PENGARUH PRODUCT PRICE, PRODUCT RANGE, PRODUCT AVAILABILITY, AND PRODUCT QUALITY TERHADAP SWITCHING BRAND PADA PENGGUNA IPHONE

 

Reno Aditya Yusuf1, Sri Vandayuli Riorini2, Vera Safitri3

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trisakti, Indonesia

[email protected]1, [email protected]2, [email protected]3

 

 

Riwayat Artikel:

Received: 29-11-2022

Revised: 15-12-2022

Accepted: 20-12-2022

 

Keywords: cell phone; product influence; iPhone smartphones

 

 

Kata Kunci: ponsel; pengaruh product; smartphone iPhone

 

Abstract

Mobile phones make it easier for us to make calls, send text messages, listen to music, take pictures and videos, play games, send and receive email, and chat. Companies are competing to create products to meet the needs and desires of an increasingly diverse market. This situation causes product competition to increase. Intense competition between companies forces manufacturers to think more to maintain market share. The data used in this study is primary data which is sourced directly from the results of data retrieval with online questionnaires that have been given to previous respondents. The data in this study are also cross-sectional because they will only be carried out once in a certain period. Activities in data analysis are grouping data based on variables and types of respondents, tabulating data based on variables from all respondents, presenting data for each variable studied, performing calculations to test the hypotheses proposed. the conclusions are: 1.) Respondents were 123 people with the majority being male, aged between 18-25 years. 2.) There is a significant effect of Product Quality on Switching Brands on iPhone smartphone products. 3.) There is no influence between Product Price, Product Range, Product Availability, on Switching Brands on iPhone smartphone products

 

 

Abstrak

Ponsel memudahkan kita untuk melakukan panggilan, mengirim pesan teks, mendengarkan musik, mengambil gambar dan video, bermain game, mengirim dan menerima email, dan mengobrol. Perusahaan berlomba-lomba menciptakan produk untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar yang semakin beragam. Situasi ini menyebabkan persaingan produk meningkat. Persaingan yang ketat antar perusahaan memaksa produsen berpikir lebih untuk mempertahankan pangsa pasar. Data yang digunakan pada penelitian ini ialah data primer yang bersumber langsung dari hasil pengambilan data dengan kuesioner secara online yang telah diberikan kepada responden sebelumnya. Data pada penelitian ini juga bersifat Cross Sectional karena hanya akan dilakukan sekali pada suatu periode tertentu. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden, menstabulasi databerdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang diajukan. kesimpulan yaitu: 1.) Responden sebanyak 123 orang dengan mayoritas adalah seorang Laki - Laki, berusia antara 18 – 25 tahun. 2.) Terdapat pengaruh yang signifikan Product Quality terhadap Switching Brand pada produk smartphone iPhone. 3.) Tidak terdapat pengaruh antara Product Price, Product Range, Product Availability, terhadap Switching Brand pada produk smartphone iPhone

Corresponding Author: Reno Aditya Yusuf

E-mail: [email protected]

https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

 

 

 

PENDAHULUAN

Pada saat ini, kemajuan teknologi dan informasi semakin meningkat. Hal ini membuat perkembangan kebutuhan manusia semakin sulit. Di era modern ini, manusia tidak bisa lepas dari teknologi, terutama dalam hal komunikasi.

Segalanya akan semakin mudah sehingga banyak orang yang sering kali kecanduan dengan alat komunikasi, khususnya handphone atau yang biasa kita sebut handphone. Ponsel memudahkan kita untuk melakukan panggilan, mengirim pesan teks, mendengarkan musik, mengambil gambar dan video, bermain game, mengirim dan menerima email, dan mengobrol. Seiring berkembangnya zaman, handphone saat ini semakin canggih dan kemampuannya semakin lengkap, sehingga handphone biasa dikenal dengan smartphone atau telepon pintar.

Saat ini, smartphone dijual hampir di seluruh dunia. Perusahaan berlomba-lomba menciptakan produk untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar yang semakin beragam. Situasi ini menyebabkan persaingan produk meningkat. Persaingan yang ketat antar perusahaan memaksa produsen berpikir lebih untuk mempertahankan pangsa pasar. Dalam lingkungan yang semakin kompetitif ini, relatif mudah bagi konsumen untuk berpindah merek. Menurut Ribhan (2006) dalam Rohman (2016) brand switching adalah ketika konsumen atau sekelompok konsumen berpindah loyalitas dari merek produk tertentu ke merek produk lain. Pergantian merek sangat erat kaitannya dengan kualitas produk yang ditawarkan oleh perusahaan itu sendiri. Konsumen semakin pintar dalam memilih barang yang akan dibeli, sehingga konsumen akan membeli barang yang berkualitas baik dengan harga yang kompetitif.

Salah satu merek smartphone yang ada di pasar Indonesia yaitu Apple. Perusahaan Apple merupakan salah satu perusahaan yang mampu bersaing di pasar global. Perusahaan Apple merupakan salah satu perusahaan yang mampu bersaing di pasar global. Meningkatkan kualitas produk merupakan salah satu strategi perusahaan untuk menarik perhatian pelanggan. Produk Apple memiliki kualitas dan atribut yang sangat bagus dan lengkap karena banyak konsumen yang menginginkan dan memiliki produk Apple. Salah satu produk Apple yang paling populer adalah iPhone. iPhone merupakan salah satu produk Apple yang menggegerkan dunia saat pertama kali dirilis pada tahun 2007 lalu. Kisah iPhone dimulai ketika Steve Jobs, CEO Apple Inc., memerintahkan para ilmuwan Apple untuk menggali lebih dalam tentang teknologi layar sentuh.

Penggunaan iPhone di kalangan anak muda selalu ingin mengikuti trend untuk mendorong seseorang membeli. Selain itu, produk Apple ini sangat digemari karena brand image dan kualitas produk yang diberikan oleh Apple. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka peneliti memberi judul penelitian “Pengaruh Harga, Jangkauan, Ketersediaan dan Kualitas Produk Pada Pengguna Iphone Pada Merek Switch” Penggunaan iPhone dikalangan anak muda selalu ingin mengikuti tren mendorong seseorang untuk melakukan pembelian. Selain itu, produk Apple ini sangat digemari karena brand image dan kualitas produk yang diberikan oleh Apple. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, peneliti memberi judul penelitian “Pengaruh Price, Range, Availability, and Quality Product terhadap Switch Brand pada pengguna Iphone”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Product Price, Range, Availability, and Quality Product terhadap Intention to Switching Brand

 

METODE PENELITIAN

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji hipotesis (hypothesis testing). Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada penelitian sebelumnya dengan judul “Business Excellence and Management Plummeting Consumers' Brand Switching Behaviour Using A Holistic Product Strategy In The Zimbabwean Cola Industry” yang dilakukan oleh Forbes Makudza, dkk (2021). Data yang digunakan pada penelitian ini ialah data primer yang bersumber langsung dari hasil pengambilan data dengan kuesioner secara online yang telah diberikan kepada responden sebelumnya. Data pada penelitian ini juga bersifat Cross Sectional karena hanya akan dilakukan sekali pada suatu periode tertentu. Setting Penelitian menggunakan Noncontrived Setting karena dilakukan di tempat umum untuk mengetahui situasi rill di masyarakat.

Analisis data adalah usaha atau cara untuk mengelola data menjadi informasi Untuk membuat fitur data dapat dimengerti dan berguna untuk digunakan masalah. Tujuan dari metode analisis data adalah untuk menginterpretasikan dan menarik kesimpulan dari data yang dikumpulkan (Sugiyono, 2013). Metode alat analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif. Manajemen data menggunakan statistik deskriptif yang memberikan gambaran tentang data yang disusunnya Minimum, maksimum, rata-rata dan standar deviasi.

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

1.    Statistik Deskriptif

Menurut Sugiyono (2017), Analisis Statistic Deskriptif merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalahmengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden, menstabulasi databerdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang diajukan

1)    Statistik Deskriptif Responden

Berikut penjelasan umum mengenai responden dengan melihat karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, usia, Pendidikan, pekerjaan, status, hubungan dengan restoran, lama restoran berdiri, jenis restoran, jumlah karyawan, dan jenis karyawan mengenai pendapat produk Iphone di Jakarta.

Tabel 1. Statistik Deskriptif Responden

No.

Deskripsi Responden

Jumlah Responden (orang)

Persentase (%)

1.

Jenis Kelamin

Laki - laki

64

52.o%

Wanita

59

48.0%

2.

Usia

< 18 Tahun

36

29.3%

18 – 25 tahun

76

61.8%

26 – 30 tahun

4

3.3%

>30 tahun

7

5.7%

3.

Pekerjaan

Pelajar/Mahasiswa

73

59.3%

Pegawai Swasta

31

25.2%

Pegawai Negeri

4

3.3%

Wirausaha

11

8.9%

Lainya

4

3.3

4.

Pendidikan

< Rp. 1.000.000,00

48

39.0%

Rp. 1.000.000,00 - Rp. 5.000.00,00

51

41.5%

Rp. 6.000.000,00 - Rp. 10.000.000,00

15

12.2%

> Rp. 10.000.000,00

9

7.3%

 

Berdasarkan table di atas menunjukkan bahwa Sebagian besar responden adalah Laki – laki sebanyak 64 orang atau 52.0 % dari total responden. Deskripsi usia responden mayoritas berusia 18 – 25 tahun, dengan jumlah responden 76 atau sebesar 61.8 %. Deskripsi pendapatan responden mayoritas Rp1.000.000,00 – Rp. 5.000.000,00, dengan jumat responden 51 atau sebesar 41.5%.

2)    Statistik Deskriptif Variabel

Variabel – variable dalam peneliatian ini meliputi Product Price, Product Range, Product availability, Product Quality dan Switching.

Tabel 2. Statistik Deskriptif Variabel

Descriptive Statistics

 

N

Minimum

Maximum

Sum

Mean

Std. Deviation

Variance

Statistic

Statistic

Statistic

Statistic

Statistic

Std. Error

Statistic

Statistic

PPR1

123

1

5

463

3.76

.103

1.146

1.313

PPR2

123

1

5

427

3.47

.111

1.230

1.514

PPR3

123

1

5

454

3.69

.108

1.195

1.428

PPR4

123

1

5

486

3.95

.099

1.100

1.211

Product Price

123

1.25

5.00

457.50

3.7195

.08017

.88913

.791

PR1

123

2

5

520

4.23

.073

.808

.653

PR2

123

1

5

492

4.00

.090

1.000

1.000

PR3

123

1

5

488

3.97

.097

1.071

1.146

PR4

123

1

5

480

3.90

.095

1.051

1.105

PR5

123

1

5

488

3.97

.088

.975

.950

Product Range

123

1.40

5.00

493.60

4.0130

.06979

.77406

.599

PA1

123

1

5

534

4.34

.081

.904

.817

PA2

123

1

5

516

4.20

.079

.875

.765

PA3

123

1

5

489

3.98

.094

1.044

1.090

Product Availability

123

1.00

5.00

513.00

4.1707

.07058

.78274

.613

PQ1

123

1

5

488

3.97

.096

1.063

1.130

PQ2

123

1

5

492

4.00

.089

.983

.967

PQ3

123

1

5

501

4.07

.093

1.034

1.068

PQ4

123

1

5

498

4.05

.087

.965

.932

PQ5

123

1

5

473

3.85

.094

1.040

1.083

PQ6

123

1

5

472

3.84

.093

1.035

1.072

PQ7

123

1

5

520

4.23

.084

.930

.866

Product Quality

123

1.14

5.00

492.00

4.0000

.06736

.74702

.558

SW1

123

1

5

498

4.05

.099

1.093

1.194

SW2

123

1

5

458

3.72

.110

1.223

1.497

SW3

123

1

5

436

3.54

.111

1.230

1.512

SW4

123

1

5

460

3.74

.104

1.151

1.325

Switching

123

.75

3.75

354.00

2.8780

.06179

.68530

.470

Valid N (listwise)

123

 

 

 

 

 

 

 

Sumbe: Hasil Pengulahan data SPSS, 2022

 

Berdasarkan tabel 2 diatas, dapat disimpulkan bahwa statistik deskriptif pada item – item variable yang digunakan, variabel Product Price yang dianalisi memiliki nilai terkecil (minimum) sebesar 1,25 dan nilai terbesar (maximum) 5,00 dengan nilai standar deviasi sebesar 0,88913. Variabel Product Range yang dianalisi memiliki nilai terkecil (minimum) sebesar 1,40 dan nilai terbesar (maximum) 5,00 dengan nilai standar deviasi sebesar 0,77406. Variabel Product Availability yang dianalisi memiliki nilai terkecil (minimum) sebesar 1,00 dan nilai terbesar (maximum) 5,00 dengan nilai standar deviasi sebesar 0,78274. Variabel Product Quality yang dianalisi memiliki nilai terkecil (minimum) sebesar 1,14 dan nilai terbesar (maximum) 5,00 dengan nilai standar deviasi sebesar 074702. Variabel Switching yang dianalisi memiliki nilai terkecil (minimum) sebesar 0,75 dan nilai terbesar (maximum) 3,75 dengan nilai standar deviasi sebesar 0,68530.

a.       Uji Validitas Dan Reliabilitas

Pada penelitian ini, Uji validitas dan Reliabilitas dilakukan pada responden sebanyak 123 di Jakarta.

Tabel 3. Uji Validitas Dan Uji Reliabilitas

No

Item - Item Pernyataan

Factor Loading

Keputusan

Crobanch Alpha

Keputusan

Product Price

1

Saya merasa Harga Iphone yang saya gunakan sekarang sesuai dengan kualitasnya

0.783

Valid

0.854

Reliabel

2

Saya merasa Harga Iphone yang saya gunakan saat ini lebih terjangkau dengan Smartphone Android Sejenis

0.661

Valid

3

Saya merasa harga beli Iphone yang saya gunakan sekarang nya mampu bersaing dengan Smartphone Android Lainnya yang sejenis

0.853

Valid

4

Saya merasa harga Iphone sesuai dengan fasilitas yang diberikan

0.750

Valid

Product Range

1

Saya merasa produk smartphone iPhone mengikuti perubahan teknologi

0.748

Valid

0.897

Reliabel

2

Saya merasa setiap seri produk smartphone iPhone memiliki keterbaruan

0.779

Valid

3

Saya merasa produk smartphone iPhone terus menerus melakukan keterbaruan atas produknya

0.809

Valid

4

Saya merasa keterbaruan produk smartphone iPhone mempermudah kegiatan saya

0.828

Valid

5

Saya merasa keterbaruan produk smartphone iPhone mudah untuk saya mengerti

0.770

Valid

Product Availability

1

Saya merasa Pembelian Unit Iphone tersedia secara offline store maupun online store

0.805

Valid

0.887

Reliabel

2

Ketersediaan produk di store Authorized Reseller banyak ditemukan diberbagai kota

0.829

Valid

3

Ketersediaan Service Centre tersebar diberbagai kota

0.858

Valid

Product Quality
Product Quality

1

Kinerja Iphone jarang mengalami kendala

0.767

Valid

0.897

Reliabel

2

Fitur Iphone mudah digunakan

0.767

Valid

3

Model Iphone jauh lebih menarik daripada smartphone lainnya yang sejenis

0.779

Valid

4

Spesifikasi Iphone sesuai dengan yang ditawarkan

0.757

Valid

5

Masa pemakaian iphone jauh lebih lama dari pada smartphone lain

0.693

Valid

6

Sistem IOS lebih mudah digunakan daripada sistem operasi lain

0.792

Valid

7

Kamera iPhone menghasilkan gambar yang mempunyai kualitas baik dan resolusi tinggi

0.627

Valid

Switching

1

Saya memiliki keinginan berpindah merek dari smartphone android ke iPhone

0.777

Valid

0.870

Reliabel

2

Saya tidak berencana menggunakan produk smartphone android

0.783

Valid

3

Saya memutuskan untuk berhenti menggunakan smartphone android

0.770

Valid

4

Saya merasa puas setelah pindah ke merek IphoNe  yang sekarang

0.811

Valid

Sumber: Hasil Pengulahan data SPSS, 2022

 

Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa seluruh item pernyataan dinyatakan valid karena nilai factor loading ≥ 0,40 (Hair et al., 2010). Serta nilai cronbach’s alpha ≥ 0,60 dinyatakan reliabel dalam mengukur variabel yang diteliti dan diukur.

b.      Uji Goodness of Fit Model

Menurut Ghozali (2011), Uji Goodness of Fit (uji kelayakan model) dilakukan untuk mengukur ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual secara statistik.

Tabel 4. Uji Goodness of Fit

Jenis Pengukuran

Goodness of Fit

Nilai

Batas penerimaan yang di sarankan

Kesimpulan

Absolute fit

Chi Square

719,191

Diharapkan kecil (0-2)

Poor Fit

Measure

RMSEA

0,134

≥ 0,08

Goodness Of Fit

Sig Probability

0,000

≥ 0,05

Goodness Of Fit

Incremental fit measure

GFI

0,643

≥ 0,90

Poor Fit

IFI

0,689

≥ 0,90

Poor Fit

NFI

0,603

≥ 0,90

Poor Fit

TLI

0,646

≥ 0,90

Poor Fit

CFI

0,684

≥ 0,90

Poor Fit

RFI

0,556

≥0,90

Poor Fit

Parsimonius fit measure

CMIN/DF

3,182

Batas bawah 1, batas atas 5

Goodness Of Fit

Sumber: Hasil Pengolahan data menggunkan AMOS 21

 

Dari hasil uji kesesuaian model diatas, terdapat lebih dari satu pengukuran yang sudah menyatakan Goodness of Fit, maka model penelitian sudah bisa dinyatakan layak atau lolos uji goodness of fit. nilai sig. probability sebesar 0,000 < 0,05 yang dapat disimpulkan goodness of fit. RMSEA memiliki nilai sebesar 0,134 ≥ 0,08 yang artinya goodness of fit. GFI memiliki nilai sebesar 0,643 yang artinya Foor Fit. Kriteria berikutnya adalah RFI memiliki nilai sebesar 0,556 yang artinya poor fit. < 0,90 karena nilai tersebut . Sedangkan NFI, IFI, TLI, dan CFI masing-masing memiliki nilai sebesar 0,603, 0,689, 0,646, dan 0,684 yang artinya poor of fit. Kriteria terkhir yaitu nilai CMIN/DF sebesar 3,182 yang artinya goodness of fit karena memenuhi nilai cut off yaitu ≤ nilai batas bawah 1 dan batas atas 5. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa model ini dinyatakan layak (goodness of fit) sehingga dapat dilanjutkan ke pengujian berikutnya yaitu pengujian hipotesis. Adapun gambar pada model adalah sebagai berikut.

Diagram

Description automatically generated

Gambar 2. Structure Goodness Of Fit

Sumber: Hasil Pengolahan data menggunkan AMOS 21

 

c.       Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis yang dilakukan adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pada penelitian ini atau untuk menganalisis hubungan-hubungan struktural model. Analisis data hipotesis dapat dilihat dari nilai standardized regression weight yang menunjukkan koefisien pengaruh antar variabel. Dari pengolahan data dapat diketahui adanya hubungan positif antar variabel jika C.R menunjukkan nilai > 1,96 dan nilai P < 0,05. Adapun hasil uji hipotesis dapat diperoleh pada tabel berikut:

Tabel 5.  Uji Hipotesis Regression Weights

Estimate

S.E.

C.R.

P

Label

SW

<---

PA

-,109

,082

-1,332

***

par_11

SW

<---

PQ

,501

,113

4,440

***

par_12

SW

<---

PPR

,108

,142

,760

***

par_13

SW

<---

PR

,012

,070

,172

***

par_14

 

Berdasarkan Tabel 5 menunjukkan bahwa hasil Uji Regression Weight yang dapat menjelaskan koefisien pengaruh antar variabel terkait. Hasil dari analisis regression weight tersebut menunjukkan bahwa:

1.    Hipotesis Pertama

Pengujian hipotesis pertama untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antara Product Price dan Switching Brand. Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa parameter estimasi nilai koefisien Standardized Regression Weight diperoleh sebesar 0,108 dan nilai C.R sebesar 0,760 < 1,96, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara Product Price dengan Switching Brand. Dengan begitu semakin tinggi Product Price maka akan belum tentu meningkatkan keinginan pelanggan untuk mengganti produknya. Pengujian hubungan kedua variabel tersebut menunjukkan nilai probabilitas 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat dinyatakan ada pengaruh secara langsung antara Product Price dengan Switching Brand.

2.    Hipotesis Kedua

Pengujian hipotesis Kedua untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antara Product Range dan Switching Brand. Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa parameter estimasi nilai koefisien Standardized Regression Weight diperoleh sebesar 0,012 dan nilai C.R sebesar 0,172< 1,96, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan hubungan antara Product Range dengan Switching Brand. Dengan begitu semakin meningkatnya Product Range tidak akan mempengaruhi pelanggan untuk beralih brand. Pengujian hubungan kedua variabel tersebut menunjukkan nilai probabilitas 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat dinyatakan ada pengaruh secara langsung antara Product Range dengan Switching Brand.

3.    Hipotesis Ketiga

Pengujian hipotesis Ketiga untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antara Product Availability dan Switching Brand. Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa parameter estimasi nilai koefisien Standardized Regression Weight diperoleh sebesar -0,109 dan nilai C.R sebesar -1,332 < 1,96, hal ini menunjukkan bahwa ada tidak ada hubungan antara Product Availability dengan Switching Brand. Dengan begitu semakin banyaknya ketersediaan product dipasar bukan menjadi alasan pelanggan untuk beralih brand. Pengujian hubungan kedua variabel tersebut menunjukkan nilai probabilitas 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat dinyatakan ada pengaruh secara langsung antara Product Availability dengan Switching Brand.

4.    Hipotesis Keempat

Pengujian hipotesis Keempat untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antara Product Quality dan Switching Brand. Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa parameter estimasi nilai koefisien Standardized Regression Weight diperoleh sebesar 0,501dan nilai C.R sebesar 4,440 >1,96, hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara Product Quality dengan Switching Brand. Dengan begitu semakin baiknya kualitas produk maka semakin tinggi keinginan pelanggan untuk beralih brand. Pengujian hubungan kedua variabel tersebut menunjukkan nilai probabilitas 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat dinyatakan ada pengaruh secara langsung antara Product Availability dengan Switching Brand.

 

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada penelitian, maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan yaitu :

1.       Responden sebanyak 123 orang dengan mayoritas adalah seorang Laki - Laki, berusia antara 18 – 25 tahun.

2.       Terdapat pengaruh yang signifikan Product Quality terhadap Switching Brand pada produk smartphone iPhone.

3.       Tidak terdapat pengaruh antara Product Price, Product Range, Product Availability, terhadap Switching Brand pada produk smartphone iPhone.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Achyar, M. (2018). Pengaruh Ketidakpuasan Konsumen, Mencari Variasi, Harga, Dan Promosi Terhadap Perpindahan Merek Asus Zenfone Ke Merk Lain; Achyar, Mintaful ;. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Al Qautsar, M. (2017). Pengaruh Citra Merek Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Iphone Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar.

Herdian, E. (2016). Pengaruh Marketing Mix Dan Country Of Origin Terhadap Minat Beli Produk Smartphone (Studi Kasus Pada Produk Samsung). Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara Yogyakarta.

Prastica, T. A. (2020). Pengaruh Inovasi Produk, Desain Produk dan Kualitas Produk Terhadap Keunggulan Bersaing Smartphone Iphone Di Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.

Utami, S. (2017). Pengaruh Repsepsi Konsumen Pada Kualitas Produk Terhadap Kecenderungan Berpindah Merek (Brand Switching) Bagi Pengguna Iphone. Yogjakarta: Universitas Santa Dharma.