PENGARUH KEPEMIMPINAN
ETIS DAN MOTIVASI INTRINSIK TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DAN KETERLIBATAN
KARYAWAN
Fenna
Cristina1, Endang Ruswanti 2
Universitas Esa Unggul
[email protected]1, [email protected]2
|
Riwayat Artikel: Received: 01-09-2022 Revised: 07-09-2022 Accepted: 15-09-2022 Keywords:
Intrinsic Motivation;
Ethical Leadership; Organizational Commitment; Employee Engagement. Kata
Kunci: Motivasi Intrinsik; Kepemimpinan Etis; Komitmen Organisasi; Keterlibatan Karyawan. |
|
Abstract The Covid-19 pandemic has forced companies to make policies to reduce
working hours and reduce employees because there is not much work to do and
no income. So companies must be selective in selecting employees. Where the
company must choose employees with good work performance to be maintained and
terminate the employment relationship for employees who have standard work
performance. This study uses the intrinsic motivation variable as an
additional variable and there are still few researchers who do it in retail
companies. This study has a purpose, namely to examine the factors that
influence employee involvement in companies where organizational commitment
is an intervening variable that mediates the influence of ethical leadership
and intrinsic motivation. The method used in this study is the SEM method
with factor analysis, and the distribution of the questionnaire in this study
was carried out by purposive sampling and online. Respondents in this study
there are 150 respondents with research subjects retail company employees
whose tenure is at least 1 year and as permanent employees. In this study,
there are still improvements where the research subjects only work in East
Jakarta and the objects are only in the retail industry. |
|
|
Abstrak
Pandemi Covid-19 menyebabkan perusahaan harus membuat
kebijakan dalam pengurangan jam kerja serta adanya pengurangan karyawan karena tidak banyak pekerjaan yang perlu dilakukan dan tidak adanya pemasukan. Sehingga perusahaan harus selektif dalam memilih
karyawan. Dimana perusahaan harus memilih karyawan yang kinerja kerja yang baik untuk
dipertahankan dan memutuskan hubungan kerja bagi karyawan yang memiliki kinerja kerja yang standar. Penelitian ini menggunakan variabel motivasi intrinsik sebagai variabel tambahan dan masih sedikit pula peneliti melakukan pada perusahaan retail.
Penelitian ini terdapat tujuan yaitu menguji faktor-faktor yang mempengaruhi
keterlibatan karyawan
pada perusahaan dimana komitmen organisasi sebagai variabel intervening
yang memediasi pengaruh dari kepemimpinan etis dan motivasi intrinsik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode
SEM dengan analisis faktor, serta penyebaran kuisoner pada penelitian ini dilakukan secara purposive
sampling dan secara online. Responden
dalam penelitian ini ada 150 responden
dengan subjek penelitian karyawan perusahaan retail yang masa kerjanya
minimal 1 tahun dan sebagai
karyawan tetap. Pada penelitian ini masih ada perbaikan
dimana subjek penelitian ini hanya yang berkerja di Jakarta timur serta objek
yang hanya di industri
retail. |
Corresponding Author:
Fenna Cristina�
E-mail:
[email protected]
PENDAHULUAN
Pandemi Covid-19 belum usai dan beberapa perusahaan masih mendapatkan dampak dari pandemi
ini yang dimana adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan dan juga ada beberapa perusahaan
yang tidak dapat beroperasi dengan baik, maka untuk
itu perusahaan harus menyiapkan strategi yang mampu mempertahankan perusahaan serta karyawannya untuk melewati masa krisi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 ini. Dalam hal
ini sebagian besar dipengaruhi oleh pemimpin, baik sifat pemimpin maupun gaya kepemimpinan
yang diperlukan untuk mengatasi atau menyikapi masalah yang sedang terjadi pada perusahaan (Sutisna, 2020). Gaya kepemimpinan
etis sangat penting dalam merangsang perilaku etis di tempat kerja (Brown & Mitchell, 2010). Dengan
itu pemimpin dituntut menjalankan tugas dan tanggungjawab atas organisasinya serta menjadi contoh
yang baik untuk karyawannya.
Adanya masalah yang muncul
dikarenakan covid-19 menyebabkan perusahaan harus membuat kebijakan dalam pengurangan jam kerja, hal ini
berhubungan dengan permintaan
produksi berkurang, serta pengurangan
karyawannya karena tidak banyak pekerjaan
yang perlu dilakukan dan tidak adanya pemasukan,
membuat perusahaan tidak mampu memberikan
upah seperti sebelumnya. Sehingga perusahaan harus selektif dalam
memilih karyawan, dengan memilih
karyawan yang kinerja kerja yang baik untuk dipertahankan dan
memutuskan hubungan kerja bagi karyawan yang memiliki kinerja kerja yang standar. Kinerja kerja yang baik dari karyawan yang ada dalam perusahaan
akan memberikan dampak positif dan secara konsisten akan mempermudah perusahaan untuk mencapai tujuannya.
Menurut Oades & Cantore (2017) keterlibatan
karyawan berlaku pada teori pertukaran sosial yaitu hubungan
sosial penting untuk digunakan, seperti pemimpin etis dapat berinteraksi
dengan karyawan mereka. Dimana menjaga hubungan positif dengan karyawan, mendengarkan, dan menjaga kepentingan karyawan dan juga mengambil keputusan yang adil (Brown et al.,
2005). Menurut Bedi et al.
(2016) dalam prosesnya, mereka akan saling
menjaga hubungan yang jujur dengan karyawan.
Menurut Yates (2011) menyatakan
bahwa karyawan yang dipimpin oleh pemimpin etis lebih berkomitmen
pada organisasi daripada mereka yang tidak dipimpin oleh pemimpin etis. Menurut Lambert et al.
(2019) komitmen organisasi mewujudkan keterikatan antar karyawan� dan organisasi. Menurut Ortiz et al.
(2013) menyatakan bahwa berkurangnya tingkat keterlibatan pada karyawan dapat berdampak pada kurangnya antusiasme dan komitmen karyawan terhadap organisasinya, jika karyawan yang menunjukkan tingkat keterlibatan tinggi maka mencerminkan tingkat komitmennya yang tinggi juga pada organisasi.
Penelitian terdahulu yang dilakukan Alam et al.
(2021) menunjukkan bahwa kepemimpinan etis secara signifikan dan positif berhubungan dengan keterlibatan karyawan, kepemimpinan etis berhubungan positif dengan komitmen organisasi serta komitmen organisasi memediasi hubungan antara kepemimpinan etis dan keterlibatan karyawan. Penelitian yang dilakukan Soelton et al.
(2020) menghasilkan
bahwa komitmen organisasi
berpengaruh positif signifikan terhadap keterlibatan karyawan. Demirtas (2015) dan Ahmad & Gao (2018) penelitian
ini menemukan bahwa komitmen organisasi sebagai mediator dalam hubungan antara kepemimpinan etis dan keterlibatan karyawan. Sementara penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Andika & Darmanto (2020) menunjukan
bahwa motivasi intinsik berpengaruh signifikan pada komitmen organisasi. Penelitian ini juga didukung oleh� Sheraz et al.
(2017) yang menemukan bahwa kepemimpinan etis berhubungan positif dengan komitmen organisasi. Penelitian dari Ugaddan & Park (2017) menemukan
bahwa motivasi berhubungan positif dengan keterlibatan karyawan. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Al-Madi et al.
(2017) dan (Choong & Wong, 2011) menemukan
bahwa motivasi intinsik berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi.
Penelitian ini bertujuan untuk
menguji pengaruh kepemimpinan etis dan motivasi intrinsik terhadap keterlibatan karyawan. Penelitian ini diharapakan dapat menjadi manfaat
bagi perusahaan untuk memiliki sumber daya manusia
dan tenaga kerja yang maksimal, dalam kepemimpinan etis dan meningkatkan motivasi intrinsik karyawan agar dapat bekerja secara
produktif dan lebih bersemangat, merubah lingkungan kerja yang tidak baik untuk
memperoleh pengembangan hasil kinerja semakin
baik.� Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi manfaat bagi mahasiswa untuk dapat menambah
informasi, pengetahuan serta menjadi bahan
referensi penelitian selanjutnya dibidang sumber daya manusia,
khususnya permasalahan yang
berhubungan dengan kepemimpinan etis, komitmen organisasi dan motivasi intrinsik karyawan.
METODA PENELITIAN
Pengumpulan data pada penelitian ini
mengunakan metode survey kuesioner secara online. Pengukuran dilakukan dengan skala likert
dengan skala 1-5 (1 =
sangat tidak setuju dan 5 =
sangat setuju). Dalam penelitian ini populasi adalah karyawan yang berekerja di perusahaan retail yaitu perusahaan AEON dan LULU supermarket. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive
Sampling. Pengunaan teknik
ini dengan mempertimbangkan bahwa peneliti telah menentukan kriteria responden yang dijadikan sampel. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah responden yang memenuhi persyaratan sebagai berikut: (1) karyawan tetap yang berkerja di perusahaan retail daerah Jakarta
Timur, (2) karyawan yang sudah
lama berkerja minimal 1 tahun
lamanya. Sementara untuk penentuan sampel penelitian ini dibutuhkan sebanyak 5 kali sampai 10 kali jumlah pernyataan (Hair et
al., 2021)
dan (Endang, Izudin, & Januarko, 2018). Terdapat 21 pernyataan
sehingga penelitian ini menggunakan sampel sebanyak minimal 5 kali sampai 10 kali jumlah pernyataan maka jumlah sampel yang diambil 150 responden sebagai bahan pertimbangan
apabila terdapat data yang tidak valid.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui tingkat signifikan serta keterkaitan antar setiap variabel,
menggunkaan metode analisis Structural Equation Model (SEM). Model penelitian ini menggunakan teknik analisis data SEM-PLS (Structural Equation Modeling-Partial
Least Square). Dalam analisi
ini menggunakan jenis analisi outer model digunakan untuk uji validitas dan uji reabilitas, dimana nilai Average Variance
Extracted (AVE) digunakan untuk
mengetahui syarat validitas diskriminan dengan nilai minimum 0.50 akan dikatakan valid dan nilai yang dianggap reliable apabila diatas 0.70.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian ini memberikan beberapa informasi yakni yang pertama adalah data demografi responden dimana yang menjadi responden penelitian ini adalah� laki-laki 59% sedangkan wanita 41% dari total 150 reponden, kemudian dilihat dari usia
responden rata-rata berkisar
42% dengan usia 17-25 tahun kemudian 26-35 tahun 38% dan paling sedikit adalah >40 tahun yakni cuman 3%, masa kerja respoden penelitian ini paling banyak adalah 1-5 tahun yakni ada
75 responden atau setengah dari total responden (50%) serta masa kerja respoden paling sedikit adalah >10tahun, responden ini juga kebanyakan bekerja sebagai adimnistrasi yakni 45 dari 150 responden atau 30%.
Uji Outer Model
Uji Outer pada
penelitian ini digunakan untuk melihat dan menganalisis nilai dari Convrgent Validity, Discriminant Validity atau Average Variance Extracted (AVE), dan Composite Reability.
Nilai convergent validity dianalisis dengan melihat hasil outer loading setiap indikator terhadap variabelnya dengan standard minimum nilai dari setiap indikator
berkisar 0.50 - 0.60 nilai tersebut menandakan bahwa validitas setiap indikator dinyatakan cukup. Hasil yang dikatakan ideal adalah apabila nilai outer loadingnya >0.70. Berdasarkan
hasil olah data pada penelitian ini menyatakan bahwa setiap indikator dinyatakan valid karena nilai outer loadingnya >0.70.
Uji Reliabilitas
Reliabilitas pernyataan juga dilakukan uji Average Variance Extracted (AVE) yang
mana nilai AVE dapat dinyatakan sebagai data yang
ideal apabila kriteria terpenuhi yakni nilai AVE ≥ 0,50. Penilaian
selanjutnya dilihat dari composite
reliability bahwa hasil
pada penilaian ini dikatakan ideal jika hasil olah data menunjukan nilai composite
reliability ≥ 0,80. Reliabilitas data selanjutnya dilihat dengan hasil yang ditunjukan oleh Cronbach�s
Alpha yang nilainya dinyatakan
ideal jika ≥ 0.70 (Hair et al.,
2017). Berdasarkan hasil olah data pada penelitian ini menunjukan semua variabel telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan sebagai data yang
reliable dapat dilihat pada
table dibawah ini:
Tabel 1. Uji Validitas dan Realibilitas
|
Variabel |
Cronbach's Alpha |
Composite Reliability |
Average Variance Extracted (AVE) |
|
Kepemimpinan Etis |
0.871 |
0.902 |
0.606 |
|
Keterlibatan Kariyawan |
0.859 |
0.894 |
0.586 |
|
Komitmen Organisasi |
0.849 |
0.898 |
0.688 |
|
Motivasi Intrinsik |
0.873 |
0.908 |
0.663 |
Sumber: data diolah peneliti
Indirect
Effect
Bentuk pengaruh tidak langsung yang nilainya bisa dilihat dari
output indirect effect. Pada tabel dibawah menjelaskan bahwa hubungan antara variabel kepemimpinan etis terhadap keterlibatan karyawan melalui komitmen organisasi memiliki pengaruh positif karena nilai yang ditunjukan nilainya tidak <0.000 sehingga hubungan tidak langsung dinyatakan memiliki pengaruh positif, begitu juga dengan variabel motivasi intrinsik terhadap keterlibatan karyawan melalui komitmen organisasi memiliki pengaruh positif.
|
Relasi Variabel |
Specific Indirect Effects |
|
Kepemimpinan Etis -> Komitmen
Organisasi -> Keterlibatan
Kariyawan |
0.190 |
|
Motivasi Intrinsik -> Komitmen
Organisasi -> Keterlibatan
Kariyawan |
0.203 |
Sumber: data diolah peneliti
Koefisien Determinasi
Uji nilai Koefisien Determinasi (R2) yang apabila
nilainya >0.67 dikatakan
kuat sedangkan jika nilainya <0.19 dikatakan bahwa nilai tersebut lemah. Untuk hasil
uji R2 pada penelitian ini
menunjukan bahwa variabel keterlibatan karyawan memiliki pengaruh kuat dari
variable kepemimpinan etis
dan motivasi intrinsik sebesar 73.1% sedangkan variabel komitmen organisasi mendapatkan pengaruh yang lemah dari dua variabel
tersebut yakni sebesar 18.3% saja. Terkait hasil penelitian
ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
|
Variabel |
R Square |
|
Keterlibatan Karyawan |
0.731 |
|
Komitmen Organisasi |
0.183 |
Sumber: data diolah peneliti
Uji Hipotesis
Gambar 1. Outer
Model
Berdasarkan outer model diatas, maka dapat
disajikan pengujian hipotesis model penelitian sebagai berikut:
|
Hipotesis |
Original Sample (O) |
Standard Deviation� |
T Statistics |
P Values |
Keterangan |
|
Kepemimpinan Etis -> Keterlibatan
Kariyawan |
0.142 |
0.044 |
3.259 |
0.001 |
Data mendukung hipotesis |
|
Kepemimpinan Etis -> Komitmen
Organisasi |
0.259 |
0.105 |
2.472 |
0.014 |
Data mendukung hipotesis |
|
Komitmen Organisasi -> Keterlibatan
Kariyawan |
0.733 |
0.047 |
15.529 |
0.000 |
Data mendukung hipotesis |
|
Motivasi Intrinsik -> Keterlibatan
Kariyawan |
0.143 |
0.051 |
2.788 |
0.006 |
Data mendukung hipotesis |
|
Motivasi Intrinsik -> Komitmen
Organisasi |
0.277 |
0.103 |
2.678 |
0.008 |
Data mendukung hipotesis |
Sumber: data diolah
peneliti
Beberapa uji yang telah dilakukan mempengaruhi nilai hubungan antar variabel dimana pada nilai ini ditunjukan
dengan melihat nilai t hitung yang >1.96 dan nilai probabilitasnya berkisar antara 0.000<0.05 jika nilai hipotesis
memenuhi syarat tersebut berarti setiap varibel memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap variabel lainnya.
DISKUSI
Hubungan antara kepemimpinan etis memiliki pengaruh
positif terhadap keterlibatan karyawan karena sosok pemimpin
pada responden dipenelitian
ini sangat kuat dan mampu menegur apabila
terjadi kesalahan sehingga dampaknya adalah peran karyawan
terhadap organisasi mencuat dan kebanyakan responden ingin mendapatkan pujian. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan� Oades & Cantore (2017) bahwa
perliaku etis dari atasan berdampak
pada tingkat kepedulian karyawan untuk mampu meningkatkan diri dalam keterlibatan
mereka terhadap perusahaan.
Hubungan antar kepemimpinan etis memiliki pengaruh
positif terhadap komitmen organisasi karena pemimpin yang etis menjadi role model yang dilihat oleh karyawan karena gaya dan karakternya merupakan contoh dan magnet tersendiri bagi karyawan untuk
mampu loyal dan berkomitmen
pada perusahaan. Perkataan tersebut sama halnya
dengan yang dinyatakan oleh
Bedi et al.
(2016) bahwa tindakan pemimpin yang etis menjadikan karyawan lain mampu mengikutinya dan menjadikan karyawan merasakan kepentingan yang sama dengan organisasi.
Bukti lain ditunjukan oleh penelitian
Sheraz et al.
(2017) bahwa karyawan yang etis lebih banyak
menjadikan karyawan berkomitmen dibandingkan pemimpin yang tidak etis dengan kata lain etisnya pemimpin merupakan hal yang sangat diperhatikan karyawan dalam bekerja.
Hubungan antara komitmen organisasi memiliki pengaruh positif terhadap keterlibatan karyawan karena responden pada penelitian ini merasa bangga
dengan hubungan mereka sebagai karyawan diperusahaan sehingga mampu membuat kinerja mereka meningkat. ini menunjukan bahwa komitmen yang kuat pada perusahaan menjadikan karyawan memiliki peran yang lebih terhadap perusahaan. Hal tersebut sesuai dengan penelitian
yang dilakukan Aiyub et al. (2021) bahwa
karyawan yang memiliki kepedulian terhadap perusahaan sehingga hal tersebut menjadikan
karyawan akan bertindak dalam setiap langkah yang diambil perusahaan guna mendukung perusahaan. Kerterkaitan ini merupakan bentuk
dari komitmen karyawan pada organisasi bahwa karyawan akan turut serta
mendukung perusahaan demi tercapainya tujuan perusahaan. Lambert et al.
(2019) juga menyatakan hal yang sama bahwa komitmen
karyawan terhadap organisasi mampu meningkatkan keterlibatan karyawan pada organisasi dimana karyawan merasa bangga dan dibarengi dengan meningkatnya peran mereka terhdap organisasi.
Hubungan antara motivasi intrinsik memiliki pengaruh positif terhadap keterlibatan karyawan karena responden penelitian ini memiliki motivasi
dalam menyelesaikan pekerjaannya yang tinggi sehingga peran mereka sebagai karyawan akan terasa
karena motivasi dari dalam diri
individu sangat kuat. Peran
individu terhadap organisasi sangatlah penting dimana motivasi yang ada pada diri masing-masing memberikan
output yang positif terkait
peran karyawan terhadap perusahaan. Pengaruh motivasi intrisik ini merupakan
pengaruh yang kuat bahwa tindakan dari karyawan untuk
membantu tujuan organisasi timbul berdasarkan motivasi mereka dalam melaksansakan
suatu kegiatan (Ugaddan & Park, 2017).
Hubungan antara motivasi intrisik memiliki pengaruh positif terhadap komitmen organisasi karena Respoden penelitian ini memberikan indikasi yang sama terkait motivasi mereka yang menganggap bahwa pekerjaan mereka menjanjikan untuk masa depan sehingga menjadikan karyawan loyal terhadap perusahaan. Hal ini didukung oleh penelitian terdahulu yang mengatakan bahwa karyawan yang memiliki motivasi tinggi tentunya memiliki tindakan yang mencerminkan karyawan tersebut memiliki komitmen yang tinggi pada perusahaan (Al-Madi et al.,
2017).
Hubungan antara kepemimpinan etis terhadap keterlibatan
karyawan melalui komitmen organisasi diartikan sebagai bentuk kepemimpinan yang menjadi panutan karyawan mampu meningkatkan peran setiap karyawan pada organsasi berdasarkan komitmen yang kuat pada setiap karyawan, artinya karyawan yang memiliki komitmen tinggi itu dikarenakan
mereka memiliki sosok yang jadi panutan sebagai pemimpin yang etis sehingga karyawan bisa menunjukan kinerjanya untuk membantu tujuan organisasi. Hal ini didukung� (Hanaysha, 2016) dalam
penelitian menunjukan bahwa peran pemimpin
etis sangalah penting dalam memberikan
petunjuk dan arahan pada karyawan agar mampu bekerja dengan maksimal sehingga membawa imbas yang positif pada perusahaan.
Hubungan antara motivasi intrinsik terhadap keterlibatan karyawan melalui komitmen organisasi didukung dengan hasil olah
data pada penelitian ini, karyawan yang memiliki motivasi tinggi mampu memberikan perannya untuk organisasi namun hal tersebut tak
lepas dari peran karyawan yang memiliki komitmen dengan kata lain unsur motivasi pribadi memberikan peran yang mutlak pada komitmen karyawan sehingga dengan hal ini
karyawan memberikan pengaruhnya terhadap tujuan organisasi. (Wright et al.
2016) menyatakan bahwa motivasi pribadi menjadikan karyawan memiliki loyalitas pada perusahaan sehingga efeknya karyawan mampu memberikan tindakan dan performa terbaiknya pada perusahaan. Penelitian lain juga mendukung hal ini bahwa
karyawan yang memiliki unsur instrisik yang tinggi pasti memiliki
komitmen yang tinggi juga
dan menjadikan hasil positif untuk perusahaan
Choong & Wong (2018).
KESIMPULAN
Hasil
analisa pengolahan data diatas menjelaskan bahwa kepemimpinan etis dan motivasi intrinsik secara bersama-sama mempengaruhi komitmen organisasi dan keterlibatan karyawan, jadi pada impelementasinya karyawan akan mampu
terlibat dalam kegiatan perusahaan utamanya pada penelitian ini adalah karyawan
perusahaan retail jika karyawan tersebut memiliki motivasi tersendiri dalam dirinya serta adanya
pengaruh dari gaya kepemimpinan atasannya yang dengan jelas mempengaruhi tingkat komitmen karyawan ritel tersebut. Terkait dengan subjek penelitian
ini dapat ditarik kesimpulan bahwa karyawan retail memiliki komitmen dan intregitas yang tinggi pada perusahaan karena mereka ingin memberikan
yang terbaik dan juga karyawan
retail sendiri dengan pekerjaannya yang bervariasi menandakan adanya motivasi tersendiri dalam bekerja.
Penelitian ini memiliki beberapa
keterbatasan yang nantinya untuk penelitian selanjutnya perlu adanya perbaikan, beberapa keterbatasannya adalah yang pertama pada subjek penelitian merupakan karyawan retail yang ada di Jakarta Timur sehingga penelitian ini terbatas dalam hal responden dan perlu perluasan penyebaran guna lebih variatif jawaban dari responden.
Selanjutnya pada objek penelitian ini pada industri retail sehingga perlu adanya perluasan
penelitian di industri lain
yang bisa memberikan manfaat nyata pada penelitian terkait variabel-variabel pada penelitian
ini. Ketiga dari variabel penelitian
ini perlu dikembangkan yaitu dengan menambah variabel yang berkaitan dengan produktifitas karyawan karena penelitian ini terkait retail maka perlu adanya penelitian
lanjutan seperti sikap tingkat produktifitas
karyawan dalam memberikan layanan terkait motivasi pribadi.
Penelitian ini terdapat implikasi manajerial yang perlu diperbaiki oleh manager toko atau
retail untuk kedepannya yakni perlu diikut
sertakannya peran karyawan frontliner
untuk memberikan masukan sehingga tujuan dari perusahaan
yang tercapai karena karyawan frontliner
merupakan karyawan retail
yang mengetahui kenyamanan
dan keinginan yang mereka ingin capai bersama.
Selanjutnya yang harus diperbaiki untuk kedepannya adalah perlu adanya training leadership
yang sedemikian rupa untuk meningkatkan gaya etis dan transformasional
sehingga mampu meningkatkan komitmen karyawan pada organisasi. Dan
yang terakhir adalah perlu diperkuat dalam rekrutmen karywan bahwa pentingnya
karyawan yang loyal untuk perusahaan jadi kriteria yang dicari merupakan karyawan yang memiliki komitmen dan intregritas tinggi pada perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad,
Israr, & Gao, Yongqiang. (2018). Ethical leadership and work engagement:
The roles of psychological empowerment and power distance orientation. Management
Decision, 56(9), 1991�2005. https://doi.org/10.1108/MD-02-2017-0107
Aiyub, Yusuf, Em, & Raja. (2021). The Effect of
Employee Engagement on Employee Performance with Organizational Commitment as
Intervening Variable and Percieved Organization Support as a Moderating
Variable at The Regional Secretariat of Bireuen District. 10(September),
1�15.
Al-Madi, Faisal N., Assal, Husam, Shrafat, Fayiz,
& Zeglat, Dia. (2017). Impact of Employee Motivation on Organizational
Performance. International Journal of Advanced Research, 9(15),
134�145. https://doi.org/10.21474/ijar01/9818
Alam, Imtiaz, Kartar Singh, Jugindar Singh, &
Islam, Muhammad Umar. (2021). Does supportive supervisor complements the effect
of ethical leadership on employee engagement? Cogent Business and Management,
8(1). https://doi.org/10.1080/23311975.2021.1978371
Andika, Rudi, & Darmanto, Susetyo. (2020). the
Effect of Employee Empowerment and Intrinsic Motivation on Organizational
Commitment and Employee Performance. Jurnal Aplikasi Manajemen, 18(2),
241�251. https://doi.org/10.21776/ub.jam.2020.018.02.04
Bedi, Akanksha, Alpaslan, Can M., & Green, Sandy.
(2016). A Meta-analytic Review of Ethical Leadership Outcomes and Moderators. Journal
of Business Ethics, 139(3), 517�536.
https://doi.org/10.1007/s10551-015-2625-1
Brown, Michael E., & Mitchell, Marie S. (2010).
Ethical and Unethical Leadership: Exploring New Avenues for Future Research. Business
Ethics Quarterly, 20(4), 583�616.
https://doi.org/10.5840/beq201020439
Brown, Michael E., Trevi�o, Linda K., & Harrison,
David A. (2005). Ethical leadership: A social learning perspective for
construct development and testing. Organizational Behavior and Human
Decision Processes, 97(2), 117�134.
https://doi.org/10.1016/j.obhdp.2005.03.002
Choong, Yuen onn, & Wong, Kee Luen. (2011).
Intrinsic Motivation and Organizational Commitment in the Malaysian Private
Higher Education Institutions : an Empirical Study. International
Refereed Research Journal, II(4), 91.
Demirtas, Ozgur. (2015). Ethical Leadership Influence
at Organizations: Evidence from the Field. Journal of Business Ethics, 126(2),
273�284. https://doi.org/10.1007/s10551-013-1950-5
Endang, Ruswanti, Izudin, Amar nuriman, &
Januarko, Moehammad Unggul. (2018). THE EFFECT OF ELECTRONIC WORD OF MOUTH
SOCIAL MEDIA, YOUTUBE DURIAN TRAVELER ON INTEREST IN BUYING: STUDY ON
DEVELOPMENT OF INFORMATION ADOPTION APPROACH. 1�14.
Hair Jr., Joe F., Matthews, Lucy M., Matthews, Ryan
L., & Sarstedt, Marko. (2017). PLS-SEM or CB-SEM: updated guidelines on
which method to use. International Journal of Multivariate Data Analysis,
1(2), 107. https://doi.org/10.1504/ijmda.2017.10008574
Hair Jr, J F, M. Hult, G. T., M. Ringle, Christian,
Sarstedt, Marko, P. Danks, Nicholas, & Ray, Soumya. (2021). Partial least
squares structural equation modeling (PLS-SEM) using R: A workbook. In Springer.
Hanaysha, Jalal. (2016). Testing the Effects of
Employee Engagement, Work Environment, and Organizational Learning on
Organizational Commitment. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 229,
289�297. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2016.07.139
Lambert, Eric G., Keena, Linda D., Leone, Matthew,
May, David, & Haynes, Stacy H. (2019). The effects of distributive and
procedural justice on job satisfaction and organizational commitment
ofcorrectional staff. Social Science Journal, 57(4), 405�416. https://doi.org/10.1016/j.soscij.2019.02.002
Oades, & Cantore, Stefan P. (2017). Positive
Approaches to Organizational Change. The Wiley Blackwell Handbook of the
Psychology of Positivity and Strengths-Based Approaches at Work, 272�296. https://doi.org/10.1002/9781118977620.ch16
Ortiz, Daniel A. Cerna., Lau, Wai Kwan, & Qin,
Hong. (2013). Quantitative analysis of impacts of employee engagement on
continuance and normative commitment. International Journal of Services and
Standards, 8(4), 315�331. https://doi.org/10.1504/IJSS.2013.058227
Sheraz, A., Afzal, MM, & Rehman, K. ur. (2017).
Testing a Model of Ethical Leadership , Organizational Commitment and Its
Outcomes with Social Exchange as Mediating Variable : A Pakistani
Corporate Sector Perspective. Journal of Managerial Sciences - Qurtuba
University, 11(3), 342�370.
Soelton, Mochamad, Suatoni, Marco, Yanuar, Tantri,
Syah, Rahmat, Ramli, Yanto, Santoso, Puji, Amanda, Bella, & Octaviani,
Rini. (2020). Conceptualizing The Role of Organizational Commitment. American
International Journal of Business Management (AIJBM) ISSN, 3(8),
178�188.
Sutisna, Ismie Fauziah. (2020). Gaya kepemimpinan
dalam mendukung perilaku organisasi di PT. Kerry Ingredients Indonesia pada
masa pandemi covid-19. Jurnal PROFIT Kajian Pendidikan Ekonomi Dan Ilmu
Ekonomi, 7(2), 158�166. https://doi.org/10.36706/jp.v7i2.12904
Ugaddan, Reginald G., & Park, Sung Min. (2017).
Quality of leadership and public service motivation. International Journal
of Public Sector Management, 30(3), 270�285.
https://doi.org/10.1108/IJPSM-08-2016-0133
Wright, Bradley E., Christensen, Robert K., &
Isett, Kimberley Roussin. (2013). Motivated to Adapt? The Role of Public
Service Motivation as Employees Face Organizational Change. Public Administration
Review, 73(5), 738�747. https://doi.org/10.1111/puar.12078
Yates, L. (2011). Exploring the relationship of
ethical leadership with job satisfaction, organizational commitment, and
organizational citizenship behavior. The Journal of Values-Based Leadership,
7(1), 1�14.