;52:31�39.
[21] Requena M, Oliv�-Gadea M, Muchada M, et
al. COVID-19 and stroke: incidence and etiological description in a high-volume
center. J Stroke Cerebrovasc Dis. 2020;29:105225.
[22] Al Kasab S, Almallouhi E, Alawieh A, et
al. International experience of mechanical thrombectomy during the COVID-19
pandemic: insights from STAR and ENRG. J Neurointerv Surg.
2020;12:1039�1044.
[23] Yaghi S, Ishida K, Torres J, et al.
SARS-CoV-2 and stroke in a New York Healthcare System. Stroke.
2020;51:2002�2011.
[24] Ntaios G, Michel P, Georgiopoulos G, et
al. Characteristics and outcomes in patients with COVID-19 and acute ischemic
stroke: the Global COVID-19 Stroke Registry. Stroke. 2020;51:e254�e258.
[25] Altschul DJ, Esenwa C, Haranhalli N, et
al. Predictors of mortality for patients with COVID-19 and large vessel
occlusion. Interv Neuroradiol. 2020;26:623�628.
[26] Benussi A, Pilotto A, Premi E, et al.
Clinical characteristics and outcomes of inpatients with neurologic disease and
COVID-19 in Brescia, Lombardy, Italy. Neurology. 2020;95:e910�e920.
[27] Bekelis K, Missios S, Ahmad J, et al.
Ischemic stroke occurs less frequently in patients with COVID-19: a multicenter
crosssectional study. Stroke. 2020;51:3570�3576.
[28] Das AS, Regenhardt RW, Feske SK, et al.
Treatment approaches to lacunar stroke. J Stroke Cerebrovasc Dis.
2019;28:2055�2078.
[29] Barow E, Boutitie F, Cheng B, et al.
Functional Outcome of intravenous thrombolysis in patients with lacunar
infarcts in the WAKE-UP trial. JAMA Neurol. 2019;76:641�649.
[30] Leslie-Mazwi TM, Fargen KM, Levitt M, et al. Preserving Access: A Review of Stroke
Thrombectomy during the COVID-19 Pandemic. AJNR
Am J Neuroradiol. 2020;
41:1136�41.
[31] Papanagiotou P, Parrilla G, Pettigrew LC.
Thrombectomy for treatment of acute stroke in the COVID-19 pandemic. Cerebrovasc
Dis. 2021;50:20�25.
[32] Sweid A, Hammoud B, Bekelis K, et al.
Cerebral ischemic and hemorrhagic complications of coronavirus disease 2019. Int
J Stroke. 2020;15:733�742.
[33] Dogra S, Jain R, Cao M, et al. Hemorrhagic
stroke and anticoagulation in COVID-19. J Stroke Cerebrovasc Dis.
2020;29:104984.
[34] Katz JM, Libman RB, Wang JJ, et al.
Cerebrovascular complications of COVID-19. Stroke. 2020;51:e227�e231.
[35] Wang Z, Yang Y, Liang X, et al. COVID-19
associated ischemic stroke and hemorrhagic stroke: incidence, potential
pathological mechanism, and management. Front Neurol. 2020;11:571996.
[36] Mehta P, McAuley DF, Brown M, et al.
COVID-19: consider cytokine storm syndromes and immunosuppression. Lancet.
2020;395:1033�1034.
[37] Pop R, Hasiu A, Bolognini F, et al. Stroke
thrombectomy in patients with COVID-19: initial experience in 13 cases. AJNR
Am J Neuroradiol. 2020;41:2012�2016.
[38] Wang A, Mandigo GK, Yim PD, et al. Stroke
and mechanical thrombectomy in patients with COVID-19: technical observations
and patient characteristics. J Neurointerv Surg. 2020;12:648�653.
[39] Sharma D,
Rasmussen M, Han R, et al. Anesthetic Management of Endovascular Treatment of
Acute Ischemic Stroke During COVID- 19 Pandemic: Consensus Statement from
Society for Neuroscience in Anesthesiology & Critical Care (SNACC),
endorsed by Society of Vascular & Interventional Neurology (SVIN), Society
of Neuro- Interventional Surgery (SNIS), Neurocritical Care Society (NCS), and
European Society of Minimally Invasive Neurological Therapy (ESMINT). J
Neurosurg Anesthesiol. 2020.
[40] Fraser JF,
Arthur AS, Chen M, et al. Society of NeuroInterventional Surgery
recommendations for the care of emergent neurointerventional patients in the
setting of covid-19. J Neurointerv Surg. 2020.