PENGARUH ANTARA ENVIRONEMNTAL
SUSTAINABILITY ORIENTATION, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, GREEN CAPABILITY,
GREEN TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP TERHADAP ENVIRONMENTAL PADA RUMAH
SAKIT DI JAKARTA
Maya
Monica, Netania Emilisa
Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen SDM, Universitas
Trisakti
[email protected],
[email protected]
|
Riwayat Artikel: Received: 12-12-2022 Revised: 19-12-2022 Accepted: 26-12-2022 Keywords:
Environemntal Sustainability Orientation; Capability; Leadership Kata
Kunci: Environemntal Sustainability Orientation; Capability;
Leadership. |
|
Abstract The coronavirus (COVID-19) outbreak was declared a global pandemic by
the World Health Organization (WHO) on March 11, 2020. Worldwide, the number
of confirmed cases exceeds 17 million, and the death toll exceeds 186
thousand people. 04 July 2020. Purpose To analyze the effect of Environmental
Sustainability Orientation, Corporate Social Responsibility, Green
Capability, Green Transformational Leadership on Environmental Performance at
Hospitals in Jakarta To prevent the spread of the virus, several countries
have taken firm measures which include regional and national lockdowns. This
research was conducted in the form of a field study and used SPSS Amos data
and because the data was collected only at one time to look for relationships
between variables. Based on the research objectives that have been put
forward in the previous chapter regarding the influence of environmental
sustainability orientation and corporate social responsibility on green
capability |
|
|
Abstrak Wabah virus corona
(COVID-19) dinyatakan sebagai
pandemi global oleh Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020. Di seluruh
dunia, jumlah kasus yang dikonfirmasi melebihi 17 juta, dan jumlah kematian melebihi 186 ribu orang. 04 Juli 2020. Tujuan Untuk
menganalisis pengaruh antara Environemntal Sustainability Orientation, Corporate Social Responsibility, Green
Capability, Green Transformational Leadership terhadap Environmental Performance pada Rumah Sakit di Jakarta Untuk
mencegah penyebaran
virus, beberapa negara telah
mengambil tindakan tegas yang meliputi penguncian regional dan nasional.
Penelitian ini dilakukan berupa studi lapangan dan menggunakan data Spss Amos dan karena data yang dikumpulkan hanya pada satu waktu untuk mencari
hubungan antara variable.
Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya terkait pengaruh antara environmental sustainability orientation dan
corporate social responbility terhadap
green capability |
Corresponding Author:
Maya Monica�
E-mail:
[email protected]
PENDAHULUAN
Wabah virus corona
(COVID-19) dinyatakan sebagai
pandemi global oleh Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020. Di seluruh
dunia, jumlah kasus yang dikonfirmasi melebihi 17 juta, dan jumlah kematian melebihi 186 ribu orang. 04 Juli 2020. Untuk mencegah penyebaran virus, beberapa negara telah mengambil tindakan tegas yang meliputi penguncian regional dan nasional.
Hal ini telah memperlambat perekonomian dan mengakibatkan krisis yang parah, seperti penurunan drastis dalam produksi dan permintaan, masalah arus kas, pengangguran, dan kebangkrutan di sebagian besar industri di seluruh dunia (Suleman et al., 2021). Berbagai
negara telah menyaksikan penurunan yang signifikan dalam produk domestik
bruto (PDB); misalnya, PDB
Zona Euro telah menurun sebesar 3,8% dan PDB Amerika Serikat
telah menurun sebesar 1,2% pada kuartal pertama.
Fenomena COVID-19 ini telah secara
signifikan mengubah lingkungan sosial-ekonomi di sebagian besar negara, memicu guncangan dan ketegangan keuangan di seluruh dunia (Mujahida, 2021). Dampak
buruk COVID-19 pada pasar keuangan
kewirausahaan diperkirakan akan menimbulkan kerusakan substansial dan berkelanjutan pada UKM (Tulus et al., n.d.). Guncangan
dari peristiwa ini biasanya memiliki
efek buruk pada semua jenis bisnis
(Fukuyama, 2005). Sebagai
contoh, sebuah penelitian baru-baru ini melaporkan bahwa crowdfunding usaha sosial menghadapi banyak kendala selama pandemi COVID-19 (Rahutami, 2021). Secara
khusus, environmental performance merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keputusan pemberian pinjaman (Rochayatun, 2016) dan kondisi
pemberian pinjaman (Ajeng, Sari, & Prabowo, 2020). Environmental Performance
telah menjadi subjek yang menarik bagi para peneliti dan pembuat kebijakan (Farwa, 2021). Di sisi
lain penting bagi perushaan unutk memperhatikan Orientasi strategis perusahaan yang mengacu pada sikap dan kecenderungan seluruh organisasi untuk mengejar arah yang membentuk pola tindakan organisasi yang konsisten saat berinteraksi dengan lingkungan bisnisnya.
Mempromosikan environmental
performance juga merupakan prasyarat
penting untuk menjawab tantangan global. Dan dengan adanya Environmental
Sustainability Orientation ini dapat mencerminkan strategi perusahaan yang disengaja untuk mengkonfigurasi ulang sistem, struktur,
proses, dan aktivitas organisasinya
untuk mengurangi dampak negatif dari praktiknya terhadap lingkungan alam. Selain itu, pentingnya Corporate Social Responsibility juga telah meningkatkan kebutuhan untuk melakukan bisnis dengan cara baru,
dengan sengaja mengintegrasikan masalah lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam tindakan
dan strategi kegiatan bisnis
(Hern�ndez et al., 2020). Saat ini rumah sakit di Jakarta berubah dengan cepat degan pilihan
terbaiknya untuk kelangsungan hidup organisasi atau perushahaan adalah Green
Capability dalam mencapai
keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dan kinerja yang unggul. Istilah Green Capability berkonsentrasi
untuk mengintegrasikan, membangun, dan mengkonfigurasi ulang baik internal sumber daya dan sumber daya eksternal
mengenai perlindungan lingkungan (Qiu et al., 2020). Literatur
menjelaskan bahwa kemampuan organisasi secara signifikan meningkatkan kinerja perusahaan (Rehman, Bhatti, & Chaudhry, 2019). Argumen sebelumnya di antara Corporate Social Responsibility, green
capability, green transformation leadership, and environmental, menunjukkan bahwa Corporate
Social Responsibility berdampak pada kemampuan green transformational leadership dan mengisyaratkan perbaikan penghargaan lingkungan. Pekerjaan Corporate Social Responsibility sebelumnya secara sugestif memperluas penghargaan organisasi (Orazalin 2020). Teori RBV (Hart 1995) menunjukkan
bahwa green capability dan green transformational
leadership memperjelas hubungan
antara peluang lingkungan yang menciptakan keuntungan ekonomi.
Berdasarkan pada penjelasan latar belakang di atas maka judul dari
penelitian ini adalah :
�Pengaruh Antara Environemntal
Sustainability Orientation, Corporate Social Responsibility, Green Capability,
Green Transformational Leadership terhadap Environmental
pada Rumah Sakit di Jakarta�.
Tujuan dari penelitian
ini adalah:
1. Untuk menganalisis pengaruh antara Environemntal Sustainability Orientation,
Corporate Social Responsibility, Green Capability, Green Transformational
Leadership terhadap Environmental Performance pada
Rumah Sakit di Jakarta.
2. Untuk menganalisis pengaruh Environemntal
Sustainability Orientation, Corporate Social Responsibility, terhadap Green Capability pada Rumah Sakit di
Jakarta.
3. Untuk menganalisis pengaruh Green Capability terhadap
Green Transformational Leadership pada Rumah Sakit di Jakarta.
4. Untuk menganalisis pengaruh Green Transformational Leadership terhadap Environmental Performance pada Rumah Sakit
di Jakarta.
METODA PENELITIAN
Rancangan Penelitian
Penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh ( Elisa Giacosa et
al., 2022) dan (Stefano Bresciani et al., 2022). Uji hipotesis
yang dilakukan untuk menguji pengaruh Environmental
Sustainability Orientation dan Corporate Social Responsibility
terhadap Green Capability, Green
Transformational Leadership dan Environmnetal
Performance pada Rumah Sakit di Jakarta. Penelitian
ini dilakukan berupa studi lapangan
dan menggunakan data
Spss Amos dan karena
data yang dikumpulkan hanya
pada satu waktu untuk mencari hubungan
antara variabel. Unit analisa yang digunakan adalah individu yaitu karyawan Rumah Sakit di
Jakarta.
Teknik Pengambilan sampel
����������� Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yakni metode yang di dasarkan atas pertimbangan kriteria tertentu. Sampel ini diambil dari
karyawan Rumah Sakit di Jakarta sebagai
responden. Penelitian ini memiliki 28 item pertanyaan.Karena itu,jumlah sampel yang di pakai dalam penelitian
ini adalah ukuran sampel = jumlah item pertanyaan x 5 (sampel minimum) atau 10 (sampel maksimum)
�
Sampel minimum��
= 28 x 5 = 140
�
Sampel maksimum = 31 x 10 =
310
Sehingga dari
penjelasan di atas, di ketauhi bahwa jumlah
sampel minimum dalam penelitian ini sebanyak 155 responden dan untuk sampel maksimum
sebanyak 280 responden.
Maka sampel yang di gunakan
dalam penelitian ini adalah sampel
minimum 140 responden.
����������� Metode
analisis data yang akan digunakan disesuaikan dengan tujuan penelitian sebagai
berikut:
HASIL DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Data
Deskripsi data menggambarkan
karakteristik responden berdasarkan kriteria yang ada dalam kuesioner.
Berikut adalah hasil tabulasi karakteristik responden berdasarkan hasil yang di peroleh
Total responden pada penelitian yang terlaksana yaitu 144 orang. Dibawah ini adalah
data para responden menurut
jenis kelaminnya
|
Tabel 1 Karakteristik Demografis Responden Berdasarkan Gender GENDER |
|||||
|
|
Frequency |
Percent |
Valid
Percent |
Cumulative
Percent |
|
|
Valid |
Pria |
93 |
64.6 |
64.6 |
64.6 |
|
Wanita |
51 |
35.4 |
35.4 |
100.0 |
|
|
Total |
144 |
100.0 |
100.0 |
|
|
Pada tabel 4.1 terlihat profil responden berdasarkan jenis kelamin. Responden berjenis kelamin pria memili jumlah
93 dan responden berjenis kelamin wanita berjumlah 51 orang. Kesimpulannya
jumlah responden pria jumlahnya melebihi responden wanita.
Dibawah ini ialah data dari responden menurut usianya
|
Tabel 2 Karakteristik berdasarkan umur AGE |
|||||
|
|
Frequency |
Percent |
Valid
Percent |
Cumulative
Percent |
|
|
Valid |
20-25 |
133 |
92.4 |
92.4 |
92.4 |
|
26-30 |
9 |
6.3 |
6.3 |
98.6 |
|
|
31-35 |
1 |
.7 |
.7 |
99.3 |
|
|
36-40 |
1 |
.7 |
.7 |
100.0 |
|
|
Total |
144 |
100.0 |
100.0 |
|
|
Sumber: Data kuesioner diolah dengan menggunakan SPSS Versi 21
Dari pada data tabel usia responden
di atas, responden dengan usia 20-25 tahun jumlahnya 133 orang, responden dengan usia 26-30 tahun terdapat 9 orang, responden dengan usia 31-35 tahun terdapat 1 orang dan responden dengan usia 36-40 tahun terdapat 1 orang. Maka kesimpulannya
responden paling banyak usianya ada pada rentang 20 hingga 25 tahun dan hasil tersebut melebihi responden dengan usia pada rentang 26 hingga 40 tahun.
Dibawah ini adalah karakteristik responden menurut lama kerja
|
Tabel 3 Karakteristik berdasarkan lama kerja LAMA_KERJA |
|||||
|
|
Frequency |
Percent |
Valid
Percent |
Cumulative
Percent |
|
|
Valid |
1-2 |
90 |
62.5 |
62.5 |
62.5 |
|
2-3 |
42 |
29.2 |
29.2 |
91.7 |
|
|
3-4 |
8 |
5.6 |
5.6 |
97.2 |
|
|
lebih dari 4 |
4 |
2.8 |
2.8 |
100.0 |
|
|
Total |
144 |
100.0 |
100.0 |
|
|
Sumber: Data kuesioner diolah dengan menggunakan SPSS Versi 21
Pada tabel lama kerja diatas, responden dengan lama kerja 1-2 tahun berjumlah 90 orang, responden dengan lama kerja 2-3 tahun berjumlah 42 orang, responden dengan lama kerja 3-4 tahun berjumlah 8 orang dan responden dengan lama kerja lebih dari
4 tahun berjumlah 4 orang. Kesimpulannya, responden paling banyak lama bekerja ada pada 1-2 tahun, hasil tersebut melebihi responden dengan lama kerja lebih dari 2 tahun
keatas.
Hasil statistik dari varibael Environment Sustainability Orientation,
Corporate Social Responsibility, Green Capability, Green Transformational
Leadership dan Environmental Perfomance dapat dilihat pada tabel dibawah ini
|
Tabel 4 Statistik Deskriptif Environment Sustainability
Orientation |
||
|
No |
Pernyartaan |
Mean |
|
1 |
ESO1 |
4.701 |
|
2 |
ESO2 |
4.125 |
|
3 |
ESO3 |
4.382 |
|
4 |
ESO4 |
4.34 |
|
Mean |
4.387 |
|
Sumber: Data diolah dengan
SPSS Versi 21
Pada tabel diatas dapat
diketahui total rata-rata sebesar
4,387 yang berarti responden
setuju dengan Environment Sustainability Orientation. Hal ini menunjukan nilai rata-rata terendah sebesar 4,125.
|
Tabel 5 Statistik Deskriptif Corporate Social
Responsibility |
||
|
No |
Pernyataan |
Mean |
|
1 |
CSR1 |
4.632 |
|
2 |
CSR2 |
4.208 |
|
3 |
CSR3 |
4.403 |
|
4 |
CSR4 |
4.292 |
|
Mean |
4.38375 |
|
Sumber: Data diolah dengan
SPSS Versi 21
Pada tabel diatas dapat
diketahui total rata-rata sebesar
4,383 yang berarti responden
setuju dengan Corporate Social Responsibility. Hal ini menunjukan nilai rata-rata terendah sebesar 4,208.
|
Tabel 6 Statistik Deskriptif Green Capability |
||
|
No |
Pernyataan |
Mean |
|
1 |
GC1 |
4.604 |
|
2 |
GC2 |
4.25 |
|
3 |
GC3 |
4.347 |
|
4 |
GC4 |
4.167 |
|
5 |
GC5 |
4.396 |
|
6 |
GC6 |
4.319 |
|
7 |
GC7 |
4.313 |
|
Mean |
4.34229 |
|
Sumber: Data diolah dengan
SPSS Versi 21
Pada tabel diatas dapat
diketahui total rata-rata sebesar
4,34229 yang berarti responden
setuju dengan Green Capability. Hal ini menunjukan nilai rata-rata terendah sebesar 4,167
|
Tabel 7 Statistik Deskriptif Green Transformational
Leadership |
||
|
No |
Pernyataan |
Mean |
|
1 |
GTL1 |
4.569 |
|
2 |
GTL2 |
4.236 |
|
3 |
GTL3 |
4.326 |
|
4 |
GTL4 |
4.396 |
|
5 |
GTL5 |
4.41 |
|
6 |
GTL6 |
4.208 |
|
Mean |
4.3575 |
|
Sumber: Data diolah dengan
SPSS Versi 21
Pada tabel diatas dapat
diketahui total rata-rata sebesar
4,3575 yang berarti responden
setuju dengan Green Transformational Leadership. Hal ini menunjukan nilai rata-rata terendah sebesar 4,208.
|
Tabel 8 Statistik Deskriptif Environmental
Perfomance |
||
|
No |
Pernyataan |
Mean |
|
1 |
EP1 |
4.729 |
|
2 |
EP2 |
4.257 |
|
3 |
EP3 |
4.34 |
|
4 |
EP4 |
4.315 |
|
5 |
EP5 |
4.319 |
|
6 |
EP6 |
4.479 |
|
7 |
EP7 |
4.507 |
|
Mean |
4.42086 |
|
Sumber: Data diolah dengan
SPSS Versi 21
Pada tabel diatas dapat
diketahui total rata-rata sebesar
4,420 yang berarti responden
setuju dengan Environmental Perfomance. Hal ini menunjukan nilai rata-rata terendah sebesar 4,257.
B. Hasil Uji Hipotesis
Uji Hipotesis
ini bertujuan untuk menguji apakah
terdapat pengaruh dari variabel independen
terhadap variabel dependen yang dimediasi oleh variabel intervening. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan metode simple linear regression analysis, dan berikut hasilnya :
Tabel 9
Hasil Uji Hipotesis
|
VARIABEL |
TEORI |
BETA |
STD. ERROR |
TSTAT |
SIG/2 ONE TAILED |
KEPUTUSAN |
|
ESO
� GC |
+ |
0.723 |
0.134 |
5.377 |
0.000/2
= 0.000 |
H1 DIDUKUNG |
|
CSR
� GC |
+ |
0.559 |
0.164 |
3.407 |
0.000/2
= 0.000 |
� H2 DIDUKUNG |
|
GC
� GTL |
+ |
0.799 |
0.121 |
6.591 |
0.000/2
= 0.000 |
�H3 DIDUKUNG |
|
GTL� EP |
+ |
0.780 |
0.136 |
5.759 |
0.000/2
= 0.000 |
H4 DIDUKUNG |
Sumber: Data diolah dengan
SPSS Versi 21
H1: Environtmental Sustainability Orientation berpengaruh positif terhadap Green Capability
�����������������������
Environtmental
Sustainability Orientation memiliki nilai
koefisien sebesar 0,723, artinya semakin tinggi persepsi Environtmental Sustainability
Orientation maka dapat
menaikkan persepsi dari Green Capability yaitu sebesar 0,723 satuan.
Hasil pengujian statistik menunjukkan tanda beta sesuai dengan hipotesa
yang diajukan, dimana Environtmental Sustainability
Orientation berpengaruh positif
terhadap Green Capability pada tabel hasil output di atas. Berdasarkan hasil pengujian di atas didapatkan nilai siginifikansi sebesar 0,000/2 =
0,000 < 0,05 (alpha 5%) sehingga Ho ditolak atau Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa secara statistik terdapat pengaruh positif yang signifikan antara Environtmental
Sustainability Orientation terhadap Green
Capability.
H2: Corporate Social Responsibility berpengaruh negatif terhadap Green Capability
Corporate Social Responsibility memiliki nilai koefisien sebesar 0,559, artinya semakin tinggi persepsi Corporate Social Responsibility maka dapat menaikkan
persepsi dari Green
Capability yaitu sebesar 0,559 satuan. Hasil pengujian
statistik menunjukkan tanda beta sesuai dengan hipotesa yang diajukan, dimana Corporate
Social Responsibility berpengaruh positif terhadap Green
Capability pada tabel hasil output di atas. Berdasarkan hasil pengujian di atas didapatkan nilai siginifikansi sebesar 0,000/2 = 0,000 < 0,05 (alpha 5%) sehingga Ho ditolak atau Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa secara statistik
terdapat pengaruh positif yang signifikan antara Corporate Social Responsibility terhadap Green Capability.
H3: Green Capability berpengaruh positif terhadap Green Transformational Leadership
�����������������������
Green Capability memiliki nilai koefisien sebesar 0,799, artinya semakin tinggi persepsi Green Capability maka
dapat menaikkan persepsi dari Green
Transformational Leadership yaitu sebesar 0,799 satuan.
Hasil pengujian statistik menunjukkan tanda beta sesuai dengan hipotesa
yang diajukan, dimana Green
Capability berpengaruh positif
terhadap Green Transformational Leadership pada tabel hasil output di atas. Berdasarkan hasil pengujian di atas didapatkan nilai siginifikan sebesar 0,000/2 =
0,000 < 0,05 (alpha 5%) sehingga Ho ditolak atau Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa secara statistik terdapat pengaruh positif yang signifikan antara Green Capability terhadap
Green Transformational Leadership havior
H4: Green Transformational Leadership berpengaruh positif terhadap Environmental Performance����������������
Green Transformational Leadership memiliki nilai koefisien sebesar 0,780, artinya semakin tinggi persepsi Green Transformational Leadership maka dapat menaikkan
persepsi dari Environmental
Performance yaitu sebesar 0,780 satuan. Hasil pengujian
statistik menunjukkan tanda beta sesuai dengan hipotesa yang diajukan, dimana Green
Transformational Leadership berpengaruh positif terhadap Environmental
Performance pada tabel hasil output di atas. Berdasarkan hasil pengujian di atas didapatkan nilai siginifikan sebesar 0,000/2 = 0,000 < 0,05 (alpha 5%) sehingga Ho ditolak atau Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa secara statistik
terdapat pengaruh positif yang signifikan antara Green Transformational Leadership terhadap Environmental Performance
KESIMPULAN
Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya terkait pengaruh antara environmental sustainability orientation dan
corporate social responbility terhadap
green capability, green transformational leadership dan environmental perfomance pada Rumah Sakit di Jakarta, maka diperoleh simpulan bahwa:
1.
Karyawan perusahaan Rumah sakit di Jakarta
merasakan Environtmental
Sustainability Orientation di tempat mereka bekerja.
2.
Karyawan perusahaan Rumah sakit di Jakarta
merasakan Corporate Social Responsibility di tempat mereka bekerja.
3.
Karyawan perusahaan Rumah Sakit di Jakarta merasakan
Green Capability di tempat mereka
bekerja.
4.
Karyawan perusahaan Rumah Sakit di Jakarta merasakan
Green Transformational Leadership di tempat mereka bekerja.
5.
Pengaruh
Environmental Sustainability Orientation memliki pengaruh positif terhadap Green Capability.
6.
Corporate Social Responsibility memiliki pengaruh positif terhadap Green Capability
7.
Green Capability memiliki
pengaruh positif terhadap Green Transformational Leadership.
8.
Green
Transformational Leadership memiliki pengaruh positif terhadap Environmental Performance.
DAFTAR PUSTAKA
Ajeng,
Nurul, Sari, Bety Wulan, & Prabowo, Donni. (2020). Prediksi Pemberian
Kelayakan Pinjaman Dengan Metode Fuzzy Tsukamoto. Information System Journal,
3(1), 19�24.
Farwa,
Ummu. (2021). ORGANIZATIONAL ENVIRONMENTAL POLICY, ENVIRONMENTAL
TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP, ENVIRONMENTAL TRAINING DAN OCB TOWARD ENVIRONMENT
BERBASIS ENVIRONMENTAL PERFORMANCE (STUDI KASUS UKM BATIK).
Fukuyama,
Francis. (2005). Guncangan besar: Kodrat manusia dan tata sosial baru.
Gramedia Pustaka Utama.
Mujahida,
Sitti. (2021). Ekonomi di pusaran badai covid 19.
Rahutami,
Angelina Ika. (2021). Covid-19 dan Respon Usaha Kecil Menengah di Asia
Tenggara.
Rochayatun,
Sulis. (2016). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Corporate Social Responsibility
Disclosure (CSRD). Wiga: Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi, 6(1),
63�79.
Suleman,
Abdul Rahman, Simarmata, Hengki Mangiring Parulian, Panjaitan, Pawer Darasa,
Basmar, Edwin, Damanik, Darwin, Nainggolan, Pinondang, Arfandi, S. N.,
Hidayatulloh, A. Nururrochman, Purba, Bonaraja, & Nainggolan, Lora Ekana.
(2021). Perekonomian Indonesia. Yayasan Kita Menulis.
Tulus, T.
H., Prayitno, Dody, Amran, Ellyana, Anis, Idrianita, Fauzi, Hasan, Aseanty,
Deasy, Arafah, Willy, Sari, Wulan, Fikri, Amir, & Machmud, Musdhalifah.
(n.d.). PENGEMBANGAN UMKM DAN KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT. wawasan Ilmu.