PENGARUH PRODUCT PRICE, PRODUCT RANGE, PRODUCT AVAILABILITY, AND PRODUCT QUALITY TERHADAP SWITCHING BRAND PADA PENGGUNA IPHONE
Reno Aditya Yusuf1, Sri Vandayuli Riorini2, Vera Safitri3
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trisakti, Indonesia
[email protected]1, [email protected]2, [email protected]3
|
Riwayat Artikel: Received: 29-11-2022 Revised: 15-12-2022 Accepted: 20-12-2022
Keywords: cell phone; product influence; iPhone smartphones
Kata Kunci: ponsel; pengaruh product; smartphone iPhone |
|
Abstract Mobile phones make it easier for us to make calls, send text messages, listen to music, take pictures and videos, play games, send and receive email, and chat. Companies are competing to create products to meet the needs and desires of an increasingly diverse market. This situation causes product competition to increase. Intense competition between companies forces manufacturers to think more to maintain market share. The data used in this study is primary data which is sourced directly from the results of data retrieval with online questionnaires that have been given to previous respondents. The data in this study are also cross-sectional because they will only be carried out once in a certain period. Activities in data analysis are grouping data based on variables and types of respondents, tabulating data based on variables from all respondents, presenting data for each variable studied, performing calculations to test the hypotheses proposed. the conclusions are: 1.) Respondents were 123 people with the majority being male, aged between 18-25 years. 2.) There is a significant effect of Product Quality on Switching Brands on iPhone smartphone products. 3.) There is no influence between Product Price, Product Range, Product Availability, on Switching Brands on iPhone smartphone products |
|
|
Abstrak Ponsel memudahkan kita untuk melakukan panggilan, mengirim pesan teks, mendengarkan musik, mengambil gambar dan video, bermain game, mengirim dan menerima email, dan mengobrol. Perusahaan berlomba-lomba menciptakan produk untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar yang semakin beragam. Situasi ini menyebabkan persaingan produk meningkat. Persaingan yang ketat antar perusahaan memaksa produsen berpikir lebih untuk mempertahankan pangsa pasar. Data yang digunakan pada penelitian ini ialah data primer yang bersumber langsung dari hasil pengambilan data dengan kuesioner secara online yang telah diberikan kepada responden sebelumnya. Data pada penelitian ini juga bersifat Cross Sectional karena hanya akan dilakukan sekali pada suatu periode tertentu. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden, menstabulasi databerdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang diajukan. kesimpulan yaitu: 1.) Responden sebanyak 123 orang dengan mayoritas adalah seorang Laki - Laki, berusia antara 18 – 25 tahun. 2.) Terdapat pengaruh yang signifikan Product Quality terhadap Switching Brand pada produk smartphone iPhone. 3.) Tidak terdapat pengaruh antara Product Price, Product Range, Product Availability, terhadap Switching Brand pada produk smartphone iPhone |
Corresponding Author: Reno Aditya Yusuf
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Pada saat ini, kemajuan teknologi dan informasi semakin meningkat. Hal ini membuat perkembangan kebutuhan manusia semakin sulit. Di era modern ini, manusia tidak bisa lepas dari teknologi, terutama dalam hal komunikasi.
Segalanya akan semakin mudah sehingga banyak orang yang sering kali kecanduan dengan alat komunikasi, khususnya handphone atau yang biasa kita sebut handphone. Ponsel memudahkan kita untuk melakukan panggilan, mengirim pesan teks, mendengarkan musik, mengambil gambar dan video, bermain game, mengirim dan menerima email, dan mengobrol. Seiring berkembangnya zaman, handphone saat ini semakin canggih dan kemampuannya semakin lengkap, sehingga handphone biasa dikenal dengan smartphone atau telepon pintar.
Saat ini, smartphone dijual hampir di seluruh dunia. Perusahaan berlomba-lomba menciptakan produk untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar yang semakin beragam. Situasi ini menyebabkan persaingan produk meningkat. Persaingan yang ketat antar perusahaan memaksa produsen berpikir lebih untuk mempertahankan pangsa pasar. Dalam lingkungan yang semakin kompetitif ini, relatif mudah bagi konsumen untuk berpindah merek. Menurut Ribhan (2006) dalam Rohman (2016) brand switching adalah ketika konsumen atau sekelompok konsumen berpindah loyalitas dari merek produk tertentu ke merek produk lain. Pergantian merek sangat erat kaitannya dengan kualitas produk yang ditawarkan oleh perusahaan itu sendiri. Konsumen semakin pintar dalam memilih barang yang akan dibeli, sehingga konsumen akan membeli barang yang berkualitas baik dengan harga yang kompetitif.
Salah satu merek smartphone yang ada di pasar Indonesia yaitu Apple. Perusahaan Apple merupakan salah satu perusahaan yang mampu bersaing di pasar global. Perusahaan Apple merupakan salah satu perusahaan yang mampu bersaing di pasar global. Meningkatkan kualitas produk merupakan salah satu strategi perusahaan untuk menarik perhatian pelanggan. Produk Apple memiliki kualitas dan atribut yang sangat bagus dan lengkap karena banyak konsumen yang menginginkan dan memiliki produk Apple. Salah satu produk Apple yang paling populer adalah iPhone. iPhone merupakan salah satu produk Apple yang menggegerkan dunia saat pertama kali dirilis pada tahun 2007 lalu. Kisah iPhone dimulai ketika Steve Jobs, CEO Apple Inc., memerintahkan para ilmuwan Apple untuk menggali lebih dalam tentang teknologi layar sentuh.
Penggunaan iPhone di kalangan anak muda selalu ingin mengikuti trend untuk mendorong seseorang membeli. Selain itu, produk Apple ini sangat digemari karena brand image dan kualitas produk yang diberikan oleh Apple. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka peneliti memberi judul penelitian “Pengaruh Harga, Jangkauan, Ketersediaan dan Kualitas Produk Pada Pengguna Iphone Pada Merek Switch” Penggunaan iPhone dikalangan anak muda selalu ingin mengikuti tren mendorong seseorang untuk melakukan pembelian. Selain itu, produk Apple ini sangat digemari karena brand image dan kualitas produk yang diberikan oleh Apple. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, peneliti memberi judul penelitian “Pengaruh Price, Range, Availability, and Quality Product terhadap Switch Brand pada pengguna Iphone”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Product Price, Range, Availability, and Quality Product terhadap Intention to Switching Brand
METODE PENELITIAN
Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji hipotesis (hypothesis testing). Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada penelitian sebelumnya dengan judul “Business Excellence and Management Plummeting Consumers' Brand Switching Behaviour Using A Holistic Product Strategy In The Zimbabwean Cola Industry” yang dilakukan oleh Forbes Makudza, dkk (2021). Data yang digunakan pada penelitian ini ialah data primer yang bersumber langsung dari hasil pengambilan data dengan kuesioner secara online yang telah diberikan kepada responden sebelumnya. Data pada penelitian ini juga bersifat Cross Sectional karena hanya akan dilakukan sekali pada suatu periode tertentu. Setting Penelitian menggunakan Noncontrived Setting karena dilakukan di tempat umum untuk mengetahui situasi rill di masyarakat.
Analisis data adalah usaha atau cara untuk mengelola data menjadi informasi Untuk membuat fitur data dapat dimengerti dan berguna untuk digunakan masalah. Tujuan dari metode analisis data adalah untuk menginterpretasikan dan menarik kesimpulan dari data yang dikumpulkan (Sugiyono, 2013). Metode alat analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif. Manajemen data menggunakan statistik deskriptif yang memberikan gambaran tentang data yang disusunnya Minimum, maksimum, rata-rata dan standar deviasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Statistik Deskriptif
Menurut Sugiyono (2017), Analisis Statistic Deskriptif merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalahmengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden, menstabulasi databerdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang diajukan
1) Statistik Deskriptif Responden
Berikut penjelasan umum mengenai responden dengan melihat karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, usia, Pendidikan, pekerjaan, status, hubungan dengan restoran, lama restoran berdiri, jenis restoran, jumlah karyawan, dan jenis karyawan mengenai pendapat produk Iphone di Jakarta.
Tabel 1. Statistik Deskriptif Responden
|
No. |
Deskripsi Responden |
Jumlah Responden (orang) |
Persentase (%) |
|
|
1. |
Jenis Kelamin |
Laki - laki |
64 |
52.o% |
|
Wanita |
59 |
48.0% |
||
|
2. |
Usia |
< 18 Tahun |
36 |
29.3% |
|
18 – 25 tahun |
76 |
61.8% |
||
|
26 – 30 tahun |
4 |
3.3% |
||
|
>30 tahun |
7 |
5.7% |
||
|
3. |
Pekerjaan |
Pelajar/Mahasiswa |
73 |
59.3% |
|
Pegawai Swasta |
31 |
25.2% |
||
|
Pegawai Negeri |
4 |
3.3% |
||
|
Wirausaha |
11 |
8.9% |
||
|
Lainya |
4 |
3.3 |
||
|
4. |
Pendidikan |
< Rp. 1.000.000,00 |
48 |
39.0% |
|
Rp. 1.000.000,00 - Rp. 5.000.00,00 |
51 |
41.5% |
||
|
Rp. 6.000.000,00 - Rp. 10.000.000,00 |
15 |
12.2% |
||
|
> Rp. 10.000.000,00 |
9 |
7.3% |
||
Berdasarkan table di atas menunjukkan bahwa Sebagian besar responden adalah Laki – laki sebanyak 64 orang atau 52.0 % dari total responden. Deskripsi usia responden mayoritas berusia 18 – 25 tahun, dengan jumlah responden 76 atau sebesar 61.8 %. Deskripsi pendapatan responden mayoritas Rp1.000.000,00 – Rp. 5.000.000,00, dengan jumat responden 51 atau sebesar 41.5%.
2) Statistik Deskriptif Variabel
Variabel – variable dalam peneliatian ini meliputi Product Price, Product Range, Product availability, Product Quality dan Switching.
Tabel 2. Statistik Deskriptif Variabel
|
Descriptive Statistics |
||||||||
|
|
N |
Minimum |
Maximum |
Sum |
Mean |
Std. Deviation |
Variance |
|
|
Statistic |
Statistic |
Statistic |
Statistic |
Statistic |
Std. Error |
Statistic |
Statistic |
|
|
PPR1 |
123 |
1 |
5 |
463 |
3.76 |
.103 |
1.146 |
1.313 |
|
PPR2 |
123 |
1 |
5 |
427 |
3.47 |
.111 |
1.230 |
1.514 |
|
PPR3 |
123 |
1 |
5 |
454 |
3.69 |
.108 |
1.195 |
1.428 |
|
PPR4 |
123 |
1 |
5 |
486 |
3.95 |
.099 |
1.100 |
1.211 |
|
Product Price |
123 |
1.25 |
5.00 |
457.50 |
3.7195 |
.08017 |
.88913 |
.791 |
|
PR1 |
123 |
2 |
5 |
520 |
4.23 |
.073 |
.808 |
.653 |
|
PR2 |
123 |
1 |
5 |
492 |
4.00 |
.090 |
1.000 |
1.000 |
|
PR3 |
123 |
1 |
5 |
488 |
3.97 |
.097 |
1.071 |
1.146 |
|
PR4 |
123 |
1 |
5 |
480 |
3.90 |
.095 |
1.051 |
1.105 |
|
PR5 |
123 |
1 |
5 |
488 |
3.97 |
.088 |
.975 |
.950 |
|
Product Range |
123 |
1.40 |
5.00 |
493.60 |
4.0130 |
.06979 |
.77406 |
.599 |
|
PA1 |
123 |
1 |
5 |
534 |
4.34 |
.081 |
.904 |
.817 |
|
PA2 |
123 |
1 |
5 |
516 |
4.20 |
.079 |
.875 |
.765 |
|
PA3 |
123 |
1 |
5 |
489 |
3.98 |
.094 |
1.044 |
1.090 |
|
Product Availability |
123 |
1.00 |
5.00 |
513.00 |
4.1707 |
.07058 |
.78274 |
.613 |
|
PQ1 |
123 |
1 |
5 |
488 |
3.97 |
.096 |
1.063 |
1.130 |
|
PQ2 |
123 |
1 |
5 |
492 |
4.00 |
.089 |
.983 |
.967 |
|
PQ3 |
123 |
1 |
5 |
501 |
4.07 |
.093 |
1.034 |
1.068 |
|
PQ4 |
123 |
1 |
5 |
498 |
4.05 |
.087 |
.965 |
.932 |
|
PQ5 |
123 |
1 |
5 |
473 |
3.85 |
.094 |
1.040 |
1.083 |
|
PQ6 |
123 |
1 |
5 |
472 |
3.84 |
.093 |
1.035 |
1.072 |
|
PQ7 |
123 |
1 |
5 |
520 |
4.23 |
.084 |
.930 |
.866 |
|
Product Quality |
123 |
1.14 |
5.00 |
492.00 |
4.0000 |
.06736 |
.74702 |
.558 |
|
SW1 |
123 |
1 |
5 |
498 |
4.05 |
.099 |
1.093 |
1.194 |
|
SW2 |
123 |
1 |
5 |
458 |
3.72 |
.110 |
1.223 |
1.497 |
|
SW3 |
123 |
1 |
5 |
436 |
3.54 |
.111 |
1.230 |
1.512 |
|
SW4 |
123 |
1 |
5 |
460 |
3.74 |
.104 |
1.151 |
1.325 |
|
Switching |
123 |
.75 |
3.75 |
354.00 |
2.8780 |
.06179 |
.68530 |
.470 |
|
Valid N (listwise) |
123 |
|
|
|
|
|
|
|
Sumbe: Hasil Pengulahan data SPSS, 2022
Berdasarkan tabel 2 diatas, dapat disimpulkan bahwa statistik deskriptif pada item – item variable yang digunakan, variabel Product Price yang dianalisi memiliki nilai terkecil (minimum) sebesar 1,25 dan nilai terbesar (maximum) 5,00 dengan nilai standar deviasi sebesar 0,88913. Variabel Product Range yang dianalisi memiliki nilai terkecil (minimum) sebesar 1,40 dan nilai terbesar (maximum) 5,00 dengan nilai standar deviasi sebesar 0,77406. Variabel Product Availability yang dianalisi memiliki nilai terkecil (minimum) sebesar 1,00 dan nilai terbesar (maximum) 5,00 dengan nilai standar deviasi sebesar 0,78274. Variabel Product Quality yang dianalisi memiliki nilai terkecil (minimum) sebesar 1,14 dan nilai terbesar (maximum) 5,00 dengan nilai standar deviasi sebesar 074702. Variabel Switching yang dianalisi memiliki nilai terkecil (minimum) sebesar 0,75 dan nilai terbesar (maximum) 3,75 dengan nilai standar deviasi sebesar 0,68530.
a. Uji Validitas Dan Reliabilitas
Pada penelitian ini, Uji validitas dan Reliabilitas dilakukan pada responden sebanyak 123 di Jakarta.
Tabel 3. Uji Validitas Dan Uji Reliabilitas
|
No |
Item - Item Pernyataan |
Factor Loading |
Keputusan |
Crobanch Alpha |
Keputusan |
|
Product Price |
|||||
|
1 |
Saya merasa Harga Iphone yang saya gunakan sekarang sesuai dengan kualitasnya |
0.783 |
Valid |
0.854 |
Reliabel |
|
2 |
Saya merasa Harga Iphone yang saya gunakan saat ini lebih terjangkau dengan Smartphone Android Sejenis |
0.661 |
Valid |
||
|
3 |
Saya merasa harga beli Iphone yang saya gunakan sekarang nya mampu bersaing dengan Smartphone Android Lainnya yang sejenis |
0.853 |
Valid |
||
|
4 |
Saya merasa harga Iphone sesuai dengan fasilitas yang diberikan |
0.750 |
Valid |
||
|
Product Range |
|||||
|
1 |
Saya merasa produk smartphone iPhone mengikuti perubahan teknologi |
0.748 |
Valid |
0.897 |
Reliabel |
|
2 |
Saya merasa setiap seri produk smartphone iPhone memiliki keterbaruan |
0.779 |
Valid |
||
|
3 |
Saya merasa produk smartphone iPhone terus menerus melakukan keterbaruan atas produknya |
0.809 |
Valid |
||
|
4 |
Saya merasa keterbaruan produk smartphone iPhone mempermudah kegiatan saya |
0.828 |
Valid |
||
|
5 |
Saya merasa keterbaruan produk smartphone iPhone mudah untuk saya mengerti |
0.770 |
Valid |
||
|
Product Availability |
|||||
|
1 |
Saya merasa Pembelian Unit Iphone tersedia secara offline store maupun online store |
0.805 |
Valid |
0.887 |
Reliabel |
|
2 |
Ketersediaan produk di store Authorized Reseller banyak ditemukan diberbagai kota |
0.829 |
Valid |
||
|
3 |
Ketersediaan Service Centre tersebar diberbagai kota |
0.858 |
Valid |
||
|
Product Quality |
|||||
|
1 |
Kinerja Iphone jarang mengalami kendala |
0.767 |
Valid |
0.897 |
Reliabel |
|
2 |
Fitur Iphone mudah digunakan |
0.767 |
Valid |
||
|
3 |
Model Iphone jauh lebih menarik daripada smartphone lainnya yang sejenis |
0.779 |
Valid |
||
|
4 |
Spesifikasi Iphone sesuai dengan yang ditawarkan |
0.757 |
Valid |
||
|
5 |
Masa pemakaian iphone jauh lebih lama dari pada smartphone lain |
0.693 |
Valid |
||
|
6 |
Sistem IOS lebih mudah digunakan daripada sistem operasi lain |
0.792 |
Valid |
||
|
7 |
Kamera iPhone menghasilkan gambar yang mempunyai kualitas baik dan resolusi tinggi |
0.627 |
Valid |
||
|
Switching |
|||||
|
1 |
Saya memiliki keinginan berpindah merek dari smartphone android ke iPhone |
0.777 |
Valid |
0.870 |
Reliabel |
|
2 |
Saya tidak berencana menggunakan produk smartphone android |
0.783 |
Valid |
||
|
3 |
Saya memutuskan untuk berhenti menggunakan smartphone android |
0.770 |
Valid |
||
|
4 |
Saya merasa puas setelah pindah ke merek IphoNe yang sekarang |
0.811 |
Valid |
||
Sumber: Hasil Pengulahan data SPSS, 2022
Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa seluruh item pernyataan dinyatakan valid karena nilai factor loading ≥ 0,40 (Hair et al., 2010). Serta nilai cronbach’s alpha ≥ 0,60 dinyatakan reliabel dalam mengukur variabel yang diteliti dan diukur.
Menurut Ghozali (2011), Uji Goodness of Fit (uji kelayakan model) dilakukan untuk mengukur ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual secara statistik.
Tabel 4. Uji Goodness of Fit
|
Jenis Pengukuran |
Goodness of Fit |
Nilai |
Batas penerimaan yang di sarankan |
Kesimpulan |
|
Absolute fit |
Chi Square |
719,191 |
Diharapkan kecil (0-2) |
Poor Fit |
|
Measure |
RMSEA |
0,134 |
≥ 0,08 |
Goodness Of Fit |
|
Sig Probability |
0,000 |
≥ 0,05 |
Goodness Of Fit |
|
|
Incremental fit measure |
GFI |
0,643 |
≥ 0,90 |
Poor Fit |
|
IFI |
0,689 |
≥ 0,90 |
Poor Fit |
|
|
NFI |
0,603 |
≥ 0,90 |
Poor Fit |
|
|
TLI |
0,646 |
≥ 0,90 |
Poor Fit |
|
|
CFI |
0,684 |
≥ 0,90 |
Poor Fit |
|
|
RFI |
0,556 |
≥0,90 |
Poor Fit |
|
|
Parsimonius fit measure |
CMIN/DF |
3,182 |
Batas bawah 1, batas atas 5 |
Goodness Of Fit |
Sumber: Hasil Pengolahan data menggunkan AMOS 21
Dari hasil uji kesesuaian model diatas, terdapat lebih dari satu pengukuran yang sudah menyatakan Goodness of Fit, maka model penelitian sudah bisa dinyatakan layak atau lolos uji goodness of fit. nilai sig. probability sebesar 0,000 < 0,05 yang dapat disimpulkan goodness of fit. RMSEA memiliki nilai sebesar 0,134 ≥ 0,08 yang artinya goodness of fit. GFI memiliki nilai sebesar 0,643 yang artinya Foor Fit. Kriteria berikutnya adalah RFI memiliki nilai sebesar 0,556 yang artinya poor fit. < 0,90 karena nilai tersebut . Sedangkan NFI, IFI, TLI, dan CFI masing-masing memiliki nilai sebesar 0,603, 0,689, 0,646, dan 0,684 yang artinya poor of fit. Kriteria terkhir yaitu nilai CMIN/DF sebesar 3,182 yang artinya goodness of fit karena memenuhi nilai cut off yaitu ≤ nilai batas bawah 1 dan batas atas 5. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa model ini dinyatakan layak (goodness of fit) sehingga dapat dilanjutkan ke pengujian berikutnya yaitu pengujian hipotesis. Adapun gambar pada model adalah sebagai berikut.

Gambar 2. Structure Goodness Of Fit
Sumber: Hasil Pengolahan data menggunkan AMOS 21
c. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis yang dilakukan adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pada penelitian ini atau untuk menganalisis hubungan-hubungan struktural model. Analisis data hipotesis dapat dilihat dari nilai standardized regression weight yang menunjukkan koefisien pengaruh antar variabel. Dari pengolahan data dapat diketahui adanya hubungan positif antar variabel jika C.R menunjukkan nilai > 1,96 dan nilai P < 0,05. Adapun hasil uji hipotesis dapat diperoleh pada tabel berikut:
Tabel 5. Uji Hipotesis Regression Weights
|
Estimate |
S.E. |
C.R. |
P |
Label |
|||
|
SW |
<--- |
PA |
-,109 |
,082 |
-1,332 |
*** |
par_11 |
|
SW |
<--- |
PQ |
,501 |
,113 |
4,440 |
*** |
par_12 |
|
SW |
<--- |
PPR |
,108 |
,142 |
,760 |
*** |
par_13 |
|
SW |
<--- |
PR |
,012 |
,070 |
,172 |
*** |
par_14 |
Berdasarkan Tabel 5 menunjukkan bahwa hasil Uji Regression Weight yang dapat menjelaskan koefisien pengaruh antar variabel terkait. Hasil dari analisis regression weight tersebut menunjukkan bahwa:
1. Hipotesis Pertama
Pengujian hipotesis pertama untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antara Product Price dan Switching Brand. Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa parameter estimasi nilai koefisien Standardized Regression Weight diperoleh sebesar 0,108 dan nilai C.R sebesar 0,760 < 1,96, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara Product Price dengan Switching Brand. Dengan begitu semakin tinggi Product Price maka akan belum tentu meningkatkan keinginan pelanggan untuk mengganti produknya. Pengujian hubungan kedua variabel tersebut menunjukkan nilai probabilitas 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat dinyatakan ada pengaruh secara langsung antara Product Price dengan Switching Brand.
2. Hipotesis Kedua
Pengujian hipotesis Kedua untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antara Product Range dan Switching Brand. Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa parameter estimasi nilai koefisien Standardized Regression Weight diperoleh sebesar 0,012 dan nilai C.R sebesar 0,172< 1,96, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan hubungan antara Product Range dengan Switching Brand. Dengan begitu semakin meningkatnya Product Range tidak akan mempengaruhi pelanggan untuk beralih brand. Pengujian hubungan kedua variabel tersebut menunjukkan nilai probabilitas 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat dinyatakan ada pengaruh secara langsung antara Product Range dengan Switching Brand.
3. Hipotesis Ketiga
Pengujian hipotesis Ketiga untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antara Product Availability dan Switching Brand. Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa parameter estimasi nilai koefisien Standardized Regression Weight diperoleh sebesar -0,109 dan nilai C.R sebesar -1,332 < 1,96, hal ini menunjukkan bahwa ada tidak ada hubungan antara Product Availability dengan Switching Brand. Dengan begitu semakin banyaknya ketersediaan product dipasar bukan menjadi alasan pelanggan untuk beralih brand. Pengujian hubungan kedua variabel tersebut menunjukkan nilai probabilitas 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat dinyatakan ada pengaruh secara langsung antara Product Availability dengan Switching Brand.
4. Hipotesis Keempat
Pengujian hipotesis Keempat untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antara Product Quality dan Switching Brand. Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa parameter estimasi nilai koefisien Standardized Regression Weight diperoleh sebesar 0,501dan nilai C.R sebesar 4,440 >1,96, hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara Product Quality dengan Switching Brand. Dengan begitu semakin baiknya kualitas produk maka semakin tinggi keinginan pelanggan untuk beralih brand. Pengujian hubungan kedua variabel tersebut menunjukkan nilai probabilitas 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat dinyatakan ada pengaruh secara langsung antara Product Availability dengan Switching Brand.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada penelitian, maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan yaitu :
1. Responden sebanyak 123 orang dengan mayoritas adalah seorang Laki - Laki, berusia antara 18 – 25 tahun.
2. Terdapat pengaruh yang signifikan Product Quality terhadap Switching Brand pada produk smartphone iPhone.
3. Tidak terdapat pengaruh antara Product Price, Product Range, Product Availability, terhadap Switching Brand pada produk smartphone iPhone.
DAFTAR PUSTAKA
Achyar, M. (2018). Pengaruh Ketidakpuasan Konsumen, Mencari Variasi, Harga, Dan Promosi Terhadap Perpindahan Merek Asus Zenfone Ke Merk Lain; Achyar, Mintaful ;. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Al Qautsar, M. (2017). Pengaruh Citra Merek Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Iphone Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar.
Herdian, E. (2016). Pengaruh Marketing Mix Dan Country Of Origin Terhadap Minat Beli Produk Smartphone (Studi Kasus Pada Produk Samsung). Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara Yogyakarta.
Prastica, T. A. (2020). Pengaruh Inovasi Produk, Desain Produk dan Kualitas Produk Terhadap Keunggulan Bersaing Smartphone Iphone Di Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.
Utami, S. (2017). Pengaruh Repsepsi Konsumen Pada Kualitas Produk Terhadap Kecenderungan Berpindah Merek (Brand Switching) Bagi Pengguna Iphone. Yogjakarta: Universitas Santa Dharma.