EVALUASI KINERJA OPERASIONAL TERMINAL CIGASONG TIPE C KABUPATEN MAJALENGKA DITINJAU DARI PENUMPANG ANGKUTAN UMUM

 

Irfan Hadi Nugraha

Program Studi Teknik Sipil, Institut Teknolog Nasional Bandung

[email protected]

 

Riwayat Artikel:

Received: 01-09-2022

Revised: 20-09-2022

Accepted: 27-09-2022

 

Keywords: Terminal; Importance Performance Analysis (IPA); Service; Performance.

 

 

Kata Kunci: Terminal; Importance Performance Analisis (IPA); Pelayanan; Kinerja.

 

 

Abstract

The terminal is a transportation infrastructure that functions as a node of the road transport network system that functions as a place to get on and off passengers. The problem that occurs at Cigasong Terminal is that many public transport passengers use the terminal as transportation infrastructure. This study discusses the performance evaluation and terminal services for public transport passengers with the analytical method used by means of Importance Performance Analysis (IPA) and the data used are primary data obtained from survey results by distributing questionnaires to respondents. From the results of the study obtained an assessment of service quality and customer satisfaction with tangible variables, performance, comfort, convenience and time to the terminal that the average service quality is not good with the average level of expectation required for predetermined variables.

 

 

Abstrak

Terminal merupakan prasarana transportasi yang berfungsi simpul dari sistem jaringan angkutan jalan yang berfungsi sebagai tempat naik turu penumpang. Permasalahan yang terjadi di Terminal Cigasong adalah bayank penumpang angkutan umum yang menggunakan terminal sebagai prasarana transportasi. Dalam penelitian ini membahas tentang evaluasi kinerja dan pelayanan terminal terhadap penumpang angkutan umum dengan metode analisis yang digunakan dengan cara Importance Performance Analisis (IPA) dan data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan dari hasil suvei dengan cara penyebaran kuesioner kepada responden. Dari hasil penelitian didapatkan penilaian tentang kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan dengan variabel berwujud, kinerja, kenyamanan, kemudahan dan waktu terhadap terminal bahwa rata-rata kualitas pelayanan kurang baik dengan rata-rata tingkat harapan diperlukan untuk variabel yang telah ditentukan.

 

Corresponding Author: Irfan Hadi Nugraha

E-mail: [email protected]

 

 

 

PENDAHULUAN

Terminal merupakan prasarana transportasi yang berfungsi sebagai penunjang kelancaran mobilitas, arus barang, tempat perpaduan intra serta antar moda secara lancar dan tertib. Pada hakekatnya terminal dipakai sebagai simpul dari sistem jaringan angkutan jalan yang berfungsi sebagai tempat naik turu penumpang. Terminal Cigasong merupakan salah satu terminal tipe C yang ada di Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat. Terminal Cigasong dibangun dibelakangpasar swalayan cigasongdan digunakan sebagai area parkir kendaraan yang akan berbelanja di pasar serta lokasi terminal yeng berdekatan dengan tempat pembuangan sampah baik sampah dari pasar atau sampah rumah tangga sehingga aroma tidak sedap di daerah terminal sering tercium oleh sebab itu penumpang seringkali menunggu angkutan umum diluar terminal. Penumpang seringkali menunggu dan turun dari angkutan umum di sepanjang jalan area depan pasar swalayan baik itu penumpang yang sedang atau yang akan melakukan perjalanan intra ataupun antar moda oleh karena itu ruas jalan depan pasar swalayan cukup terganggu karena angkutan umum berhenti untuk menurunkan ataupun menunggu penumpang yang akan naik angkuan umum tersebut.

Terminal Cigasong merupakan terminal Tipe C yang berlikaso di kabupaten Majalengka kecamatan Cigasong dan dibangunan dibelakang pasar tradisional cigasong. Tujuan dibangun Terminal Cigasong sebagai salah satu prasarana transportasi yang dapat digunakan oleh penumpang sebagai perjalanan intra atau antar moda. Untuk trayek angkutan umum dalam kota yang beroprasi di Terminal Cigasong terdapat 4 moda transportasi yaitu angkot 1A, 1B, 1C, 1D dengan ciri-ciri kendaraan berwarna putih kuning smentara untuk ID berwarna kuning orange. Dengan masing-masing trayek sebagai berikut: 1 A : Terminal Cigasong � KH. Abdul Halim � Jatisampay � Kartini � Suma � Makmur -Pahlawan � KH. Abdul Halim � Kadipaten, 1 B : Terminal Cigasong � KH. Abdul Halim � Suha � Ahmad Yani � Babakan Jawa � Sukarame � Imam Bonjol � Kadipaten, 1 C : Terminal Cigasong � KH. Abdul Halim � Gerakan Koperasi � A. Kusuma � Jatisampay � Kesehatan � Pertanian � KH. Abdul Halim � Kadipaten, 1 D : Terminal Cigasong � Olahraga � Margatapa � Babakan Jawa � Pertanian � Kehutanan � Pesantren � Satari  � Emen Slamet � Siti Armilah � KH. Abdul Halim � Kadipaten.

Transportasi merupakan perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu tertentu dengan menggunakan alat transportasi yang beroprasi di darat, laut atau udara. Sedangkan menurut Tamin (2000),transportasi merupakan pergeragan manusia ataupun barang dari satu ketempat yang lain sehingga terjadi pergerakan yang diakibatkan oleh aktifitas didalam masyarakat. Dan dalam konsep transportasi tersebut terdapat unsur-unsuryang saling berkaitan supaya transportasi dapat berlangsung. Unsur-unsur transportasi tersebut adalah manusia yang membutuhkan, barang yang membutuhkan, kendaraan sebagai alat/sarana, jalan dan terminal sebagai prasarana transportasi dan organisasi (pengelola transportasi).

 

METODA PENELITIAN

Penelitaian ini dapat kejakan dengan teliti dan sesuai dengan yang direncanakan apabila terlebih dahulu melakukan penyusunan mengenai tahapan-tahapan rencana kerja.Langkah awal dari penelitian ini adalah melakukan studi lapangan untuk mengetahui permasalahan yang terjadi di lapangan kemudian melakukan studi literatur untuk menunjang pengerjaan laporan penelitian kemudian dilakukan pengumpulan data primer untuk dilakukan pengolahan data dan kemudian dilakukan analisis. Pengambilan data primer dilakukan dengan cara kuesioner yang akan di bagikan kepada penumpang angkutan umum di daerah Terminal Cigasong dan kemudian data akan diolah dengan metode Importance Performance Analysis (IPA) setelah itu hasil data yang diolah akan dianalisis berdasarkan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan penumpang.

Tahapan penelitian dibuat untuk mempermudah pelaksanaan penelitian serta pelaksanaan dapat lebih fokus terhadap permasalahan dan pembahasan yang akan di teliti karena dilakukan secara bertahap. Untuk tahapan dapat dilihat pada Gambar 3.1 Bagan Aliran Penelitian.

Dalam penelitian ini pengumpulan data primer yang dibutuhkan merupakan pertanyaan atau pernyataan dari responden untuk mengetahui harapan dan tingkat kepuasan responden akan tetapi pengambilan sampel dari populasi diambil secara acak dengan latar belakang moda, waktu, jarak perjalanan yang berbeda maka metode penelitian untuk pengumpulan data primer yang digunakan adalahRandom Sampling serta pengumpulan data menggunakan kuesioner. Dan untuk alat yang diperlukan untuk survei berupa alat tulis untuk mengisi kuesioner.

Penentuan jumlah sampel ketika melakukan survei penelitian dipergunakan rumus Solvin agar jumlah sampel yang diperlukan tidak terlalu besar sehingga rumus Solvin dapat membantu menghitung jumlah sampel yang diperlukan untuk mewakili keseluruhan populasi.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam penelitian data primer yang diperlukan merupakan hasil penilaian penumpang angkutan umum terhadap kinerja dan kepentingan dari indikator-indikator pertanyaan yang telah diajukan kepada penumpang angkutan umum berupa kuesioner denga jumlah sampel yang telah diperhitungkan. Jumlah sampel minimum dilakukan perhitungkan menggunkan rumus solvin dengan nilai populasi (N) sebayak 4620 penumpang dalam satu bulan dimana nilai populasi tersebut didapat dari hasil perhitungan dan survei wawancara terhadap pengemudi angkutan kota yang beroprasi. Dari hasil wawancara tersebut diketahui angkutan kota dapat beroprasi dengan rerata 6-8 kali pemberangkatan pulang dan pergi dari Terminal Cigasong dengan jumlah penumpang yang diperkirakan 19-23 penumpang dalam satu kali perjalanan pulang dan pergi dari Terminal Cigasong. Dari hasil data yang didapat maka jumlah sampel minimum penumpang angkutan umum yang akan mewakili dari jumlah nilai populasi yang ada adalah:

����������� Dari hasil perhitungan diperoleh jumlah sampel minimum yaitu 45 orang yang akan menjadi sampel penelitian untuk mewakili nilai populasi yang ada. Data primer yang dikumpulkan untuk penelitian ini yaitu profil responden penumpang angkutan umum dan penilaian kinerja serta kepentingan pelayanan operasional terminal angkutan umum terhadap penumpang.

Profil Responden

Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan latar belakang responden yang berbeda-beda sehingga dalam kuesioner diajukan pertanyaan mengenai profil responden seperti jenis kelamin, usia dan pekerjaan.

Jenis Kelamin

Dari hasil survai penelitian diketahui responden penumpang angkutan umum berjenis kelamin perempuan berjumlah 29 orang dari 45 orang yang dijadikan sampel sedangakan penumpang angkutan umum berjenis kelamin laki-laki berjumlah 16 orang dari 45 orang yang dijadikan sampel.

Tabel 1 Jumlah penumpang angkutan umum berdasarkan jenis kelamin

Profil Penumpang

Jenis kelamin

laki-laki

16 orang

Perempuan

29 orang

Dari jumlah perolehan yang didapat. Diketahui jumlah presentase penumpang angkutan umum berdasarkan jenis kelamin yaitu sebanyak 64,44% adalah perempuan dan 35,56% merupakan penumpang laki-laki.

Gambar 1 Grafik Jumlah Penumpang Angkutan Umum Berdasarkan Jenis Kelamin

Profil sampel berdasarkan usia

Dari hasil survai penelitian diketahui responden penumpang angkutan umum berusia kurang dari 18 tahun berjumlah 10 orang, 18-30 tahun berjumlah 29 orang, 30-45 tahun berjumlah 1 orang, diatas 45 tahun berjumlah 5 orang dari 45 orang yang dijadikan sampel.

Tabel 2 Jumlah penumpang angkutan umum berdasarkan jenis kelamin

Profil Penumpang

Usia

Kurang dari 18 tahun

10 orang

18-30 tahun

29 orang

30-45 tahun

1 orang

Diatas dari 45 tahun

5 orang

Dari jumlah perolehan yang didapat. Diketahui jumlah presentase penumpang angkutan umum berdasarkan usia yaitu sebanyak 22,22% memiliki umur kurang dari 28 tahun, 64,44% memiliki umur 18-30 tahun, 2,22% memiliki umur 30-45 tahun, 11,11% memiliki umur diatas 45 tahun.

Gambar 2 Grafik Jumlah Penumpang Angkutan Umum Berdasarkan Usia

Profil sampel berdasarkan pekerjaan

Dari hasil survai penelitian diketahui responden penumpang angkutan umum dengan status masih pelajar berjumlah 17 orang, pegawai swasta berjumlah 21 orang, PNS berjumlah 2 orang dan lain-lain senbanyak 5 orang sementara untuk ibu rumah tangga tidak ada dari 45 orang yang dijadikan sampel.

Tabel 3 Jumlah penumpang angkutan umum berdasarkan jenis kelamin

Profil Penumpang

Pekerjaan

Pelajar/Mahasiswa

17

Swasta

21

PNS

2

IRT

0

Lain-lain

5

Dari jumlah perolehan yang didapat. Diketahui jumlah presentase penumpang angkutan umum berdasarkan pekerjaan yaitu sebanyak 37,78% dengan status masih pelajar, 46,67% sebagai karwyawan swasta, 4,44% merupakan PNS dan lain lain sebanyak 11,11% sedangakan untuk ibu rumah tangga tidak ada atau 0%.

Gambar 3 Grafik Jumlah Penumpang Angkutan Umum Berdasarkan pekerjaan

Penilaian Responden Terhadap Kinerja Dan Pelayanan Operasional Terminal Terhadap Penumpang

Dari hasil survai penelitian dari 45 orang yang dijadikan sampel diberikan beberapa atribut pertanyaan tentang kinerja dan pelayanan operasional terminal terhadap penumpang dengan variabel yang digunakan yaitu:.

1.       Kualitas pelayanan dengan variabel: berwujud, kenyamanan, kemudahan, waktu.

2.       Kepuasan pengguna dengan variabel: berwujud, kenyamanan, kemudahan, waktu.

Dengan atribut pertanyaan tentang kinerja dan tingkat kepentingan dari atribut-atribut pertanyaan yang diberikan.

Tabel 4 Atribut Pertanyaan

No

Atribut Pertanyaan

Notasi

1

Kondisi jalanarea terminal

P1

2

Keindahan tempat tunggu kendaraan

P2

3

Kemudahan lokasi terminal

P3

4

Kemudahan mendapat informasi rute perjlanan

P4

5

Tersedianya papan informasi perjalanan

P5

6

Kebersian area terminal

P6

7

Waktu tunggu kendaraan

P7

8

Tersedianya fasilitas persampahan yang mencukupi

P8

1.       Kondisi jalanarea terminal

Berdasarkan hasil penilaian responden terdapat 40% responden menyatakan kurang baik terhadap kinerja pelayanan tersebut Sedangkan untuk harapan pelayanan pada indikator ini terdapat 80% responden yang menyatakan sangat diperlukan.

 

Tabel 5 Tingkat Harapan dan Kinerja Indikator 1 (P1)

Sekala Likert

Kinerja

Persentase

Sekala Likert

Harapan

Persentase

Tidak Baik

11

24,44%

Tidak Diperlukan

0

0,00%

Kurang Baik

18

40,00%

Kurang Diperlukan

0

0,00%

Cukup Baik

15

33,33%

Cukup Diperlukan

2

4,44%

Baik

1

2,22%

Diperlukan

7

15,56%

Sangat Baik

0

0,00%

Sangat Diperlukan

36

80,00%

Jumlah

45

100,00%

Jumlah

45

100,00%

 

2.       Keindahan tempat tunggu kendaraan

Berdasarkan hasil penilaian responden terdapat 31,11% responden menyatakan tidak baik terhadap kinerja pelayanan tersebut Sedangkan untuk harapan pelayanan pada indikator ini terdapat 60% responden yang menyatakan sangat diperlukan.

Tabel 6 Tingkat Harapan dan Kinerja Indikator 2 (P2)

Sekala Likert

Kinerja

Persentase

Sekala Likert

Harapan

Persentase

Tidak Baik

14

31,11%

Tidak Diperlukan

1

2,22%

Kurang Baik

20

44,44%

Kurang Diperlukan

0

0,00%

Cukup Baik

7

15,56%

Cukup Diperlukan

8

17,78%

Baik

4

8,89%

Diperlukan

9

20,00%

Sangat Baik

0

0,00%

Sangat Diperlukan

27

60,00%

Jumlah

45

100,00%

Jumlah

45

100,00%

3.       Kemudahan lokasi terminal

Berdasarkan hasil penilaian responden terdapat 46,67% responden menyatakan cukup baik terhadap kinerja pelayanan tersebut Sedangkan untuk harapan pelayanan pada indikator ini terdapat 68,89% responden yang menyatakan sangat diperlukan.

Tabel 7 Tingkat Harapan dan Kinerja Indikator 3 (P3)

Sekala Likert

Kinerja

Persentase

Sekala Likert

Harapan

Persentase

Tidak Baik

2

4,44%

Tidak Diperlukan

0

0,00%

Kurang Baik

12

26,67%

Kurang Diperlukan

1

2,22%

Cukup Baik

21

46,67%

Cukup Diperlukan

1

2,22%

Baik

8

17,78%

Diperlukan

12

26,67%

Sangat Baik

2

4,44%

Sangat Diperlukan

31

68,89%

Jumlah

45

100,00%

Jumlah

45

100,00%

4.       Kemudahan mendapat informasi rute perjlanan

Berdasarkan hasil penilaian responden terdapat 35,56% responden menyatakan cukup baik terhadap kinerja pelayanan tersebut Sedangkan untuk harapan pelayanan pada indikator ini terdapat 62,22% responden yang menyatakan sangat diperlukan.

Tabel 8 Tingkat Harapan dan Kinerja Indikator 4 (P4)

Sekala Likert

Kinerja

Persentase

Sekala Likert

Harapan

Persentase

Tidak Baik

7

15,56%

Tidak Diperlukan

0

0,00%

Kurang Baik

13

28,89%

Kurang Diperlukan

0

0,00%

Cukup Baik

16

35,56%

Cukup Diperlukan

3

6,67%

Baik

7

15,56%

Diperlukan

14

31,11%

Sangat Baik

2

4,44%

Sangat Diperlukan

28

62,22%

Jumlah

45

100,00%

Jumlah

45

100,00%

5.       Tersedianya papan informasi perjalanan

Berdasarkan hasil penilaian responden terdapat 37,78% responden menyatakan kurang baik terhadap kinerja pelayanan tersebut Sedangkan untuk harapan pelayanan pada indikator ini terdapat 62,22% responden yang menyatakan sangat diperlukan.

Tabel 9 Tingkat Harapan dan Kinerja Indikator 5 (P5)

Sekala Likert

Kinerja

Persentase

Sekala Likert

Harapan

Persentase

Tidak Baik

11

24,44%

Tidak Diperlukan

0

0,00%

Kurang Baik

17

37,78%

Kurang Diperlukan

0

0,00%

Cukup Baik

12

26,67%

Cukup Diperlukan

6

13,33%

Baik

4

8,89%

Diperlukan

11

24,44%

Sangat Baik

1

2,22%

Sangat Diperlukan

28

62,22%

Jumlah

45

100,00%

Jumlah

45

100,00%

6.       Kebersian area terminal

Berdasarkan hasil penilaian responden terdapat 42,22% responden menyatakan cukup baik terhadap kinerja pelayanan tersebut Sedangkan untuk harapan pelayanan pada indikator ini terdapat 82,22% responden yang menyatakan sangat diperlukan.

Tabel 10 Tingkat Harapan dan Kinerja Indikator 6 (P6)

Sekala Likert

Kinerja

Persentase

Sekala Likert

Harapan

Persentase

Tidak Baik

6

13,33%

Tidak Diperlukan

0

0,00%

Kurang Baik

20

44,44%

Kurang Diperlukan

0

0,00%

Cukup Baik

19

42,22%

Cukup Diperlukan

2

4,44%

Baik

0

0,00%

Diperlukan

6

13,33%

Sangat Baik

0

0,00%

Sangat Diperlukan

37

82,22%

Jumlah

45

100,00%

Jumlah

45

100,00%

7.       Waktu tunggu kendaraan

Berdasarkan hasil penilaian responden terdapat 48,89% responden menyatakan cukup baik terhadap kinerja pelayanan tersebut Sedangkan untuk harapan pelayanan pada indikator ini terdapat 51,11% responden yang menyatakan sangat diperlukan.

Tabel 11 Tingkat Harapan dan Kinerja Indikator 7 (P7)

Sekala Likert

Kinerja

Persentase

Sekala Likert

Harapan

Persentase

Tidak Baik

4

8,89%

Tidak Diperlukan

0

0,00%

Kurang Baik

12

26,67%

Kurang Diperlukan

0

0,00%

Cukup Baik

22

48,89%

Cukup Diperlukan

5

11,11%

Baik

5

11,11%

Diperlukan

17

37,78%

Sangat Baik

2

4,44%

Sangat Diperlukan

23

51,11%

Jumlah

45

100,00%

Jumlah

45

100,00%

8.       Tersedianya fasilitas persampahan yang mencukupi

Berdasarkan hasil penilaian responden terdapat 53,33% responden menyatakan cukup baik terhadap kinerja pelayanan tersebut Sedangkan untuk harapan pelayanan pada indikator ini terdapat 75,56% responden yang menyatakan sangat diperlukan.

Tabel 12 Tingkat Harapan dan Kinerja Indikator 8 (P8)

Sekala Likert

Kinerja

Persentase

Sekala Likert

Harapan

Persentase

Tidak Baik

3

6,67%

Tidak Diperlukan

0

0,00%

Kurang Baik

15

33,33%

Kurang Diperlukan

1

2,22%

Cukup Baik

24

53,33%

Cukup Diperlukan

4

8,89%

Baik

3

6,67%

Diperlukan

6

13,33%

Sangat Baik

0

0,00%

Sangat Diperlukan

34

75,56%

Jumlah

45

100,00%

Jumlah

45

100,00%

4.1   Importance Performance Analysis (IPA)

Importance Performance Analisis (IPA) akan digunakanuntuk teknik analisis yang bertujuan untuk meperoleh tingkat kepuasan dan kepentingan pengguna terhadap atribut pelayanan dari hasil survei penilaian responden terhadap tingkat kepentingan dan kinerja operasional terminal terhadap penumpangangkutan umum. Diketahui sumbu y mewakili harapan sedangkan untuk sumbu x mewakili persepsi. Maka akan didapat hasil empat kuadran.

Tabel 13 Nilai Rerata Kinerja Dan Harapan Penumpang Angkutan Umum

No

Atribut Pelayanan

Skor Kinerja

Rerata Skor Kepuasan

Skor Kepentingan

Rerata Skor Kepentingan

1

P1

96

2,13

214,00

4,76

2

P2

91,00

2,02

196,00

4,36

3

P3

131,00

2,91

208,00

4,62

4

P4

119,00

2,64

205,00

4,56

5

P5

102,00

2,27

202,00

4,49

6

P6

103,00

2,29

215,00

4,78

7

P7

124,00

2,76

198,00

4,40

8

P8

117,00

2,60

208,00

4,62

rerata

X̿̿

2,45

Y̿̿

4,57

Nilai rerataX̿ dan Y̿ merupakan nilai rerata dari 45 responden penumpang angkutan umum. Nilai rerata X̿ didapat dari hasil penilaian terhadap tingkat kinerja dibagi dengan 45 responden, begitu juga dengan nilai rerata Y̿ didapat dari hasil penilaian terhadap tingkat harapan dibagi dengn 45 responden. Berdasarkan perhitungan pada tabel, didapat nilai total rata-rata dari x̿ adalah 2,13 dan nilai total rata-rata y̿ adalah 4,76. Menentukan nilai batas melalui nilai rerata dari rerata tingkat kepentingan dan tingkat kinerja. Nilai rerataX̿̿ dan Y̿̿ merupakan nilai dari jumlah rerata X̿ didapat dibagi jumlah rerata X̿, begitu juga dengan nilai rerataY̿̿. Perhitungan pada tabel, didapat nilai total rata-rata dari x̿̿ adalah 2,45 dan nilai rata-rata y̿̿ adalah 4,57.

Gambar 4. Diagram Kartesius Penumpang

Dari hasil diagram dapat dianalisis terdapat empat kuadran yang masing-masing kuadran terdapat atribut-atribut pelayanan, yaitu:

1.       Prioritas Utama (Concentrate Here) atau Kuadran A

Pada kuadaran ini terdapat atribut pelayanan kondisi jalanarea termina (P1) dan kebersian area terminal (P6). Atribut pelayanan tersebut penting atau diharapkan oleh responden tetapi perlu ada peningkatan performa untuk atribut pelayanan tersebut sehingga pihak perusahaan atau pengelola perlu berkonsentrasi mengalokasikan sumberdaya agar dapat meningkatkan performa yang masuk pada kuadran ini.

2.       Pertahankan Prestasi (Keep Up The Good Work) atau Kuadran B

Pada kuadaran ini terdapat atribut pelayanan tersedianya fasilitas persampahan yang mencukupi (P8) dan kemudahan lokasi terminal (P3).dianggap penting serta diharapkan sebagai faktor penunjang kepuasan konsumen sehingga pengelola perlu mempertahankan kinerja.

3.       Prioritas Rendah (Low Priority) atau Kuadran C

Pada kuadaran ini terdapat atribut pelayanan keindahan tempat tunggu kendaraan (P2) dan tersedianya papan informasi perjalanan (P5) dianggap tidak terlalu penting sehingga pengelola tidak memerlukan perhatian lebih untuk faktor-faktor tersebut.

4.       Berlebihan (Possibly Overkill) atau Kuadran D

Pada kuadaran ini terdapat atribut pelayanan kemudahan mendapat informasi rute perjlanan (P4) dan waktu tunggu kendaraan (P7) dianggap tidak penting dan tidak terlalu diharapkan oleh konsumen ataupun pelanggan sehingga pengelola lebih baik mengalokasikan sumberdaya kepada foktor yang memiliki tingkat prioritas yang tinggi

 

KESIMPULAN

Dari hasil analisis penelitian kinerja pelayanan operasional Terminal Cigasong dapat disimpulkan bahwa penilaian untuk semua atribut pelayanan yang ditanyakan kepada responden ternyata memiliki kinerja yang kurang baik akan tetapi berdasarkan analisis yang dilakukan dengan cara Importance Performance Analisis (IPA) pada atribut pelayanan untuk kondisi jalanarea terminal (P1) dan kebersian area terminal (P6) menjadi prioritas utama yang harus segera diperbaiki karena tingkat kinerja yang rendah dan memiliki tingkat harapan yang tinggi.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Eddy Roflin, Iche Andriyanu Liberti, P. (2021). 1.2 Populasi dan Sampel. Eprints.Walisongo.Ac.Id, 11. http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/3069/

 

Ong, J. O., & Pambudi, J. (2014). Importance Performance Analysis Di SBU Laboratory Cibitung PT SUCOFINDO (PERSERO). Jurnal Teknik Industri UNDIP, IX(1).

 

Gumabo, Meyanti Sartin, James Timboeleng, Papia Franklin, U. S. R. M. (2015). Evaluasi Kelayakan Terminal Angkutan Umum Di Kecamatan Tobelo Tengah. Spasial.

Zamrodah, Y. (2016).

 

Kristiano, R., & Suryana, S. (2019). Perkembangan Sarana Dan Prasarana Transportasi Dalam Hubungannya Dengan Tingkat Perekonomian Masyarakat Di Desa Kolang Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Geografi Gea. https://doi.org/10.17509/gea.v19i2.19886

 

Budhiana, J., & Wahida, A. Z. (2019). Penggunaan Metode Integrasi Importance Performance Analysis (IPA) dan Metode Kano dalam Mengukur Tingkat Kepuasan Pasien. Santika: Jurnal Ilmiah Sains Dan Teknologi.

 

Mentri Perhubungan Republik Indonesia. 2015. Peraturan Mentri Perhubungan No.132 tahun 2015, Pasal 20 Tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan.

 

Mentri Perhubungan Republik Indonesia. 2019. Peraturan Mentri Perhubungan No.132 tahun 2019, Pasal 37 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek.

 

Sedayu, A. (2014). Standar Pelayanan Minimal Terminal Bus Tipe A. Surabaya.