LITERATURE REVIEW: GAMBARAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAYA NARKOBA

 

Alfin Nur Faridhotul Khasanah1, Dwi Handayani2, Mursyidul Ibad3, Agus Aan Adriansyah4

Jurusan Kesehatan Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

[email protected]

 

 

Riwayat Artikel:

Received: 09-10-2022

Revised: 19-10-2022

Accepted: 30-10-2022

 

Keywords: Satisfaction, Motive, Use, Deaf

 

 

Kata Kunci: Kepuasa, Motif, Penggunaan, Tunarungu.

 

 

Abstract

Background: Juvenile delinquency that continues to increase can damage the next generation of the nation. One form of juvenile delinquency is the use of illegal drugs. Drug abuse and circulation among Indonesian students in 2018 in 13 provincial capitals, reached a prevalence rate of 3.20% or equivalent to 2,297,492 people out of 15,440,000 people. Purpose: This study aims to determine the effectiveness of the use of video as media on adolescent�s knowledge about the dangers of drugs. Methods: This literature review was conducted using the traditional literature review method . The source of the article was obtained from the Google Scholar database and the Garuda Portal. Keywords 'Media Promotion of Drug Health Videos in Juvenile' and 'Drugs and Videos'. There were 10 articles out of 622 articles, which were in accordance with the research. Results: The results of a literature review based on 10 research journals regarding the effectiveness of video media was there are 9 research journals which state the influence of drug counseling using video as media on increasing adolescent�s knowledge about drugs and 1 research journal which states that video as the media is less effective in influencing adolescent knowledge about drugs during counseling. Conclusion: The conclusion of the literature review is that the use of video as media is effective in increasing and changing adolescent knowledge about the dangers of drugs during counseling. Therefore, for health workers, it is hoped that video media can be used as a good supporting media in conveying material and information. So that it can increase knowledge and understanding in counseling. And it is hoped that it can expand the scope of the material with a more in-depth discussion. For further researchers, it is hoped that they can maximize the creation or development of video media used in counseling and can minimize the weaknesses of the video media that will be developed.

 

 

Abstrak

Latar Belakang: Kenakalan remaja yang terus meningkat dapat merusak generasi penerus bangsa. Salah satu bentuk kenakalan remaja adalah penyalahgunaan penggunaan obat-obat terlarang (Narkoba). Penyalahgunaan dan peredaran narkoba di kalangan pelajar/mahasiswa Indonesia pada tahun 2018 di 13 Ibu kota provinsi, mencapai angka prevalensi sebesar 3,20% atau setara dengan 2.297.492 orang dari 15.440.000 orang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media video terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba. Metode: Literature review ini dilakukan dengan metode traditional literature review. Sumber artikel didapatkan dari database google cendekia dan portal garuda. Pada google cendekia menggunakan kata kunci �media promosi kesehatan narkoba pada remaja� dengan rentang waktu dari tahun 2013-2020 diperoleh 8 artikel, portal garuda menggunakan kata kunci �narkoba dan video� dengan rentang waktu daru tahun 2016-2020 diperoleh 2 artikel, sehingga total artikel yang didapat yaitu 10 artikel. Hasil: Hasil literature review berdasarkan 10 jurnal penelitian mengenai efektivitas media video terdapat 9 jurnal penelitian yang menyatakan adanya pengaruh penyuluhan narkoba menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang narkoba dan 1 jurnal penelitian yang menyatakan media video kurang efektif dalam memengaruhi pengetahuan remaja tentang narkoba pada saat penyuluhan. Kesimpulan: penggunaan media video efektif dalam meningkatkan dan merubah pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba pada saat penyuluhan. Oleh karena itu, saran dari penelitian ini bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memperluas ruang lingkup materi dengan pembahasan yang lebih mendalam. Sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam penyuluhan

 

Corresponding Author: Alfin Nur Faridhotul Khasanah�

E-mail: [email protected]

 

 

 

PENDAHULUAN

Narkoba merupakan salah satu permasalahan yang masih belum terselesaikan. Bertambahnya jumlah kasus penyalahgunaan narkoba setiap tahunnya tentu semakin beragam pula motif dan jaringannya termasuk sasarannya. Permasalahan narkoba semakin dikhawatirkan dengan maraknya peredaran gelap di segala lapisan masyarakat termasuk di kalangan generasi muda. Generasi muda atau remaja merupakan masa-masa remaja untuk mencari jati dirinya. Namun kenyataannya remaja yang dalam proses pencarian jati dirinya, mengalami konflik baik dari dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar sehingga memilih jalan keluar penyalahgunaan narkoba.

Menurut Jumaidah & Rindu (2017), awal mula remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba pertama kali adalah dengan alasan ingin coba-coba, untuk bersenang-senang, bujukan teman, mempunyai masalah keluarga, dan masalah di sekolah. Menurut Irianto (2019), hingga tahun 2018 jumlah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Indonesia pada 13 Ibu kota provinsi, dikalangan pelajar/mahasiswa mencapai angka prevalensi sebesar 3,20% atau setara dengan 2.297.492 orang dari 15.440.000 orang. Status pemakaian coba pakai sebanyak 1,40%, teratur pakai sebanyak 0,44%, pecandu sebanyak 0,14%, dan narkoba suntik sebanyak 0,06%.

Narkoba merupakan jenis psikotropika yang dapat menyebabkan ketergantungan, perubahan perasaan dan penglihatan karena zat tersebut dapat merusak susunan syaraf pada manusia. Menurut Sumoked, et al. (2019) narkoba merupakan jenis obat apabila dikonsumsi akan memengaruhi susunan syaraf pusat, sehingga dapat mengakibatkan gangguan fisik, psikis, dan fungsi sosialnya karena mengakibatkan ketagihan (adiksi) serta ketergantungan (dipendensi) terhadap narkoba.

Jumlah penyalahgunaan narkoba pada kalangan remaja dapat menurun apabila ada penanganan yang benar dan tepat, salah satunya adalah dengan memberikan informasi tentang bahaya narkoba menggunakan media video. Menurut Kurniati, et al. (2020) media video merupakan media yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan. Media video dirasa efektif karena dapat merangsang pada pendengaran dan penglihatan, sehingga hasil yang di dapatkan lebih maksimal. Hasil tersebut dapat tercapai karena panca indra yang paling banyak menyalurkan pengetahuan ke otak adalah mata kurang lebih 75% sampai 87%. Sedangkan 13% sampai 25% pengetahuan disalurkan melalui indra lainya (Maulana, 2009). Menurut Susilowati (2016), dalam modul bahan ajar cetak keperawatan promosi kesehatan juga menjelaskan bahwa manusia dapat mengingat 30% materi yang telah disampaikan setelah melihat atau menggunakan media video/film.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran efektivitas penggunaan media video terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba tentang media video dapat digunakan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

 

METODA PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode literature review. Sumber artikel didapatkan dari database google cendekia dan portal garuda. Pada google cendekia menggunakan kata kunci �media promosi kesehatan narkoba pada remaja� dengan rentang waktu dari tahun 2013-2020 diperoleh 8 artikel, portal garuda menggunakan kata kunci �narkoba dan video� dengan rentang waktu daru tahun 2016-2020 diperoleh 2 artikel, sehingga total artikel yang didapat yaitu 10 artikel. Artikel tersebut diperoleh dengan melalui 3 proses screening. Screening 1 berdasarkan jurnal yang dapat diakses secara penuh dan tidak dapat diakses secara penuh, screening 2 berdasarkan judul dan abstrak, screening 3 dengan membaca semua isi jurnal dari latar belakang, metode serta hasil temuan.

 

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 1. Tahapan pembuatan media video yang efektif terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba

No

Nama Penulis

Tahapan Pembuatan Media Video

1

Arif & Widodo (2015)

Model pengembangan video yang digunakan peneliti adalah menggunakan model pengembangan ADDIE dari Molanda (2008), berikut tahap dalam model yang digunakan: tahap analisis, tahap desain, tahap pengembangan, tahap implementasi, tahap evaluasi.

2

Ma�arif & Sulistiowati (2016)

Model pengembangan video yang digunakan peneliti adalah� menggunakan model pengembangan R&D dari Sugiyono (2012), berikut tahap dalam model yang digunakan: potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, uji coba� pemakaian, revisi produk, uji coba produk, revisi desain, revisi produk, produksi media.

3

Apriani & Sunarti (2017)

Tahap pembuatan video dalam penelitian ini adalah:

a.  Video didesain semudah mungkin untuk dicerna, merupakan salah satu faktor yang membuat siswa mudah dalam menerima pesan.

b. Penggunaan bahasa yang tidak terlalu sulit dan penggunaan visual mudah dipahami, menimbulkan daya tarik bagi responden.

c.  Video disajikan dengan menggunakan beberapa warna yaitu hitam, putih, abu-abu dan merah.

d. Video dalam penelitian ini menampilkan animasi tangan bergerak seolah menggambar dan menulis materi yang akan disampaikan dan menampilkan kisah nyata bahaya penghisap lem. Bertujuan untuk memberikan kesan mood untuk keseluruhan gambar yang disajikan.

 

Berdasarkan Tabel 1, dari 10 jurnal terdapat 3 jurnal penelitian yang mencantumkan tahap pembuatan video dan terdapat 7 jurnal penelitian yang tidak mencantumkan tahap pembuatan video dan sumber video yang digunakan dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dilakukan sebelumnya tentang pembuatan video pendidikan kesehatan tentang pengetahuan remaja mengenai bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem menggunakan metode yang didesain pribadi (Apriani & Sunarti, 2017).

Hasil penelitian lain yang telah dilakukan sebelumnya dalam membuat media video peneliti menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery and Evaluation) (Arif & Widodo, 2015). Model pengembangan tersebut sejalan dengan penelitian lainnya yang menggunakan metode ADDIE dalam mengembangkan sebuah media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku panduan layak digunakan dengan presentase penilaian kelayakan materi 82.5% dan kelayakan media 89% yang dikategorikan sangat valid. Uji coba yang dilakukan kepada 30 guru PAUD menunjukkan bahwa buku panduan sangat valid dan layak untuk digunakan dalam memberikan pendidikan anti narkoba pada anak usia dini dengan presentase 89.5% (Masitha & Reza, 2020).

Hasil penelitian lain yang telah dilakukan sebelumnya dalam membuat media video peneliti menggunakan model pengembangan R&D (Research and Development) (Ma�arif & Sulistiowati, 2016). Model pengembangan tersebut sejalan dengan penelitian lainnya yang menggunakan metode R&D dalam mengembangkan sebuah media. Bedasarkan uji validasi, dosen ahli memberi nilai dengan katagori sangat baik terhadap buku pengayaan menulis teks eksposisi berbasis gerakan anti narkoba. Selain itu, buku pengayaan tersebut dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran materi teks eksposisi (Safitri & Syaifudin, 2018).

 

Tabel 2. Efektivitas penggunaan media video terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba

No

Nama Penulis

Hasil Efektivitas Penggunaan Media Video Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Bahaya Narkoba

1

Rahayu (2013)

Hasil analisis dari treatment video adalah nilai posttest pada semua siswa mengalami kenaikan pengetahuan bahaya narkoba. Dengan demikian terdapat peningkatan pengetahuan pada siswa antara sebelum diberikan treatment dan sesudah di berikan treatment bahaya narkoba dengan menggunakan media video. Dengan nilai mean pre-test 106,29 dan mean post-test 125. Sehingga terdapat pengaruh bimbingan kelompok dengan menggunakan media video tentang bahaya narkoba terhadap peningkatan pemahaman pada siswa kelas VIII-D SMP Negeri 2 Ngoro. Sehingga media video efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya narkoba.

2

Arif & Widodo (2015)

Hasil uji t penggunaan media video pada siswa diperoleh d.b = 39 dengan taraf kesalahan 5% (0,05) adalah 80,49 dan thitung adalah 2,68. Ttabel < thitung (2,68<80,49). Maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan media video anti narkoba berhasil menghasilkan media video anti narkoba dan dapat meningkatkan pemahaman pelajar di SMK 3 Surabaya.

Sehingga terdapat pengaruh penyuluhan dengan media video anti narkoba terhadap minat dan pemahaman pelajar SMK 3 Surabaya. Sehingga media video layak dan efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman pelajar tentang bahaya narkoba.

3

Ma�arif & Sulistiowati (2016)

Berdasarkan hasil perhitungan pretest-posttest dengan taraf signifikan 5%. Diperoleh hasil ttabel < thitung yaitu 3,334 < 9,756. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyuluhan menggunakan media video dapat meningkatkan pengetahuan bahaya narkoba pada siswa kelas X di SMAN 19 Surabaya.

Sehingga terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video tentang bahaya penggunaan narkoba terhadap pengetahuan siswa kelas X SMAN 19 Surabaya. Sehingga media video layak dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya penggunaan narkoba.

4

Apriani & Sunarti (2017)

Hasil uji Wilcoxon sign rank test didapatkan nilai p-value 0,00 < α 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap penegtahuan remaja menegani bahaya zat adiktif lem pada siswa kelas VIII SMP YPS Samarinda.

Sehingga terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap pengetahuan siswa kelas VIII SMP YPS Samarinda mengenai bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem. Sehingga media video efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya penyalahgunaan zat adiktif lem.

5

Elwindra, et al. (2017)

Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikan (2-tailed) niali probabilitas/p-value uji T paired 0,000 < α 0,05.� Sehingga terdapat pengaruh penyuluhan menggunakan slide show dan video clip tentang narkoba terhadap pengetahuan dan sikap siswa kelas 9 SMPN 1 Kabupaten Kaur.

Sehingga terdapat pengaruh penyuluhan menggunakan slide show dan video clip tentang narkoba terhadap pengetahuan dan sikap siswa kelas 9 SMPN 1 Kabupaten Kaur. Sehingga media slide show dan video clip tentang narkoba efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan merubah sikap pelajar tentang bahaya narkoba.

6

Kasman, et al. (2017)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media sama efektif dan mengalami kenaikan pengetahuan pada remaja tentang bahaya merokok. Media leaflet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang bahaya merokok pada remaja dibandingkan media video. Walaupun kedua kelompok media mempunyai kenaikan pengetahuan.

Sehingga terdapat pengaruh pendidikan kesehatan bahaya merokok menggunakan media leaflet dan video terhadap peningkatan pengetahuan mahasiswa. Sehingga media leaflet dan video efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok.

7

Fuad, et al. (2017)

Hasil uji t-test paired didapatkan hasil nilai signifikansi yaitu sig. (2 tailed) = 0,000 (P<0,1). Didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui media video terhadap pengetahuan bahaya NAPZA pada remaja kelas X MAN Maguwoharjo Yogyakarta. Sehingga terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang bahaya NAPZA terhadap peningkatan pengetahuan remaja kelas X MAN Maguwoharjo Yogyakarta. Sehingga media video efektif dalam meningkatka pengetahuan remaja tentang bahaya NAPZA.

8

Printina & Martina (2018)

Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan pengetahuan melalui media video vlog dengan kelompok intervensi yang diberikan perlakuan pengetahuan melalui media video vlog.

Sehingga terdapat pengaruh pemberian promosi kesehatan melalui video vlog tentang Penyalahgunaan Narkoba terhadap peningkatan pengetahuan siswa siswi SMP Strada. Sehingga media video vlog efektif meningkatkan pengetahuan siswa siswi tentang penyalahgunaan narkoba.

9

Firmansyah, et al. (2019)

Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penyuluhan menggunakan media leaflet dan media video bahasa daerah terhadap pengetahuan bahaya merokok pada remaja.

Sehingga terdapat Menggunakan Media Leaflet Dan Video Bahasa Daerah Terhadap peningkatan Pengetahuan Bahaya Merokok Pada Remaja. Sehingga media video efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok.

10

Kurniati, et al. (2020)

Hasil nilai sikap melalui uji willcoxon data terdistribusi tidak normal, uji willcoxon melihat niali negative ranks sebesar 3,75 dan positive ranks 19,37 sehingga dapat dinyatakan terdapat perbedaan sikap pada responden. Dari hasil uji willcoxon didapatkan nilai P value 0,000 < 0,05 H0 ditolak dan Ha diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan sikap responden sebelum dan sesudah diberikan intervensi menggunakan media video.

Sehingga terdapat pengaruh penayangan video tentang bahaya merokok terhadap perubahan pengetahuan dan sikap pada siswa SMPN 05 Menyuke Kabupaten Landak.� Sehingga media video efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok.

 

Berdasarkan Tabel 2, dari 10 jurnal terdapat 9 penelitian yang menyatakan adanya pengaruh efektif penyuluhan narkoba menggunakan media video terhadap pengetahuan remaja dan 1 jurnal penelitian yang menyatakan kurang efektif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai media video efektif dapat meningkatkan pengetahuan pada remaja mengenai bahaya narkoba. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian lainnya yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan siswa pada data pretest dan posttest tentang bahaya narkoba. Sehingga media video efektif untuk menambah pengetahuan siswa SMP Negeri 3 Siak Hulu Kabupaten Kampar pada bahaya narkoba (Halim, 2019). Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa nilai mean (rata-rata) pada saat pretest yaitu 55,3929 meningkat pada saat posttest menjadi 70,2143. Sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan informasi melalui media video efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta didik kelas X SMK Negeri 5 Bandar Lampung tentang bahaya NAPZA (Malosi, 2019).

Ditemukan hasil penelitian lain yang telah dilakukan sebelumnya menyatakan media video kurang efektif digunakan dalam penyuluhan. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa media leaflet dan video dapat meningkatkan pengetahuan pada remaja, namun karena media video menggunakan dua indra sekaligus yaitu penglihatan dan pendengaran maka responden menjadi tidak fokus dalam penyampaian materi, sedangkan pada media leaflet lebih berpengaruh dan efektif dikarenakan media hanya menggunakan indra penglihatan jadi responden dapat lebih fokus kearah materi (Kasman et al., 2017). Meskipun pada penelitian tersebut memberikan pernyataan yang berbeda namun, mayoritas pada penelitian terdahulu memberikan pernyataan bahwa media video efektif digunakan dalam penyuluhan dan dapat meningkatkan pengetahuan pada remaja atau responden.

Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video mempunyai pengaruh dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba. Hal ini sesuai teori yang dikemukakan sebelumnya, bahwa media penyuluhan kesehatan melalui media video memiliki beberapa keuntungan yaitu lebih menarik dan lebih mudah difahami, dengan video seseorang dapat belajar sendiri, dapat diulang pada bagian tertentu yang perlu lebih jelas, dapat menampilkan sesuatu yang detail dan dapat dipercepat maupun diperlambat (Majid, 2006). Media video adalah media interaksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi) meliputi media yang dapat dilihat dan didengar. Video memiliki kemampuan yang lebih baik karena memiliki jenis media, yaitu media audio dan visual (Harmawan, 2007).

Media video selain media hiburan bahasa penyampaiannya jelas dengan bahasa yang mudah dimengerti semua golongan dan usia (Itriya, 2011). Video memuat pesan yang disampaikan lebih menarik perhatian dan motivasi bagi penonton. Oleh karena itu, dapat mempercepat pemahaman pesan secara lebih komprehensif (Lutfiani, 2010). Pesan audiovisual lebih efektif karena dapat membuat penonton lebih berkonsentrasi. Efektivitas penggunaan media penyuluhan sangat ditentukan oleh banyaknya indera penerimaan yang terlibat. Semakin banyak indera yang digunakan, penyampaian pesan penyuluhan semakin mudah dimengerti (Zakaria, 2002).

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian literature review yang telah dipaparkan diatas, terdapat kesimpulan bahwa Pembuatan dan pengembangan media video yang efektif terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba dapat menggunakan beberapa metode pengembangan yang ada yakni metode pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery and Evaluation) dan R&D (Research and Development). Penggunaan media video pada kegiatan penyuluhan atau pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan dan merubah pengetahuan remaja tentang� bahaya narkoba. Saran dari penelitian ini bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memperluas ruang lingkup materi dengan pembahasan yang lebih mendalam. Sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam penyuluhan.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Apriani, Riri, & Sunarti, Sri. (2017). Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Terhadap Pengetahuan Remaja Mengenai Bahaya Penyalahgunaan Zat Adiktif Lem Pada Siswa Kelas VIII Di SMP YPS Samarinda. Samarinda.

 

Arif, Syaiful, & Widodo, Sutrisno. (2015). Pengembangan Media Video Anti Narkoba Sebagai Media Penyuluhan Di Bidang Pemberdayaan Masyarakat Bnnp Jawa Timur Untuk Meningkatkan Minat Dan Pemahaman Pelajar Di SMKN 3 Surabaya. Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan, 6(2), 1�9.

 

Elwindra, Agustina, & Umar, Ahmad Farid. (2017). Efektivitas Penyuluhan Menggunakan Slide Show Dan Video Clip Tentang Narkoba terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa Kelas 9 SMPN 1 Kabupaten Kaur. Jurnal Persada Husada Indonesia, 04(13), 9�18.

 

Firmansyah, Adnan, Jahidin, Ahid, & Najamuddin, Nur Isriani. (2019). Efektifitas Penyuluhan Dengan Menggunakan Media Leaflet Dan Video Bahasa Daerah Terhadap Pengetahuan Bahaya Rokok Pada Remaja. Bina Generasi;Junal Kesehatan, 11(01), 80�86.

 

Fuad, Setiyaji, Cristian, Wiyani, & Suwarsi. (2017). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Video Terhadap pengetahuan Bahaya NAPZA Pada Remaja Kelas X MAN Maguwoharjo Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 4(2), 212�216.

 

Halim, Abdul. (2019). Efektivitas Penontonan Video Anti Narkoba Terhadap Pengetahuan Siswa Pada Bahaya Narkoba. Riau.

 

Harmawan. (2007). Media Pembelajaran Dalam.

 

Irianto, Agus. (2019). Indonesia Drugs Report. Jakarta.

 

Itriya, Rusliani Hazana. (2011). Audio Visual Karakteristik Dalam.

 

Jumaidah, & Rindu. (2017). Perilaku Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba pada Remaja di Wilayah Kecamatan Sumkajaya Depok. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 16(3), 42�49.

 

Kasman, Noorhidayah, & Persada, Kasuma Bakti. (2017). Studi Eksperimen Penggunaan Media Leaflet Dan Video Bahaya Merokok Pada Remaja. Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia, 4(2), 57�61.

 

Kurniati, Grace, Widiatutik, Otik, & Suwarni, Linda. (2020). Efektivitas Media Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Bahaya Merokok Pada Anak Sekolah Menengah Pertama (Studi di SMPN 05 Menyuke Kabupaten Landak). Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 5(2), 251�258.

 

Lutfiani, Anita. (2010). Perbedaan Pengaruh Pembelajaran Perawatan Payudara (Breast Care) Dengan Video Compact Disc (VCD) Dibanding Dengan Phantom Terhadap Pengetahuan dan Motivasi Belajar (Pada Mahasiswa DIII Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan An- Nur Purwodadi). Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan An- Nur Purwodadi.

 

Ma�arif, Misbachul, & Sulistiowati. (2016). Pengembangan Media Video Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Materi Bahaya Penggunaan Narkoba Untuk Siswa Kelas X SMAN 19 Surabaya. Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan, 7(1), 1�7.

 

Majid, Ahmad. (2006). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.

 

Malosi, Berta. (2019). Efektivitas Layanan Informasi Mengggunakan Media Video Dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan Tentang Bahaya Napza Pada Peserta Didik Kelas X Smk Negeri 5 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2018/2019. Lampung.

 

Masitha, Karina Dewi, & Reza, Muhammad. (2020). Pengembangan Buku Panduan Kegiatan Pembelajaran Anti Narkoba Pada Anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun. Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan, 9(1), 1�12.

 

Maulana, Heri. (2009). Promosi Kesehatan. Jakarta: EGC.

 

Printina, Agnes Berlina, & Martina, Siska Evi. (2018). Pengaruh Promosi Kesehatan Melalui Video Vlog Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Penyalahgunaan Narkoba Pada Siswa Siswi Di SMP STRADA Marga Mulia Jakarta Selatan. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 02(01), 59�63.

 

Rahayu, Yulius Prasetyo. (2013). Penerapan Bimbingan Kelompok Dengan Media Video Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Bahaya Narkoba Pada Siswa Kelas VIII-D SMP Negeri 2 Ngoro. Jurnal BK UNESA, 04(01), 127�134.

 

Safitri, Eka Indriani, & Syaifudin, Ahmad. (2018). Pengembangan Buku Pengayaan Menulis Teks Eksposisi Berbasis Gerakan Anti Narkoba. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(2), 29�34.

 

Sumoked, Adi Diana, Engkeng, Sulaemana, & Tucunan, Ardiansa. (2019). Promosi Kesehatan Tentang Pengetahuan Penyalahgunaan Narkoba Pada Pelajar di SMA Negeri 1 Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal KESMAS, 8(7), 416�421.

 

Susilowati, Dwi. (2016). Modul Bahan Ajar Keperawatan Promosi Kesehatan. Jakarta: Pusdik SDM Kesehatan.

 

Zakaria. (2002). Teknologi Informasi. Jakarta: Niaga Swadaya.