PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM UPAYA PENCEGAHAN KECURANGAN (FRAUD)

 

Dede Yusuf Ansori1, Cris Kuntadi2

Mahasiswa Pascasarjana Perbanas Institute1, Dosen Pascasarjana Perbanas Institute2

[email protected]1, [email protected]2

 

 

Riwayat Artikel:

Received: 04-09-2022

Revised: 15-09-2022

Accepted: 29-09-2022

 

Keywords: Accounting Information System, Internal Control System, Good Corporate Governance and Fraud Prevention

 

Kata Kunci: Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Pengendalian Internal, Good Corporate Governance dan Pecegahan Fraud

 

 

Abstract

This study aims to determine how the influence of Accounting Information Systems, Internal Control Systems and the Good Corporate Governance in Fraud Prevention Efforts with the method used, namely by conducting a literature review on relevant previous studies. These results indicate that the Accounting Information System, Internal Control System and the Implementation of Good Corporate Governance have an effect on Fraud Prevention.

 

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Pengendalian Internal dan Penerapan Good Corporate Governance dalam Upaya Pencegahan Kecurangan (Fraud) dengan metode yang digunakan yaitu melakukan lliterature review atas penelitian terdahulu yang relevan. Adapun hasil ini menunjukan bahwa Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Pengendalian Internal dan Penerapan Good Corporate Governance berpengaruh terhadap Pencegahan Kecurangan (Fraud).

 

Corresponding Author: Dede Yusuf Ansori

E-mail: [email protected]

 

 

 

PENDAHULUAN

Fraud adalah setiap tindakan yang sengaja dilakukan untuk menipu orang lain dengan menyembunyikan, menghapus, atau mengubah informasi yang dianggap berpotensi mempengaruhi atau mengubah pengambilan keputusan. dan dapat bermanfaat bagi yang melakukannya. Upaya anti fraud lebih efektif daripada upaya represif. Tindakan pencegahan harus diambil untuk menghindari kerugian besar dan merusak reputasi institusi dan individu. Selain itu, fraud yang lambat merespon dan tidak terdeteksi memberikan peluang yang semakin besar bagi pelaku untuk menutupi tindakannya pada fraud lainnya. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pencegahan secara memadai dan sengaja agar tidak terjadi fraud sehingga segala bentuk dan upaya fraud dapat diantisipasi sedini mungkin untuk menghindari risiko kerugian (Novia Tri Kurniasari, 2017).

Fraud merupakan masalah yang harus ditanggulangi baik oleh sektor publik maupun swasta, khususnya di Indonesia. Untuk meminimalkan risiko penipuan, Anda memerlukan auditor internal yang kompeten dalam pelaporan keuangan dan dapat mengefektifkan operasi organisasi Anda. (Hoi, C. K., & Robin, 2010).

(ACFE Indonesia, 2020), Berdasarkan hasil surveinya menunjukkan bahwa fraud yang paling merugikan di Indonesia adalah korupsi. Secara konsisten, 167 responden atau 69,9% mengatakan bahwa korupsi adalah praktik penipuan yang paling merusak di Indonesia. Pada urutan berikutnya, 50 orang atau sebanyak 20,9% respondennya menyatakan kerugian tersebut disebabkan oleh penyalahgunaan barang milik/aset negara atau perusahaan. Sepertiga dari 22 responden (9,2%) mengatakan pemalsuan akuntansi menyebabkan kerugian.

Dalam rangka menunjang tingkat efektifitas dan efisiensi kegiatan operasi, perusahaan perlu memerlukan sistem akuntansi yang dapat membantu dalam menghasilkan output yang lebih andal dan terpercaya, dengan adanya sistem ini semua aktivitas perusahaan dapat terkontrol dan tersistematisasi. Namun, tidak sedikit dalam hal ini ada beberapa oknum yang memanfaatkan sistem ini untuk kepentingan pribadi dan melakukan tindak kecurangan atas aset perusahaan.

Dengan semakin berkembangnya perusahaan, pengendalian internal sangat penting dilakukan untuk kegiatan operasi perusahaan. Pengendalian internal adalah proses melindungi aset perusahaan dari penipuan, pencurian, dan prosedur, menyediakan informasi keuangan yang dapat diandalkan, dan memastikan bahwa semua karyawan perusahaan mematuhi aturan administratif dan persyaratan hukum.

Penerapan good corporate governance dalam perusahaan penting dilakukan karena dengan penerapan ini karyawan akan lebih patuh terhadap aturan perusahaan dan Undang-undang yang berlaku serta meningkatkan tingkat integritas karyawan dalam menunjang tujuan perusahaan yang bersih tanpa adanya kecurangan (fraud) yang akan merugikan suatu lembaga. (Ariastuti et al., 2020), Good corporate governance adalah konsep yang diusulkan untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan memantau atau memantau kinerja manajemen dan memastikan akuntabilitas manajemen kepada otoritas di bawah kerangka peraturan.

 

METODA PENELITIAN

Metode penulisan yang digunakan dalam artikel ilmiah ini yaitu dengan metode kualitatif serta kajian pustaka (Library Research), Dalam mengkaji teori dan hubungan, ausalitas atau pengaruh antar variabel yang bersumber dari buku-buku dan jurnal baik yang diakses secara off line maupun secara online yang bersumber dari Google Schoolar, Mendeley ataupun media online lainnya.

 

Artikel ilmiah ini merupakan jenis deskriptif kualitatif yang menekankan masalah yang sebenarnya dan penelitian yang mendeskripsikan tentang Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Pengendalian Internal dan Penerapan Good Corporate Governance Dalam Upaya Pencegahan Kecurangan (Fraud). (Sanusi.A, 2016), Desain penelitian deskriptif kualitatif adalah desain penelitian yang disusun dalam rangka memberikan gambaran secara sistematis tentang informasi ilmiah yang berasal dari subjek atau objek penelitian

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

����������� Berdasarkan Kajian teori dan penelitian terdahulu yang relevan maka pembahasan artikel literature review ini adalah sebagai berikut:

1.    Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi terhadap Pencegahan Kecurangan (Fraud)

(Sudirman, 2016), Hasil penelitiannya menunjukan bahwa sistem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap upaya pencegahan kecurangan (Fraud), Adanya sistem informasi akuntansi diharapkan informasi yang dihasilkan terstruktur yaitu informasi yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya dan kualitasnya sehingga perusahaan menjadi lebih mudah dalam melakukan proses pengendalian dan pengambilan keputusan serta meningkatkan kinerja yang efektif antar periode sebagai upaya pengendalian dan pengawasan terhadap harta perusahaan yang salah satunya adalah pendapatan Pemanfaatan teknologi informasi termasuk sistem informasi akuntansi yang ada di dalam sebuah perusahaan sangat mendukung dalam upaya pencegahan kecurangan.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Syah Pahlevi & Ari Pertiwi, 2021), yang menyatakan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi berpengaruh positif signifikan terhadap pencegahan fraudulent financial reporting dengan pengaruh yang diberikan sebesar 42,3%. Dengan adanya sistem informasi, siapa saja dapat memantau pergerakan dan transaksi yang ada di dalam sutau perusahaan. Dalam kaitannya dengan teori fraud triangle, dengan adanya sistem informasi akuntansi, dapat meminimalisir chance dalam melakukan penyengajaan kelalaian akuntansi. (Dewi et al., 2021). Sehingga berdasarkan kajian literatur dari penelitian terdahulu dapat disipulkan bahwa sistem pengendalian internal berpengaruh terhadap upaya pencegahan kecurangan (fraud).

2.    Pengaruh Sistem Pengendalian Intrnal terhadap Pencegahan Kecurangan (Fraud).

(Dewi et al., 2021), Pengendalian internal merupakan suatu proses dan prosedur untuk melindungi aset atau kekayaan perusahaan dari segala bentuk tindakan penyalahgunaan, pencurian dan untuk menyediakan informasi akuntansi yang akurat dan memadai, serta memastikan dipatuhinya kebijakan manajemen dan ketentuan hukum oleh semua karyawan di dalam perusahaan (Palupi & Santoso, 2017) Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pengendalian internal dan kesadaran anti-penipuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penipuan pencegahan. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan fraud dapat dicegah dengan membangun pengendalian internal yang baik dan meningkatkan kesadaran anti fraud kepada semua pihak di lingkungan perusahaan organisasi.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Kuncara, 2022), Dimana hasil penelitiannya menunjukkan bahwa sistem pelaporan pelanggaran dan pengendalian internal memiliki efek pada pencegahan penipuan. Jumlah pengaruh pengendalian internal dalam berkontribusi terhadap pencegahan kecurangan adalah 66,2%. Sehingga berdasarkan kajian literatur dari penelitian terdahulu dapat disipulkan bahwa sistem pengendalian internal berpengaruh terhadap upaya pencegahan kecurangan (fraud).

3.    Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance terhadap Pencegahan Kecurangan (Fraud).

Menurut Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI) dalam (Sari, 2015), Good Governance adalah seperangkat peraturan yang menetapkan hubungan antara pemegang saham, pengurus, kreditur, pemerintah, karyawan serta para pemegang kepentingan intern dan ekstern lainnya sehubungan dengan hak-hak dan kewajiban mereka, atau dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan. (Jannah, 2016), Hasil penelitiannya menunjukan bahwa penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance berpengaruh positif terhadap pencegahan fraud. Prinsipprinsip good corporate governance yang telah diterapkan dengan baik oleh instansi atau perusahaan terbukti mampu menjaga eksistensi dan membuat perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan lain yang ukurannya lebih besar.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Napitupulu & Ramadhita, 2022) Good Corporate Governance berpengaruh terhadap Pencegahan Fraud baik secara parsial maupun simultan. (Ariastuti et al., 2020), Good corporate governance adalah konsep yang diusulkan untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan memantau atau memantau kinerja manajemen dan memastikan akuntabilitas manajemen kepada otoritas di bawah kerangka peraturan. Sehingga berdasarkan kajian literatur dari penelitian terdahulu dapat disipulkan bahwa penerapan good corporate governance berpengaruh terhadap upaya pencegahan kecurangan (fraud).

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengumpulan data, pengolahan, analisis data yang telah dilakukan dan pembahasan yang telah diuraikan, serta tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sistem informasi akuntansi, sistem pengendalian internal dan penerapan good corporate governance dalam upaya pencegahan terjadinya kecurangan (fraud), maka kesimpulan dari hasil uji literatur dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.    Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh positif terhadap Pencegahan Kecurangan (Fraud).

2.    Sistem Pengendalian Intrnal berpengaruh positif terhadap Pencegahan Kecurangan (Fraud).

3.    Penerapan Good Corporate Governance berpengaruh positif terhadap Pencegahan Kecurangan (Fraud).

 


 

DAFTAR PUSTAKA

ACFE Indonesia. (2020). Survei Fraud Indonesia 2019. Indonesia Chapter #111, 53(9), 1�76. https://acfe-indonesia.or.id/survei-fraud-indonesia/

Ansori, Dede Yusuf & Swidia, D. (2019). The Effect of Budget Participation on Local Government Performance with Organizational Commitment as Moderating Variable. Journal of Accounting Auditing and Business, 2(2), 13.

Ariastuti, M. N. M., Andayani W., R. D. A., & Yuliantari, N. P. Y. (2020). Pengaruh Pengendalian Internal, Moralitas Dan Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Pencegahan Fraud Pada Lpd Se- Kecamatan Denpasar Utara. Jurnal Hita Akuntansi Dan Keuangan, 1(2), 798�824. https://ejournal.unhi.ac.id/index.php/HAK/article/view/1010

Dewi, U. N., Lawita, N. F., & Puspitasari, D. P. (2021). Pengaruh Pengendalian Internal Sistem Informasi Akuntansi dan Profesionalisme Auditor Internal Terhadap Upaya Pencegahan Fraud Dalam Pengelolaan Persediaan. HUMMANSI (Humaniora, Manajemen, Akuntansi), 4(1), 1�17. https://stikomyos.ac.id/journal/index.php/jurnal-hummansi/article/download/277/165/

G. Kumaat, V. (2010). Internal Audit.

Ginting, B. T. B. (2020). Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi dan Pengendalian Internal Terhadap Pencegahan Kecurangan pada Bank Muamalat Kota Medan. https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/28899?show=full

Hoi, C. K., & Robin, A. (2010). Labor Market Consequences of Accounting Fraud. Corporate Governance: The International Journal of Business in Society, 10(3). https://doi.org/10.1108/147 20701011051947

Jannah, S. F. (2016). Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Pencegahan Fraud Di Bank Perkreditan Rakyat (Studi Pada Bank Perkreditan Rakyat Di Surabaya). AKRUAL: Jurnal Akuntansi, 7(2), 200. https://doi.org/10.26740/jaj.v7n2.p178-191

Kuncara, W. A. (2022). The influence of Whistleblowing System and internal control on fraud prevention at PT Pos Indonesia ( Persero ) Bandung City. 4(2), 101�113.

Kuntadi, C. (2015). SIKENCUR (Sistem Kendali Kecurangan) Menata Birokrasi Bebas Korupsi. PT Elex Media Komputindo.

Kuntadi, C. (2017). Sikencur (Sistem Kendali Kecurangan) Menata Birokrasi Bebas Korupsi. Elex Media Komputindo.

Kuntadi, C., Puspita, B. A., & Taufik, A. (2022). Faktor-faktor yang memengaruhi pencegahan kecurangan: sistem pengendalian internal, kompetensi sumber daya manusia, kesesuaian kompensasi. Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi, 3(5), 530�539.

Leatemia, S. Y., & Febryanti, N. F. (2020). Pengaruh Pengendalian Internal Dan Komitmen Organisasi Terhadap Pencegahan Fraud Pengadaan Barang (Studi Empiris pada Rumah Sakit Pemerintah di Kota Ambon). Arika, 14(1), 15�22. https://doi.org/10.30598/arika.2020.14.1.15

Lestari, I. A. M. E., & Ayu, P. C. (2021). Pengaruh Moralitas Individu, Komitmen Organisasi Dan Whistleblowing System Terhadap Pencegahan Kecurangan (Fraud) Dalam Pengelolaan Keuangan Desa ( Studi Empiris Pada Desa Se-Kecamatan Mengwi ). Akuntansi, 101�116.

Mulyadi. (2016). Sistem Akuntansi.

Napitupulu, B. E., & Ramadhita, P. N. (2022). Pengaruh Pengendalian Internal Dan Good Corporate Governance Terhadap Pencegahan Fraud Pada Perusahaan Bumn Sektor Jasa Keuangan. Jurnal Akuntansi Dan Perpajakan Jayakarta, 3(02), 77�89. https://doi.org/10.53825/japjayakarta.v3i02.106

Novia Tri Kurniasari. (2017). Strategi Pencegahan Kecurangan (Fraud) Dalam Pengelolaan Keuangan Badan Litbang dan Inovasi Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutan.

Palupi, D., & Santoso, B. H. (2017). An Empirical Study on the Theory of Planned Behavior: the Effect of Gender on Entrepreneurship Intention. Journal of Economics, Business & Accountancy Ventura, 20(1), 71. https://doi.org/10.14414/jebav.v20i1.626

Putri, A. Z., & Prasiwi, F. D. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pencegahan Fraud dalam Pengelolaan Keuangan Desa. Akmenika: Jurnal Akuntansi Dan Manajemen, 18(2), 1�12.

Rohimah, I., & Anna, Y. D. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pencegahan Fraud. Jurnal Riset Akuntansi Dan Perbankan, 13(1), 67�76.

Romney. (2014). Accounting Information System. Pearson.

Sanjani, N. M. W., & Werastuti, D. N. S. (2021). Peran Komitmen Organisasi, Perspektif BudayaTri Hita Karana, dan Whistleblowing System dalam Pencegahan Fraud. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Humanika, 11(1), 104�114.

Sanusi.A. (2016). Metode Penelitian Bisnis.

Sari. (2015). Pengaruh Efektifitas Sistem Pengendalian Internal, Ketaatan Aturan Akuntansi, Persepsi Kesesuaian Kompensasi Dan Implementasi Good GovernanceTerhadap Kecenderungan Fraud.

Sudirman, M. S. (2016). Pengaruh Pengendalian Intern terhadap Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas pada PT Bintang Manunggal Abadi.

Syah Pahlevi, R., & Ari Pertiwi, D. (2021). Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Sistem Pengendalian Internal Terhadap Upaya Pencegahan Fraud Pada Persediaan (Studi Kasus Pada PT. Catur Sentosa Adiprana TBK Cabang Kediri). JFAS : Journal of Finance and Accounting Studies, 3(3), 158�170. https://doi.org/10.33752/jfas.v3i3.337

Zabala, J. (2017). Peranan Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan PT. Sinar Galesong Mandiri. Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Bayi Dengan Caput Succedaneum Di Rsud Syekh Yusuf Gowa Tahun, 4, 9�15.