PENERAPAN SISTEM BOARDING PASS DI PELABUHAN TERMINAL FERRY DOMESTIK SEKUPANG

 

Dewi Ariskha Simatupang1, Ana Lamtiar2

FISIP Raja Ali Haji Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Indonesia

[email protected], [email protected]

 

Riwayat Artikel:

Received: 01-09-2022

Revised: 10-09-2022

Accepted: 29-09-2022

 

Keywords: Port; developing; sea transportation.

 

 

Kata Kunci: Pelabuhan; berkembang; transportasi laut.

 

 

Abstract

Batam City is the largest city in the Riau Islands Province, Indonesia. Batam is part of the Batam�Bintan�Karimun (BBK) special free trade area. Batam is one of the cities with a very strategic location and is on the international shipping road, this city has a very close distance and is directly adjacent to Singapore and Malaysia. As a city that is already far developed compared to other cities in the Riau Archipelago, Batam city is a place for the surrounding community. Because it is separated by the sea from other islands, a sea transportation system is very necessary, in addition to helping the community's economy, it is also a means of transportation for the people of the Riau Archipelago. Therefore, the port is very important. Like other ports, the Sekupang Domestic Ferry Terminal Port is also a facility for the community. This port serves domestic ships such as Tanjung Balai Karimun, Long Strait, Moro, Tembilahan and so on. This port also applies a boarding pass-based passenger shipping system. This boarding pass is done manually through a boarding machine at the port. Thus the existence of this facility also encourages competent Human Resources in their field to handle the use of existing systems such as BMS (Boarding Management System) or Monitor.

 

 

Abstrak

Kota Batam merupakan sebuah kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Batam yaitu komponen dari wilayah khusus perdagangan bebas Batam�Bintan�Karimun (BBK). Batam yaitu salah satu kota dengan letak yang amat strategis dan berada di jalanan pelayaran internasional, kota ini mempunyai jarak yang amat dekat dan berbatasan seketika dengan Singapura dan Malaysia. Sebagai kota yang terbilang sudah jauh berkembang dibandingkan kota lainnya di Kepulauan Riau kota Batam menjadi tempat sarana bagi masyarakat disekitarnya. Karena dipisahkan oleh laut dengan pulau-pulau lain nya sistem transportasi laut sangat diperlukan, selain membantu perekonomian masyarakat juga menjadi alat transportasi bagi masyarakat di Kepulauan Riau. Maka itu pelabuhan sangat penting, Seperti Pelabuhan lainnya, Pelabuhan Terminal Ferry Domestik Sekupang juga menjadi sarana untuk masyarakat. Pelabuhan ini melayani kapal tujuan Domestik seperti Tanjung Balai Karimun, Selat Panjang, Moro, Tembilahan dan lain sebagainya. Pelabuhan ini juga memberlakukan sistem pelayaran penumpang kapal berbasis Boarding Pass. Boarding Pass ini dilakukan secara manual melalu mesin boarding yang ada dipelabuhan. Dengan demikian adanya fasilitas ini juga mendorong agar Sumber Daya Manusia yang berkompeten dibidang nya dalam menangani penggunaan sistem yang ada seperti BMS (Boarding Management System) ataupun Monitor.

 

Corresponding Author: Dewi Ariskha Simatupang

E-mail: [email protected]

 

 

 

PENDAHULUAN

Di Indonesia sistem transportasi Laut sangat penting khususnya di Kepulauan Riau karena terpisahnya dengan pulau-pulau yang ada di sekitaran Kepulauan Riau menjadi salah satu sarana transportasi yang dipergunakan oleh masyarakat (Luti et al., 2012). Angkutan laut menjadi salah satu pergerakan logistic di Indonesia yang terdapat diwilayah-wilayah terpencil, terluar maupun diwilayah perbatasan.

Menurut Dianto dan Martopo (1990), transportasi laut merupakan unit yang memiliki keunggulan lain dimana kapal kapsitas pemuatan yang lebih besar (Jinca, 2019). Menurut pasal 1 UU No.17 Thn 2008 tentang pelayaran. Pelabuhan merupakan tempat yang terdiri atas daratan atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintah dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat tempat kapal bersandar, anik turun penumpang, dan bongkar muat barang (Puspitasari et al., 2016).

Sama seperti halnya pada bandara, di Pelabuhan Terminal Domestik Ferry Sekupang. Boarding Pass didapatkan setelah pembelian tiket pada maskapai kapal. Nantinya akan diperoleh seperti cetakan Boarding Pass yang berisi identitas diri, gerbang (gate), nomor pelayaran, waktu Boarding Pass,Nomor Kursi, Waktu Arrival dan Departure Kapal dan Sebagainya (Hadiana & Hermanto, 2020). Selain bisa meningkatkan Pelayaran dan Keamanan penumpang sistem ini juga memberi kepastian kepada penumpang untuk mendapatkan tempat duduk selamat menumpah perjalanan laut (I MADE, 2021). Dengan adanya sistem ini penumpang bisa tepat waktu dalam pembelian tiket.

Setelah penumpang sampai di pelabuhan dan menuju loket untuk membeli tiket kapal. Tiket kapal merupakan syarat dokumen penting dalam untuk menunjukkan bukti penumpang melakukan pembayaran dan benar telah membayar bangku sebuah kapal (Sasono, 2021). Dokumen ini dipakai untuk mendapatkan Bording Pass di pelabuhan Terminal Ferry Domestik Sekupang.

Boarding pass dan tiket yang telah dilampirkan makan penumpang di perbolehkan menaiki kapal. Dalam hal Boarding Pass sangat baik digunakan di zaman ini sebagai bentuk penerapan digitalisasi sistem pada pelabuhan (Simanjuntak et al., 2021). Terminal Ferry Sekupang. Oleh karena itu, pelayanan penumpang menjadi yang terpenting dalam terciptanya pelayanan yang baik dan mmmmmejaga kenyamanan penumpang. Adanya Bording Pass ini adanya calo-calo penjualan tiket dan overload penumpang kapal pada hari-hari besar.

Dengan Demikian maka perlu adanya fasilitas sarana dan prasarana yang memadai dan Sumbe Daya Manusia yang kompeten dalam menangani pengguna sistem yang ada seperti monitor ataupun BMS (Boarding Management System) yang di gunakan pada pelabuhan Terminal Domestik Ferry Sekupang. Bagaimana sistem penerapan Boarding Pass Di Pelabuhan Terminal Ferry Domestik Sekupang? dan Berapa banyak penumpang yang menggunakan sistem pelayananbording pass di bulan mei?

 

METODA PENELITIAN

Metode atau metodik berasal dari bahasa Greeka, metha (melalui atau melewati), dan hodos (jalan atau cara), jadi metode bisa berarti jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tertentu (Adventyana et al., n.d.). Metode adalah cara atau prosedur yang ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu. Lalu ada satu istilah lainnya yang berkaitan dengan 2 istilah ini, yaitu teknik adalah cara yang spesifik dalam pemecahan masalah tertentu yang ditemukan dalam pelaksanaan prosedur.

Data ini di dapatkan secara langsung, yaitu data yang diperoleh melalaui pengamatan secara langsung dan di kuatkan dengan adanya wawancara. Dalam penelitian ini hasil wawancara dengan narasumberseperti kepada petugas terminal pelabuhan penumpang. Penelitian ini juga melakukan pengamatan secara langsung di Pelabuhan Terminal Ferry Domestik Sekupang.

Data ini di peroleh dalam bentuk file bording pass Pelabuhan Terminal Ferry Domestik Ferry Sekupang. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari teori pendapat para sarjana, artikel yang di dapat dari artikel yang dibahas.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

1.    Gambaran Umum

Pada tahun 1970-an, Batam mulai dikembangkan sebagai basis logistik dan operasional untuk industri minyak dan gas bumi oleh Pertamina (Purwanti, 2016). Kemudian berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 41 Tahun 1973, pembangunan Batam dipercayakan kepada lembaga pemerintah yang bernama Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam atau sekarang dikenal dengan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) (Eunike, 2018).

Badan Pengusahaan (BP) Batam lembaga/instansi pemerintah pusat yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2007 dengan tugas dan wewenang melaksanakan pengelolaan, pengembangan dan pembangunan kawasan sesuai dengan fungsi-fungsi Kawasan (Harianto & Cornelis, 2022). Bp-Batam memiliki 4 Unit usaha yaitu : 1. Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan, berkaitan dengan badan usaha fasilitas dan lingkungan di Batam yang meliputi hunian, gedung, agribisnis, taman, air dan limbah, 2. Badan Usaha Rumah Sakit BP Batam, Berkaitan layanan dan tarif Rumah Sakit BP Batam, 3. Badan Usaha Pelabuhan, Berkaitan dengan badan usaha pelabuhan di Batam yang meliputi pelabuhan penumpang dan barang 4. Badan Usaha Bandar Udara dan TIK, Berkaitan dengan badan usaha di Batam yang meliputi bandar udara, teknologi informasi dan komunikasi (Irvan, 2018).

 

Terminal Domestik Sekupang berlokasi di Jalan RE . Martadinata Sekupang yang melayani kapal tujuan domestik seperti Tanjung Balai Karimun, Selat Panjang, Dumai, Bengkalis, Tembilahan, Moro, dan Tanjung Batu . Pelabuhan ini memiliki dua dermaga dengan panjang masing - masing 20 meter dan lebar 12 meter (Rustam, 2016). Gedung pelabuhannya sendiri terdiri dari dua lantai di mana lantai 1 digunakan sebagai ruang tunggu keberangkatan, sedangkan lantai 2 digunakan sebagai tempat pembelian tiket.

Pelabuhan domestik Sekupang dan Terminal Ferry Internasional Sekupang ini terletak bersebelahan (Sembiring, 2019). Bukan hanya itu pelabuhan ini juga bersebelahan dengan pelabuhan pengumpan dengan tujuan Belakang Padang Pelabuhan di bawah pengelolaan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam sesuai Peraturan Menteri Perhubungan PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019(Covid - 19) hinges kini Terminal Ferry Domestik dan Internasional di bawah pengelolaan BP Batam masih beroperasi seperti biasa.

2.       Fakta Kondisi

Pada Pelabuhan Terminal Ferry Domestik Sekupang sejak oktober 2016 sudah melaksanakan pelayana penumpang berbasis bording pass. Bording pass akses untuk menaiki transportasi kapal yang di berikan dari maskapai pelayaran kepada penumpang yang melakukan proses konfirmasi keberangkatan (Hadiana & Hermanto, 2020).

Pada Zaman yang serba teknologi boarding pass sangat sesuai karena pelayanan penumpang menjadi salah satu pelayanan yang penting agar terciptanya pelayanan yang baik (Hadiana & Hermanto, 2020). begitu juga dengan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai serta sumber daya manusia yang kompeten kepada pengguna jasa angkutan laut. Pada era modern ini pelabuahn di tuntut memberikan pelayanan kepada pengguna jasa dengan semaksimal mungkin memberikan yang terbaik.

 

3.       Hasil

Berdasarkan analisis yang di sampaikan di atas maka penulis akan membahas mengenai penerapan Sistem Boarding Pass Di Pelabuhan Terminal Ferry Domestik Sekupangdan Berapa banyak penumpang yang menggunakan sistem pelayananbording pass di bulan mei. Dalam hal ini agar mengetahui bagaimana implementasi secara langsung dan jumlah penumpang yang menggunakan sistem bording pass. Penulis akan memberikan. Bagaimana penerapannya sesuai dengan rumusan masalah berikut :

a.       Penerapan Sistem Boarding Pass Di Pelabuhan Terminal Ferry Domestik Sekupang.

Pelaksanaan sistem penumpang dengan menggunakan sistem bording penumpang ini dilaksanakan di Pelabuahan Terminal Ferry Domestik Sekupang sesuai dengan Peraturan Mentri Perhubungan RI no.148 Tahun 2016 tanggal 8 Desember 2016 tentang Tata Cara Penetapan Jenis, Struktur, Golongan, dan Formulasi Tarif Jasa Kepelabuhanan pada Pelabuhan Penyeberangan penumpang. Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam penerapan pelayanan sistem bording pass adalah :

1.         Pada saat memasuki gate ingin scan bording pass sering sekali tidak semua gate dibuka sehingga memperlambat proses bording pass dan membuat antrian menjadi Panjang dimana antrian ini menyebabkan orang jalan menuju tempat lain jadi terhalang. Seharusnya petugas operator pelabuhan yang bertugas untuk scan tiket bording pass membuka semua gate dan semua petugas bekerja jangan hanya satu atau dua petugas saja yang berdiri scan bording pass nya, demi kenyamanan dan keamanan dalam bentuk pelayanan di pelabuhan ini (Pendi, 2016).

2.         Pada saat Penulis terjun langsung ke lapangan membantu proses scan bording tiket, penulis sering sekali melihat pegawai instansi yang bepergian hanya membeli tiket tanpa membeli boarding pass. Padahal dengan adanya boarding pass ini membantu pendapatan ekonomi pelabuhan. Di sisi lain, tidak baik rasanya terkesan seperti membedakan-membedakan penumpang seharusnya adil tanpa melihat latar belakang orang tersebut maupun yang memiliki kekuasaan.

Cara pengoperasian Boarding Pass adalah :

  1. Pembelian tiket kapal dan Boarding pass yang dilakukan di loket.
  2. Penumpang menuju gate atas chek point 1
  3. Kemudian penumpang turun ke lantai bawah menujuruang chek point 2
  4. Lalu penumpang memasuki atau menaiki kapal sesuai tujuan keberangkatannya.
  1. Jumlah penumpang yang menggunakan sistem pelayanan bording pass di bulan mei menggunakan sistem BMS (Boarding Managemnt System).

Pada Pelabuhan Terminal Ferry DomestikSekupang penghitungan jumlah penumpang dilakukan dengan menggunakan sisstem BMS (Boarding Managemnt System) untuk menghitung berapa jumlah penumpang yang melakukan keberangkatan di Pelabuhan Terminal Ferry Domestik Sekupang. Data yang penulis dapat kan melalui sistem BMS (Boarding Managemant System) pada Bulan Meisebagai berikut :

 

LAPORAN PENJUALAN TIKET PASS PENUMPANG

BULAN : MEI 2022

TERMINAL PENUMPANG DOMESTIK SEKUPANG

Tanggal

 

LIB

BBS

MIKO

BUDI

AYOD

BLB

PRIMA

TRI

AWANG

TOTAL/HARI

1

2,826

680

812

843

253

597

221

60

-

6,292

2

689

295

425

392

-

28

88

-

-

1,917

3

904

302

688

375

105

374

-

55

-

2,803

4

728

328

704

254

107

288

118

58

-

2,585

5

673

212

592

217

122

210

80

28

-

2,134

6

805

285

582

153

64

223

115

28

 

2,255

7

1,042

348

582

208

165

321

-

40

 

2,706

8

1,265

306

766

278

121

349

118

25

 

3,228

9

607

247

416

100

101

224

85

10

 

1,790

10

452

225

307

122

88

145

92

19

 

1,450

11

424

165

331

87

129

181

-

14

 

1,331

12

460

191

351

104

61

94

102

23

 

1,386

13

298

160

318

76

60

125

58

26

 

1,121

14

485

174

459

83

105

228

70

18

 

1,622

15

704

216

585

190

162

238

-

27

 

2,122

16

744

193

803

143

99

245

86

25

 

2,338

17

511

162

312

82

64

101

49

11

 

1,292

18

361

184

303

81

84

142

58

12

 

1,225

19

345

115

202

98

95

143

 

22

 

1,020

20

320

123

240

61

51

86

65

15

 

961

21

486

188

283

76

81

146

41

28

 

1,329

22

650

167

326

110

59

226

111

11

 

1,660

23

590

64

302

67

120

126

 

15

 

1,284

24

467

89

211

108

72

118

73

19

 

1,157

25

463

91

268

89

40

73

60

9

 

1,093

26

554

70

299

86

61

89

87

16

 

1,262

27

523

102

277

76

129

138

-

-

 

1,245

28

531

81

235

95

70

159

56

12

 

1,239

29

890

100

366

128

79

207

48

17

 

1,835

30

552

93

274

174

20

138

97

15

 

1,363

31

395

46

200

64

76

117

-

16

 

914

TOTAL / BULAN

 

20,744

 

6,002

 

12,819

 

5,020

 

2,843

 

5,879

 

1,978

 

674

 

-

 

55,959

 

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan mengenai penerapan Sistem Boarding Pass Di Pelabuhan Terminal Ferry Domestik Sekupang maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Perlu adanya fasilitas sarana dan prasarana yang memadai dan Sumbe Daya Manusia yang kompeten dalam menangani pengguna sistem yang ada seperti monitor ataupun BMS (Boarding Management System) yang di gunakan pada pelabuhan Terminal Domestik Ferry Sekupang. Pada Zaman yang serba teknologi boarding pass sangat sesuai karena pelayanan penumpang menjadi salah satu pelayanan yang penting agar terciptanya pelayanan yang baik. begitu juga dengan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai serta sumber daya manusia yang kompeten kepada pengguna jasa angkutan laut. Pada era modern ini pelabuahn di tuntut memberikan pelayanan kepada pengguna jasa dengan semaksimal mungkin memberikan yang terbaik. Penghitungan penumpang yang sangat canggih di era modern seperti saat ini dengan menggunakan sistem BMS (Boarding Management System) yang mempermudah penghitungan penumpang maupun penghitungan pendapatan Boarding Pass.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Adventyana, B. D., Sembiring, D. A., oktiani Putri, L., & Windayana, H. (n.d.). Pengelolaan Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Efektivitas Pelaksanaan Pendidikan SD. Google Scholar

 

Eunike, G. (2018). Dualisme Kewenangan Pemerintah Kota Batam Dan Badan Pengusahaan Batam Dalam Bidang Perizinan. Uajy. Google Scholar

 

Hadiana, M. B., & Hermanto, A. (2020). Pelaksanaan Sistem Pelayanan Penumpang Berbasis Boarding Pass Di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Jurnal Sains Teknologi Transportasi Maritim, 2(2), 1�8. Google Scholar

 

Harianto, D., & Cornelis, V. I. (2022). Tinjauan Rangkap Jabatan Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2019 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2007 Tentang Kawasan Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas Batam. Japhtn-Han, 1(1), 120�134. Google Scholar

 

I MADE, R. S. (2021). Tanggung Jawab Pelayanan Jasa Transportasi Laut Oleh Pt. Pelni Terhadap Penumpang Dan Barang. Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Google Scholar

 

Irvan, T. (2018). Kajian Yuridis Pembentukan Badan Usaha Pelabuhan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Journal of Law and Policy Transformation, 3(1), 199�212. Google Scholar

 

Jinca, I. M. Y. (2019). Transportasi laut Indonesia: analisis sistem & studi kasus. Firstbox Media. Google Scholar

 

Luti, I., Hasanbasri, M., & Lazuardi, L. (2012). Kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan sistem rujukan kesehatan daerah kepulauan di kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia: JKKI, 1(1). Google Scholar

 

Pendi, P. (2016). Kupas Tuntas Penerbangan. Deepublish. Google Scholar

 

Purwanti, A. (2016). Penataan objek wisata sebagai strategi komunikasi dinas pariwisata dan kebudayaan dalam kegiatan visit Batam 2010. Jurnal Komunikasi, 10(1), 29�40. Google Scholar

 

Puspitasari, N., Soemarmi, A., & Juliani, H. (2016). Fungsi Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Sebagai Sarana Pendukung Industri Perikanan di Jakarta Utara. Diponegoro Law Journal, 5(4), 1�17. Google Scholar

 

Rustam, A. (2016). Desain Konseptual Pengembangan Pelabuhan Khusus Ternak: Studi Kasus Pelabuhan Kalbut Situbondo. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Google Scholar

 

Sasono, H. B. (2021). Manajemen Pelabuhan dan Realisasi Ekspor Impor. Penerbit Andi. Google Scholar

 

Sembiring, J. W. B. (2019). Keindahan Merlion Park Sebagai Ikon Wisata Singapura. Google Scholar

 

Simanjuntak, M., Setiawan, A., Nasrullah, N., Abdillah, L. A., Mistriani, N., Simarmata, J., Tjahjana, D., Sari, O. H., Banjarnahor, A. R., & Triharjono, B. A. (2021). Pemasaran Digital Pariwisata Indonesia. Yayasan Kita Menulis. Google Scholar

 

Lambert, Eric G., Keena, Linda D., Leone, Matthew, May, David, & Haynes, Stacy H. (2019). The effects of distributive and procedural justice on job satisfaction and organizational commitment ofcorrectional staff. Social Science Journal, 57(4), 405�416. https://doi.org/10.1016/j.soscij.2019.02.002

 

Oades, & Cantore, Stefan P. (2017). Positive Approaches to Organizational Change. The Wiley Blackwell Handbook of the Psychology of Positivity and Strengths-Based Approaches at Work, 272�296. https://doi.org/10.1002/9781118977620.ch16

 

Ortiz, Daniel A. Cerna., Lau, Wai Kwan, & Qin, Hong. (2013). Quantitative analysis of impacts of employee engagement on continuance and normative commitment. International Journal of Services and Standards, 8(4), 315�331. https://doi.org/10.1504/IJSS.2013.058227

 

Sheraz, A., Afzal, MM, & Rehman, K. ur. (2017). Testing a Model of Ethical Leadership , Organizational Commitment and Its Outcomes with Social Exchange as Mediating Variable : A Pakistani Corporate Sector Perspective. Journal of Managerial Sciences - Qurtuba University, 11(3), 342�370.

 

Soelton, Mochamad, Suatoni, Marco, Yanuar, Tantri, Syah, Rahmat, Ramli, Yanto, Santoso, Puji, Amanda, Bella, & Octaviani, Rini. (2020). Conceptualizing The Role of Organizational Commitment. American International Journal of Business Management (AIJBM) ISSN, 3(8), 178�188.

 

Sutisna, Ismie Fauziah. (2020). Gaya kepemimpinan dalam mendukung perilaku organisasi di PT. Kerry Ingredients Indonesia pada masa pandemi covid-19. Jurnal PROFIT Kajian Pendidikan Ekonomi Dan Ilmu Ekonomi, 7(2), 158�166. https://doi.org/10.36706/jp.v7i2.12904

 

Ugaddan, Reginald G., & Park, Sung Min. (2017). Quality of leadership and public service motivation. International Journal of Public Sector Management, 30(3), 270�285. https://doi.org/10.1108/IJPSM-08-2016-0133

 

Wright, Bradley E., Christensen, Robert K., & Isett, Kimberley Roussin. (2013). Motivated to Adapt? The Role of Public Service Motivation as Employees Face Organizational Change. Public Administration Review, 73(5), 738�747. https://doi.org/10.1111/puar.12078

 

Yates, L. (2011). Exploring the relationship of ethical leadership with job satisfaction, organizational commitment, and organizational citizenship behavior. The Journal of Values-Based Leadership, 7(1), 1�14.