PENGARUH ANTARA ENVIRONEMNTAL SUSTAINABILITY ORIENTATION, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, GREEN CAPABILITY, GREEN TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP TERHADAP ENVIRONMENTAL PADA RUMAH SAKIT DI JAKARTA

 

Maya Monica, Netania Emilisa

Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen SDM, Universitas Trisakti

[email protected], [email protected]

 

 

Riwayat Artikel:

Received: 12-12-2022

Revised: 19-12-2022

Accepted: 26-12-2022

 

Keywords: Environemntal Sustainability Orientation; Capability; Leadership

 

 

Kata Kunci: Environemntal Sustainability Orientation; Capability; Leadership.

 

 

Abstract

The coronavirus (COVID-19) outbreak was declared a global pandemic by the World Health Organization (WHO) on March 11, 2020. Worldwide, the number of confirmed cases exceeds 17 million, and the death toll exceeds 186 thousand people. 04 July 2020. Purpose To analyze the effect of Environmental Sustainability Orientation, Corporate Social Responsibility, Green Capability, Green Transformational Leadership on Environmental Performance at Hospitals in Jakarta To prevent the spread of the virus, several countries have taken firm measures which include regional and national lockdowns. This research was conducted in the form of a field study and used SPSS Amos data and because the data was collected only at one time to look for relationships between variables. Based on the research objectives that have been put forward in the previous chapter regarding the influence of environmental sustainability orientation and corporate social responsibility on green capability

 

 

Abstrak

Wabah virus corona (COVID-19) dinyatakan sebagai pandemi global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020. Di seluruh dunia, jumlah kasus yang dikonfirmasi melebihi 17 juta, dan jumlah kematian melebihi 186 ribu orang. 04 Juli 2020. Tujuan Untuk menganalisis pengaruh antara Environemntal Sustainability Orientation, Corporate Social Responsibility, Green Capability, Green Transformational Leadership terhadap Environmental Performance pada Rumah Sakit di Jakarta Untuk mencegah penyebaran virus, beberapa negara telah mengambil tindakan tegas yang meliputi penguncian regional dan nasional. Penelitian ini dilakukan berupa studi lapangan dan menggunakan data Spss Amos dan karena data yang dikumpulkan hanya pada satu waktu untuk mencari hubungan antara variable. Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya terkait pengaruh antara environmental sustainability orientation dan corporate social responbility terhadap green capability

 

Corresponding Author: Maya Monica

E-mail: [email protected]

 

 

 

PENDAHULUAN

Wabah virus corona (COVID-19) dinyatakan sebagai pandemi global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020. Di seluruh dunia, jumlah kasus yang dikonfirmasi melebihi 17 juta, dan jumlah kematian melebihi 186 ribu orang. 04 Juli 2020. Untuk mencegah penyebaran virus, beberapa negara telah mengambil tindakan tegas yang meliputi penguncian regional dan nasional. Hal ini telah memperlambat perekonomian dan mengakibatkan krisis yang parah, seperti penurunan drastis dalam produksi dan permintaan, masalah arus kas, pengangguran, dan kebangkrutan di sebagian besar industri di seluruh dunia (Suleman et al., 2021). Berbagai negara telah menyaksikan penurunan yang signifikan dalam produk domestik bruto (PDB); misalnya, PDB Zona Euro telah menurun sebesar 3,8% dan PDB Amerika Serikat telah menurun sebesar 1,2% pada kuartal pertama.

Fenomena COVID-19 ini telah secara signifikan mengubah lingkungan sosial-ekonomi di sebagian besar negara, memicu guncangan dan ketegangan keuangan di seluruh dunia (Mujahida, 2021). Dampak buruk COVID-19 pada pasar keuangan kewirausahaan diperkirakan akan menimbulkan kerusakan substansial dan berkelanjutan pada UKM (Tulus et al., n.d.). Guncangan dari peristiwa ini biasanya memiliki efek buruk pada semua jenis bisnis (Fukuyama, 2005). Sebagai contoh, sebuah penelitian baru-baru ini melaporkan bahwa crowdfunding usaha sosial menghadapi banyak kendala selama pandemi COVID-19 (Rahutami, 2021). Secara khusus, environmental performance merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keputusan pemberian pinjaman (Rochayatun, 2016) dan kondisi pemberian pinjaman (Ajeng, Sari, & Prabowo, 2020). Environmental Performance telah menjadi subjek yang menarik bagi para peneliti dan pembuat kebijakan (Farwa, 2021). Di sisi lain penting bagi perushaan unutk memperhatikan Orientasi strategis perusahaan yang mengacu pada sikap dan kecenderungan seluruh organisasi untuk mengejar arah yang membentuk pola tindakan organisasi yang konsisten saat berinteraksi dengan lingkungan bisnisnya.

Mempromosikan environmental performance juga merupakan prasyarat penting untuk menjawab tantangan global. Dan dengan adanya Environmental Sustainability Orientation ini dapat mencerminkan strategi perusahaan yang disengaja untuk mengkonfigurasi ulang sistem, struktur, proses, dan aktivitas organisasinya untuk mengurangi dampak negatif dari praktiknya terhadap lingkungan alam. Selain itu, pentingnya Corporate Social Responsibility juga telah meningkatkan kebutuhan untuk melakukan bisnis dengan cara baru, dengan sengaja mengintegrasikan masalah lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam tindakan dan strategi kegiatan bisnis (Hern�ndez et al., 2020). Saat ini rumah sakit di Jakarta berubah dengan cepat degan pilihan terbaiknya untuk kelangsungan hidup organisasi atau perushahaan adalah Green Capability dalam mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dan kinerja yang unggul. Istilah Green Capability berkonsentrasi untuk mengintegrasikan, membangun, dan mengkonfigurasi ulang baik internal sumber daya dan sumber daya eksternal mengenai perlindungan lingkungan (Qiu et al., 2020). Literatur menjelaskan bahwa kemampuan organisasi secara signifikan meningkatkan kinerja perusahaan (Rehman, Bhatti, & Chaudhry, 2019). Argumen sebelumnya di antara Corporate Social Responsibility, green capability, green transformation leadership, and environmental, menunjukkan bahwa Corporate Social Responsibility berdampak pada kemampuan green transformational leadership dan mengisyaratkan perbaikan penghargaan lingkungan. Pekerjaan Corporate Social Responsibility sebelumnya secara sugestif memperluas penghargaan organisasi (Orazalin 2020). Teori RBV (Hart 1995) menunjukkan bahwa green capability dan green transformational leadership memperjelas hubungan antara peluang lingkungan yang menciptakan keuntungan ekonomi.

Berdasarkan pada penjelasan latar belakang di atas maka judul dari penelitian ini adalah :Pengaruh Antara Environemntal Sustainability Orientation, Corporate Social Responsibility, Green Capability, Green Transformational Leadership terhadap Environmental pada Rumah Sakit di Jakarta�.

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1.      Untuk menganalisis pengaruh antara Environemntal Sustainability Orientation, Corporate Social Responsibility, Green Capability, Green Transformational Leadership terhadap Environmental Performance pada Rumah Sakit di Jakarta.

2.      Untuk menganalisis pengaruh Environemntal Sustainability Orientation, Corporate Social Responsibility, terhadap Green Capability pada Rumah Sakit di Jakarta.

3.      Untuk menganalisis pengaruh Green Capability terhadap Green Transformational Leadership pada Rumah Sakit di Jakarta.

4.      Untuk menganalisis pengaruh Green Transformational Leadership terhadap Environmental Performance pada Rumah Sakit di Jakarta.

 

METODA PENELITIAN

Rancangan Penelitian

Penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh ( Elisa Giacosa et al., 2022) dan (Stefano Bresciani et al., 2022). Uji hipotesis yang dilakukan untuk menguji pengaruh Environmental Sustainability Orientation dan Corporate Social Responsibility terhadap Green Capability, Green Transformational Leadership dan Environmnetal Performance pada Rumah Sakit di Jakarta. Penelitian ini dilakukan berupa studi lapangan dan menggunakan data Spss Amos dan karena data yang dikumpulkan hanya pada satu waktu untuk mencari hubungan antara variabel. Unit analisa yang digunakan adalah individu yaitu karyawan Rumah Sakit di Jakarta.

 

Teknik Pengambilan sampel

����������� Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yakni metode yang di dasarkan atas pertimbangan kriteria tertentu. Sampel ini diambil dari karyawan Rumah Sakit di Jakarta sebagai responden. Penelitian ini memiliki 28 item pertanyaan.Karena itu,jumlah sampel yang di pakai dalam penelitian ini adalah ukuran sampel = jumlah item pertanyaan x 5 (sampel minimum) atau 10 (sampel maksimum)

        Sampel minimum�� = 28 x 5 = 140

        Sampel maksimum = 31 x 10 = 310

Sehingga dari penjelasan di atas, di ketauhi bahwa jumlah sampel minimum dalam penelitian ini sebanyak 155 responden dan untuk sampel maksimum sebanyak 280 responden. Maka sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah sampel minimum 140 responden.

����������� Metode analisis data yang akan digunakan disesuaikan dengan tujuan penelitian sebagai berikut:

  1. Untuk menganalisis Enviroment Sustainability Orientation, Corporate Social Responsibility, Green Capability, Green Transformational Leadership, Environtmental Perfomance.pada Rumah Sakit di Jakarta menggunakan statistics deskriptif bentuk rata-rata.
  2. Untuk menganalisis pengaruh antara Enviroment Sustainability Orientation, Corporate Social Responsibility yang dimediasi oleh Green Capability, Green Transformational Leadership, Environtmental Perfomance pada Rumah Sakit di Jakarta menggunakan Structural Equation Model (SEM)SPSS Amos versi 23 dengan software SPSS Statistics versi 21. Sebelum menguji hipotesis dilakukan uji goodness of fit model

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Data

Deskripsi data menggambarkan karakteristik responden berdasarkan kriteria yang ada dalam kuesioner. Berikut adalah hasil tabulasi karakteristik responden berdasarkan hasil yang di peroleh

  1. Gender

Total responden pada penelitian yang terlaksana yaitu 144 orang. Dibawah ini adalah data para responden menurut jenis kelaminnya

Tabel 1

Karakteristik Demografis Responden

Berdasarkan Gender

 

GENDER

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

Pria

93

64.6

64.6

64.6

Wanita

51

35.4

35.4

100.0

Total

144

100.0

100.0

 

  1. Sumber: Data kuesioner diolah dengan menggunakan SPSS Versi 21

Pada tabel 4.1 terlihat profil responden berdasarkan jenis kelamin. Responden berjenis kelamin pria memili jumlah 93 dan responden berjenis kelamin wanita berjumlah 51 orang. Kesimpulannya jumlah responden pria jumlahnya melebihi responden wanita.

  1. Usia

Dibawah ini ialah data dari responden menurut usianya

Tabel 2

Karakteristik berdasarkan umur

AGE

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

20-25

133

92.4

92.4

92.4

26-30

9

6.3

6.3

98.6

31-35

1

.7

.7

99.3

36-40

1

.7

.7

100.0

Total

144

100.0

100.0

 

Sumber: Data kuesioner diolah dengan menggunakan SPSS Versi 21

Dari pada data tabel usia responden di atas, responden dengan usia 20-25 tahun jumlahnya 133 orang, responden dengan usia 26-30 tahun terdapat 9 orang, responden dengan usia 31-35 tahun terdapat 1 orang dan responden dengan usia 36-40 tahun terdapat 1 orang. Maka kesimpulannya responden paling banyak usianya ada pada rentang 20 hingga 25 tahun dan hasil tersebut melebihi responden dengan usia pada rentang 26 hingga 40 tahun.

  1. Lama Kerja

Dibawah ini adalah karakteristik responden menurut lama kerja

Tabel 3

Karakteristik berdasarkan lama kerja

 

LAMA_KERJA

 

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

1-2

90

62.5

62.5

62.5

2-3

42

29.2

29.2

91.7

3-4

8

5.6

5.6

97.2

lebih dari 4

4

2.8

2.8

100.0

Total

144

100.0

100.0

 

Sumber: Data kuesioner diolah dengan menggunakan SPSS Versi 21

Pada tabel lama kerja diatas, responden dengan lama kerja 1-2 tahun berjumlah 90 orang, responden dengan lama kerja 2-3 tahun berjumlah 42 orang, responden dengan lama kerja 3-4 tahun berjumlah 8 orang dan responden dengan lama kerja lebih dari 4 tahun berjumlah 4 orang. Kesimpulannya, responden paling banyak lama bekerja ada pada 1-2 tahun, hasil tersebut melebihi responden dengan lama kerja lebih dari 2 tahun keatas.

  1. Analisis Data

Hasil statistik dari varibael Environment Sustainability Orientation, Corporate Social Responsibility, Green Capability, Green Transformational Leadership dan Environmental Perfomance dapat dilihat pada tabel dibawah ini

  1. Analisis Environtment Sustainability Orientation

Tabel 4

Statistik Deskriptif

 

Environment Sustainability Orientation

No

Pernyartaan

Mean

1

ESO1

4.701

2

ESO2

4.125

3

ESO3

4.382

4

ESO4

4.34

Mean

4.387

Sumber: Data diolah dengan SPSS Versi 21

Pada tabel diatas dapat diketahui total rata-rata sebesar 4,387 yang berarti responden setuju dengan Environment Sustainability Orientation. Hal ini menunjukan nilai rata-rata terendah sebesar 4,125.

  1. Analisis Corporate Social Responsibility

Tabel 5

Statistik Deskriptif

 

Corporate Social Responsibility

No

Pernyataan

Mean

1

CSR1

4.632

2

CSR2

4.208

3

CSR3

4.403

4

CSR4

4.292

Mean

4.38375

Sumber: Data diolah dengan SPSS Versi 21

Pada tabel diatas dapat diketahui total rata-rata sebesar 4,383 yang berarti responden setuju dengan Corporate Social Responsibility. Hal ini menunjukan nilai rata-rata terendah sebesar 4,208.

  1. Analisis Green Capability

Tabel 6

Statistik Deskriptif

 

Green Capability

No

Pernyataan

Mean

1

GC1

4.604

2

GC2

4.25

3

GC3

4.347

4

GC4

4.167

5

GC5

4.396

6

GC6

4.319

7

GC7

4.313

Mean

4.34229

Sumber: Data diolah dengan SPSS Versi 21

Pada tabel diatas dapat diketahui total rata-rata sebesar 4,34229 yang berarti responden setuju dengan Green Capability. Hal ini menunjukan nilai rata-rata terendah sebesar 4,167

 

  1. Analisis Green Transformational Leadership

Tabel 7

Statistik Deskriptif

 

Green Transformational Leadership

No

Pernyataan

Mean

1

GTL1

4.569

2

GTL2

4.236

3

GTL3

4.326

4

GTL4

4.396

5

GTL5

4.41

6

GTL6

4.208

Mean

4.3575

Sumber: Data diolah dengan SPSS Versi 21

Pada tabel diatas dapat diketahui total rata-rata sebesar 4,3575 yang berarti responden setuju dengan Green Transformational Leadership. Hal ini menunjukan nilai rata-rata terendah sebesar 4,208.

  1. Analisis Environmental Perfomance

Tabel 8

Statistik Deskriptif

 

Environmental Perfomance

No

Pernyataan

Mean

1

EP1

4.729

2

EP2

4.257

3

EP3

4.34

4

EP4

4.315

5

EP5

4.319

6

EP6

4.479

7

EP7

4.507

Mean

4.42086

Sumber: Data diolah dengan SPSS Versi 21

Pada tabel diatas dapat diketahui total rata-rata sebesar 4,420 yang berarti responden setuju dengan Environmental Perfomance. Hal ini menunjukan nilai rata-rata terendah sebesar 4,257.

B.     Hasil Uji Hipotesis

Uji Hipotesis ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen yang dimediasi oleh variabel intervening. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan metode simple linear regression analysis, dan berikut hasilnya :

 

Tabel 9

Hasil Uji Hipotesis

VARIABEL

TEORI

BETA

STD. ERROR

TSTAT

SIG/2

ONE TAILED

KEPUTUSAN

ESO GC

+

0.723

0.134

5.377

0.000/2 = 0.000

H1 DIDUKUNG

CSR GC

+

0.559

0.164

3.407

0.000/2 = 0.000

H2 DIDUKUNG

GC GTL

+

0.799

0.121

6.591

0.000/2 = 0.000

H3 DIDUKUNG

GTL EP

+

0.780

0.136

5.759

0.000/2 = 0.000

H4 DIDUKUNG

Sumber: Data diolah dengan SPSS Versi 21

H1: Environtmental Sustainability Orientation berpengaruh positif terhadap Green Capability

�����������������������

Environtmental Sustainability Orientation memiliki nilai koefisien sebesar 0,723, artinya semakin tinggi persepsi Environtmental Sustainability Orientation maka dapat menaikkan persepsi dari Green Capability yaitu sebesar 0,723 satuan. Hasil pengujian statistik menunjukkan tanda beta sesuai dengan hipotesa yang diajukan, dimana Environtmental Sustainability Orientation berpengaruh positif terhadap Green Capability pada tabel hasil output di atas. Berdasarkan hasil pengujian di atas didapatkan nilai siginifikansi sebesar 0,000/2 = 0,000 < 0,05 (alpha 5%) sehingga Ho ditolak atau Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa secara statistik terdapat pengaruh positif yang signifikan antara Environtmental Sustainability Orientation terhadap Green Capability.

 

H2: Corporate Social Responsibility berpengaruh negatif terhadap Green Capability

Corporate Social Responsibility memiliki nilai koefisien sebesar 0,559, artinya semakin tinggi persepsi Corporate Social Responsibility maka dapat menaikkan persepsi dari Green Capability yaitu sebesar 0,559 satuan. Hasil pengujian statistik menunjukkan tanda beta sesuai dengan hipotesa yang diajukan, dimana Corporate Social Responsibility berpengaruh positif terhadap Green Capability pada tabel hasil output di atas. Berdasarkan hasil pengujian di atas didapatkan nilai siginifikansi sebesar 0,000/2 = 0,000 < 0,05 (alpha 5%) sehingga Ho ditolak atau Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa secara statistik terdapat pengaruh positif yang signifikan antara Corporate Social Responsibility terhadap Green Capability.

 

H3: Green Capability berpengaruh positif terhadap Green Transformational Leadership

�����������������������

Green Capability memiliki nilai koefisien sebesar 0,799, artinya semakin tinggi persepsi Green Capability maka dapat menaikkan persepsi dari Green Transformational Leadership yaitu sebesar 0,799 satuan. Hasil pengujian statistik menunjukkan tanda beta sesuai dengan hipotesa yang diajukan, dimana Green Capability berpengaruh positif terhadap Green Transformational Leadership pada tabel hasil output di atas. Berdasarkan hasil pengujian di atas didapatkan nilai siginifikan sebesar 0,000/2 = 0,000 < 0,05 (alpha 5%) sehingga Ho ditolak atau Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa secara statistik terdapat pengaruh positif yang signifikan antara Green Capability terhadap Green Transformational Leadership havior

 

H4: Green Transformational Leadership berpengaruh positif terhadap Environmental Performance����������������

 

Green Transformational Leadership memiliki nilai koefisien sebesar 0,780, artinya semakin tinggi persepsi Green Transformational Leadership maka dapat menaikkan persepsi dari Environmental Performance yaitu sebesar 0,780 satuan. Hasil pengujian statistik menunjukkan tanda beta sesuai dengan hipotesa yang diajukan, dimana Green Transformational Leadership berpengaruh positif terhadap Environmental Performance pada tabel hasil output di atas. Berdasarkan hasil pengujian di atas didapatkan nilai siginifikan sebesar 0,000/2 = 0,000 < 0,05 (alpha 5%) sehingga Ho ditolak atau Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa secara statistik terdapat pengaruh positif yang signifikan antara Green Transformational Leadership terhadap Environmental Performance

 

 

 

KESIMPULAN

Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya terkait pengaruh antara environmental sustainability orientation dan corporate social responbility terhadap green capability, green transformational leadership dan environmental perfomance pada Rumah Sakit di Jakarta, maka diperoleh simpulan bahwa:

1.      Karyawan perusahaan Rumah sakit di Jakarta merasakan Environtmental Sustainability Orientation di tempat mereka bekerja.

2.      Karyawan perusahaan Rumah sakit di Jakarta merasakan Corporate Social Responsibility di tempat mereka bekerja.

3.      Karyawan perusahaan Rumah Sakit di Jakarta merasakan Green Capability di tempat mereka bekerja.

4.      Karyawan perusahaan Rumah Sakit di Jakarta merasakan Green Transformational Leadership di tempat mereka bekerja.

5.      Pengaruh Environmental Sustainability Orientation memliki pengaruh positif terhadap Green Capability.

6.      Corporate Social Responsibility memiliki pengaruh positif terhadap Green Capability

7.      Green Capability memiliki pengaruh positif terhadap Green Transformational Leadership.

8.     Green Transformational Leadership memiliki pengaruh positif terhadap Environmental Performance.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ajeng, Nurul, Sari, Bety Wulan, & Prabowo, Donni. (2020). Prediksi Pemberian Kelayakan Pinjaman Dengan Metode Fuzzy Tsukamoto. Information System Journal, 3(1), 19�24.

 

Farwa, Ummu. (2021). ORGANIZATIONAL ENVIRONMENTAL POLICY, ENVIRONMENTAL TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP, ENVIRONMENTAL TRAINING DAN OCB TOWARD ENVIRONMENT BERBASIS ENVIRONMENTAL PERFORMANCE (STUDI KASUS UKM BATIK).

 

Fukuyama, Francis. (2005). Guncangan besar: Kodrat manusia dan tata sosial baru. Gramedia Pustaka Utama.

 

Mujahida, Sitti. (2021). Ekonomi di pusaran badai covid 19.

 

Rahutami, Angelina Ika. (2021). Covid-19 dan Respon Usaha Kecil Menengah di Asia Tenggara.

 

Rochayatun, Sulis. (2016). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Corporate Social Responsibility Disclosure (CSRD). Wiga: Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi, 6(1), 63�79.

 

Suleman, Abdul Rahman, Simarmata, Hengki Mangiring Parulian, Panjaitan, Pawer Darasa, Basmar, Edwin, Damanik, Darwin, Nainggolan, Pinondang, Arfandi, S. N., Hidayatulloh, A. Nururrochman, Purba, Bonaraja, & Nainggolan, Lora Ekana. (2021). Perekonomian Indonesia. Yayasan Kita Menulis.

 

Tulus, T. H., Prayitno, Dody, Amran, Ellyana, Anis, Idrianita, Fauzi, Hasan, Aseanty, Deasy, Arafah, Willy, Sari, Wulan, Fikri, Amir, & Machmud, Musdhalifah. (n.d.). PENGEMBANGAN UMKM DAN KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT. wawasan Ilmu.