PENGARUH KEMAMPUAN KERJA, MOTIVASI KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN SEKOLAH TINGGI ILMU MARITIM JAKARTA
Junadi1,
Qamaruddin2 �
Sekolah Tinggi Ilmu Maritim �AMI�, Jakarta
|
Riwayat Artikel: Received: 02-09-2022 Revised: 16-09-2022 Accepted: 29-09-2022 Keywords:
Performance, Work Ability,
Work Motivation, Workload Kata
Kunci: Kinerja, Kemampuan
Kerja, Motivasi Kerja, Beban Kerja |
|
Abstract The purpose
of this study was to determine the effect of work ability, work motivation
and workload on employee performance. The research method is quantitative and
the analysis technique uses multiple linear regression. The place of research
is the Maritime Science College "AMI" Jakarta and the method of
data collection is through a survey with a questionnaire using a saturated
sample of 50 employees. The results showed that: (1) work ability had a
significant effect on performance, (2) work motivation had a significant
effect on performance, and (3) workload had no significant effect on
performance. Based on these findings, it can be concluded that to improve
performance can be done by increasing work ability and work motivation. |
|
|
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja, motivasi kerja dan beban kerja terhadap
kinerja karyawan. Metode penelitian adalah kuantitatif dan teknik analisisnya menggunakan regresi linier berganda. Tempat penelitian adalah Sekolah Tinggi Ilmu Maritim
�AMI� Jakarta dan cara pengambilan
data melalui survei dengan kuesioner menggunakan sampel jenuh 50 karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja, (2) motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja, dan (3) beban kerja tidak berpengaruh
signifikan terhadap kinerja. Berdasarkan temuan ini dapat
disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kinerja dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan kerja dan motivasi kerja. |
Corresponding Author:
Junadi�
E-mail:
[email protected]
PENDAHULUAN
Dalam penyelenggaraan administrasi akademik berjalan dalam 3 (tiga) tahun terakhir, dirasakan kurang terlaksana secara optimal, sehingga cukup banyak mahasiswa menyampaikan komplain terkait dengan kebutuhan mahasiswa dan urusan pelayanan administrasi akademik. Hal tersebut menunjukkan kurang puasnya para mahasiswa terhadap kinerja administrasi akademik Sekolah Tinggi Ilmu Maritim �AMI�. Disisi lain
unit-unit kerja telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan
pelayanan terbaiknya.
Kualitas pelayanan akademik merupakan perbandingan antara pelayanan akademik yang dirasakan pelanggan atau stakeholders dengan kualitas pelayanan akademik yang diharapkan pelanggan atau stakeholders [1]. Aris dkk
[2] menekankan bahwa pelayanan akademik memiliki peranan yang sangat besar dalam kepuasan
mahasiswa. Kampus dapat meningkatkan kepuasan pelayanan kepada mahasiswa dengan cara meningkatkan
layanan akademik yang berkualitas yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan mahasiswa. Pelayanan akademik yang berkualitas mendorong mahasiswa untuk menjalin ikatan yang saling menguntungkan dalam jangka panjang.
Menurut Aquins [3], kinerja pegawai dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kemampuan, motivasi dan beban kerja. Beberapa
penelitian sudah dilakukan yang melihat karakteristik individu seperti umur, pendidikan,
pengalaman, motivasi dan lingkungan kerja.
METODA PENELITIAN
Temapat penelitian ini dilaksanakan di STIMar �AMI� Jl.Pacuan Kuda no. 1-5 Pulo Mas, Jakarta Timur. Adapun waktu
pelaksanaan penelitian mulai dari pengambilan
data kuesioner sampai penyusunan naskah penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret
sampai dengan Juli 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis
regresi linier berganda. Populasi dari objek
penelitian adalah semua karyawan STIMar �AMI� yang berjumlah 50
orang dengan latar belakang pendidikan dan masa kerja yang berbeda.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.
Deskripsi data penelitian
Hasil output SPSS data penelitian ditampilkan dalam Tabel 1.
|
Tabel 1. Hasil output SPSS data penelitian |
||||||||||||
|
|
N |
Range |
Minimum |
Maximum |
Sum |
Mean |
Std. Deviation |
Variance |
Skewness |
Kurtosis |
||
|
Statistic |
Statistic |
Statistic |
Statistic |
Statistic |
Statistic |
Statistic |
Statistic |
Statistic |
Std. Error |
Statistic |
Std. Error |
|
|
Y (KN) |
50 |
21,00 |
87,00 |
108,00 |
4816,00 |
96,3200 |
4,29732 |
18,467 |
,067 |
,337 |
,167 |
,662 |
|
X1 (KK) |
50 |
22,00 |
68,00 |
90,00 |
3948,00 |
78,9600 |
4,39833 |
19,345 |
-,080 |
,337 |
-,024 |
,662 |
|
X2 (MK) |
50 |
16,00 |
71,00 |
87,00 |
3961,00 |
79,2200 |
4,19081 |
17,563 |
-,423 |
,337 |
-,512 |
,662 |
|
X3 (BK) |
50 |
17,00 |
93,00 |
110,00 |
5033,00 |
100,6600 |
3,87356 |
15,004 |
,295 |
,337 |
-,357 |
,662 |
|
Valid N (listwis) |
50 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Adapun deskripsi
dari tabel 1 dijelaskan sebagai berikut:
a.
Kinerja (Y)
Berdasarkan output SPSS
v.20 diperoleh data skor
rata-rata = 96,32; simpangan baku
= 4,297; skor maksimum =
108,00; skor minimum = 87,00. Kemencengan
(skewness) = 0,067 dan keruncingan (kurtosis) =
0,167.� Data skewness menunjukkan
bahwa arah kecondongan kurva berada di sebelah kanan (skewness to the right). Hal ini
dapat ditafsirkan bahwa kinerja karyawan
STIMar �AMI� dalam kondisi berada di bawah rata-rata.
b.
Kemampuan kerja (X1)
Berdasarkan output SPSS
v.20 diperoleh data skor
rata-rata = 78,96; simpangan baku
= 4,398; skor maksimum =
90,00; skor minimum = 68,00. Kemencengan
(skewness)= -0,080 dan keruncingan (kurtosis) =
-0,024.� Data skewness menunjukkan bahwa arah kecondongan kurva berada di sebelah kiri (skewness to the
left). Hal ini dapat ditafsirkan bahwa kemampuan kerja karyawan STIMar �AMI� dalam kondisi berada
di atas rata-rata.
c.
Motivasi kerja (X2)
Berdasarkan output SPSS
v.20 diperoleh data skor
rata-rata = 79,22; simpangan baku
= 4,191; skor maksimum =
87,00; skor minimum = 71,00. Kemencengan
(skewness)= -0,423 dan keruncingan (kurtosis) =
-0,512.� Data skewness menunjukkan bahwa arah kecondongan kurva berada di sebelah kiri (skewness to the
left). Hal ini dapat ditafsirkan bahwa motivasi kerja karyawan STIMar �AMI� dalam kondisi berada
di atas rata-rata
d.
Beban kerja (X3)
Berdasarkan output SPSS
v.20 diperoleh data skor
rata-rata = 100,66; simpangan baku
= 3,873; skor maksimum =
110,00; skor minimum = 93,00. Kemencengan
(skewness) = 0,295 dan keruncingan (kurtosis) =
-0,357.� Data skewness menunjukkan bahwa arah kecondongan kurva berada di sebelah kanan (skewness to the
right). Hal ini dapat ditafsirkan bahwa beban kerja karyawan
STIMar �AMI� dalam kondisi berada di bawah rata-rata.
2.
Analisa dan Pembahasan
Berdasarkan output SPSS v.20 sebagaimana ditunjukkan dalam Tabel 1, diperoleh persamaan regresi Y (Kinerja) terhadap X1(Kemampuan kerja), X2 (Motivasi kerja),� dan X3 (Beban kerja)
sebagai berikut:
Ŷ =
61,310 + 0,232 X1 + 0,270 X2 - 0,047 X3
|
Tabel 2. Hasil output regresi Y terhadap X1,X2 dan
X3 |
||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
61,310 |
15,955 |
|
3,843 |
,000 |
|
X1 (KK) |
,232 |
,177 |
,238 |
1,316 |
,195 |
|
|
X2 (MK) |
,270 |
,163 |
,264 |
1,661 |
,104 |
|
|
X3 (BK) |
-,047 |
,185 |
-,043 |
-,255 |
,800 |
|
|
a. Dependent Variable: Y (KN) |
||||||
1)
Kemampuan kerja berpengaruh terhadap kinerja
Secara konseptual, kemampuan kerja adalah keterampilan
yang dimiliki pegawai dalam melakukan pekerjaan secara maksimal; sedangkan kinerja adalah unjuk kerja yang dicapai karyawan dalam melakukan kegiatan-kegiatan.
Dengan mengacu pada definisi konseptual tersebut di atas dapat dinyatakan
secara sederhana bahwa kemampuan kerja dalah keterampilan
dalam melakukan pekerjaan sedangkan kinerja adalah capaian karyawan dalam melakukan pekerjaan. Dengan demikian, secara konseptual, jelaslah bahwa kemampuan kerja memengaruhi kinerja seseorang.
Dimas Rizky Akbar [4], I
Putu Ardiana dkk [5], Syardianto dkk [6] menunjukkan dalam penelitian mereka bahwa kemampuan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja.
Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh koefisien regresi +0,232 yang menunjukkan adanya pengaruh positif variabel kemampuan kerja (X1) terhadap kinerja (Y), yang sesuai dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya.
2)
Motivasi kerja berpengaruh terhadap Kinerja
Secara konseptual, motivasi kerja adalah dorongan
seseorang untuk melakukan pekerjaan yang ditugaskan dengan benar dan kerelaannya sehingga terlaksana dengan baik dan memuaskan yang memberi tugas; sedangkan kinerja adalah unjuk kerja yang dicapai karyawan dalam melakukan kegiatan-kegiatan.
Dengan mengacu pada definisi konseptual tersebut di atas dapat dinyatakan
secara sederhana bahwa motivasi kerja adalah kemauan
dalam diri sesorang untuk melakukan pekerjaan dengan benar sedangkan
kinerja adalah capaian karyawan dalam melakukan pekerjaan. Dengan demikian, secara konseptual, jelaslah bahwa motivasi kerja memengaruhi kinerja seseorang.
I Putu Ardiana, dkk. [5]. Syardianto dkk.[6] menunjukkan dalam penelitian mereka bahwa motivasi
kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja.
Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh koefisien regresi +0,270 yang menunjukkan adanya pengaruh positif variabel kemampuan kerja (X1) terhadap kinerja (Y), yang sesuai dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya.
3)
Beban kerja berpengaruh terhadap kinerja
Secara konseptual, beban kerja adalah jumlah
pekerjaan yang diberikan kepada seseorang dan harus dikerjakan sampai selesai sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditentukan; sedangkan kinerja adalah unjuk kerja yang dicapai karyawan dalam melakukan kegiatan-kegiatan.
Dengan mengacu pada definisi konseptual tersebut di atas dapat dinyatakan
secara sederhana bahwa beban kerja
adalah banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tetentu
sedangkan kinerja adalah capaian karyawan dalam melakukan pekerjaan. Dengan demikian, secara konseptual, jelaslah bahwa beban kerja memengaruhi
kinerja seseorang.
Dani Praditya Setiawan [7]
dan Kadek Ferrania Paramitadewi [8] menunjukkan dalam penelitian mereka bahwa beban
kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja.
Berdasarkan hasil
penelitian ini, diperoleh koefisien regresi -0,047 yang menunjukkan adanya pengaruh positif variabel kemampuan kerja (X1) terhadap kinerja (Y), yang sesuai dengan hasil-hasil
penelitian sebelumnya.
�����������
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diketengahkan dalam bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut:
1. Kemampuan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Adanya pengaruh ini memberikan pengertian bahwa kemampuan kerja yang tinggi akan meningkatkan
kinerja karyawan.
2. Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Adanya pengaruh ini memberikan pengertian bahwa motivasi kerja yang kuat akan meningkatkan
kinerja karyawan..
3. Beban�
kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Tidak adanya pengaruh
signifikan ini memberikan pengertian bahwa beban kerja
yang tinggi dapat menurunkan kinerja karyawan.
DAFTAR PUSTAKA
Ardiana,
I.P.2014. Pengaruh Kemampuan� kerja dan
motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Balai Penelitian dan Observasi
laut.Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha,Vol 4(1)
Aris,dkk.
2013. Pengaruh Kualitas Pelayanan Akademik Terhadap Kepuasan Mahasiswa Bkk
Pendidikan Akuntansi Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Dan
Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Jupe UNS, Vol 2 (3),
h.213�
(Aguins H.
2009). Performance Management (New Jersey: Pearson Education, Inc.,) h. 81
�
(Afandi,
2018). Motivasi termasuk suatu dorongan kepada seseorang untuk melakukan suatu
perbuatan. Motivasi dapat menyuruh individu melaksanakan, mempertahankan serta
memulai aktivitas tertentu.
(Hanafi,
2019). Dalam manajemen, motivasi membahas tentang cara mengarahkan kemampuan
bawahan agar mempunyai kemauan untuk bekerja sama mencapai tujuan yang sudah
perusahaan tentukan.
(Pasaribu
& Siagian, 2019), motivasi ialah dorongan kepada karyawan supaya kebutuhan
dan keinginannya dapat tercapai. Motivasi termasuk aktivitas yang muncul dari
seorang dikarena tersemangati, terdorong dan terinspirasi untuk melaksanakan
kegiatan dengan sungguh-sungguh dan senang hati oleh sebab itu hasil dari
kegiatan yang dilaksanakan memperoleh hasil yang berkualitas.
Syardianto
dkk.2014. Pengaruh Kemampuan� kerja dan
motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas perhubungan Komunikasi dan
Informatika Kabupaten Kutai Timur. E-Journal Administrative Reform, 2014, 2
(1): 885-897
Setiawan,
D.P.2016. Pengaruh Beban Kerja dan Lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan
PT. Macanan Jaya Cemerlang Klaten Jawa Tengah. Skripsi Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Yogyakarta.
Paramitadewi,
K.F.2017. Pengaruh beban kerja dan kompensasi terhadap kinerja pegawai
Sekretariat Pemerintahan Daerah Kabupaten Tabanan, E-Jurnal Manajemen Unud,
Vol. 6(6)
Susanto, H.
2014. Pengaruh Layanan Akademik terhadap Kepuasan Mahasiswa. Jurnal Pendidikan
Terbuka dan Jarak Jauh, 15(2), hh.88-98