PENERAPAN
SISTEM BOARDING PASS DI PELABUHAN TERMINAL FERRY DOMESTIK SEKUPANG
Dewi Ariskha Simatupang1, Ana Lamtiar2
FISIP Raja Ali Haji Tanjung Pinang, Kepulauan
Riau, Indonesia
[email protected],
[email protected]
|
Riwayat Artikel: Received: 01-09-2022 Revised: 10-09-2022 Accepted: 29-09-2022 Keywords:
Port; developing; sea transportation. Kata
Kunci: Pelabuhan;
berkembang; transportasi laut. |
|
Abstract Batam City is the largest city in the Riau Islands
Province, Indonesia. Batam is part of the Batam�Bintan�Karimun (BBK) special
free trade area. Batam is one of the cities with a very strategic location
and is on the international shipping road, this city has a very close
distance and is directly adjacent to Singapore and Malaysia. As a city that
is already far developed compared to other cities in the Riau Archipelago,
Batam city is a place for the surrounding community. Because it is separated
by the sea from other islands, a sea transportation system is very necessary,
in addition to helping the community's economy, it is also a means of
transportation for the people of the Riau Archipelago. Therefore, the port is
very important. Like other ports, the Sekupang Domestic Ferry Terminal Port
is also a facility for the community. This port serves domestic ships such as
Tanjung Balai Karimun, Long Strait, Moro, Tembilahan and so on. This port
also applies a boarding pass-based passenger shipping system. This boarding
pass is done manually through a boarding machine at the port. Thus the
existence of this facility also encourages competent Human Resources in their
field to handle the use of existing systems such as BMS (Boarding Management
System) or Monitor. |
|
|
Abstrak
Kota Batam merupakan sebuah kota terbesar di Provinsi
Kepulauan Riau, Indonesia. Batam yaitu komponen dari wilayah khusus
perdagangan bebas Batam�Bintan�Karimun (BBK). Batam yaitu salah satu kota
dengan letak yang amat strategis dan berada di jalanan pelayaran
internasional, kota ini mempunyai jarak yang amat dekat dan berbatasan
seketika dengan Singapura dan Malaysia. Sebagai kota yang terbilang sudah
jauh berkembang dibandingkan kota lainnya di Kepulauan Riau kota Batam
menjadi tempat sarana bagi masyarakat disekitarnya. Karena dipisahkan oleh
laut dengan pulau-pulau lain nya sistem transportasi laut sangat diperlukan,
selain membantu perekonomian masyarakat juga menjadi alat transportasi bagi
masyarakat di Kepulauan Riau. Maka itu pelabuhan sangat penting, Seperti
Pelabuhan lainnya, Pelabuhan Terminal Ferry Domestik Sekupang juga menjadi
sarana untuk masyarakat. Pelabuhan ini melayani kapal tujuan Domestik seperti
Tanjung Balai Karimun, Selat Panjang, Moro, Tembilahan dan lain sebagainya.
Pelabuhan ini juga memberlakukan sistem pelayaran penumpang kapal berbasis
Boarding Pass. Boarding Pass ini dilakukan secara manual melalu mesin
boarding yang ada dipelabuhan. Dengan demikian adanya fasilitas ini juga
mendorong agar Sumber Daya Manusia yang berkompeten dibidang nya dalam
menangani penggunaan sistem yang ada seperti BMS (Boarding Management System)
ataupun Monitor. |
Corresponding Author:
Dewi Ariskha Simatupang�
E-mail:
[email protected]
PENDAHULUAN
Di Indonesia sistem transportasi Laut
sangat penting khususnya di Kepulauan Riau karena terpisahnya dengan
pulau-pulau yang ada di sekitaran Kepulauan Riau menjadi salah satu sarana
transportasi yang dipergunakan oleh masyarakat (Luti et al., 2012). Angkutan
laut menjadi salah satu pergerakan logistic di Indonesia yang terdapat
diwilayah-wilayah terpencil, terluar maupun diwilayah perbatasan.
Menurut Dianto dan Martopo (1990),
transportasi laut merupakan unit yang memiliki keunggulan lain dimana kapal
kapsitas pemuatan yang lebih besar (Jinca, 2019).
Menurut pasal 1 UU No.17 Thn 2008 tentang pelayaran. Pelabuhan merupakan tempat
yang terdiri atas daratan atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagai
tempat kegiatan pemerintah dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai
tempat tempat kapal bersandar, anik turun penumpang, dan bongkar muat barang (Puspitasari
et al., 2016).
Sama seperti halnya pada bandara, di
Pelabuhan Terminal Domestik Ferry Sekupang. Boarding Pass didapatkan setelah
pembelian tiket pada maskapai kapal. Nantinya akan diperoleh seperti cetakan
Boarding Pass yang berisi identitas diri, gerbang (gate), nomor pelayaran,
waktu Boarding Pass,Nomor Kursi, Waktu Arrival dan Departure Kapal dan
Sebagainya (Hadiana
& Hermanto, 2020).
Selain bisa meningkatkan Pelayaran dan Keamanan penumpang sistem ini juga
memberi kepastian kepada penumpang untuk mendapatkan tempat duduk selamat
menumpah perjalanan laut (I MADE,
2021).
Dengan adanya sistem ini penumpang bisa tepat waktu dalam pembelian tiket.
Setelah penumpang sampai di pelabuhan
dan menuju loket untuk membeli tiket kapal. Tiket kapal merupakan syarat
dokumen penting dalam untuk menunjukkan bukti penumpang melakukan pembayaran
dan benar telah membayar bangku sebuah kapal (Sasono,
2021).
Dokumen ini dipakai untuk mendapatkan Bording Pass di pelabuhan Terminal Ferry
Domestik Sekupang.
Boarding pass dan tiket yang telah
dilampirkan makan penumpang di perbolehkan menaiki kapal. Dalam hal Boarding
Pass sangat baik digunakan di zaman ini sebagai bentuk penerapan digitalisasi
sistem pada pelabuhan (Simanjuntak
et al., 2021).
Terminal Ferry Sekupang. Oleh karena itu, pelayanan penumpang menjadi yang
terpenting dalam terciptanya pelayanan yang baik dan mmmmmejaga kenyamanan
penumpang. Adanya Bording Pass ini adanya calo-calo penjualan tiket dan
overload penumpang kapal pada hari-hari besar.
Dengan Demikian maka perlu adanya
fasilitas sarana dan prasarana yang memadai dan Sumbe Daya Manusia yang
kompeten dalam menangani pengguna sistem yang ada seperti monitor ataupun BMS
(Boarding Management System) yang di gunakan pada pelabuhan Terminal Domestik
Ferry Sekupang. Bagaimana sistem penerapan Boarding Pass Di Pelabuhan Terminal
Ferry Domestik Sekupang? dan Berapa banyak penumpang yang menggunakan sistem
pelayanan� bording pass di bulan mei?
METODA PENELITIAN
Metode atau
metodik berasal dari bahasa Greeka, metha (melalui atau melewati), dan hodos
(jalan atau cara), jadi metode bisa berarti jalan atau cara yang harus dilalui
untuk mencapai tujuan tertentu (Adventyana
et al., n.d.). Metode adalah cara atau prosedur yang ditempuh untuk mencapai tujuan
tertentu. Lalu ada satu istilah lainnya yang berkaitan dengan 2 istilah ini,
yaitu teknik adalah cara yang spesifik dalam pemecahan masalah tertentu yang
ditemukan dalam pelaksanaan prosedur.
Data ini di
dapatkan secara langsung, yaitu data yang diperoleh melalaui pengamatan secara
langsung dan di kuatkan dengan adanya wawancara. Dalam penelitian ini hasil
wawancara dengan narasumber� seperti
kepada petugas terminal pelabuhan penumpang. Penelitian ini juga melakukan
pengamatan secara langsung di Pelabuhan Terminal Ferry Domestik Sekupang.
Data ini di
peroleh dalam bentuk file bording pass Pelabuhan Terminal Ferry Domestik Ferry
Sekupang. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari teori pendapat para
sarjana, artikel yang di dapat dari artikel yang dibahas.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.
Gambaran
Umum
Pada tahun 1970-an, Batam mulai dikembangkan
sebagai basis logistik dan operasional untuk industri minyak dan gas bumi oleh
Pertamina (Purwanti, 2016).
Kemudian berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 41 Tahun 1973,
pembangunan Batam dipercayakan kepada lembaga pemerintah yang bernama Otorita
Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam atau sekarang dikenal dengan Badan
Pengusahaan Batam (BP Batam) (Eunike, 2018).
Badan Pengusahaan (BP) Batam
lembaga/instansi pemerintah pusat yang dibentuk berdasarkan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2007 dengan tugas dan wewenang
melaksanakan pengelolaan, pengembangan dan pembangunan kawasan sesuai dengan
fungsi-fungsi Kawasan (Harianto & Cornelis, 2022).
Bp-Batam memiliki 4 Unit usaha yaitu : 1. Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan,
berkaitan dengan badan usaha fasilitas dan lingkungan di Batam yang meliputi
hunian, gedung, agribisnis, taman, air dan limbah, 2. Badan Usaha Rumah Sakit
BP Batam, Berkaitan layanan dan tarif Rumah Sakit BP Batam, 3. Badan Usaha
Pelabuhan, Berkaitan dengan badan usaha pelabuhan di Batam yang meliputi
pelabuhan penumpang dan barang 4. Badan Usaha Bandar Udara dan TIK, Berkaitan
dengan badan usaha di Batam yang meliputi bandar udara, teknologi informasi dan
komunikasi (Irvan, 2018).
Terminal Domestik Sekupang berlokasi di
Jalan RE . Martadinata Sekupang yang melayani kapal tujuan domestik seperti
Tanjung Balai Karimun, Selat Panjang, Dumai, Bengkalis, Tembilahan, Moro, dan
Tanjung Batu . Pelabuhan ini memiliki dua dermaga dengan panjang masing -
masing 20 meter dan lebar 12 meter (Rustam, 2016). Gedung
pelabuhannya sendiri terdiri dari dua lantai di mana lantai 1 digunakan sebagai
ruang tunggu keberangkatan, sedangkan lantai 2 digunakan sebagai tempat
pembelian tiket.
Pelabuhan domestik Sekupang dan Terminal
Ferry Internasional Sekupang ini terletak bersebelahan (Sembiring, 2019). Bukan hanya itu
pelabuhan ini juga bersebelahan dengan pelabuhan pengumpan dengan tujuan
Belakang Padang Pelabuhan di bawah pengelolaan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP
Batam sesuai Peraturan Menteri Perhubungan PM 25
Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran
Corona Virus Disease 2019� (Covid - 19)
hinges kini Terminal Ferry Domestik dan Internasional di bawah pengelolaan BP
Batam masih beroperasi seperti biasa.
2.
Fakta
Kondisi
Pada Pelabuhan Terminal Ferry Domestik
Sekupang sejak oktober 2016 sudah melaksanakan pelayana penumpang berbasis
bording pass. Bording pass akses untuk menaiki transportasi kapal yang di
berikan dari maskapai pelayaran kepada penumpang yang melakukan proses
konfirmasi keberangkatan (Hadiana & Hermanto, 2020).
Pada Zaman yang serba teknologi boarding
pass sangat sesuai karena pelayanan penumpang menjadi salah satu pelayanan yang
penting agar terciptanya pelayanan yang baik (Hadiana & Hermanto, 2020). begitu
juga dengan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai serta sumber daya
manusia yang kompeten kepada pengguna jasa angkutan laut. Pada era modern ini
pelabuahn di tuntut memberikan pelayanan kepada pengguna jasa dengan semaksimal
mungkin memberikan yang terbaik.
3.
Hasil
Berdasarkan analisis yang di sampaikan
di atas maka penulis akan membahas mengenai penerapan Sistem Boarding Pass Di
Pelabuhan Terminal Ferry Domestik Sekupang�
dan Berapa banyak penumpang yang menggunakan sistem pelayanan� bording pass di bulan mei. Dalam hal ini agar
mengetahui bagaimana implementasi secara langsung dan jumlah penumpang yang
menggunakan sistem bording pass. Penulis akan memberikan. Bagaimana
penerapannya sesuai dengan rumusan masalah berikut :
a.
Penerapan Sistem Boarding Pass Di
Pelabuhan Terminal Ferry Domestik Sekupang.
Pelaksanaan sistem penumpang dengan
menggunakan sistem bording penumpang ini dilaksanakan di Pelabuahan Terminal
Ferry Domestik Sekupang sesuai dengan Peraturan Mentri Perhubungan RI no.148
Tahun 2016 tanggal 8 Desember 2016 tentang Tata Cara Penetapan Jenis, Struktur,
Golongan, dan Formulasi Tarif Jasa Kepelabuhanan pada Pelabuhan Penyeberangan
penumpang. Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam penerapan pelayanan sistem
bording pass adalah :
1.
Pada saat memasuki gate ingin scan
bording pass sering sekali tidak semua gate dibuka sehingga memperlambat proses
bording pass dan membuat antrian menjadi Panjang dimana antrian ini menyebabkan
orang jalan menuju tempat lain jadi terhalang. Seharusnya petugas operator
pelabuhan yang bertugas untuk scan tiket bording pass membuka semua gate dan
semua petugas bekerja jangan hanya satu atau dua petugas saja yang berdiri scan
bording pass nya, demi kenyamanan dan keamanan dalam bentuk pelayanan di
pelabuhan ini (Pendi, 2016).
2.
Pada saat Penulis terjun langsung ke
lapangan membantu proses scan bording tiket, penulis sering sekali melihat
pegawai instansi yang bepergian hanya membeli tiket tanpa membeli boarding
pass. Padahal dengan adanya boarding pass ini membantu pendapatan ekonomi
pelabuhan. Di sisi lain, tidak baik rasanya terkesan seperti
membedakan-membedakan penumpang seharusnya adil tanpa melihat latar belakang
orang tersebut maupun yang memiliki kekuasaan.
Cara pengoperasian Boarding Pass adalah
:
Pada Pelabuhan Terminal Ferry
Domestik� Sekupang penghitungan jumlah
penumpang dilakukan dengan menggunakan sisstem BMS (Boarding Managemnt System)
untuk menghitung berapa jumlah penumpang yang melakukan keberangkatan di
Pelabuhan Terminal Ferry Domestik Sekupang. Data yang penulis dapat kan melalui
sistem BMS (Boarding Managemant System) pada Bulan Mei� sebagai berikut :
LAPORAN
PENJUALAN TIKET PASS PENUMPANG
BULAN :
MEI 2022
TERMINAL
PENUMPANG DOMESTIK SEKUPANG
|
Tanggal |
|
|||||||||
|
LIB |
BBS |
MIKO |
BUDI |
AYOD |
BLB |
PRIMA |
TRI |
AWANG |
TOTAL/HARI |
|
|
1 |
2,826 |
680 |
812 |
843 |
253 |
597 |
221 |
60 |
- |
6,292 |
|
2 |
689 |
295 |
425 |
392 |
- |
28 |
88 |
- |
- |
1,917 |
|
3 |
904 |
302 |
688 |
375 |
105 |
374 |
- |
55 |
- |
2,803 |
|
4 |
728 |
328 |
704 |
254 |
107 |
288 |
118 |
58 |
- |
2,585 |
|
5 |
673 |
212 |
592 |
217 |
122 |
210 |
80 |
28 |
- |
2,134 |
|
6 |
805 |
285 |
582 |
153 |
64 |
223 |
115 |
28 |
|
2,255 |
|
7 |
1,042 |
348 |
582 |
208 |
165 |
321 |
- |
40 |
|
2,706 |
|
8 |
1,265 |
306 |
766 |
278 |
121 |
349 |
118 |
25 |
|
3,228 |
|
9 |
607 |
247 |
416 |
100 |
101 |
224 |
85 |
10 |
|
1,790 |
|
10 |
452 |
225 |
307 |
122 |
88 |
145 |
92 |
19 |
|
1,450 |
|
11 |
424 |
165 |
331 |
87 |
129 |
181 |
- |
14 |
|
1,331 |
|
12 |
460 |
191 |
351 |
104 |
61 |
94 |
102 |
23 |
|
1,386 |
|
13 |
298 |
160 |
318 |
76 |
60 |
125 |
58 |
26 |
|
1,121 |
|
14 |
485 |
174 |
459 |
83 |
105 |
228 |
70 |
18 |
|
1,622 |
|
15 |
704 |
216 |
585 |
190 |
162 |
238 |
- |
27 |
|
2,122 |
|
16 |
744 |
193 |
803 |
143 |
99 |
245 |
86 |
25 |
|
2,338 |
|
17 |
511 |
162 |
312 |
82 |
64 |
101 |
49 |
11 |
|
1,292 |
|
18 |
361 |
184 |
303 |
81 |
84 |
142 |
58 |
12 |
|
1,225 |
|
19 |
345 |
115 |
202 |
98 |
95 |
143 |
|
22 |
|
1,020 |
|
20 |
320 |
123 |
240 |
61 |
51 |
86 |
65 |
15 |
|
961 |
|
21 |
486 |
188 |
283 |
76 |
81 |
146 |
41 |
28 |
|
1,329 |
|
22 |
650 |
167 |
326 |
110 |
59 |
226 |
111 |
11 |
|
1,660 |
|
23 |
590 |
64 |
302 |
67 |
120 |
126 |
|
15 |
|
1,284 |
|
24 |
467 |
89 |
211 |
108 |
72 |
118 |
73 |
19 |
|
1,157 |
|
25 |
463 |
91 |
268 |
89 |
40 |
73 |
60 |
9 |
|
1,093 |
|
26 |
554 |
70 |
299 |
86 |
61 |
89 |
87 |
16 |
|
1,262 |
|
27 |
523 |
102 |
277 |
76 |
129 |
138 |
- |
- |
|
1,245 |
|
28 |
531 |
81 |
235 |
95 |
70 |
159 |
56 |
12 |
|
1,239 |
|
29 |
890 |
100 |
366 |
128 |
79 |
207 |
48 |
17 |
|
1,835 |
|
30 |
552 |
93 |
274 |
174 |
20 |
138 |
97 |
15 |
|
1,363 |
|
31 |
395 |
46 |
200 |
64 |
76 |
117 |
- |
16 |
|
914 |
|
TOTAL / BULAN |
20,744 |
6,002 |
12,819 |
5,020 |
2,843 |
5,879 |
1,978 |
674 |
- |
55,959 |
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan mengenai penerapan Sistem
Boarding Pass Di Pelabuhan Terminal Ferry Domestik Sekupang maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut : Perlu adanya fasilitas sarana dan prasarana yang
memadai dan Sumbe Daya Manusia yang kompeten dalam menangani pengguna sistem
yang ada seperti monitor ataupun BMS (Boarding Management System) yang di
gunakan pada pelabuhan Terminal Domestik Ferry Sekupang. Pada Zaman yang serba
teknologi boarding pass sangat sesuai karena pelayanan penumpang menjadi salah
satu pelayanan yang penting agar terciptanya pelayanan yang baik. begitu juga
dengan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai serta sumber daya manusia
yang kompeten kepada pengguna jasa angkutan laut. Pada era modern ini pelabuahn
di tuntut memberikan pelayanan kepada pengguna jasa dengan semaksimal mungkin
memberikan yang terbaik. Penghitungan penumpang yang sangat canggih di era
modern seperti saat ini dengan menggunakan sistem BMS (Boarding Management
System) yang mempermudah penghitungan penumpang maupun penghitungan pendapatan
Boarding Pass.
DAFTAR PUSTAKA
�Adventyana, B. D., Sembiring,
D. A., oktiani Putri, L., & Windayana, H. (n.d.). Pengelolaan Sarana dan
Prasarana dalam Meningkatkan Efektivitas Pelaksanaan Pendidikan SD. Google
Scholar
Eunike, G. (2018). Dualisme Kewenangan Pemerintah Kota
Batam Dan Badan Pengusahaan Batam Dalam Bidang Perizinan. Uajy. Google
Scholar
Hadiana, M. B., & Hermanto, A. (2020). Pelaksanaan Sistem
Pelayanan Penumpang Berbasis Boarding Pass Di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Jurnal
Sains Teknologi Transportasi Maritim, 2(2), 1�8. Google
Scholar
Harianto, D., & Cornelis, V. I. (2022). Tinjauan Rangkap
Jabatan Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2019 Tentang Perubahan
Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2007 Tentang Kawasan Perdagangan
Bebas Dan Pelabuhan Bebas Batam. Japhtn-Han, 1(1), 120�134. Google
Scholar
I MADE, R. S. (2021). Tanggung Jawab Pelayanan Jasa
Transportasi Laut Oleh Pt. Pelni Terhadap Penumpang Dan Barang. Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang. Google
Scholar
Irvan, T. (2018). Kajian Yuridis Pembentukan Badan Usaha
Pelabuhan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Journal of Law and Policy
Transformation, 3(1), 199�212. Google
Scholar
Jinca, I. M. Y. (2019). Transportasi laut Indonesia:
analisis sistem & studi kasus. Firstbox Media. Google
Scholar
Luti, I., Hasanbasri, M., & Lazuardi, L. (2012).
Kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan sistem rujukan kesehatan daerah
kepulauan di kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Kebijakan
Kesehatan Indonesia: JKKI, 1(1). Google
Scholar
Pendi, P. (2016). Kupas Tuntas Penerbangan.
Deepublish. Google
Scholar
Purwanti, A. (2016). Penataan objek wisata sebagai strategi
komunikasi dinas pariwisata dan kebudayaan dalam kegiatan visit Batam 2010. Jurnal
Komunikasi, 10(1), 29�40. Google
Scholar
Puspitasari, N., Soemarmi, A., & Juliani, H. (2016).
Fungsi Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Sebagai Sarana Pendukung Industri
Perikanan di Jakarta Utara. Diponegoro Law Journal, 5(4), 1�17. Google
Scholar
Rustam, A. (2016). Desain Konseptual Pengembangan Pelabuhan
Khusus Ternak: Studi Kasus Pelabuhan Kalbut Situbondo. Surabaya: Institut
Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Google
Scholar
Sasono, H. B. (2021). Manajemen Pelabuhan dan Realisasi
Ekspor Impor. Penerbit Andi. Google
Scholar
Sembiring, J. W. B. (2019). Keindahan Merlion Park Sebagai
Ikon Wisata Singapura. Google
Scholar
Simanjuntak, M., Setiawan, A., Nasrullah, N.,
Abdillah, L. A., Mistriani, N., Simarmata, J., Tjahjana, D., Sari, O. H.,
Banjarnahor, A. R., & Triharjono, B. A. (2021). Pemasaran Digital
Pariwisata Indonesia. Yayasan Kita Menulis. Google
Scholar
Lambert, Eric G., Keena, Linda D., Leone, Matthew,
May, David, & Haynes, Stacy H. (2019). The effects of distributive and
procedural justice on job satisfaction and organizational commitment
ofcorrectional staff. Social Science Journal, 57(4), 405�416.
https://doi.org/10.1016/j.soscij.2019.02.002
Oades, & Cantore, Stefan P. (2017). Positive
Approaches to Organizational Change. The Wiley Blackwell Handbook of the
Psychology of Positivity and Strengths-Based Approaches at Work, 272�296.
https://doi.org/10.1002/9781118977620.ch16
Ortiz, Daniel A. Cerna., Lau, Wai Kwan, & Qin,
Hong. (2013). Quantitative analysis of impacts of employee engagement on
continuance and normative commitment. International Journal of Services and
Standards, 8(4), 315�331. https://doi.org/10.1504/IJSS.2013.058227
Sheraz, A., Afzal, MM, & Rehman, K. ur. (2017).
Testing a Model of Ethical Leadership , Organizational Commitment and Its
Outcomes with Social Exchange as Mediating Variable : A Pakistani
Corporate Sector Perspective. Journal of Managerial Sciences - Qurtuba
University, 11(3), 342�370.
Soelton, Mochamad, Suatoni, Marco, Yanuar, Tantri,
Syah, Rahmat, Ramli, Yanto, Santoso, Puji, Amanda, Bella, & Octaviani,
Rini. (2020). Conceptualizing The Role of Organizational Commitment. American
International Journal of Business Management (AIJBM) ISSN, 3(8),
178�188.
Sutisna, Ismie Fauziah. (2020). Gaya kepemimpinan
dalam mendukung perilaku organisasi di PT. Kerry Ingredients Indonesia pada
masa pandemi covid-19. Jurnal PROFIT Kajian Pendidikan Ekonomi Dan Ilmu
Ekonomi, 7(2), 158�166. https://doi.org/10.36706/jp.v7i2.12904
Ugaddan, Reginald G., & Park, Sung Min. (2017).
Quality of leadership and public service motivation. International Journal
of Public Sector Management, 30(3), 270�285.
https://doi.org/10.1108/IJPSM-08-2016-0133
Wright, Bradley E., Christensen, Robert K., &
Isett, Kimberley Roussin. (2013). Motivated to Adapt? The Role of Public
Service Motivation as Employees Face Organizational Change. Public
Administration Review, 73(5), 738�747.
https://doi.org/10.1111/puar.12078
Yates, L. (2011). Exploring the relationship of
ethical leadership with job satisfaction, organizational commitment, and
organizational citizenship behavior. The Journal of Values-Based Leadership,
7(1), 1�14.