PENGARUH
E- SERVICE QUALITY, E-TRUST, E-SATISFACTION TERHADAP E-LOYALITAS NASABAH
PERBANKAN INDONESIA
Yeni Mariana, Jul Aidil Fadli
Universitas Esa Unggul
[email protected], [email protected]
�
|
Riwayat Artikel: Received: 02-09-2022 Revised: 06-09-2022 Accepted: 12-09-2022 Keywords: E-Service Quality, E-Trust, Esatisfaction dan E
Loyality, banking. Kata Kunci: E-Service Quality,
E-Trust, Esatisfaction dan E Loyality, banking. |
|
Abstract In the current
digital era, the banking world is starting to compete to use electronic
services, electronic trust and electronic satisfaction with electronic
loyalty. The role of digital will ultimately measure these electronic
variables in banking customers who use electronic banking services in Indonesia.
This research was conducted on 199 Indonesian banking customers using a
questionnaire, this research is quantitative with multiple regression
analysis method. The results of this study indicate that E-Service Quality
has a positive effect on E-Loyalty to banking customers in Indonesia, E-Trust
has a positive effect on E-Loyalty to banking customers in Indonesia.
E-Satisfaction does not have a positive effect on E-Loyalty to banking
customers in Indonesia. Meanwhile, the variables E-Service Quality, E-Trust,
E-Satisfaction have a positive effect on E-Loyalty to banking customers in
Indonesia. For further researchers, add other variables that can affect
employee E-Loyalty, or replace other research variables so that they are able
to enrich and more comprehensive results. This research has implications for
Indonesian Banking to consider E-Service Quality, E-Trust, E Satisfaction in
order to be able to increase E-Loyalty so that banking goals can be achieved
effectively and well as expected. In addition, it is necessary to further
examine in detail the relationship of E-satisfaction to loyalty in the
Indonesian banking world. |
|
|
Abstrak Di era digital
saat ini dunia perbankan mulai berlomba lomba untuk menggunakan layanan
elektronik, kepercayaan elektronik dan kepuasan elektronik terhadap loyalitas
elektronik. Peran digital akhirnya akan mengukur variable elektronik tersebut pada nasabah perbankan yang menggunakan layanan elektronik perbankan di Indonesia. Penelitian
ini dilakukan pada 199 nasabah perbankan Indonesia dengan menggunakan kuesioner, penelitian ini kuantitatif dengan metode Analisa regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa E-Service Quality berpengaruh positif terhadap E-Loyalitas pada nasabah Perbankan di Indonesia, E-Trust berpengaruh positif terhadap E-Loyalitas pada nasabah Perbankan di Indonesia. E-Satisfaction tidak berpengaruh
positif terhadap E-Loyalitas pada nasabah Perbankan di Indonesia. Sedangkan
secara Bersama sama
variable E-Service
Quality, E-Trust, E-Satisfaction berpengaruh positif
terhadap E-Loyalitas pada nasabah perbankan di Indonesia. Untuk Peneliti selanjutnya menambah variabel lain yang dapat mempengaruhi E-Loyalitas karyawan, atau mengganti variabel penelitian lainnya sehingga
mampu memperkaya dan hasil yang lebih komprehensif. Penelitian
ini memberikan implikasi kepada Perbankan
Indonesia agar mempertimbangkan E-Service Quality, E-Trust, E Satisfaction agar mampu meningkatkan E-Loyalitas �sehingga
tujuan perbankan dapat tercapai dengan efektif dan baik sesuai dengan
yang diharapkan. Selain itu perlunya untuk lebih meneliti
secara detail hubungan E-satisfaction terhadap
loyalitas pada dunia perbankan
Indonesia. |
Corresponding
Author: Yeni Mariana�
E-mail: yenimariana7979@gmail.com
PENDAHULUAN
Sektor perbankan telah mengalami
perkembangan besar selama tiga dekade terakhir, terutama dalam otomatisasi
layanan perbankan dan penggunaan teknologi perbankan untuk mencapai sasaran
biaya dan melayani pelanggan mereka dengan lebih baik. Pengelolaan perbankan yang berkualitas sangat diperlukan untuk mencapai
tujuan secara efektif dan efisien. Model bisnis bank bertujuan untuk
memfasilitasi aliran dana/modal dalam suatu perekonomian dengan melakukan
fungsi intermediasi antara nasabah dengan Bank (Fadli et al.,
2021). Bagi Perbankan dituntut untuk dapat meningkatkan kinerjanya melalui
peningkatan kualitas melalui teknologi. Teknologi memiliki peran penting dalam
Perbankan saat ini, di mana
Internet Banking telah
membuat hidup lebih sederhana bagi jutaan dan jutaan orang di seluruh dunia.
Untuk meningkatkan pelayanan terhadap nasabah, bank harus menggunakan teknologi
internet agar dapat melayani nasabahnya dalam waktu 24 jam (Sasono et al.,
2021). Dengan inovasi ini, industri jasa tepatnya industri perbankan mampu
menghadapi revolusi besar dalam menjangkau nasabahnya. Peningkatan teknologi
telah membuat perubahan yang signifikan di mana Integrasi layanan Internet ini
telah menyebabkan munculnya Internet
Banking. Internet Banking, merupakan suatu bentuk perbankan elektronik di mana
klien dapat memanfaatkan berbagai layanan perbankan seperti melakukan
pembayaran tagihan dan investasi (Raza et al.,
2020)
Layanan Perbankan ini ke semuanya adalah bentuk layanan
yang diberikan untuk kepuasan terhadap nasabah yang pada akhirnya akan membuat
nasabah Loyal terhadap bank tersebut. Hal ini dilakukan melalui pemenuhan
kebutuhan bagi pelanggannya (Imran et
al., 2018; Jong et
al., 2019). Loyalitas pelanggan sangat penting karena peran mereka
terhadap pengembangan bisnis, keberlanjutan dan kelangsungan hidup Saat ini
dari mulut ke mulut lebih kuat dari yang lain. Saat ini pelanggan lebih memilih
untuk mengungkapkan perasaannya melalui media sosial. Pelanggan lebih
bersemangat untuk berbagi pengalaman baik positif maupun negative (Razak dan
Shamsudin, 2019). Dengan Berkembangnya dunia digital yang mulai tumbuh,
maka konsep loyalitas dalam konteks lingkungan online, sering disebut e-loyalty.
Ketika datang ke pertumbuhan dan umur panjang bisnis online, ��e-loyaltitas mengacu pada tindakan menghasilkan dan
mempertahankan loyalitas pelanggan dalam pasar digital (Sasono
et al., 2021).
Kunci untuk bertahan di pasar global adalah fokus pada kualitas layanan
bagi pelanggan (Supriyanto et al.,
2021). Kemajuan dalam sistem berbasis teknologi telah membentuk cara baru bagi
organisasi untuk berkomunikasi dengan nasabah mereka. Kehadiran internet
memudahkan bank untuk melakukan pemasaran dan pelayanan secara elektronik,
sedangkan bagi nasabah internet banking telah memungkinkan untuk
melakukan transaksi perbankan konvensional seperti mengakses rekening tabungan
kapan saja, melacak saldo rekening, mendapatkan e-statement, membayar
tagihan online, belanja online, transfer dana, dan banyak lagi dalam beberapa
klik dan dalam hitungan menit (Sasono et
al., 2021). Beberapa layanan Self Service Technology (SST)
dalam layanan elektronik, seperti Anjungan Tunai Mandiri, online banking,
mobile banking, dan mesin check-in mandiri di bandara, belanja online,
pembayaran tagihan online,dan sebagainya sangat populer di kalangan pelanggan (Shahid Iqbal et al.,
2018). Selain itu perusahaan harus
selalu dapat mengikuti perkembangan zaman di era teknologi ini dengan cara
terus menerus untuk meningkatkan kualitas layanan elektronik (E-Service
Quality) serta dapat membangun kepercayaan elektronik (E-Trust) dan
akan memberikan kepuasan pelayanan elektronik (E-Satisfaction ) pada
pelanggan atau nasabah, serta secara tidak langsung pelanggan atau nasabah akan
selalu menggunakan layanan elektronik Mobile Banking tersebut jika sistem
pelayanannya baik dan memuaskan (Mubarok
dan Kurriwati, 2021).
E-Service Quality yang baik juga perlu diperkuat dengan landasan
kepercayaan (Trust) di mana landasan pelayanan perbankan terletak pada
faktor kepercayaan antar bank dan konsumen dengan tujuan akhir untuk memberikan
layanan berkualitas dengan biaya transaksi yang lebih rendah (Shankar dan
Jebarajakirthy, 2019). Kepercayaan dalam layanan elektronik menjadi faktor yang sangat mutlak bagi
bank dalam memberikan layanan terbaiknya. Sebab loyalitas pelanggan dapat
diperoleh suatu perusahaan apabila kepuasan dan kepercayaan pelanggan telah
tercapai (Indrawati et al.,
2020). Sebab jika kualitas layanan yang diberikan melalui elektronik tersebut
tidak dapat dipercaya keamanannya, maka nasabah akan mengalami ketidak
percayaan terhadap produk layanan elektronik
tersebut, oleh sebab itu kepercayaan dan loyalitas sangat penting dalam
lingkungan elektronik (Ul Haq
& Awan, 2020). Kepercayaan yang timbul pada suatu situs online ataupun
layanan elektronik perbankan sering juga disebut E-Trust (Mubarok & Kurriwati, 2021).
Selain dari kepercayaan terhadap layanan elektronik
perbankan, nasabah perbankan juga perlu untuk bisa puas dengan layanan dan kepercayaan
elektronik yang sudah diberikan. Untuk dapat mencapai kepuasan pelanggan tidak
mudah karena pelanggan semakin rumit dan canggih (Rita et
al., 2019). Semakin lama pelanggan tetap puas, semakin sering mereka
akan kembali ke perusahaan di masa depan dan lebih memilih membeli
barang dan jasa daripada dari produk pesaing (Afif Abdul
Razak & Md Nayan, 2020). Retensi pelanggan juga merupakan langkah untuk
mempertahankan loyalitas. Pelanggan yang puas akan tetap berada dalam siklus
hidup pelanggan dan kemudian berubah menjadi loyalitas ((Borishade
et al.), 2018); ((Chicu et
al.), 2019). Upaya untuk melihat kepuasan pelanggan dilakukan dengan melihat beberapa
faktor seperti citra perusahaan, kualitas pelayanan, harga dan nilai yang
dirasakan pelanggan. Nilai, gambar, kualitas, dan harga secara signifikan
mempengaruhi kepuasan pelanggan di sektor jasa termasuk jasa keuangan (Shinta et al.,
2020). Kepuasan dalam layanan elektronik ini sering disebut dengan Kepuasan
elektronik (E-Satisfaction).
Akhir-akhir ini, berbagai penelitian telah dilakukan untuk menyelidiki
faktor faktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan elektronik seperti
penelitian yang dilakukan oleh (Shankar &
Jebarajakirthy, 2019) pada industri perbankan, dengan melakukan penelitian pada 1,028 pengguna e-banking
di India, di mana menjelaskan pengaruh e service quality, e
satisfaction memiliki hubungan positif terhadap e loyalitas. Dalam
penelitian ini juga ditemukan bahwa kepuasan nasabah dapat meningkatkan
loyalitas yang tinggi. Sedangkan ((Indrawati et al.),
2020) melakukan penelitian pengaruh kualitas layanan,
kepercayaan dan kepuasan pasien terhadap loyalitas pada 190 responden di rumah
sakit x di Jakarta Indonesia. Di mana hasilnya menunjukkan bahwa service
quality dan kepercayaan berpengaruh terhadap loyalitas. Sedangkan
penelitian Kualitas layanan elektronik, kepuasan elektronik terhadap loyalitas
pada perspektif belanja online di perusahaan marketing lokal Pakistan,
seperti penelitian yang di lakukan oleh (Ul Haq & Awan, 2020) terhadap 976 responden. Mashaqi et al. (2020); Harazneh et al. (2020), melakukan penelitian Kualitas layanan elektronik, kepuasan elektronik
terhadap loyalitas pada perspektif belanja online di UEA dan Jordania.
Penelitian terkait kepuasan elektronik terhadap loyalitas elektronik seperti
penelitian yang dilakukan oleh
Di akhir penelitiannya Shankar dan
Jebarajakirthy (2019); Ul Haq dan Awan (2020) perlunya penelitian lebih lanjut agar dapat secara
empiris memverifikasi hubungan kepercayaan awal bersama dengan kepuasan
pelanggan di e-banking dan dapat mempertimbangkan data bank dari
berbagai negara. Oleh karena itu, untuk lebih menggeneralisasi temuan Shankar dan
Jebarajakirthy (2019); Ul Haq dan Awan (2020), penelitian lanjutan perlu untuk replikasi dengan
pengguna e-banking di negara lain selain India dan Pakistan. Studi
perbandingan orang Asia dengan daerah lain bisa menjadi studi yang bermanfaat
dan dapat memperoleh hasil yang berbeda. Namun demikian dalam penelitian ini peneliti mencoba melanjutkan penelitian
sebelumnya dengan menggabungkan variabel kualitas produk, kualitas layanan dan
kepuasan pelanggan ke dalam satu penelitian terhadap loyalitas pelanggan di
situasi pandemi Covid 19 dan tahun 2022. Selain itu penelitian sebelumnya
dilakukan pada industri perbankan di luar negeri dan industri pemasaran online
serta rumah sakit, sedangkan penelitian ini akan dilakukan pada industri
perbankan Swasta di Indonesia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas
layanan elektronik, kepercayaan elektronik dan kepuasan elektronik terhadap
loyalitas pelanggan elektronik pada industri perbankan di Indonesia menggunakan
layanan SST. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi rujukan bagi perusahaan
Perbankan dalam memberikan layanan elektroniknya kepada nasabahnya agar dapat
memperhatikan aspek kualitas layanan dan kepercayaan untuk bisa membuat
pelanggan puas dan loyal. Sedangkan bagi nasabah penelitian ini dapat
menjadikan bahan evaluasi terhadap layanan elektronik yang diberikan oleh
perbankan untuk memberikan kepuasan dan dapat terus menggunakan layanan
elektroniknya. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan rujukan dan
acuan bagi para mahasiswa dan akademisi untuk perkembangan ilmu pemasaran dan
penelitian lanjutan.
METODE PENELITIAN
Pada pengukuran
penelitian ini menggunakan 3 variabel independen yaitu kualitas layanan
elektronik, kepuasan pelanggan elektronik, dan variabel dependen Loyalitas
pelanggan elektronik. Dalam penelitian ini peneliti akan mengumpulkan dokumentasi pengukuran tiap variable, Kemudian hasil dokumentasi ini dilengkapi dengan survey melalui
kuesioner secara daring (Fadli, 2021). Dalam pengukuran
dengan menggunakan Skala Linkert 1-5 di
mana skor 1 adalah Sangat tidak setuju, skor 2 Tidak setuju, skor 3 netral dan
skor 4 setuju dan skor 5 sangat setuju (Syah dan Wijoyo, 2021).
Penelitian ini
dilakukan pada nasabah Bank Central Asia (BCA) yang berkedudukan di Jakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan untuk menguji
model penelitian, signifikansi hubungan antara variabel dengan faktor, dan
hipotesis. Tahap penyebaran survei terdiri dari kegiatan pre-test
survei, pembentukan model penelitian, studi konfirmasi serta analisis data.
Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 200 responden.
Teknik pengambilan sampel adalah menggunakan teknik purposive sampling sehingga
sampel akan dipilih dengan kriteria yang ditentukan (Kusuma dan Fadli, 2021), berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu sesuai
dengan tujuan penelitian
Setelah seluruh hasil kuesioner
dikumpulkan oleh peneliti maka selanjutnya akan di analisa menggunakan regresi
linier Berganda. Regresi linear berganda digunakan untuk penelitian yang
memiliki lebih dari satu variabel independen. Menurut Ghozali (2019), analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui arah dan
seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Data variabel penelitian diolah dengan menggunakan program Software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 26. Metode analisis yang digunakan meliputi
analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear
berganda, dan uji hipotesis.
HASIL PENELITIAN
Pada Analisa deskriptif pada penelitian ini
akan dijelaskan mengenai demografi responden yang secara detail dalam pengisian
kuesioner menunjukkan bahwa� jenis
kelamin pria dengan jumlah tertinggi 109 orang dan Wanita 91 orang, persentase
pria sebesar 55% sedangkan Wanita 45%. Untuk Pendidikan jumlah tertinggi adalah
SMA � Diploma sebanyak 109 orang dengan 55%, S1 80 orang dengan 40%, S2 10
orang dengan 10%. Untuk Usia jumlah tertinggi adalah usia 26-30 Tahun sebanyak
56 orang dengan persentase 28%, usia 18-25 Tahun sebanyak 53 orang dengan
persentase 26%, usia 31-40 Tahun sebanyak 56 orang dengan persentase 25%, usia
>40 Tahun sebanyak 56 orang dengan persentase 21%. Sedangkan untuk nilai
tertinggi pada pekerjaan menunjukkan karyawan dengan jumlah 126 orang dan nilai
persentase 63%, Wiraswasta 49 25%, Pelajar 18 9%, PNS 6 3%. Lama menjadi
nasabah lebih dari 1 tahun 142 orang dengan nilai persentase 71%, Kurang dari 6
bulan 30 orang dengan nilai persentase 15%, 6 sampai satu tahun sebanyak 27
orang dengan nilai persentase 14%.
Berdasarkan hasil Uji validitas menunjukkan bahwa seluruh indicator
memiliki nilai >0,6 sehingga seluruh variable dinyatakan valid. Sedangkan
pada uji Reliabilitas juga menunjukkan bahwa seluruh variable memiliki nilai
> 0,6 sehingga seluruh variable dinyatakan reliabel dan layan untuk
dilanjutkan ke uji selanjutnya.
Uji asumsi klasik dilakukan untuk mendapatkan model regresi linier berganda baik yang memenuhi kriteria BLUE (Best Linier Unbiased Estimator). Sampel harus terbebas
dari gangguan normalitas.
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Dalam penelitian ini, uji normalitas terhadap residual dengan menggunakan uji
Kolmogorov-Smirnov. Tingkat signifikansi yang digunakan. Dasar pengambilan keputusan adalah melihat angka probabilitas,
dengan ketentuan sebagai berikut (Ghozali, 2016). Jika nilai probabilitas 0,05, maka asumsi normalitas terpenuhi. Jika probabilitas <
0,05, maka asumsi normalitas tidak terpenuhi.
Tabel 1 Uji Normalitas
Sumber: Output SPSS, data diolah peneliti 2022
�������� Perhatikan
bahwa berdasarkan tabel 2, diketahui nilai probabilitas atau Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,200. Karena nilai probabilitas, yakni 0,200 lebih besar dibandingkan
tingkat signifikansi, yakni 0,05. Hal ini berarti asumsi normalitas terpenuhi. Berdasarkan hasil uji normalitas dengan normal
probability plot titik-titik cenderung
menyebar dekat dengan garis diagonal dan penyebaran
mengikuti arah garis diagonal.
Hal ini berarti asumsi normalitas dipenuhi. Berdasarkan hasil uji normalitas dengan histogram, terlihat kurva membentuk kurva normal dengan menunjukkan suatu pola yang tidak menceng baik ke
kanan maupun ke kiri. Hal ini
berarti data berdistribusi
normal.
������� Uji multikolinieritas digunakan untuk menguji apakah model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Multikolonieritas dapat
dilihat dari nilai toleran dan Variance Inflation Factors (VIF). Tolerence
mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan
variabel independen�� lainnya. Jadi nilai
Tolerence yang rendah sama dengan nilai VIF yang tinggi (karena VIF =
1/Tolerence). Nilai cut-off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolineritas
adalah nilai Toleransi ≥ 0.10 atau sama dengan VIF ≤ 10. (Ghozali, 2016).
Tabel 2 Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
a. Dependent Variable: E-Loyaliyas (EL)
b.
Sumber
: Data Olahan Peneliti, 2022
Berdasarkan
tabel 4 menunjukkan bahwa semua variabel independen mempunyai nilai toleran
lebih besar dari 0,10 yaitu ESQ, sebesar 0,946, ET sebesar 0,152, ES sebesar
0,153, dan belanja daerah sebesar 0,960. Nilai Variance Inflation Factors (VIF)
dari masing-masing variabel lebih kecil dari 10. Nilai VIF dari ESQ sebesar
1,057, ET sebesar 6,576, ES sebesar 6,528. Oleh karena itu dapat diambil
kesimpulan bahwa tidak terjadi multikolonieritas di antara variabel independen.
Uji
heterokedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi
ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.
Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada
tidaknya pola tertentu pada grafik scatter plot antara SRESID pada sumbu Y, dan
ZPRED pada sumbu X. (Ghozali, 2016). Ghozali (2016) menyatakan dasar analisis
adalah jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola
tertentu yang teratur, maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah
angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Perhatikan bahwa
berdasarkan gambar 5, tidak terdapat pola yang begitu jelas, serta titik-titik
menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi
heteroskedastisitas.
Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan
regresi linier berganda. Analisis regresi berganda digunakan untuk menguji
pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen. Berikut
hasil regresi linear bergandal.
Koefisien determinasi merupakan suatu nilai (nilai
proporsi) yang mengukur seberapa besar kemampuan variabel independen yang
digunakan dalam persamaan regresi, dalam menerangkan variasi variabel dependen.
Nilai koefisien determinasi adalah antara nol sampai dengan satu (0 ≤ R2 ≤ 1). Hasil koefisien
determinasi (R2) dapat dilihat pada tabel 4.5 sebagai berikut
Tabel 3 Koefisien Determinasi
Sumber: Output SPSS Dioleh Peneliti 2022
Berdasarkan tabel 4.5 diketahui
nilai koefisien determinasi (Adjusted R-Square) adalah
0.597. Nilai tersebut dapat
diartikan variabel ESQ, ET,
ES secara bersama-sama atau simultan mampu
mempengaruhi EL sebesar
59,7%, sisanya sebesar
40,3% dijelaskan oleh variabel
lainnya di luar penelitian ini.
Uji
parsial digunakan untuk menunjukkan pengaruh variabel independen secara� individual�
terhadap� variabel� dependen.�
Uji� ini�� digunakan untuk menguji pengaruh ESQ, ET, ES
terhadap EL secara parsial. Nilai uji t dapat dilihat dengan membandingkan t hitung
dengan t tabel.
Tabel 4 Uji t
a. Dependent Variable: E-Loyalitas (EL)
Sumber: Output SPSS Dioleh Peneliti 2022
�������� Berdasarkan tabel 4 diketahui nilai t hitung sebesar 1,999 dan nilai Sig.
adalah 0,047 sehingga hipotesis 1 di terima. Nilai t tabel hitung sebesar 6,871
dan nilai Sig. adalah 0,000 sehingga hipotesis 2 diterima. nilai t hitung
sebesar -0,429 dan nilai Sig. adalah 0,668 sehingga hipotesis 3 di tolak.
������� Uji F ini akan menunjukkan apakah variabel independen yakni ESQ, ET,ES secara bersama-sama
atau simultan berpengaruh terhadap variabel dependen yakni EL. Pengujian hipotesis menggunakan statistik F, maka pengambilan keputusannya adalah tingkat signifikansi yang digunakan
α = 5%, yang artinya kemungkinan
kesalahan hanya boleh lebih kecil
atau sama dengan 5%. Jika lebih besar maka variabel
tersebut tidak layak dipakai:
Tabel 5 Uji F
Sumber:
Output SPSS Dioleh Peneliti
2022.
������� Berdasarkan tabel 4.6 diketahui nilai F hitung sebesar 98,741 dan nilai Sig.
adalah 0,000. Nilai F tabel, dengan df1 = 3 (X1, X2, X3), df2 = 199 � 4 (X1,
X2, X3, Y) = 195 dan tingkat signifikansi 0,05 adalah F tabel sebesar 2,413. F
hitung 98,741 > nilai F tabel 2,413 (F tabel tersaji di lampiran) dan nilai
Sig. 0,000 < 0,05, maka ESQ, ET, ES secara simultan atau bersama-sama
berpengaruh signifikan terhadap EL.
DISKUSI
�Hasil Pengujian E-Service Quality berpengaruh positif terhadap E-Loyalitas.
Berdasarkan hasil pengujian untuk variabel E-Service Quality mempunyai
nilai koefisien regresi dari variabel E-Loyalitas adalah 0.093, serta nilai t hitung 1,999 yakni bernilai positif dan nilai Sig. Adalah
0,047 yakni lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Sehingga hasil ini menjelaskan bahwa E-Service Quality
berpengaruh positif terhadap E-Loyalitas. Pada industri perbankan yang
kuat dalam penerapan layanan digital faktor kualitas layanan menjadi faktor
yang penting sebab pelanggan akan mengalami sebuah pengalaman layanan yang
memuaskan sehingga ujungnya akan puas terhadap perbankan tersebut. Kualitas
layanan yang prima serta kuat akan mendorong
pelanggan untuk semakin loyal terhadap perbankan, standar tersebut menjadi parameter yang kuat bagi pelanggan
untuk mendapatkan standar layanan yang sudah ditentukan. Hasil penelitian ini juga konsisten dengan
hasil penelitian yang dilakukan oleh Harazneh et
al. (2020; Indrawati et al. (2020; Mashaqi et al. (2020;
Shahid Iqbal et al. (2018); Shankar dan Jebarajakirthy (2019); Ul Haq
dan Awan (2020), Dimana hasil penelitiannya menjelaskan bahwa e-satisfaction berpengaruh positif terhadap e-loyalty pelanggan.
Hasil E-Trust berpengaruh positif terhadap E-Loyalitas. Berdasarkan
hasil pengujian pada tabel 4 untuk variabel E-Trust mempunyai nilai koefisien regresi dari
variabel E-Loyalitas adalah 0.795 serta nilai t hitng 6,871 yakni bernilai positif dan nilai Sig. Adalah
0,000 yakni lebih kecil dari tingkat signifikansi
0,05.� Sehingga hasil ini menjelaskan
bahwa E-Trust berpengaruh positif terhadap E-Loyalitas.
Pada industri perbankan factor kepercayaan sangat dominan dalam sebuah
bisnis perbankan, sebab dalam pengelolaan
dana masyarakat apabila tidak ada kepercayaan
akan mengakibatkan masyarakan enggan untuk menempatkan uanganya pada industry perbankan.
Perlu kita cermati bahwa jasa
perbankan adalah jasa yang mengedepankan kepercayaan sehingga semakin dapat dipercayanya
pervabkan tersebuat akan membuat nasabah
loyal terhadap perbankan itu sendiri. Hasil penelitian ini juga konsisten dengan
hasil penelitian yang dilakukan oleh Garepasha
et al. (2020); Indrawati et al. (2020), Di mana hasil penelitiannya menjelaskan bahwa e-trust berpengaruh positif terhadap e-loyalty pelanggan.
Hasil E-Satisfaction berpengaruh positif terhadap E-Loyalitas.
Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4 untuk variabel E-Satisfaction mempunyai nilai
koefisien regresi dari variabel E-Loyalitas adalah -0,049 serta nilai t
hitung -0,429 yakni bernilai negatif dan nilai
Sig. Adalah 0,668 yakni lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05. Sehingga
hasil ini menjelaskan bahwa E-Satisfaction tidak berpengaruh positif terhadap E-Loyalitas. Hal ini erat kaitannya
antara kepuasan elektronik terhadap loyalitas elektronik, sebab faktor kepuasan bukan merupakan satu-satunya variable yang mempengaruhi loyalitas elektronik, karena di dalam layanan digital masih banyak faktor
penting yang mempengaruhi loyalitas, seperti kecepatan aplikasi, kemudahan interface, user
experience dan keamanan,
jaringan internet menjadi faktor lain selain kepuasan
elektronik. Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan hasil penelitian yang
dilakukan oleh Harazneh et
al. (2020; Indrawati et al. (2020; Mashaqi et al. (2020;
Shahid Iqbal et al. (2018); Shankar dan Jebarajakirthy (2019); Ul Haq
dan Awan (2020), yang menjelaskan bahwa kepuasan elektronik berpengaruh positif terhadap loyalitas elektronik.
Hasil E-Service Quality, E-Trust, E- Satisfaction Bersama Sama terhadap E-Loyalitas. Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 5
untuk variabel E-Service
Quality, E-Trust, E- Satisfaction mempunyai nilai koefisien regresi dari nilai Sig. Adalah
0,000 yakni lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Sehingga
hasil ini menjelaskan bahwa E-Service Quality, E-Trust, E- Satisfaction Bersama Sama terhadap E-Loyalitas. Hal ini menjelaskan
bahwa ke tiga variable independent mampu mempengaruhi e-loyalitas. Semakin tinggi kualitas layanan, dan semakin tingginya kepercayaan dan kepuasan secara Bersama sama akan meningkatkan loyalitas pelanggan pada perbankan di Indonesia. Hasil penelitian ini juga konsisten dengan
hasil penelitian yang dilakukan oleh �(Harazneh
et al., 2020; (Indrawati et al.), 2020; (Mashaqi et al.),
2020; (Shahid Iqbal et al.), 2018; (Shankar & Jebarajakirthy), 2019;
(Ul Haq & Awan), 2020), yang meneliti hubungan kualitas layanan, kepercayaan
dan kepuasan elektronik terhadap loyalitas elektronik. Di mana hasil penelitiannya menjelaskan bahwa kualitas
layanan, kepercayaan dan kepuasan elektronik terhadap loyalitas pelanggan.
�
KESIMPULAN
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa E-Service Quality berpengaruh
positif terhadap E-Loyalitas pada nasabah Perbankan di Indonesia, E-Trust berpengaruh
positif terhadap E-Loyalitas pada nasabah Perbankan di Indonesia. E-Satisfaction tidak berpengaruh positif terhadap E-Loyalitas pada nasabah Perbankan di Indonesia. Sedangkan
secara Bersama sama
variable E-Service Quality, E-Trust, E-Satisfaction berpengaruh
positif terhadap E-Loyalitas pada nasabah perbankan di Indonesia.
Keterbatasan dalam penelitian
ini dari jumlah sampel untuk mewakili
keseluruhan karyawan Perbankan di Indonesia sangat terbatas.
Proses
pengambilan data menggunakan kuesioner juga mengandung kelemahan, dikarenakan kondisi
bekerja maka kuesioner menggunakan google
form.
Tidak semua responden dapat dipastikan menjawab dengan jujur dan
sungguh-sungguh terhadap butir-butir pertanyaan yang diajukan. Peneliti tidak
mampu mengontrol kualitas jawaban karena tidak memungkinkan memandu responden
untuk menjawab dengan jujur sesuai dengan kondisi sebenarnya dan memahami
substansi pertanyaan dengan pemahaman yang benar. Keterbatasan waktu
dan situasi lokasi yang berbeda beda
juga menjadi sebuah kesulitan.
Dengan segala keterbatasan yang
ada, berharap hasil penelitian ini mampu memberikan pengetahuan dan wawasan
khususnya bagi peneliti sendiri dan umumnya untuk kalangan umum dan akademisi.
Oleh karena itu, sangat disarankan penelitian ini dapat dilanjutkan dengan
menambah variabel lain yang dapat mempengaruhi E-Loyalitas karyawan, atau mengganti
variabel penelitian lainnya sehingga mampu memperkaya dan hasil yang lebih
komprehensif. Selain itu diharapkan juga untuk lokus penelitian pada bidang
industri yang berbeda serta pada lokasi dan wilayah yang berbeda pula. Atau bisa juga untuk pengembangan di Perbankan seluruh Indonesia dengan sampel yang lebih banyak sehingga
dapat menghasilkan data
yang akurat.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana
pengaruh E-Service Quality, E-Trust, E Satisfaction terhadap E-Loyalitas Karyawan pada Perbankan Indonesia. Penelitian ini memberikan implikasi kepada Perbankan Indonesia agar mempertimbangkan E-Service Quality, E-Trust,
E Satisfaction agar mampu meningkatkan E-Loyalitas �sehingga tujuan perbankan dapat tercapai
dengan efektif dan baik sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu perlunya
untuk lebih meneliti secara detail hubungan E-satisfaction terhadap
loyalitas pada dunia perbankan
Indonesia.
DAFTAR
PUSTAKA
�Afif Abdul
Razak, M., & Md Nayan, S. (2020). The price of customer satisfaction. Journal
of Undergraduate Social Science and Technology, 2(2), 77�81.
Al-Agaga, A. M. (2012). Factors That
Influence E-Loyalty Of Internet Banking Users. International Journal of
Electronic Commerce Studies, 3(2), 297�304.
https://doi.org/10.7903/ijecs.1097
Armstrong, M. (2006). A Handbook
of Human Resource Management Practice Edition. Kogan Page.
Borishade, T., Kehinde, O., Iyiola,
O., Olokundun, M., Ibidunni, A., Dirisu, J., & Omotoyinbo, C. (2018).
Dataset on customer experience and satisfaction in healthcare sector of
Nigeria. Data in Brief, 20, 1850�1853.
https://doi.org/10.1016/j.dib.2018.06.070
Chicu, D., P�mies, M. del M., Ryan,
G., & Cross, C. (2019). Exploring the influence of the human factor on
customer satisfaction in call centres. BRQ Business Research Quarterly, 22(2),
83�95. https://doi.org/10.1016/j.brq.2018.08.004
Cyr, D., Head, M., & Ivanov, A.
(2006). Design aesthetics leading to m-loyalty in mobile commerce. Information
& Management, Vol. 43 No, 950�963.
Flavian, C., Guinaliuand, M., &
Gurrea, R. (2006). The role played by perceived usability, satisfaction and consumer
trust on website loyalty. Information and Management, 43(1).
Garepasha, A., Aali, S., Bafandeh
Zendeh, A. R., & Iranzadeh, S. (2020). Relationship dynamics in customer
loyalty to online banking services. Journal of Islamic Marketing, 12(4),
830�863. https://doi.org/10.1108/JIMA-09-2019-0183
Gounaris, S., Dimitriadis, S., &
Stathakopoulos, V. (2005). Antecedents of perceived quality in the context of
Internet retail stores. Journal of Marketing Managemen, 21(7),
669�682.
Harazneh, I., Adaileh, M. J., Thbeitat,
A., Afaneh, S., Khanfar, S., Harasis, A. A., & Elrehail, H. (2020). The
impact of quality of services and satisfaction on customer loyalty: The
moderate role of switching costs. Management Science Letters, 10(8),
1843�1856. https://doi.org/10.5267/j.msl.2019.12.034
Imran, M., Abdul Hamid, S. N. B.,
& Aziz, A. B. (2018). The influence of TQM on export performance of SMEs:
Empirical evidence from manufacturing sector in Pakistan using PLS-SEM. Management
Science Letters, 8(5), 483�496. https://doi.org/10.5267/j.msl.2018.3.003
Indrawati, R., Elizar, C., Mutiara,
R., & Roespinoedji, D. (2020). Service Quality, Customer Satisfaction,
Customer Trust, and Customer Loyalty in the Service of Pediatric Polyclinic
(Case Study At Private H Hospital of East Jakarta, Indonesia). Not Supported,
04(02), 105�111.
Jong, C. Y., Sim, A. K. S., &
Lew, T. Y. (2019). The relationship between TQM and project performance:
Empirical evidence from Malaysian construction industry. Cogent Business and
Management, 6(1), 1�31.
https://doi.org/10.1080/23311975.2019.1568655
Kotler, P., Armstrong, G., Harris,
L., & C. He, H. (2020). Principles of Marketing Eighth Europe an Edition
(eighth). Pearson.
Kotler, P., Armstrong, G., &
Opresnik, M. O. (2019). Principles of Marketing (17 Global). Pearson
Education Limited.
Kotler, P., Keller, K. L., Brady,
M., Goodman, M., & Hansen, T. (2019). Marketing management. In Soldering
& Surface Mount Technology (4th Europe, Vol. 13, Issue 3). Pearson
Education Limited. https://doi.org/10.1108/ssmt.2001.21913cab.040
Lin, J. S. C., & Hsieh, P. L.
(2011). Assessing the Self-service Technology Encounters: Development and
Validation of SSTQUAL Scale. Journal of Retailing, 87(2),
194�206. https://doi.org/10.1016/j.jretai.2011.02.006
Mahoney, L. M., & Tang, T.
(2016). Strategic Social Media From Marketing To Social Change. In Strategic
Social Media.
Mashaqi, E., Al-Hajri, S.,
Alshurideh, M., & Al Kurdi, B. (2020). the Impact of E-Service Quality,
E-Recovery Services on E-Loyalty in Online Shopping: Theoretical Foundation and
Qualitative Proof. PalArch�s Journal of Archaeology of Egypt/Egyptology,
17(10), 2291�2316.
Meuter, M., & Curran, J. (2005).
Self-Service Technology Adoption: Comparing Three Technologies. Journal of
Services Marketing, 19(2), 103�113.
Mubarok, A., & Kurriwati, N.
(2021). Pengaruh E-Service Quality dan E-Trust terhadap E-Satisfaction Pada
Nasabah Pengguna Aplikasi Mobile Banki�ng Bank Tabungan Negara Bangkalan. Jurnal
Kajian Ilmu Manajemen (JKIM), 1(1), 91�97. https://doi.org/10.21107/jkim.v1i1.11336
Oliver, R. L. (1997). Satisfaction
A Behavioral Perspective On The Consumer. McGraw-Hill Education.
Parasuraman, A., Zeithaml, V. A.,
& Malhotra, A. (2005). E-S-QUAL A Multiple-Item Scale for Assessing
Electronic Service Quality. Journal of Service Research, Volume 7,
1�21.
Raza, S. A., Umer, A., Qureshi, M.
A., & Dahri, A. S. (2020a). Internet banking service quality, e-customer
satisfaction and loyalty: the modified e-SERVQUAL model. TQM Journal, 32(6),
1443�1466. https://doi.org/10.1108/TQM-02-2020-0019
Raza, S. A., Umer, A., Qureshi, M.
A., & Dahri, A. S. (2020b). Internet banking service quality, e-customer
satisfaction and loyalty: the modified e-SERVQUAL model. The TQM Journal,
32(6), 1443�1466. https://doi.org/10.1108/TQM-02-2020-0019
Razak, A. A., & Shamsudin, M. F.
(2019). The influence of atmospheric experience on Theme Park Tourist�s
satisfaction and loyalty in Malaysia. International Journal of Innovation,
Creativity and Change, 6(9), 10�20.
Rita, P., Oliveira, T., &
Farisa, A. (2019). The impact of e-service quality and customer satisfaction on
customer behavior in online shopping. Heliyon, 5(10), e02690.
https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2019.e02690
Santos, J. (2003). E-service
quality: a model of virtual service quality dimensions. Managing Service
Quality, Vol. 13 No, 233�246.
Sasono, I., Jubaedi, A. D.,
Novitasari, D., Wiyono, N., Riyanto, R., Oktabrianto, O., Jainuri, J., &
Waruwu, H. (2021). The Impact of E-Service Quality and Satisfaction on Customer
Loyalty: Empirical Evidence from Internet Banking Users in Indonesia. Journal
of Asian Finance, Economics and Business, 8(4), 465�473.
https://doi.org/10.13106/jafeb.2021.vol8.no4.0465
Shahid Iqbal, M., Ul Hassan, M.,
& Habibah, U. (2018a). Impact of self-service technology (SST) service
quality on customer loyalty and behavioral intention: The mediating role of
customer satisfaction. Cogent Business and Management, 5(1).
https://doi.org/10.1080/23311975.2018.1423770
Shahid Iqbal, M., Ul Hassan, M.,
& Habibah, U. (2018b). Impact of self-service technology (SST) service
quality on customer loyalty and behavioral intention: The mediating role of
customer satisfaction. Cogent Business and Management, 5(1),
1�23. https://doi.org/10.1080/23311975.2018.1423770
Shankar, A., & Jebarajakirthy,
C. (2019). The influence of e-banking service quality on customer loyalty. International
Journal of Bank Marketing, 37(5), 1119�1142.
https://doi.org/10.1108/IJBM-03-2018-0063
Shinta, S., Syah, T. Y. R. and,
& Negoro, D. A. (2020). Determinants of Customer Satisfaction and Customer
Loyalty Over City Market Citra Raya. Journal of Multidisciplinary Academic,
4(2), 94�98.
Supriyanto, A., Wiyono, B. B., &
Burhanuddin, B. (2021). Effects of service quality and customer satisfaction on
loyalty of bank customers. Cogent Business and Management, 8(1).
https://doi.org/10.1080/23311975.2021.1937847
Syah, T. Y. R., & Wijoyo, C. K.
(2021). Service Quality and Customer Satisfaction on WOM a Private Hospital in
Indonesia. JMMR (Jurnal Medicoeticolegal Dan Manajemen Rumah Sakit), 10(1),
Layouting. https://doi.org/10.18196/jmmr.v10i1.10141
Trabelsi-Zoghlami, A., Berraies, S.,
& Ben Yahia, K. (2020). Service quality in a mobile-banking-applications
context: do users� age and gender matter? Total Quality Management and
Business Excellence, 31(15�16), 1639�1668.
https://doi.org/10.1080/14783363.2018.1492874
Tran, V. D., & Vu, Q. H. (2019).
Inspecting the relationship among E-service quality, E-trust, E-customer
satisfaction and behavioral intentions of online shopping customers. Global
Business & Finance Review, 24(3), 29�42.
Ul Haq, I., & Awan, T. M.
(2020). Impact of e-banking service quality on e-loyalty in pandemic times
through interplay of e-satisfaction. Vilakshan - XIMB Journal of Management,
17(1/2), 39�55. https://doi.org/10.1108/xjm-07-2020-0039
Wahyuni, T., Jul, ;, & Fadli, A.
(2021). Pengaruh Sikap, Norma Subjektif, Dan Persepsi Kendali Perilaku Terhadap
Niat Beli Ulang Produk Kosmetik Halal. Jurnal Akuntansi Dan Manajemen Esa
Unggul (JAME), 9(1), 22�38.
Zeithaml, V. A. (2018). �Service
Quality Dimensions.� Services Marketing Integrating Customer Focus Across the
Firm (7th ed.). MC Graw Hil Education.