PEMANFATAN POTENSI KERAJINAN SABLON CUKIL BAGI REMAJA DI KELURAHAN BUKIT KAPUR SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN

Shavira Lazuba1, Indah Izatul Mardiah2, Megawati3, Silvia Yulita4, Eliut Tampubolon5, Mesi Sinaga6, Hapi Ranu7, Rio Dimas Maulana8, Cindy Naomi Fadillah Christine Simalango9, Rio Rado Tampubolon10

Universitas Riau

[email protected]1, [email protected]2, [email protected]3, [email protected]4, [email protected]5, [email protected]6, [email protected]7, [email protected]8, [email protected]9, [email protected]10

 

 

Riwayat Artikel:

Received: 04-09-2022

Revised: 13-09-2022

Accepted: 14-09-2022

 

Keywords: Pemanfatan; Potensi; Kerajinan

 

 

Kata Kunci: Utilization; Potency; Craft

 

 

Abstract

Pungkil is a manual printing technique in the field of graphic arts where the image is carved on the surface of a wooden board with the part to be printed parallel to the surface while the unprinted part will be printed using the inlay (cukil tool). This cukil technique has long been favored by many creative actors, even since the struggle in Indonesia. This high cut or print technique uses simple equipment and does not require sophisticated technology, so that artists can express ideas and ideas expressively and still create aesthetic values ​​to produce graphic art works with this technique. The stages in this cukil technique are: (1) drawing a sketch on a board or screen printing film in a mirror or inverted position. (2) In the part that is not printed or is not an image, it is cut or chiseled, on the contrary, the image is left parallel to the surface of the plate. (3) presenting color using ink. (4) the board is trampled so that the screen printing ink sticks to the t-shirt media. (5) The t-shirt is dried by drying it under the hot sun. The method of application used is the method of direct application or the practice of making the pout screen printing.

 

 

Abstrak

Seni cungkil merupakan teknik cetak manual dalam bidang seni grafis di mana gambar dipahat pada permukaan papan kayu dengan bagian yang akan dicetak tetap sejajar dengan permukaan sementara bagian yang tak dicetak akan dicukil atau dipahat menggunakan tatah (alat cukil) . Teknik cukil ini sudah lama digemari oleh banyak pelaku kreatifnya, bahkan sejak masa perjuangan di Indonesia. Teknik cukil atau cetak tinggi ini menggunakan peralatan yang sederhana dan tidak membutuhkan teknologi yang canggih, sehingga seniman dapat menuangkan ide dan gagasan dengan lebih ekspresif dan tetap mengedepankan nilai-nilai estetika untuk menghasilkan karya seni grafis dengan teknik ini. Adapun tahapan dalam teknik cukil ini:(1) menggambar sketsa diatas papan atau film sablon dalam posisi mirror atau terbalik. (2) Pada bagian yang tidak di cetak atau bukan merupakan gambar di cukil atau di pahat, sebaliknya yang merupakan gambar dibiarkan sejajar dengan permukaan plat. (3) pemberian warna menggunakan tinta. (4) papan diinjak-injak agar tinta sablon melekat di media kaos. (5) kaos tersebut dikeringkan dengan dijemur dibawah terik matahari. Metode penerapan yang digunakan ialah metode penerapan secara langsung menerapkan atau mempraktikkan cara membuat sablon cukil dilokasi sablon tersebut.

Corresponding Author: Shavira Lazuba

E-mail: [email protected]

 

PENDAHULUAN

Sablon merupakan varian jenis seni mencetak pada berbagai media baik itu kaos, plastik dan sebagainya dengan gambar yang kita desain sendiri atau dengan gambar yang kita inginkan. Sablon juga banyak jenisnya, termasuk sablon yang berkembang pesat saat ini yakninya sablon cukil (Yumni, 2016). Sablon cukil sendiri adalah sablon yang menggunakan teknik cukil yang dibikin di kayu terlebih dahulu dengan menggunakan papan MDF lalu dipindahkan ke kain dengan cara menempelkan sisi yang sudah bergambar pada bagian kain yang kita inginkan.

����������� Sablon cukil sendiri sudah mulai berkembang sejak masa perjuangan (Luzar, 2011). Media cukil kayu menjadi pilihan utama dalam memproduksi poster-poster perjuangan dan selebaran propaganda (Zaidan & Junanah, 2021). Sampai saat ini di Indonesia, teknik cetak tinggi atau cukil merupakan seni grafis yang paling popular (Adi, Susanti, & Panggabean, 2020). Teknik ini mendominasi munculnya teknik-teknik lain (Rizqi, Sukaris, Fauziyah, & Rahim, 2021). Walaupun teknik cetak pada saat ini telah maju karena didukung oleh teknologi yang canggih, namun teknik cetak tinggi atau cukil masih digunakan dan digemari oleh sebagian seniman karena efek estetiknya memiliki ciri khas yang tidak dapat dicapai melalui teknologi canggih. Teknik cetak ini dapat bernilai ekonomis dalam kondisi tidak tersedianya peralatan canggih, dapat diterapkan untuk kebutuhan melipatgandakan suatu image yang bersifat komersial.

Dengan perkembangannya sekarang yang tumbuh semakin pesat membuat pengrajin sablon cukil lebih membuat perkembangan produknya menjadi semakin baik dengan penyesuain dengan selera masyarakat zaman sekarang. Baik itu dari segi ke estetikaan produk, harga yang mudah dijangkau masyarakat serta kemudahan akses untuk pelanggan mendapatkan sablon cukil tersebut untuk membuat pelanggannya puas.

 

METODA PENELITIAN

Metode adalah cara atau prosedur yg akan ditempuh untuk mencapai sesuatu atau tujuan tertentu. Dan metode yang digunakan adalah metode Penerapan dengan langsung merapkan atau mempraktikkan cara membuat sablon cungkil itu sendiri dengan cara berdiskusi dan berkolaborasi dalam pembuatan sablon cungkil itu sendiri dengan pemuda bukit kapur setempat yang mana dilaksanakan nya pada 1 Agustus 2022 yang dihadiri oleh 10 pemuda setempat dengan 8 Mahasiswa/i KKN UNRI.

Proses pembuatannya pun sangat mudah, cukup mengikuti langkah-langkah berikut :

1.      Proses pembuatan master di papan hardboard (kita dapat menggambar apapun yang kita sukai diatas papan menggunakan alat cukil).

2.      Setelah anda berhasil membuat master, maka master itu akan dibersihkan, lalu di cat dengan cat sablon menggunakan roll karet.

3.      Setelah rata, papan master di tempelkan ke baju kaos atau emblem yang akan di sablon dengan hati-hati.

4.      Agar, cat terserap dengan rata, kita perlu menekan papan ari atas. Biasanya dilakukan dengan menginjak-injak papan tersebut sampai rata agar baju atau emblemnya tersablon secara maksimal

5.      Setelah itu, kaos atau emblem yg sudah di sablon dapat di jemur/ dianginkan sampai tinta sablon kering.

Metode seperti diatas banyak digunakan oleh komunitas-komunitas anak muda untuk memproduksi kaos atau emblem pribadi. Dengan metode cukil ini, kita dapat menanamkan idealisme kita disetiap kaos atau emblem yang akan dipakai. Selain itu, jika desain dan gambar yang dibuat dapat menarik minat orang lain, sablon tersebut dapat diandakan untuk tujuan komersial. Satu master saja dapat bertahan untuk ratusan kaos atau emblem. Jika dirawat dengan baik, master kayu tersebut mungkin dapat digunakan lebih lama untuk produksi.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Bukit Kapur berkembang dengan baik di setiap bidang usahanya seperti usaha warung kelontong, dan juga usaha rumah makan juga berkembang dengan baik. Selain itu, di Kelurahan Bukit Kapur juga terdapat usaha sablon kaos dengan menggunakan teknik cukil. Dimana hal tersebut merupakan sesuatu hal yang positif untuk lebih bisa membantu perekonomian masyarakat di Kelurahan Bukit Kapur. Meskipun pemasukan dari penjualan sablon cukil memang masih relatif sedikit tetapi hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk dijadikan sebagai salah satu mata pencaharian di Kelurahan Bukit Kapur.

 

Seni Cukil

Seni cukil di Indonesia sudah dikenal sejak masa perjungan. Poster � poster perjuangan serta selebaran propaganda banyak menggunakan media cukil sebagai pilihan sarana utama. Seni cukil atau teknik cetak tinggi merupakan seni grafis yang sampai saat ini masih cukup populer di Indonesia mendominasi teknikteknik lain nya. Sebagian seniman masih menyukai dan menggunakan seni cukil atau teknik cetak tinggi dikarenakan efek estetiknya mempunyai ciri khas yang tidak dapat di jangkau oleh teknologi canggih yang berkembang saat ini. Salah satu yang menonjol dari seni ini adalah pada kondisi ketidak tersediaan peralatan yang canggih teknik ini masih dapat diterapkan untuk memperbanyak gambar yang akan digunakan untuk keperluan komersial. Asia timur merupakan satu satunya dan yang mengawali teknik cukil kayu (woodcut) yang digunakan secara tradisional. Seni cukil kayu ini juga dapat disebut sengan istirlah xilografi (xylograohy).

Teknik cukil atau cetak tinggi menghasilkan tulisan atau gambar dengan proses cetak menggunakan permukaan lembar kayu, linoleum, hardboard atau karet vinyl yang dicukil atau dipahat yang digunakan sebagai plat atau acuan cetak. Pada bagian yang tidak di cetak atau bukan merupakan gambar di cukil atau di pahat, sebaliknya yang merupakan gambar dibiarkan sejajar dengan permukaan plat. Cat atau pewarna di bumbuhi dalam plat yang sejajar tersebut yang kemudian plat di taruh diatas media yang akan disablon. Plat tersebut di injak dan digosok kan bisa juga di bantu dengan sendok untuk menekan atau juga dengan alat press. Jika akan menggunakan berbagai warna maka harus menggunakan plat atau acuan cetak yang berbeda untuk setiap warna yang akan digunakan. Sehingga dari prinsip kerja sablon cukil adalah permukaan yang timbul (bagian positif) dan permukaan yang cekung adalah bagian negatif. Bagian negatif tidak menghasilkan warna atau tidak terkena warna, sebaliknya yang postitif atau tidak tercukil yang menghasilkan warna. Pada bagian yang tidak tercukil atau timbul diberi tinta dengan menggunakan roller yang kemudian diletakkan di media yang akan digunakan sebagai bidang cetak, hal ini bertolak belakang dengan dengan cetak intaglio dan etsa (etching) dimana bagain yang tergoreslah yang menampung tinta yang di cetak kan pada media yang diinginkan atau media yang dicetak. Teknik cukil atau cetak tinggi ini menggunakan peralatan yang sederhana dan tidak membutuhkan teknologi yang canggih, sehingga seniman dapat menuangkan ide dan gagasan dengan lebih ekspresif untuk menghasilkan karya seni grafis dengan teknik ini. Disamping itu juga beberapa nilai etestika yang tidak dapat di peroleh dan dihasilkan dengan teknologi canggih justru dapat di peroleh dengan teknik ini. Semua proses dilakukan secara manual walaupun tidak menutup kemungkinan jika sketsa gambar yang dihasilkan merupakan printout, inilah yang menjadi pembeda seni cukil dengan teknik cetak yang lain.

 

 

Tahapan Proses

Dalam proses pelaksanaan sosialisasi sablon cukil ini di ikuti oleh tim Kukerta Unri dan juga dari tim KKN UIN yang di dampingi secara langsung oleh Ketua Karang Taruna dari Kelurahan Bukit Kapur.

Proses awalnya yaitu pelatihan penggambaran dengan sistem mirror dimulai dengan bagaimana proses menggambar di papan yang akan digunakan sebagai film sablon dalam posisi mirror alias terbalik. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi peserta yang belum pernah menggambar mirror. Peserta langsung melukis/ menggambar di papan MDF ( Medium Density Fiber ) dengan menggunakan pensil. Tidak ada ketentuan yang diberikan ke perserta dalam penggambaran tersebut, masing � masing mengambar sesuai dengan keinginannya. Selesai mengambar, peserta langsung melakukan proses cukil, dalam proses ini peserta harus memperhatikan mana yang akan timbul menjadi gambar saat disablon dan mana yang harus tidak tersablon.

Proses selanjutnya yaitu pemberian tinta sablon. Sebelum diberi tinta, kaos yang akan di sablon disiapkan terlebih dahulu agar selesai pemberian tinta langsung bisa di proses sablon ke media kaos. Sablon Kaos dengan Papan Salah satu proses yang unik dalam sablon cukil ini adalah dilakukan dengan sangat manual, dimana setelah kaos di lekatkan pada papan kemudian papan MDF (Medium Density Fiber) yang telah selesai dicukil dikasih tinta kemudian papan tersebut dilekatkan pada kaos di papan, kemudian di injakinjak agar tinta sablon melekat di media kaos. Dalam proses ini peserta sangat menikmati khusus nya saat melakukan injakan ke papan yang di lekatkan di kaos. Setelah selesai, kemudian kaos yang sudah selesai di kasih tinta, di jemur hingga kering.

 

KESIMPULAN

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Bukit Kapur berkembang dengan baik di setiap bidang usahanya seperti usaha warung kelontong, dan juga usaha rumah makan juga berkembang dengan baik. Selain itu, di Kelurahan Bukit Kapur juga terdapat usaha sablon kaos dengan menggunakan teknik cukil.

Teknik cukil atau cetak tinggi menghasilkan tulisan atau gambar dengan proses cetak menggunakan permukaan lembar kayu, linoleum, hardboard atau karet vinyl yang dicukil atau dipahat yang digunakan sebagai plat atau acuan cetak. Pada bagian yang tidak di cetak atau bukan merupakan gambar di cukil atau di pahat, sebaliknya yang merupakan gambar dibiarkan sejajar dengan permukaan plat. Cat atau pewarna di bumbuhi dalam plat yang sejajar tersebut yang kemudian plat di taruh diatas media yang akan disablon. Plat tersebut di injak dan digosok kan bisa juga di bantu dengan sendok untuk menekan atau juga dengan alat press. Semua proses dilakukan secara manual walaupun tidak menutup kemungkinan jika sketsa gambar yang dihasilkan merupakan printout, inilah yang menjadi pembeda seni cukil dengan teknik cetak yang lain.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

( et al., 2021)Adi, Sigit Purnomo, Susanti, Nurina, & Panggabean, Mhd Nursina Rasyidin. (2020). Cetak tinggi dan pengaplikasiannya. UNS Press.

Luzar, Laura Christina. (2011). Karya Seni Grafis yang Menarik dan Kreatif melalui Teknik Cukil. Humaniora, 2(1), 300�310.

Rizqi, Akhmad Wasiur, Sukaris, Sukaris, Fauziyah, Nur, & Rahim, Andi Rahmad. (2021). Pemanfaatan Waktu Sebagai Pengembangan Potensi Pemuda Desa Kreatif. DedikasiMU: Journal of Community Service, 3(2), 887�896.

Yumni, Zaana Zaghirah Zata. (2016). Perancangan Media Kaos Tematik Sebagai Souvenir Pulau Bawean. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Zaidan, Aden Wijdan Syarif, & Junanah, Junanah. (2021). Pendidikan Kewirausahaan Melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif Sablon Cukil. El-Tarbawi, 14(1), 89�110. https://doi.org/10.20885/tarbawi.vol14.iss1.art5