FORMULASI MASKER WAJAH GEL PEEL OFF DENGAN EKSTRAK ETANOL BELIMBING DEPOK (Averrhoa carambola L.) SEBAGAI PERAWATAN WAJAH ALAMI
Ahmad Mabruri
Hasyim1, Eddy Yusuf2, Alhara Yuwanda3, Nopratilova4,
Dewi Rahmawati5
Universitas Global Jakarta, Indonesia
|
Riwayat
Artikel: Received: 03-09-2022 Revised: 10-09-2022 Accepted: 22-09-2022 Keywords:
Ethanol extract, Sweet star fruit, Averrhoa carambola L, DPPH Kata
Kunci: Ekstrak Etanol,
Belimbing manis, Averrhoa
carambola L. DPPH |
|
Abstract Utilization of ethanol extract of sweet star fruit (Averrhoa carambola
L.) as an alternative cosmetic ingredient is the latest development with an
anthocyanin content of 1.39 mg/100g and catechins 0.09% can work as
antioxidants on facial skin. This study aims to determine the most optimal
formulation for gel preparations and physical peel-off gel mask preparations.
Samples were taken from farmers in the Depok military detention house area
with producers of the Dewa star fruit variety. Variation of extract
concentration (1%, 3%, 5%), (variation of PVA concentration 5%,10%,15%) and
HPMC concentration variation (2%,45,6%). The results of the most optimal
formulation B with clear color and better shape and stable pH at storage
temperatures of 4 � 2�C, 30 � 2�C, and 40 � 2�C. The addition of extract with
a higher concentration will cause the gel color to be a darker brown and not clear.
And the addition of higher HPMC makes the gel texture coarser and more
granular. Formula B is better and exfoliates well. This type of research is
an experimental formulation, namely to find a pell-off face mask formula
Sweet Starfruit Depok Averrhoa carambola L with purposive sampling technique.
the summary is better formula B. |
|
|
Abstrak
Pemanfaatan ekstrak etanol buah belimbing manis Depok Averrhoa carambola L. sebagai
alternatif bahan kosmetik belum� maksimal,
karena itu� pengembangan terbaru dengan kandungan Antosianin�� 1.39 mg/100g dan Katekin
0.09% dapat berfungsi sebagai antioksidan� pada kulit wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang paling optimal untuk
sediaan gel dan stabilitas
fisik sediaan masker gel
peel off . Sampel yang di ambil dari petani
daerah rumah tahanan militer Depok dengan penghasil belimbing varietas Dewa. Variasi konsentrasi ekstrak (1%, 3%, 5%), (variasi konsentrasi PVA 5%,10%,15%) serta
variasi konsentrasi HPMC
(2%,45,6%).� Hasil formulasi
B paling optimal dengan bentuk
warna bening dan bentuk lebih baik serta� pH yang� stabil� pada temperatur penyimpanan 4 � 2�C, 30 � 2�C, dan 40 � 2�C. Penambahan ekstrak dengan� konsentrasi� lebih tinggi akan menyebabkan
warna gel lebih coklat tua dan tidak bening. Dan penambahan HPMC lebih tinggi membuat tekstur gel lebih kasar dan bergranul. Pembentukan selaput pada
formula B lebih bagus dan
terkelupas dengan baik. Jenis penelitian
ini adalah eksperimental formulasi yaitu untuk menemukan
formula masker gel pell off Belimbing
manis Depok Averrhoa carambola L. dengan teknik purposive
sampling Sehingga disimpulkan
formula B lebih baik. |
Corresponding Author:
Ahmad Mabruri
Hasyim�
E-mail:
[email protected]
PENDAHULUAN
Indonesia dengan kekayaan sumber daya alamnya dapat
di manfaatkan sebagai bahan obat ataupun
kosmetik. Kebutuhan perawatan kulit saat ini sangat di minati baik wanita
dan laki-laki, dengan tujuan wajah agar tampak bersih dan cerah.� Masker gel
peel-off sebagai pilihan
paling mudah dan praktis sehingga banyak di minati berdasarkan data kementrian perindustrian adanya peningkatan sebesar 8% penjualan kosmetik tahun 2015�� dari Rp. 12.847 milyar menjadi Rp. 13.943 milyar dan tahun 2016 peningkatan 9% sebesar Rp. 15.197
milyar (CCI Indonesia,2016).
Berdasarkan penelitian Narain 2001 dan Ghewala 2012 Belimbing manis (Averrhoa carambola L.) merupakan
tanaman penghasil buah yang mengandung Antioksidan proantosianidin dan Epikatesin. Dan pada penelitian Arisandi dan Hariana tahun 2005 buah Belimbing mengandung beragam komponen kimia utama flavonoid diantaranya protein, lipid, serat,
gula, pati, kalsium,
vitamin C dan tanin. Serta Belimbing
manis memiliki khasiat sebagai pelembut kulit.
Vitamin merupakan senyawa organik yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil
dan bekerja sebagai kofaktor untuk enzim metabolisme. Terdapat dalam makanan vitamin dapat di berikan dalam bentuk
sediaan tunggal seperti pada sediaan perawatan wajah masker gel peel
off. Vitamin C berperan sebagai
koenzim dan reduktor antioksidan. Pada jaringan utama berfungsi dalam sintesis kolagen dan bertindak sebagai hidroksilasi prolin vitamin C dan juga berperan
untuk menstimulasi sintesis peptid kolagen (Farmakologi ,1995).�
Buah-buahan yang mengandung vitamin C yang tinggi bisa di gunakan untuk menggantikan sediaan vitamin C. Pemanfaatan antioksidan pada sediaan yang bertujuan untuk perawatan kulit wajah lebih baik
di buat dalam bentuk topikal di bandingkan oral. Sehingga di perlukannya pembawa untuk membantu penetrasi vitamin C di antaranya dalam bentuk sediaan
masker wajah gel pell -off dengan tujuan estetika
sebagai antioksidan untuk melindungi kulit dari kerusakan
akibat oksidasi sehingga dapat mencegah kulit keriput. Proses perusakan pada kulit disamping faktor alamiah usia juga disebabkan oleh paparan sinar matahari
yang di tandai kulit keriput, bersisik, kering, dan pecah-pecah sehingga tampak kusam dan berkerut, kulit menjadi cepat
tua dan muncul flek-flek hitam (Tranggono dan Latifah,2007).� Buah-buahan sebagai asupan vitamin C tertinggi sehat, aman dan alami yang mengandung banyak senyawa antioksidan seperti Karetonioid, Flavonoid
dan kandungan Fenolik lainnya. Perlunya pemanfaatan yang maksimal terhadap buah-buahan lokal untuk sediaan
masker gel peel-off seperti belimbing.
IC50 (Inhibitor consentration
be half) merupakan konsentrasi
yang dapat meredam 50 %� radikal
bebas. Semakin kecil nilai IC50 maka semakin besar
aktifitas antioksidannya (Widyasanti,2016).� Nilai IC50 dari ekstrak etanol Averrhoa carambola
L. sebagai antioksidan��� 28.82 � 0.04 �g/ml dan vitamin C 3.28
�g/ml. (Maya,2008). Vitamin C dalam Averrhoa
carambola L. 35 mg/100 g (Departemen pertanian,2004).
Aktifitas antioksidan memiliki korelasi erat dengan kadar
polifenol. Karena memiliki
atom hidrogen yang akan di donorkan pada radikal bebas yang bersifat reaktif agar stabil. Radikal bebas bersifat reaktif karena memiliki elektron yang tidak berpasangan. Semakin banyak elektron yang di donorkan kepada radikal bebas, maka semakin
tinggi aktifitas ekstrak sebagai antioksidan.� Efek antioksidan dan antijerawat sebagai perawatan kulit wajah akan lebih
baik di formulasikan dalam bentuk topikal
jika di bandingkan dengan oral karena zat aktif akan
berinteraksi lebih lama dengan kulit wajah
(Draelos dan Thaman,2006). Kosmetik
wajah dapat diperoleh dalam berbagai bentuk sediaan, salah satunya dalam bentuk masker wajah gel peel-off (Vieira dkk,2009).
Masker merupakan salah satu pembersih kulit wajah yang efektif sebagai deep cleansing
yang membersihkan kotoran
yang menempel pada lapisan kulit wajah yang mengangkat sel-sel kulit yang mati(Martin,1993). Masker wajah merupakan kosmetik perawatan kecantikan yang sangat
popular untuk meningkatkan kualitas kulit (Yeom dkk,2011).
Masker wajah gel peel off merupakan
salah satu jenis masker wajah yang mempunyai keunggulan dalam penggunaanya yaitu dapat dengan mudah
di lepas atau di angkat seperti membran elastis (Rahmawanty dkk.,2015). Masker wajah
gel peel off dapat meningkatkan
hidrasi pada kulit kemungkinan karena adanya oklusi (Velasco dkk,2014).
Pemanfaatan belimbing manis dengan baik oleh masyarakat saat ini terbatas menjadi
sari buah, jus, keripik, manisan serta sirup
(Imadudin,2017).� Sehingga
perlunya peningkatan manfaat dari kearifan
lokal menjadi produk masker gel peel off. Berdasarkan
uraian tersebut, ekstrak etanol Belimbing Depok Averrhoa carambola L. dapat
digunakan untuk pembuatan masker gel peel-off dengan
pemakaiannya yang sangat mudah
tanpa harus dibersihkan dengan air.
METODA PENELITIAN
Alat
dan Bahan
Alat: Sarung
tangan, Erlenmeyer, Gelas ukur, Gelas kimia,
Tabung reaksi, Rak tabung reaksi,
Pipet tetes, Timbangan analitik,
Batang pengaduk, Lampu spritus, Kertas label, Plastik wrap,
Aluminium foil, Analytical balance shimadzu, Viskometer brookfield,
Erlenmeyer, Gelas ukur, Spektrofotometri u-1800, Rotary evaporator, Oven, Gelas piala, Botol
coklat, Spatula, Wadah palstik pot, corong, Pot putih., Botol putih.
Bahan: Belimbing Depok, Aquadest, Etanol, Metanol, DPPH, PVA, Gliserin,
HPMC, Methyl paraben, Propyl paraben, Na2CO3, Reagent folin
cialteau, Asam galat, kertas saring.
Alur
Penelitian
Gambar 1. Alur penelitian
Prosedur Kerja
Preparasi ekstrak Belimbing manis Averrhoa
carambola L
Sampel belimbing manis
(Averrhoa carambola L.) dicuci, kemudian dirajang, dimaserasi dengan pelarut etanol 96% (1:5), diamkan 3x24 jam. Filtrat dan residu dipisahkan dengan menggunakan corong yang di alasi kain bersih dan kertas saring kasar.
Setelah diperoleh filtrat di evaporasi dengan suhu 40 oC hingga ekstrak mengental atau kurang lebih
10% (Pendit, dkk, 2016).
1. Preformulasi� masker wajah gel
peel off.
Tabel formulasi masker gel peel off�
Gambar 2. Formulasi Masker gel
peel off
2. Cara kerja
pembuatan masker wajah gel
peel off.
����������� Gambar 3.
Cara kerja dispensing� formulasi
3. Evaluasi� sediaan masker gel
peel off
A. Pemerian
Sampel sediaan di
periksa bentuk, bau dan warna sediaan
syarat sediaan masker gel
peel off harus jernih dengan bentuk setengah
padat atau kental (Septiani dkk,2011).
B. Homogenitas
Pengujian di lihat
distribusi warna dan bentuk, syarat tidak terdapat partikel kasar (Yulin,2015).
C. pH
Ukur sampel dengan pH meter Syarat rentang pH normal kulit 4.5 �
6.5, jika nilai pH terlalu asam dapat
menimbulkan iritasi dan jika nilai pH terlalu
basa maka kulit akan kering.
D. Waktu kering
sediaan
0.7 g sampel disaputkan� menggunakan kuas diatas kaca
dengan ukuran 5.0 x 25 cm. masukkan dalam oven pada suhu 40 oC selama 1 jam. Sediaan diamati� setiap 10 menit sampai proses pengeringan� selesai. Pengujian dibandingkan dengan suhu kamar.
Catat waktu pada stoptwatch yang telah diatur dari awal
memasukkan pada oven. Waktu kering
sediaan masker gel peel-off� syarat� 15- 30 menit.(Rahmawati,2016)
E. Uji daya
sebar
Sediaan sebanyak
0,5 gram diletakkan pada kaca
transparan yang beralaskan kertas grafik, dibiarkan sesaat (1 menit), sediaan melebar pada diameter tertentu. Kemudian ditutup dengan kaca dan diberi beban tertentu
masing-masing 50 gram, 100 gram, 150 gram, selama 1 menit. Pertambahan diameter diukur setelah diberikan beban. Uji daya lekat sampel
di saputkan pada relawan , Syarat� daya lekat 7 detik
� 14 detik(Rahmawati,2015).
F. Uji Viskositas
50 ml sediaan gel dimasukkan
kedalam gelas ukur kemudian diukur
viskositasnya dengan menggunakan viskometer
(Brookfield DV-I) pada 50 rpm. Persyaratan 2000
cps-4000 cps(Rahmawati,2016).
G. Uji Homogenitas
0.1 g sampel di saputkan
pada kaca transparan, di amati apakah ada
bagian yang tidak tercampur dengan baik Syarat daerah
penyebaran kisaran 5- 7 cm(
Rahmi, 2016).
H. Pengujian Stabilitas
sediaan
1.
Cara pengujian siapkan
sampel,� panaskan pada variasi suhu (70-100 0C)sampel selama 15, 30, 45, 60 dan�
90 menit , masukkan sampel pada es begitu dikeluarkan dari penangas, amati perubahan bentuk, warna dan bau. Hasil dari pengujian Ini warna tetap
coklat krem, bentuk dan bau tidak berubah.
2.
Cycling test pengujian dilakukan sebanyak 6 siklus. Tiap siklus
terdiri dari penyimpanan sediaan pada temperatur 4�C � 2�C selama 24
jam, kemudian dilanjutkan dengan penyimpanan sediaan pada temperatur 40�C �
2�C selama 24 jam berikutnya.
Pengamatan organoleptis dilakukan pada pengujian ini. Hasil pengujian organoleptis bau, bentuk dan warna tetap stabil.
3.
Uji Penyimpanan pada Temperatur 4�C � 2�C Pengujian dilakukan dengan menyimpan sediaan pada temperatur 4�C � 2�C selama 6 minggu. Pengamatan organoleptis dan pengukuran pH dilakukan setiap 1 minggu. Selain itu, dilihat pula apakah terjadi pemisahan fase atau tidak. Hasil pengujian tidak terjadi pemisahan fase pada sediaaan.
4.
Uji Penyimpanan pada suhu ruang (30�C � 2�C), pengujian dilakukan dengan menyimpan sediaan pada temperatur ruang (30�C � 2�C) selama 6 minggu. Pengamatan organoleptik dan pengukuran pH dilakukan setiap 1 minggu. Selain itu, dilihat pula apakah terjadi pemisahan fase atau tidak. Hasil pengujian tidak terjadi pemisahan fase.
5.
Uji Penyimpanan pada suhu 40�C � 2�C , pengujian dilakukan dengan menyimpan sediaan pada temperatur ruang (40�C � 2�C) selama 6 minggu. Pengamatan organoleptik dan pengukuran pH dilakukan setiap 1 minggu. Selain itu, dilihat
pula apakah terjadi pemisahan fase atau tidak. Hasil pengujian pada� pengamatan organoleptik bau, rasa dan warna tidak berubah serta
tidak terjadi pemisahan fase pada sediaan.
Dapat di simpulkan semua
parameter pengujian stabilitas
dengan bermacam-macam� perlakuan, karakteristik sediaan tetap stabil dan tidak terjadi perubahan
fase dan perubahan bau, bentuk dan warna yang signifikan hal ini menunjukan
sediaan ini dapat bertahan lama dalam waktu yang ditentukan.
Lokasi
Obyek Penelitian
Lokasi
penelitian di laboratorium
Kimia Farmasi Univeristas
Global Jakarta� dari� 01 Maret 2021�� sampai Juni 2021 dan� Obyek penelitian Belimbing manis Depok (Averrhoa carambola L.) sebagai antioksidan pada masker gel
peel off.
Teknik
Pengumpulan Data
Teknik
pengumpulan data yaitu menggunakan instrument spektrofotometri
UV-Vis Shimdzu U-1800 dan uji sediaan
masker.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.
Standarisasi Ekstrak buah
belimbing manis� Averrhoa carambola L
Pengamatan
organoleptis dari bahan mentah Belimbing
manis Averrhoa carambola L. dan ekstrak dilakukan pada warna dan aroma dari ekstrak kental tersebut. Bahan mentah Belimbing manis Averrhoa carambola L. berwarna
kuning cerah dan rasa manis dan�
Ekstrak kental� berwarna coklat muda, beraroma
khas dan rasa asam.� Belimbing manis Averrhoa carambola L. berwarna
kuning dan Ekstrak buah belimbing manis Averrhoa carambola L. coklat
muda menunjukkan kandungannya� kaya akan
Flavonoid.
Gambar
4.� Belimbing manis Depok dan� Ekstrak kental Belimbing manis Averrhoa carambola L.
2.
Penetapan kadar antioksidan
Antosianin buah belimbing manis� Averrhoa carambola L.
Penetapan
kadar antioksidan Antosianin buah belimbing manis Averrhoa
carambola L. di Laboratorium pengujian
Balai besar penelitian dan pengembangan paska panen pertanian
menggunakan spektrofotometri
dengan kandungan antosianin 1.39 % mg/100g. Ini menunjukkan bahwa kadar antioksidan Antosianin buah belimbing manis Averrhoa
carambola L. yang diambil dari
petani Depok kandungannya masih di rentang yang kecil prosentasenya.
3.
Determinasi
dari Averrhoa carambola L. di LIPI dengan hasil uji mempunyai family �,
ini menunjukkan bahwa Belimbing manis Depok tergolong dalam jenis tumbuhan
yang berpembuluh, menghasilkan
biji, berkeping dua dan suku belimbing-belimbingan
yang berbunga.
4.
Penetapan kadar antioksidan
Katekin dan kadar air buah belimbing manis� Averrhoa
carambola L.
Penetapan
kadar antioksidan Katekin dan kadar air buah belimbing manis� Averrhoa carambola L. di
Laboratorium pengujian Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat tanggal 4 Mei 2021 menggunakan spektrofotometri dengan kadar Katekin
0.09 % dan kadar air 88.07 %. Ini
menunjukkan kadar Katekin pada belimbing manis Averrhoa carambola L. sangat kecil hamper tidak terdeteksi pada instrument penguji.
Dan hasil ekstrak dengan kadar air tinggi karena penulis
menggunakan maserasi basah.
A. Penetapan pH ekstrak
Hasil pengamatan pada Formulasi:
Tabel 1. pH Ekstrak
|
No |
� |
pH Ekstrak |
|
|
Pengulangan 1 |
Pengulangan 2 |
||
|
1 |
Sampel 1 |
3.55 |
3.41 |
|
2 |
Sample 2 |
3.55 |
3.40 |
|
3 |
sampel 3 |
3.55 |
3.40 |
Hasil pH relatif
lebih stabil pada pengulangan pembacaan dihari berbeda terjadi penurunan sekitar 0.14 � 0.15, sehingga ketika dalam penambahan
ekstrak pada formulasi tidak mempengaruhi penurunan pH yang signifikan.
Hasil pengamatan pH ekstrak
rentang 3.55 � 3.41 ini menunjukkan pH dalam fase asam sehingga
perlu diformulasi agar meningkatkan pada sediaan menjadi rentang pH 4.5 � 6.5 (Rahmawati, 2006) dengan diformulasikan dengan gliserin sebagai humectant dan
sebagai agen pengemulsi.
5.
Karakterisasi Formulasi masker gel pell off
A.
Organoleptis Formulasi
Hasil pengamatan pada Formulasi:
|
No |
Formulasi |
Bentuk |
Warna |
Bau |
|
1 |
A |
Gel cair |
Bening |
Khas |
|
2 |
B |
Gel kepekatan sedang� |
Bening sedikit coklat |
Khas |
|
3 |
C |
Gel pekat kasar
granul |
Bening agak coklat
pekat |
Khas |
Tabel 2 Hasil pengamatan formulasi
Perbedaan bentuk hasil formulasi adalah karena perbedaan penambahan konsentrasi PVA, sedangkan perbedaan warna sediaan diperoleh
karena penambahna konsentrasi ekstrak Belimbing manis Depok Averrhoa
carambola L. yang di tambahkan. Sediaan yang baik Berdasarkan (Septiani dkk, 2011) harus berwarna jernih dengan bentuk sediaan
setengah padat atau kental. Hasil formulasi A, B, C, masker gel peel off dengan bentuk gel berbeda karena formula konsentrasi HPMC 2 %, 4% dan 6 % mempengaruhi
tingkat kekentalan dan konsentrasi Ekstrak formulasi A, B, C 1%, 3% dan 5 % mempengaruhi
warna intensitas warna gel. Hasil dari gel
dengan warna bening dan pembentukan gel
baik adalah formulasi B.
B.
Homogenitas Formulasi
Pengujian dengan melihat distribusi warna dan bentuk harus tidak
ada partikel kasar dalam gel (Yulin, 2015) Pada Formulasi A, dan
B��� warna dan bentuk merata dan tidak terdapat partikel kasar, sedangkan formula C terdapat gel
pekat yang kasar. Ini pengaruh dari
penambahan konsentrasi
HPMC. Semakin tinggi penambahan HPMC makan sediaan akan semakin
pekat dan tidak terdisosiasi dengan merata.
C.
pH� Formulasi
Hasil pengamatan pH Formulasi
|
No |
Nama |
pH Formulasi |
|
Syarat 4.5 - 6.5 |
||
|
1 |
Formula A |
4.9 |
|
2 |
Formula B |
4.8 |
|
3 |
Formula C |
4.8 |
Pemeriksaan pH dimaksudkan
untuk mengukur sediaan tersebut aman terhadap kulit
wajah. Persyaratan pH
masker gel peel off pada rentang 4.5-6.5(Rahmawati, 2016) dengan
tujuan pada pH tersebut sediaan tidak mengiritasi
kulit. Dari hasil penelitian formula A, B dan C masuk
dalam rentang persyaratan gel yang baik direntang 4.5 � 6.5 sehingga sediaan aman terhadap
wajah tidak pada rentang mengiritasi atau mengeringkan kulit.
D.
Waktu kering Formulasi
Hasil pengamatan Waktu kering Formulasi
|
No |
Nama |
Waktu kering Formulasi |
|
Syarat 15 - 30 menit (Rahmawati, 2016) |
||
|
1 |
Formula A |
17 Menit |
|
2 |
Formula B |
16 Menit |
|
3 |
Formula C� |
15 Menit |
Tabel 4 Waktu kering Formulasi
Waktu kering sediaan dimaksudkan untuk mengetahui seberapa
cepat sediaan dapat membentuk film dan kering diwajah. Semakin cepat terbentuk
film dan kering semakin bagus karena cepat mengangkat komedo dan partikel kotor
pada wajah dalam hitungan tercepat. Waktu ideal waktu kering 15-30 menit.
Penambahan PVA dengan konsentrasi 5%,10% dan 15% perbedaan waktu keringnya pada
formula A, B dan C tidak signifikan.
E.
Daya Sebar
Formulasi
Hasil pengamatan daya sebar formulasi
������� Tabel 5 Daya sebar
formulasi
Uji
daya sebar formulasi dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan sediaan dapat tersebar saat digunakan diwajah. Pada formula A, B dan C di peroleh
daya sebar yang bagus dengan beban
50 g, 100 g dan 150 g diperoleh daya
sebar yang merata. Ini menunjukkan sediaan stabil dalam kondisi apapun
Ketika dipakai.
F.
Daya Lekat Formulasi
Hasil pengamatan Waktu kering
formulasi
|
No |
Nama |
Daya Lekat Formulasi |
|
Syarat 7 detik - 14 detik |
||
|
1 |
Formula A |
12 detik |
|
2 |
Formula B |
11 detik |
|
3 |
Formula C� |
�8 detik |
Tabel 6. Daya Lekat
Formulasi
Uji
daya lekat formulasi dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan sediaan dapat melekat pada kulit wajah. Semakin
cepat melekat pada kulit wajah semakin
bagus. Pada Formulasi A, B
dan C dengan penambahan PVA
5%,10% dan 15% diperoleh daya
lekat tercepat pada formulasi C pada 8 detik melekat dikulit. Dapat ditarik kesimpulan
semakin tinggi konsentrasi PVA semakin cepat melekat pada kulit wajah.
G. Viskositas Formulasi
Hasil
pengujian viskositas Formulasi
Tabel 7 Viskositas formulasi
Dari hasil
pengujian diatas hasil viskositas menggunakan spindle 4, kecepatan
50 rpm hasil tertinggi pada
formula C 35745000 m.Pa-S dengan penambahan HPMC 6% dan hasil viskositas terendah pada formula A penambahan
HPMC 2%� sebagai
peningkatan viskositas, sehingga dapat disimpulkan semakin tinggi penambahan HPMC maka nilai viskositas
semakin meningkat sehingga penambahan HPMC dapat meningkatkan viskositas masker gel peel off.
Di lakukan
uji viskositas untuk mampu menggambarkan agar suatu sediaan tahan
untuk mengalir. Semakin besar tahanannya
maka semakin besar viskositasnya dan semakin tinggi viskositasnya suatu sediaan maka sediaan
akan memiliki kecendrungan semakin baik karena pergerakan
partikel akan menjadi sulit dengan
semakin kentalnya suatu sediaan.
Sediaan
masker gel peel off yang baik mempunyai
nilai 2000 cps-4000 cps, dari
ketiga formula tersebut mempunyai nilai viskositas
Respon peningkatan viskositas,
semakin meningkatnya nilai viskositas maka daya sebar
menurun.(Dian kartika saro dan reni anggraini,
2018)
KESIMPULAN
1. Formula optimal� masker gel pell
off� Belimbing
manis� Averrhoa
carambola L. diperoleh formula B dengan ekstrak 3% , PVA 10% dan
HPMC 4 % dengan penampilan fisik yang bening dan tidak terlalu encer
serta tidak terlalu pekat.
2. Masker gel pell off� Belimbing manis� Averrhoa carambola L. mempunyai stabilitas fisik� yang baik selama penyimpanan
6 minggu pada suhu rendah (4 � 2�C), temperatur suhu ruang (30 � 2�C), dan temperatur tinggi (40 � 2�C).
3. Kandungan Katekain
pada ekstrak Belimbing manis� Averrhoa
carambola L. adalah 0.09 %.
4. Kandungan Antosianin
pada ekstrak Belimbing manis� Averrhoa
carambola L. adalah 1,39 % mg/100g.
DAFTAR PUSTAKA
Adam, J.H.,
Ramian, O and Wilcok, C.C. 2002. Phytochemical Screening of Flavonoid in Three
Hybrids of Napenthes and the Putative Parental Species from Sarawak and Sabah.
J.Biol Sci. 2(9): 623-625.
Alhassan, A.
M dan Ahmed, Q. U. (2016). Averrhoa bilimbi Linn.: A review of its
ethnomedicinal uses, phytochemistry, and pharmacology. J Pharm Bioallied Sci,
(4), 265�271.
Cerlin dan
Febri, mutu fisik dan penerimaan volunteer sediaan masker gel peel off kopi
robusta, akademi farmasi PIM, 1-10
Daswi, D.R.,
Stevani, H., dan Santi, E. (2018). Uji Stabilitas Mutu Fisik Sediaan Masker Gel
Wajah dari Ekstraksi Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Dengan Variasi Konsentrasi
Carbopol. Jurnal Media Farmasi, 14(1), 85- 92.
Departemen
Kesehatan RI 2006, Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia Vol 2, BPOM RI,
Jakarta. Fitri, Ema, 2011, Formulasi Mask.
Departemen
Kesehatan RI 2018, Farmakope Indonesia Jilid�
V , Jakarta
Ditjen POM. (
1985). Formularium Kosmetika Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik
Indonesia
Fitri, Ema,
2011, Formulasi Masker Peel Off dari Ekstrak Metanol Kulit Buah Asam Kandis
(Garcincg cowa, roxb) sebagai Kosmetik, Skripsi UNAND, Padang.
Ginting,
Glori S.C. (2018). Formulasi Masker Peel off n-ekstrak Etanol Buah Belimbing
Wuluh (Averrhoa blimbi L)Sebagai Anti Jerawat. Skirpsi. Medan: Universitas
Sumatra Utara
Yustika dan
saputra, 2017, Klasifikasi Belimbing Menggunakan Na�ve Bayes Berdasarkan Fitur
Warna RGB, IJCCS vol 11, Universitas panca budi Binjai, 100-108
Harborne, J.
B., 1987, Metode Fitokimia (Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan), a.b.
K. Padmawinata dan Iwang Sudiro, edisi ke-2, Jakarta
Heyne, K.,
1987, Tumbuhan Berguna Indonesia Jilid I, diterjemahkan oleh Badan Litbang
Kehutanan, Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta.
Lachman, L.,
Lieberman, H. A., & Kanig J.L. (1994). Teori dan Praktek Farmasi Industri
1. (Siti Suyatmi, Penerjemah). Jakarta: UI-Press, 108
Marlina, S
2010, Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Rimpang Teki (Cyperus rotundus)
terhadap Staphylococcus Epidermidis, Jurnal Jurusan Farmasi Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengertahuan Alam, Universitas Islam Indonesia.
Martin, A.,
Swarbrick, J., & Cammarata, A. (1993). Farmasi Fisik. (Ed. ke-3). Jilid II.
(Joshita Djajadisastra, Penerjemah.). Jakarta: UI-Press, 939-943,1077,
1084-1085, 1095.
Meda A,
Lamien C. E, and Romito M., 2005, Determination of the Total Phenolic,
Flavonoid and Proline content in Burkina Fasan Honey as well as their Radical
Scavenging Activity, Journal Food Chemistry, 91 : 571-577
Miller, A.L.
1996. Antioxidant Flavonoid : Structure, Function and Clinic Usage.
J.Alt.Med.Rev : 1 : 201- 204
Mitsui, T.
(1998). New Cosmetic Science. Amsterdam: Elsevier Science B.V
Molyneux, P.
2004. The Use of the Stable Free Radical Diphenyl picrylhidrazyl (DPPH) for
Estimating Antioxidant Activity. Songklanakarin Journal of Science and
Technology 26(2): 211-219
Morris, K,
1993, Depilatories Mask Scrubs and Bleaching Preparation, Paucher�s Perfumes
Cosmetics and Soaps Hieda Butler, Chapman and Hall, London
Muflihuan,
sukmawati dan Mursyid, 2018, Formulasi dan evaluasi masker gel peel off ekstrak
etanol buah apel, UMI
Nurcahyo
dan� Sunardi, 2007, Uji aktifitas ekstrak
Belimbing� wuluh averrhoa blimbi L
terhadap DPPH, Jurnal SNT, USB E1-E8
Oka Adi
Parwata, I M., Ratnayani, K., dan Ana, 2008, Aktivitas Antiradikal bebas serta
Kadar Beta Karoten pada Madu Randu dan Madu Kelengkeng, Jurnal Kimia, 4 (1) :
54-62
Panjaitan,
RGP. 2002. Potensi Sari Buah Belimbing Manis (Averrhoa carambola L) sebagai
Diuretik. Suara Almamater 17(1- 2) : 28-34.
Pangaribuan,
2016, pemanfaatn masker bunga Rosela untuk pencerahan kulit, jurnal keluarga
sehat sejahtera, vol 14 , 46-58
Pendit, P. A.
C.D., Zubaidah, E., dan Sriherfyna, F.H. (2016). Karekteristik Fisik-Kimia dan
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.),
Jurnal Pangan dan Agroindustri, 4 (1), 400-409.
Prakash, A.,
Fred, R., and Eugene, M. 2007. Antioxidant Activity
Putri
panjaitan dan Bintang, 2014, Peningkatan Kandungan Kalium Urin Setelah
Pemberian Ekstrak Sari Buah Belimbing Manis (Averrhoa carambola), Jurnal
veteriner maret 2014, IPB, 1108-112
Rahmawati,
D., 2004, Uji Antiradikal Bebas Senyawa Golongan Flavonoid pada Ekstrak Metanol
Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia L.) secara Spektroskopi, Skripsi, Jurusan
Kimia, FMIPA, Universitas Udayana, Denpasar
Rahmi,
Ai.2016. Formulasi dan Evaluasi Sediaan Masker Gel peel off Ekstrak Daging Buah
Tomat (Lycopersicum esculentum mill.) Dengan Perbedaan Konsentrasi PVA Sebagai
Basis. Karya Tulis Ilmiah tidak diterbitkan. Ciamis: Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Muhammadiyah Ciamis.
Rahim dan
Nofiandi, 2014, Formulasi masker peel off ekstrak rimpang rumput teki sebagai
antijerawat,Prosiding seminar nasioanal dan workshop, STIFAR Padang,64-72
Raphael, A.
P., Garrastazu, G., Sonvico, F., & Prow, T. W. (2015). Formulation Design
for Topical Drug and Nanoparticle Treatment of Skin Disease. Therapeutic
Delivery, 6(2), 197�216.
Retno Iswarni
Tranggono,Dr SpKK & Fatma Latifah, Apt. (2007). Buku Pegangan Ilmu
Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Rohdiana,
D.(2001). Aktivitas Daya Tangkap Radikal Polifenol Dalam Daun Teh, Majalah
Jurnal Indonesia 12, (1), 53-58.
Rieger, M.
(2000). Harry�s Cosmticology 8th Ed. New York : Chemical Publishing 48
Universitas Indonesia CO. Inc
Tranggono, R.
I., & Latifah, F. (2007). Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. (J.
Djajadisastra, Ed.). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Sayuti,
Kesuma dan Yenrina, 2015, Antioksidan, alami dan sintetik, Andalas University ,
edisi I, Sumatra Barat
Sudarmanto,
2015, Sktifitas anrtioksidan senyawa flavonoid dari akar tanaman ara, Unila,
25-37
Sukmawati,
Dkk. 2013. Pengaruh Variasi Konsentrasi PVA, HPMC dan Gliserin Terhadap Sifat
Fisika Masker Wajah Gel Peel Off Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Manggis
(Garcinia mangostana L.) Denpasar: Universitas Udayana.
Suzuki, M.,
Mitsuaki S., Risa, Y., Masakuni D., Toshio M. and Maeda Y. 2003.Epimerization
of Tea Catechin and O-Methylated Derivates of (-)-
Epigallocatechin-3-0-gallate: Relationship Between Epimeriation and Chemical
Structure. J. Agric. Food Chem, 51: 510-514.
Waisitaatmadja,
Sjarief.1997. Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta: Universitas Indonesia.
Widiya,
Rohdiana an Novrian, 2016, aktifitas ekstrak the putih dengan metode DPPH,
Jurnal UPI
Yulin, H.R.
2015. Uji Stabilitas Fisik Gel Masker Peel Off Serbuk Getah Buah Pepaya (Carica
pepaya L.) Dengan Basis Polivinil Alkohol dan Hidroksipropil Metilselulosa.
Skripsi tidak diterbitkan. Jakarta: Uin Syarif Hidayatullah
Walters, K.
A., & Hadgraft, J. (1993). Pharmaceutical Skin Penetration Enhancement. New
York: M. Dekker. Witt, K., & Bucks, D. (2003).
Witt, K.,
& Bucks, D. (2003). Skin Preparation and Drug Release to Optimize
Dermatological Formulations. In Formulation, Fill & Finish (Vol. 2003, pp.
22�27). Pharmaceutical Technology
Zarwinda
dan� Fauziah, 2020, Studi formulasi
sediaan masker peel off dari ekstrak etanol daun belimbing wuluh, AKAFARMA
Banda aceh, 1206-123
Zulkarnain,
A. K., Susanti, M., & Lathifa, A. N. (2013). The Physical Stability of
Lotion O/W and W/O from Phaleria Macrocarpa Fruit Extract As Sunscreen and
Primary Irritation Test on Rabbit Primer. Traditional Medicine Journal, 18(3),
141�150